Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Disampaikan pada: Rapat Koordinasi Sinkronisasi

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Disampaikan pada: Rapat Koordinasi Sinkronisasi"— Transcript presentasi:

1 PERAN BPKIMI DALAM JASA PELAYANAN TEKNOLOGI DI DAERAH DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI HIJAU
Disampaikan pada: Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Pengembangan Industri Agro Lombok, Maret 2014 Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri Kementerian Perindustrian 2014

2 O U T L I N E I Profil Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri (BPKIMI) II Pelayanan BPKIMI di Bidang Teknologi III Pengembangan Industri Hijau dalam Meningkatkan Daya Saing IV Penutup 2

3 I. Profil Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Industri (BPKIMI)
Kedudukan, Tugas dan Fungsi b Organisasi BPKIMI 3

4 BPKIMI (Pusat, Balai dan Baristand)
I.a. Kedudukan, Tugas dan Fungsi BPKIMI (Pusat, Balai dan Baristand) Tugas Pokok dan Fungsi Unsur penunjang bagi pengembangan industri yang dilakukan oleh 6 Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengembangan Industri Ditjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Ditjen Industri Basis Industri Manufaktur Ditjen Industri Agro Ditjen Industri Kecil Menengah 1 Pengkajian Kebijakan 1 2 Iklim Industri Insentif Fiskal Insentif Non-Fiskal Ketentuan global di bidang lingkungan hidup 2 Pengembangan Perwilayahan Industri Ditjen Pengembangan Perwilayahan Industri 3 Mutu Industri Penelitian Teknologi Standardisasi 3 Pengembangan Kerjasama Internasional Ditjen Kerjasama Industri Internasional 4

5 I.b. Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Industri Sekretariat Badan Pusat Standardisasi Pusat Pengkajian Kebijakan dan Iklim Usaha Industri Pusat Pengkajian Industri Hijau dan Lingkungan Hidup Pusat Pengkajian Teknologi dan Hak Kekayaan Intelektual Organisasi BPKIMI Balai Besar Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri 5

6 II. Pelayanan BPKIMI di Bidang Teknologi 6

7 Lokasi Balai Besar dan Baristand Industri
II.1 Lokasi Balai Besar dan Baristand Industri Brstd NAD Brstd Padang Brstd Palembang Brstd Bdr Lampung BBKK BBIA BBTPPI Brstd Surabaya Brstd Banjarbaru Brstd Pontianak Brstd Manado BBIHP Makasar Brstd Medan Yogya BBKP BBKB Brstd. Ambon Brstd Samarinda B4T BBT BBK BBPK BBLM 7

8 II.2. Balai Besar II.3. Baristand Industri
Balai Besar Tekstil (BBT) - Bandung Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) - Bandung Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) - Bandung Balai Besar Industri Agro (BBIA) -Bogor Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) - Jakarta Balai Besar Keramik (BBK) -Bandung Balai Besar Teknologi Pecegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) - Semarang Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) - Bandung Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP) - Yogyakarta Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) - Yogyakarta Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) - Makassar Baristand Industri Aceh Baristand Industri Medan Baristand Industri Padang Baristand Industri Palembang Baristand Industri Lampung Baristand Industri Surabaya Baristand Industri Banjarbaru Baristand Industri Samarinda Baristand Industri Pontianak Baristand Industri Manado Baristand Industri Ambon *) Fokus Baristand Industri disesuaikan dengan potensi daerah 8

9 Balai Besar Kompetensi Inti
II.3a Kompetensi Inti Balai Besar Industri Balai Besar Kompetensi Inti Tekstil Desain Struktur dan Permukaan Tekstil Bahan dan Barang Teknik Quality assurance untuk teknologi pengelasan bawah air, instrumentasi virtual & material teknik/maju berbasis polimer Logam dan Mesin Desain proses dan produk engineering (fokus : peralatan energi dan tooling) Industri Agro Komponen aktif bahan alami komoditas agro Kimia dan Kemasan Fine Chemical & Degradable Packaging Design Keramik Material Engineering for Electric & Structural Ceramic Pulp dan Kertas Bioengineering untuk pulp dan kertas Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Teknologi terapan untuk pengendalian buangan industri Kulit, Karet dan Plastik Desain bahan dan konstruksi sepatu Kerajinan dan Batik Desain dan bahan baku baru untuk produk-produk kerajinan dan batik Industri Hasil Perkebunan Proses produksi dan teknologi terapan untuk pengolahan kakao 9

10 Baristand Fokus Fokus Baristand Industri Aceh Rempah dan Minyak Atsiri
II.3.b Fokus Baristand Industri Baristand Fokus Aceh Rempah dan Minyak Atsiri Medan Mesin dan Peralatan Pabrik Padang Pangan berbasis hasil pertanian dan produk olahan gambir Palembang Karet Komponen Teknis Lampung Tepung Industri Agro Surabaya Mesin Listrik & Peralatan Listrik Banjarbaru Teknologi pengolahan kayu, rotan, dan Bambu Samarinda Hasil Perikanan dan Perkebunan Pontianak Bahan baku kosmetik alami dan pangan semi basah Manado Teknologi pengolahan Palma Ambon Teknologi pengolahan Hasil Laut 10

