Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

STRATEGI TERKINI PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "STRATEGI TERKINI PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN"— Transcript presentasi:

1 STRATEGI TERKINI PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN
Ny. Rokiah Kusumapradja

2 MUTU BILL CREECH ==> LIMA PILAR MANAJEMEN MUTU PRODUK PROSES
ORGANISASI KEPEMIMPINAN KOMITMEN

3 DEMING ==> 14 PRINSIP TENTANG MUTU
PENINGKATAN MUTU MERUPAKAN TUJUAN YANG SECARA KONSISTEN HENDAK DICAPAI PENERAPAN FILOSOFI MUTU PENGURANGAN KETERGANTUNGAN PADA PENGAWASAN PENGHENTIAN PENDAPAT BAHWA “ HARGA MEMBAWA NAMA “ PENINGKATAN YG BERKESINAMBUNGAN SISTEM PELAYANAN DAN PRODUKSI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KARYAWAN

4 KEPEMIMPINAN YG MEMPUNYAI KOMITMEN TERHADAP MUTU
LANJUTAN KEPEMIMPINAN YG MEMPUNYAI KOMITMEN TERHADAP MUTU PENGHILANGAN RASA TAKUT DALAM IKLIM KERJA PENGHILANGAN BARIER ANTAR UNIT KERJA PEMBATASAN SLOGAN PENGURANGAN PENEKANAN PADA ANGKA PENCAPAIAN TARGET PENGHILANGAN HAMBATAN TERHADAP KEPUASAN KERJA PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM DIKLAT YG MEMBANGUN PELAKSANAAN PROSES PERUBAHAN

5 JURAN : TRILOGI MUTU QUALITY PLANNING ( PERENCANAAN MUTU)
QUALITY CONTROL ( PENGAWASAN MUTU ) QUALITY IMPROVEMENT ( PENINGKATAN MUTU )

6 DEMING, CROSBY DAN JURAN ( 12 KONSEP MUTU )
KEPEMIMPINAN MANAJEMEN PUNCAK MERUMUSKAN KERANGKA KERJA MUTU TRANSFORMASI BUDAYA KERJA FOKUS PADA PELANGGAN FOKUS PADA PROSES PENDEKATAN KERJASAMA UNTUK PERBAIKAN PROSES PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BELAJAR DARI PRAKTIK DAN PENGAJARAN

7 TOLOK UKUR PERBANDINGAN RUJUKAN ( BENCHMARK)
LANJUTAN TOLOK UKUR PERBANDINGAN RUJUKAN ( BENCHMARK) PENGUKURAN MUTU DAN LAPORAN BERDASAR STATISTIK PADA SETIAP TINGKAT MANAJEMEN PENGAKUAN DAN PENGHARGAAN INTEGRASI MANAJEMEN

8 AKTIVITAS DALAM MUTU MANAJEMEN RISIKO : program pengelolaan risiko  mencegah permasalahan mutu dan mengembangkan sistem berbasis masalah yg telah dialami. UTILIZATION REVIEW: telaah pemanfaatan adalah mengkaji, menelaah, memonitor dan mengevaluasi layanan yg digunakan  efisiensisumber daya ( orang, uang, waktu) PEER REVIEW : tinjauan dan telaah pelayanan yg dilakukan sekelompok sejawat. INDIKATOR: instrumen yg dapat digunakan  indikasi kinerja / mutu pelyanan ( indikator kinerja dan indikator klinis )

9 LANJUTAN PROSEDUR TETAP: SOP yg merupakan pedoman petunjuk pelaksanaan atau pedoman praktik  digunakan sbg acuan memberikan pel AUDIT MEDIS : pendekatan sistematis  menelaah & menganalisis pel. Medis berdasarkan standar CLINICAL PATHWAY : peta pelayanan sbg cermin pola atau kecenderungan pel klinis bagi pasien biasa/ umum ALGORITMA : membantu proses pembuatan keputusan. Perbedaan yg mungkin terjadi berasal  clinical pathway BENCHMARKING : sebuah observasi dan perbandingan dg pel. Kes lain yg dianggap baik paling tdk serupa ( benchmarking internal atau kompetitif )

