Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ANALISIS KUALITAS AIR BAKU IPA V SOMBA OPU PASCA LONGSOR Back to Top TUGAS MATA KULIAH S3 METODE PENELITIAN LANJUT Arsyuni Ali Mustary P0800 341416 Dosen.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ANALISIS KUALITAS AIR BAKU IPA V SOMBA OPU PASCA LONGSOR Back to Top TUGAS MATA KULIAH S3 METODE PENELITIAN LANJUT Arsyuni Ali Mustary P0800 341416 Dosen."— Transcript presentasi:

1

2 ANALISIS KUALITAS AIR BAKU IPA V SOMBA OPU PASCA LONGSOR Back to Top TUGAS MATA KULIAH S3 METODE PENELITIAN LANJUT Arsyuni Ali Mustary P Dosen Pengampu MK Dr.Ing.Ir. Rita Tahir Lopa, MT

3 Dinding Kaldera yang Runtuh Gunung yang runtuh G. Bawakaraeng G. Sorongon Sebelum runtuh pada Juli 2002 Sesudah runtuh pada Maret 2004 LATAR BELAKANG

4 Situasi Mendesak Pengontrolan Sedimen Dari Bawakaraeng (Bawakaraeng Urgent Sediment Control Situation) Pada tanggal 26 Maret 2004 Gunung Sorongan yang berada pada dinding Kaldera Bawakaraeng longsor (El m) Pada tanggal 26 Maret 2004 Gunung Sorongan yang berada pada dinding Kaldera Bawakaraeng longsor (El m) Volume runtuhan diperkirakan sebesar : 200 – 300 Juta m3. Volume runtuhan diperkirakan sebesar : 200 – 300 Juta m3. Kerugian: 32 orang tewas, 635 sapi hilang, beberapa rumah dan 1 gedung SD hancur dan sekitar ha areal pertanian tertimbun; Kerugian: 32 orang tewas, 635 sapi hilang, beberapa rumah dan 1 gedung SD hancur dan sekitar ha areal pertanian tertimbun; Kerusakan lainnya : - Agradasi dasar sungai, hilangnya lahan pertanian dan harta benda lainnya di sepanjang sungai Jeneberang - Sedimentasi di Waduk Bili-Bili - Bencana susulan karena aliran debris (hanyutnya jembatan Daraha, terjadinya erosi dll). Kerusakan lainnya : - Agradasi dasar sungai, hilangnya lahan pertanian dan harta benda lainnya di sepanjang sungai Jeneberang - Sedimentasi di Waduk Bili-Bili - Bencana susulan karena aliran debris (hanyutnya jembatan Daraha, terjadinya erosi dll).

5 Bendungan Serbaguna Bili-Bili Empounding dimulai pada november 1997, dengan perkiraan umur waduk 50 tahun dengan daya tampung sedimen ,00 m3 atau ,00 m3 pertahun pada elevasi m Msl Empounding dimulai pada november 1997, dengan perkiraan umur waduk 50 tahun dengan daya tampung sedimen ,00 m3 atau ,00 m3 pertahun pada elevasi m Msl Posisi Geografis terletak pada 5 o 15 o LS dan 119 o 37 o BT, di kec.Parangloe kab.Gowa Sul-Sel Posisi Geografis terletak pada 5 o 15 o LS dan 119 o 37 o BT, di kec.Parangloe kab.Gowa Sul-Sel Dibangun untuk berbagai keperluan; pengendali banjir, pembangkit listrik, irigasi, air minum, dll Dibangun untuk berbagai keperluan; pengendali banjir, pembangkit listrik, irigasi, air minum, dll

6 Spesifikasi Teknik Bendungan Serbaguna Bili-Bili Tampungan Waduk : Kapasitas Tampungan Total375,000,000 m 3 Kapasitas Tampungan Efektif346,000,000 m 3 Kapasitas Tampungan Banjir 41,000,000 m 3 Alokasi Air Irigasi270,000,000 m 3 Alokasi Air Baku 35,000,000 m 3 Tampungan Sedimen 29,000,000 m 3 Tenaga Listrik (17 MW) Tubuh Bendungan (Bendungan Urugan Batu Dengan Inti) Tubuh Bendungan UtamaH = 73m, L = 750 m Tubuh Bendungan Sisi Kanan H = 52 m, L = 412 m Tubuh Bendungan Sisi KiriH = 42 m, L = 646 m Bangunan Pelengkap : Pelimpah, Debit rencana :2,200 m 3 /s Intake/Outlet, Debit rencana :45 m 3 /s

