Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DR. MA Muazar Habibi, S.Psi.,Psych.,M.Pd

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DR. MA Muazar Habibi, S.Psi.,Psych.,M.Pd"— Transcript presentasi:

1 DR. MA Muazar Habibi, S.Psi.,Psych.,M.Pd
Psikologi Manusia DR. MA Muazar Habibi, S.Psi.,Psych.,M.Pd

2

3 Siapakah Aku?

4 t e o r i Carl Gustav Jung perilaku manusia yang normal memiliki pola tertentu dan dapat diramalkan pola perbedaannya dihasilkan oleh : perbedaan pada kecenderungan cara menggunakan pikirannya, yaitu dalam memperoleh informasi dan mengelolanya untuk menghasilkan kesimpulan

5 Myers - Briggs Katharine Cook-BRIGGS (1875-1968) dan putrinya,
Isabel Briggs-MYERS ( )

6 Myers - Briggs didorong oleh kondisi potensi manusia dalam Perang Dunia II ( ) yang kurang diperhatikan. sekitar tahun 1950-an : mempelajari dan memperluas pemikiran Carl Gustav Jung. mengembangkan Indikator untuk memberi manfaat yang luas pada individu melalui pengenalan tipe psikologis yang dimiliki.

7 cara memahami diri d i r i dalam konteks Diri yang berkembang DIRI
SEJATI penyesuaian t i ngkah laku

8 PREFERENSI merupakan pilihan netral tidak ada cap moril baik dan buruk
bersifat pembawaan kita memiliki ke-8 preferensi yang ada, hanya saja kita memilih 4 bertindak sesuai preferensi akan merasa lebih nyaman dan spontan

9 perbedaan preferensi E xtravert I ntrovert S ensing i N tuition
arah pemusatan perhatian E xtravert I ntrovert cara memperoleh informasi S ensing i N tuition cara mengambil keputusan T hinking F eeling cara menyikapi dunia luar J udging P erceiving

10 ekstraver introver pengindera intuisi perasa pemikir penerima penilai
sensing intuisi intuition perasa feeling pemikir thinking penerima perceiving penilai judging

11 menentukan Tipe Anda dari uraian mengenai ke-8 preferensi (4 pasangan), Anda memilih 4 preferensi. 4 preferensi yang dipilih menghasilkan 4 kombinasi huruf. kombinasi huruf yang mewakili preferensi akan menggambarkan proses mental yang cenderung digunakan dan mempengaruhi tingkah laku anda.

12 silahkan Anda memilih E atau I
E xtrovert I I ntrovert

13 E I memperhatikan lingkungan eksternal
menarik diri pada dunianya sendiri

14 E I cenderung untuk berkomunikasi secara verbal
cenderung untuk berkomunikasi secara non-verbal / tulisan

15 E I belajar melalui perilaku atau diskusi
belajar melalui refleksi diri

16 E I minat yang meluas minat yang mendalam

17 E I bicara/bertindak dulu, baru (kemudian) berfikir
berfikir dulu, baru (kemudian) berbicara/bertindak

18 E xtrovert I ntrovert ekspresif dan mudah bersosialisasi
menyendiri dan terkendali

19 berinisiatif dalam bekerja dan berhubungan dengan orang lain
fokus

20 arah pemusatan perhatian anda
E xtrovert I ntrovert arah pemusatan perhatian anda E I pendorong atau enersi utamanya adalah lingkungan - dunia luar, berupa orang lain maupun benda pendorong atau enersi utamanya berasal dari dalam dirinya - dunia dalam, berupa pikiran dan refleksi (perenungan)

21 E xtrovert I ntrovert bagi orang Introvert, para Extrovert terkesan sering berubah pikiran bagi orang Extrovert, para Introvert terkesan suka menahan informasi

22 E x t r o v e r t memperhatikan lingkungan eksternal
cenderung untuk berkomunikasi secara verbal belajar melalui perilaku atau diskusi minat yang meluas bicara/bertindak dulu, baru (kemudian) berfikir ekspresif dan mudah bersosialisasi berinisiatif dalam bekerja dan berhubungan dengan orang lain