10 DIMENSI DAN KARAKTERISTIK MUTU
BAGAIMANA MELAKUKAN HAL YG BENAR ( DOING THE RIGHT THINGS ) : EFFICACY ( PELAYANAN MENUNJUKAN MANFAAT DAN HASIL YG DIINGINKAN PADA KONDISI IDEAL) APPROPRIATENESS ( PELAYANAN YG DIBERIKAN RELEVAN DAN TEPAT SESUAI KEBUTUHAN PELAYANAN BERMUTU BERCIRIKAN MELAKUKAN HAL YG BENAR TERSEBUT SECARA BENAR ( DOING THE RIGHT THINGS RIGHT ) AVAILABILITY ( TERSEDIA PELAYANAN YG DIBUTUHKAN ) TIMELINESS ( TEPAT WAKTU )

11 EFFECTIVENESS ( keberhasilan di dalam kondisi riil di lapangan )
LANJUTAN EFFECTIVENESS ( keberhasilan di dalam kondisi riil di lapangan ) CONTINUITY ( pel yg diberikan berkelanjutan dan terkoordinir dari waktu ke waktu ) SAFETY ( keamanan pelayanan yang diberikan ) EFFICIENCY ( efisiensi pelayanan ) RESPECT AND CARING ( sopan, hormat, penuh perhatian )

12 DIMENSI DAN KARAKTERISTIK MUTU LAINNYA :
ACCEPTABILITY ( sejauh mana pel. Yg diberikan dapat diterima oleh masy.: memenuhi harapan, kebutuhan, pandangan dan pilihan penerima ) LEGITIMACY / ACOUNTABILITY ( pel dapat dipertanggung jawabkan ) ACCESSIBILITY ( pel yg diberikan dapat dicapai ) AMENITIES ( kenyamanan ) TECHNICAL COMPETENCE ( kompetensi teknis ) INTERPERSONAL RELATIONSHIP ( hubungan antar manusia )

13 lanjutan AFFORDABILITY : terjangkaunya pelayanan oleh masy)
RELIABILITY ( dapat dipercaya ) ASSURANCE ( jaminan ) TANGIBLE ( nyata / tampak ) EMPHATY ( empati) RESPONSIVENESS ( sikap responsif)

14 PERUBAHAN BENTUK PROGRAM MUTU
TOTAL QUALITY MANAGEMENT CONTINOUS QUALITY IMPROVEMENT QUALITY ASSURANCE QUALITY CONTROL

15 PERBANDINGAN PEMIKIRAN TRADISIONAL DAN TQM
Mutu tgjwb manajemen Pelanggan  pihak luar  kita menjual pel. Cukup baik adalah cukup baik Kt membutuhkan org terbaik utk melakukan mutu Vendor dan pemasok bukan merupakan bag. Organisasi Mutu diperolah dari inspeksi,rejeksi, kerja ulang Jika tdk ada yg rusak , tdk perlu diperbaiki Peningkatan kualitas  mahal TQM Mutu tgjwb semua orang Pelanggan ( internal dan eksternal bag vital org Tdk ada yg kurang 100% setiap usaha yg dilakukan Kita memiliki org terbaik u/ melakukan mutu Vendor dan pemasok  bag dari organisasi Mutu dibangun  pelayanan sejak awal input dan proses Jika tdk rusak  perbaikilah , peningatan secara terus menerus Peningkatan kualitas  menurunkan biaya

16 LISENSI, AKREDITASI DAN SERTIFIKASI
LISENSI : sebuah proses pemberian izin yg dilakukan oleh pihak pemerintah yg berwenang ( perorangan atau organisasi )  operasional atau menjalankan praktik AKREDITASI : proses formal guna mengenali atau menilai sebuah organisasi telah memenuhi dan menerapkan standar yg telah ditetapkan oleh badan indpenden/ pemerintah SERTIFIKASI : ( organisasi atau perorangan)  penilaian sejauh mana kriteria/ persyaratan dapat dipenuhi  Oragnisasi  menunjukan kapasitas, teknologi / pel telah memenuhi persyrsratan Perorangan  menunjukan kompetensi spesifik terhadap orang tersebut

