Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

By : Mirna Mufida Enchinostoma ilonacum. Morfologi Ciri-ciri khas berupa duri- duri leher dengan jumlah antara 37 buah sampai kira- kira 51 buah. Cacing.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "By : Mirna Mufida Enchinostoma ilonacum. Morfologi Ciri-ciri khas berupa duri- duri leher dengan jumlah antara 37 buah sampai kira- kira 51 buah. Cacing."— Transcript presentasi:

1 By : Mirna Mufida Enchinostoma ilonacum

2 Morfologi Ciri-ciri khas berupa duri- duri leher dengan jumlah antara 37 buah sampai kira- kira 51 buah. Cacing tersebut berbentuk lonjong, berukuran panjang dari 2,5 mm hingga mm Dan lebar 0,4-0,7 mm hingga 2,5-3,5 mm.

3 NEXT Testis berbentuk agak bulat, berlekuk-lekuk, letaknya bersusun tandem pada bagian posterior cacing. Cacing dewasa hidup dalam usus halus, mempunyai warna agak merah ke abu-abuan. Testis berbentuk agak bulat, berlekuk-lekuk, letaknya bersusun tandem pada bagian posterior cacing. Cacing dewasa hidup dalam usus halus, mempunyai warna agak merah ke abu-abuan.

4 Warna seperti jerami Mempunyai operkulum besarnya berkisar antara x mikron Bentuknya oval/ovoid

5 Hospes Definitif : Manusia, burung, dll Hospes perantara :  Hospes perantara 1 : berupa keong kecil seperti genus Anisus,Gyraulus,Lymnaea  Hospes perantara 2 : berupa keong besar seperti genus Vivipar, Pila atau Corbicula Hospes perantara :  Hospes perantara 1 : berupa keong kecil seperti genus Anisus,Gyraulus,Lymnaea  Hospes perantara 2 : berupa keong besar seperti genus Vivipar, Pila atau Corbicula Nama Penyakitnya disebut Echinostomiasis

6 SIKLUS HIDUP

7 Dengan menemukan telur cacing dalam feases Diagnosis ditegakkan dengan menemukan telur dalam tinja.

8 Trematoda Usus Parasitologi Heteropyes heteropyes

9 Heterophyes heterophyes Anatomi & Morfologi :  Cacing dari keluarga heterophyidae berukuran panjang sekitar 1,3 mm dan lebar 0,5 mm,  Berbentuk piriform  Berwarna kelabu,  Cacing dewasa memiliki kutikulum yang berduri halus seperti sisik.  Mempunyai tiga buah batil isap (sucker) yakni oral sucker, ventral sucker dan genital sucker.  memiliki dua buah testis berbentuk bulat lonjong yang letaknya berdampingan di posterior tubuh,  Ovarium bulat di anterior testis dan uterus panjang berkelok-kelok.

10 1. Batil isap mulut / Oral sucker 2. Sisik anterior 3. Sekum 4. Batil isap varental / Varental sucker 5. Batil isap genital / Genital sucker 6. Uterus 7. Ovarium 8. Vitelaria 9. testis DiagramHeterophyes

11 Telur Heterophyes - heteropyes berwarna coklat muda Berbentuk bulat lonjong Berdinding tebal Mempunyai operculum (penutup) Panjang telur sekitar 29 mikron dan lebar sekitar 16 mikron Morfologi Telur Heterophyes

12 Hospes definitive : Manusia, kucing, anjing, rubah dan jenis – jenis burung Hospes Perantara I : Keong air payau (Pironella conica dan Cherithidae cengulata) Hospes Perantara II : Ikan (Mugil cephalus, Mugil japonicas, Tilapia nilotica) Nama Penyakitnya : Heterofiliasis

13 Siklus Hidup Telur cacing yang masuk ke dalam air kemudian di makan siput Didalam tubuh siput telur menetas dan larva mirasidium akan tumbuh menjadi sporokista, lalu redia dan berkembang menjadi serkaria Serkaria kemudian akan keluar dari tubuh siput, dan mencari ikan yang bertindak selaku hospes perantara kedua Dibawah sisik ikan atau di dalam tubuh ikan serkaria akan tumbuh menjadi kista metasakaria yang infektif bagi hospes definitive Infeksi pada manusia terjadi karena makan ikan mentah yang mengandung stadium infektif cacing ini (kista metacercaria) atau makan ikan yang di masak kurang matang Sesudah tertelan metaserkaria keluar dari kista, kemudian menyerang mukosa usus halus. Dalam waktu 2 minggu sesudah terinfeksi, larva telah berkembang menjadi cacing dewasa yang sudah mampu bertelur.

