Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

“OM SWASTIASTU” 1415061022 (TKJ) A.A Ayu Fibra Cahyani.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "“OM SWASTIASTU” 1415061022 (TKJ) A.A Ayu Fibra Cahyani."— Transcript presentasi:

1 “OM SWASTIASTU” (TKJ) A.A Ayu Fibra Cahyani

2 BAHAYA YANG BISA MUNCUL OLEH TEGANGAN ATAU ARUS PROSES TERJADINYA SENGATAN LISTRIK FAKTOR PENENTU TINGKAT BAHAYA LISTRIK DAN SENGATAN LISTRIK DAMPAK SENGATAN LISTRIK BAGI MANUSIA SISTEM PENGAMAN TERHADAP BAHAYA LISTRIK MENGHINDARI BAHAYA GANGGUAN LISTRIK APD (ALAT PELINDUNG DIRI) POKOK PEMBAHASAN

3 BAHAYA YANG BISA MUNCUL

4 TEGANGAN SENTUH Tegangan sentuh adalah tegangan yang terdapat diantara suatu obyek yang disentuh dan suatu titik berjarak 1 meter, dengan asumsi bahwa obyek yang disentuh dihubungkan dengan kisi-kisi pengetanahan yang berada dibawahnya. Besar arus gangguan dibatasi oleh tahanan orang dan tahanan kontak ke tanah dari kaki orang tersebut, seperti pada gambar dibawah:

5 TEGANGAN LANGKAH Tegangan langkah adalah tegangan yang timbul di antara dua kaki orang yang sedang berdiri di atas tanah yang sedang dialiri oleh arus kesalahan ke tanah. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar dibawah: Dalam hal ini dimisalkan jarak antara kedua kaki orang adalah 1 meter dan diameter kaki dimisalkan 8 cm dalam keadaan tidak memakai sepatu

6 TEGANGAN PINDAH Tegangan pindah adalah hal khusus dari tegangan sentuh, dimana tegangan ini terjadi bila pada saat terjadi kesalahan orang berdiri di dalam gardu induk, dan menyentuh suatu peralatan yang diketanahkan pada titik jauh sedangkan alat tersebut dialiri oleh arus kesalahan ke tanah Dari gambar dibawah terlihat bahwa, orang akan merasakan tegangan yang lebih besar bila dibandingkan dengan tegangan sentuh. Tegangan pindah akan sama dengan tegangan pada tahanan kontak pengetanahan total. Tegangan pindah itu sulit untuk dibatasi, tetapi biasanya konduktor-konduktor telanjang yang terjangkau oleh tangan manusia telah diisolasi

7

8 ARUS PERSEPSI Pada Electrical Testing Laboratory New York tahun 1993 telah dilakukan pengujian terhadap 40 orang laki-laki dan perempuan, dan diperoleh arus rata-rata yang disebut threshold of perception current sebagai berikut : Untuk laki-laki : 1,1 mA. Untuk perempuan : 0,7 mA.

9 ARUS YANG MEMPENGARUHI OTOT Di University of California Medical School telah dilakukan penyelidikan terhadap 134 orang laki-laki dan 28 orang perempuan dan diperoleh angka rata-rata yang mempengaruhi otot sebagai berikut : Untuk laki-laki : 16 mA. Untuk perempuan : 10,5 mA Berdasarkan penyelidikan ini telah ditetapkan batas arus maksimal dimana orang masih dapat dengan segera melepaskan konduktor bila terkena arus listrik sebagai berikut : Untuk laki-laki : 9 mA. Untuk perempuan : 6 mA.

10 ARUS FIBRILASI Apabila arus yang melewati tubuh manusia lebih besar dari arus yang mempengaruhi otot dapat mengakibatkan orang menjadi pingsan bahkan sampai mati. Hal ini disebabkan arus listrik tersebut mempengaruhi jantung sehingga jantung berhenti bekerja dan peredaran darah tidak jalan dan orang segera akan mati.

11 ARUS REAKSI Penyelidikan yang terperinci telah dikemukan oleh DR. Hans Prinz dimana batasan-batasan arus tersebut seperti tabel 7.3.