7 Dampak akibat Sedimentasi di Waduk Bili-Bili Sedimentasi pada hulu Waduk Bili-Bili Saat ini, volume sedimen diperkirakan sebesar 21 jt m 3, sementara itu volume tampungan mati yang direncanakan sebelumnya adalah sebesar 29 jt m Juni Agustus 2005

8 Instalasi Penjernihan Air (Water Treatment Plant/WTP) IPA V Somba Opu Instalasi dibangun pada tahun 2000, dengan sumber air baku bendungan Bili-bili, dengan jarak intake ke pengolahan 18 km, dengan saluran bawah tanah berdiameter 1650 mm sepanjang 6 km dan diameter 1500 mm sepanjang 11,3 km dengan debit 1100 liter perdetik. Berdasarkan sumber air pengolahannya, IPA V Somba Opu digolongkan dalam pengolahan air permukaan (surface water treatment plant)

9 Dampak akibat Sedimentasi di Waduk Bili-Bili Tingkat Kekeruhan Air Baku di IPA Somba-Opu Selama musim hujan tahun 2004 dan 2005, suplai air baku terpaksa dihentikan selama 22hari atau 350 jam karena kondisi sedimen. Pembangkit Tenaga Listrik sebesar 17 MW dibangkitkan dari alokasi Air Irigasi dan Air Baku dari intake Waduk Bili-Bili

10 Sediment Balance (2004 Jul – 2005 Aug) Mt. Bawakaraeng Gully Erosion From 2004 July to 2005 August Before Aerial Photo 2005 August Vf = = 30.9 BiliBili Dam Unit Weigt Reservoir G=0.8 t/m3 Others G=1.6 t/m3 Mining 1.2*10 6 m 3 Deposit on Riverbed 16.5*10 6 m 3 Deposit in Reservoir 11.9*10 6 m 3 (=23.8*0.8/1.6) Flow-down Vf=30.9*10 6 m 3 Out-flow 1.3*10 6 m 3 (=2.7*0.8/1.6) Bed Load 28.2*10 6 m 3 Wash Load 2.7*10 6 m 3 (=5.4*0.8/1.6) Settling 1.4*10 6 m 3

11 Dampak akibat – Sedimentasi di Waduk Bili-Bili Sedimentasi pada hulu Waduk Bili-Bili Saat ini, volume sedimen diperkirakan sebesar 10 jt m 3, sementara itu volume tampungan mati yang direncanakan sebelumnya adalah sebesar 29 jt m Juni Agustus 2005 Tingkat Kekeruhan Air Baku di IPA Somba-Opu Selama musim hujan tahun 2004 dan 2005, suplai air baku terpaksa dihentikan selama 22hari atau 350 jam karena kondisi sedimen.

12 Kerusakan terhadap – Bangunan sungai 7 Mei Juni 2004 Sebelum runtuh 17 April 2005 Jembatan Daraha Jembatan Daraha hanyut oleh aliran debris pada tanggal 14 April 2005, menghentikan aktivitas sekitar orang penduduk Desa. Sand Pocket No. 4

13 Jembatan Daraha (Januari 2006) 18 Januari Januari 2006

14 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalahnya adalah: Sejauh mana tingkat ketersediaan air baku berdasarkan kualitas pasca longsor pada Bendungan Bilibili untuk kebutuhan air baku IPA V Somba Opu? Seberapa besar daya tampung air baku bendungan Bilibili akibat pengendapan sedimen pasca longsor?

