Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TEKNIK DAN PRAKTEK PEMBAWA ACARA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TEKNIK DAN PRAKTEK PEMBAWA ACARA"— Transcript presentasi:

1 TEKNIK DAN PRAKTEK PEMBAWA ACARA
PA/tuti

2 Apa yang Anda ingin pelajari untuk menjadi seorang Pembawa Acara?
________________________ Kesulitan apa yang Anda hadapi untuk menjadi seorang pembawa acara? __________________

3 Mengapa peran Pembawa Acara itu penting dalam suatu acara?

4 TUNTUTAN KEMAMPUAN KETRAMPILAN OLAH VOKAL, MC mutlak harus menguasai dinamika komunikasi yang menarik. KEPRIBADIAN, MC dinilai baik bila memiliki karakter orisinil, menampilkan kepribadian yang tidak meniru orang lain. KREATIF DAN BERJIWA ENTERTAINER, MC harus membuka mata dan telinga terhadap perkembangan dan keinginan pasar.

5 TUGAS DAN FUNGSI Bertanggung jawab atas kelancaran rangkaian suatu acara dan keberhasilannya. Memimpin suatu rentetan acara secara teratur dan rapi. Sebagai “gatekeeper” atau penjaga gawang dan sutradara sebuah acara. Menentukan sukses atau tidaknya suatu acara.

6 KRITERIA Wakil Citra Panitia dan Pribadinya
Turur kata, perilaku, cara berpikirnya menjadi pusat perhatian audience Pemasar Sebagai tenaga pemasaran, mis: TV, Radio, Event Organizer, dll Memasarkan dirinya sendiri sebagai MC yang punya nilai jual. Komunikator Segala pesan dan informasi yg disampaikan bergantung pada kesadarannya sebagai komunikator.

7 PERAN PEMBAWA ACARA Announcer (memberikan informasi, membaca pengumunan, dll) Narrator (pembaca narasi, sinopsis cerita, deskripsi tarian, dll) Host (tuan rumah dalam mempersilahkan hadirin untuk makan dan minum, duduk, masuk ruangan, dll) Entertainer (penghibur yang memiliki kreativitas, atraktif, punya rasa humor, tahu dunia hiburan, dll)

8 APA SAJA SYARAT TEKNIS PA/MC…….?
Menguasai acara dengan baik Menguasai bahasa dengan baik Artikulasi harus baik Logat Bahasa Indonesia Susunan kata / kalimat yg tepat Suara / nafas yg benar Penggunaan pengeras suara yg serasi Pembawaan acara sesuai dengan jiwa acara Kesinambungan acara yg terarah

9 APAKAH ADA SYARAT PENUNJANGNYA…….?
1. Percaya diri 2. Penampilan yang baik (berpakaian, sikap yang wajar, wajah yang ramah, bersemangat/tidak emosional, memberikan penjelasan, posisi berdiri, mengatur suara) 3. Human relation yang baik 4. Menepati waktu yang ditentukan 5. Kreatif dan penuh ide 6. Tidak menyakiti hati hadirin

10 APA YANG DILAKUKAN? RINCIAN TUGAS MC PERSIAPAN TUGAS MC
PELAKSANAAN TUGAS MC

11 RINCIAN TUGAS MC Memulai, merangkaikan dan kemudian mengakhiri suatu acara pada waktunya. Menyampaikan informasi ttg hal-hal yang perlu diketahui hadirin. Mempersilahkan seseorang, sebagian hadirin atau seluruh hadirin pada waktunya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu sehubungan acara.

12 PERSIAPAN TUGAS MC Apa nama dan bagaimana sifat acara/ upacara tersebut? Siapa atau siapa saja pejabat yang hadir? Hadirin/undangannya dari kalangan apa saja? Bagaimana urutan susunan acaranya? Persiapan ini akan berkaitan dengan: Pakaian / penampilan bagaimana sebaiknya Bagaimana ungkapan sapaan umum kepada hadirin Menyusun pedoman pengutaraan MC

13 PELAKSANAAN TUGAS MC MC harus tiba di tempat upacara jauh lebih awal dari saat acara/upacara dimulai. Sebelum dan selama acara/upacara berlangsung MC harus selalu berhubungan dan berkonsultasi dengan protokol/ penanggungjawab acara/upacara. MC harus siap mental, cekatan dalam mendeteksi kemungkinan hal-hal yang dapat menghambat kelancaran acara yang sedang dan akan berlangsung.

