Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Membangun Citra Positif dan Penanganan Krisis Informasi PERTEMUAN 11 DAN 12.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Membangun Citra Positif dan Penanganan Krisis Informasi PERTEMUAN 11 DAN 12."— Transcript presentasi:

1 Membangun Citra Positif dan Penanganan Krisis Informasi PERTEMUAN 11 DAN 12

2 Humas pemerintah adalah lembaga humas dan/atau praktisi humas yang melakukan fungsi manajemen dalam bidang informasi dan komunikasi yang persuasif, efektif, dan efisien, untuk menciptakan hubungan yang harmonis dengan publik melalui berbagai sarana kehumasan dalam rangka menciptakan citra dan reputasi yang posistif instansi pemerintah (Peraturan Meneg PAN dan RB no. 30 Tahun 2011 tentang Tata kelola Kehumasan di Lingkungan Pemerintah. 2

3 Kata kunci dalam Kehumasan, menurut Wilcox, Ault, Agee (1998)* : –Deliberate: disengaja –Planned: direncanakan –Performance: tolok ukur hasil –Public Interest: membawa manfaat bagi organisasi dan masyarakat umum –Two-way Communication: komunikasi timbal balik *) dalam “Public Relations, Strategies and Tactics”. 3

4 Memberikan penerangan kepada publik, Melakukan persuasi melalui berbagai pendekatan untuk mengubah sikap dan tingkah laku publik Menyatukan sikap dan perilaku suatu lembaga sesuai dengan harapan masyarakat (Edward L. Bernays) 4 Dua Fungsi: External Relations Internal Relations

5 Eksternal: membina hubungan harmonis dan saling pengetian antara organisasi dan stake hoders-nya dan mencegah timbulnya rintangan psikologis yang mungkin terjadi antara keduanya dalam rangka menjaga dan memperkuat reputasi dan citra organisasi Internal: membangun kebersamaan dan kesefahaman di lingkungan intern lembaga/organisasi terhadap tugas, tanggung jawab, dan tujuan organisasi/lembaga 5

6 Internal Relations  Penerbitan Buletin  Family Gathering  Kegiatan olahraga dan hobi  Dll External Relations  Stakeholders Relations  Parlemen, Kementerian, Lembaga Negara  Ormas, LSM  Public figure, opinion maker  Media Relations  Understanding Media  Media Handling 6 Standar Kompetensi Humas Pemerintah Mencakup 2 (Dua) Lingkup Tugas

7 Realitas dan Kompleksitas Persoalan di Era Reformasi Pemerintah telah banyak melakukan perubahan dan perbaikan menuju tatanan yang lebih baik, berbagai kemajuan dan prestasi telah diraih. Namun pencapaian dan prestasi itu belum terkomunikasikan dengan baik untuk membangun citra dan reputasi pemerintah yang lebih positif. Hal itu antara lain disebabkan dua hal penting, yaitu trend sikap redaksional media dan belum optimalnya fungsi kehumasan pemerintah. Media massa masih mengacu pada adagium bad news is a good news. Akibatnya public awareness terhadap program dan capaian Kementerian Agama menjadi rendah sehingga berdampak pada public images yang cenderung negatif. 7

8 –Bad News is (still) Good News. –Media juga cenderung menjadi ANTI-PROSES serta tidak konsisten mengedepankan satu masalah sampai tuntas. –Kolom-kolom media menjadi kecil (Post-Journalism). –Pendekatan hiburan menjadi pilihan. –Masyarakat kita memiliki SHORT-SOCIAL MEMORY (tergantung pendidikan), sehingga satu isu yang panas dapat segera dilupakan orang bila ada isu baru. –Media hanya mewawancarai (walau secara berkala juga mencipta) MEDIA DARLING, selebritas-selebritasnya. 8

9  MAINSTREAM  Menjunjung tinggi standard dan etika jurnalistik  Memihak pada kepentingan publik  Fungsi Bisnis dan edukasi sama-sama menonjol  Dapat menjadi acuan dan referensi yang trusted.  Relatif mudah deal secara rasional  NON-MAINSTREAM  Biased  Own agenda menonjol, baik secara institusi maupun pribadi-pribadi  Cenderung lemah dalam standard dan etika jurnalistik  Sekadar menjadi alat untuk mencapai tujuan-tujuan pemilik, pengelola atau tujuan pribadi jurnalisnya.  Relatif sulit deal secara rasional, biasanya deal dengan uang 9

10 Realitas Kehumasan Pemerintah: 1.Persoalan kompetensi akibat keterbatasan wawasan dan pemahaman, kapasitas dan kecakapan 2.Persoalan struktural kelembagaan. Terdapat banyak jumlah dan jenis satker, komunikasi dan kordinasi yang kurang maksimal 3.Efektivitas program kehumasan 10

11 Media Understanding: Pahami cara kerja dan kebutuhan media Media Relations: Jalin hubungan baik dengan media Media Handling: Tangani dengan baik kegiatan yang berkaitan dengan media 11

