Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KOMUNIKASI & NAVIGASI BY MUHYIDDIN (GURU SMKN 6 TANGERANG )

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KOMUNIKASI & NAVIGASI BY MUHYIDDIN (GURU SMKN 6 TANGERANG )"— Transcript presentasi:

1 KOMUNIKASI & NAVIGASI SMK NEGERI 6 TANGERANG MUHYIDDIN SMKN 6 TANGERANG1

2 Komunikasi komunikasi berasal dari bahasa inggris yaitu communication. dari kata communication / communis artinya sama atau bersama 2SMKN 6 TANGERANG

3 komunikasi ( umum )  pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari 2 orang / lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. 3SMKN 6 TANGERANG

4 komunikasi ( penerbangan )  hubungan komunikasi antara pesawat dengan petugas di darat atau antar pesawat dan komunikasi yang digunakan untuk keperluan didalam pesawat. 4SMKN 6 TANGERANG

5 Sejarah perkembangan komunikasi Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia antara lain bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan dan penyiaran. Pada abad 20, peningkatan tehnologi komunikasi yang pesat seperti radio, televisi, satelit dan jaringan komputer. 5SMKN 6 TANGERANG

6 Alat – alat komunikasi ( tradisional ) → kentongan digunakan untuk mengumumkan suatu berita atau peristiwa yang terjadi. Para penjaga malam sering menggunakan kentongan sebagai media komunikasi ketika ada maling dan sebagainya. 6SMKN 6 TANGERANG

7 →lonceng pada sekolah waktu dulu digunakan sebagai instruksi untuk masuk, keluar bermain atau istirahat. 7SMKN 6 TANGERANG

8 →Telepon kaleng yang terhubung dengan benang Kaleng yang dihubungkan dengan benang dan bisa mendengar suara orang dengan jarak sekitar 5 sampai 10 meter. 8SMKN 6 TANGERANG

9 Asap Digunakan oleh orang zaman dulu sebagai alat komunikasi 9SMKN 6 TANGERANG

10 Alat komunikasi ( modern ) → Telepon Termasuk alat komunikasi yang digolongkan modern, menggunakan teknologi yang cukup canggih. Antar kota, antar negara sudah bisa saling berkomunikasi dengan telepon dengan cepat. 10SMKN 6 TANGERANG

11 → HandPhone Orang bisa berkomunikasi dengan menggunakan handphone dimana saja, asal ada sinyal yang menghubungkannya. 11SMKN 6 TANGERANG

12 → Televisi Banyak orang bisa mengetahui informasi berita dan bisa menonton tayangan lain yang memberikan aspek edukasi atau hiburan. 12SMKN 6 TANGERANG

13 → Radio Sebagai alat komunikasi yang hanya terdengar suara saja. Radio menyajikan informasi berita, musik, diskusi dan lain sebagainya. 13SMKN 6 TANGERANG

14 → Radar Alat yang bisa mengetahui dimana posisi orang atau benda. 14SMKN 6 TANGERANG

15 → Handy talky Alat komunikasi dengan menggunakan sinyal frekuensi tertentu sebagai pemancarnya untuk menghubungkan handy talky satu dengan yang lainnya. 15SMKN 6 TANGERANG

16 A. Pengertian Gelombang :  getaran adalah gerak bolak balik melalui titik kesetimbangan  Getaran juga merupakan proyeksi dari gerak melingkar beraturan yang diproyeksikan terhadap sumbu tengahnya  Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium.  Pada gelombang yang merambat adalah energi, bukan zat medium perantaranya. 16SMKN 6 TANGERANG

17 17SMKN 6 TANGERANG

18 18SMKN 6 TANGERANG

19 Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi dalam setiap waktu Periode adalah selang waktu yang diperlukan oleh suatu benda untuk menempuh satu putaran (satu kali melingkar) Simpangan getaran adalah jarak antara kedudukan benda yang bergetar pada suatu saat sampai kembali pada kedudukan seimbang Amplitudo adalah simpangan maksimum yang dilakukan pada peristiwa getaran 19SMKN 6 TANGERANG

20 20SMKN 6 TANGERANG

21 B. MACAM-MACAM GELOMBANG 1. Berdasarkan Mediumnya Gelombang dibagi dua, yaitu : Gelombang Mekanik  Gelombang mekanik adalah gelombang yang dalam proses perambatannya memerlukan medium (zat perantara).  Contohnya adalah Gelombang Bunyi 21SMKN 6 TANGERANG

22 Gelombang Elektromagnetik  Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dalam proses perambatannya tidak memerlukan medium (zat perantara).  Contohnya  gelombang cahaya  gelombang radio 22SMKN 6 TANGERANG

23 Berdasarkan Arah Getar dan Arah Rambatnya, Gelombang dibagi menjadi dua, yaitu : Gelombang Transversal  Gelombang Transversal adalah gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatannya. Bentuk Getarannya berupa lembah dan bukit. 23SMKN 6 TANGERANG

24 Arah rambat gelombang di atas adalah ke kiri dan ke kanan, sedangkan arah getarnya adalah ke atas dan ke bawah. Jadi itulah yang dimaksud arah rambat tegak lurus dengan arah getarnya. Contohnya adalah gelombang pada tali. 24SMKN 6 TANGERANG

25 Gelombang Longitudinal Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarannya. Bentuk getarannya berupa rapatan dan renggangan 25SMKN 6 TANGERANG

26  Arah rambat gelombangnya ke kiri dan ke kanan, dan arah getarnya ke kiri dan ke kanan pula. Oleh karena itu gelombang ini adalah gelombang longitudinal yang arah getar dan arah rambatnya sejajar.  Contoh gelombang ini adalah Gelombang bunyi  di udara yang dirambati gelombang ini akan terjadi rapatan dan renggangan pada molekul-molekulnya, dan saat ada rambatan molekul-molekul ini juga bergetar. Akan tetapi getaranya hanya sebatas gerak maju mundur dan tetap di titik keseimbang, sehingga tidak membentuk bukit dan lembah. 26SMKN 6 TANGERANG