14 A. OLAH VOKAL

15 MENGENAL MIKROFON MONO DIRECTION, hanya dpt digunakan dari satu arah tertentu. (mulut sbg sumber bunyi harus tepat berada di depan mike). BIDIRECTION, mendapatkan sumber bunyi dari bbrp arah. (semua suara di sekitarnya akan masuk ke mike).

16 Suara yang sehat menunjukkan kepribadian yang kuat
Suara yang sehat menunjukkan kepribadian yang kuat. Suara yang sehat keluar dari badan yang sehat. Titik beratnya adalah pada kesehatan alat-alat tubuh yang merupakan instrument penghasil suara seperti paru-paru, rongga dada, pita suara, kerongkongan, rongga hidung, lidah, dan gigi.

17 VOKAL YANG BAIK Vokal yg baik adalah kemampuan menampilkan suara dgn baik yg meliputi dasar suara dan tekniknya. Dasar suara adalah kualitas suara, ada suara tenor, bariton, bass, sopran, alto, parau, serak basah, bersih, sengau, dsb. Teknik suara adalah seperti pengucapan, frase, bernafas, tekanan kata dan kalimat, dsb.

18 Bilabial, bibir atas dan bibir bawah bersentuhan (p,b,m)
PENGUCAPAN, seorang MC harus dapat mengucapkan vokal dan konsonan secara tepat dan tanpa cacat. Bilabial, bibir atas dan bibir bawah bersentuhan (p,b,m) Labiodental, bibir bawah bersentuhan dengan gigi atas (v,w,f) Dental, ujung lidah bersentuhan dengan lekun kaki gigi (t,d,ts,z,l,s,r) Palantal, daun lidah bersentuhan dengan langit-langit kasar(ny,j,y,c,sy) Velar, pangkal lidah bersentuhan dengan langit-langit lembut (k,g,ng) Dll.

19 ARTIKULASI Para peserta diminta melakukan:
Berbicara memperkenalkan diri di depan mike saru per satu. Latihan pengucapan huruf hidup : A, I, U, E, O. Latihan mengubah berbicara dengan dialek non suku tertentu (standar Bahasa Indonesia). Latihan mengatur kecepatan berbicara.

20 PRONOUNSIASI Peserta diminta untuk melakukan:
Membaca sebuah artikel tertentu untuk dibaca di depan mike untuk didengarkan dan dikoreksi. Latihan cara membaca dengan pronounsiasi standar Bahasa Indonesia. Membuat tulisan sendiri untuk dibacakan di depan mike.

21 INTONASI Peserta diminta untuk melakukan:
Membaca artikel tertentu dengan intonasi yang tepat dan menarik. Melatih untuk mengetahui kapan harus berhenti untuk mencuri nafas. Melatih untuk mengetahui kapan harus meninggikan atau merendahkan nada bicara untuk suatu penekanan atau bahkan hanya sebagai daya tarik.

22 TEKNIK RILEKS 1. Putar kepala ke depan, ke kiri, ke belakang, kanan, dan ke depan lagi bbrp kali, (mata jangan dipejamkan). 2. Pijit otot wajah dari batas rambut menyusur menuju rahang, lepas dg lembut. 3. Julurkan lidah bbrp kali kemudian lidah digantung pd ujung bibir. 4. Pijit bagian bawah dagu sampai terasa tak ada ketegangan. 5. Pegang kuat rahang bawah, gerakkan rahang ke atas dan ke bawah. 6. Ucapkan kata ‘wah…’ scr hati-hati, ambil nada tinggi scr baik kemudian menurun dgn menghembuskan suara ‘a…’ sampai nada terendah.

