Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FETAL PHASE Embryolgy II

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FETAL PHASE Embryolgy II"— Transcript presentasi:

1 FETAL PHASE Embryolgy II
OLEH MAY VALZON

2 PEMBENTUKAN EMBRYO DAN FETUS
Minggu I – Minggu III: Minggu I Minggu II Minggu III Ovulasi – Implantasi Bilaminar germ discus Trilaminar Germ Disc Minggu III – Minggu VIII Periode Embryogenic/Organogenesis Minggu IX – Lahir Periode Fetus Bagaimana Anda mengintegrasikan Ilmu Embryologi dengan Ilmu Obsetri?

3 Embryonic Period/Organogenesis 3rd – 8th Weeek
Turunan ektoderm Sistema nervosum Sistema integumentum Turunan mesoderm Sistema musculoskletal Sistema cardivasculare Pelura, pericardium, dan peritonium Ginjal Lien Turunan endoderm Sistema digestorium Epithelium Sistema respiratorius bawah Epithelium sistema urinarius bawah Sel germinal

4 ORGANOGENESI (Mg III-VIII)
Pembentukan Organ dan Sistem Organ dari 3 lapisan germinal Pada akhir periode ini terbentuk Embryo (Janin mini): Sudah memiliki organ-organ utama dan tampakan ekternal  ukurannya kecil Fase Kritis perkembangan embryo Sensitif terhadapa pengaruh genetik dan Lingkungan Malformasi

5 Hari Tampakan 14-15 Primitive Streak 16-18 Notochordal 19-20 Pembentukan mesoderm intraembryonicum Neural fold terbentuk 20-21 Neural fold meninggi  neural groove Embryo mulai membengkok (cranio-caudal) 22-23 Fusion of neural folds begins in cervical region; cranial and caudal neuropores open widely; visceral arches 1 and 2 present; heart tube beginning to fold 24-25 Cephalocaudal folding under way; cranial neuropore closing or closed; optic vesicles formed; otic placodes appear 26-27 Caudal neuropore closing or closed; upper limb buds appear; three pairs of visceral arches 28-30 Fourth visceral arch formed; hindlimb buds appear; otic vesicle and lens placode Hari Tampakan 31-35 Forelimbs paddle-shaped; nasal pits formed; embryo tightly C-shaped 36-42 Digital rays in hand and foot plates; brain vesicles prominent; external auricle forming from auricular hillocks; umbilical herniation initiated 43-49 Pigmentation of retina visible; digital rays separating; nipples and eyelids formed; maxillary swellings fuse with medial nasal swellings as upper lip forms; prominent umbilical herniation 50-56 Limbs long, bent at elbows, knees; fingers, toes free; face more human-like; tail disappears; umbilical herniation persists to end of third month

6 Gambaran Fetus pada awal Minggu IX

7

8 Fetal period (Minggu III – Lahir)
Ciri Khas: maturasi organ dan pertumbuhan cepat janin CRL (crown-rump length): sitting height CHL (crown-heel length): standing height Perubahan Panjang Bln III, IV, V besar Perubahan BB 3 bln terakhir besar 𝛥 BB ↓ 𝛥 CRL ↑ 𝛥 BB ↑ 𝛥 CRL ↓

9 Perlambatan Pertumbuhan Kepala

10 Bulan III Muka  mirip manusia: Mata di anterior, telingan mendekati posisi normal Ekstrimitas atas berkembang baik Ektrimitas bawah blm sempurna  terlalu pendek Mg XII  Osifikasi tulang panjang I Genetilaria eksterna bisa dikenali dg USG Berakhirnya Herniasi Intestinal Loops (mg 6-Mg 12)

11 Fetus Minggu XI Herniasi Intestinal Loop Minggu XII

12 Bln IV-V Perubahan Panjang (CRL) sangat pesat  15 Cm (1/2 panjang lahir) Pertambahan BB rendah  Hanya 500 g (1/6 BB lahir) Tubuh fetus ditumbuhi rambut  Lanugo Hair Rambut tak berpigmen (halus), hilang sebelum lahir Tempat melekat vernix caseosa Ikut termakan oleh bayi  bagian dari meconium Lanugo Hair  Vellus Hair  Terminal Hair Bln V  gerakan Bayi bisa dirasakan Ibu Glandula sebacea  menghasilkan Vernix caseosa

13

14 Vernix Caseosa Lemak putih seperti keju  menyelimuti kulit bayi ketika dilahirkan  produk dr glan.sebacea (dibentuk mulai Bln V) Fungsi Vernix caseosa: isolator, termolegulator, lubrikan, melindungi dari cairan amnion

15 Paruh ke-2 Kehamilan (6-9 bln)
Bln ke 6: kulit merah dan keriput karena kurang jaringan ikat. Jika dilahirkan sulit bertahan hidup karena sistem respirasi blm matur Bln 7  90% bertahan hidup Bln 8 dan 9  membulat karena deposit lemak subkutaneous. BB bertambah pesat terutama 2,5 bulan terkahir (Bertambah ½ BB lahir (1.500 g) Saat lahir: BB mencapai 3500 gram, CRL = 36 cm , dan CHL =50 cm