14 Siklus Hidup

15 Tabel Perbandingan

16 Trematoda Hati Fasciola hepatica Aenur Fitri i

17 Trematoda hati Spesies cacing yang hidup di hati manusia atau hewam ternak. Hal ini terjadi dibagian empedu,hati dan kandung empedu selama berbagai tahapan pembangunan. Cacing ini membutuhkan hospes intermediet yaitu siput.

18 Fasciola hepatica Kingdom: Animalia Phylum:Platyhelminth es Class:Trematoda Subclass: Digenea Ordo:Echinostoma Family:Fasciolidae Genus:Fasciola Species: Fasciola hepatica

19 Morfologi Fasciola hepatica Bersifat hemaprodit Sistem reproduksinya ovivar Jumlah telur yang dihasilkan sekitar butir. Pada hati seekor domba dapat mengandung 200 ekor cacing atau lebih Bentuknya menyerupai daun dengan tubuh tidak bersegmen. berukuran panjang 20-30mm lebar 8- 13mm Mempunyai tonjolan konus (cephalis cone) pada bagian anteior nya. Memiliki batil isap mulut dan batil isap perut Testis bercabang banyak,letaknya di pertengahan badan berjumlah 2.

20

21 Fasciola hepatica memiliki telur yang besar, berbentuk oval berwarna kuning sampai kecoklatan dan mempunyai operkulum. berukuran panjang mikron, dan lebar mikron Telur yang belum matang, keluar bersama fases.

22

23 Next… Pematangan dalam air menghendaki suhu optimal 22-25oC selama 9-15 hari. Setelah itu menetaslah mirasidium dari telur dalam waktu 8 jam mirasidum ini harus menembus keong air untuk melanjutkan pertumbuhannya. Keong yang bertindak sebagai hospes intermedietnya ialah jenis Lymnaea. Dalam keong mirasidium menjadi sporokis muda.

24 Siklus hidup

25 Trematoda Hati Clonorchis sinensis Opistorchis felineus Anggie Herdianti

26 Clonorchis sinensis Hospes : Manusia, kucing, anjing Penyakit : klonorkiasis Penyebaran Geografik : Timur Jauh Tinggal di hati manusia Di temukan di saluran empedu dan kantong empedu

27 Morpologi Clonorchis sinensis Berukuiran mm berbentuk lanset,seperti daun dan dalam keadaan hidup terlih bening.permukaan badan licin,alat isap mulut jelas lebih besar dari alat isap perut

28 Telur : 1. Bentuk seperti botol ukuran 25–30µm 2. warna kuning kecoklatan 3. Kulit halus tetapi sangat tebal 4. Pd bagian ujung yg meluas terdapat tonjolan 5. Berisi embrio yg bersilia (miracidium) 6. Operculum mudah terlihat 7. infektif untuk siput air Cacing Dewasa : 1. Ukuran 12 – 20 mm x 3 – 5 mm 2. Ventral sucker < oral sucker 3. Usus (sekum) panjang dan mencapai bag. Posterior tubuh 4. Testis terletak diposterior tubuh & keduanya mempunyai lobus 5. Ovarium kecil terletak ditengah (anterior dari testis)

29 Bagian –bagian Clonorchis sinensis

30 Siklus Hidup

31 Habitat : saluran empedu hati dan sal. pankreas Hospes perantara I : keong Bulimus, Alocinma, Parafossarulus Hospes perantara II : ikan Cyprinoid Cara infeksi : makan ikan yang mengandung metaserkaria yang tidak dimasak dengan baik. Seluruh siklus hidup berlangsung selama 3 bulan