23 B. SIKAP DAN PERILAKU PEMBAWA ACARA

24 MENARIK PERHATIAN YANG TERLIHAT Pakaian : serasi, nyaman dipandang
Dandanan : enak dipandang, tidak norak Wajah : segar, gembira, ramah Gerakan : wajar, serasi, sopan Pembawaan : tenang, berwibawa, simpatik, mengesankan YANG DIDENGAR Suara : lunak, lemas, wajar Bahasa : mudah dimengerti Jelas didengar, Benar ucapannya, Menggema

25 CATATAN UNTUK MENGUASAI RASA GUGUP
Kuasailah materi secara baik dan betul Yakinlah akan penampilan (cara berbusana dan kebersihan badan) Berbaurlah dengan undangan sebelumnya Minumlah air putih sebelum bertugas Belajar menguasai situasi mendadak Disiplin diri Hindarilah sikap yang berlebihan dan rasa lekas puas Meningkatkat kepandaian ‘Public Speaking’

26 …. YANG PERLU DIPERHATIKAN?
Buat catatan data dan kata-kata yang akan diucapkan pada kertas sebesar kartu pos. Tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan perlahan, ini membantu untuk mengatasi demam panggung. Pandang hadirin satu persatu dan bergantian saat on stage. Pastikan 5 menit pertama tidak terjadi kesalahan.

27 PENAMPILAN? Pakaian /cara berdandan yang menarik dan sesuai dengan acara yang dipandunya. Gaya wajar dan tidak dibuat-buat, sesuai dengan keinginan acara. Bila MC tampil duet, usahakan busana yang dikenakan mirip/serasi.

28 PENAMPILAN STATIS Tinggi Badan Berat Badan Bentuk Wajah Bentuk Tubuh
Bentuk kaki

29 PENAMPILAN DINAMIS Ekspresi Diri Pancaran Mata Suara Gaya Bicara
Cara Mendengarkan Sikap Tubuh Bahasa Tubuh Cara Berjalan

30 BERBUSANA Acara resmi yang bersifat kenegaraan : pakaian nasional.
Acara resmi untuk perkawinan/pernikahan: pakaian daerah disesuaikan dengan daerah setempat atau pemilik hajad. Acara setengah resmi: dapat pakaian nasional/pakaian daerah/maupun gaun yang bersifat formal. Lihat situasi setempat. Acara hiburan/santai: pakaian bebas, rapi, sopan

31 CONTOH TERAPAN UNTUK ACARA BERBEDA
RESMI HIBURAN SIKAP resmi ramah/luwes PAKAIAN resmi menyesuaikan BAHASA resmi variatif KOMENTAR tidak improvisasi boleh PERSIAPAN tertulis tidak harus

32 SIKAP BADAN Ciptakan kondisi rileks pada alat vokal
Berdiri tegak, tapi tidak kaku Kaki tidak 100% lurus, lutut rileks Cara bernafas yang benar Pakaian dan celana tidak terlalu ketat Dasi tidak menekan urat leher Tangan menyesuaikan (lurus ke bawah / bawa catatan) Kepala secara umum menghadap ke depan

33 KEPRIBADIAN YANG TIMBUL DARI PENGARUH SUARA MELIPUTI: - Naturalness (wajar) - Vitality (lincah, energi) - Friendlyness (ramah) - Adaptability (luwes) - Pronounciation (pengucapan) - Voice control (kontrol suara)

34 C. KEMAMPUAN DAN KETERAMPILAN BERBAHASA

35 INTI PEMBUKAAN Salam Sampaikan judul acara lengkap dengan tempat dan waktu Mengantar acara ke-1 dst.

36 Mengantar acara terakhir Kata-kata penutupan Terima kasih
INTI PENUTUPAN Mengantar acara terakhir Kata-kata penutupan Terima kasih Salam penutup KOM. MASSA/TUTI

37 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PA/MC
Faktor Alat Faktor Manusia Faktor Situasi dan Lingkungan

38 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
Kaya khasanah kata, padanan kata. Mengetahui istilah dan kata- kata baru sesuai dengan acara yang diembannya. Menghindari dialek bahasa suatu daerah, kecuali bila acara dibawakan dalam bahasa daerah tertentu.

