Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

UJI EFEKTIFITAS MINYAK ATSIRI CENGKEH UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN LUMUT KERAK (LICHENES) PADA BENDA CAGAR BUDAYA BATU Diajukan oleh: DYAH YEKTI INDRAJATI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "UJI EFEKTIFITAS MINYAK ATSIRI CENGKEH UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN LUMUT KERAK (LICHENES) PADA BENDA CAGAR BUDAYA BATU Diajukan oleh: DYAH YEKTI INDRAJATI."— Transcript presentasi:

1 UJI EFEKTIFITAS MINYAK ATSIRI CENGKEH UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN LUMUT KERAK (LICHENES) PADA BENDA CAGAR BUDAYA BATU Diajukan oleh: DYAH YEKTI INDRAJATI No. Mahasiswa:

2 PENDAHULUAN Indonesia memiliki banyak situs purbakala yang tersusun dari bebatuan, salah satu yang menjadi perhatian adalah Candi Borobudur. bangunan yang tersusun atas blok batuan yang dapat mengalami kerusakan oleh agensia abiotik dan biotik kerusakan biotik disebabkan adanya jasad renik, tumbuhan, dan hewan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah lumut kerak

3 Lumut kerak

4 Balai Konservasi Peninggalan Borobudur selama ini melakukan proses pembersihan lumut kerak (Lichenes) menggunakan AC 322, padahal kandungan arcopal pada AC 322 merupakan bahan berbahaya dan beracun yang menyebabkan bahaya bagi manusia yang melakukan konservasi, pengunjung, dan lingkungan sekitar benda cagar budaya. Dari adanya berbagai permasalahan pada proses pembersihan (cleaning), peneliti akan memperkenalkan proses pembersihan lumut kerak (Lichenes) menggunakan metode baru yaitu menggunakan minyak atsiri.

5 RUMUSAN MASALAH Bagaimanakah sifat fisika dan komposisi kimia minyak atsiri daun cengkeh yang dihasilkan dari hasil penyulingan? Bagaimanakah efek minyak atsiri daun cengkeh untuk penghambatan pertumbuhan lumut kerak (Lichenes) pada benda cagar budaya yang terbuat dari bahan batu? Berapakah dosis optimum minyak atsiri daun cengkeh untuk menghambat pertumbuhan lumut kerak (Lichenes) pada cagar budaya yang terbuat dari bahan batu?

6 TUJUAN PENELITIAN Menentukan sifat fisika dan komposisi kimia minyak atsiri cengkeh mentah yang dihasilkan dari hasil penyulingan. Mengetahui efek minyak atsiri cengkeh untuk penghambatan pertumbuhan lumut kerak (Lichenes) pada benda cagar budaya yang terbuat dari bahan batu. Menentukan dosis yang optimum minyak atsiri daun cengkeh untuk menghambat pertumbuhan lumut kerak (Lichenes) pada cagar budaya yang terbuat dari bahan batu

7 METODE PENELITIAN

8 Satu set alat penyulingan stainless steel Timbangan analitik
Refraktometer Scanning Electron Microscope (SEM) JEOL JSM-IT300 Spektrometri Serapan Atom (SSA) Perkin Elmer 5500 Kromatogafi Gas-Spektrofotometri Massa (KG-SM/ GC-MS) Shimadzu QP 2010 Vertical Laminar Flow Cabinet Cawan Petri Autoklaf Preparat kaca Mikroskop BAHAN Daun cengkeh Aquades Natrium Sulfat anhidrat Tween 80 Batuan candi lepas Lichenes Potato Dextrosa Agar sediaan

9 Daun Cengkeh zanzibar Kering
Preparasi minyak daun cengkeh Daun Cengkeh zanzibar Kering Diisolasi Minyak Atsiri Cengkeh dengan destilasi uap Hasil isolasi (isolat) Dihitung rendemen Dilakukan karakterisasi sifat fisik minyak atsiri daun cengkeh meliputi Indeks bias dan Bobot jenis Dianalisis komponen minyak atsiri daun cengkeh dengan GC-MS Analisis kandungan logam berat Cr, Cd, dan Pb Hasil Karakteristasi minyak atsiri daun cengkeh

10 Isolasi Jamur dari Lumut Kerak
Lichenes Segar Dikerik dari batu candi secara aseptik (menggunakan cawan petri steril dan pengerik steril) Dibiakkan ke dalam tiga cawan petri steril yang disiapkan untuk seleksi koloni Dibiarkan jam Koloni jamur telah diseleksi Dibiakkan dalam medium agar miring Stok jamur Dilakukan identifikasi jenis jamur menggunakan midroskop jenis jamur

