Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ahmad Try Handoko Ali Riza Heru Nurhadi Nur Ayu Nusantara PENDEKATAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ahmad Try Handoko Ali Riza Heru Nurhadi Nur Ayu Nusantara PENDEKATAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS."— Transcript presentasi:

1 Ahmad Try Handoko Ali Riza Heru Nurhadi Nur Ayu Nusantara PENDEKATAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS

2 “Sebuah keputusan atau tindakan dianggap "etis" atau "benar" jika sesuai dengan standar tertentu.” Untuk itu : -Para filsuf/Pemikir telah mempelajari dan memberikan standar mana yang penting selama ber-abad-abad (melalui teori Etika) -Para Praktisi turut andil dalam mengembangkan teori etika tersebut dalam lingkup pekerjaannya sesuai standar yang tepat. -Pendekatan dalam pengambilan keputusan etis tidak cukup hanya 1 standar saja untuk memastikan keputusan tersebut etis.

3 Pengambilan Keputusan Etis dibutuhkan Kerangka Kerja Pengambilan Keputusan Etis ===> disebut Ethical Decisission Making===>EDM. Kerangka Kerja Pengambilan Keputusan Etis (EDM)==>Brooks (2008): 1.Konsekuensi atau kekayaan yang dibuat dalam hal keuntungan bersih atau biaya(=teori utilitarianisme) 2.Hak dan kewajiban yang terkena dampak (teori Deontologi/teori hak dan kewajiban) 3.Kesetaraan yang dilibatkan (teori keadilan) 4.Motivasi atau kebijakan yang diharapkan (teori kebajikan)

4 Pertimbangan EDMPertimbangan Teori Filosofis (1) Kekayaan atau kesejahteraan= konsekuensialisme, utilitarianisme, teologi (2) Menghormati hak para pemangku kepentingan = Deontologi (hak dan kewajiban) (3) Kesetaraan diantara para pemangku kepentingan = Imperatif kategoris Kant, keadilan yang tidak memihak (4) harapan untuk sifat karakter, kebajikan= Kebajikan Isu Tertentu Terkait dengan EDM Perilaku yang berbeda dalam budaya yang berbeda (suap) = Relativisme, subjektivisme Konflik Kepentingan, dan batas batas untuk perilaku mementingkan diri sendiri = Deontologi, Subjektivisme, egoisme Perbandingan Pertimbangan dalam Pembuatan Keputusan Etis (EDM) dan Landasan Filosofis (teori Etika)

5 3 Pertimbangan Utama (dari teori filosofis/teori etika)===> konsekuensi, deontologi dan keadilan =========> ditelaah dengan memfokuskan pada dampak dari keputusan terhadap pemegang saham dan pemangku kepentingan lain===> pendekatannya dikenal sebagai ANALISIS DAMPAK PEMANGKU KEPENTINGAN Pertimbangan ke 4: Motivasi pembuat keputusan===>merupakan suatu pendekatan yang dikenal dengan ETIKA KEBAJIKAN. Pertimbangan tersebut memberikan wawasan yang kemungkinan akan membantu ketika mengkaji masalah-masalah tata kelola saat ini dan masa depan sebagai bagian dari latihan manajemen risiko yang seharusnya. “Agar dapat mempertahankan keputusan secara etis maka keempat pertimbangan tersebut harus diperiksa secara menyeluruh serta nilai-nilai etika diterapkan dengan baik dalam keputusan.”

6 Pendekatan dalam pengambilan keputusan etis, antara lain: 1 P endekatan Stake Holder/ Analisis Dampak Pemangku Kepentingan Pendekatan Etis Praktis

7 PENDEKATAN PRAKTIS Tes dan aturan praktis yang dapat digunakan untuk menilai etikalitas keputusan dalam tahapan awal. 1

8 Sniff Test (Tes Cepat) Kata Kunci pada sniff test: -Nyaman -Bangga -Sesuai -Benar Hasil dari sniff test ini adalah untuk melihat apakah perlu dilakukan analisis etika tambahan yang menyeluruh. Jika hasilnya negatif (salah satunya)  konsultasikan dengan pengawas Etika atau Analisis penuh terhadap tindakan yang diusulkan=  Analisis Dampak Pemangku Kepentingan

9 Aturan Praktis Umum: -Golden Rule -Peraturan pengungkapan -Etika Intiusi -Imperatif Kategoris -Etika Profesi -Prinsip utilitarian -Prinsip Kebajikan Aturan Praktis Umum (Carroll, 1990 )

