Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1. PERMASALAHAN Penempatan PNS dalam jabatan belum didasarkan kompetensi dan syarat jabatan Distribusi PNS belum merata Belum adanya persyaratan kompetensi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1. PERMASALAHAN Penempatan PNS dalam jabatan belum didasarkan kompetensi dan syarat jabatan Distribusi PNS belum merata Belum adanya persyaratan kompetensi."— Transcript presentasi:

1 1

2 PERMASALAHAN Penempatan PNS dalam jabatan belum didasarkan kompetensi dan syarat jabatan Distribusi PNS belum merata Belum adanya persyaratan kompetensi untuk masing- masing jabatan Diklat belum didasarkan analisis kebutuhan

3 Fakta-fakta yang berhubungan dengan jabatan Apa yang dilakukan pegawai pada jabatan itu (what) Bagaimana cara melakukannya (how) Mengapa pekerjaan tersebut harus dilakukan (why) Alat dan bahan apa yang digunakan dalam pekerjaan tersebut Apa wewenang dan tanggung jawabnya Pendidikan, pengalaman dan latihan kerja apa yang dibutuhkan Ketrampilan, sikap dan kemaampuan apa yang dibutuhkan untuk melakukan tugas tersebut Berapa lama tugas dikerjakan Analisis jabatan

4 4

5 Undang Undang No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara  psl 56 ayat (1) “ setiap instansi pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja”. Peraturan MENPAN No. 33 Tahun 2011 Tentang Pedoman Analisis Jabatan Peraturan Kepala BKN No. 12 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Jabatan

6 PENGERTIAN ANALISIS JABATAN : Proses pengumpulan data jabatan untuk dianalisis, disusun, dan disajikan menjadi informasi jabatan dengan menggunakan metode tertentu. 6 TUJUAN ANALISIS JABATAN : Tersedianya informasi jabatan sebagai dasar bagi program manajemen kepegawaian, kelembagaan, ketatalaksanaan, dan pengawasan.

7 Tahap Pelaksanaan Analisis Jabatan : 1. Pengumpulan Data ( 1,2,3 ) Penyusunan Informasi Jabatan, meliputi: 2.1. Uraian Jabatan 2.2. Syarat Jabatan 2.3. Peta Jabatan 3. Verifikasi Data 4. Penetapan Hasil Analisis Jabatan

8 PEMANFAATAN HASIL ANALISIS JABATAN PETA JABATAN URAIAN JABATAN SYARAT JABATAN HASIL ANJAB PERENCANAAN PEGAWAI REKRUTMEN & SELEKSI PERENCANAAN KARIER PENGANGKATAN / PEMINDAHAN DALAMPEMINDAHAN JABATAN REMUNERASI DIKLAT PENILAIAN PRESTASI KERJA Analisis beban kerja (Analisis kebutuhan pegawai) Standar kualifikasi Kriteria seleksi Pola karier Standar kompetensi kerja/jabatan Penilaian kompetensi Standar kinerja Kriteria kinerja Uraian tugas Evaluasi jabatan (Bobot & peringkat jabatan) Analisis kebutuhan diklat 8 PERENCANAAN ORGANISASI

9 BUTIR INFORMASI JABATAN NoIdentitas JabatanUraian JabatanSyarat Jabatan 1Nama JabatanUraian Tugas Pangkat dan Golongan Ruang 2Kode JabatanBahan Kerja Pendidikan 3Unit Kerja JabatanAlat Kerja Kursus/Pelatihan 4Letak dalam StrukturHasil Kerja Pengalaman Kerja 5Ikhtisar JabatanTanggung Jawab Pengetahuan 6Wewenang Keterampilan 7Korelasi Jabatan Bakat Kerja 8Kondisi Lingkungan Kerja Temperamen Kerja 9Keadaan/Resiko Bahaya Minat Kerja 10 Upaya Fisik 11 Kondisi Fisik 12 Fungsi Pekerja 9

