Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGORGANISASIAN KELAS

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGORGANISASIAN KELAS"— Transcript presentasi:

1 PENGORGANISASIAN KELAS
Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan UNIT 5 PENGORGANISASIAN KELAS

2 I Introduction - Pendahuluan Latar Belakang
Interaksi siswa perlu dikembangkan agar dicapai hasil belajar yang optimal; Letak meja kursi siswa perlu diatur agar tampak dominasi siswa dalam proses belajar mengajar; Masih terjadi ketidakcocokan antara jenis pengelolaan siswa dan jenis kegiatan belajar siswa; Suasana kelas yang penuh dengan hasil karya siswa mengesankan pembelajaran yang mengembangkan insan yang produktif, bukan konsumtif.

3 Tujuan Sesi Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu: Mengatur letak meja-kursi kelas yang kondusif untuk belajar aktif; Menentukan jenis pengelolaan siswa (individual, berpasangan, berkelompok, atau klasikal) sesuai dengan jenis kegiatan belajarnya (mengarang, berdiskusi, melakukan percobaan, membuat laporan, dsb).

4 Pertanyaan Kunci Bagaimana menata fisik kelas sehingga menunjang belajar aktif siswa? 2. Apa saja jenis pengorganisasian kegiatan (individual, berpasangan, kelompok, atau klasikal) yang sesuai dengan jenis kegiatan belajar siswa (mengarang, berdiskusi, melakukan percobaan, membuat laporan, dsb).?

5 Ringkasan sesi Application 60 menit
Penyusunan alternatif tata letak meja-kursi kelas; Identifikasi jenis pengelolaan siswa dan jenis pengelolaan kegiatan. Introduction 5 menit Menjelaskan latar belakang, tujuan sesi, dan pertanyaan kunci Connection 20 menit Energizer, Curah pendapat/pengalaman Extension Identifikasi kekuatan-kelemahan tata letak meja-kursi, Identifikasi paduan lain jenis pengelolaan siswa dan kegiatan Reflection 5 menit Periksa tujuan, Catat hal yang membingungkan

6 C Connection – Pengkaitan (20’) ‘Energizer’
Berapa persegi yang dapat Saudara lihat?

7 Curah pendapat Apa saja kriteria pengaturan meja-kursi siswa agar menunjang Belajar Aktif? 2. Apa saya kegiatan belajar yang cocok untuk klasikal, kelompok, pasangan, atau individual? (Tuliskan hasilnya pada kertas flipchart)

8 Pengelolaan Siswa Kegiatan Belajar Individual menulis puisi berlatih soal menulis laporan Pasangan berdialog bertukar gagasan awal Kelompok membahas kriteria laporan Klasikal mendengarkan penjelasan guru

9 A A Application - Penerapan Kegiatan 1a: Kerja Kelompok (4-6 orang)
Rancanglah berbagai susunan meja-kursi yang menunjang BA; (Potongan kertas mewakili meja siswa). Rumuskan kriteria susunan meja-kursi tsb. Tuliskan kekuatan dan kelemahan masing-masing susunan meja-kursi tsb.

10 Kegiatan 1b: Diskusi Kelas
Apa saja kriteria susunan meja-kursi yang menunjang belajar aktif? (Urun gagasan hasil kerja kelompok)

11 Kriteria Susunan Meja-kursi.
1. Mobilitas, memudahkan siswa untuk bergerak dari satu pojok ke pojok lain. 2. Interaksi, memudahkan siswa untuk berinteraksi dengan sesama teman dan gurunya. 3. Fleksibilitas, memudahkan siswa melakukan berbagai kegiatan yang beragam, misal berdiskusi, melakukan percobaan, dan presentasi. 4. Aksesibilitas, memudahkan siswa mengakses sumber dan alat bantu belajar.

12 Kunjung Karya Amatilah hasil karya kelompok lain, apakah memenuhi kriteria berikut: - mobilitas? - interaksi? - fleksibilitas? - aksesibilitas?

13 Kegiatan 2a: Mengidentifikasi Jenis Kegiatan Belajar - Jenis Pengelolaan Siswa.
Identifikasilah jenis kegiatan belajar yang cocok dengan pengelolaan siswa (individual, pasangan, kelompok, dan klasikal ---- Gunakan handout 5.1)

14 Catatan: Duduk berkelompok bukan berarti tugas harus selalu dikerjakan secara kelompok (1 produk dihasilkan oleh beberapa orang); 2. Duduk berkelompok dimaksudkan agar siswa mudah berinteraksi satu sama lain (Hasil penelitian menunjukkan interaksi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan hasil belajar siswa); 3. Berdiskusi secara kelompok untuk membahas, misal, komponen suatu laporan, kemudian setelah disepakati, masing-masing anggota menulis laporan sendiri-sendiri. Namun demikian tetap dibolehkan saling berkomunikasi selama pembuatan laporan;

15 Catatan 4. Jadi tetap intinya, kemampuan individu harus dikembangkan; artinya kalaupun ada kerja kelompok, harus dipastikan bahwa tiap anggota kelompok menyumbang kerja kepada hasil kelompok; 5. Guru juga perlu jeli, mana jenis tugas yang cocok untuk dikerjakan secara berkelompok, secara berpasangan, atau secara perorangan. Misal, menulis puisi lebih cocok dikerjakan secara individual; walaupun pembahasan mengenai puisi yang baik dapat bahkan sebaiknya didiskusikan dalam kelompok.

16 6. Kurangi guru berceramah ketika siswa sudah duduk berkelompok
6. Kurangi guru berceramah ketika siswa sudah duduk berkelompok. Mengapa?

17 R Reflection - Refleksi 1. Apakah tujuan sesi tadi telah tercapai?
Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu: Mengatur letak meja-kursi kelas yang kondusif untuk belajar aktif; Menentukan jenis pengelolaan siswa (individual, berpasangan, berkelompok, atau klasikal) sesuai dengan jenis kegiatan belajarnya (mengarang, berdiskusi, melakukan percobaan, membuat laporan, dsb). 2. Apa sajakah yang masih belum dipahami?

18 E E Extension - Pengayaan
Identifikasilah kekuatan dan kelemahan pengaturan meja-kursi tertentu kemudian lakukan perubahan untuk mengurangi kelemahan; Identifikasilah berbagai alternatif lain paduan antara jenis pengelolaan siswa (individual, berpasangan, kelompok, atau klasikal) dan jenis kegiatan belajar siswa (mengarang, berdiskusi, melakukan percobaan, membuat laporan, dsb).


Download ppt "PENGORGANISASIAN KELAS"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google