Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT"— Transcript presentasi:

1 PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada Microsoft PowerPoint 2007 Model Mengajar : Hp: SIAGA!

2 Pedoman Pendalaman Alkitab
Januari • Februari • Maret 2013 Rumah Produksi: ®WS Sekolah Sabat dalam bentuk PowerPoint ini dirancang oleh Rudolf Weindra Sagala Hp:

3 PEDOMAN PENDALAMAN ALKITAB
SEKOLAH SABAT DEWASA Sebuah ajakan……… Pengguna yang terkasih, Bahan PowerPoint ini disiapkan bagi para Pemimpin Diskusi Sekolah Sabat dan anggota jemaat lokal. Kami berharap bahwa Sekolah Sabat Dewasa dalam bentuk PowerPoint ini dapat bermanfaat untuk konsumsi pribadi maupun untuk digunakan dalam mengajar atau memimpin Diskusi Sekolah Sabat. Kami berharap agar tidak melakukan perubahan seperti: menambahkan ilustrasi, mengubah latar belakang,  menyesuaikan ukuran font, dll.  Meskipun niat anda mungkin baik, tetapi melakukan hal seperti ini tidak dibenarkan.

4 Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Pedoman Pendalaman Alkitab Sekolah Sabat Dewasa Format .pptx ASAL-USUL L. James Gibson 2013 Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh

5 Asal-Usul Pendahuluan Umum
Penciptaan adalah kebenaran mendasar dari Kitab Suci. Semua ajaran Alkitabiah lainnya—inkarnasi, salib, kedatangan kedua kali, dan semua ajaran Alkitab lainnya—didasarkan atas kebenaran bahwa dunia kita ini diciptakan oleh Allah

6 Asal-Usul Pendahuluan Umum
Penciptaan muncul tidak hanya di halaman pembuka dari Alkitab tetapi dalam lima buku pertama kitab Musa, dalam kitab para nabi, dalam Mazmur, dalam Injil, dalam surat-surat, dalam Kisah Para Rasul, dan dalam kitab Wahyu.

7 Asal-Usul Pendahuluan Umum
Pelajaran kuartal ini menyelidiki doktrin penciptaan seperti yang digambarkan dalam Kejadian 1 dan 2 dan menyelidiki implikasi-implikasinya kepada sejumlah kepercayaan kita—termasuk moralitas, dosa, pernikahan, penatalayanan, dan banyak lagi. Kuartal ini kita akan menunjukkan, mengapa hal itu harus dipahami secara harafiah, kalau tidak, banyak dari ajaran-ajaran kita yang paling dasar akan dipertaruhkan secara fatal

8 TUJUAN PELAJARAN SEKOLAH SABAT TRIWULAN INI
Untuk melihat lebih banyak alasan mengapa penciptaan enam hari harafiah itu penting untuk semua yang kita percayai dan mengapa mengkompromikan penciptaan adalah mengkompromikan semua yang menjadikan kita sebagaimana adanya.

9 ASAL-USUL Daftar Isi 1. Yesus, Pencipta Langit dan Bumi 2. Penciptaan: Membentuk Bumi 3. Penciptaan Selesai 4. Penciptaan, Suatu Tema Alkitabiah 5. Penciptaan dan Moralitas 6. Penciptaan dan Kejatuhan 7. Melalui Sebuah Kaca, Gelap 8. Yesus, Penyedia dan Pemelihara 9. Pernikahan: Hadiah dari Eden 10. Penatalayanan dan Lingkungan 11. Sabat: Suatu Hadiah dari Eden 12. Penciptaan dan Injil 13. Penciptaan Kembali

10 Pelajaran 9 PERNIKAHAN: KARUNIA DARI EDEN

11 Kata-kata Pembuka Pernikahan di buat di EDEN dengan para meter rancangan tertentu yang dirancang untuk melindungi kebahagiaan kita

12 Tujuan Pelajaran Untuk membantu anggota kelas memahami bahwa Allah memiliki suatu rancangan untuk memasuki jenjang pernikahan yang diatur dalam penciptaan

13 Ayat Hafalan “TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.“ Kejadian 2:18

14 Pengantar Bagi kebanyakan orang, pernikahan telah menjadi pengalaman yang paling sering penuh rasa sakit dan kemarahan, bukannya menjadi suatu sukacita dan perdamaian. Padahal, sebenarnya maksud Allah terhadap pernikahan bukanlah demikian. Keadaan pernikahan yang menyedihkan ini adalah merupakan suat ekspresi dari adanya kemerosotan yang disebabkan oleh dosa manusia.