12 PROSES TERJADINYA SENGATAN LISTRIK SENTUHAN LANGSUNG SENTUHAN TIDAK LANGSUNG 1 2

13 FAKTOR PENENTU TINGKAT BAHAYA LISTRIK TEGANGAN ARUS TAHANAN

14 Gagal kerja jantung (Ventricular Fibrillation) Gangguan pernafasan Otot berkontraksi (mengerut) Kerusakan sel tubuh Terbakar akibat efek panas dari listrik Kematian

15 SISTEM PENGAMAN TERHADAP BAHAYA LISTRIK Pengaman Terhadap Sentuhan Langsung Isolasi pengaman yang memadai Menghilangi akses atau kontak langsung menggunakan enklosur, pembatas, penghalang Menggunakan peralatan INTERLOCKING. Pengaman Terhadap Tegangan Sentuhan Tidak Langsung Pentanahan (Grounding) Sistem tegangan fasa-satu, dengan tegangan antara saluran fasa(L) dan netral(N) Cara pengaman tegangan sentuh tidak langsung

16 Jangan bosan-bosan untuk mengingatkan anak- anak kita agar tidak bermain layang-layang dibawah atau di dekat jaringan listrik Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar dan kabel-kabel listrik dari jangkauan anak- anak. Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik

17

18 ALAT PELINDUNG DIRI

19 MASKER Masker digunakan untuk pada tempat-tempat kerja tertentu dan seringkali udaranya kotor yang diakibatkan oleh bermacam-macam hal antara lain :  Debu-debu kasar dari penggerinderaan atau pekerjaan sejenis  Racun dan debu halus yang dihasilkan dari pengecatan atau asap  Gas beracun seperti CO2 yang menurunkan konsentrasi oksigen diudara.

20 KACAMATA Kacamata pengaman digunakan untuk melindungi mata dari debu kayu, batu, atau serpihan besi yang berterbangan di tiup angin. Mengingat partikel-partikel debu berukuran sangat kecil dan halus yang terkadang tidak terlihat oleh kasat mata. Oleh karenanya bagian mata perlu mendapat perhatian dan diberikan perlindungan dengan menggunakan alat pelindung mata, biasanya pekerjaan yang membutuhkan kacamata yaitu saat pekerjaan mengelas atau pekerjaan yang lainnya. Salah satu masalah tersulit dalam pencegahan kecelakaan adalah pencegahan kecelakaan yang menimpa mata dimana jumlah kejadiannya demikian besar.

21 SEPATU PENGAMAN Sepatu pengaman harus dapat melindungi tenaga kerja terhadap kecelakaan-kecelakaan yang disebabkan oleh beban berat yang menimpa kaki, paku-paku atau benda tajam lain yang mungkin terinjak, logam pijar, larutan asam dan sebagainya. Biasanya sepatu kulit yang buatannya kuat dan baik cukup memberikan perlindungan, tetapi terhadap kemungkinan tertimpa benda-benda berat masih perlu sepatu dengan ujung berttutup baja dan lapisan baja didalam solnya. Lapisan baja dalam sol sepatu perlu untuk melindungi pekerja dari tusukan benda runcing khususnya pada pekerjaan bangunan.

22 SARUNG TANGAN Sarung tangan harus disediakan dan diberikan kepada tenaga kerja dengan pertimbangan akan bahaya- bahaya dan persyaratan yang diperlukan. Antara lain syaratnya adalah bebannya bergerak jari dan tangan. Macamnya tergantung pada jenis kecelakaan yang akan dicegah yaitu tusukan, sayatan, terkena benda panas, terkena aliran listrik, terkena radiasi dan sebagainya.

23 HELM PENGAMAN Topi pengaman (helmet) harus dipakai oleh tenaga kerja yang mungkin tertimpa pada kepala oleh benda jatuh atau melayang atau benda-benda lain yang bergerak. Topi pengaman harus cukup keras dan kokoh, tetapi ringan. Bahan plastik dengan lapisan kain terbukti sangat cocok untuk keperluan ini.

24 PERLINDUNGAN TELINGA Alat ini digunakan untuk menjaga dan melindungi telinga dari bunyi-bunyi yang yang bersumber atau dikeluarkan oleh mesin yang memiliki volume suara yang cukup keras dan bising. Alat perlindungan telinga harus dilindungi terhadap loncatan api, percikan logam, pijar atau partikel yang melayang. Perlindungan terhadap kebisingan dilakukan dengan sumbat atau turup telinga.

25 ALAT PELINDUNG DIRI LAINNYA Masih banyak terdapat alat-alat pelindung diri lainnya seperti “tali pengaman” bagi tenaga kerja yang mungkin terjatuh, selain itu mungkin pula diadakan tempat kerja khusus bagi tenaga kerja dengan segala alat proteksinya. Juga ‘’pakaian khusus’’ bagi saat terjadinya kecelakaan atau untuk proses penyelamatan.

26

27


Download ppt "“OM SWASTIASTU” 1415061022 (TKJ) A.A Ayu Fibra Cahyani."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google