15 Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk: Menentukan tingkat ketersediaan air baku (berdasarkan kualitas ) pasca longsor Bendungan Bilibili untuk mengimbangi kebutuhan akan air baku pada PDAM. Menentukan tingkat ketersediaan air baku (berdasarkan kualitas ) pasca longsor Bendungan Bilibili untuk mengimbangi kebutuhan akan air baku pada PDAM. Menganalisis kuantitas daya tampung air baku bendungan Bilibili pasca longsor. Menganalisis kuantitas daya tampung air baku bendungan Bilibili pasca longsor.

16 Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini antara lain adalah : Sebagai suatu upaya mengetahui kuantitas dan kualitas air baku pasca longsor, dan sejauh mana fungsi/ peranan intake bendungan BiliBili untuk air baku PDAM (IPA V Somba Opu). Sebagai suatu upaya mengetahui kuantitas dan kualitas air baku pasca longsor, dan sejauh mana fungsi/ peranan intake bendungan BiliBili untuk air baku PDAM (IPA V Somba Opu). Sebagai bahan informasi bagi PDAM dalam pengelolaan air baku Sebagai bahan informasi bagi PDAM dalam pengelolaan air baku

17 Kerangka Pikir Kajian Tingkat Ketersediaan air baku pasca longsor Volume dan kualitas air baku yang tersedia Data Primer : 1. Kapasitas Bendungan 2. Kualitas Air Baku Analisis Kualitas dan Kuantitas : - Sediment Transport - Kualitas Air Baku Bendungan - Volume Sedimen Bendungan - Kualitas Air Baku IPA V Somba Opu 1.Kondisi Sedimen Transport 2.Kondisi kualitas Air Baku 3.Kondisi kapasitas Bendungan Pasca Longsor 4.Kondisi kualitas Air Baku IPA V Somba Opu Kajian Pustaka Data Sekunder : 1.Kapasitas Maksimum 2.Sedimen Bendungan sebelum Longsor 3.Kualitas Air Baku sebelum Longsor Masalah Tingkat ketersediaan Air Baku Input Penelitian Data Primer dan Data Sekunder Faktor-Faktor Penyebab Internal Kapasitas Bendungan terbatas Kualitas air menurun Eksternal Produksi Sedimen meningkat

18 Defenisi Operasional Kuantitas Air Baku adalah produksi jumlah air baku yang di olah dan diukur berdasarkan pencatatan meter pada bak penampungan air baku sebelum diendapkan pada bak pengendapan pada ukuran rasio ( m3/ bulan). Kuantitas Air Baku adalah produksi jumlah air baku yang di olah dan diukur berdasarkan pencatatan meter pada bak penampungan air baku sebelum diendapkan pada bak pengendapan pada ukuran rasio ( m3/ bulan). Kapasitas waduk adalah daya tampung waduk/ bendungan yang diukur berdasarkan volume total waduk dikurangi volume total sedimen pada ukuran rasio m3/tahun. Kapasitas waduk adalah daya tampung waduk/ bendungan yang diukur berdasarkan volume total waduk dikurangi volume total sedimen pada ukuran rasio m3/tahun. Endapan sedimen merupakan tampungan sedimen yang terdapat pada waduk/bendungan pada ukuran rasio m3/tahun. Endapan sedimen merupakan tampungan sedimen yang terdapat pada waduk/bendungan pada ukuran rasio m3/tahun. Kualitas Air Baku adalah kondisi air baku sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 20 tentang Pengendalian Pencemaran Air. Pada pasal 7 PP 20 Tahun 1990 tersebut penggolongan air menurut peruntukannya Kualitas Air Baku adalah kondisi air baku sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 20 tentang Pengendalian Pencemaran Air. Pada pasal 7 PP 20 Tahun 1990 tersebut penggolongan air menurut peruntukannya Pemeriksaan Fisika, meliputi; pemeriksaan suhu, warna, bau, jumlah zat terlarut dan kekeruhan pada ukuran rasio oC, TCU (True Colour Units), tidak berbau/ berbau, mg/l dan NTU (Nephelometrik Turbidity Units). Pemeriksaan Fisika, meliputi; pemeriksaan suhu, warna, bau, jumlah zat terlarut dan kekeruhan pada ukuran rasio oC, TCU (True Colour Units), tidak berbau/ berbau, mg/l dan NTU (Nephelometrik Turbidity Units). Pemeriksaan Kimia, meliputi 3 bagian yaitu; kimia anorganik, organik, Mikrobiologik dan radio aktivitas pada ukuran rasio mg/l, ml dan Bq/l (Bq : Bequerel). Pemeriksaan Kimia, meliputi 3 bagian yaitu; kimia anorganik, organik, Mikrobiologik dan radio aktivitas pada ukuran rasio mg/l, ml dan Bq/l (Bq : Bequerel).