23 I n t r o v e r t menarik diri pada dunianya sendiri
cenderung untuk berkomunikasi secara non-verbal/ tulisan belajar melalui refleksi diri minat yang mendalam berfikir dulu, baru (kemudian) berbicara/bertindak menyendiri dan terkendali perhatian terfokus

24 demi keseimbangan keduanya saling membutuhkan
EXTROVERT INTROVERT demi keseimbangan keduanya saling membutuhkan

25 silahkan Anda memilih S atau N
S ensing pengindera N i N tuitif intuisi

26 S N memusatkan pada apa yang nyata dan aktual
memusatkan pada “gambaran umum” dan kemungkinan

27 S N menghargai aplikasi praktis menghargai pemahaman imajinatif

28 faktual dan konkrit, memperhatikan detail
S N E=mc2 faktual dan konkrit, memperhatikan detail abstrak dan teoritis

29 S N mengamati dan mengingat secara berurutan
melihat pola dan makna dibalik fakta

30 S N berorientasi pada saat ini berorientasi pada masa depan

31 menginginkan informasi
1 4 7 2 3 menginginkan informasi setahap demi setahap melompat-lompat, pindah dimana saja

32 S N mempercayai inspirasi mempercayai pengalaman

33 S N S ensing i N tuition mengumpulkan informasi melalui panca indera
cara anda memperoleh informasi S N mengumpulkan informasi melalui panca indera mengumpulkan informasi dengan menggunakan “indera keenam”, firasat atau dugaan - dugaan

34 bagi orang Sensing, para Intuition terkesan plin-plan dan pemimpi
bagi orang Intuition, para Sensing terkesan sangat berorientasi pada kenyataan, mencari bukti bagi orang Sensing, para Intuition terkesan plin-plan dan pemimpi

35 S e n s i n g memusatkan pada apa yang nyata dan aktual
menghargai aplikasi praktis faktual dan konkrit, memperhatikan detail mengamati dan mengingat secara berurutan berorientasi pada saat ini menginginkan informasi setahap demi setahap mempercayai pengalaman

36 i N t u i t i o n memusatkan pada “gambaran umum” dan kemungkinan
menghargai pemahaman imajinatif abstrak dan teoritis melihat pola dan makna dibalik fakta berorientasi pada masa depan melompat-lompat, pindah dimana saja mempercayai inspirasi

37 demi keseimbangan keduanya saling membutuhkan
SENSING demi keseimbangan keduanya saling membutuhkan INTUITION

38 silahkan Anda memilih T atau F
T hinking pemikir F F eeling perasa

39 kuat dalam memahami orang lain
F kuat dalam analisa kuat dalam memahami orang lain

40 T F menggunakan ‘kepala’ menggunakan ‘hati’

41 T F menggunakan aturan berfikir sebab-akibat
dibimbing oleh ‘nilai-nilai’ pribadi

42 T F “Teguh-pendirian” “Lembut-perasaan”

43 T F berjuang untuk kebenaran yang objektif
berjuang untuk keharmonisan dan keyakinan individual

44 T F masuk akal kasih sayang

45 T F a d i l m e n e r i m a

46 cara anda mengambil keputusan
T hinking F eeling cara anda mengambil keputusan T F pengambilan keputusan berdasarkan pada pertimbangan yang logis dan obyektif pengambilan keputusan berdasarkan pada pertimbangan nilai nilai pribadi yang subyektif

47 T hinking F eeling bagi orang Feeling, para Thinking terkesan dingin dan merendahkan orang lain bagi orang Thinking, para Feeling terkesan berpikir tidak jelas dan emosional

48 T h i n k i n g kuat dalam analisa menggunakan “kepala”
menggunakan aturan berfikir sebab-akibat “teguh-pendirian” berjuang untuk kebenaran yang objektif masuk akal adil

49 F e e l i n g menggunakan “hati” dibimbing oleh ‘nilai-nilai’ pribadi
kuat dalam memahami orang lain menggunakan “hati” dibimbing oleh ‘nilai-nilai’ pribadi “lembut-perasaan” berjuang untuk keharmonisan dan keyakinan individual kasih sayang menerima