27 SPEKTRUM GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK 27SMKN 6 TANGERANG

28  Matahari sebagai pusat tata surya memegang peranan penting bagi keberlangsunan kehidupan bumi.  Matahari adalah sumber energi utama untuk bumi kita.  Energi ini tersimpan melalui; makanan yang kita konsumsi, bahan bakar fosil, ataupun dari pancaran sinar yang kita nikmati secara langsung. Energi ini pula yang digunakan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan melakukan proses fotosintesis.  Energi matahari dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik. 28SMKN 6 TANGERANG

29 29SMKN 6 TANGERANG

30  Spektrum Gelombang Elektromagnetik Jenis-jenis gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh matahari dan diurut berdasakan panjang gelombang dan frekuensi. 30SMKN 6 TANGERANG

31 31SMKN 6 TANGERANG

32 Spektrum gelombang elektromagnetik 1. gelombang radio 2. gelombang mikro 3. infra merah 4. cahaya tampak 5. ultraviolet 6. sinar x 7. sinar gamma 32SMKN 6 TANGERANG

33 SPECTRUM FREKUENSI RADIO  Susunan pita frekuensi radio yang mempunyai frekuensi lebih dari 3000 GHz sebagai satuan getaran gelombang elektromagnetik merambat dan terdapat dalam dirgantara ( ruang udara dan antariksa ). 33SMKN 6 TANGERANG

34 Tabel Pengalokasian Spektrum Frekuensi Radio NAMA BAND ( JALUR ) SINGKATA N FREKUENSI PANJANG GELOMBANG PENGGUNAAN Tremendo usly low frequency TLF< 3Hz> km Natural Electromagne tic Noise Extremely Low Frequency ELF3 – 30 Hz – km Submarines Super Low Frequency SLF30 – 300 Hz – km Submarines Ultra Low Frequency ULF300 – Hz100 – km Submarines, mines Very Low Frequency VLF3 – 30 kHz10 – 100 km Navigation, time signal, Submarines, heart rate monitor 34SMKN 6 TANGERANG

35 NAMA BAND (JALUR) SINGKATANFREKUENSIPANJANG GELOMBANG PENGGUNAAN Low Frequency LF30–300 kHz1 – 10 km Navigation, time signal, Radio AM (long wave), RFID Medium frequency MF 300 – kHz 100 – m Radio AM (medium wave) High Frequency HF3 – 30 MHz10 – 100 m Short wave Broadcast, RFID, radar, Marine and Mobile radio telephony Very High Frequency VHF30 – 300 MHz1 – 10 m Radio FM, Television, Mobile Communication, Weather Radio 35SMKN 6 TANGERANG

36 NAMA BAND ( JALUR ) SINGKATANFREKUENSIPANJANG GELOMBANG PENGGUNAAN Ultra high frekuensi UHF MHz10 – 100 cmTelevision,micro wave device /communications,mobile phones, wireless LAN, bluetooth, GPS,FRS/GMRS Super high frequency SHF3 – 30 GHz1 – 10 cmMicrowave devic e /communicatio ns,wireless LAN, radars,satellites, DBS Extremely high frequency EHF30 – 300 GHz1 – 10 mmHigh frequencym icrowave, radiorelay, microwaveremot e sensing 36SMKN 6 TANGERANG

37 NAMA BAND ( JALUR ) SINGKATANFREKUENSIPANJANG GELOMBANG Tremendously high frequency THF300 – ghz0.1 – 1 mmTerahertz imagin, molecular dynamics,spectro scopy,computing /communications, sub-mm remote sensing 37SMKN 6 TANGERANG

38 GELOMBANG RADIO 38SMKN 6 TANGERANG

39  Gelombang radio adalah gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang terpanjang dan frekuensi terpendek  Terdiri dari Gelombang Signal (informasi suara) Carrier Wave ( gelombang pembawa ) 39SMKN 6 TANGERANG

40 40SMKN 6 TANGERANG

41 Prinsip pengiriman dan penerimaan gelombang radio 41SMKN 6 TANGERANG

42  pada pemancar 1.Mikrofon Suara diubah kedalam sinyal listrik 2.Modulasi Sinyal listrik dimodulir oleh arus yang berfrekuensi tinggi yang mempunyai karakteristik radiasi yang baik 3.Antena Pemancar Gelombang radio dipancarkan dari antena 42SMKN 6 TANGERANG

43  Pada penerima 1. Antena Penerima Gelombang radio ditangkap 2.Tuning Gelombang radio dipilih 3.Deteksi Sinyal suara dipisahkan dari modulasi yang berfrekuensi tinggi 4.Speaker Suara direproduksi (dihasilkan lagi ) 43SMKN 6 TANGERANG

44  Gelombang radio merambat pada frekuensi 100 KHz sampai 100 GHz.  Gelombang audio merambat pada frekuensi 20 Hz sampai 20 KHz.  Pada siaran radio  gelombang audio ditumpangkan pada gelombang radio yang akan merambat melalui medium atau tanpa medium. 44SMKN 6 TANGERANG

45 45SMKN 6 TANGERANG

46 Gangguan Penyiaran  Besarnya sinyal yang diterima kadang-kadang tinggi dan kadang lemah  Fading  Disebabkan oleh penerimaan yang terus menerus atau sebagian dari gelombang yang dipancarkan dari arah yang berbeda. 46SMKN 6 TANGERANG

47 1. Fading gelombang menengah  terjadi kira-kira 100 km dari stasiun pemancar  lebih dari 100 km, gelombang pantulan ionosfer menjadi lebih kuat dan pengaruh fading makin berkurang. 47SMKN 6 TANGERANG

48 2. Fading gelombang pendek  Disebabkan oleh perubahan / guncangan dalam ionosfer dan interaksi antara gelombang ionosfer yang berbeda jalan.  Terjadi pada siang dan malam hari.  Frekuensi serta besarnya perubahan kekuatan medan listrik adalah sedang dan lambat. 48SMKN 6 TANGERANG

