Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ANALISIS KUALITAS AIR BAKU IPA V SOMBA OPU PASCA LONGSOR

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ANALISIS KUALITAS AIR BAKU IPA V SOMBA OPU PASCA LONGSOR"— Transcript presentasi:

1 ANALISIS KUALITAS AIR BAKU IPA V SOMBA OPU PASCA LONGSOR
Back to Top TUGAS MATA KULIAH S3 METODE PENELITIAN LANJUT Arsyuni Ali Mustary P Dosen Pengampu MK Dr.Ing .Ir . Rita Tahir Lopa , MT ANALISIS KUALITAS AIR BAKU IPA V SOMBA OPU PASCA LONGSOR

2 Dinding Kaldera yang Runtuh
LATAR BELAKANG Sebelum runtuh pada Juli 2002 G. Bawakaraeng G. Sorongon Dinding Kaldera yang Runtuh Gunung yang runtuh G. Bawakaraeng Sesudah runtuh pada Maret 2004

3 Situasi Mendesak Pengontrolan Sedimen Dari Bawakaraeng (Bawakaraeng Urgent Sediment Control Situation) Pada tanggal 26 Maret 2004 Gunung Sorongan yang berada pada dinding Kaldera Bawakaraeng longsor (El m) Volume runtuhan diperkirakan sebesar : 200 – 300 Juta m3. Kerugian: 32 orang tewas, 635 sapi hilang, beberapa rumah dan 1 gedung SD hancur dan sekitar ha areal pertanian tertimbun; Kerusakan lainnya : - Agradasi dasar sungai, hilangnya lahan pertanian dan harta benda lainnya di sepanjang sungai Jeneberang - Sedimentasi di Waduk Bili-Bili - Bencana susulan karena aliran debris (hanyutnya jembatan Daraha, terjadinya erosi dll).

4 Bendungan Serbaguna Bili-Bili
Posisi Geografis terletak pada 5o15o LS dan 119o37o BT, di kec.Parangloe kab.Gowa Sul-Sel Dibangun untuk berbagai keperluan; pengendali banjir, pembangkit listrik, irigasi, air minum, dll Empounding dimulai pada november 1997, dengan perkiraan umur waduk 50 tahun dengan daya tampung sedimen ,00 m3 atau ,00 m3 pertahun pada elevasi m Msl

5 Spesifikasi Teknik Bendungan Serbaguna Bili-Bili
Tampungan Waduk : Kapasitas Tampungan Total 375,000,000 m3 Kapasitas Tampungan Efektif 346,000,000 m3 Kapasitas Tampungan Banjir 41,000,000 m3 Alokasi Air Irigasi 270,000,000 m3 Alokasi Air Baku 35,000,000 m3 Tampungan Sedimen 29,000,000 m3 Tenaga Listrik (17 MW) Tubuh Bendungan (Bendungan Urugan Batu Dengan Inti) Tubuh Bendungan Utama H = 73 m, L = 750 m Tubuh Bendungan Sisi Kanan H = 52 m, L = 412 m Tubuh Bendungan Sisi Kiri H = 42 m, L = 646 m Bangunan Pelengkap : Pelimpah, Debit rencana : 2,200 m3/s Intake/Outlet, Debit rencana : 45 m3/s

6 Dampak akibat Sedimentasi di Waduk Bili-Bili
Sedimentasi pada hulu Waduk Bili-Bili Saat ini, volume sedimen diperkirakan sebesar 21 jt m3, sementara itu volume tampungan mati yang direncanakan sebelumnya adalah sebesar 29 jt m3. 20 Agustus 2005 24 Juni 2004

7 Instalasi Penjernihan Air (Water Treatment Plant/WTP) IPA V Somba Opu
Instalasi dibangun pada tahun 2000, dengan sumber air baku bendungan Bili-bili, dengan jarak intake ke pengolahan 18 km, dengan saluran bawah tanah berdiameter 1650 mm sepanjang 6 km dan diameter 1500 mm sepanjang 11,3 km dengan debit 1100 liter perdetik. Berdasarkan sumber air pengolahannya, IPA V Somba Opu digolongkan dalam pengolahan air permukaan (surface water treatment plant)

