Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM SILVIKULTUR DAN METODE REPRODUKSI

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM SILVIKULTUR DAN METODE REPRODUKSI"— Transcript presentasi:

1 SISTEM SILVIKULTUR DAN METODE REPRODUKSI
Laboratorium Silvikultur dan Agroforestry Fakultas Kehutanan UGM

2 Sistem Silvikultur Smith (1986) mendefinisikan sistem silvikultur sebagai suatu program terencana dari tindakan-tindakan silvikultur yang dilakukan selama periode satu daur dari suatu tegakan, yang tidak hanya meliputi tebang reproduksi, tetapi juga mencakup tebang pemeliharaan Nyland (1996) menjelaskan bahwa sistem silvikultur merupakan suatu program jangka panjang dalam mengelola tegakan hutan secara lestari untuk serangkaian tujuan. Sistem siilvikultur mencakup 3 fase komponen dasar atau fungsi, yaitu regenerasi (permudaan), pemeliharaan dan pemanenan.

3 Sistem Silvikultur Pemanenan Pemeliharaan Permudaan
Sumber : Victoria, 1999

4 Tiga phase komponen perlakuan
dasar atau fungsi sistem silvikultur Phase Komponen Perlakuan Permudaan Alam atau Buatan (penanaman dengan biji atau dengan bibit Pemeliharaan Tebang pembebasan,Pruning, Penjarangan,Tebang antara Pemanenan Tebang habis, Shelterwood, Seed tree danTebang pilih

5 Perlakuan silvikultur
Kondisi sosial-ekonomi Tujuan pengelolaan Kondisi ekologis Perlakuan silvikultur Suatu sistem silvikultur yang diterapkan pada suatu tegakan akan memperhatikan semua komponen-komponen perlakuan, mengatur dan menyesuaikan komponen-komponen tersebut untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh pengelola.

6 suatu kesatuan silvikultur
Sistem silvikultur Kualitas tapak Tegakan hutan Komposisi Struktur Umur Spasial arrangement Ukuran kelas distribusi suatu kesatuan silvikultur atau managemen.

7 Optimalisasi hasil panen
Peningkatan kualitas pohon dan tegakan Pemendekan periode investasi Minimalisasi investasi Pelestarian ekosistem dan produktivitasnya Kriteria sistem silvikultur (Nyland, 1996) :

8 Sistem silvikultur yang dirancang dengan baik akan juga memperhatikan kelestarian hasil nonkayu (nonwood products) seperti : perlindungan tapak dan ekosistem menstabilkan tanah dan pencegahan erosi pengawetan populasi asli dari serangga, jamur, dan mikroorganisme penting peningkatan habitat untuk binatang liar dan tumbuhan asli peningkatan hasil air, kualitas air, dan jaminan habitat yang sesuai bagi ikan-ikan asli menghasilkan makanan dan habitat bagi ternak yang dipelihara peningkatan kualitas pemandangan bentang alam dan menciptakan kesempatan yang lebih baik bagi terselengarakannya kegiatan wisata alam

9 dan teknik silvikultur
Aspek Sistem silvikultur Kelangsungan produksi Penyelamatan tanah dan air Perlindungan alam dan teknik silvikultur Indonesia memiliki sumberdaya alam hutan yang sangat luas dengan formasi vegetasi yang sangat beragam sihingga diperlukan sistem-sitem silvikultur yang berbeda.

10 Metode Permudaan Metode permudaan merupakan suatu prosedur dimana suatu tegakan dibangun atau diperbaharui selama periode permudaan baik secara alamiah atau buatan (Smith, 1986) Permudaan buatan alam menciptakan kondisi lingkungan yang terbaik bagi pertumbuhan tegakan baru

11 Sistem Silvikultur Hasil yang optimal Metode Hutan tinggi
Kondisi Tegakan Metode Hutan tinggi (High Forest Method) 1. Tebangan yang menghasilkan tegakan seumur 2. Tebangan yang menghasilkan tegakan tidak seumur Sistem Silvikultur Hasil yang optimal Berasal dari berbanyakan vegetatif (Low Forest Method) atau (Coppice Forest Method)

12 Metoda Hutan Tinggi (High Forest Methods) Tebang habis (clear cutting) Tegakan Seumur (even-aged stands) Metode shelterwood (shelterwood method) Metode pohon biji (seed-tree method) Tegakan tidak seumur (uneven-aged stands) Tebang Pilih (selective cutting)

13 Metode Shelterwood Tebang Pilih (Selective cutting)
Anakan alam sebagai bahan permudaan

14 (coppice forest methods)
Metode hutan pangkas (coppice forest methods) yaitu metode permudaan yang bahan tanamannya berasal dari pembiakan vegetatif Metode hutan pangkas standard (coppice method with standard); Metode pangkas (coppice method) permudaan terjadi dari tunas-tunas yang tumbuh setelah dilakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon yang telah siap untuk diremajakan permudaan dilakukan dengan kombinasi, sehingga pada arael yang sama terdapat pohon-pohon yang berasal dari tunas pangkas dan dari biji

15 Hutan Alam dan Hutan Tanaman satu cohort dan multicohort

16 Formulasi Sistem Silvikultur
RS dirancang untuk menangani seluruh komplek-sitas ekosistem hutan : baik biologis maupun fisik dan dengan memper-timbangkan faktor ekonomi yang meliputi problem pembalakan (Eksploitasi), administrasi (pemilihan intensitas pengelolaan), manipulasi pertumbuhan tegakan, pemeliharaan dan pengendalian margasatwa, dan proteksi terhadap tegakan, tanah dan daerah aliran sungai. Formulasi dari regime silvikultur harus dimulai dari analisis faktor alam dan sosio-ekonomi dari kondisi hutan.

17 Peran Pengusaha dalam Memformulasikan Sistem Silvikultur
Perencana harus tahu tentang tujuan dari pengusaha/pemegang HPH Silvikulturis/Forester/Ahli kehutanan harus bisa membantu memilih tujuan pengusahaan hutan, sebelum memformulasikan program silvikultur, karena masing-masing tujuan akan berpengaruh terhadap formulasi program silvikulturnya

18 Sistem Silvikultur Sebagai Hipotesis Kerja
Sistem silvikultur dalam praktek, harus disertai pengertian pengetahuan yang lengkap tentang kelestarian sumberdaya serta faktor-faktor penunjang lainnya (seperti perubahan faktor sosial yang berpengaruh pada masing-masing tegakan) Evaluasi harus dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Tidak ada satu sistem yang bisa diterapkan di setiap tempat, penyesuaian harus dilakukan agar sistem tersebut dapat berhasil dengan baik.


Download ppt "SISTEM SILVIKULTUR DAN METODE REPRODUKSI"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google