19 Tabel 4.1. Kondisi IPA dan Pelayanan Uraian Kondisi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sebelum LongsorSetelah Longsor IPA I IPA III IPA IV IPA VIPA II IPA I IPA IIIIPA IVIPA V IPA II Kondisi IPA Kapasitas IPA (l/d) Pengaliran (jam)24 0 Pemakaian bahan kimia PAC Tawa s PA C Tawa s PAC Taw as Polim er Pendapatan Pendapatan penjualan Air (Rp) 4,5 Milyar 1,9 Milyar 1,5 Milyar 1,9 Mily ar Pendapatan Pemasangan baru (Rp) 250 Juta 100 Juta Stop Penerimaan Sambungan Baru 100 Juta Cakupan pelayanan 45,5 %25 %16 %25 % Pelangganterlay ani 77,808 SL 45,265 SL 22,405 SL 45,2 65SL (Sumber : Data Sekunder PDAM Kota Makassar 2005)

20 Longsor Gambar. Komulatif Sediment sejak tahun (Sumber : Data Sekunder CTI.E,Intrn.Co.,LTD, 2006) lONGSOR

21 Tabel Volume Sediment Waduk Bili-bili sejak 1997 Tahun Kapasitas tampungan (m3) EL m (Vs) Sedimentasi kumulatif (m3) Vc = Vs – Vs (1997) Sedimentasi tiap Periode (m3) Vp = Vc(i) – Vc(i-1) Interval Periode ,270, ,160,0008,110, (4 tahun) ,690,00021,580,00013,470, (3 tahun) ,920,00045,350,00023,770, (1 tahun) (Sumber : Data Sekunder (CTI.E,Intrn.Co.,LTD, 2006)

22 Tabel 4.7a. Perbandingan hasil Pengukuran sedimen dan air Baku pada Outflow (Bendungan) dan Inflow (IPA Somba Opu) Hasil Pengukuran Out Flow (Bendungan)Inflow (IPA Somba Opu) Sedimen (m3) 500, ,300, Air Baku (m3) 34,668,211 32,318,377 29,220,403 21,202,900

23 Tabel 4.7b. Hasil Pemeriksaan Air berdasarkan Kriteria Mutu Air Kelas I dan II No ParameterSatuanMetode Batas-batasHasil pemeriksaan Deteksi alat/metod Maks. bolehkan KlsA Maks. bolehkan Kls B Sample 1 Sample 2 AFISIKA 1KekeruhanNTUTurbidimetrik0,125 80,674,5 BKIMIA 1Besi (Fe)mg/lKolorimetrik/ SSA0,010,3(-)0,130,16 2 Kesadahan (CaCO3) mg/lTitrimetrik / EDTA(-) Chlorida (Cl)mg/l Titrimetrik/ AgNO3 (-)600(-)7,110,65 4Mangan (MN)mg/lKolorimetrik / SSA0,010,1 Dbd 5Nitrat sebagai Nmg/lKolorimetrik2,510 Dbd 6Nitrit sebagai Nmg/lKolorimetrik0,050,06 Dbd 7PHPotensiometrik0,16 – 9 7,487,5 8Sulfat (SO4)mg/lSpektrofotometrik5400(-)6,475,75 9BODmg/lWinkler0,2237,1 10CODmg/lTitrimetrik ,9310,1 11Zat organikmg/lTitrimetrik(-) 1,26 CMIKROBIOLOGI 13Total Coli formMPN/ 100 ml0,11,0002, Coli tinjaMPN/ 100 ml0,11001,00000 ( Sumber Data : Data primer hasil percobaan Laboratorium BLK Prp. Sul-Sel)

