Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGANTAR ILMU EKONOMI MIKRO SEMESTER I

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGANTAR ILMU EKONOMI MIKRO SEMESTER I"— Transcript presentasi:

1 PENGANTAR ILMU EKONOMI MIKRO SEMESTER I

2 KONTRAK KULIAH 1. TARGET KULIAH 14 – 16 KALI PERTEMUAN TERMASUK QUIS, MID DAN UAS 2. KEHADIRAN MINIMAL 80% DARI TOTAL PERTEMUAN (11 – 13 TATAP MUKA) 3. KEHADIRAN 50% ˂ 80% TUGAS MENCARI BUKU DAN DIRESUME KUMPUL SAAT UAS 4. KURANG DARI 50% TIDAK DAPAT UAS. 5. IZIN BOLEH TIDAK DIHITUNG DALAM PERTEMUAN

3 PENGANTAR EKONOMI MIKRO LITERATUR
Iskandar Putong, SE., MMSI, 2010, Pengantar Ekonomi Mikro & Marko Penerbit Ghalia Indonesia 2. Drs. Henry Sarnowo, M.Si. Dan Drs. Danang Sunyoto, SE., SH., MM. 2011, Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro, Penerbit , CAPS Yogyakarta 3. Sadono Sukirno, 2006, Mikro Ekonomi Teori Pengantar, Penerbit PT. Grafindo Persada, Jakarta.

4 Ruang lingkup dan permasalahan ekonomi
Pengertian ekonomi, Ilmu ekonomi dan manfaat mempelajarinya Ekonomi (economic) oikos dan nomos  Yunani Oikos  rumah , nomos  peraturan Ekonomi  Peraturan rumah tangga Dalam perkembangannya ekonomi bisa berarti : dapat terjangkau, hemat, sederhana

5 Apa yang diatur dalam rumah tangga ?
 Masalah pemenuhan kebutuhan yang tak terbatas Mengapa perlu diatur ?  Karena alat untuk memenuhi kebutuhan terbatas. Jadi, masalah yg dihadapi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan adalah bahwa kebutuhannya tidak terbatas, sementara alat pemuas kebutuhannya terbatas Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu ilmu yaitu ilmu ekonomi

6 Definisi Prof. P.A. Samuelson  Ilmu ekonomi adalah suatu studi bagaimana orang-orang dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa uang, dengan menggunakan sumberdaya yang terbatas tetapi dapat dipergunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikan untuk keperluan konsumsi. Mankiw  Ilmu ekonomi dapat diartikan sebagai studi tentang bagaimana masyarakat mengelola sumber daya yang selalu terbatas dengan logika. Disimpulkan  Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana tindakan/usaha manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan dengan sumber daya yang dimilikinya

7 Apa manfaatnya mempelajari ilmu ekonomi
Ilmu ekonomi dapat membantu memahami wujud perilaku ekonomi dalam dunia nyata secara lebih baik Dengan mempelajari ilmu ekonomi akan membuat seseorang lebih pandai dalam perekonomian Dengan menguasai ilmu ekonomi maka akan memberikan pemahaman atas potensi dan keterbatasan kebijakan ekonomi.

8 PENGGOLONGAN DAN JENIS ANALISIS ILMU EKONOMI
Ilmu ekonomi terbagi menjadi dua bagian yang menurunkan ilmu ekonomi teori dan terapan yaitu ilmu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Aspek analisis ek mikro : 1. Teori permintaan dan penawaran 2. Elastisitas 3. Model-model pasar 4. Industri 5. Teori harga 6. Teori produksi.

9 Aspek yg dianalisis ek makro
Pendapatan nasional Neraca pembayaran Kesempatan kerja Inflasi Investasi Pengembangan ilmu Ek Mikro : ek. Manajerial, ek lingkungan, ek regional, ek SDA dsb Ilmu Ek makro : ek. Moneter, ekonomi pablik, ek. Pembangunan, dsb.

10 Jenis analisis dalam ilmu ekonomi :
1. Ilmu ek diskriptif  ILmu ekonomi yang memberikan gambaran tentang suatu kondisi ekonomi yang sebenarnya Teori ilmu ekonomi  didasarkan pada kondisi nyata yg terjadi pada masyarakat yang disederhanakan terutama mengenai sifat-sifat hubungan ekonomi – disebut asumsi Teori ekonomi aplikasi  cabang dari mik-mak bertujuan menganalisis dan menelaah tentang hal-hal yg perlu dilakukan mengenai suatu kejadian dalam perekonomian.

11 Sifat, metode dan pernyataan (postulat) dalam teori ekonomi
Sifat dan metode teori ekonomi Definisi  supaya dapat diterima dengan cepat secara logis maka setiap variabelnya diberi definisi Asumsi atau pemisalan  untuk membatasinya agar teori dan hukum-hukum dapat berlaku dengan baik Hipotesis  untuk memberikan batasan kesimpulan mengenai suatu yang dinalisis/diteliti Ramalan/forcast/estimasi  suatu bagian inti dalam ilmu ekonimi.