15 Pengantar Sebenarnya, lembaga pernikahan berasal dari Khalik alam semesta Pernikahan adalah merupakan satu lembaga pemberian Allah yang pertama kepada manusia, selain hari Sabat. Lembaga pernikahan adalah salah satu dari 2 lembaga yang diberikan Allah kepada manusia yang dibawa oleh Adam dan Hawa keluar dari taman Eden setelah mereka berdosa

16 Pengantar Bilamana prinsip-prinsip Ilahi ditaati dan diperhatikan dalam pernikahan, maka pernikahan itu akan menjadi satu berkat, itu akan menjaga kesucian dan kebahagiaan manusia, itu akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial manusia, itu akan meninggikan keadaan jasmani, pikiran serta moral. Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 1. hlm. 38

17 Pernikahan: Karunia dari Eden Selayang Pandang
Pernikahan yang Pertama (Kejadian 2:21, 22) 2. Pernikahan yang Ideal (Markus 10:7-9) 3. Pernikahan sebagai lambang Gereja (Efesus 5:31, 32)

18 Pernikahan: Karunia dari Eden
Pernikahan yang Pertama (Kejadian 2:21, 22)

19 Pernikahan: karunia dari eden
Kejadian 2:21, 22 “Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.”

20 Pernikahan yang Pertama
Tidak Baik Meskipun Adam diciptakan menurut gambar Allah, dalam kesendiriannya, ia tidak bisa mencerminkan citra penuh dari Allah, yang ada dalam hubungan dengan pihak lain dalam ketuhanan. Adam membutuhkan seseorang seperti dirinya dengan siapa ia bisa membentuk suatu hubungan yang saling mengasihi dan bekerja sama, yang mencerminkan hubungan kasih yang dicontohkan dalam diri Allah

21 Pernikahan yang Pertama
Sesuatu yang Hilang Saat Adam menamai binatang-binatang, ia menyadaribahwa mereka datang berpasang-pasangan, jantan dan betina, tidak seperti dirinya, merupakan ciptaan tunggal Mungkin Tuhan bermaksud untuk menciptakan suatu kerinduan pada Adam, perasaan bahwa ada sesuatu yang hilang dalam keberadaannya sendiri, yang akan membuatnya jauh lebih menghargai yang Tuhan akan berikan kepadanya, yaitu seorang istri

22 Pernikahan yang Pertama
Seorang Pendamping bagi Adam Allah tidak membutuhkan tulang rusuk Adam untuk menciptakan Hawa, Dia bisa saja menciptakan Hawa seperti menciptakan Adam atau bahkan berfirman sehingga Hawa menjadi ada. Allah punya alasan untuk menggabungkan salah satu rusuk Adam ke dalam tubuh Hawa

23 Pernikahan yang Pertama
Seorang Pendamping bagi Adam Jika keduanya telah dibuat sepenuhnya terpisah, dapat menunjukkan bahwa secara alamiah mereka adalah individu yang benar-benar terpisah. Tapi pembagian daging pada keduanya menunjukkan bahwa keduanya ditakdirkan untuk bersatu dan dimaksudkan untuk menjadi “satu daging.”

24 Pernikahan yang Pertama
Seorang Pendamping bagi Adam Proses dimana Allah menciptakan Hawa menunjukkan dengan jelas bahwa Allah dapat memberikan pendamping yang dibutuhkan Adam Hal ini menjadi penting kemudian ketika Adam menghadapi godaan apakah akan bergabung dengan Hawa memakan buah atau mempercayai Tuhan untuk mengatasi keadaan.

25 Aplikasi dari Efesus 5:25-29
CATATAN PENTING Dalam pernikahan, suami dipanggil untuk mengasihi istrinya sebagaimana Kristus mengasihi jemaat. Kebutuhan dan kesejahteraan istrinya, harus lebih penting baginya daripada hak dan kesenangannya sendiri Aplikasi dari Efesus 5:25-29

26 Diskusikan Menurut anda apakah makna dari ungkapan “tidak baik” dalam Kejadian 2:18 itu? Jelaskan pendapat anda! Seberapa dalamkah arti ungkapan itu menurut anda?