50 demi keseimbangan keduanya saling membutuhkan
THINKING FEELING

51 silahkan Anda memilih J atau P
J udging penilai P P erceiving penerima

52 J P schedule terjadwal spontan

53 J P teratur berpikiran terbuka

54 J P menyukai batasan yang jelas dan kategori - kategori
menyukai kebebasan untuk menjajagi tanpa batas

55 J P merasa nyaman dalam situasi yang pasti, ada batasan
merasa nyaman dalam situasi yang terbuka

56 J P Plan terencana menyesuaikan diri

57 suka pada hal yang bebas dan terbuka pada perubahan
J P suka pada hal yang bebas dan terbuka pada perubahan suka menutup perkara – mengambil keputusan

58 J P merasa bersemangat oleh tekanan ‘deadline’
menghindari tekanan ‘deadline’

59 J udging P erceiving cara anda menyikapi dunia luar J P gaya hidup Judging adalah pasti, terencana dan teratur gaya hidup Perceiving adalah luwes, mudah menyesuaikan dan spontan

60 J udging P erceiving bagi orang Perceiving, para Judging terkesan menuntut, kaku, gelisah atau tegang bagi orang Judging, para Perceiving terkesan tidak terorganisir, dan tidak bertanggung jawab

61 J u d g i n g terjadwal teratur menyukai batasan yang jelas dan
kategori - kategori merasa nyaman dalam situasi yang pasti, ada batasan terencana suka menutup perkara, mengambil keputusan menghindari tekanan batas waktu

62 P e r c e i v i n g spontan berpikiran terbuka
menyukai kebebasan untuk menjajagi tanpa batas merasa nyaman dalam situasi yang terbuka menyesuaikan diri suka pada hal yang bebas dan terbuka pada perubahan merasa bersemangat oleh tekanan batas waktu

63 demi keseimbangan keduanya saling membutuhkan
JUDGING demi keseimbangan keduanya saling membutuhkan PERCEIVING

64 Ingin tahu lebih banyak tentang artinya??

65 Siapakah Kita?

66 Psikologi Perkembangan
cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari perkembangan dan perubahan aspek kejiwaan manusia sejak dilahirkan sampai dengan mati.

67 Sigmund Freud ( ) psikiater Jerman

68 Perkembangan Psikoseksual
Tahapan Oral (lahir – 1,5 tahun) Tahapan Anal (1,5 – 3 tahun) Tahapan Falik (3 – 6 tahun) Tahapan Laten (6 – pubertas) Tahapan Genital (setelah pubertas)

69 Tahapan Oral Pada tahap oral, sumber utama bayi interaksi terjadi melalui mulut, sehingga refleks mengisap adalah sangat penting. Bayi juga mengembangkan rasa kepercayaan dan kenyamanan melalui stimulasi oral. Konflik utama pada tahap ini adalah proses penyapihan, jika kurang tepat individu akan memiliki masalah dengan ketergantungan atau agresi. Juga dapat mengakibatkan masalah dengan minum, merokok makan, atau menggigit kuku.

70 2. Tahapan Anal fokus utama dari libido adalah pada pengendalian kandung kemih dan buang air besar. Konflik utama pada tahap ini adalah pelatihan toilet – anak harus belajar untuk mengendalikan kebutuhan tubuhnya. Mengembangkan kontrol ini menyebabkan rasa prestasi dan kemandirian. Kegagalan : - terlalu longgar : individu boros dan berantakan - terlalu awal : ketat, tertib, kaku dan obsesif.

71 3. Tahapan Falik fokus utama dari libido adalah pada alat kelamin. Anak-anak juga menemukan perbedaan antara pria dan wanita.

72 4. Tahapan Laten Periode laten adalah saat eksplorasi di mana energi seksual tetap ada, tetapi diarahkan ke daerah lain seperti pengejaran intelektual dan interaksi sosial. Tahap ini sangat penting dalam pengembangan keterampilan sosial dan komunikasi dan kepercayaan diri.

73 5. Tahapan Genital individu mengembangkan minat seksual yang kuat pada lawan jenis, kepentingan kesejahteraan orang lain tumbuh selama tahap ini. Jika tahap lainnya telah selesai dengan baik, individu hidup seimbang, hangat dan peduli.