12 5. Penggunaan grafik (Kurve)  untuk menjelaskan hubungan antar variabel ekonomi
6. Asas rasionalitas  ilmu ekonomi mensyaratkan bahwa individu/masyarakat harus rasional dalam menggunakan sumber daya untuk memenuhi kebutuhannya. 7. Persamaan identitas,  umumnya model ekonomi dituangkan dalam notasi persamaan matematika –> x = y akan benar kalau mendefinisikan benar

13 Pernyataan dalam teori ekonomi (Postulat Positif dan Normatif)
Dalam tori ek. terdapat dua pernyataan : Pernyataan positif  pernyataan yg menunjukkan pada kondisi yang sebenarnya terjadi (descriptive), Pernyataan normatif  pernyataan petunjuk (prescriptive) yang mengandung arti apa sebaiknya, yang harus, Disebut normatif karena pernyataan itu bukan berdasarkan fakta berlaku dimana-mana sehingga belum dapat dijadikan dasar teori yang berlaku umum

14 PERANAN ILMU LAIN DALAM ILMU EKONOMI
Terutama adalah matematika dan statiska, dalam membentuk model sekaligus menjelaskan hubungannya antar variabel dalam eko. Sedangkan ilmu lain,  fisika, sosiologi, hukum, sejarah, politik berperan pada cabang ilmu eko.  ekpem, ekling, dsb. Matematika, statisk tidak memberi warna pada analisis ilmu eko. Melaikan sebagai alat untuk mempermudah analisis dan menjelaskan, alat ekonomi yang tradisional adalah grafik/ kurva hanya mampu menjelaskan dua variabel

15 MASALAH-MASALAH EKONOMI DAN SISTEM PEREKONOMIAN
a. Barang apakah yang akan diproduksi dan berapa banyaknya (WHAT) Hal ini berhub. dengan pemillihan skla perioritas pemenuhan kebutuhan masyarakat b. Bagaimana caranya barang tersebut diproduksi (HOW) Hal ini adalah berhub. dgn pemilihan teknologi yang akan digunakan. c. Untuk siapa barang tersebut diproduksi (FOR WHOM) Hal ini berhubungan dgn bagaimana mengalokasi/mendistribusikan pada masyarakat

16 2. SISTEM PEREKONOMIAN Hingga saat ini dikenal 3 sistem perekoenimian
Sistem pasar bebas/liberar atau kapitalis, perekonomian pasar Sistem komando, atau sistem perencanaan kadang disebut sistem sosialis Sistem campuran (hybrid mixtur)

17 Para pelopor Sistem liberal  ADAM SMITH yang mensyaratkan negara yang menganut sistem kapitalis, tidak ada campur tangan pemerintah Sistem sosialis  KARL MARK, dimana pemerintah campur tangan penuh dalam perekonomian masy. Sistem campuran  HEILBRONER, disatu sisi pemerintah memberi kebebasan masy berusaha disisi lain pemerintah turut campur tangan

18 Campur tangan pemerintah dalam bentuk :
Membuat peraturan atau undang-undang yang tujuannya untuk mengatur dan mengawasi kegiatan ekonomi masyarakat Mendirikan perushaan negara, tujuannya untuk masyarakat banyak Menetapkan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter ? SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA Pernah manganut sistem Neo-liberalisme ( ) sistem eko terpimpin (ORLA ) Sistem eko Pancasila (ORBA) Sistem eko Kerakyatan (REFORMASI 1998)

19 Sistem eko Pancasila adalah merupakan sistem ekonomi yang menyeimbangkan, menyelaraskan serta menyerasikan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan umum untuk mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial, berdasarkan asas kekeluargaan dan gotongroyong. Sistem eko kerakyatan adalah yg didasarakan pada mekanisme pasar dgn suatu persaingan yg adil dan mempertahankan pertumbuhan eko, keadilan, perioritas pada sosial, kualitas hidup, lingkungan dan pembangunan berkelanjutan

20 CORAK KEGIATAN DALAM PEREKONOMIAN
Corak perekonomian yang subsistem ditandai dgn adanya produksi yg dilakukan oleh masyarakat hanya untuk konsumsi semata. Corak perekonomian uang sudah mengenal alat perantara bagi pertukaran barang yang diproduksi Corak perekonomian kredit Menggunakan produk dahulu membayar kemudian Corak perekonomian digital Mengguanakan Smart Money/uang elektonik

21 PRINSIP PRINSIP DASAR EKONOMI
Prinsip ekonomi adalah patokan perilaku pelaku ekonomi yg mengarah pada tindakan yg sesuai dengan apa yang di harapkan dalam pengambilan keputusan. Dengan alat yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya” “berusaha dengan usaha sekecil mungkin (tertentu) untuk mendapatkan hasil yang maksimal”

22 Empat prinsip yang melandasi keputusan tingkat individu
Setiap individu harus selalu melakukan trade off Dalam pertukaran (perdagangan) ada 3 istilah a. Trade on yaitu melakukan konsumsi/ produksi tanpa menghilangkan (harus menambah) konsumsi/produksi barang lain. Trade in yaitu melakukan konsumsi/produksi dengan cara melepaskan (barter/berdagang)

23 c. Trade off yaitu melakukan konsumsi/produksi
didasarkan pada pengurangan secara berarti artinya jika ingin menambah salah satu barang maka harus mengurangi barang yg lain 2. Biaya adalah apa yang dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu 3. Orang berpikir secara bertahap 4. Kita (pelaku ekonomi) harus bereaksi terhadap insentif (membandingkan antara benefit and cost

24 Elemen Utama dalam Ilmu Ekonomi
Para ekonom telah menetapkan dasar-dasar ilmu ekonomi yang menjadi tolok ukur bagaimana ilmu ekonomi dipraktekan 1. Incentive matter,  tidak ada yang gratis There is No SuchThing as Free Lunch  Pelaku ekonomi selalu diperhadapkan dengan kelangkaan Valuntary Exchange Promotes Economic Progress  dalam perdagangan harus menguntungkan semua puhak