24 Kesimpulan Hasil estimasi Sediment dan pada Bendungan Bili-bili dan IPA V Somba Opu Perkiraan volume total Sediment yang tertampung pada bendungan sebelum longsor ( ) 21,580,000 m3 atau 13,470,000 m3 /tahun, sedangkan sesudah longsor ( ) mencapai total volume sediment 45,350,000 m3/tahun atau 23,770,000 m3/ tahun, ini berarti terjadi percepatan laju sediment sebesar hampir 90 % dari periode sebelumnya. Perkiraan volume sediment yang keluar (outflow) dari bendungan tahun 2004 adalah 500,000 m3, tahun 2005 sebesar 1,300,000 m3 sedangkan perkiraan volume sediment yang masuk pada IPA (Inflow) pada tahun 2004 sebesar 421,429 m3 dan pada tahun 2005 sebesar 452,882 m3. Sedangkan hasil pengukuran Air baku yang masuk pada IPA Somba Opu pada tahun 2004 adalah 29,220,403 m3 dan tahun 2005 sebesar 21,202,900 m3. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kehilangan air sepanjang perjalanan pada tahun 2004 sebesar 5,447,808 m3 dan pada tahun 2005 sebesar 11,115,477 m3.

25 Kesimpulan Hasil estimasi penurunan Kualitas air baku pasca longso Penurunan kualitas air baku yang masuk pada IPA V Somba Opu bergerak seiring dengan tingginya tingkat kekeruhan yang terjadi, hasil data sebelum longsor tahun ( ) memiliki kekeruhan rata-rata 45 NTU pertahun, namun pasca longsor ( ) angka ini meningkat drastis lebih dari 25 kalilipat dari sebelumnya pada angka 2579,04 NTU, begitupun produksi air bersih IPA turun hingga 7,58 % pasca longsor. Penurunan kualitas air pada bendungan sampai pengambilan sampel bulan Agustus 2006 dari dua jenis pemeriksaan (total 3 pemeriksaan) yakni, KIMIA dan MIKROBIOLOGI menunjukkan bahwa rata-rata masih dibawah ambang batas maksimum yang diizinkan untuk mutu air Kualitas B, kecuali pada pemeriksaan FISIKA untuk tingkat Kekeruhan jauh diatas ambang batas maksimum yang diizinkan untuk kedua sampel yakni 80,6 NTU dan 74,5 NTU, padahal batas maksimum adalah 25 NTU untuk Kualitas A dan B.

26 Saran - Saran Reduksi Dampak penurunan Kualitas air baku pasca longsor Reduksi Dampak penurunan Kualitas air baku pasca longsor Untuk mengurangi dampak penurunan kualitas air yang masuk pada IPA V Somba Opu sebaiknya mempertimbangkan pengembangan yang telah direncanakan sebelumnya yaitu pembangunan IPA VI hal ini berkaitan dengan makin terbatasnya kapasitas IPA V Somba Opu dan meningkatnya biaya operasional pada pemakaian Koagulan. Untuk mengurangi dampak penurunan kualitas air yang masuk pada IPA V Somba Opu sebaiknya mempertimbangkan pengembangan yang telah direncanakan sebelumnya yaitu pembangunan IPA VI hal ini berkaitan dengan makin terbatasnya kapasitas IPA V Somba Opu dan meningkatnya biaya operasional pada pemakaian Koagulan. Pengambilan air baku di Bendungan (intake) sebaiknya bisa menggunakan metode Phonton agar dapat mengambil air permukaan yang lebih bagus kualitasnya, atau membuat reservoir pengendapan sebelum air baku masuk ke IPA. Pengambilan air baku di Bendungan (intake) sebaiknya bisa menggunakan metode Phonton agar dapat mengambil air permukaan yang lebih bagus kualitasnya, atau membuat reservoir pengendapan sebelum air baku masuk ke IPA. Reduksi hasil Sediment dan pada Bendungan Bili-bili dan IPA V Somba Opu Penurunan hasil sediment pada bendungan hendaknya dimulai dari hulu ke hilir sungai jeneberang dengan metode struktural dan non struktural, secara struktural di lakukan dengan membangun fasilitas fisik guna memperlambat laju sedimen seperti bpembangunan Sabo Dam dan Sand Pocket, sedangkan secara non struktural dilakukan dengan melibatkan masyarakat (partisipative) dengan membentuk Komunitas Waduk, ini dilakukan agar masyarakat dapat turut menjaga dan merasa memiliki infrastruktur tersebut sehingga pengrusakan lingkan lingkungan di lingkup Wilayah Sungai dapat di kurangi dan diperbaharui. Penurunan hasil sediment pada bendungan hendaknya dimulai dari hulu ke hilir sungai jeneberang dengan metode struktural dan non struktural, secara struktural di lakukan dengan membangun fasilitas fisik guna memperlambat laju sedimen seperti bpembangunan Sabo Dam dan Sand Pocket, sedangkan secara non struktural dilakukan dengan melibatkan masyarakat (partisipative) dengan membentuk Komunitas Waduk, ini dilakukan agar masyarakat dapat turut menjaga dan merasa memiliki infrastruktur tersebut sehingga pengrusakan lingkan lingkungan di lingkup Wilayah Sungai dapat di kurangi dan diperbaharui.