17 TEHNIK DAN LANGKAH- LANGKAH PENINGKATAN MUTU
DONABEDIAN (1980): MENGUMPULKAN INFORMASI PROSES PEL MENGANALISIS INFORMASI  LIHAT KECENDERUNGAN (TREND ) MENGGAMBARKAN DAN MENERANGKAN KECENDERUNGAN (TREND ) MENGOREKSI SETIAP KEKURANGAN YG TERINDENTIFIKASI MELANJUTKAN PROSES  MELAKUKAN MONITORING PERFORMA

18 TEKNIK YG DIGUNAKAN FOCUS PDCA ( PLAN, DO, CHECK, ACTION)
CURAH GAGASAN ( BRAINSTORMING) ANALISIS SIPOC ( SUPLIER, INPUT, PROSES, OUTPUT, CUSTOMER )

19 PENDEKATAN STATISTIK FLOW CHART ( BAGAN ALUR YG MENGGAMBARKAN ALUR/ LANGKAH- LANGKAH DALAM PROSES ) DIAGRAM SEBAB AKIBAT LEMBAR PENGECEKAN ( CHECKSHEET) GRAFIK PARETO DIAGRAM KENDALI HISTOGRAM DIAGRAM SEBAR ( SCATER DIAGRAM) DAN ANALISIS KORELASI

20 EVALUASI MUTU PELAYANAN
MODEL EVALUASI MUTU STRUKTUR PROSES OUTCOME FEED BACK KAJIAN INTERNAL ( APA , SIAPA, KAPAN, BAGAIMANA) KEBIJAKAN PROSEDUR OEPRASIONAL TUPOKSI INDIKATOR KINERJA 3. SERQUAL ( ZEITHHAML,DKK )10 DIMENSI TANGIBLE, RELIABILITAS, RESPONSIVENESS,, KOMPETENSI , KESOPANAN, KREDIBILITAS, KEAMANAN , AKSES, KOMUNIKASI, PEMAHANAN THD PELANGGAN TANGIBLE, RELIABILITAS, RESPONSIVENESS, EMPATI, ASSURANCE

21 ISO DAN CLINICAL GOVERNANCE
ISO : ORGANISASI STANDAR SISTEM MUTU YG DIAKUI SECARA INTERNASIONAL; BADAN AKREDITASI : NACCB, RAB, JAB, SGS SUCOFINDO, TUV, DLL ADA 5 SERI STANDAR : ISO 9000, ISO ( disain, pengembangan produk, pelayanan ), ISO 9002 ( produksi, instalasi,pel), ISO 9003( inspeksi dan tes akhir), ISO 9004 bersifat tidak mengikat SEdangkan ISO 9001, ISO 9002 , ISO 9003 ( bersifat kontraktual)

22 SISTEM MANAJEMEN KUALITAS ISO 9000
TUJUAN ISO 9000 : KOMITMEN PERUSAHAAN TERHADAP MUTU PRODUK, EFISIENSI, EFEKTIVITAS, PRODUKTIVITAS DAN PENINGKATAN PROSES YG SEDANG OPERASIONAL KEBERHASILAN TERGANTUNG : KOMITMEN YG DIBANGUN SDM MOTIVASI TAHAPAN PELAKSANAAN : SOSIALISASI/ PEMAHAMAN KONSULTAN MENDEFINISIKAN RUANG LINGKUP  PROSES PENGEMBANGAN SESUAI RUANG LINGKUP IMPLEMENTASI PENILAIAN  BADAN SERTIFIKASI

23 ELEMEN ISO 9000 ISO 9003 = 17 ELEMEN ISO 9002 = 19 ELEMEN

24 Prinsip clinical governance
AKUNTABILITAS CONTINOUS QUALITY IMPROVEMENT STANDAR PELAYANAN YG BERMUTU TINGGI PENGKONDISIAN LINGKUNGAN YG MENDUKUNG UPAYA PENINGKATAN MUTU Menerapkan ISO 9000 artinya telah menerapkan clinical governance


Download ppt "STRATEGI TERKINI PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google