25 Transaction cost are an Obstacle to Exchange;
Reducing This Obstacle Will Help Promotes Economic Progress.  salah satu komponen yang menyebabkan harga suatu produk mahal adalah karena biaya transaksi relatif tinggi dan mengakibatkan permintaan menurun Increases in Real Income are Dependent Upon Increases in Real Output.  Pendapatan riil akan meningkat apabila produksi riil meningkat ( hukum Say : Supply creats its own demand)

26 The Four Sources of Income Growth. a) Improvements in worker skill;
b) Capital formation; c) Technological Advancement; d) Barter Economic Organization 7. Income is Compensation Derived from the Provision of services to Other, People Earn Income by Helping Other’s  Pada dasarnya pendapatan masyarakat berasal dari masyarakat itu sendiri (artinya kalau inging meningkatkan diri sendiri maka tingkatkanlah pendapatan orang lain)

27 Profits Direct Businesses Toward Activities that Increase Wealth  Kegiatan ekonomi hanya dapat digerakan dengan kegiatan usaha The “Invisible Hand” Principle Market Prices Bring Personel Self-Interst and the General Walfare into Harmony  Harga pasar adalah prinsip Tangan Yang tak kelihatan yang membawa individu dan kesejahteraan umum dalam keselarasan Ignoring Secondary effects and Long-term Consequences is the Most Common Source of Error in Economics  Pengabaian efek sekunder dan jangka panjang konsekwensinya adalah sumber kesalahan yang umum di (dalam) Ekonomi

28 PERMINTAAN dan PENAWARAN
Pengertian Permintaan, Hukum dan Teori Pengertian “Permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tetantu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu”

29 Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan :
1. Harga barang itu sendiri 2. Tingkat Pendapatan 3. Jumlah Penduduk 4. Selera dan ramalan/estimasi dimasa yad Harga barang lain (baik subtitusi maupum komplimenter) Jika hanya harga yang menditerminasi permintaan sedang faktor yang lain dianggap tetap (ceteris paribus) maka besar kecilnya permintaan ditentukan oleh harga.

30 Sebagaimana konse dari Alfert Marshall (penemunya) bahwa berlaku berbanding terbalik antara harga terhadap permintaan dan berbanding lurus antara harga terhadap penawaran, inilah yang disebut hukum permintaan atau hukumpenwaran Hukun Permintaan Bila harga sustu barang anaik, maka permintaan barang tersebut akan turun, sebaliknya bila harga turun maka permintaan akan naik Jika P maka QD Jika P maka QD

31 TEORI PERMINTAAN Hubungan antara permintaan dengan harga. Jika permintaan sangat banyak maka ada kecenderungan harga akan naik dan jika permintaan sedikit ada kecenderungan harga akan turun Jadi hubungan D dengan P adalah berbanding lurus Dengan demikian teori permintaan adalah :”perbandingan lurus antara permintaan dengan harganya yaitu apabila permintaan naik maka harga relatif akan naik dan sebaliknya apabila permintaan turun maka harga relatif akan turun”

32 2.1.2 SKEDUL DAN KURVA PERMINTAAN
Apabila kita memiliki sederetan data tentang jumlah barang dibeli dan harga barangnya maka akan tergambar tentang hukum permintaan atau teori permintaan, Jadi tabel yang memuat hubungan antara tingakat harga dengan jumlah permintaan disebut skedul permintaan

33 Tabel 2.1. Berbagai tingkat harga dan jumlah yang diminta dipasar
(Rp) Jumlah yang diminta (Q) Titik/ pereode 1000 200 A 900 300 B 850 400 C 700 500 D 550 600 E Berdasarkan skedul tersebut kita dapat membuat kurva permintaan sbb: (Rp) Kurva permintaan 1000 A B 900 850 C D 700 E 550 200 300 400 500 600 (Q) Gambar 2.1. Kurva permintaan

34 Perhatikan kurva permintaan tersebut bergerak dari kiri atas ke kanan bawah atau sebaliknya, sehingga slopenya negatif. Hal ini didasarkan pada hubungan terbalik antara permintaan terhadap harga. Jika P maka QD Jika P maka QD Secara matematika persamaan untuk permintaan berdasarkan hukum permintaan dapat di notasikan Qd = k - Xp k = konstanta, X = koefisien pengarah p = tingkat harga

35 Misal : Diketahui bahwa K = 300 X = 0,75 dan P = Rp 100 Berapa jumlah yang diminta (Qd) Berdasarkan persamaan tersebut : Qd = 300 – 0,75 (100) Qd = 300 – 75 Qd = 225 Kalau berdasarkan teori permintaan maka permintaan yang menentukan /berpengaruh terhadap harga, maka permintaan akan berbanding lurus terhadap harga dan slopenya akan positif

36 Persamaan matematik P = K + XQ dimana K bisa bernilai negatif, positf atau 0
misal K = 12,2 X = 0,545 Q = 300 Berapa P maka P = 12,2 + 0,545 (300) P = 12, ,5 P = 175,7 Deketahui K = - 25 X = 0,25 Q = 500 Berapa P