16 Bulan ke-7 Janin membulat  deposisi lemak subkutan Mampu bertahan jika dilahirkan

17 Waktu Kelahiran HPMT  40 Minggu (280 hari)
Mulai Fertilisasi (akurat) ??? Aplikasikan dalam menghitung hari kelahiran!  hanya berlaku untuk siklus 28 hr (teratur) 266 hari, mengapa? Contoh soal: Seorang Ibu Muda datang ke dokter karena sudah terlambat menstruasi selama 2 bulan, Bagaimana cara dokter menanyakan HPMT? Bagaimana dokter tau usia janin secara akurat? Diketerahui HPMT: 13 Oktober 2015, Kapan perkiraan waktu lahir?

18 Miskalkulasi Siklus Menstruasi yang tidak teratur
Pendarahan 14 hari setelah HPMT  akibat aktivitas erosif implantasi Waktu kelahiran Normal dibuat dalam rentang 2 minggu 40 ± 2 Minggu  38 – 42 Minggu (HPMT) Jika lahir sebelumnya  prematur Jika lahir setelahnya  post matur

19 Usia Janin dg USG USG  bisa menentukan usia janin secara pasati dengan melihat perkembangan organ CRL  7-14 minggu BPD, lingkar kepala, lingkar perut, dan panajng femur  16-30minggu

20 Korelasi Klinis BBLR IUGR BB Normal  2.500 g – 4000 g
BB janin pada level atau lebih rendah 10 percentil dari BB yang diharapkan  artinya apa? Kondisi ini disebut SGA Ketika dilahrikan menjadi  BBLR

21 Perkembangan fungsi

22 PEMBENTUKAN PLASENTA

23 Fetal membrans and placenta
Placenta berasal dari perkembangan tropoblast Tropoblast membentuk vili menginvansi endometrium  sel-sel menyatu membentuk syncitiotropoblast Vili terpancang pd mesoderm ekstraembryonik (lempeng chorion) Pembentukan lacuna (spatium intravilli)

24 Pembentukan Villus

25 Bulan Ke-2: Perkembangan villus pada kutub embryonik

26 Gambar A dan C (minggu IV)  Endovascular invantion
Gambar B dan D ( Bln IV)  jarak anatara lakuna dan kapiler fetus semakin sempit Korelasi Klinis: Kegagaln Endovascular Invantion  Preeklamsia

27 Chorion frondosum dan decicua basalis
Chorion frondosum (semak korion) vili yang berkembang didaerah kutub embryonikum Bln 3 vili tersebut hilang, chorion didaerah itu disebut, chorion laeve DECIDUA  jaringan uterus fungsional terdiri sel-sel decidua Embryonik pole  decidua basalis: sel decidua dg glikogen dan lemak berlebihan Abembryonik pole  decidua capsularis : akan hilang karena terbentuknya vesikel chorionic  decidua parietalis

28 Struktur placenta Bln IV, placenta memiliki 2 bagian:
fetal portion: chorion frondosum Maternal potion: decidua basalis Zona junctional: syncytial dan sel decidua bercampur  besar2 Decidual septa (bln V)  measuk ke ruang intervilus  membagi chorion frondosum  Cotyledon

29 Full-term plasenta Diameter: 15 – 25 cm, tebal 3 cm, berat gram Lahir  mnt setelah bayi Permukaan maternal Terdapat ktiledon Permukaan fetal dibungkus lempeng chrion, ada tali pusat (corda umbilicalis)  posisi eksentrik/marginal

30 Sirkulasi placenta @Cotyledon menerima 80 – 100 a. spiralis yg membawa darah kaya oksigen memasuki ruangan intervilus (tekanan tinggi)  cabang-cabang kecil vilus. Setelah tekanan turun  darah kembali ke decidua menuju vena endometrialKapasitas spatium intervilli: 150 ml darah  berganti tiap 3-4 kali permenit Permuakaan vili korialis  4 – 14 m2

31

32 Sawar darah placenta < Bln 4 barier darah placenta (membrana placenta), terdiri dari 4 lapis : Lapisan endotel pembuluh fetal Jaringan ikat vilus Lapisan sitotropoblast Syncitium Setleah 4 bln  membran plasenta menjadi snagat tipis  2 lapis saja: Endotel fetal Syncitium

33 Fungsi placenta Pertukaran gas Pertukaran nutrient dan elektrolit
Transmisi antibodi maternal  IgG Mulai masuk usia kehamilah 14 minggu Menglihang usia 3 tahun Produksi Hormon: hCG (2 bln pertama)  memeliharan corpus luteum Progesteron  pengganti corus luteum Menghasilkan estriol Somatotropin  meningkatkan kadar gula Ibu  prioritas untuk fetus