39 CONTOH KATA / KALIMAT YANG PERLU DIHINDARI
Penggunaan kata ‘dimana’ scr tdk tepat, mis: lebaran akan tiba, di mana Penggunaan kata ‘daripada’ scr tdk tepat, mis: hal ini merupakan bagian daripada Pengulangan kata yg sama dlm satu rangkaian kata atau kalimat yg berdekatan, mis: Setelah anda menikmati lenggok penari Sunda dlm tari Jaipongan, akan kita saksikan gemulai tari Golek dari Yogyakarta. Setelah tari Golek akan disusul tari ,

40 CEK DAN RICEK HAL-HAL KECIL YANG BISA FATAL
Soal nama mis: nama orang Jawa dan Sunda Sudarta, Endang, dsb. Nama kota, mis: Klaten (Jateng), Cibeureum (Jabar), Lhokseumawe (Aceh), dsb. Huruf singkatan, mis: Huruf ‘H’ di depan nama orang, bisa ‘Haji’, ‘Hendricus’, dsb. Penyebutan Jabatan,mis: Bupati, Walikota, Camat, Lurah, dsb. Soal Pangkat, mis: Mayor Jenderal, Sersan Mayor, Mayor, dsb. Soal Jabatan Akademis, mis: dokter (dr), doktor (DR), MSc., MA, dsb.

41 MACAM-MACAM ACARA 1. ACARA RESMI/KEDINASAN Hari Nasional
Pelantikan pejabat, pengurus organisasi Serah Terima Jabatan, gedung, dsb Pembukaan /penutupan raker, rapim, dll HUT Organisasi, Dies Natalis, dsb 2. ACARA KEAGAMAAN 3. ACARA KELUARGA, perkawinan, khitanan, syukuran, dsb 4. ACARA HIBURAN, Seni Tari, Drama, Pentas Musik, dsb

42 PEMBAGIAN LAIN ACARA FORMAL - Acara kenegaraan
- Koferensi nasional/internasional - Rapat Umum Pemegang Saham - Presentasi bisnis atau presentasi ilmiah - Simposium atau seminar ilmiah - Upacara pengantin dengan urutan yang baku ACARA SEMI FORMAL - Pertunangan - Sosial gathering (Dharma Wanita, Rotary Club, dll) - Business Dinner ACARA INFORMAL - Pesta Ulang Tahun - Cocktail party, Music Show, Garden Party, dll

43 Contoh acara: UPACARA PELANTIKAN
Pembukaan. Laporan Panitia Penyelenggara (bila ada). Pembacaan Surat Keputusan. Pelantikan. Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Penyerahan memori. Penyerahan Piagam Penghargaan (bila ada). Sambutan. Pembacaan Doa. Penutup (upacara resmi selesai). Ramah Tamah.

44 Contoh acara: UPACARA PERINGATAN HARI NASIONAL DI LAPANGAN
Inspektur Upacara tiba di lapangan upacara. Penghormatan pasukan. Laporan Komandan Upacara. Pemeriksaan barisan peserta upacara (bila ada). Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi Lagu Indonesia Raya. Mengheningkan Cipta. Pembacaan Teks Proklamasi (untuk peringatan Proklamasi). Pembacaan Teks Pancasila. Pembacaan Teks UUD 1945. Myanyian lagu-lagu Maes Perjuangan. Sambutan Inspektur Upacara. Pembacaan Doa. Myanyian Lagu Syukur (bila ada). Inspektur Upacara meninggalkan Lapangan Upacara. Upacara selesai. Barisan dibubarkan.