11 II.5 Daya Saing Sektor Industri
Peran Balai Besar dan Baristand Industri dalam mengembangkan Teknologi Industri Contoh layanan Layanan jasa teknis dibidang pengujian, kalibrasi, dan sertifikasi dalam rangka menjamin kesesuaian standar dan mutu produk Sertifikasi ecolabel, GMP, HACCP, SMMSNI, ISO Pengujian Limbah & Lingk. Inspeksi GMP, HACCP & ISO Layanan jasa teknis dibidang pelatihan dan konsultasi melalui traning/diklat teknis dan technical assistance Pelatihan ISO, HACCP, GMP Pelatihan manajemen dan desain Kompetitif Fasilitasi Teknologi Sektor Industri Layanan jasa teknis dibidang penelitian dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah dan mutu produk Penelitian tentang derivatisasi minyak atsiri, kelapa & turunan CPO Penelitian pengembangan teknologi proses aneka produk Layanan jasa teknis dibidang rancang bangun dan perekaya-saan industri melalui pengem-bangan desain dan prototype Pembuatan peralatan proses produksi aram, biomassa, coklat Pembangkit Listrik Mikro Hidro, Turbin dan lain-lain Layanan jasa teknis dibidang konsultasi baik teknis maupun manajemen terkait penanggu-langan pencemaran industri Pemberian konsultasi teknis penerapan Cleaner Production Technology Pengoperasian IPAL Daya Saing Komparatif 11

12 Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri
Peringkat Peringkat Daya Saing dipengaruhi oleh 12 faktor antara lain faktor Kesiapterapan Teknologi dan Kemampuan Inovasi. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan tingkat kematangan teknologi yang dapat didayagunakan oleh sektor industri yang merupakan motor penggerak ekonomi utama, namun kemampuan inovasi mengalami penurunan yang didorong oleh terbatasnya ketersediaan peneliti dan perekayasa. Sumber : The Global Competitiveness Report pada World Economic Forum 2012 (Tahun 2010 terhadap 139 Negara, Tahun 2011 terhadap 142 Negara, dan Tahun 2012 terhadap 144 Negara) 12

13 No. Unit Kerja Jasa Pelatihan Teknis
1. Balai Besar Industri Agro Pelatihan Manajemen Mutu berdasarkan ISO Pelatihan Manajemen Laboratorium berdasarkan ISO/IEC Pelatihan Manajemen Sistem Keamanan Pangan berdasarkan HACCP Pelatihan ISO 22000 Pelatihan Manajemen Lingkungan berdasarkan ISO 14000 Pelatihan Kalibrasi Pelatihan Teknis Pengujian Laboratorium dan teknologi Pengolahan Hasil Pertanian 2. Balai Besar Kimia Kemasan Pelatihan Teknologi Produksi Bersih pada Industri Pengukuran dan Analisa Pencemaran Udara (ambien dan emisi) Pelatihan Teknologi Pengemasan (plastik, kertas, KG dan KKG) 13

14 No. Unit Kerja Jasa Pelatihan Teknis
3. Balai Besar Tekstil Pelatihan Sistem Manajemen Mutu dan Lingkungan Pelatihan Laborat Pelatihan Manajemen Pelatihan Industri Tekstil Mikro Pelatihan Pengolahan Limbah Pelatihan Desain Pelatihan Khusus yakni pelatihan pemahaman persyaratan dan penetapan spesifikasi kain untuk seragam Pelatihan Konservasi Kain Tradisional Pelatihan Tekstil Tingkat Dasar 4. Balai Besar Pulp dan Kertas Pelatihan Analisa Kebutuhan Training Pelatihan Pelatihan Teknologi Proses Pelatihan Produksi Bersih Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Ekolabel 14

15 No. Unit Kerja Jasa Pelatihan Teknis
5. Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Welding Engineer (IWE), Welding Technologist (IWT), Welding Inspector B4T, Welding Inspector Batam, WeldingSpecialist (IWS), Welding Supervisor, Welder Piping Designer NDGT-UT, MT, PT Level II NDT UT Level II/PP NDT UT Level II/AC NDT MT, PT Level II Radiography Interpreter (RI) Corrosion Inspector Concrete Testing Technician Boiler and Industrial Water Supply Supervision Calibration Technician Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Ekolabel Pelatihan ISO dan ISO 9000 Pelatihan Pengembangan Riset Pelatihan Re-Qualification NDT 15