8 Dampak akibat Sedimentasi di Waduk Bili-Bili
Tingkat Kekeruhan Air Baku di IPA Somba-Opu Selama musim hujan tahun 2004 dan 2005, suplai air baku terpaksa dihentikan selama 22hari atau 350 jam karena kondisi sedimen. Pembangkit Tenaga Listrik sebesar 17 MW dibangkitkan dari alokasi Air Irigasi dan Air Baku dari intake Waduk Bili-Bili

9 Sediment Balance (2004 Jul – 2005 Aug)
Mt. Bawakaraeng Wash Load 2.7*10 6 m 3 (=5.4*0.8/1.6) Gully Erosion From 2004 July to 2005 August Before Aerial Photo 2005 August Flow-down Vf=30.9*10 6 m 3 Bed Load 28.2*10 6 m 3 Settling 1.4*10 6 m 3 Deposit on Riverbed 16.5*10 6 m 3 Vf = Deposit in Reservoir = 30.9 BiliBili Dam 11.9*10 6 m 3 (=23.8*0.8/1.6) Out-flow 1.3*10 6 m 3 (=2.7*0.8/1.6) Mining 1.2*10 6 m 3 Unit Weigt Reservoir G=0.8 t/m3 Others G=1.6 t/m3

10 Dampak akibat – Sedimentasi di Waduk Bili-Bili
24 Juni 2004 Tingkat Kekeruhan Air Baku di IPA Somba-Opu Selama musim hujan tahun 2004 dan 2005, suplai air baku terpaksa dihentikan selama 22hari atau 350 jam karena kondisi sedimen. 20 Agustus 2005 Sedimentasi pada hulu Waduk Bili-Bili Saat ini, volume sedimen diperkirakan sebesar 10 jt m3, sementara itu volume tampungan mati yang direncanakan sebelumnya adalah sebesar 29 jt m3.

11 Kerusakan terhadap – Bangunan sungai
Sand Pocket No. 4 24 Juni 2004 Sebelum runtuh Jembatan Daraha Jembatan Daraha hanyut oleh aliran debris pada tanggal 14 April 2005, menghentikan aktivitas sekitar orang penduduk Desa. 7 Mei 2005 17 April 2005

12 Jembatan Daraha (Januari 2006)

13 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalahnya adalah: Sejauh mana tingkat ketersediaan air baku berdasarkan kualitas pasca longsor pada Bendungan Bilibili untuk kebutuhan air baku IPA V Somba Opu? Seberapa besar daya tampung air baku bendungan Bilibili akibat pengendapan sedimen pasca longsor?

14 Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai
dalam penelitian ini adalah untuk: Menentukan tingkat ketersediaan air baku (berdasarkan kualitas ) pasca longsor Bendungan Bilibili untuk mengimbangi kebutuhan akan air baku pada PDAM. Menganalisis kuantitas daya tampung air baku bendungan Bilibili pasca longsor.

15 Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil
penelitian ini antara lain adalah : Sebagai suatu upaya mengetahui kuantitas dan kualitas air baku pasca longsor, dan sejauh mana fungsi/ peranan intake bendungan BiliBili untuk air baku PDAM (IPA V Somba Opu). Sebagai bahan informasi bagi PDAM dalam pengelolaan air baku