32 Opisthorchis felineus Hospes : manusia Reservoir : kucing dan anjing. Penyakit : opistorkiasis

33 Morfologi dan Siklus Hidup Habitat : sal. empedu dan sal. pankreas. Ukuran 7 – 12 mm Batil isap mulut > batil isap perut Telur : mirip telur C. sinensis, tapi lebih langsing Cara infeksi: makan ikan yang mengandung metaserkaria yg dimasak kurang matang

34

35 clo

36 Trematoda Paru Oleh : Nika Dwi Ambarwati Paragonimus westermani

37  Merupakan cacing paru yang berasal dari kelas trematoda  Bagian tubuh yang paling utama diserang adalah bagian paru-paru  Penyakit dari cacing ini adalah Paragonimiasis  Faktor Resiko: 1. Kebiasaan BAB di air 2. Kebiasaan membuang sputum /dahak di air 3. Kebiasaan makan kepiting/udang tidak dimasak dengan baik

38 Morfologi Cacing Dewasa Ukuran 7-12 x 4-6 mm,dan tebal 3-5mm Bersifat hermaprodit Testis bercabang, berjumlah 2 buah., Ovarium berlobus terletak di atas testis. Uterus pendek berkelok- kelok Kelenjar vitelaria terletak di 1/3 tengah badan. Mempunyai dua jenis alat isap yaitu oral sucker dan ventral sucker Bentuk :lonjong menyerupai daun, seperti biji kopi, Warna : coklat tua

39 Morfologi telur cacing  Telur berukuran x mikron  bentuk oval  memiliki operculum khas yang berdinding tebal  berwarna kuning kecoklatan  berisi sel sel ovum yang belum matang

40 Hospes Hospes Perantara 1 Keong air tawar/ siput air( Melania/semisulcospira sp ) Hospes Perantara 2 Ketam( Eriocheirsinensis)/kepiting Hospes definitif : Manusia, Kucing,Anjing

41 Siklus hidup Paragonimus westermani

42 Cara infeksi : Memakan ketam/udang mentah atau kurang masak yang mengandung metaserkaria Pencegahan : Dapat dilakukan dengan memasak setiap udang, keong,ketam maupun kepiting hingga matang dan menmghindari memakannya secara langsung (mentah). Pembuangan tinja dan sputum pada tempatnya juga dapat mengurangi penyebaran cacing Paragonimus westermani

43 Bentuk cacing Schistosoma mansoni

44 Schistosoma mansoni Morfologi : 1. Ukuran 150 μ m 2. Bentuk oval dengan salah satu kutubnya membulat dan yang lain lebih meruncing. 3. Spina terletak lateral dekat dengan bagian yang membulat,besar dan berbenutuk segitiga. 4. Kulit sangat tipis dan halus. 5. Warna kuning pucat. 6. Berisi embrio besar bersilia,diliputi membran (kulit dalam)

45 Ukuran telur Berukuran x µm, berwarna coklat kekuningan, transparan, dekat salah satu kutubnya terdapat duri lateral yang spesifik Umumnya nama penyakit dari cacing ini adalah Schistosomiasis

46 Hospes hospes definitif adalah manusia hospes perantara adalah siput Bhiomphalaria dan Australorbis Habitat cacing ini adalah pada vena mesentrika interior

47 Schistosoma mansoni jantan dan betina Jantan  panjang 6,4-12 mm  testis 8-9  tuberkulit kasar (berbentuk duri kasar) Betina  panjang 7,2-17 mm  uterus pendek berisi 1-4 butir telur  ovarium terletak di pertengahan tubuh bagian anterior

48 Cacing jantan & betina, bentuk dewasa

49 Daur hidup


Download ppt "By : Mirna Mufida Enchinostoma ilonacum. Morfologi Ciri-ciri khas berupa duri- duri leher dengan jumlah antara 37 buah sampai kira- kira 51 buah. Cacing."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google