45 Contoh acara: UPACARA PERINGATAN HARI NASIONAL DI RUANGAN
Pembukaan. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Mengheningkan Cipta. Pembacaan Teks Proklamasi (untuk peringatan Proklamasi). Pembacaan Teks Pancasila. Pembacaan Teks UUD 1945. Sambutan-sambutan. Pembacaan Doa. Hiburan/tamah tamah. Penutup.

46 Contoh acara: UPACARA PEMBUKAAM KONGGRES
Pembukaan. Laporan Panitia Penyelenggara. Sambutan-sambutan. Pidato pembukaan resmi konggres dengan ditandai Ramah – tamah. Penutup.

47 Contoh acara: UPACARA PERESMIAN PROYEK BENDUNGAN
Pembukaan. Laporan Pemimpin Proyek. Sambutan Gubernur. Sambutan Menteri PU. Amanat Presiden RI. Peresmian Penggunaan wasuk oleh Bapak Presiden dengan pembukaan selubung / pemukulan gong. Penandatanganan naskah serah terima pemanfaatan bendungan dari Menteri PU kepada Gubernur. Penyerahan aneka bibit oleh Prsiden. Ramah Tamah. Peninjauan Bendungan. Penutup.

48 Contoh acara: PAMIT KENAL PEJABAT
Pembukaan. Prakata dari Ketua Panitia. Sambutan-sambutan. - Kata Pamit dari pejabat lama - Kata kenal dari pejabat baru Penyampaian kenang-kenangan kepada pejabat yang lama dari pejabat yang baru atas nama seluruh anggota. Ramah Tamah / Hiburan. Penutup.

49 ACARA HIBURAN Di sini PA/MC tidak terikat dengan susunan acara yang formal sifatnya. Sususnan acara tersusun dengan pertimbangan-pertimbangan yang disesuaikan dengan situasi kondisi dan topik yang akan dibawakan. Namum dituntut adanya inisiatif dan kreatifitas PA/MCuntuk mengembangkan acara yang akan disampaikan sehingga terjalin suasana yang akrab dengan hadirin, gembira, meriah, dan berjalan lancar serta mengesankan tetapi terarah.

50 D. HUBUNGAN PA/MC DENGAN PROTOKOL

51 PERBEDAAN PROTOKOL DAN PA/MC
Tugas Protokol adalah mengatur acara. Tanggung jawab Protokol membawahi: - PA/MC - Dokumentasi - Konsumsi - Upacara - Penerimaan tamu - Hiburan - Perlengkapan - Dekorasi - Keamanan, dll Tugas PA/MC adalah membawakan acara.

52 TUGAS UMUM PROTOKOL MELIPUTI 5 BIDANG
1. TATA RUANG 2. TATA TEMPAT 3. TATA UPACARA 4. TATA BUSANA 5. TATA WARKAT

53 TATA RUANG Pengaturan ruangan (classroom, teater, conference, dsb).
Lambang negara, bendera, gambar Presiden dan Wakil Presiden. Meja, kursi, dan podium. Tata cahaya. Tata suara. Dekorasi. Perlengkapan upacara (sirine, gong, prasasti, dll).

54 TATA TEMPAT Adalah norma yang berlaku dalamhal tata tempat duduk para pejabat yang didasarkan atas kedudukannya dalam ketatanegaraan, kedudukan administratif / struktural dan kedudukan sosialnya. Tata tempat duduk. Tata urutan memasuki kendaraan. Tata urutankedatangan dan kepergian / pulang.

55 TATA UPACARA Adalah tata urutan kegiatan, yaitu bagaiamana acara harus dilaksanakan sesuai jenis aktivitasnya. Yang perlu diperhatikan adalah: jenis kegiatan bahasa pengantar materi aktivitas menyusun acara dengan urutan yang benar menyiapkan personil yang terlibat dalam suatu acara menetapkan urutan dan menghubungi yang akan memberikan sanbutan sesuai jenjang jabatannya, pejabat tertinggi memberikan sambutan terakhir.

56 TATA BUSANA Menetapkan pakaian yang harus dikenakan pada suatu kegiatan protokoler baik oleh para pejabat / undangan maupun petugas pelaksana kegiatan.