16 Faktor-Faktor Penyebab Volume dan kualitas air baku yang tersedia
Kerangka Pikir Masalah Tingkat ketersediaan Air Baku Faktor-Faktor Penyebab Internal Kapasitas Bendungan terbatas Kualitas air menurun Eksternal Produksi Sedimen meningkat Input Penelitian Data Primer dan Data Sekunder Data Primer : 1. Kapasitas Bendungan . Kualitas Air Baku Data Sekunder : 1.Kapasitas Maksimum .Sedimen Bendungan sebelum Longsor .Kualitas Air Baku sebelum Longsor .Kondisi Sedimen Transport .Kondisi kualitas Air Baku .Kondisi kapasitas Bendungan Pasca Longsor .Kondisi kualitas Air Baku IPA V Somba Opu Analisis Kualitas dan Kuantitas : - Sediment Transport Kualitas Air Baku Bendungan Volume Sedimen Bendungan Kualitas Air Baku IPA V Somba Opu Kajian Pustaka Kajian Tingkat Ketersediaan air baku pasca longsor Volume dan kualitas air baku yang tersedia

17 Defenisi Operasional Kuantitas Air Baku adalah produksi jumlah air baku yang di olah dan diukur berdasarkan pencatatan meter pada bak penampungan air baku sebelum diendapkan pada bak pengendapan pada ukuran rasio ( m3/ bulan). Kapasitas waduk adalah daya tampung waduk/ bendungan yang diukur berdasarkan volume total waduk dikurangi volume total sedimen pada ukuran rasio m3/tahun. Endapan sedimen merupakan tampungan sedimen yang terdapat pada waduk/bendungan pada ukuran rasio m3/tahun. Kualitas Air Baku adalah kondisi air baku sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 20 tentang Pengendalian Pencemaran Air. Pada pasal 7 PP 20 Tahun 1990 tersebut penggolongan air menurut peruntukannya Pemeriksaan Fisika, meliputi; pemeriksaan suhu, warna, bau, jumlah zat terlarut dan kekeruhan pada ukuran rasio oC, TCU (True Colour Units), tidak berbau/ berbau, mg/l dan NTU (Nephelometrik Turbidity Units). Pemeriksaan Kimia, meliputi 3 bagian yaitu; kimia anorganik, organik, Mikrobiologik dan radio aktivitas pada ukuran rasio mg/l, ml dan Bq/l (Bq : Bequerel).

18 Tabel 4.1. Kondisi IPA dan Pelayanan
Uraian Kondisi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sebelum Longsor Setelah Longsor IPA I IPA III IPA IV IPA V IPA II IPAI Kondisi IPA Kapasitas IPA (l/d) 50 90 200 1000 Pengaliran (jam) 24 Pemakaian bahan kimia PAC Tawas Polimer Pendapatan Pendapatan penjualan Air (Rp) 4,5 Milyar 1,9 Milyar 1,5 Milyar Pendapatan Pemasangan baru (Rp) 250 Juta 100 Juta Stop Penerimaan Sambungan Baru Cakupan pelayanan 45,5 % 25 % 16 % Pelangganterlayani 77,808 SL 45,265 SL 22,405 SL 45,265SL (Sumber : Data Sekunder PDAM Kota Makassar 2005)

19 Gambar . Komulatif Sediment sejak tahun 1997-2005
(Sumber : Data Sekunder CTI.E,Intrn.Co.,LTD, 2006) Longsor lONGSOR

20 Tabel. 4.4. Volume Sediment Waduk Bili-bili sejak 1997
Tahun Kapasitas tampungan (m3) EL m (Vs) Sedimentasi kumulatif (m3) Vc = Vs – Vs (1997) Sedimentasi tiap Periode (m3) Vp = Vc(i) – Vc(i-1) Interval Periode 1997 372,270,000 2001 364,160,000 8,110,000 (4 tahun) 2004 350,690,000 21,580,000 13,470,000 (3 tahun) 2005 326,920,000 45,350,000 23,770,000 (1 tahun) (Sumber : Data Sekunder (CTI.E,Intrn.Co.,LTD, 2006)

21 Tabel 4.7a. Perbandingan hasil Pengukuran sedimen dan air Baku pada Outflow (Bendungan) dan Inflow (IPA Somba Opu) Hasil Pengukuran Out Flow (Bendungan) Inflow (IPA Somba Opu) 2004 2005 Sedimen (m3) 500,000.00 1,300,000.00 Air Baku (m3) 34,668,211 32,318,377 29,220,403 21,202,900