16 No. Unit Kerja Jasa Pelatihan Teknis
6. Balai Besar Kerajinan dan Batik Pelatihan Batik Pelatihan Pembuatan Canting Cap dan Kerajinan Serat Alam Non Tekstil Pelatihan Perca Pelatihan Kerajinan Tekstil Pelatihan Garmen/High Fashion Pelatihan Kerajinan Kayu, Bambu, dan Rotan Pelatihan Kerajinan Perak Pelatihan Kerajinan Umum 7. Balai Besar Logam dan Mesin Pelatihan Pengecoran Pelatihan Pengelasan Pelatihan Permesinan Pelatihan Pelapisan Logam Pelatihan Disain Keteknikan Pelatihan Alat Ukur dan Mesin Produksi 16

17 No. Unit Kerja Jasa Pelatihan Teknis
8. Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Pelatihan reguler maupun berdasarkan pesanan serta yang bersifat on the job training bagi industri dan masyarakat lain yang memerlukan Pelatihan di bidang penetapan mutu ISO 9000, ISO 14000, HACCP, Cleaner Production Technology, dll Pelatihan di bidang teknologi proses produksi industri makanan, minuman dan pakan ternak Pelatihan teknologi proses pengolahan limbah Pelatihan operator IPAL Pelatihan Analisis Laboratorium Pelatihan lain untuk teknisi maupun tingkat manajer di bidang Quality Control, Processing, Finishing End bagi berbagai produk 9. Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Pelatihan Manajemen dan Teknologi Pengolahan dari Industri Hasil Perkebunan Pelatihan Pencegahan Polusi dan Teknologi Pengolahan Limbah Pelatihan Sistem manajemen, sepeeti ISO 17025, ISO 9001, HACCP, dan ISO 14001 Pelatihan Standardisasi dan Penerapan SNI 17

18 No. Unit Kerja Jasa Pelatihan Teknis
10. Balai Kulit, karet, dan Plastik Kulit: Proses penyamakan kulit termasuk finishing kulit Teknologi pengolahan air limbah penyamakan kulit termasuk pengoperasian UPAL Teknologi pembuatan acuan sepatu Teknologi pembuatan sepatu Teknologi pembuatan barang kulit Disain dan pola Pengujian produk kulit dan barang kulit Kalibrasi Karet: Pembuatan spare part sepeda motor Pembuatan ban vulkanisir Komponding karet Teknologi cetak barang karet Plastik: Pembuatan interior dan cinderamata dari plastik Injection moulding Manajemen: Manajemen produksi Sistem Manajemen Mutu ISO 900, ISO dan ISO 17025 18

19 No. Unit Kerja Jasa Pelatihan Teknis
11. Balai Besar Keramik Pelatihan Bahan Baku Keramik (10 hari) Pelatihan Teknologi Keramik Hias Jenis Gerabah (12 hari) Pelatihan Teknologi Keramik Hias Jenis Porselin dan Stoneware (12 hari) Pelatihan Pembuatan Model dan Cetakan (10 hari) Pelatihan Glasir (10 hari) Pelatihan Teknologi Bata-Genteng (12 hari) Pelatihan Refraktori (5 hari) Pelatihan Ubin (12 hari) Pelatihan Pengujian Kimia (10 hari) Pelatihan ISO 9001:2000/SNI :2001 (3 hari) Pelatihan Pengujian Bahan dan Produk Keramik Pelatihan Pengujian Produk Kaca 19

20 No Unit Kerja Jasa Pelatihan Teknis
1. Baristand Industri Banda Aceh Penyuluhan dalam penggunaan bahan baku dan penolong, proses produksi, produk, dan perluasan pembangunan pabrik Pelatihan dalam teknologi proses, pengoperasian mesin dan peralatan, pengujian, dan manajemen produksi 2. Baristand Industri Medan Pelatihan Teknik Kalibrasi dan Manajemen Kalibarasi Pelatihan ISO Guide 17025, ISO 9000, dan ISO 14000 Pelatihan Analisis Laboratorium Pelatihan Pengendalian Pencemaran Pengujian Pupuk Pelatihan Teknologi Proses Non Ferro 3. Baristand Industri Padang Pelatihan Teknologi Pengolahan Pangan Pelatihan Teknologi Penyulingan dan Pemurnian Minyak Nilam Pelatihan Teknologi Pengolahan Gambir dan Cassiavera Pelatihan Sistem Manajemen ISO dan ISO 9001:2008 Pelatihan Aplikasi Dokumen Sistem Mutu Modul I (Pedoman BSN No ) Pelatihan Analisis Laboratorium (TUK) Pelatihan Teknologi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Industri 20