57 TATA WARKAT Penataan administrasi surat menyurat dan undangan yang berkaitan langsung dengan acara yang dilaksanakan.

58 CARA MENGATUR / MENETAPKAN TEMPAT DUDUK TAMU / PEJABAT VIP
1. Menetapkan jumlah tamu / pejabat VIP 2. Menentukan ranking tamu / VIP dari yg tertinggi sampai terendah dan memberi nomor urut (1,2,3, dst) 3. Menetapkan tempat duduk sesuai rumus / atauran yang berlaku yaitu orang paling utama mempunyai urutan / nomor pertama, dst.

59 TATA URUTAN MEMASUKIKENDARAAN
A. Pesawat Udara: seorang yg paling utama masuk pesawat paling akhir. Saat turun mendahului / turun pertama. B. Kapal Laut: orang paling utama naik dulu, saat turun paling dahulu pula. C. Kereta Api/Mobil: orang paling utama baik saat naik ataupun saatturun mendahului / terlebih dulu. D. Orang yang utama duduk di tempat sebelah kanan, sedangkan berikutnya di sebelah kirinya.

60 TATA URUTANKEDATANGAN DANKEPERGIAN / PULANG
Pedoman umum yg berlaku dan perlu diingat adalah: dalam peristiwa resmi, orang yang paling utama beserta rombongan selalu d atang paling akhir, dan apabila akan meinggalkan ruangan paling dahulu. Oleh karena itu perlu disediakan ruang transit atau ruang tunggu sebelum acara siap dimulai.

61 TATA URUTAN MEMBERIKAN SAMBUTAN
Urutan dalam memberikan sambutan dalam acara resmi adalah dimulai dari yang terendah tingkat kedudukan / jabatannya dan yang terakhir yang tertinggi / paling utama.

62 JAJAR KEHORMATAN 1. Orang yg paling dihormati harus datang dr arah sebelah kanan dr pejabat yg menyambut. 2. Apabila orang yg paling dihormati adalah yg menyambut tamu, maka tamu akan datang dr sebelah kiri. 3. Tata urutan dlm jajar kehormatan untuk penerimaan yaitu orang yang paling utama adalah yg menjabat tangan / menyambut pertama kali dan seterusnya sesuai dgn urutannya. 4. Tata urutan dlm jajar kehormatan untuk pelepasan yaitu orang yg paling utama adalah yg menjabat tangan / melepas paling akhir.

63 LAMBANG-LAMBANG KEHORMATAN NEGARA
1. BENDERA MERAH PUTIH (PP. No. 40. Tahun 1958). 2. GAMBAR BURUNG GARUDA (PP. No. 66 Tahun 1951). 3. LAGU INDONESIA RAYA (PP. No. 44 Tahun 1958).

64 BENDERA MERAH PUTIH Ukuran panjang dibanding lebar = 3:2 (30:20, 80:60, dst) Tinggi tiang= 5,5 panjang bendera Tinggi maksimum= 17 meter Waktu pemasangan sejak matahari terbit sampai dengan matahari terbenam (pukul WIB)

65 GAMBAR BURUNG GARUDA Dipasang di gedung pemerintah.
Untuk keperluan pembuatan paspor, lembaran negara, stempel presiden dan wakilpresiden, menteri, ketua DPR, lembaga tinggi negara, kepala daerah, notaris, dll. Mata uang. Meterai. Ijazah. Lencana delegasi negara. Barang-barang milik negara; Dll.

66 LAGU INDONESIA RAYA Diperdengarkan atau dinyanyikan untuk:
Menghormati kepala negara dan wakil kepala negara. Mengiringi pengibaran Bendera Merah Putih dan pada saat upacara. Untuk menghormati tamu kepala negara asing. Sebagai pernyataan perasaan nasional. Dalam rangkaian pendidikan dan pengajaran.

67 Semoga Anda Menjadi MC yang Sukses


Download ppt "TEKNIK DAN PRAKTEK PEMBAWA ACARA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google