27 Lokasi Pengambilan Sampel 1 & 2 (Dekat Intake Air Baku di Bendungan)

28

29 Proyek Pengendalian Banjir Jeneberang Hilir Bendung Karet di dekat Muara Sungai Pekerjaan Perbaikan Sungai Jeneberang (Groin) Tanggul dan Ground-Sill di Sungguminasa Back to Top (Lower Jeneberang River Flood Control Project)

30 Dampak akibat – Sedimentasi di Waduk Bili-Bili Sedimentasi pada hulu Waduk Bili-Bili Saat ini, volume sedimen diperkirakan sebesar 21 jt m 3, sementara itu volume tampungan mati yang direncanakan sebelumnya adalah sebesar 29 jt m Juni Agustus 2005 Tingkat Kekeruhan Air Baku di IPA Somba-Opu Selama musim hujan tahun 2004 dan 2005, suplai air baku terpaksa dihentikan selama 22hari atau 350 jam karena kondisi sedimen.

31 Proyek Perbaikan Sungai Pampang Flood Water Retarding Basin and Pampang River Pumping Stasion Back to Top

32 Jaringan Transmisi Utama Air Baku (Raw Water Transmission Main/RWTM) & Instalasi Penjernihan Air (Water Treatment Plant/WTP) Somba Opu RWTM: Municipal Water Conveyance Main from Bili-Bili dam to Somba-Opu Water Treatment Plant RWTM: Municipal Water Conveyance Main from Bili-Bili dam to Somba-Opu Water Treatment Plant Back to Top

33 Sediment Balance (2004 Jul – 2005 Aug) Mt. Bawakaraeng Gully Erosion From 2004 July to 2005 August Before Aerial Photo 2005 August Vf = = 30.9 BiliBili Dam Unit Weigt Reservoir G=0.8 t/m3 Others G=1.6 t/m3 Mining 1.2*10 6 m 3 Deposit on Riverbed 16.5*10 6 m 3 Deposit in Reservoir 11.9*10 6 m 3 (=23.8*0.8/1.6) Flow-down Vf=30.9*10 6 m 3 Out-flow 1.3*10 6 m 3 (=2.7*0.8/1.6) Bed Load 28.2*10 6 m 3 Wash Load 2.7*10 6 m 3 (=5.4*0.8/1.6) Settling 1.4*10 6 m 3

34 Proyek PLTA Bili-Bili Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik sebesar 17 MW dibangkitkan dari alokasi Air Irigasi dan Air Baku dari intake Waduk Bili-Bili Lokasi Pembangunan Back to Top

35 Dampak akibat – Sedimentasi di Waduk Bili-Bili Sedimentasi pada hulu Waduk Bili-Bili Saat ini, volume sedimen diperkirakan sebesar 10 jt m 3, sementara itu volume tampungan mati yang direncanakan sebelumnya adalah sebesar 29 jt m Juni Agustus 2005 Tingkat Kekeruhan Air Baku di IPA Somba-Opu Selama musim hujan tahun 2004 dan 2005, suplai air baku terpaksa dihentikan selama 22hari atau 350 jam karena kondisi sedimen.