37 Diketahui P = 75 K = 15 Q = 100 Berapa X
Diuji betulkah P = 75 jika x 0,6 P = 15 +0,6 (100) P = = 75

38 PERGERAKKAN DAN PERGESERAN PADA KURVA PERMINTAAN BERDASARKAN HUKUM PERMINTAAN
Hukum pemintaan berlaku bila dalam keadaan ceteris paribus, namum bila asumsi tersebut tidak berlaku misalnya terjadi perubahan pedapatan, selera, apa yang akan terjadi terhadap permintaan? Hal yang demikian akan mengakibatkan bergesernya kurva permintaan atau akan menimbulkan kurva yang baru Sedangkan kalu pergerakkan kurva permintaan bergeraknya titik-titik permintaan keatas atau kebawah dalam kurva permintaan yanbg sama

39 Sedangkan kalau pergerakan kurva permintaan bergeraknya titik-titik permintaan keatas atau kebawah dalam kurva permintaan yang sama Pergeseran kurva permintaan A B C P Pergerakan kurva permintaan P A B C Q Q

40 Misalkan Pada pereode tertentu pendapatan (Y) seseorang Rp 100
Misalkan Pada pereode tertentu pendapatan (Y) seseorang Rp Harga (P) barang perunit Rp , maka barang yang dapat dibeli sebanyak 100 unit ( : 1000). Bila P naik menjadi Rp maka barang yang dapat dibeli sebanyak 50 unit ( : 2.000) Bagaimana kalau dalam pereode sama Y naik menjadi Rp , apa yag terjadi pada permintaan? Saat harga naik Rp Tentu saja permintaan akan naik 25 unit dari 50 unit sehingga menjadi 75 unit.

41 Naiknya jumlah barang yang diminta menjadi 75 unit mengakibatkan pergeseran kurva pemintaan ke arah kanan seperti dalam gambar sbb Pergeseran pada kurva permintaan sebagai akibat perubahan harga dan bukan harga P X1 X3 2000 X2 1000 DC2 DC1 50 75 100 Q

42 Pergeseran tampak pada X1 ke X3 Kurva perminitaan bergeser dari DC1 ke DC3 PERGESERAN KURVA PERMINTAAN BERDASARKAN TEORI P DC d Pn Y P c P x b P a D DC DC DC q Q Q2 q4 Q Q Q

43 Pada harga P1 jumlah yang diminta sebanyak 0Q1 titik keseimbangan pada a Kurva DC1
Kemudian harga naik dari P1 ke P2 : Menurut hukum permintaan jumlah yang diminta turun menjadi 0q1 keseimbangan berada pada titik X Karena pendapatan individu naik maka jumlah yang diminta bertambah menjadi 0Q2 dan keseimbangan berada pada titik b Kurva DC2 Kemudian harga naik lagi dari P2 ke P4 : Menurut hukum permintaan jumlah yang diminta turun menjadi 0q4 Karena pendapatan bertambah maka jumlah yang diminta menjadi 0Q3 dan kurva bergeser lagi ke kanan DC3 keseimbangan pada 0Q3

44 Kemudian karena penduduk bertambah maka jumlah barang bertambah walaupun harga tetap atau naik yang mengakibatkan kurva permintaan pn bergeser kekanan dan jumlah barang yang diminta 0Q4 dan keseimbangan pada titik d Dengan deminkian setiap pergeseran kurva permintaan akan terdapat titik keseimbangan a – d yang kalau kita tarik garis maka terjadilah kurva permintaan atas dasar teori permintaan.

45 PENAWARAN Pengertian Penawaran Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada pereode tertentu dan pada tingkat harga tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran : 1. Harga barang itu senddiri 2. Harga barang-barang lain 3. Ongkos dan biaya Produksi 4. Tujuan produksi dari perusahaan 5. Teknologi yang digunakan

46 Hukum Penawaran Apabila beberapa faktor yang mempengaruhi
pena waran tersebut tetap selain harga barang itu sendiri maka besar kecilnya penawaran akan dideterminasi oleh harga. Maka dalam hal ini akan berlaku perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran, sebagaimana konsep Alferd Marshal maka perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran disebut hukum penawaran A Yaitu “perbandingan lurus antara harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan, yaitu apabila harga naik, maka penawaran meningkat, sebaliknya apabila harga turun maka penawaran akan turun”

47 Secara teori Jika jumlah barang yang ditawarkan semakin
Teori Peanawaran Bagaimana hubungan antara penawaran dengan harga Secara teori Jika jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak maka harga akan cederung turun Jika jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit maka harga akan cenderung naik Teori Penawaran adalah merupakan pernyataan negatiff Yaitu “Perbandingan terbalik antara penawaran terhadap harga, yaitu apabila penawaran naik maka relatif harga akan turun, sebaliknya apabila penawaran turun maka relatif harga akan naik”

48 Skedul dan Kurva Penawaran
Perhatikan pengertian Penawaran, yang meliputi banyaknya barang, periode tertentu, pasar tertentu dan harga tertentu maka dapat dibuat suatu daftar atau skedul Contoh : Skedul penawaran berdasarkan hukum penawaran Harga (P) Jumlah yang ditawarkan (Q) Periode/titik 2000 1200 700 600 500 300 A B C

49 KURVA PENAWARAN Berdasarkan skedul tersebut dapat di buat kurva penawaran Kurva Penawaran berdasarkan hukum penawaran Q P C 2000 B 1200 A 700 300 500 600 Q