27 Pernikahan: Karunia dari Eden
2. Pernikahan yang Ideal (Markus 10:7-9)

28 Pernikahan: karunia dari eden
Markus 10:7-9 “sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

29 2. Pernikahan yang Ideal Langkah-langkah Menuju Rumah Tangga Bahagia
Mengormati kemerdekaan pasangan pernikahan dengan mendirikan rumah yang terpisah dari orangtua mereka ketika keadaan memungkinkan. Dalam kasus ketika hal ini tidak mungkin, maka privasi/rahasia dalam keintiman pernikahan tetap harus di hormati.

30 2. Pernikahan yang Ideal Langkah-langkah Menuju Rumah Tangga Bahagia
2. Kesatuan, Kesatuan tidak berarti bahwa kedua pasangan harus memasrahkan penggunaan otak mereka yang terpisah, tetapi mereka harus bersatu dalam tujuan mereka untuk melakukan yang terbaik untuk satu sama lain dan untuk kesatuan mereka

31 2. Pernikahan yang Ideal Langkah-langkah Menuju Rumah Tangga Bahagia
3. Komitmen, Pernikahan bukanlah hubungan biasa yang dibentuk atau dibubarkan sesuai kemauan. Ini adalah komitmen seumur hidup. Mereka yang tidak siap untuk berkomitmen seumur hidup harus menunda langkah tersebut sampai mereka siap

32 CATATAN PENTING 3 Norma moral untuk memasuki pernikahan menurut Musa dalam Kejadian 2:24: Laki-laki meninggalkan orangtuanya, artinya: sebelum menikah seorang laki-laki harus sudah mandiri. Bersatu dengan istrinya: Hal ini menunjukkan suatu ikatan yang kuat dan permanen Setelah ikatan permanen itu dibentuk, maka unsur “satu daging” dapat ditambahkan kedalam hubungan ini.

33 2. Pernikahan yang Ideal Melindungi apa yang Berharga
Salah satu contoh terbesar dari kasih Allah bagi umat manusia dapat ditemukan dalam seksualitas manusia. Ini benar-benar merupakan karunia yang indah dari Tuhan Aktivitas seksual hanya terjadi antara suami dan istri, pria dan wanita, dan hanya adalam konteks pernikahan Apapun di luar itu adalah dosa

34 CATATAN PENTING Kegagalan untuk membuat disiplin ini (hubungan sex sebelum menikah), melemahkan kemampuan untuk mempertahankan kesatuan permanen setelah pernikahan

35 2. Pernikahan yang Ideal Melindungi apa yang Berharga
Matius 5:27-30 Sulit membayangkan bagaimana Yesus dapat memberikan amaran yang lebih kuat terhadap percabulan lebih daripada yang terungkap dalam rangkaian ayat Matius 5:27-30 ini. Mencungkil mata anda? Memotong tangan anda? Jika ini yang diperlukan untuk menjadi suci, maka hal itu pantas; jika tidak; anda berada dalam bahaya kehilangan hidup kekal anda.

36 Ellen G. White, Counsels on Health, hlm. 621,622.
2. Pernikahan yang Ideal Melindungi apa yang Berharga “...Bahkan beberapa orang yang mengaku memelihara semua perintah-perintah Allah pun bersalah karena dosa perzinahan. Apakah yang bisa saya katakan untuk membangkitkann perasaan mereka yang telah kebal? Prinsip moral, bila benar-benar dilakukan menjadi satu-satunya pelindung jiwa.” Ellen G. White, Counsels on Health, hlm. 621,622.

37 Diskusikan Menurut anda apakah usaha yang harus kita buat agar kita dapat terhindar dari perbuatan amoral dan dapat mempertahankan kesucian pernikahan kita? Bilamana anda mengetahui ada salah seorang dari anggota jemaat anda sudah melanggar kesucian pernikahan dengan pasangannya, apakah sikap anda?

38 Pernikahan: Karunia dari Eden Selayang Pandang
3. Pernikahan sebagai lambang Gereja (Efesus 5:31, 32)

39 Pernikahan: karunia dari eden
Efesus 5:31, 32 “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. ."

40 3. Pernikahan sebagai Lambang Bagi Gereja
Sudah sangat dikenal dikalangan pelajar Alkitab bahwa baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru pernikahan digunakan sebagai simbol hubungan antara Allah dan umat perjanjian-Nya.