36 Kerusakan terhadap – Bangunan sungai 7 Mei Juni 2004 Sebelum runtuh 17 April 2005 Jembatan Daraha Jembatan Daraha hanyut oleh aliran debris pada tanggal 14 April 2005, menghentikan aktivitas sekitar orang penduduk Desa. Sand Pocket No. 4

37 Jembatan Daraha (Januari 2006) 18 Januari Januari 2006

38 Sediment Balance (2004 Jul – 2005 Aug) Mt. Bawakaraeng Gully Erosion From 2004 July to 2005 August Before Aerial Photo 2005 August Vf = = 30.9 BiliBili Dam Unit Weigt Reservoir G=0.8 t/m3 Others G=1.6 t/m3 Mining 1.2*10 6 m 3 Deposit on Riverbed 16.5*10 6 m 3 Deposit in Reservoir 11.9*10 6 m 3 (=23.8*0.8/1.6) Flow-down Vf=30.9*10 6 m 3 Out-flow 1.3*10 6 m 3 (=2.7*0.8/1.6) Bed Load 28.2*10 6 m 3 Wash Load 2.7*10 6 m 3 (=5.4*0.8/1.6) Settling 1.4*10 6 m 3

39 Proyek Bendungan Serbaguna Bili-Bili (Proyek Utama) Tampungan Waduk : Kapasitas Tampungan Total375,000,000 m 3 Kapasitas Tampungan Efektif346,000,000 m 3 Kapasitas Tampungan Banjir 41,000,000 m 3 Alokasi Air Irigasi270,000,000 m 3 Alokasi Air Baku 35,000,000 m 3 Tampungan Sedimen 29,000,000 m 3 Tenaga Listrik (17 MW) Tubuh Bendungan (Bendungan Urugan Batu Dengan Inti) Tubuh Bendungan UtamaH = 73m, L = 750 m Tubuh Bendungan Sisi Kanan H = 52 m, L = 412 m Tubuh Bendungan Sisi KiriH = 42 m, L = 646 m Bangunan Pelengkap : Pelimpah, Debit rencana :2,200 m 3 /s Intake/Outlet, Debit rencana :45 m 3 /s Back to Top

40 Proyek Mendesak Pengontrolan Sedimen Dari Bawakaraeng (Bawakaraeng Urgent Sediment Control Project) Pada tanggal 26 Maret 2004 Gunung Sorongan yang berada pada dinding Kaldera Bawakaraeng longsor (El m) Pada tanggal 26 Maret 2004 Gunung Sorongan yang berada pada dinding Kaldera Bawakaraeng longsor (El m) Volume runtuhan diperkirakan sebesar : 200 – 300 Juta m3. Volume runtuhan diperkirakan sebesar : 200 – 300 Juta m3. Kerugian: 32 orang tewas, 635 sapi hilang, beberapa rumah dan 1 gedung SD hancur dan sekitar ha areal pertanian tertimbun; Kerugian: 32 orang tewas, 635 sapi hilang, beberapa rumah dan 1 gedung SD hancur dan sekitar ha areal pertanian tertimbun; Kerusakan lainnya : - Agradasi dasar sungai, hilangnya lahan pertanian dan harta benda lainnya di sepanjang sungai Jeneberang; - Sedimentasi di Waduk Bili-Bili - Bencana susulan karena aliran debris (hanyutnya jembatan Daraha, terjadinya erosi dll). Kerusakan lainnya : - Agradasi dasar sungai, hilangnya lahan pertanian dan harta benda lainnya di sepanjang sungai Jeneberang; - Sedimentasi di Waduk Bili-Bili - Bencana susulan karena aliran debris (hanyutnya jembatan Daraha, terjadinya erosi dll).

41


Download ppt "ANALISIS KUALITAS AIR BAKU IPA V SOMBA OPU PASCA LONGSOR Back to Top TUGAS MATA KULIAH S3 METODE PENELITIAN LANJUT Arsyuni Ali Mustary P0800 341416 Dosen."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google