10 IDENTITAS JABATAN Nama Jabatan Kode Jabatan Unit Kerja Kedudukan dalam Struktur Ikhtisar Jabatan 10

11 NAMA JABATAN Ringkas Substantif Jelas dan dapat memberikan pengertian yang tepat bagi pembaca Penamaan JFU dapat dirumuskan berdasarkan: ◦ Bahan (Pengumpul, Pengadministrasi) ◦ Alat (Operator) ◦ Hasil (Penyusun, Pengonsep) ◦ Proses (Pemroses, Pengolah) 11

12 KODE JABATAN Kode jabatan merupakan kode yang dibuat untuk memudahkan pengadministrasian jabatan. Pengkodean Jabatan harus menggunakan format kode yang seragam. 12

13 UNIT KERJA Mencerminkan tempat atau letak keberadaan suatu jabatan contoh: Kepala Sub Bagian Tata Usaha memiliki unit kerja Sekretariat Utama (Es. I), Biro Umum (Es. II), Bagian Persuratan (Es. III) Unit Kerja Eselon IV tidak dituliskan karena jabatan yang dianalisis adalah jabatan struktural eselon IV 13

14 KEDUDUKAN DALAM STRUKTUR Mencerminkan posisi jabatan apakah jabatan struktural atau non- struktural (Sesuai SOTK) Menggambarkan kedudukan: ◦ Atasan langsung ◦ Atasan dari Atasan langsung ◦ Jabatan yang dianalisis ◦ Jabatan lain yang memiliki atasan langsung yang sama Jabatan yang dianalisis diberi tanda (diarsir) Kepala Sub Direktorat Analisis Jabatan Kepala Seksi Inventarisasi Jabatan Pengumpul Data Jabatan Pengelola Database Jabatan 14

15 IKHTISAR JABATAN Merupakan cerminan uraian jabatan dalam bentuk ringkas Memberikan gambaran umum tentang kompleksitas jabatan Digambarkan dalam satu kalimat, yang mencerminkan: ◦ Apa yang dikerjakan (what) ◦ Bagaimana cara mengerjakan (how) ◦ Mengapa/untuk apa dikerjakan (why) Manajerial: Memimpin dan melaksanakan objek kerja (What) berdasarkan/sesuai dengan..... (How) agar/untuk/sebagai...(Why) Fungsional: Melaksanakan objek kerja (What) berdasarkan/sesuai dengan..... (How) agar/untuk/sebagai...(Why) 15

16 URAIAN JABATAN Uraian Tugas Bahan Kerja Alat Kerja Hasil Kerja Tanggung Jawab Wewenang Korelasi Jabatan Kondisi Lingkungan Kerja Keadaan Resiko Bahaya 16

17 URAIAN TUGAS Tugas adalah upaya pokok dalam memproses bahan kerja dengan menggunakan peralatan tertentu menjadi suatu hasil kerja adalah Ditulis dg menggunakan kalimat aktif dan menggambarkan tindak kerja (berawalan “me”) Tahapan kerja (proses) adalah langkah-langkah (kegiatan) yang dituliskan secara berurutan dari awal hingga akhir pelaksanaan tugas 17

18 STRUKTUR PENYUSUNAN TUGAS Tindak Kerja + Obyek Kerja WHAT? Pedoman/ Acuan Prosedur Waktu/ Periode Pelaksanaan Perangkat HOW? Tujuan pelaksanaan tugas Hasil yang dicapai WHY? 18 Menerima surat masuk dengan mencatat pada buku agenada untuk memudahkan pencarian bila dibutuhkan

19 BAHAN KERJA Adalah masukan yang diproses dengan tindak kerja (tugas) menjadi hasil kerja Bahan kerja dapat diolah menjadi hasil kerja, jika ada perangkat kerja (alat kerja) contoh: ◦ Surat masuk ( untuk diagendakan ) ◦ Peraturan, Referensi atau buku ( untuk penyusunan materi bintek ) 19

20 ALAT KERJA Sarana yang dipergunakan untuk mengolah bahan kerja menjadi hasil kerja Alat kerja tidak terbatas pada sarana materiil, dapat juga berupa peraturan, pedoman, prosedur kerja atau acuan lain yang digunakan dalam pelaksanaan tugas Contoh: ◦ Stetoskop digunakan dokter dalam memeriksa pasien ◦ Peraturan Kepala BKN nomor 12 tahun 2011 digunakan oleh Analis Kepegawaian untuk melaksanakan Analisis Jabatan 20