21 No Unit Kerja Jasa Pelatihan Teknis
4. Baristand Industri Palembang Pelatihan teknologi proses/produk dan manajemen industri Pelatihan pembuatan makanan, seperti: nata de coco, nugget, kecap Pelatihan pembuatan kompon pada pembuatan barang jadi karet Pelatihan sistem manajemen mutu 5. Baristand Industri Lampung Pelatihan keamanan bagi pangan bagi IKM Pelatihan teknologi pembuatan gas metana dari limbah cair tapioka sebagai energi alternatif Pelatihan sistem manajemen mutu (ISO 9001) Pelatihan sistem manajemen laboratorium ISO lengkap dengan pelatihan pendukung untuk implementasinya 6. Baristand Industri Ambon Pelatihan teknologi proses dan peralatan serta produk minyak atsiri Pelatihan teknologi proses hasil laut Pelatihan kerajinan kayu dan batang kelapa Pelatihan teknologi proses hasil-hasil pertanian/perkebunan Pelatihan pembuatan aneka/jenis–jenis kue sagu Pelatihan kerajinan kulit kerang Pelatihan penyamakan kulit ikan 21

22 No Unit Kerja Jasa Pelatihan Teknis
7. Baristand Industri Banjarbaru Pelatihan teknologi proses untuk makanan, minuman, tekstil, kayu, dan produk kayu, serta penanganan limbah industri Pelatihan teknik sampling Pelatihan sistem manajemen mutu (ISO 9000) Pelatihan pengujian (bahan, produk dan limbah) 8. Baristand Industri Samarinda Pelatihan penanggulangan pencemaran limbah cair industri tekstil Pelatihan penerapan sistem manajemen mutu pada industri makanan dan minuman Pelatihan teknik pengambilan sampling air dan air limbah 9. Baristand Industri Pontianak Pelatihan penanggulangan pencemaran industri Pelatihan bidang analis Pelatihan sistem manajemen mutu ISO , ISO 14000, dan ISO 17025 Pelatihan pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan hasil hutan Pelatihan sampling 22

23 No Unit Kerja Jasa Pelatihan Teknis
10. Baristand Industri Surabaya Pendidikan dan pelatihan tenaga pengujian untuk produk makanan minuman dan tembakau Pelatihan dan pendidikan tenaga pengujian untuk produk tambang/mineral/pupuk Pelatihan dan pendidikan tenaga pengujian untuk produk penanggulangan pencemaran (air atau udara) Pelatihan dan pendidikan tenaga pengujian untuk bahan-bahan bangunan Pelatihan dan pendidikan tenaga pengujian untuk kalibrasi Pelatihan penerapan pada sistem manajemen mutu BSN Pelatihan internal audit sistem mutu Pelatihan instalasi pengolahan limbah Pelatihan pemahaman sistem manajemen mutu lingkungan Pelatihan tenaga penguji pada laboratorium untuk produk pupuk Diklat penerapan pada sistem manajemen ISO Diklat pada perencanaan dan pengendalian produksi 23

24 Contoh Hasil Litbang dalam Peningkatan Teknologi Industri
Dalam Substitusi Bahan Baku/Bahan Penolong No. Balai Besar Hasil Litbang Pengguna 1 Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Aplikasi PCC sebagai Extender di Industri Cat Pembuatan Insulated Rail Joint dari Bahan Komposit Serat Gelas dan Resin Epoksi Bertulang Baja sebagai Subtitusi Impor Pemanfaatan kopolimer lateks alam styrene dalam pembuatan polymer modified concrete abstrak PT. Sigma Utama PT. KAI PT. Rel-ion Sterilization Service 2 Balai Besar Tekstil (BBT) Pembuatan kain door trim, produk kedap suara dan komposit untuk tekstil otomotif PT. Astra Internasional Tbk 3 Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) Pemanfaatan Limbah Padat IPAL Coating untuk Bahan Bangunan Cat Tembok Emulsi dan Plamir Tembok Kertas Kemas Baja PT. Surya Pamenang Primkokas PT. KS 4 Balai Besar Kimia Kemasan (BBKK) Isolasi Metil Sinamat dari Minyak Laja Gowah (Alpinia Malaccensis) sebagai Sumber Bahan Kimia ADI PT. Sumber Multi Atsiri-Cianjur 5 Balai Besar Kulit Karet Plastik (BBKKP) Pemanfaatan limbah shaving industri penyamakan kulit untuk pembuatan batako dan paving block PT. Invedco Bangun Utama Jakarta 24

25 Telah mendapatkan paten ID 0 017 490
Balai Besar Hasil Litbang Pengguna Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) - Bandung Kertas Kemas Baja Primkokas PT. Krakatau Steel Kerjasama penelitian dan pengembangan teknologi antara BBPK dengan PT Krakatau Steel untuk memanfaatkan potensi bahan lokal dalam rangka mengurangi kebutuhan impor kertas kemas baja Telah mendapatkan paten ID 25