34 Korelasi Klinis Erithrobastosis Fetalis
Ag Eritrosit fetus  menimbulkan reaksi imun Ibu  pembentukan Ab Ab Ibu menyerang eritrosit fetus  hemolisis besar-besaran  menstimulasi munculnya erythro-blast di darah fatus Pada beberapa kasus anemia sangat parah  fetal hydrop Terjadi karena inkompatibilitas Rh (paling sering) Bisa juga terjadi karena Inkompatibilitas ABO (lebih ringan dan jarang)

35 Korelasi Klinis Substansi yang lolos plasenta:
Progestin sintetis  maskulinisasi Estrogen sintetis  kanker vagina dan abnormalita testis Virus: Rubella, CMV, coxsackie, variola, varicella, polio Obat-obatan

36 CAIRAN AMNION Dibentuk oleh sel amnion dan sebagain besar dari serum Ibu Fungsi: Mengabsorbsi guncangan Mencegan perlekatan dengan membran amnion Pergerakan embryo Bln 5  Bayi menelan cairan amnion dan dikeluarkan melalui urin

37

38 Fetal membran pada kembar dizigotik

39 KEMBAR = GEMELLI

40 Twin defect Vanishing twin Fetus papyraceus Twin tranfusion syndrome
Conjoin (siamese) twins: Thorakopagus Pygopagus Craniopagus

41 Critical period in human development

42 Birth defect = congenital malformation = congenital anomaly  Teratology
Anomali Mayor Anomali Minor atau bersamaan dengan amomali Mayor

43 Tipe abnormalitas: Malformasi  gangguan pada fase embryonic
Deformasi  periode fetus  Tekanan gaya yg lama pada struktur. Contoh: CTEV akibat penekanan pada cavum amnion Syndrome Sekumpulan kelainan yang terjadi bersamaan dg sebab yang sama Contoh: VECTRL association ToF

44

45 Faktor Lingkungan (1940-an)N. Gregg menemukan infeksi Rubella memepengaruhi embryo (1961) W. Lenz  Thalidomide  phocomelia Zat-zat yang menyebabkan kondisi anomali  teratogen

46

47 Jenis Teratogen Infectious agents Rubella virus Cataracts, glaucoma, heart defects, deafness, tooth abnormalities Cytomegalovirus Microcephaly, blindness, mental retardation, fetal death Herpes simplex virus Microphthalmia, microcephaly, retinal dysplasia Varicella virus Limb hypoplasia, mental retardation, muscle atrophy HIV Microcephaly, growth retardation Toxoplasmosis Hydrocephalus, cerebral calcifications, microphthalmia Syphilis Mental retardation, deafness Physical agents X-rays Microcephaly, spina bifida, cleft palate, limb defects Hyperthermia Anencephaly, spina bifida, mental retardation, facial defects, cardiac abnormalities, omphalocele, limb defects Chemical agents Thalidomide Limb defects, heart malformations Aminopterin Anencephaly, hydrocephaly, cleft lip and palate Diphenylhydantoin (phenytoin) Fetal hydantoin syndrome: facial defects, mental retardation Valproic acid Neural tube defects, heart, craniofacial, and limb anomalies

48 Jenis Teratogen Kongenital Malformasi Trimethadione Cleft palate, heart defects, urogenital and skeletal abnormalities Lithium Heart malformations Amphetamines Cleft lip and palate, heart defects Warfarin Chondrodysplasia, microcephaly ACE inhibitorsa Growth retardation, fetal death Cocaine Growth retardation, microcephaly, behavioral abnormalities, gastroschisis Alcohol Fetal alcohol syndrome, short palpebral fissures, maxillary hypoplasia, heart defects, mental retardation Isotretinoin (vitamin A) Vitamin A embryopathy: small, abnormally shaped ears, mandibular hypoplasia, cleft palate, heart defects Industrial solvents Low birth weight, craniofacial and neural tube defects Organic mercury Neurological symptoms similar to those of cerebral palsy Lead Growth retardation, neurological disorders Hormones Androgenic agents (ethisterone, norethisterone) Masculinization of female genitalia: fused labia, clitoral hypertrophy Diethylstilbestrol (DES) Malformation of the uterus, uterine tubes, and upper vagina; vaginal cancer; malformed testes Maternal diabetes Variety of malformations; heart and neural tube defects most common Maternal obesity Heart defects, omphalocele

49 Prinsip Teratologi Susceptibility to teratogenesis depends on the genotype of the conceptus Susceptibility to teratogens varies with the developmental stage at the time of exposure. Manifestations of abnormal development depend on dose and duration of exposure to a teratogen Teratogens act in specific ways (mechanisms) on developing cells and tissues to initiate abnormal embryogenesis (pathogenesis). Manifestations of abnormal development are death, malformation, growth retardation, and functional disorders

50 Korelasi Klinis Suplementasi Garam beryodium Suplementasi Folat
Dokter memperhatikan obat-obat yang diberikan kepada Ibu Hamil  lihat status obat Pengunaan Vitamin A (retionid)  Neural tube defek

51 Diagnosis Prenatal USG Maternal serum screening, Amniocentesis,
Chorionic villus sampling


Download ppt "FETAL PHASE Embryolgy II"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google