21 HASIL KERJA Hasil kerja adalah suatu produk berupa barang, jasa (pelayanan) atau informasi yang dihasilkan dari suatu proses pelaksanaan tugas Hasil kerja dapat diperoleh bila ada sesuatu yang diolah (bahan kerja) 21

22 TANGGUNG JAWAB Adalah kewajiban yang melekat pada jabatan, yang terkait dengan benar atau salahnya pelaksanaan tugas. Tanggung jawab jabatan dapat meliputi tanggung jawab terhadap: ◦ Bahan kerja (Kerahasiaan data) ◦ Alat Kerja (Kelengkapan peralatan kerja) ◦ Hasil Kerja (Keakuratan laporan) ◦ Proses Kerja (Kesesuaian pelaksanaan tugas terhadap peraturan/SOP) 22

23 WEWENANG Adalah hak pemegang jabatan untuk memilih alternatif dalam mengambil keputusan/ tindakan yang diakui secara sah oleh semua pihak Wewenang dapat terkait dengan: ◦ Bahan Kerja (a.l: Mengembalikan bahan kerja yang tidak sesuai) ◦ Alat Kerja (a.l:Melakukan pemeliharaan perangkat kerja yang digunakan) ◦ Hasil Kerja (a.l:Menyebarluaskan informasi yang dihasilkan kepada orang lain) ◦ Proses Kerja (a.l:Menetapkan prosedur kerja) 23

24 KORELASI JABATAN Korelasi jabatan adalah hubungan kerja yang dilakukan antara jabatan terkait dengan jabatan lain dalam konteks pelaksanaan tugas Hubungan jabatan dapat berupa: ◦ Hubungan Vertikal (atasan dengan bawahan) ◦ Hubungan Horizontal (hubungan dengan jabatan yang setara) ◦ Hubungan Diagonal (hubungan dengan jabatan yang lebih tinggi di organisasi yang berbeda) 24

25 KONDISI LINGKUNGAN KERJA adalah keadaan tempat bekerja yang merupakan konsekwensi keberadaan pemegang jabatan dalam melaksanakan tugas jabatan. Kondisi Lingkungan Kerja suatu jabatan meliputi: ◦ Tempat Kerja ◦ Suhu ◦ Udara ◦ Keadaan Ruangan ◦ Letak ◦ Keadaan Tempat Kerja ◦ Penerangan ◦ Suara ◦ Getaran 25

26 KEADAAN RESIKO BAHAYA Kemungkinan resiko bahaya ditentukan dari keberadaan pegawai terkait dengan: ◦ lingkungan pekerjaan, ◦ penanganan bahan, ◦ proses yang dilakukan, ◦ penggunaan perangkat kerja, ◦ hubungan jabatan dan ◦ penanganan produk yang diberikan. Kemungkinan resiko bahaya bisa bersifat fisik atau mental 26

27 SYARAT JABATAN Pangkat dan Golongan Ruang Pendidikan Kursus/Pelatihan ◦ Penjenjangan ◦ Teknis Pengalaman Kerja Pengetahuan Keterampilan Bakat Kerja Temperamen Kerja Minat Kerja Upaya Fisik Kondisi Fisik Fungsi Pekerja 27

28 PANGKAT / GOLONGAN RUANG Pangkat dan golongan ruang minimal yang dipersyaratkan untuk menduduki suatu jabatan. Contoh pangkat/golongan ruang pada operator komputer : Pengatur, II/b. 28

29 PENDIDIKAN Pendidikan formal minimal yang dipersyaratkan untuk menduduki suatu jabatan. Contoh pendidikan pada operator komputer : SLTA. 29

30 PELATIHAN Pelatihan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan non manajerial, seperti kemampuan di bidang manajerial, teknis tertentu, dan pengetahuan lainnya sesuai dengan syarat pekerjaan dengan memperhatikan fungsi pekerjaannya. Contoh pelatihan pada operator komputer : ◦ Penjenjangan: - ◦ Teknis: Komputer 30