26 Balai Hasil Litbang Pengguna Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) - Bandung Pembuatan Insulated Rail Joint (IRJ) dari Bahan Komposit Serat Gelas dan Resin Epoksi Bertulang Baja sebagai Subtitusi Impor PT Kereta Api Indonesia (KAI) PLAT PENYAMBUNG PENYEKAT LISTRIK (INSULATED RAIL JOINT) KOTAK KABEL PENGHUBUNG CATUDAYA (JUNCTION BOX) Rel KA di Indonesia terbuat dari baja sehingga mudah teraliri listrik liar (petir) dan dapat mengganggu sistem elektronik persinyalan (track circuit/sirkit sepur). Untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko itu, PT KAI perlu menggunakan produk IRJ sebagai penyambung antar rel KA yang bersifat isolator listrik dan mampu menahan beban statik dan dinamik. IRJ dapat diproduksi oleh IKM di dalam negeri karena teknologinya sederhana sehingga dapat mengurangi komponen impor untuk menghemat devisa negara 26

27 Contoh Hasil Litbang dalam Peningkatan Teknologi Industri
Dalam Substitusi Bahan Baku/Bahan Penolong (Skala Laboratorium) No Balai Besar Contoh Hasil Litbang 1 Balai Besar Kulit Karet Plastik (BBKKP) Aplikasi Precipitated Calcium Carbonate (PCC) sebagai Reinforcing Filler untuk Sol Karet Sepatu Olah raga dan Ban Kendaraan Bermotor 2 Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Modifikasi Karet Alam Menjadi Bahan Elastomer Termoplastik 3 Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) Pembuatan Handbody Lotion dari Lemak Kakao Pembuatan Partikel Pembawa Obat Solid Lipid Nanopartikel (SLN) dari Lemak Kakao 5 Balai Besar Keramik (BBK) Pembuatan Nano Komposit Keramik Berbasis Nanoalumina dan Nano Silika untuk Keramik Struktural 6 Balai Besar Industri Agro (BBIA) Pengembangan pembuatan starter untuk industri modified cassava-flour 7 Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Penerapan Teknologi Purifikasi Gas Methan (CH4) dari Proses Biogas Pengolahan Air Limbah di Industri sebagai Sumber Energi Alternatif 8 Balai Besar Tekstil (BBT) Penelitian serat nanas sebagai bahan baku pembuatan produk tekstil otomotif 9 Baristand Industri Palembang Minyak Biji Karet Epoksi sebagai Bahan Pelunak untuk Pembuatan Seal Radiator Pembuatan Packing Cup Radiator Kendaraan Bermotor dengan Formulasi SBR dan NR 10 Baristand Industri Samarinda Pengembangan CPO untuk Produk Pelumas Padat Ramah Lingkungan 27

28 Contoh Hasil Litbang dalam Peningkatan Teknologi Industri
Efisiensi Teknologi Produksi No. Balai Besar Hasil Litbang Penguna 1 Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) Kertas Sembahyang (Joss Paper) Ramah Lingkungan Pengolahan Air Limbah dengan Proses Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) dan Suspended Carrier Biofilm (SCB) PT. San Fu Indonesia PT. Kertas Padalarang 2 Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Teknologi Elektro-flotasi untuk Mengolah Limbah Cair Industri Laboratorium BLH Kota Semarang Laboratorium Balai POM Jawa tengah Laboratorium BLH Propinsi Jawa Tengah 3 Balai Besar Industri Agro (BBIA) Teknologi minyak kelapa dengan Hot Oil Immersion Drying/HOID atau Fry Dry Technology. PT. Sac Nusantara 28

29 Contoh Hasil Litbang dalam Peningkatan Teknologi Industri
Efisiensi Teknologi Produksi (Skala Laboratorium) No Balai Besar Contoh Hasil Litbang 1 Balai Besar Kimia Kemasan (BBKK) Rekayasa Alat untuk mengolah Limbah Plastik menjadi Sumber Energi dengan Metode Pyrolisis 2 Balai Besar Logam Mesin (BBLM) Pengembangan Proses Biodiesel dengan Teknologi Kavitasi Pembuatan Rotary Packer Pengembangan matras progressive dies untuk pembuatan ring komponen otomotif Pembuatan mould untuk komponen plastik otomotif. 3 Balai Besar Industri Agro (BBIA) Penerapan Teknologi Reverse Osmosis (RO) pada Pengolahan Buah-buahan (Ekstraksi Suhu Dingin) 4 Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) Teknologi Ramah Lingkungan untuk Coating Kitchen dalam Proses Pembuatan Kertas Salut (Coated Paper) Teknologi Ramah Lingkungan pada Proses Pemutihan Pulp Menggunakan Enzim dan Bahan Lainnya 5 Balai Besar Kulit Karet Plastik (BBKKP) Teknologi Pembuatan Komponen Karet Sol Ringan untuk TNI Perekayasaan peralatan cetakan souvenir plastik sistem injection molding dengan sistem CNC 6 Balai Besar Keramik (BBK) Peningkatan Kualitas Produk Keramik Tahan Peluru untuk Memenuhi Kebutuhan TNI/POLRI dan Peluang Ekspor Melalui Kemitraan dengan Industri Terkait 7 Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Pemanfaatan Bakteri Halofilik untuk Pemurnian NaCl Guna Menerapkan Green Industry di Industri Pemakai Garam Rakyat. Penerapan Teknologi Nanofiltrasi dalam Proses Eliminasi Sulphur Dioksida (SO2) pada Flue Gas di Industri Kertas 29