49 3. Fading gelombang sangat pendek  Disebabkan perubahan faktor pembiasan  Terjadi bila jarak penyiaran lebih jauh daripada jarak penglihatan / jika panjang gelombang nya sangat pendek 49SMKN 6 TANGERANG

50 Mekanisme dasar perambatan gelombang radio 1.Reflection / pantulan  Terjadi jika sinyal RF menumbuk permukaan yang halus / rata.  Contoh : besi, alumunium, cermin, atap baja, elevator dengan lapisan alumunium. 50SMKN 6 TANGERANG

51 2.Refraction / pembiasan  Terjadi jika sinyal RF menumbuk permukaan dengan kepadatan (density) yang berbeda.  Contoh : tembok, kayu, plastik, kaca tembus pandang dan air 51SMKN 6 TANGERANG

52 3.Difraction / Perubahan arah  Terjadi jika sinyal RF menumbuk penghalang yang terletak di area pancaran sehingga sinyal akan mengalami pembelokan atau perubahan orientasi pancaran.  Contoh : gedung, tembok, pohon dsb. 52SMKN 6 TANGERANG

53 4.Scattering / Penyebaran  Terjadi jika sinyal RF menumbuk permukaan yang tidak rata.  Contoh : kaca bergelombang, daun dipohon, bukit, dsb. 53SMKN 6 TANGERANG

54 5.Absorption / Penyerapan  Hampir setiap material memiliki karakteristik menyerap sinyal RF, terutama material dengan kelembaban tinggi.  Contoh : air hujan, tubuh manusia. 54SMKN 6 TANGERANG

55 MODULASI  Proses penempatan ( penumpangan ) sinyal suara pada arus yang berfrekuensi tinggi / gelombang pembawa.  Arus yang berfrekuensi tinggi = gelombang pembawa  Sinyal suara = gelombang sinyal = sinyal modulasi 55SMKN 6 TANGERANG

56 TIPE DASAR MODULASI 1.Amplitudo modulation ( AM )  Gelombang radio yang mengalami perubahan amplitudo setiap detiknya, tetapi frekuensi pembawa tetap.  Digunakan untuk komunikasi jarak jauh. 2.Frekuensi modulation ( FM )  Gelombang radio yang mengalami perubahan frekuensi setiap detik, tetapi amplitudo tetap.  Digunakan komunikasi antar satelit dan Radio FM. 56SMKN 6 TANGERANG

57 JENIS – JENIS PEMANCAR 1.Pemancar AM ( amplitudo modulation )  Gelombang audio menumpang pada gelombang carrier  Terjadi perubahan amplitudo 2.Pemancar FM ( frekuensi modulation )  gelombang audio menumpang pada gelombang pembawa  Terjadi perubahan frekuensi. 57SMKN 6 TANGERANG

58 Pemancar AM 58SMKN 6 TANGERANG

59 Prinsip kerja pemancar AM  Sumber pembawa adalah sebuah osilator. Frekuensi yang dipancarkan diusahakan konstan agar gelombang keluaran yang dihasilkan lebih baik.  Kemudian ini diikuti oleh sebuah penguat/ buffer. Dengan adanya buffer diusahakan agar frekuensi yang dibangkitkan oleh osilator konstan.  Sinyal informasi dimasukkan pada rangkaian ini untuk dicampur dengan sinyal pembawa.  Keluaran dari penguat RF ditransmisikan lewat antena. 59SMKN 6 TANGERANG

60 Penerima AM 60SMKN 6 TANGERANG

61 Prinsip kerja penerima AM  Secara umum penerima AM berfungsi untuk menerima sinyal termodulasi AM dan melakukan proses demodulasi terhadap sinyal tersebut.  Sinyal tersebut pertama kali diterima oleh antena, dan kemudian dilakukan pemilihan sinyal yang diinginkan dari semua sinyal yang dapat diterima oleh antena.  Sinyal yang dipisahkan tersebut kemudian diperkuat sampai pada suatu tingkat yang dapat digunakan.  Proses selanjutnya adalah demodulasi sinyal radio yaitu proses pemisahan sinyal informasi dari sinyal carrier / sinyal pembawa yang dilakukan di demodulator AM atau detektor AM. 61SMKN 6 TANGERANG

62 Pemancar FM 62SMKN 6 TANGERANG

63 Prinsip kerja pemancar FM  Encoder merupakan tahap awal masukan yang berasal dari audio-prosessor dan hanya ada pada sistem pemancar FM stereo. Pada sistem pemancar mono bagian ini tidak ada.  Modulator FM (Frequency Modulation) atau dapat juga berupa modulator PM (Phase Modulation). Prinsip dasarnya adalah sebuah modulator reaktansi. Pada FM, sinyal audio level daya rendah mengguncang reaktansi kapasitif dari varaktor deoda untuk menghasilkan deviasi frekuensi osilator. 63SMKN 6 TANGERANG

64  Osilator membangkitkan getaran frekuensi tinggi sesuai dengan frekuensi lingkar tala dari generator tala yang pada umumnya menggunakan resonator paralel berupa LC jajar. Nilai C dibangun sebagian atau keseluruhan menggunakan varaktor deoda yang ada pada bagian modulator (untuk tipe modulator dengan varaktor). Pada FM komersial, frekuensi kerja osilator mulai 87,50 MHz s/d 108,50 MHz untuk FM II dan 75,50 MHz s/d 96,50 MHz untuk FM I. 64SMKN 6 TANGERANG

65  Penyangga (buffer) berfungsi menguatkan arus sinyal keluaran dari osilator. Sebuah penyangga identik dengan rangkaian dengan impedansi masukan tinggi dan impedansi keluaran rendah sehingga sering digunakan emitor follower pada tahap ini.  Rangkaian driver berfungsi mengatur penguatan daya (tegangan dan arus) sinyal FM dari penyangga sebelum menuju ke bagian penguat akhir. Pada sistem pemancar FM sering digunakan penguat kelas A untuk menjamin linieritas sinyal keluaran. 65SMKN 6 TANGERANG