31 PENGALAMAN KERJA Pengalaman Kerja merupakan pengembangan pengetahuan, ketrampilan kerja, sikap mental, kebiasaan mental dan fisik yg tidak diperoleh dari pelatihan tetapi diperoleh dari dari masa kerja sebelumnya dalam kurun waktu tertentu. 31

32 PENGETAHUAN Pengetahuan merupakan akumulasi hasil proses pendidikan formal atau informal yang dimanfaatkan oleh PNS di dalam pemecahan masalah, daya cipta serta dalam pelaksanaan tugas pekerjaan. Contoh pengetahuan kerja pada operator komputer : pengetahuan mengenai program-program komputer. 32

33 KETERAMPILAN Keterampilan merupakan tingkat kemampuan dan penguasaan teknis operasional PNS dalam suatu bidang tugas pekerjaan tertentu. Contoh keterampilan kerja pada operator komputer : keterampilan mengetik, keterampilan teknik menyiapkan dan memelihara perangkat komputer, keterampilan mencetak data. 33

34 BAKAT KERJA Bakat kerja merupakan kapasitas khusus atau kemampuan potensial yang disyaratkan bagi seseorang untuk dapat mempelajari, memahami beberapa tugas atau pekerjaan. 34

35 JENIS BAKAT KERJA ◦ G : Intelegensi ◦ V : Bakat Verbal ◦ N : Bakat Numerik ◦ S : Bakat Pandang Ruang ◦ P : Bakat Pencerapan Bentuk ◦ Q : Bakat Ketelitian ◦ K : Koordinasi Motorik ◦ F : Kecekatan Jari ◦ M : Kecekatan Tangan ◦ E : Koordinasi Mata-Tangan-Kaki ◦ C : Kemampuan membedakan warna 35

36 TEMPERAMEN Temperamen kerja merupakan syarat kemampuan penyesuaian diri yang harus dipenuhi sesuai dengan sifat pekerjaan. 36

37 JENIS TEMPERAMEN KERJA ◦ D (DCP) : Directing-Control-PlanningDirecting-Control-Planning ◦ F (FIF) : Feeling-Idea-Fact ◦ I (INFLU) : Influencing ◦ J (SJC) : Sensory & Judgmental Criteria ◦ M (MVC) : Measurable and Verifiable Criteria ◦ P (DEPL) : Dealing with People ◦ R (REPCON) : Repetitive and Continuous ◦ S (PUS) : Performing under Stress ◦ T (STS) : Set of Limits, Tolerance and Other Standards ◦ V (VARCH) : Variety and Changing Conditions 37

38 MINAT KERJA Minat kerja merupakan kecenderungan memiliki kemauan, keinginan, dan kemampuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan dengan baik berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki. Menggunakan teori minat bipoler dari Dr.William C. Cottle dan teori karier/kepribadian Holland.bipoler 38

39 UPAYA FISIK Upaya fisik merupakan penggunaan organ fisik meliputi seluruh bagian anggota tubuh dalam pelaksanaan tugas jabatan. Contoh upaya fisik pada operator komputer antara lain : ◦ Duduk ◦ Melihat ◦ Bekerja dengan jari 39

40 JENIS UPAYA FISIK Berdiri Berjalan Duduk Mengangkat Membawa Mendorong Menarik Memanjat Menyimpan imbangan/mengatur imbangan Menunduk Berlutut Membungkuk Merangkak Menjangkau Memegang Bekerja dengan jari Meraba Berbicara Mendengar Melihat Ketajaman jarak jauh Ketajaman jarak dekat Pengamatan secara mendalam Penyesuaian lensa mata Melihat berbagai warna Luas 40

41 KONDISI FISIK Adalah persyaratan spesifik dari pekerjaan yang terkait dengan kondisi fisik pegawai. Sedapat mungkin penentuan kondisi fisik didasarkan pada penelitian empirik, karena persyaratan fisik yang tidak relevan/sesuai dapat mengarah pada diskriminasi pegawai. Kondisi fisik meliputi: ◦ Jenis Kelamin ◦ Umur tertentu yang disyaratkan ◦ Tinggi badan tertentu ◦ Berat badan tertentu ◦ Postur tubuh ◦ Penampilan 41