22 Tabel 4.7b . Hasil Pemeriksaan Air berdasarkan Kriteria Mutu Air Kelas I dan II
No Parameter Satuan Metode Batas-batas Hasil pemeriksaan Deteksi alat/metod Maks. bolehkan KlsA Maks. bolehkan Kls B Sample 1 Sample 2 A FISIKA 1 Kekeruhan NTU Turbidimetrik 0,1 25 80,6 74,5 B KIMIA Besi (Fe) mg/l Kolorimetrik/ SSA 0,01 0,3 (-) 0,13 0,16 2 Kesadahan (CaCO3) Titrimetrik / EDTA 16 12 3 Chlorida (Cl) Titrimetrik/ AgNO3 600 7,1 10,65 4 Mangan (MN) Kolorimetrik / SSA Dbd 5 Nitrat sebagai N Kolorimetrik 2,5 10 6 Nitrit sebagai N 0,05 0,06 7 PH Potensiometrik 6 – 9 7,48 7,5 8 Sulfat (SO4) Spektrofotometrik 400 6,47 5,75 9 BOD Winkler 0,2 COD Titrimetrik 10,93 10,1 11 Zat organik 1,26 C MIKROBIOLOGI 13 Total Coli form MPN/ 100 ml 1,000 2,000 120 14 Coli tinja 100 ( Sumber Data : Data primer hasil percobaan Laboratorium BLK Prp. Sul-Sel)

23 Kesimpulan Hasil estimasi Sediment dan pada Bendungan Bili-bili dan IPA V Somba Opu Perkiraan volume total Sediment yang tertampung pada bendungan sebelum longsor ( ) 21,580,000 m3 atau 13,470,000 m3 /tahun, sedangkan sesudah longsor ( ) mencapai total volume sediment 45,350,000 m3/tahun atau 23,770,000 m3/ tahun, ini berarti terjadi percepatan laju sediment sebesar hampir 90 % dari periode sebelumnya. Perkiraan volume sediment yang keluar (outflow) dari bendungan tahun 2004 adalah 500,000 m3, tahun 2005 sebesar 1,300,000 m3 sedangkan perkiraan volume sediment yang masuk pada IPA (Inflow) pada tahun sebesar 421,429 m3 dan pada tahun 2005 sebesar 452,882 m3. Sedangkan hasil pengukuran Air baku yang masuk pada IPA Somba Opu pada tahun 2004 adalah 29,220,403 m3 dan tahun 2005 sebesar 21,202,900 m3. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kehilangan air sepanjang perjalanan pada tahun 2004 sebesar 5,447,808 m3 dan pada tahun 2005 sebesar 11,115,477 m3.

24 Kesimpulan Hasil estimasi penurunan Kualitas air baku pasca longso
Penurunan kualitas air baku yang masuk pada IPA V Somba Opu bergerak seiring dengan tingginya tingkat kekeruhan yang terjadi, hasil data sebelum longsor tahun ( ) memiliki kekeruhan rata-rata 45 NTU pertahun, namun pasca longsor ( ) angka ini meningkat drastis lebih dari 25 kalilipat dari sebelumnya pada angka 2579,04 NTU, begitupun produksi air bersih IPA turun hingga 7,58 % pasca longsor. Penurunan kualitas air pada bendungan sampai pengambilan sampel bulan Agustus 2006 dari dua jenis pemeriksaan (total 3 pemeriksaan) yakni, KIMIA dan MIKROBIOLOGI menunjukkan bahwa rata-rata masih dibawah ambang batas maksimum yang diizinkan untuk mutu air Kualitas B, kecuali pada pemeriksaan FISIKA untuk tingkat Kekeruhan jauh diatas ambang batas maksimum yang diizinkan untuk kedua sampel yakni 80,6 NTU dan 74,5 NTU, padahal batas maksimum adalah 25 NTU untuk Kualitas A dan B.