66  Bagian penguat akhir merupakan unit rangkaian penguat daya RF efisiensi tinggi, untuk itu sering dan hampir selalu digunakan penguat daya RF tertala kelas C karena menawarkan efisiensi daya hingga “100%”. Bagian akhir dari penguat akhir mutlak dipasang filter untuk menekan harmonisa frekuensi.  Antena mengubah getaran listrik frekuensi tinggi menjadi gelombang elektromagnetik dan meradiasikannya ke ruang bebas. Jenis antena sangat berpengaruh pada pola radiasi pancaran gelombang elektromagnetik. 66SMKN 6 TANGERANG

67  Catu daya harus mempu mensuplay kebutuhan daya listrik mulai dari tingkat modulator – osilator sampai tingkat penguat akhir daya RF. Pemasangan shelding pada blok pen-catu daya merupakan hal penting untuk sistem pemancar FM, selain itu pemakaian filter galvanis sangat dianjurkan untuk menekan sinyal gangguan pada rangkaian jala- jala dan sebaliknya. 67SMKN 6 TANGERANG

68 Penerima FM 68SMKN 6 TANGERANG

69 Prinsip penerima FM  RF amplifier untuk menguatkan signal yang sangat lemah dan untuk memudahkan tuning receiver.  Mixer digunakan mengubah masukan sinyal dari satu frekuensi ke frekuensi lainnya sebagai keluaran. 69SMKN 6 TANGERANG

70  Frekuensi oscilator mengubah frekuensi band dari sinyal masukan kemudian mengubahnya menjadi frekuensi IF. Resolusi frekuensi carriernya dapat diatur sampai dengan 100 kHz  IF amplifier Kekuatan sinyal mengalami pengurangan selama proses mixing maka sinyal perlu dikuatkan kembali oleh IF untuk mengembalikan sensitivitas dari penerima. 70SMKN 6 TANGERANG

71  Limiter Limiter dapat diartikan sebagi diskriminator frekuensi diterapkan di dalam sistem pengaturan frekuensi otomatik.Limiter adalah suatu rangkaian yang melewatkan sinyal jika daya sesuai dengan spesifikasi daya masukan, berubah ketika attenuasi puncak sinyal yg kuat melebihi daya masukan karena frekuensi hasil dari proses IF ampifier adalah frekuensi tinggi menimbulkan amplitudo yang berubah-ubah untuk menjaga aga amplitudo tetap konstan dibutuhakn rangkain limiter pada penerima AM dan FM.  Deteks Slope Sinyal dari proses limiter di filter dengan menggunakan deteksi slope untuk Mendekatkan kemiringin dari sinyal sesuai denga sinyal asli sehingga diperolaeh sinyal audio yang kemudian dilewatkan ke dalam speaker sehingga kita dapat mendengar indormasi suara. 71SMKN 6 TANGERANG

72 SINGLE SIDE BAND ( SSB )  SSB adalah jenis komunikasi yang memakai frekuensi HF(3 – 30 Mhz)  menggunakan pemodulasi AM dengan salah satu sisi band, baik itu sisi band atas USB (upper side band) atau sisi band bawah LSB (low side band). 72SMKN 6 TANGERANG

73  Dalam kondisi tertentu pada satu frekuensi pembawa (freq. Carrier) dapat digunakan untuk komunikasi dua chanel yaitu USB dan LSB.  Karena sinyal informasi memodulasi carrier secara AM, maka pengaruh noise pada saluran (media udara) pada sinyal AM yang diterima akan sangat besar. Sehingga kualitas suaranya kurang baik.  Hal ini dapat dikurangi dengan mengatur frekuensi secara lebih teliti yaitu dengan menggunakan fasilitas”clarifier” pada pesawat SSB. 73SMKN 6 TANGERANG

74 Prinsip – prinsip pemancar SSB  Pada single side band, didalammnya terdapat modulasi amplitudo (AM).modulasi amplitudoAM  Pada saat modulasi terdapat pencampuran antara frekuensi radio dengan frekuensi audio.  Setiap pencampuran dua frekuensi akan terjadi proses penjumlahan kedua frekuensi dan sekaligus terjadi proses pengurangan dari kedua frekuensi tersebut. Jadi setiap kali kita memodulir carrier, akan menghasilkan dua frekuensi sekaligus atau disebut Double Side Band (DSB). Namun agar tidak terjadi pemborosan dan tidak efisien dalam proses pemancaran sehingga cukup memancarkan salah satu side band saja. Mode semacam ini dikatakan mode SSB.side bandSSB 74SMKN 6 TANGERANG

75  Penguatan untuk pemancar SSB dilakukan dengan penguat yang bekerja pada kelas A, AB, atau kelas B ( linier amplifier ), hal ini disebabkan karena sinyal SSB menghendaki linieritas pada bentuk envelopnya.  Sedangkan penguat yang bekerja pada kelas C bukanlah suatu penguat linier, karena penguat klas C lebih bersifat sebagai penguat switching  oleh sebab itu penguat kelas C tidak cocok apabila digunakan sebagai penguat sinyal SSB, walaupun efesiensinya lebih tinggi dibandingkan dengan penguat lainya. 75SMKN 6 TANGERANG

76  Sebenarnya penguat linier dapat diguankan untuk penguatan sinyal-sinyal FM, AM.  Tetapi karena sinyal-sinyal tersebut tidak menghendaki linieritas envelopnya, disamping itu karena linier amplifier efesiensinya hanya rendah saja, maka linier amplifier tidak lazim digunakan untuk menguati sinyal-sinyal tersebut.  Biasanya sinyal-sinyal tersebut diperkuat dengan menggunakan penguat kelas C yang jauh lebih tinggi efesiensinya. 76SMKN 6 TANGERANG