11 Pembuatan Varian Konsentrasi Minyak Atsiri Daun Cengkeh Menggunakan Emulsifying Agent Tween 80
Diuji aktivitas pelarut yang akan digunakan (etanol, aseton, dan aquadest) Diuji aktivitas pelarut tween 80 9% dalam aquades Dibuat larutan uji berbagai konsentrasi (1%, 5%, 10%, 15%, 25%) Larutan uji siap digunakan untuk pengujian

12 Metode Uji Antijamur Secara Difusi

13 Metode Uji Antijamur Di Lapangan
Minyak atsiri daun cengkeh Dibuat kedalam konsentrasi 1%, 5%, 10%, 15%, 25% Diambil sampel batu yang menjadi substrat lichenes (ditempeli lichenes segar) Dianalisis permukaan lichenes sebelum aplikasi minyak menggunakan SEM Diaplikasikan larutan uji pada permukaan lichenes dengan cara dioleskan Diamati 24 jam setelah pengaplikasian minyak selama 5 hari berturut-turut Dianalisis permukaan lichenes setelah aplikasi minyak menggunakan SEM Hasil pengamatan terhadap aplikasi

14 HASIL DAN PEMBAHASAN

15 Tabel 1. Rendemen Minyak Atsiri Daun Cengkeh Yang Dihasilkan Dari Isolasi
Jenis minyak atsiri Berat bahan baku daun cengkeh Berat minyak daun cengkeh yang didapatkan % Rendemen Minyak atsiri daun cengkeh 1000 kg 28 kg 2,8 %

16 Analisis Komponen Kimia Minyak Atsiri Daun Cengkeh Menggunakan KG-SM
Gambar 2. Kromatogram Minyak Atsiri Daun Cengkeh Tabel 2. Komponen Minyak Atsiri Daun Cengkeh Hasil Analisis No Komponen Utama 1 𝛼-Cubeben 2 Eugenol 3 𝛼-Copaene 4 𝛽–Caryophyllen 5 Humulene 7 Farnesene 8 𝛿-Cadinene 9 Caryophyllen oxyde 10

17 No. Logam berat Konsentrasi Satuan
Analisis unsur logam berat Kadmium (Cd), Krom(Cr) dan Plumbum (Pb) menggunakan SSA Tabel 3. Hasil Analisa Logam Menggunakan Instrumen AAS No. Logam berat Konsentrasi Satuan 1 Krom 0,0498 mg/L 2 Kadmium 0,0694 3 Timbal 0,0253

18 Pembiakan Lumut Kerak Dan Seleksi Koloni
Gambar 2. Isolasi Jamur Lumut Kerak Pada Cawan Petri, dimana (A) Biakan jamur pada cawan petri I (B) Biakan jamur pada cawan petri 2 dan (C) Biakan jamur pada cawan petri 3

19 Identifikasi Jenis Biakan Jamur Menggunakan Mikroskop Dan SEM
Gambar 3. Hasil pengamatan jamur Pencillium sp menggunakan mikroskop menggunakan perbesaran 400 X, dimana (A) jamur yang hidup secara tunggal (B) Jamur yang hidup berkoloni dan (C) Penampang Jamur Penicillium sp

20 Gambar 4. Hasil Pengamatan biakan jamur menggunakan SEM, dimana (A) menggunakan perbesaran 200 (B) perbesaran 500

21 Tabel 4. Uji Aktivitas Penghambatan Pertumbuhan Oleh Beberapa Pelarut Organik
Jenis Pelarut Organik Keterangan aseton + Aquades - Etanol Tween 80 9% dalam aquadest Keterangan : + = ada penghambatan - = tidak ada penghambatan Gambar 5. Uji Aktivitas Penghambatan Tween 80 dengan Konsentrasi 9% Dalam Aquades Setelah 24 Jam Pengamatan

22 Pembuatan Larutan Uji Tabel 5. Komposisi Pembuatan Larutan Uji dengan Volume Total 10 mL No. Konsentrasi Larutan Uji (%) Volume Minyak Atsiri Daun Cengkeh (mL) Volume Aquades + 9% Tween 80 (mL) 1 0,1 9,9 2 5 0,5 9,5 3 10 1,0 9,0 4 15 1,5 8,5 25 2,5 7,5