25 Saran - Saran Reduksi Dampak penurunan Kualitas air baku pasca longsor
Untuk mengurangi dampak penurunan kualitas air yang masuk pada IPA V Somba Opu sebaiknya mempertimbangkan pengembangan yang telah direncanakan sebelumnya yaitu pembangunan IPA VI hal ini berkaitan dengan makin terbatasnya kapasitas IPA V Somba Opu dan meningkatnya biaya operasional pada pemakaian Koagulan. Pengambilan air baku di Bendungan (intake) sebaiknya bisa menggunakan metode Phonton agar dapat mengambil air permukaan yang lebih bagus kualitasnya, atau membuat reservoir pengendapan sebelum air baku masuk ke IPA . Reduksi hasil Sediment dan pada Bendungan Bili-bili dan IPA V Somba Opu Penurunan hasil sediment pada bendungan hendaknya dimulai dari hulu ke hilir sungai jeneberang dengan metode struktural dan non struktural, secara struktural di lakukan dengan membangun fasilitas fisik guna memperlambat laju sedimen seperti bpembangunan Sabo Dam dan Sand Pocket, sedangkan secara non struktural dilakukan dengan melibatkan masyarakat (partisipative) dengan membentuk Komunitas Waduk, ini dilakukan agar masyarakat dapat turut menjaga dan merasa memiliki infrastruktur tersebut sehingga pengrusakan lingkan lingkungan di lingkup Wilayah Sungai dapat di kurangi dan diperbaharui.

26 Lokasi Pengambilan Sampel 1 & 2 (Dekat Intake Air Baku di Bendungan)

27 TERIMA KASIH

28 Proyek Pengendalian Banjir Jeneberang Hilir
Back to Top Proyek Pengendalian Banjir Jeneberang Hilir ( Lower Jeneberang River Flood Control Project ) Tanggul dan Ground-Sill di Sungguminasa (Lower Jeneberang River Flood Control Project) Pekerjaan Perbaikan Sungai Jeneberang (Groin) Bendung Karet di dekat Muara Sungai

29 Dampak akibat – Sedimentasi di Waduk Bili-Bili
24 Juni 2004 Tingkat Kekeruhan Air Baku di IPA Somba-Opu Selama musim hujan tahun 2004 dan 2005, suplai air baku terpaksa dihentikan selama 22hari atau 350 jam karena kondisi sedimen. 20 Agustus 2005 Sedimentasi pada hulu Waduk Bili-Bili Saat ini, volume sedimen diperkirakan sebesar 21 jt m3, sementara itu volume tampungan mati yang direncanakan sebelumnya adalah sebesar 29 jt m3.

30 Proyek Perbaikan Sungai Pampang
Back to Top Proyek Perbaikan Sungai Pampang Pumping Stasion Flood Water Retarding Basin and Pampang River

31 Back to Top Jaringan Transmisi Utama Air Baku (Raw Water Transmission Main/RWTM) & Instalasi Penjernihan Air (Water Treatment Plant/WTP) Somba Opu RWTM: Municipal Water Conveyance Main from Bili-Bili dam to Somba-Opu Water Treatment Plant

32 Sediment Balance (2004 Jul – 2005 Aug)
Mt. Bawakaraeng Wash Load 2.7*10 6 m 3 (=5.4*0.8/1.6) Gully Erosion From 2004 July to 2005 August Before Aerial Photo 2005 August Flow-down Vf=30.9*10 6 m 3 Bed Load 28.2*10 6 m 3 Settling 1.4*10 6 m 3 Deposit on Riverbed 16.5*10 6 m 3 Vf = Deposit in Reservoir = 30.9 BiliBili Dam 11.9*10 6 m 3 (=23.8*0.8/1.6) Out-flow 1.3*10 6 m 3 (=2.7*0.8/1.6) Mining 1.2*10 6 m 3 Unit Weigt Reservoir G=0.8 t/m3 Others G=1.6 t/m3