30 II.6 Contoh Kerjasama Pelayanan Teknologi Balai Besar/Baristand sesuai kompetensinya dengan Daerah Baristand Industri Palembang Penandatanganan MoU Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Universitas Sriwijaya (Unsri), BPKIMI, Pusat Penelitian (Puslit) Karet, Gabungan Perusahaan Karet Indonesia, dan Asosiasi Petani Karet Indonesia pada tanggal 4 Oktober 2011 tentang “Pembentukan Konsorsium Pusat Unggulan Inovasi Karet”. Tujuan Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga dan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan tekonologi dalam upaya inovasi teknologi untuk peningkatan produktivitas dan kualitas karet alam serta pengembangan industri hilir berbahan baku karet. Tindak lanjut Puskajitek dan HKI - BPKIMI dan Baristand Industri Palembang menyusun studi kelayakan pendirian pusat inovasi barang jadi karet di Sumatera Selatan pada tahun 2012, dan tahun 2013 dilaksanakan pendirian pusat inovasi barang jadi karet di Sumsel. 30

31 II.6 Contoh Kerjasama Pelayanan Teknologi Balai Besar/Baristand sesuai kompetensinya dengan Daerah 2. Balai Besar Industri Agro, Balai Besar Logam dan Mesin dan Balai Besar Kimia dan Kemasan Penandatanganan Nota Kesepahaman BP-BPWS Suramadu dengan BPKIMI tentang Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan SDM pada tanggal 25 Oktober 2012, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara : Balai Besar Industri Agro dengan BP-BPWS tentang Pelatihan Teknologi Pengolahan Pangan Berbasis Kompetensi Di Bidang Pertanian, Perikanan Dan Peternakan Bagi Masyarakat di lingkungan Kabupaten se-Madura Balai Besar Logam dan Mesin dengan BP-BPWS tentang Pelatihan Keterampilan Las Dan Mesin Bubut Berbasis Kompetensi Bagi Masyarakat di lingkungan Kabupaten se-Madura Balai Besar Kimia dan Kemasan dengan BP-BPWS tentang pelatihan teknologi pengemasan hasil industri agro bagi masyarakat di lingkungan Kabupaten se-Madura Tujuan Menjalin dan meningkatkan hubungan kelembagaan dalam pelaksanaan kegiatan di bidang pengembangan, pendidikan dan pelatihan Sumber Daya Manusia. 31

32 II.6 3. Balai Besar Keramik Penandatangan Nota Kesepakatan Kerjasama
Contoh Kerjasama Pelayanan Teknologi Balai Besar/Baristand sesuai kompetensinya dengan Daerah 3. Balai Besar Keramik Penandatangan Nota Kesepakatan Kerjasama Puslitbangtek - BPPI, Fakultas Teknik-UGM, dan Disperindag Kab Bantul tentang Pendirian Pusat Inovasi Keramik Yogyakarta pada tanggal 11 Agustus 2009, dengan tujuan untuk memberikan berbagai asistensi dalam rangka pengembangan industri keramik di Kabupaten Bantul - DIY. Tindak lanjut Balai Besar Keramik - BPKIMI yang ditunjuk sebagai pelaksana teknis telah memberikan pelatihan dan jasa konsultasi, melalui pelatihan desain, diversifikasi produk untuk keramik hias, dan lain sebagainya. Pelatihan desain Pelatihan diversifikasi produk untuk keramik hias 32

33 III. Pengembangan Industri Hijau dalam Meningkatkan Daya Saing 33

34 1. Situasi Perdagangan Global
III.1 Kebutuhan Pengembangan Industri Hijau 1. Situasi Perdagangan Global Kecenderungan negara maju atau negara tujuan ekspor Indonesia menerapkan non tarif barrier bagi produk yang akan diimpor seperti penerapan standard eco-product, Renewal Energy Directive (RED) dan REACH (Regulation on Registration, Evaluation, Authorization and Restriction of Chemicals , issue lingkungan yang pada dasarnya merupakan strategi negara-negara maju untuk menerapkan prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan 2. Kondisi Industri Pembangunan sektor industri di Indonesia yang telah berjalan sekitar 45 (empat puluh lima) tahun selain telah memberi dampak positif bagi negara, juga memberikan dampak negatif terhadap permasalahan lingkungan terutama pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri serta pemanfaatan sumber daya alam yang tidak efisien. Dengan semakin terbatasnya sumber daya alam, krisis energi dan menurunnya daya dukung lingkungan, maka tuntutan untuk mengembangkan industri yang ramah lingkungan atau yang dikenal dengan istilah industri hijau (green industry) telah menjadi isu penting. 34