77 Radio Single Sideband (SSB)  Carrier Dalam sinyal radio AM – termodulasi, sinyal dasar, yang disebut carrier, terus disiarkan. Dua sinyal modulasi disebut sidebands. Setiap audio yang Anda dengar di stasiun siaran AM adalah dari dua sidebands. Ketika stasiun radio tidak transmisi suara apapun, Anda masih dapat mendengar bahwa sinyal hadir, yaitu carrier. Kedua modulasi ( audio) sidebands terletak di kedua sisi sinyal pembawa – satu di atas yang lain di bawah. Akibatnya, sideband terletak tepat di atas frekuensi pembawa disebut sideband atas dan itu yang terletak tepat di bawah frekuensi pembawa disebut sideband rendah. 77SMKN 6 TANGERANG

78 The SSB Transmitter / Pemancar SSB 78SMKN 6 TANGERANG

79 Prinsip kerja Pemancar SSB Generasi sinyal SSB diperlakukan Sinyal dan modulator. Sebuah pemancar mengambil sinyal yang dihasilkan dan pertama menerjemahkannya dengan kombinasi mixer / VFO frekuensi output yang dibutuhkan dari menguatkan untuk tingkat output daya yang diperlukan menggunakan amplifier linear. Sebuah penguat linier diperlukan untuk melestarikan gelombang sinyal dalam segala hal kecuali untuk meningkatkan amplitudo output. 79SMKN 6 TANGERANG

80 ATMOSFER  Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa.  Di Bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan Bumi.  Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. 80SMKN 6 TANGERANG

81  Atmosfer Bumi terdiri atas 1.Nitrogen (78.17%) 2.Oksigen (20.97%), 3.Argon (0.9%), 4.Karbon dioksida (0.0357%), 5.Uap air, dan gas lainnya.  Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari Matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam.  75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.  Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar. 81SMKN 6 TANGERANG

82 82SMKN 6 TANGERANG

83 83SMKN 6 TANGERANG

84 84SMKN 6 TANGERANG

85 85SMKN 6 TANGERANG

86 86SMKN 6 TANGERANG

87 87SMKN 6 TANGERANG

88 88SMKN 6 TANGERANG

89 89SMKN 6 TANGERANG

90 PROPAGASI  Propagasi adalah transmisi atau penyebaran sinyal dari suatu tempat ke tempat lain.  proses perambatan gelombang radio dari pemancar ke penerima.  Gelombang ini akan merambat melalui udara bebas menuju antenna penerima dengan mengalami peredaman sepanjang lintasannya, sehingga ketika sampai di antenna penerima, energy sinyal sudah sangat lemah. 90SMKN 6 TANGERANG

91 1.Ground Wave Gelombang tanah merambat dekat permukaan tanah dan mengikuti lengkungan bumi, sehingga dapat menempuh jarak melampaui horizon. Perambatan melalui lintasan ini sangat kuat pada daerah frekuensi 30 kHz – 3 MHz. Di atas frekuensi tersebut permukaan bumi akan meredam sinyal radio, karena benda- benda di bumi menjadi satu ukuran dengan panjang gelombang sinyal. Sinyal dari pemancar AM utamanya merambat melalui lintasan ini 91SMKN 6 TANGERANG

92 Ground Wave / gelombang bumi 92SMKN 6 TANGERANG

93 2.Sky Wave / Gelombang langit Gelombang langit diradiasikan oleh antenna ke lapisan ionosfir yang terletak di atmosfir bagian atas dan dibelokkan kembali ke bumi. Ada beberapa lapisan ionosfir yakni lapisan D, E, F1 dan F2, dimana keberadaannya di langit berubah-ubah menurut waktu, dan sangat mempengaruhi perambatan sinyal. Lapisan D dan E adalah lapisan yang paling jauh dari matahari sehingga kadar ionisasinya rendah. Lapisan ini hanya ada pada siang hari, dan cenderung menyerap sinyal pada daerah frekuensi 300 kHz – 3 MHz. Lapisan F terdiri dari lapisan F1 dan F2, mempunyai kadar ionisasi yang paling tinggi karena dekat dengan matahari, sehingga ada pada baik pada siang maupun malam hari. Lapisan ini yang paling mempengaruhi sinyal radio, dimana pada daerah frekuensi 3 – 30 MHz, sinyal yang sampai ke lapisan ini pada sudut tertentu, akan dibelokkan kembali ke bumi, ke tempat yang sangat jauh dari antenna pemancarnya dengan redaman yang kecil, sehingga sangat bermanfaat untuk transmisi sinyal. Sinyal yang sampai ke lapisan tersebut pada sudut yang besar terhadap bumi, akan dilewatkan ke ruang angkasa. 93SMKN 6 TANGERANG

94 Sky Wave / Gelombang Langit 94SMKN 6 TANGERANG

95 3.Line of sight / Gelombang langsung Pada propagasi ini, sinyal yang dipancarkan oleh antenna pemancar langsung diterima oleh antenna penerima tanpa mengalami pantulan, disebut Line Of Sight (LOS). Karena perambatannya harus secara langsung, maka di lokasi- lokasi yang antenna penerimanya terhalang, tidak akan menerima sinyal (blocked spot). Jarak transmisi yang dapat dijangkau pada propagasi LOS relative pendek dan dibatasi oleh tinggi antenna pemancar dan penerimanya Komunikasi LOS paling banyak digunakan pada transmisi sinyal radio di atas 30 MHz yakni pada daerah VHF, UHF, dan microwave. Pemancar FM dan TV, menggunakan propagasi ini. Untuk mengatasi jarak jangkau yang pendek, digunakan repeater, yang terdiri dari receiver dengan sensitivitas tinggi, transmitter dengan daya tinggi, dan antenna yang diletakkan di lokasi yang tinggi. 95SMKN 6 TANGERANG

96 Line of signt / Gelombang langsung 96SMKN 6 TANGERANG

97 SYSTEM KOMUNIKASI PESAWAT TERBANG 97SMKN 6 TANGERANG

98 Secara umum pesawat tersebut terdiri dari komponen utama, yaitu : 1. Nose section 2. Fuselage section 3. Wings section 4. Empenage section 5. Landing Gear section 98SMKN 6 TANGERANG