42 FUNGSI PEKERJA Fungsi Terhadap DataFungsi Terhadap Orang Fungsi Terhadap Benda D0MemadukanO0MenasehatiB0Memasang (instalasi) D1MengkoordinasikanO1BerundingB1Mengerjakan presisi D2MenganalisaO2MengajarB2Mengontrol mesin D3MenyusunO3MenyeliaB3Menjalankan mesin D4MenghitungO4MenghiburB4 Mengerjakan dengan perkakas D5 Membandingkan/ Mencocokkan O5MempengaruhiB5Melayani mesin D6MenyalinO6Berbicara (Informasi)B6 Memasukkan/ mengeluarkan barang ke/dari mesin O7MelayaniB7Memegang O8Menerima Instruksi 42

43  TINDAK KERJA (W) + OBYEK KERJA TEKNIS OPERASIONAL (H) + berdasarkan / sesuai dengan … sebagai / agar / untuk … (W)  LINGKUP URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL : “POAC” + TUGAS TEKNIS (sesuai Tusi) + TUGAS LAIN  LINGKUP URAIAN TUGAS JABATAN FUNGSIONAL : TUGAS TEKNIS (sesuai TuSi atasan langsungnya) + MEMBUAT LAPORAN + TUGAS LAIN FORMULA PENULISAN URAIAN TUGAS 43

44 DISTRIBUSI HIRAKHI TUGAS JFU/JFT IV/III/JFT III/II/JFT II/I “PENYIAPAN BAHAN”“RANCANGAN” “RANCANGAN FINAL” “PENETAPAN” (kumpulan data/(naskah/isian formulir,dll) (Koreksian naskah,/ancangan, dll) (Pedoman, Rencana,dll) Informasi,dll) 44

45 AspekKata Kerja yang digunakan Planning Merencanakan Organizing Mengarahkan/ Memberi Petunjuk/ Membimbing Membagi Tugas Actuating Membina Bawahan Controlling Mengevaluasi Memeriksa Hasil Kerja Bawahan Melaporkan hasil pelaksanaan pekerjaan CONTOH KATA KERJA UNTUK TUGAS MANAJERIAL 45

46 DISTRIBUSI FUNGSI MENEJEMEN MENURUT TINGKAT MENEJEMEN ESELON I 1. Menyusun Kebijakan 2.Merumuskan Sasaran 3.Mengendalikan 4.Mengkoordinasikan 5.Mengarahkan 6.Membina 7.Mengevaluasi 8.MelaporkanTM TT ESELON II 1.Merumuskan Program Kerja 2.Mengkoordinasikan 3.Membina 4.Mengarahkan 5.Mengevaluasi 6.MelaporkanTM TT ESELON III 1.Merencanakan Operasional 2.Mendistribusikan Tugas 3.Memberi Petunjuk 4.Menyelia 5.Mengevaluasi 6.MelaporkanTM TT TT ESELON IV 1.Merencanakan Kegiatan 2.Membagi Tugas 3.Membimbing 4.Memeriksa 5.Mengevaluasi 6.MelaporkanTM TT KATA KERJA UNTUK TUGAS TUGAS MENEJERIAL TUGAS MENEJERIAL (TM) TUGAS-TUGAS TEKNIK (TT) 46

47 1. Menyusun KEBIJAKAN berdasarkan / sesuai dengan ……….…… sebagai / agar / untuk……… 2. Merumuskan SASARAN …………… berdasarkan / sesuai dengan ………...…... sebagai / agar / untuk…… CARA PENULISAN URAIAN TUGAS SETINGKAT ESELON I 47

48 3.Mengendalikan ……………… berdasarkan / sesuai dengan ………….. sebagai / agar / untuk 4. Mengkoordinasikan ……………… berdasarkan / sesuai dengan ……….….. sebagai / agar / untuk 5. Mengarahkan ……………… berdasarkan / sesuai dengan ……….….. sebagai / agar / untuk 6. Membina ……………………… berdasarkan / sesuai dengan ……...….. sebagai / agar / untuk ESELON I (Lanjutan) 48