35 3. Komitmen Pemerintah Untuk Penurunan Emisi GRK
III.1 Kebutuhan Pengembangan Industri Hijau 3. Komitmen Pemerintah Untuk Penurunan Emisi GRK Menurunkan emisi gas rumah kaca pada tahun 2020 Komitmen Presiden pada G-20 Pittsburgh dan COP15 Menurunkan emisi gas rumah kaca pada tahun 2020 26% 26% Upaya sendiri dan Dukungan internasional 41% 15% Upaya sendiri RAN-GRK/RAD-GRK 35 35

36 III.2 Definisi Industri Hijau Industri yang dalam proses produksinya mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup sehingga dapat memberi manfaat bagi masyarakat 36

37 Bahan baku dan penolong Sisa Produk dan kemasan
III.3 Pola Pikir Pengembangan Industri Hijau Business as Usual (Curative ) Supplier Energi Bahan baku dan penolong Teknologi/ Mesin Proses Produksi Produk Limbah/Emisi Sisa Produk dan kemasan Kemasan Air Ramah Lingkungan Hemat/efisien & Efektif Renewable (jika tersedia) Penerapan 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery) Pendayagunaan SDM berwawasan lingkungan Penerapan SOP Penerapan tataletak pabrik yang efisien dan efektif Modifikasi peralatan Eco-Product Eco-Packaging Rendah/zero emission Diolah hingga memenuhi BML Non B3 Dapat dimanfaatkan (dalam atau luar proses) Eco Friendly Eco Friendly Green Industry Green Production (Preventive ) SUPPORTING Standard Lembaga Sertifikasi Kerjasama Pembiayaan Sistem Informasi Insentif Pendidikan dan Pelatihan R & D BantuanTeknis 37

38 Bantuan teknis dilakukan pada :
III.4 Upaya Yang Sudah Dilakukan Pemerintah Dalam Pengembangan Industri Hijau 1. Bantuan Teknis Penerapan Produksi Bersih Bantuan teknis untuk mengidentifikasi peluang-peluang peningkatan efisiensi dan penghematan, melakukan analisis dan evaluasi kelayakan ekonomi, teknis & lingkungan . Bantuan teknis dilakukan pada : Industri Makanan (PT Niramas – Bekasi); Industri Cat (PT Hempel – Bekasi); Industri Pengalengan Ikan (PT Avila Prima – Banyuwangi); Industri Kosmetik (PT Sparindo – Tangerang); Industri Elektroplating (PT Citra Inti – Tangerang) Dari hasil penerapan produksi bersih, ternyata industri dapat menekan penggunaan sumber daya (energi, air dan bahan baku), sehingga lebih efisien dan akrab lingkungan. 38

39 2. Bantuan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air lImbah (IPAL) pada IKM
III.4 Upaya Yang Sudah Dilakukan Pemerintah Dalam Pengembangan Industri Hijau 2. Bantuan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air lImbah (IPAL) pada IKM Sentra industri penyamakan kulit di Sukaregang Garut - Jabar; Sentra industri penyamakan kulit di Magetan - Jatim; Sentra industri batik di Pekalongan - Jateng; Industri pengolahan ikan di Banyuwangi; Sentra industri pencelupan benang (tekstil) di Pandai Sikek - Sumbar UPT Industri Penyamakan Kulit di Padang Panjang - Sumbar 3. Bantuan Dalam Program Diversifikasi Energi Pemanfaatan limbah cair industri tahu di Klaten, Banyumas dan Bandung menjadi biogas yang dimanfaatkan sebagai sumber energi. 4. Pemberian Penghargaan Industri Hijau (Permenperin No.: 05/M-IND/PER/2011 Program: pemberian penghargaan bagi industri yang telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup sehingga dapat meminimalisasi pencemaran dan perusakan akibat kegiatan industri. Tujuan: mendorong kepedulian perusahaan industri dalam proses produksi yang ramah lingkungan untuk mewujudkan industri hijau. Kriteria Penilaian didasarkan pada: Proses Produksi Kinerja Pengelolaan Limbah/Emisi Manajemen Perusahaan Hasil: dari tahun 2010 s/d 2012 telah diberikan penghargaan industri hijau kepada 161 perusahaan. 39