12 “Di era komunikasi, mereka yang gagal atau tidak mampu berkomunikasi dengan publik akan dilupakan” John Beardsley (2004) ……..media adalah sarana paling efektif untuk berkomunikasi dengan publik & membangun citra dan reputasi 12

13 Media adalah “KAWAN” jika: –Kita mampu mengembangkan hubungan baik dan saling memahami, sehingga kita bisa memetik manfaat dari kelebihan dan kekuatan media. Media adalah “LAWAN” bila: –Kita tidak mampu menjalin relasi yang positif, saling percaya, dan saling memahami. –Kita tidak siap mengoptimalkan potensi pers dengan pendekatan yang media friendly. 13

14 “Media Relations hanyalah salah satu bagian dari Public Relations, namun ini bisa menjadi perangkat yang amat penting dan menentukan, bahkan menjadi porsi terbesar dari Public Relations. Begitu kita bisa menyusun pesan yang bukan saja diterima tapi dianggap penting oleh media, maka kita sudah membuat langkah besar untuk keberhasilan program” Barbara Averill (1997) 14

15 Interaksi yang baik dengan media adalah penting karena kita bisa mengendalikan PROSES tetapi tidak bisa mengendalikan HASIL. Karena itu: Setiap interaksi dengan media sebaiknya direncanakan dan dipersiapkan dengan baik Setiap interaksi dengan media sebaiknya direncanakan dan dipersiapkan dengan baik 15

16 16 Materi / Substansi Informasi Waktu Kesiapan juru bicara Jenis interaksi dengan media

17 Media bukan alat tapi mitra dalam mencapai tujuan Pahami kebutuhan media massa dan bagaimana media massa bekerja Jangan pernah berbohong Jadilah narasumber yang berharga dengan mengembangkan profesionalitas, respek, dan saling percaya Jangan membuat persoalan yang tidak perlu dengan media 17

18 Fast: Menghormati deadline wartawan. Jika seorang wartawan menelpon untuk suatu informasi, tanggapi telepon secepatnya, meskipun sudah di luar jam kantor. Factual: Harus sesuai fakta dan menarik. Suatu cerita selalu didasarkan pada fakta yang ada. Berikan sumber-sumber fakta yang ada dan berikan pula data statistik. Frank: Jujur. Jangan menyesatkan wartawan. Terbukalah dan tanggapi pertanyaan-pertanyaan dari para wartawan. Fair: Organisasi harus adil terhadap wartawan jika mereka mengharapkan wartawan untuk adil kepada mereka. Friendly: Seperti layaknya orang lain, wartawan juga senang akan sopan santun, respek, dan kebaikan. Ingat nama mereka, baca apa yang mereka tulis, dengarkan apa yang mereka ucapkan, ketahui kesenangan mereka, dan berterima kasihlah kepada mereka. 18

19 Pemberitaan media yang positif –Media Audit Persepsi yang positif di kalangan internal (user), media, pemangku kepentingan, terhadap citra personal Menteri/Pejabat Kementerian, dan kebijakan/program Kementerian. –Survey, polling, etc Kepuasan publik terhadap pelayanan lembaga –Survey,polling, etc 19

20 Fungsi Humas secara luas tidak hanya menjadi tanggung jawab Bagian Humas, tapi seluruh unsur/bagian dan pimpinan/pejabat lembaga; Oleh sebab itu penting bagi seluruh pimpinan/pejabat lembaga untuk memiliki kemampuan media relations yang baik, di antaranya faham media (media savy) sehingga bisa berhubungan dan menangani media/wartawan dengan baik 20

21 MANAJEMEN KRISIS

22 1.Secara simultan muncul pemberitaan negatif tentang lembaga atau figur penting lembaga di media massa, khususnya media mainstream 2.Intensitas pemberitaan negatif terus meningkat dari waktu ke waktu 3.Berkembangnya antipati, kekecewaan, keraguan, atau ketidakpercayaan terhadap lembaga akibat pemberitaan tersebut krisis informasi

23 manajemen krisis informasi Manajemen Krisis Informasi adalah proses proaktif dalam mengantisipasi, mengidentifikasi, mengevaluasi dan merespon isu-isu kebijakan publik yang potensial merusak citra, reputasi, dan kredibilitas lembaga 2 2 esensi manajemen krisis: Identifikasi dini atas isu yang berpotensi mempengaruhi organisasi Respons strategis yang didesain untuk mengurangi atau dampak dari isu tersebut

24 menekan dampak buruk akibat kerusakan yang diakibatkan oleh berkembangnya informasi tertentu menjaga dan memulihkan kredibilitas lembaga di mata publik dan stakeholderstujuan

25 1. Perencanaan/Planning 2. Identifikasi/Identification 3. Pengucilan/Isolation 4. Membatasi/limitation 5. Menekan/reduction 6. Pemulihan/recovery lingkup manajemen krisis

26 Raker Informasi dan Humas fungsi perencanaan Merumuskan langkah secara sistematis dan terorganisasi, dengan tahapan dan target yang jelas