41 3. Pernikahan sebagai Lambang Bagi Gereja
Pada saat yang sama, citra gereja sebagai mempelai Kristus menunjukkan kepada persatuan antara sesama orang percaya dan dengan Kristus, terutama ketika dipahami dalam konteks cita-cita Alkitab untuk pernikahan; seorang pria dan seorang wanita dalam hubungan yang penuh kasih dan pengorbanan diri

42 3. Pernikahan sebagai Lambang Bagi Gereja
Hubungan dalam pernikahan yang ideal diperbandingkan dengan hubungan Allah dan umat-Nya Allah mengajak umat-Nya untuk bergabung dengan Dia dalam hubungan yang intim Ini merupakan gambaran yang menakjubkan perihal kepedulian Allah terhadap umat-Nya dan keinginan-Nya untuk membawa kita ke dalam persekutuan-Nya

43 Diskusikan Menurut anda usaha apakah yang seharusnya dibuat oleh setiap anggota gereja atau gereja itu sendiri agar masing-masing anggota gereja tetap memiliki komitmen untuk setia kepada Tuhan seperti yang diharapkan Allah agar kita setia kepada pasangan kita di dalam pernikahan? Dari sekian banyak hal yang dapat membuat anda tidak setia kepada Tuhan, apakah hal yang paling sulit anda kalahkan?

44 Ellen G. White, Alfa dan Omega, Jld. 5, hlm. 150
KUTIPAN ROH NUBUAT “Baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, hubungan pernikahan digunakan untuk mengibaratkan persatuan yang manis serta suci yang ada antara Kristus dan umat-Nya. Bagi pikiran Yesus kegembiraan dalam keramaian pernikahan menunjuk jauh kepada kegembiraan hari itu apabila kelak Ia membawa mempelai perempuan-Nya ke rumah Bapa-Nya, maka yang ditebus itu bersama-sama dengan Penebus-Nya duduk dalam perjamuan nikah Anak Domba itu.” Ellen G. White, Alfa dan Omega, Jld. 5, hlm. 150

45 Rangkuman Sebelum kejatuhan, Adam dan Hawa adalah mitra yang sepadan. Musa membuat suatu aplikasi moral yang terinspirasi dari Eden untuk bagaimana kita harus memasuki pernikahan sekarang ini. Ada aturan penting yang harus diikuti: Meninggalkan, Bersatu dan Satu Daging. Paulus menjelaskan teladan pernikahan sesudah kejatuhan di dalam Efesus 5 dengan konsep saling tunduk namun dengan cara yang berbeda

46 PENERAPAN Hal penting apakah dari pelajaran SS ini yang dapat saya terapkan dalam hidup saya minggu mendatang ini? Pelajaran Aplikasi Masalah Keputusan Pernikahan adalah merupakan suatu hubungan manusia yang telah dirancang oleh Allah sedemikian rupa pada saat penciptaan untuk kebahagiaan manusia. Pernikahan adalah merupakan gambaran yang sempurna untuk menggambarkan hubungan yang sejati antara Kristus dan jemaat-Nya, Sebagaimana pernikahan adalah merupakan hubungan yang abadi, demikian juga hubungan kita dengan Kristus harus dijaga sampai kepada kekekalan Saya tidak menyedari hal ini. Minggu depan ini saya berusaha untuk menjaga pernikahan saya untuk tetap terjaga baik. Saya juga akan berusaha untuk selalu setia kepada Tuhan dalam segala aspek kehidupan saya.

47 SIAGA! Model Mengajar “SIAGA” www.rwsagala.com rsagala@gmail.com
SELIDIKI kebenaran – Mengapa saya harus mempelajari pelajaran ini ? INTISARIKAN kebenaran – Apa kata Alkitab tentang kebenaran ini ? ADAPTASIKAN kebenaran – Bagaimana kebenaran ini mempengaruhi aku? GUNAKAN kebenaran – Bagaimana saya bisa menggunakan kebenaran ini ? APLIKASIKAN kebenaran – Perobahan apa yang aku perlukan dalam hidup ini ? Model Mengajar “SIAGA” Efektif untuk Kelompok Kecil


Download ppt "PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google