40 EMISI GRK INDONESIA III.5
Upaya Yang Akan Dilakukan Pemerintah Dalam Pengembangan Industri Hijau EMISI GRK INDONESIA Total emisi GRK di Indonesia dari semua sektor posisi pada tahun 2000 sebesar : Gg CO2e Kontribusi GRK terdiri dari: Kehutanan dan lahan gambut 59,6% Energy 20,4% Limbah 11,42% Proses Industri 3,12% Pertanian 5,47% Peatland 20.4 % 3.12 % 5.47 % 59.6% 11.42 % Ada 8 sub-sektor industri peng-emisi utama GRK : Industri Semen; Industri Besi & Baja; Industri Pulp & Kertas; Industri Tekstil; Source: SECOND NATIONAL COMMUNICATION-SNC Industri Petrokimia; Industri Keramik; Industri Pupuk; Industri Makanan dan Minuman. 40 40 40 40

41 Sumber Emisi GRK Sektor Industri
III.5 Upaya Yang Akan Dilakukan Pemerintah Dalam Pengembangan Industri Hijau Sumber Emisi GRK Sektor Industri 41

42 Industri merupakan pengguna energi terbesar Rumah tangga & komersial
III.5 Upaya Yang Akan Dilakukan Pemerintah Dalam Pengembangan Industri Hijau Industri merupakan pengguna energi terbesar Jenis Energi Penggunaan Energi (Million BOE) Minyak Bumi 314.1 (50,0%) Gas 79,2 (12,6%) Batubara 145,1 (23,1%) LPG 11, (1,8%) Listrik (12,6%) Total 628,8 Transportasi 32,5% Industri 47,2% Oil share is still very dominant Rumah tangga & komersial 20,2% Sumber: Pusdatin Kementerian ESDM,2008 Catatan: Berdasarkan data emisi nasional Tahun 2000, sumbangan emisi GRK sektor industri yang akan menjadi fokus Kementerian Perindustrian sebagai berikut: Sumber energi sebesar 47,2% x 20,4% x Gg = Gg CO2 Sumber proses industri sebesar 3,12% x Gg = Gg CO2 42

43 EMISI GRK SEKTOR INDUSTRI (Energi dan Proses, Gg CO2)
III.5 Upaya Yang Akan Dilakukan Pemerintah Dalam Pengembangan Industri Hijau EMISI GRK SEKTOR INDUSTRI (Energi dan Proses, Gg CO2) 370,428 26 % 274,117 41 % 218,553 ? Perlu adanya penggantian/penambahan peralatan/ perubahan teknologi yang memerlukan biaya besar Perlu adanya insentif 43

44 RENCANA PEMBERIAN INSENTIF UNTUK PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA
III.5 Upaya Yang Akan Dilakukan Pemerintah Dalam Pengembangan Industri Hijau RENCANA PEMBERIAN INSENTIF UNTUK PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA Setiap dunia usaha yang melakukan penggantian mesin/memasang peralatan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca akan diberikan potongan harga yang dialokasikan dari APBN; Untuk memastikan bahwa alat yang dipasang benar-benar menurunkan emisi dan tidak ada unsur mark-up, dilakukan: Verifikasi oleh lembaga independen pada tahap perencanaan dan tahap implementasi untuk mengetahui: Jumlah penurunan emisi (data emisi lama Vs baru); Harga yang diajukan benar-benar memenuhi unsur kewajaran; Pelaksanaan tahap perencanaan dan implementasi harus berada dalam 1 tahun anggaran; Peralatan yang sudah terpasang sebelum program diluncurkan tidak dapat mengajukan klaim; Hasil verifikasi akan dibahas oleh tim teknis lintas sektor (baik dalam tahap perencanaan maupun implementasi). 44

45 Langkah-langkah yang akan dilaksanakan
IV.h Langkah-langkah yang akan dilaksanakan Tahun Anggaran 2013 Melakukan FS untuk penurunan emisi GRK bagi 10 perusahaan industri (pilot project) Tahun Anggaran 2014 Mengalokasikan dana berdasarkan hasil FS dalam APBN untuk biaya stimulan bagi 10 perusahaan industri Tahun Anggaran 2015 Mengalokasikan dana DIPA sebagai stimulan bagi industri-industri lainnya 45

46 IV. Penutup 46

47 Kiranya pihak Pemerintah Daerah dapat mendukung industri di daerahnya untuk :
1 - Pelatihan dan Konsultasi; - Konsultasi Teknis dan Manajemen - Rancang Bangun dan Perkayasaan; - Penelitian dan Pengembangan Teknologi; - Kalibrasi, Sertifikasi dan Pengujian; Memanfaatkan Jasa Pelayanan Teknis dan Teknologi di Balai Besar dan Baristand Industri dalam: - Minimalisasi limbah - Hemat energi dan - Efisiensi penggunaan bahan baku/bahan penolong, Mendorong industri-industri di daerah untuk menerapkan industri hijau dalam rangka meningkatkan daya saing industri di daerah dengan menerapkan prinsip-prinsip industri hijau: 2 47

48 Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri
TERIMA KASIH Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri Jln. Gatot Subroto Kav. 52 – 53, Lt , Jakarta 48


Download ppt "Disampaikan pada: Rapat Koordinasi Sinkronisasi"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google