10 Kesimpulan Pendekatan Praktis : belum mencerminkan pemeriksaan etis yang komprehensif dari keputusan etis tersebut Membuat individu dan perusahaan yang terlibat rentan utk membuat keputusan yang tidak etis ======> dimunculkan Teknik Analisis Dampak Pemangku kepentingan (PENDEKATAN STAKEHOLDER)====> yang lebih KOMPREHENSIF

11 2 PENDEKATAN STAKEHOLDER/ ANALISIS DAMPAK PEMANGKU KEPENTINGAN

12 PENDEKATAN STAKEHOLDER - Tujuan: “bisnis harus dijalankan sedemikian rupa agar hak dan kepentingan semua pihak terkait yang berkepentingan (stakeholders) dengan suatu kegiatan bisnis dijamin, diperhatikan dan dihargai.” - Prinsip minimal : “tidak merugikan hak dan kepentingan stakeholders dalam suatu kegiatan bisnis. - Dasar Pemikiran Bahwa “semua pihak yang mempunyai kepentingan (=stakeholders) dalam suatu kegiatan bisnis terlibat didalamnya karena ingin memperoleh keuntungan, maka hak dan kepentingan mereka harus diperhatikan dan dijamin.”

13 Analisis Dampak Pemangku Kepentingan (Stakeholders) -Cara mengamati dan menjelaskan secara analitis komprehensif - bagaimana berbagai unsur dipengaruhi dan mempengaruhi keputusan dan tindakan bisnis. -Memetakan hubungan-hubungan yang terjalin dalam kegiatan bisnis pada umumnya untuk memperlihatkan siapa saja yang punya kepentingan, terkait dan terlibat dalam kegiatan bisnis.

14 Proses pengambilan keputusan berdasarkan pendekatan stakeholders: a.Lakukan identifikasi semua pemangku kepentingan, baik yang nyata maupun yg bersifat potensial b.Cari tahu kepentingan (interest) dan kekuasaan (power) setiap golongan stakeholder c.Cari tahu apakah ada koalisi kepentingan dan kekuasaan antar golongan stakeholder tsb

15 Keputusan diambil berdasarkan : Stakeholders : adalah pihak yang menerima manfaat paling besar dari keputusan itu; atau Kalaupun ada pihak yang dirugikan, dampak kerugiannya hanya menimpa sesedikit mungkin kepada stakeholders; atau Keputusan yang diambil tidak membentur kepentingan dan kekuasaan stakeholders yang dominan

16 Adalah “sesuatu” yang menyebabkan kelompok stakeholder ini tertarik atau peduli pada perusahaan Kepentingan : Kekuasaan : Seberapa kuat pengaruh/kekuatan kelompok ini dalam menentukan arah dan keberadaan perusahaa

17 Adalah yang mengadakan transaksi atau berinteraksi langsung dengan perusahaan=  Pelanggan, pemasok, pemodal, pemberi pinjaman, karyawan Satakeholder Kelompok Primer : Satakeholder Kelompok Skunder : tidak secara langsung berinteraksi atau bertransaksi dengan perusahaan, tetapi kepentingan (interest) dan kekuatan (power) kelompok ini dapat saja mempengaruhi keberadaan perusahaan  Pemerintah, kelompok sosial/LSM, media masa, para aktivis lingkungan hidup, masyarakat sekitar perusahaan, masyarakat pada umumnya.

18 Peta Akuntabilitas Pemangku Kepentingan Perusahaan Perusahaan Pemasok Pelanggan Kreditor dan Debitur Lainnya termasuk media yang dapat mempengaruhi/ dipengaruhi tujuan perusahaan Karyawan Pemerintah Pemegang saham Pesaing Aktivis

19 Pemangku KepentinganKepentingan (Interest)Kekuasaan (Power) 1. PelangganProduk yg aman & berkualitas, pelayanan yang memuaskan Membatalkan pesanan dan membeli dari pesaing Melakukan kampanye negatif tentang perush 2. PemasokPembayaran yg tepat waktu; pesanan yg teratur Membatalkan/boikot order  jual ke pesaing 3. Pemodal - Pemegang saham - Kreditur -Deviden dan capital gain - Bunga + angsuran tepat waktu - Tidak membeli saham; memberhentikan Pengelola - Menarik kredit,dll 4. KaryawanGaji.Upah yg wajar, kelangsungan kerja Mogok kerja, memaksa kehendak melalui serikat pekerja Kepentingan dan kekuasaan Stakeholders Utama (Primer) :