99 99SMKN 6 TANGERANG

100 Radio frequency Spectrum 1. Very Low Frequency (VLF) 3 Hz - 30 KHz 2. Low Frequency (LF) 30 KHz – 300 KHz 3. Medium Frequency (MF) 300 KHz – 3 MHz 4. High Frequency (HF) 3 MHz – 30 MHz 5. Very High Frequency (VHF) 30 MHz – 300 MHz 6. Ultra High Frequency (UHF) 300 MHz – 3 GHz 7. Super High Frequency (SHF) 3 GHz – 30 GHz 8. Extra High Frequency (EHF) 30 GHz – 300 GHz 100SMKN 6 TANGERANG

101 Sistem komunikasi  penuntun bagi pilot / engineer pada saat preflight / removing stand hingga pesawat berhenti di parking stand dengan selamat 101SMKN 6 TANGERANG

102 Sistem komunikasi pada pesawat menggunakan tiga band frekuensi yaitu: 1) HF (High Frequency)  3 MHz s/d 30 MHZ digunakan untuk komunikasi antara pesawat dengan stasiun bumi pada jarak jauh. 2) VHF (Very High Frequency)  30 MHZ s/d 300 MHZ digunakan untuk komunikasi antara pesawat dengan Ground station, Pesawat dengan pesawat yang lain pada jarak dekat. 3) UHF (Ultra High Frequency)  300 MHZ s/d 3 GHZ digunakan untuk komunikasi pesawat dengan pesawat. 102SMKN 6 TANGERANG

103 Sistem komunikasi  External communication  Internal communication 103SMKN 6 TANGERANG

104  Dalam ATA Spec 100 komunikasi pesawat dibahas dalam Chapter 23 – COMMUNICATION.  Komunikasi pesawat dapat berupa  komunikasi antara pesawat dengan pihak luar (tower, pesawat lain atau ground station).  komunikasi didalam pesawat itu sendiri (kokpit ke kabin dan awak pesawat ke penumpang). 104SMKN 6 TANGERANG

105  Dari bentuknya komunikasi pesawat dapat dibagi menjadi  komunikasi suara (voice)  VHF dan HF  komunikasi data (datalink)  CVR dan FDR  Media perantara yang digunakan adalah  kabel (wire)  gelombang radio VHF  gelombang radio HF  satelit. 105SMKN 6 TANGERANG

106 External communication  Sistem komunikasi yang digunakan untuk mengadakan hubungan keluar  Hubungan komunikasi antara pesawat dengan petugas di darat atau antar pesawat  Terdiri dari sistem  HF  VHF  Selective calling ( sel – call ) 106SMKN 6 TANGERANG

107 High Frequency / HF  sistem yang digunakan untuk komunikasi jarak jauh  sinyal komunikasi High Frequency (HF) dapat merambat lebih jauh sebagai hasil pantulan lapisan ionosphere atau Sky wave.  Biasanya pada pesawat terbang terpasang 2 sistem yaitu system HF 1 dan HF SMKN 6 TANGERANG

108  Komunikasi HF (High Frequency) adalah salah satu bentuk komunikasi yang digunakan di pesawat, baik untuk suara (voice) maupun data.  Komunikasi ini digunakan untuk komunikasi antara pesawat dengan pihak luar.  Komunikasi HF membutuhkan ground station sebagai repeater. 108SMKN 6 TANGERANG

109 Komunikasi HF 109SMKN 6 TANGERANG

110 Komponen sistem komunikasi HF  Transceiver ( penerima – pemancar )  Antena  Antenna coupler  Radio set Control 110SMKN 6 TANGERANG

111 HF Antenna – untuk menerima dan memancarkan sinyal, posisi antena di vertical stabiliser 111SMKN 6 TANGERANG

112 HF Transceiver – sebagai komponen utama, komputer yang mengolah sinyal HF yang diterima dan akan dipancarkan. 112SMKN 6 TANGERANG

113  Antena Coupler  untuk power antena HF HF Comm Control Panel – sebagai interface ke flight crew 113SMKN 6 TANGERANG

114 Spesifikasi sistem komunikasi HF  Range frequency  3 MHZ s/d 30 MHz  Spacing Frequency  1 KHz  Emergency Frequency  8364 KHz  Power Output : - AM Transmitter 100 Watt - Transmitter 400 Watt - Receiver 500 Watt 114SMKN 6 TANGERANG

115 Komunikasi VHF  Komunikasi VHF ( Very High Frequency) adalah komunikasi utama yang digunakan di pesawat, untuk berhubungan dengan pihak luar (tower atau pesawat lain).Very High Frequency  Komunikasi VHF dapat dipakai untuk komunikasi suara (voice) maupun data. 115SMKN 6 TANGERANG

116  komunikasi VHF menggunakan gelombang radio sebagai perantaranya.  Frekuensi yang dipergunakan untuk komunikasi VHF adalah MHz sampai MHz  komunikasi VHF bekerja secara line of sight. Hal ini dikarenakan gelombang VHF tidak dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer.line of sight  Oleh karena itu komunikasi VHF hanya dapat dipakai untuk komunikasi dalam jarak pendek 116SMKN 6 TANGERANG

117  Untuk mendukung operasi pesawat, diperlukan beberapa ground station VHF. Masing-masing stationmempunyai frekuensi sendiri.  Sebagai contoh frekuensi untuk tower bandara Soekarno Hatta (CGK) adalah 118,75 MHz dan 118,2 MHz. 117SMKN 6 TANGERANG

118 Komponen VHF yang terpasang di pesawat  VHF Transceiver, sebagai komponen utama, pengolah sinyal yang diterima dan akan dipancarkan  VHF Antenna, untuk menangkap sinyal VHF, Antenna VHF di pesawat berbentuk sirip hiu, terletak di bagian atas fuselage atau bawah fuselage.fuselage  VHF Comm Control panel, sebagai interface, untuk memilih frekuensi VHF yang akan dipakai. 118SMKN 6 TANGERANG