50 Berdasarkan gambar tersebut kurva penawaran begerak dari kiri bawah ke kanan atas dan memiliki kemiringan/ slope positif, sehingga : Bila P maka Q dan bila P maka Q Fungsi penawaran secara matematik bisa dinotasikan Qs = K + XP K = konstanta (K dapat bernilai negatif, positif atau no) X = koefisien pengarah (gradien / slope) P = harga

51 Diketahui fungsi penawaran pada harga Rp 2000
Apabila fungsi penawaran adalah Qs = ,22P Berapa jumlah penawarannya? Qs = ,22(2000) Qs = Qs = 600 Betulkah kalau jumlah yang ditawarkan 600 unit harganya 2000 ? 600 = ,22 P 440 = 0,22P 600 – 160 = 0,22P P = 440/0,22 = 2000

52 Jumlah yang ditawarkan (Q)
TEORI PENAWARAN Teori penawaran adalah menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan harga, dimana penawaran mendireminasi harga, jika jumlah penawaran semakin meningkat maka harga cenderung semakin menurun dan sebaliknya. Skedul penawaran berdasarkan teori penawaran adalah : Jumlah yang ditawarkan (Q) Tingkat harga (P) Peridode Titik 2000 300 A 1200 500 B 700 600 C

53 Berdasarkan skedul di atas dapat di gambarkan kurva penawaran berdasarkan teori penawaran
600 B 500 C 300 2000 Q 700 1200 Kurva Penawaran bereasarkan teori memiliki kemiringan negatif yang menunjukkan hubungan terbalik antara peenawran dengan tingkat harga maka P sebaliknya bila Q Bila Q maka P

54 Perubahan dan Pergeseran Dalam Kurva Panawran
Dalam hukum penawaran perubahan sepanjang kurva penawaran akan terjadi apabila yang berubah hanya harga, yang lain ceteris paribus. Apabila asumsi tersebut tidak diberlakukan lagi artinya faktor lain turut menentukan misalnya ongkos/biaya produksi berubah selain harga, maka pada waktu harga naik bisa saja penawaran tetap atau menurun apabila naiknya ongkos/biaya produksi lebih besar dari harga atau sebaliknya. Maka dengan demikian maka kurva pewanaran akan bergeser kekanan bawah atau ke kiri atas.

55 P Pn E E E Pm E SC SC SC Q Q Q3 Q Gambar tersebut menunjukkan bahwa keseimbangan pertama berada pada E1 dengan jumlah penawaran Q1 dengan harga Pn. Pada harga tetap Pn produsen dapat memperbanyak penawaran menjadi Q3 karena adanya penurunan ongkos produksi, sehingga keseimbangan manjadi E3. Pada saat onglos produksi naik produsen mengurangi penawaran menjadi Q2 pada harga tetap Pn maka keseimbangan berada pada E2

56 P C SC SC P SC P B P A sc Q Q q3 Q q Q Menurunkan Kurva Penawaran Berdasarakan Teori penawaran

57 Keseimbangan awal berada pada titik A (P1,Q1) Bila harga naik ke P2 maka berdasarkan jumlah yang ditawarkan niak menjadi q2 dan kurva penawaran tetap di SC1. Akan tetapi karena tujuan perusahaan berubah dari orientasi produksi masal ke orientasi produksi terbatas terbatas (tetapi tetap mendapatkan keuntungan yang relatif sama), maka produsen tidak menambah produksinya melainkan menguranginya.

58 Sehingga menjadi Q2 , keseimbangan sekarang berada pada titik B pada SC2. Demikian juga jika harga naik lagi menajdi P3 maka seharusnya jumlah yang ditawarkan menjadi q3 karena biaya produksi yang semakin tinggi maka produsen memutuskan menurukan jumlah produksinya sebesar Q3 pada SC3 sehingga keseimbangan berada pada titik C

59 KESEIMBANGAN PERMINTAAN DAN PENAWRAN
Agar terjadi pertukaran, maka penjual mempertahankan pada tingkat harga yang menguntungkan danpembeli juga meng inginkan tigkat harga yang tidak merugikan. Tarik menarik antara dua keinginan ini akan menciptakan suatu kesepakatan harga, inilah yang dinamakan keseimbangan permintaan dan penawaran atau keseimbangan harga atau keseimbangan psar atau equlibrium price.

60 Kesimbangan antara permintaan dan penawaran P Kelebihan Penawaran Pt S Pe E D Kelebihan Perminataan Qt Qe Qte Q Pada tingakat harga Pt jumlah yang ditawarkan Produsen sebanyak Qte akan tetapai pembeli hanya bersedia membeli sebanyak Qt ,Karena kelebihan penawaran maka mendorong harga untuk turun pada tingkat Pe dengan produsen tidak merasa rugi sehingga terjadi harga keseimbangan (equlibrium price) atau keseimbangan pasar Mendorong

61 Proses tawar menawar antara penjual dengan pembeli kaluau digambarkan akan membentuk sarang laba-laba diseputar kurva penawaran dan permintaan yang sering disebut teorema sarang laba-laba ( cobweb theorem) Keseimbangan lain sebagai akibat bukan harga adalah sebagai berikut : P QS E QS E E E QD QD Q

62 Secara matematis bila diketahui fungsi permintaan sbb: Qd = 700 – 5P; bila P = 100 ; berapa Qd? Qd = 700 – (5 .100) Qd = 700 – 500 = 200 Bila diketahui fungsi penawaran adalah sbb: Qs = P ; bila P = 200 ; berapa Qs? Qs = ( ) Qs = = 100