23 Konsentrasi Larutan Uji Diameter Zona Hambatan (mm)
Pengujian Aktivitas Antijamur Minyak Atsiri Daun Cengkeh Menggunakan Metode Difusi Agar Tabel 6. Pengukuran Zona Penghambatan Minyak Atsiri Daun Cengkeh Terhadap Uji Antijamur Pada Media P.D.A No. Konsentrasi Larutan Uji Diameter Zona Hambatan (mm) 1 Kontrol 2 1 % 5,5 3 5% 7,0 4 10% 12 5 15% 20 6 25% 23 Gambar 6. Hubungan Antara Konsentrasi Larutan Uji dengn Diameter Zona Hambatan (mm)

24 Gambar 7. Pengamatan Zona Hambat Uji Antijamur Minyak Daun Cengkeh A) dengan Konsentrasi (A) 1 (B) 5 (C) 10 (D) 15 (E) 25%  

25 Diameter daya hambat

26 Pengujian menggunakan variasi konsentrasi 1%
(B) (C) (D) (D) (F) Gambar 8. Hasil Pengamatan Uji Minyak Atsiri Daun Cengkeh Konsentrasi 1% pada Penghambatan Lumut Kerak dimana (A) sebelum dioleskan (B) 1 hari (C) 2 hari (D) 3 hari (E) 4 hari dan (F) 5 hari setelah dioleskan

27 Pengujian menggunakan variasi konsentrasi 5%
(B) (C) (D) (F) (E) Gambar 9. Hasil Pengamatan Uji Minyak Atsiri Daun Cengkeh Konsentrasi 5% pada Penghambatan Lumut Kerak dimana (A) sebelum dioleskan (B) 1 hari (C) 2 hari (D) 3 hari (E) 4 hari dan (F) 5 hari setelah dioleskan

28 Pengujian menggunakan variasi konsentrasi 10%
(B ) (C) (D ) (E) (F) Gambar 10) Hasil Pengamatan Uji Minyak Atsiri Daun Cengkeh Konsentrasi 10% pada Penghambatan Lumut Kerak dimana (A) sebelum dioleskan (B) 1 hari (C) 2 hari (D) 3 hari (E) 4 hari dan (F) 5 hari setelah dioleskan

29 Pengujian menggunakan variasi konsentrasi 15%
(B) (C ) (D ) (E ) (F) Gambar 11. Hasil Pengamatan Uji Minyak Atsiri Daun Cengkeh Konsentrasi 15% pada Penghambatan Lumut Kerak dimana (A) sebelum dioleskan (B) 1 hari (C) 2 hari (D) 3 hari (E) 4 hari dan (F) 5 hari setelah dioleskan

30 Pengujian menggunakan variasi konsentrasi 25%
(B) (D ) (C) (E) (F) Gambar 12. Hasil Pengamatan Uji Minyak Atsiri Daun Cengkeh Konsentrasi 25% pada Penghambatan Lumut Kerak dimana (A) sebelum dioleskan (B) 1 hari (C) 2 hari (D) 3 hari (E) 4 hari dan (F) 5 hari setelah dioleskan

31 (A) (B) Lumut kerak Batas lumut dan substrat substrat (C) Lumut kerak Batas lumut dan substrat substrat Gambar 13. Pengamatan uji antijamur menggunakan SEM, dimana (A) kontrol, perbesaran 1000x, (B) konsentrasi 15%, perbesaran 750x, dan (C) konsentrasi 25%, perbesaran 500x

32 KESIMPULAN Sifat fisika dari minyak atsiri daun cengkeh meliputi keadaan warna adalah coklat tua khas minyak atsiri daun cengkeh ; bobot jenis senilai 1,0278; dan indeks bias 1,5282. Sedangkan komposisi minyak atsiri daun cengkeh mengandung tiga komponen utama eugenol, Caryophyllen, dan Humulen, serta Cadinen, Copaen, Farnesen dan Caryophyllen oxyde. Larutan uji minyak atsiri daun cengkeh konsentrasi 1%,5%,10%,15%, dan 25% memberikan efek penghambatan terhadap jamur biakan yaitu keluarga Penicillium sp, dimana adanya penghambatan pada jamur dapat menghambat pertumbuhan lumut kerak (lichenes). Konsentrasi optimum yang efektif untuk menghambat pertumbuhan dari lumut kerak (lichenes) yang tumbuh pada benda cagar batu disimpulkan adalah konsentrasi bahan uji 25%    


Download ppt "UJI EFEKTIFITAS MINYAK ATSIRI CENGKEH UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN LUMUT KERAK (LICHENES) PADA BENDA CAGAR BUDAYA BATU Diajukan oleh: DYAH YEKTI INDRAJATI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google