119 VHF Transceiver 119SMKN 6 TANGERANG

120 Antena VHF pada pesawat udara 120SMKN 6 TANGERANG

121 Lokasi antena boeing SMKN 6 TANGERANG

122 Radio tuning panel  HF Comm Control Panel atau VHF Comm Control Panel 122SMKN 6 TANGERANG

123 Komponen-komponen sistem komunikasi VHF terdiri atas : a. Transceiver. b. Antenna. c. Control panel. Spesifikasi sistem komunikasi VHF yaitu : a. Range frequency 116/118 – 136 MHz b. Spacing frequency 25/50 KHz c. Emergency frequency 121,5 MHz d. Output power 25 Watt, 7 Ampere e. Power supply 218 V DC 123SMKN 6 TANGERANG

124 Registrasi pesawat udara Identitas pesawat udara dalam komunikasi dengan ATC Daftar registrasi pesawat udara setiap negara diatur oleh ICAO Untuk pesawat penumpang komersial, ada 6 lokasi untuk registrasi. Di nose landing gear door, wing dan fuselage bagian belakang. 124SMKN 6 TANGERANG

125 Perangkat avionik untuk komunikasi external ATC Transponder ( Mode S code)  Penunjuk posisi pesawat udara saat ditowing atau terbang.  Aircraft - ATC Selective calling (SELCAL code)  Komunikasi antara ATC dengan crew pesawat udara  Aircraft - ATC ELT ( ELT code)  Penunjuk lokasi pesawat udara ketika mengalami kecelakaan.  ELT – satelit - perangkat SAR 125SMKN 6 TANGERANG

126 Selective calling komunikasi menggunakan gelombang VHF dan HF. berkomunikasi ATC dengan satu pesawat saja, digunakanlah fitur SELCAL. SELCAL dapat memberikan notifikasi kepada pilot pesawat bersangkutan tentang adanya request komunikasi melalui gelombang HF atau VHF 126SMKN 6 TANGERANG

127 Selective Calling (Sel - Call) flight crew untuk secara terus menerus memantau (memonitor) sell - call. ( standby ) Yaitu ketika pesawat mendapat panggilan dari petugas di darat (ground control personnel), dengan system ini petugas di darat dapat memilih pesawat mana yang akan dihubungi. 127SMKN 6 TANGERANG

128 Emergency Locator Transmitter (ELT) adalah suatu perangkat suar penentu lokasi fungsi  memancarkan sinyal radio agar lokasinya bisa diketahui sistem deteksi yang ada. 128SMKN 6 TANGERANG

129 ELT SYSTEM TERDIRI  Transmitter  Fuselage longitudinal centerline antara pintu penumpang dan pintu toilet  Antena  Depan stablizer fin  Remote control unit  di flight compartment 129SMKN 6 TANGERANG

130 130SMKN 6 TANGERANG

131 131SMKN 6 TANGERANG

132 132SMKN 6 TANGERANG

133 EMERGENCY LOCATER TRANSMITTER SYSTEM Pemancar sinyal gelombang radio ke satelit Aktif jika pesawat mengalami benturan akibat kecelakaan baik didarat maupun dilaut. Membantu penyelamatan personil menemukan pesawat jika ada kecelakaan. Di desighn untuk berbagai kondisi lingkungan dan tahan terhadap benturan. 133SMKN 6 TANGERANG

134 Cara kerja ELT system Ketika ELT teraktivasi, maka selanjutnya sinyal akan terus dipancarkan pada frekuensi MHz atau 406 MHz yang kemudian akan dimonitor melalui system satelit COSPAS-SARSAT. Jika pemancar ELT dirawat dengan baik, maka alat tersebut mampu memancarkan sinyal selama 48 jam pada suhu minus 20 derajat Celcius. Saat ELT mulai memancarkan sinyal, maka satelit akan langsung menangkapnya dalam hitungan menit dan lokasi pesawat pun dapat segera terlacak. Jika sinyal ELT sudah terlacak, maka pihak terkait pun bisa segera mengambil tindakan yang diperlukan. 134SMKN 6 TANGERANG

135 Emergency locater transmitter ELT (Emergency Locator Transmitter) berfungsi sebagai komponen pemancar yang bekerja dalam kondisi darurat. Semisal terjadi kecelakan pada pesawat terbang. Dengan adanya sinyal yang dipancarkan oleh ELT ini, maka posisi dari pesawat dapat diketahui, dan dapat segera dilakukan tindakan pertolongan. 135SMKN 6 TANGERANG

136 Internal Communication Internal communication merupakan sistem komunikasi yang digunakan untuk keperluan didalam pesawat, baik pada saat di darat maupun pada saat terbang. Sistem ini terdiri atas : 1. Passenger address (PA) 2. Intercommunication System (Intercom) 136SMKN 6 TANGERANG

137 Passenger address system  Perangkat elektronika yang ada dipesawat udara yang digunakan oleh pilot / pramugari untuk menyampaikan informasi kepada penumpang yang ada dicabin pesawat udara. 137SMKN 6 TANGERANG

138 PASSANGER ADDRESS ( PA ) Komunikasi yang dilakukan oleh pilot ke penumpang cockpit ke cabin penumpang Komunikasi yang dilakukan oleh pramugari ke penumpang Cabin attendent station ke cabin penumpang 138SMKN 6 TANGERANG

139 Fungsi passanger address (PA)  menyampaikan pengumuman atau pemberitahuan kepada penumpang pesawat melalui pengeras suara yang ada pada cabin dan lavatory  penyiaran music dari pita rekaman (music reproducer)  peringatan (audio warning) kepada penumpang dan cabin crew 139SMKN 6 TANGERANG

140 Komponen passenger addres system  Microphone  Untuk berbicara  Music reproducer  Sumber musik  Passenger address amplifier  Penguat suara  Speaker 140SMKN 6 TANGERANG

141 141SMKN 6 TANGERANG

142 142SMKN 6 TANGERANG

143 143SMKN 6 TANGERANG

144 Intercommunication System (Intercom) system ini digunakan intercommunication antara cockpit dan cabin crew didalam pesawat atau antara cockpit/cabin dengan petugas maintenance/servicing di beberapa tempat di sekitar pesawat 144SMKN 6 TANGERANG