63 Bila diketahui : Qd = 700 – 5P dan Qs = P Berapa harga dan jumlah keseimbangan : Syarat keseimbangan Qd = Qs 700 – 5P = P = 5P + 3P 1200 = 8 P P = 1200 / 8 = 150 Jika P = 150 , maka jumlah keseimbangan adalah : Qd = 700 – 5P  Qd = 700 – ( ) = 700 – 750 = - 50 Qs = P  Qs = ( ) = = - 50

64 TEORI ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Elastisitas  sebagai % perubahan variabel dependen sebagai akibat perubahan variabel independen sebesar 1 % Teori koefisien elastisitas adalah mengukur tingkat kepekaan jumlah yang diminta atau jumlah yang ditawarkan sebagai akibat dari pada perubahan harga.

65 Jenis-jenis elastisitas : 1. Elastisitas permintaan karena harga
Sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran dimana jika harga menditerminasi jumlah diminta atau ditawarkan Maka jika terjadi perubahan harga maka akan mempengaruhi jumlah yang diminta atau yang ditawarkan Jenis-jenis elastisitas : 1. Elastisitas permintaan karena harga 2. Elastisitas penawaran karena harga 3. Elatisitas silang 4. Elastisitas pendapatan

66 TOERI ELASTISITAS (PERMINTAAN)
Elastisitas Permintaan (ED) adalah derajat (dalam satuan angka tertentu) kepekaan dari permintaan sautu barang sebagai akibat perubahan harga barang yang dimaksud Rumus untuk mengukur koefisien elastisitas permintaan : % perubahan jumlah barang yang diminta ED = % Perubahan harga

67 Perubahan jumlah yang diminta (∆Q) adalah Permintaan sekarang (Qn) dikurangi dengan permintaan yang lalu Qn-1 ∆Q = Qn - Qn-1 dalam % (Qn - Qn-1)/ Qn-1 = ∆Q/Qn-1 Perubahan harga dapat ditulis : ∆P = Pn - Pn-1 dalam % (Pn - Pn-1)/ Pn-1 = ∆P/Pn-1

68 Secara matematis rumus elastisitas permintaan :
∆Q/Qn-1 (Qn - Qn-1)/ Qn-1 ED = = (Pn - Pn-1)/ Pn-1 ∆P/Pn-1 disederhanakan : ∆Q Pn-1 ( Rumus ini disebut Poin elastisity ) ED = x Qn-1 ∆P

69 Saat ini harga Rp 8 jumlah yang diminta 5 unit (Qn)
Saat ini harga Rp 8 jumlah yang diminta 5 unit (Qn). Pada saat harga Rp 5 jumlah yang diminta 10 unit (Qn-1) Berapa besarnya koefisien elastisitas barang tersebut 5 10 5 -25 Ed = x = = -5/6 = - 0,833 < 1 8 5 10 30 Perlu diingat ! Tanda minus di depan angka koecsien elastisitas permintaan harus diabaikan (karena nialai Ed absolut) sehubungan dengan itu maka nilai matematisnya tanda minus hanya memberikan petunjuk bahwa kurva permintaan itu berslop negatif.

70 Hari ini harga daging 1 kg Rp 55
Hari ini harga daging 1 kg Rp permintaan 75 kg Kemarin harga daging 1 kg Rp permintaan 60 kg Berapa koefisien elastisitas permintantaan daging trb ? ∆Q = 75 – 60 = 15 – = ∆P = 15 65.000 x = - 1,625 ED = -10000 60.

71 Berdasarkan kasus tersebut dapat digambarkan dalam grafik pengukuran koefisien Ed sepanjang titik A – B P A 65 B 55 60 70 Q Dari gambar di atas yang diukur adalah sepanjang titik A-B (harga turun) atau B – A (harga naik)

72 Untuk mengukur sepanjang titik A – B atau sebaliknya maka menggunakan rumus yang diperbaharui yang disebut dengan elastisitas busur ( Arc elastisity) ∆Q Σ P/n ( Rumus ini disebut Arc elastisity ) ED = x ∆P Σ Q/n Dimana : Σ P/n adalah harga rata-rata dan Σ Q/n adalah jumlah yang diminta rata-rata

73 Kalau kasus pertama kita ukur menggunakan elastisitas busur maka :
10 – 5 13/2 32,5 Ed = x = = 1,4 >1 15/2 22,5 5 – 8 Jadi koefisien titik A – B adalah atau sebaliknya adalah 1,4 Artinya bila harga naik 1% maka permintaan akan turun sebanyak 1,4%

74 Kalau perhitungan nilai koefisien elastisitas permintaan untuk periode yang lebih dari dua periode maka digunakan rumus yang disebut elastisitas kumulatif (cumulative elastisity) yaitu : Σ ∆Q/N Σ P/n ( Rumus ini disebut Cumulative elastisity ) ED = x Σ ∆P/N Σ Q/n dimana N = n-1 misal : Harga Permintaan Rp 5,00 Rp 8,00 Rp 6,00 20 unit 12unit 15 unit n = 3 N = n-1 N = 3-1 = 2

75 Data tersebut maka nilai koefisien elastisitas kumulitif adalah :
n = 3 dan N = 2 Σ ∆Q = ∆Q1 + ∆Q2 = = 11 Σ ∆P = ∆P1 + ∆P2 = = 5 ΣQ = Q1 + Q2 + Q3 = = 47 Σ P = P1 + P2 + P3 = = 19 Kemudian masukkan dalam rumus 11/2 19/3 5,5 6,3 x x ED = = = 0,9 < 1 2,5 15,7 5/2 47/3