20 Pemangku KepentinganKepentingan (Interest)Kekuasaan (Power) 1. PemerintahPertumbuhan ekonomi&lapangan kerja; penerimaan pajak Menutup/menyegel perush Mengeluarkan berbagai peraturan 2. MasyarakatProgram kesejahteraan masyarakat, kesehatan lingkungan Menekan pemerintah melalui unjuk rasa massal; melakukan aksi kekerasan 3.Media massaInformasi kegiatan yg berkaitan dengan etika,nilai- nilai,kesehatan,keamanan,k esejahteraan Memp[ublikasikan berita negatif yg merusak citra perusahaan 4. Aktivis LingkunganKepedulian thd pengaruh positif dan negatif dari tindakan perush thd lingkungan hidup, HAM,dsb Mengkampanyekan aksi Mogok kerja, mempengaruhi pemerintah,media masa,masyarakat Kepentingan dan kekuasaan kelompok Stakeholders Sekunder:

21 KesejahteraanKeputusan yang diusulkan akan menghasilkan lebih banyak keuntungan daripada biaya KeadilanDistribusi manfaat dan beban harus berimbang HakKeputusan yang diusulkan tidak boleh melanggar hak pemangku kepentingan dan pembuat keputusan Sifat kebajikanKeputusan yang diusulkan harus menunjukkan kebajikan seperti yang diharapkan Ke 4 kepentingan harus dipenuhi oleh sebuah keputusan untuk dipertimbangkan Etis Kepentingan dasar para pemangku kepentingan

22 Bagaimana Cara Pengukuran Dampak Dari Keputusan yang diusulkan==> Para pemangku Kepentingan ? 1. Dampak yang Dapat Diukur===> Pengukuran Dampak Yang Dapat Diukur===> Laba, Produk 2. Dampak yang Tidak Dapat Diukur===> Penilaian Dampak Yang Tidak Dapat Dikuantifikasi

23 1. Dampak yang Dapat Diukur===> Pengukuran Dampak Yang Dapat Diukur===> Laba, Produk A.Hanya laba atau rugi B.A ditambah eksternalitas (Analisis Biaya-Manfaat/ABM) C.B ditambah probabilitas hasil (Analisis Risiko- Manfaat/RBA D.ABM atau RBA ditambah peringkat pemangku kepentingan Ke 4 kepentingan harus dipenuhi oleh sebuah keputusan untuk dipertimbangkan Etis

24 2. Dampak yang Tidak Dapat Diukur===> Penilaian Dampak Yang Tidak Dapat Dikuantifikasi A.Keadilan diantara para pemangku kepentingan B.Hak Pemangku Kepentingan - Kehidupan - Kesehatan dan Keselamatan - Perlakuan Adil - Penggunaan Hati nurani -Harga diri dan privasi - kebebasan berbicara

25 Pendekatan Tradisional, terdiri dari: 1.Pendekatan 5 Pertanyaan Tradisional 2.Pendekatan Standar Moral Tradisional 3.Pendekatan Pastin - Tradisional Modifikasi Pendekatan Tradisional ANALISIS DAMPAK PEMANGKU KEPENTINGAN

26 APAKAH KEPUTUSAN ITUINTEREST PEMANGKU KEPENTINGAN YG DIPERIKSA : 1. Menguntungkan ?Pemegang saham-biasanya jangka pendek 2. Sah dimata hukum ?Masyarakat luas – hak yg dapat ditegakkan oleh hukum 3. Adil ?Keadilan bagi semua 4. Benar ?Hak-hak lain bagi semua 5. Mendukung pembangunan berkelanjutan lebih lanjut ? Hak khusus Penting diingat : bahwa pendekatan 5-pertanyaan tradisional tdk secara khusus memasukkan kajian mendalam tentang motivasi untuyk keputusan2 yg terlibat atau kebijakan atau karakter yg diharapkan. 1.Pendekatan 5 Pertanyaan Tradisional

27 STANDAR MORALPERTANYAAN DARI KEPUTUSAN YANG DIUSULKAN Utilitarian : Memaksimalkan keuntungan bersih bagi seluruh masyarakat Apakah tindakan tsb memaksimalkan manfaat sosial dan meminimalkan luka sosial? hak-Hak Individu : Dihormati dan dilindungi Apakah tindakan tsb konsisten dengan hak setiap orang Keadilan : Distribusi Manfaat dan Beban yang adil Apakah tindakan tsb membawa (kita) pada sebuah distribusi yang adil dari manfaat dan beban ? Penting diingat : bahwa pendekatan Standar Moral tradisional tdk secara khusus memberikan kajian yg mendalam tentang motivasi bagi keputusan2 yg terlibat atau kebijakan atau karakter yg diharapkan. 2. Pendekatan Standar Moral Tradisional dalam pengambilan keputusan etis :