74 Jean Piaget ( ) Psikolog Swiss

75 Perkembangan Kognitif
Tahap Sensorimotor (0-2 tahun), Tahap Preoperasional (2-7 tahun), Tahap Concrete operations (7-11 tahun), Tahap Formal operations (mulai tahun ke atas).

76 Tahap Sensorimotor (0-2 tahun),
bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi dunianya

77 Tahap Praoperasional (2-7 tahun),
Dalam tahapan ini, anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata. Pemikirannya masih bersifat egosentris: anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Anak dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda merah walau bentuknya berbeda-beda atau mengumpulkan semua benda bulat walau warnanya berbeda-beda.

78 3. Tahap Operasional Kongkrit (7-11 tahun),
mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai. Proses-proses penting selama tahapan ini adalah: Pengurutan Klasifikasi Decentering Reversibility Konservasi Penghilangan sifat Egosentrisme

79 4. Tahap Operasional Formal (mulai 11-15 tahun ke atas)
Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Dalam tahapan ini, seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta, bukti logis, dan nilai. Ia tidak melihat segala sesuatu hanya dalam bentuk hitam dan putih, namun ada "gradasi abu-abu" di antaranya.

80 Erik Erikson ( ) Psikolog Denmark

81 Perkembangan Psikososial
Trust vs Mistrust (0-1 tahun) Autonomy vs Shame/Doubt (1-3 tahun) Initiative vs Guilt (3-5 tahun) Industry vs Inferiority (6 – remaja) Identity vs Identity confusion (10-20 tahun) Intimacy vs Isolation (20-30 tahun) Generativity vs Stagnation (40-50 tahun) Integrity vs Despair (Lansia)

82 James W. Fowler ( ) psikiater asal Swiss

83 Perkembangan Iman iman intuitif-projektif (18-24 bulan - 7 tahun)
iman mitis-literal ( tahun) iman sintetik-konvensional (usia remaja dan selanjutnya) iman individuatif-reflektif (awal hingga pertengahan umur duapuluhan) iman konjuktif (usia paruh baya) iman universal (lanjut usia)

84 iman intuitif-projektif
Pada tahap ini manusia hanya fokus pada kualitas secara permukaan saja, seperti apa yang digambarkan oleh orang dewasa dan tergantung pada luasnya fantasi dari manusia itu sendiri. Di sini konsep Tuhan direfleksikan sebagai sesuatu yang gaib

85 iman mitis-literal Pada tahap ini, fantasi sudah tidak lagi menjadi sumber utama dari pengetahuan, dan pembuktian fakta menjadi perlu. Pembuktian kebenaran bukan berasal dari pengalaman aktual yang dialami sendiri, tapi berasal dari sesuatu yang dianggap lebih ahli, seperti guru, orang tua, buku, dan tradisi. Kepercayaan di fase ini mengarah pada sesuatu yang konkrit dan tergantung dari kredibilitas orang yang bercerita.

86 iman sintetik-konvensional
Pada tahap ini kepercayaan tergantung pada konsensus dari opini orang lain, orang yang lebih ahli. Mempelajari fakta masih menjadi sumber informasi, tapi individu mulai percaya pada penilaian mereka sendiri. Meskipun demikian mereka belum sepenuhnya percaya terhadap penilaian mereka tersebut.

87 iman individuatif-reflektif
Pada tahap yang ketiga remaja tidak dapat menemukan area pengalaman baru karena tergantung pada orang lain di kelompoknya yang belum tentu dapat menyelesaikan masalah. Individu di tahap ini mulai mengambil tanggungjawab atas kepercayaannya, perilaku, komitmen, dan gaya hidupnya. Tapi individu pada tahap ini tetap masih membutuhkan figur yang bisa diteladani.

88 iman konjuktif Pada tahap ini individu mulai bisa memahami dan mengintegrasikan elemen spiritual seperti simbolisasi, ritual, dan kepercayaan. Individu di tahap ini juga menganggap bahwa semua orang termasuk dalam kelompok yang universal dan memiliki rasa kekeluargaan terhadap semua orang.

89 iman universal Fowler menganggap bahwa sangat sedikit orang yang mampu mencapai tahap ini

90 Siapakah Kamu? Siapakah Dia? Siapakah Mereka?

91


Download ppt "DR. MA Muazar Habibi, S.Psi.,Psych.,M.Pd"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google