76 Jadi : Rumus 1 & 2 untuk permintaan antar jumlah barang
Rumus 3 untuk permintaan keseluruhan (pasar)

77 P dc 0 Q Perhatikan perubahan harga dan quantitas sama besar 1 = 1
JENIS-JENIS ELASTISITAS PERMINTAAN 1. Uniter elastis dimana ED = 1 Artinya bila harga naik/turun 1% maka permintaan akan naik/turun sebanyak 1 % P dc Q Perhatikan perubahan harga dan quantitas sama besar = 1

78 2. Elastis dimana ED > Artinya bila harga naik/turun sebesar 1% maka Permintaan akan naik/turun lebih dari 1% Bentuk Kurvanya : P Perhatikan perubahan P lebih kecil dari perubahan Q dc Q

79 3. Inelastis dimana ED < Artinya bila harga naik/turun sebesar 1% maka Permintaan akan naik/turun kurang dari 1% Bentuk kurvanya : P Perhatikan perubahan P lebih besar dari pada perubahan Q dc Q

80 4. Inelastis sempurna dimana ED = Artinya permintaan tidak respek/tanggap terhadap perubahan harga, jadi berapa saja harga dipasar permintaan tetap Bentuk kurvanya : P dc Q

81 5. Elastis Sempurna dimana ED = ~ (tak terhingga) Artinya konsumen sanggup membeli berapa saja banyaknya barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu Bentuk kurvanya : P dc Q

82 ELASTISITAS HARGA PERMINTAN Px Ed<1 Ed=0 Ed =1 Ed > 1 Ed = ~ 0 QX

83 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ED
1. Adanya barang subtitusi Prosentase pendapatan yang digunakan /jenis barang 3. Jangka waktu analisis/perkiraan atau pengeluaran konsumen 4. Tersedianya sarana kredit ad Barang subtitusi adalah barang pengganti. Sifat ada yang biasa dan ada yang dekat. Secara teori koefisien cenderung elastis (ED > 1) jika harga naik % permintaan turun lebih besar 1%

84 ad. 2. Porsi yang besar dari pendapatannya
untuk membeli barang yang digunakan sehari-hari, sedangkan untuk barang yang masih bisa ditunda porsinya kecil Secara teori barang tsb semakin elastis ad.3. Jika terjadi perubahan harga dlm jangka pendek tdk otomatis menyebabkan deman berubah Secara teori deman cenderung tidak elastis (ED < 1) ad.4. Harga naik/turun tidak mempengaruhi deman

85 Manfaat dari Mengetahui Nilai ED
1. Kebijakan impor 2. Perpajakan Kebijakan/strategi penetapan harga atas barang ad Jika suatu brang yang diketahui tingkat elastisitasnya maka dapat diambil kebijakan apakah impor terus atau stop. - Jika barang tersebut bersifat elastis, maka pemerintah berusaha agar barang impor dalam jumlah yang cukup dan mempertahan kan kurs valuta mata uangnya relatif stabil.

86 - Jika barang tsb inelastis maka kebijakan
- Jika barang tsb inelastis maka kebijakan pemerintah akan mempertahankan jumlah impor dan sambil memperkenal kan produk dalam negeri ad,2 - Jika barang bersifat elastis maka pemerintah tidak menaikkan pajak atas barang tersebut Jika barang trb bersifat inelastis maka pemerintah cenderung akan menaikan pungutan pajak atas barang tsb.

87 ad. 3. Kebijakan/strategi penetapan harga atas
ad. 3. Kebijakan/strategi penetapan harga atas barang  Terutama bagi produsen dalam meningkatkan hasil penjualan dan keuntngan. Secara teori bila elastisitas suatu brang itu elastis maka kebijakan menaikan harga adalah tidak tepat, karena akan menurunkan penerimaan

88 Misal : Pada harga Rp 500 total permintaan 300 unit Harga dinaik Rp 800 total permintaan 260 unit Besarnya koefisien ED adalah : Permintaan tersebut bersfat inelastis Kalau dihitung total penerimaannya adalah Pada harga Rp 500 total penerimaannya Rp Pada harga Rp 800 total penerimaannya Rp Selisih total penerimaan Rp Berarti perusahaan untung dengan menaikan harga.

89 Kasus II kalau harga Rp 800 permintan turun menjadi 150 unit maka ED menjadi
Permintaan tersebut bersfat elastis Kalau dihitung total penerimaannya adalah Pada harga Rp 500 total penerimaannya Rp Pada harga Rp 800 total penerimaannya Rp Selisih total penerimaan Rp Berarti perusahaan rugi dengan menaikan harga.