27 lingkup perencanaan  Mengidentifikasi krisis  Pembentukan tim/unit krisis  Pengembangan pesan  Perumusan agenda  Edukasi dan sosialisasi internal  Pengembangan daftar kontak darurat

28 pemetaan media & stakeholders  Advokatif  Positif  Netral  Negatif  Ambivalen  Akses yang tidak mencukupi  Media relations yang lemah  Kurang jelas dalam berkomunikasi  Tidak responsif dalam melihat trend KESALAHAN DALAM MENGHADAPI STAKEHOLDERS SIKAP MEDIA & STAKEHOLDERS

29 merumuskan pesan Dalam situasi krisis, harus ada satu atau lebih pesan kunci/key message yang terus menerus disampaikan kepada publik Prinsip Pesan Kunci:  tidak apriori  tidak defensif  valid dan akurat, didukung data dan fakta Pesan Kunci memuat:  Informasi yang jelas dan akurat  Posisi dan sikap lembaga  Keinginan kuat untuk menyelesaikan masalah  Langkah dan tindakan yang sudah dan akan ditempuh

30 manajemen pesan Akurasi informasi __________ Kecepatan distribusi informasi Empati Jujur Terbuka Profesionalitas Keberhasilan Komunikasi = + Kredibilitas

31 tim / unit krisis Tim / Unit penanganan krisis terdiri dari unsur pimpinan, humas, dan pihak terkait Berfungsi sebagai tim yang secara terus menerus memantau, mencermati, serta responsif dan proaktif mengambil tindakan yang diperlukan untuk meredam krisis Tim / Unit Krisis dilengkapi dengan: SOP Penanganan Krisis Tim Analisis Tim Media Juru Bicara

32 juru bicara Juru Bicara penting karena:  Dalam situasi krisis, informasi kepada media dan publik harus terencana, terkendali, dan terukur  Harus ada kebijakan one door policy: semua informasi kepada media dan publik hanya melalui satu pintu

33 prinsip juru bicara  Berwenang berbicara kepada publik dan media mewakili lembaga  Memiliki otoritas di dalam lembaga baik dari sisistruktural, keahlian, dan pengalaman  Memiliki inisiatif tinggi yang didukung media relations yang baik  Memiliki karakteristik:  Empatik  Jujur dan otentik  Menguasai masalah  Responsif dan proaktif  Terbuka menerima kritik  Good looking

34 Knowledge (pengetahuan) Availability (mudah dihubungi) Willingness (suka membantu/service attitude) Speaking qualities (mampu berbicara dengan baik) Physical presence (penampilan meyakinkan) Media savvy (melek media) 34 juru bicara -2 juru bicara -2 Juru bicara semestinya bisa menjadi media darling. Karakteristik media darling:

35 available If reporters know you are available, they will call you before they call the competition. reliable If you are reliable, you will have more control over the story outcome. credible If you are credible, you will establish a long-term, mutually beneficial relationship with the media. 35 juru bicara -3 juru bicara -3

36 36 Siap menghasilkan pernyataan yang layak kutip (great quotes). Menghormati deadline Tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang off the record juru bicara -4 juru bicara -4

37 perumusan agenda Merumuskan langkah yang harus dijalankan oleh Tim Krisis Di antaranya: –Mengoptimalkan media relations –Media analysis untuk mencermati trend pemberitaan dan merusmuskan respon –Menyusun fact sheet tentang isu yang sedang dihadapi –Merespon isu yang berkembang dengan tetap mengedepankan pesan kunci / key message –Tetap membuka pintu untuk media dan merespon positif permintaan wawancara/talkshow media –Proaktif menginformasikan berbagai kinerja dan capaian positif yang yang tidak terkait langsung dengan isu utama yang sedang disorot publik –Mengadakan pertemuan terbatas pimpinan media untuk backgrounders –Mengupayakan third party endorsement: dukungan pihak ketiga yang memiliki pengaruh/kewibawaan di mata media dan publik

38 perumusan agenda -2  Implementasi SOP penanganan krisis  Menjadi sumber informasi dan rujukan media  Bersifat empati lebih awal jika terkait dengan jatuhnya korban  Tunjukkan kompetensi dan pengalaman  Bersikap jujur dan terbuka

39 sosialisasi internal Menginformasikan kepada jajaran internal mengenai potensi kerawanan akibat terjadinya krisis Memberi arahan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam situasi krisis Menekankan untuk tidak berbicara kepada media dalam bentuk apa pun

40  Munculnya berbagai pesan dari berbagai sumber (key message tidak jelas)  informasi yang terlambat  Perilaku arogan  Meremehkan rumor dan membiarkan berkembang  Meremehkan tekanan publik kegagalan komunikasi krisis

41  Perbaikan sistem dan perencanaan  Memperkuat hubungan stakeholders  Proaktif mengembangkan media relations  Proaktif menginformasikan capaian dan kinerja lembaga recovery


Download ppt "Membangun Citra Positif dan Penanganan Krisis Informasi PERTEMUAN 11 DAN 12."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google