145 145SMKN 6 TANGERANG

146  Digunakan untuk intercommunication antara cockpit crew dan maintenance personnel, antara cockpit dan tempat-tempat bagian perawatan di sekitar pesawat.  Tempat-tempat tersebuat antara lain external power receptable dan electrical equiqment compartment. 146SMKN 6 TANGERANG

147 komponen –komponen service intercom terdiri atas: - Amplifier - Headset dan telemic dari cockpit dan cabin - Beberapa jack pada area perbaikan /perawatan untuk pemasangan headset atau kombinasi headset dan handmic. System ini (intercommunication system ) dan passenger address system menggunakan headset yang sama (di cockpit dan cabin). 147SMKN 6 TANGERANG

148 Black Box 148SMKN 6 TANGERANG

149 Black box flight data recorder  Merekam seluruh data saat terbang, termasuk kecepatan pesawat, tinggi dari permukaan bumi, kekuatan, dan sebagainya. cockpit voice recorder  merekam seluruh pembicaraan yang ada dalam kokpit. 149SMKN 6 TANGERANG

150 Perkembangan blak box pita megnetik pada black box diluncurkan sekitar 1960-an. Perusahaan penerbangan beralih ke papan memori solid pada 1990-an. Solid state menggunakan chip memori sehingga tidak ada bagian yang harus bergerak seperti putaran pita kaset. Tanpa bagian bergerak, perawatan lebih mudah. Risiko rusak saat kecelakaan pun menurun. 150SMKN 6 TANGERANG

151 Papan memori ini memiliki kapasitas penyimpanan data digital yang dapat mengakomodasi data audio selama 2 jam untuk CVR dan 25 jam penerbangan untuk FDR. Perekam dengan pita magnetik bisa melacak 100 parameter. perekam solid-state bisa melacak lebih dari 700 pada pesawat yang lebih besar. 151SMKN 6 TANGERANG

152 Kedua kotak hitam didukung salah satu dari dua pembangkit listrik yang menarik daya dari mesin pesawat. Satu generator memiliki 28 volt sumber daya DC. Satu lagi 115 volt dan 400 Hz tenaga AC. 152SMKN 6 TANGERANG

153 CVR terdiri Solid state cockpit voice recorder / SSCVR Control unit CVR microphone 153SMKN 6 TANGERANG

154 154SMKN 6 TANGERANG

155 155SMKN 6 TANGERANG

156 156SMKN 6 TANGERANG

157 sscvr menerima parameter dari unit kontrol remote audio dan PA dalam format digital dan rekaman dalam memori 157SMKN 6 TANGERANG

158 FLIGHT DATA RECORDER SMKN 6 TANGERANG158

159 Spesifikasi Perekam Data Penerbangan (Flight Data Recorder (FDR).) : Mencatat waktu: 25 jam terus menerus Jumlah parameter: 18 – Dampak toleransi: 3400Gs / 6,5 ms Tahan api: 1100 degC / 30 menit Air tekanan perlawanan: kaki terendam Underwater locator beacon: 37,5 KHz; baterai memiliki umur simpan dari 6 tahun atau lebih, dengan 30-hari kemampuan operasi pada saat aktivasi SMKN 6 TANGERANG159

160 FDR mempunyai durasi rekaman hingga jam. Artinya setelah jam, data akan terhapus dengan sendirinya. CVR dan FDR ini akan hidup secara otomatis apabila mesin pesawat dihidupkan. SMKN 6 TANGERANG160 s

161 NAVIGASI PENERBANGAN  Proses mengarahkan gerak pesawat udara dari satu titik ke titik yang lain dengan selamat dan lancar untuk menghindari bahaya dan atau rintangan penerbangan. SMKN 6 TANGERANG161

162 TUJUAN NAVIGASI PENERBANGAN 1.Terwujudnya penyediaan jasa pelayanan navigasi penerbangan sesuai dengan standar yang berlaku; 2.Terwujudnya efisiensi penerbangan; dan 3.Terwujudnya suatu jaringan pelayanan navigasi penerbangan secara terpadu, serasi, dan harmonis dalam lingkup nasional, regional, dan internasional. SMKN 6 TANGERANG162

163 JENIS PELAYANAN NAVIGASI PENERBANGAN 1.Pelayanan lalu lintas penerbangan (air traffic services); 2.Pelayanan telekomunikasi penerbangan (aeronautical telecommunication services); 3.Pelayanan informasi aeronautika (aeronautical information services); 4.pelayanan informasi meteorologi penerbangan (aeronautical meteorological services); dan 5.Pelayanan informasi pencarian dan pertolongan (search and rescue). SMKN 6 TANGERANG163

164 NDB ( Non Directional Beacon ) alat bantu navigasi udara yang di letakkan di darat yang dipergunakan untuk mengarahkan pesawat kesuatu tempat yang di tuju, atau untuk menemukan dan menentukan tempat landasan pesawat. NDB bekerja dengan cara memencarkan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan secara terus menerus, kesegala arah (Omny Direction) berfungsi untuk menetukan suatu pesawat menuju suatu landasan atau pangkalan yang akan dituju. SMKN 6 TANGERANG164

165 SMKN 6 TANGERANG165

166 VHF Omnidirectional Range (VOR) VOR adalah Sebuah alat bantu NAVIGASI udara yang berfungsi untuk menentukan sudut pesawat terhadap peralatan VOR tersebut. jadi bila VOR dipasang dekat dengan RUN WAY (bandara) maka pesawat (pilot) dapat mengetahui keberadaannya bahwa dia berada pada sudut “sekian” dari Runway. SMKN 6 TANGERANG166

167 SMKN 6 TANGERANG167

168 DISTANCE MEASURING EQUIPMENT alat navigasi udara yang berfungsi memberikan panduan/informasi jarak (slant range distance) bagi pesawat udara dengan fasilitas DME yang dituju SMKN 6 TANGERANG168

169 SMKN 6 TANGERANG169


Download ppt "KOMUNIKASI & NAVIGASI BY MUHYIDDIN (GURU SMKN 6 TANGERANG )"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google