90 ELASTISITAS SILANG ( ELASTISITY CROSS = EC) DAN ELASTISITAS PERMINTAAN DARI PENDAPATAN (ELASTISITY INCOME = EY) EC adalah koefisien yang mencoba mengukur tarik menarik antara dua macam barang pada berbgai tingkat harganya masing-masing. Yang dimaksud tarik menarik adalah seberapa besar efek yang ditimbulkan oleh naik-tutunnya harga brang X terhadap permintaan barang Y atau sebaliknya

91 % perubahan harga brang Y
Rumus untuk menghitung koefisen EC adalah : Jika barang Y berpengaruh terhadap permintaan brg X % perubahan jumlah barang X yang diminta Ecx-y = % perubahan harga brang Y Jika barang X berpengaruh terhadap permintaan brg Y % perubahan jumlah barang Y yang diminta Ecy-x = % perubahan harga brang X

92 Bila dinotasikan diperoleh hasil (pX qY)
Bila disederhanakan menjadi : pY qX dimana : QX = permintaan barang X PY = Hargra barang Y EC = Elastisitas silang

93 Demikian halnya kalau PX qY
dimana : QY = permintaan barang Y PX = Hargra barang X EC = Elastisitas silang Kesulitan yg utama adalah menggambarkan grafiknya karena diperlukan garis 3 dimesi, disini tidak akan digambrkan grafiknya

94 Nilai EC berada pada terhingga negatif dan tak terhingga positif, maka :
Bila koefisien bertanda (+), maka barang tsb adalah barang subtitusi. Bila koefisien bertanda (-), maka barang tsb adalah barang Komplimenter Tetapi bila nilai EC (pX  qY) = +, sedangkan nilai EC (pY  qX) = - untuk kasus yang sama, berarti antara barang X dan Y tidak berhubungan.

95 Misal data penjualan barang X dan Y berikut harganya :
Periode Harga X Harga Y QX QY 1 5 10 50 100 2 12 9 40 95 3 15 7 35 80 Elastisitas permintaan barang X terhadap barang Y dan sebaliknya untuk periode 2 adalah: ∆QX = = -10 ∆QY = 95 – 100 = -5 ΣPY/2 = (10 + 9)/2 = 9,5 ΣPX/2 = (5 +12)/2 = 8,5 ∆PY = 9 – 10 = -1 ∆PX = 12 – 5 = 7 ΣQX/2 = ( )/2 = 45 ΣQY/2 = ( )/2 = 97,5 Setelah ini baru bisa mencari nilai EC untuk (pY  qX) maupun (Px  qY)

96 nilai EC (pY  qX) EC (pX  qY) Apa kesimpulannya ? EC (pY  qX)  bernilai (+) sedangkan EC (pX  qY bernilai (-) maka dapat diartikan bahwa antara barang X dan Y adalah barang bebas

97 Bagaimana dengan elastistas pada periode 3 ?
∆QX = = -5 ∆QY = 80 – 95 = -15 ΣPY/2 = (9 + 7)/2 = 8 ΣPX/2 = (12 +15)/2 = 13,5 ∆PY = 7 – 9 = -2 ∆PX = 15 – 12 = 3 ΣQX/2 = ( )/2 = 37,5 ΣQY/2 = ( )/2 = 87,5 Setelah ini baru bisa mencari nilai EC untuk (pY  qX) maupun (pX  qY)

98 Kesimpulannya sama mengapa ?
EC (pY  qX) EC (pY  qX) Apa kesimpulannya ? Kesimpulannya sama mengapa ?

99 ELASTISITAS PERMINTAAN DARI PENDAPATAN (Y)
Adalah koefisien EY yang mencoba menjelaskan perilaku konsumen dalam menggunakan pendapatannya untuk membeli jenis/macam barang Rumus untuk menghitung EY adalah : % perubahan barang yang diminta EY = % peruahan pendapatan Bila dinotasikan menjadi : ∆Q ΣY/n dimana : ∆ Q = perubahan barang yang diminta EY = x ∆Y ΣQ/n ∆ Y = Perubahan pendapatan

100 Y maka ΣQD dan sebliknya jika Y maka ΣQD
Bila koefisien EY = (+), maka ∆Y berhubungan positif terhadap Σ barang yang diminta, artinya jika Y maka ΣQD dan sebliknya jika Y maka ΣQD Bila koefisien EY = (-), maka ∆Y berhubungan negatif terhadap Σ barang yang diminta, artinya jika Y maka ΣQD dan sebliknya jika Y maka ΣQD Misalkan hasil survey BPS th untuk permintaan produk X dan Z rata-rata adalah sbb. Tahun Pendapatan (DY) (Rp 000) Permintaan X Permintaan Z 2000 1000 20 40 2001 1100 15 45 2002 1200 14 55 2003 1500 11 75

101 Deketahui periode th 2000 – 2001 ∆DY = = 100  ∆Y ΣQDX/2 = ( )/2 = 17,5 ΣQX/n ΣQDZ/2 = (40 +45)/2 = 42,5 ΣQZ/n ∆DX = 15 – 20 = -5 ∆QX ∆DZ = 45 – 40 = 5 ∆QZ ΣDY/2 = ( )/2 = 1050  ΣY/n Dari perhitungn di atas dapat cari elastisitsas pendpatan (EY) baik untuk barang X maupun barang Z Apa kesimpulan anda

102 Pertama : Dengan demikian ∆Y merespon negatif sangat besar terhadap permintaan barang X yang bersifat inelastis dan hasilnya menunjukkkan barang X adaah barang inferior Kedua Naik Y merespon posistif terhadap permintaan barang Z yang bersifat elastis, meskipun responnya tidak terlalu besar akan tetapi hal ini menunjukkan bawa barang Z adalah barang normal. Tugas anda sekarang menghitung periode – 2002 dan periode 2002 – serta buat kesimpulan di atas lembar kerja

103


Download ppt "PENGANTAR ILMU EKONOMI MIKRO SEMESTER I"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google