28 ASPEK KUNCITUJUAN PEMERIKSAAN Etika aturan dasar Utk menjelaskan sebuah organisasi dan/atau aturan dan nilai-nilai individu Etika titik akhirUntuk menentukan manfaat bersih yg paling baik utk semua pihak Etika PeraturanUtk menentukan batasan2 yg harus dipertimbangkan seseorang atau organisasi sesuai dengan prinsip2 etis Etika Kontrak Sosial Utk menentukan cara bagaimana memindahkan batasan2 demi menghapus kekhawatiran atau konflik Penting diingat : bahwa pendekatan Pastin tradisional tdk secara khusus memberikan kajian yg mendalam tentang motivasi bagik keputusan2 yg terlibat atau kebijakan atau karakter yg diharapkan. 3. Pendekatan "Pastin" Tradisional

29 Modifikasi Pendekatan Tradisional Dengan Menggabungkan penilaian tentang Motivasi, kebajikan dan karakter yang terlibat dalam perbandingan dengan apa yang diharapkan oleh para pemangku kepentingan.

30 Harapan-harapan Motivasi, Kebajikan,Sifat karakter dan Proses Motivasi Yang Diharapkan -Pengendalian diri atas keserakahan - Pertimbangan kesetaraan atau keadilan - Kebaikan, kepedulian, kasih sayang dan kebajikan Kebajikan yang diharapkan - loyalitas penuh -Integritas dan transparansi -Ketulusan bukan bermuka dua Sifat Karakter Yang Diharapkan - keberanian untuk melakukan hal yg benar setiap individu, dan/atau standar profesional -keandalan -objektivitas, ketidakberpihakan -kejujuran, kebenaran -mementingkan diri sendiri bukan egoisme -Menyeimbangkan pilihan diantara perbedaan besar Proses yang mencerminkan motivasi, kebajikan, dan karakter yang diharapkan

31 Sebuah Pendekatan Komprehensif untuk EDM : PERTIMBANGANURAIAN Kekayaan atau konsekuensialisme Keputusan yang diusulkan akan menghasilkan keuntungan lebih besar dari biaya Hak-hak, tugas, atau Deontologi Keputusan yang diusulkan tidak boleh menyinggung hak para stakeholders, termasuk pengambil keputusan Kejujuran/kesetaraan atau Keadilan Distribusi manfaat atau beban harus adil Harapan kebajikan atau Etika Kebaikan Motivasi untuk keputusan harus mencerminkan ekspektasi kebajikan Ke 4 kepentingan harus dipenuhi oleh sebuah keputusan untuk dipertimbangkan Etis

32 Kesimpulan Pendekatan Komprehensif 1.dirancang untuk menghasilkan keputusan dan tindakan etis yang dapat dipertahankan, dan memperbaiki proses tata kelola. 2.Harus mencakup 4 pertimbangan standar penilaian yang komprehensif dari perilaku etis : -Konsekuensi atau kekayaan yang dibuat dalam hal keuntungan bersih atau biaya -Hak dan kewajiban yang terkena dampak -Kesetaraan yang dilibatkan -Motivasi atau kebijakan yang diharapkan 3. Pendekatan Pengambilan Keputusan Etis = keuntungan bisnis, Supaya bisnis dari perusahaan itu dapat berhasil dan bertahan lama, perusahaan manapun dalam kegiatan bisnisnya dituntut atau menuntut dirinya untuk menjamin dan menghargai hak dan kepentingan semua pihak yang terkait dengan bisnisnya.

33 KESIMPULAN Pendekatan Pengambilan Keputusan Etis = keuntungan bisnis Supaya bisnis dari perusahaan itu dapat berhasil dan bertahan lama, perusahaan manapun dalam kegiatan bisnisnya dituntut atau menuntut dirinya untuk menjamin dan menghargai hak dan kepentingan semua pihak yang terkait dengan bisnisnya.

34 What’s Your Message? End


Download ppt "Ahmad Try Handoko Ali Riza Heru Nurhadi Nur Ayu Nusantara PENDEKATAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google