33 Proyek PLTA Bili-Bili Lokasi Pembangunan
Back to Top Proyek PLTA Bili-Bili Lokasi Pembangunan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik sebesar 17 MW dibangkitkan dari alokasi Air Irigasi dan Air Baku dari intake Waduk Bili-Bili

34 Dampak akibat – Sedimentasi di Waduk Bili-Bili
24 Juni 2004 Tingkat Kekeruhan Air Baku di IPA Somba-Opu Selama musim hujan tahun 2004 dan 2005, suplai air baku terpaksa dihentikan selama 22hari atau 350 jam karena kondisi sedimen. 20 Agustus 2005 Sedimentasi pada hulu Waduk Bili-Bili Saat ini, volume sedimen diperkirakan sebesar 10 jt m3, sementara itu volume tampungan mati yang direncanakan sebelumnya adalah sebesar 29 jt m3.

35 Kerusakan terhadap – Bangunan sungai
Sand Pocket No. 4 24 Juni 2004 Sebelum runtuh Jembatan Daraha Jembatan Daraha hanyut oleh aliran debris pada tanggal 14 April 2005, menghentikan aktivitas sekitar orang penduduk Desa. 7 Mei 2005 17 April 2005

36 Jembatan Daraha (Januari 2006)

37 Sediment Balance (2004 Jul – 2005 Aug)
Mt. Bawakaraeng Wash Load 2.7*10 6 m 3 (=5.4*0.8/1.6) Gully Erosion From 2004 July to 2005 August Before Aerial Photo 2005 August Flow-down Vf=30.9*10 6 m 3 Bed Load 28.2*10 6 m 3 Settling 1.4*10 6 m 3 Deposit on Riverbed 16.5*10 6 m 3 Vf = Deposit in Reservoir = 30.9 BiliBili Dam 11.9*10 6 m 3 (=23.8*0.8/1.6) Out-flow 1.3*10 6 m 3 (=2.7*0.8/1.6) Mining 1.2*10 6 m 3 Unit Weigt Reservoir G=0.8 t/m3 Others G=1.6 t/m3

38 Proyek Bendungan Serbaguna Bili-Bili (Proyek Utama)
Back to Top Proyek Bendungan Serbaguna Bili-Bili (Proyek Utama) Tampungan Waduk : Kapasitas Tampungan Total 375,000,000 m3 Kapasitas Tampungan Efektif 346,000,000 m3 Kapasitas Tampungan Banjir 41,000,000 m3 Alokasi Air Irigasi 270,000,000 m3 Alokasi Air Baku 35,000,000 m3 Tampungan Sedimen 29,000,000 m3 Tenaga Listrik (17 MW) Tubuh Bendungan (Bendungan Urugan Batu Dengan Inti) Tubuh Bendungan Utama H = 73 m, L = 750 m Tubuh Bendungan Sisi Kanan H = 52 m, L = 412 m Tubuh Bendungan Sisi Kiri H = 42 m, L = 646 m Bangunan Pelengkap : Pelimpah, Debit rencana : 2,200 m3/s Intake/Outlet, Debit rencana : 45 m3/s

39 Proyek Mendesak Pengontrolan Sedimen Dari Bawakaraeng (Bawakaraeng Urgent Sediment Control Project)
Pada tanggal 26 Maret 2004 Gunung Sorongan yang berada pada dinding Kaldera Bawakaraeng longsor (El m) Volume runtuhan diperkirakan sebesar : 200 – 300 Juta m3. Kerugian: 32 orang tewas, 635 sapi hilang, beberapa rumah dan 1 gedung SD hancur dan sekitar ha areal pertanian tertimbun; Kerusakan lainnya : - Agradasi dasar sungai, hilangnya lahan pertanian dan harta benda lainnya di sepanjang sungai Jeneberang; - Sedimentasi di Waduk Bili-Bili - Bencana susulan karena aliran debris (hanyutnya jembatan Daraha, terjadinya erosi dll).

40


Download ppt "ANALISIS KUALITAS AIR BAKU IPA V SOMBA OPU PASCA LONGSOR"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google