49 7. Tindak kerja + objek teknis… berdasarkan / sesuai dengan … sebagai/ agar / untuk ……… Mengevaluasi …………………… berdasarkan / sesuai dengan ………..….. sebagai / agar / untuk … 9. Melaporkan ……………………… berdasarkan / sesuai dengan ……….….. sebagai / agar / untuk … 10. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan baik lisan maupun tertulis. ESELON I (Lanjutan) 49

50 1. Merumuskan program kerja … berdasarkan / sesuai dengan… sebagai/ agar / untuk …………. 2. Mengkoordinasikan … berdasarkan / sesuai dengan…sebagai / agar / untuk …… Membina …berdasarkan / sesuai dengan …sebagai / agar / untuk ………….. 4. Mengarah…berdasarkan / sesuai dengan …sebagai / agar/ untuk ………… CARA PENULISAN URAIAN TUGAS SETINGKAT ESELON II 50

51 5.Tindak kerja + objek teknis… berdasarkan / sesuai dengan … sebagai/ agar / untuk ………... 6.Mengevaluasi … berdasarkan / sesuai dengan ………. sebagai / agar/ untuk ……………. 7. Melaporkan………… berdasarkan / sesuai dengan ………. sebagai / agar/ untuk ………….. 8.Melaksanakan Tugas Kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan baik lisan maupun tertulis. ESELON II (Lanjutan) 51

52 1. Merencanakan operasional berdasarkan / sesuai dengan … sebagai /agar / untuk ……………………. 2. Membagi tugas … berdasarkan / sesuai dengan …... sebagai / agar / untuk ………………………………….. 3. Memberi petunjuk … berdasarkan / sesuai dengan … Sebagai / agar / untuk …………………………………. 4. Menyelia...berdasarkan / sesuai dengan … sebagai / agar / untuk ……………… 52

53 5.Tindak kerja + Obyek kerja teknis operasional berdasarkan / sesuai dengan … sebagai / agar / untuk… 6.Mengevaluasi … berdasarkan / sesuai dengan … sebagai / agar / untuk ……… 7.Membuat laporan … berdasarkan / sesuai dengan … sebagai / agar / untuk …… 8.Melaksanakan Tugas Kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan baik lisan maupun tertulis. ESELON III (Lanjutan) 53

54 1.Merencanakan kegiatan…berdasarkan / sesuai dengan …sebagai / agar / untuk ………………………… 2.Membagi tugas …berdasarkan / sesuai dengan ….. sebagai / agar / untuk ……………………………… 4.Membimbing bawahan …berdasarkan / sesuai dengan …… sebagai / agar / untuk …………………… 5.Memeriksa hasil … berdasarkan / sesuai dengan ……sebagai / agar / untuk ……………… CARA PENULISAN URAIAN TUGAS SETINGKAT ESELON IV 54

55 7.Tindak kerja + Obyek kerja teknis operasional berdasarkan / sesuai dengan … sebagai / agar / untuk… 9.Mengevaluasi hasil kegiatan … berdasarkan / sesuai dengan …… sebagai / agar / untuk …………… 10.Melaporkan hasil kegiatan berdasarkan / sesuai dengan…..sebagai / agar / untuk …… 11.Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan baik lisan maupun tertulis. ESELON IV (Lanjutan) 55

56 Menabulasikan, Memasang, Membuat, Menyortir, Mewawancarai, Memindahkan, Menyimpan, Menyarankan, Menyusun, Mengagenda, Mengantarkan, Memasang, Memasukkan, Menyampaikan, Mengemudikan, Mencatat, Membersihkan, Menghitung, Mengeluarkan, Memeriksa CONTOH : KATA KERJA JABATAN FUNGSIONAL UMUM ( ( NON MANAJERIAL ) 56

57  Menyalin, Mengumpulkan, Menjalankan  Mengetik, Menghimpun, Mengoperasikan  Menarik, Menggandakan, Memberhentikan  Melayani, Membubuhkan.  Menganalisis, Mengkompilasikan,  Mengolah, Menggolongkan CONTOH (Lanjutan) … 57

58 TERIMA KASIH 58


Download ppt "1. PERMASALAHAN Penempatan PNS dalam jabatan belum didasarkan kompetensi dan syarat jabatan Distribusi PNS belum merata Belum adanya persyaratan kompetensi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google