Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pokok Bahasan : 1. Definisi Pasar 2. Kegagalan Pasar 3. Eksternalitas 4. Urgensi kelembagaan untuk internalisasi eksternalitas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pokok Bahasan : 1. Definisi Pasar 2. Kegagalan Pasar 3. Eksternalitas 4. Urgensi kelembagaan untuk internalisasi eksternalitas."— Transcript presentasi:

1 Pokok Bahasan : 1. Definisi Pasar 2. Kegagalan Pasar 3. Eksternalitas 4. Urgensi kelembagaan untuk internalisasi eksternalitas

2  Tempat pertemuan penjual dan pembeli sehingga memungkinkan terjadinya transaksi barang dan jasa (market place)  The process by which a market solves a problem allocating resources, especially that of deciding how much of a good or service should be produced, but other such problems as well. The market mechanism is an alternative, for example, to having such decisions made by government.  A method of determining what, how, and for whom goods and services are produced, based on individual choices coordinated through markets supplied by profit-maximising businesses  The use of market prices and sales to signal desired outputs (or resource allocations).  Pasar yang baik adalah keadaan pasar dimana terjadi bentuk pasar persaingan sempurna (perfect competition)

3 1. Keberadaan pasar untuk barang dan jasa yang diproduksi dan dikonsumsi; 2. Semua pasar bersifat bersaing sempurna; 3. Semua orang yang terlibat dalam transaksi memiliki informasi yang senpurna mengenai barang dan jasa yang ditransaksikan; 4. Adanya kejelasan kepemlikan atas barang dan jasa (private property right terdefinisikan secara jelas); 5. Tidak adanya eksternalitas; 6. Tidak adanya barang publik; 7. All utulity and production functions are well behaved; dan 8. All agents are maximizers.

4  Kegagalan pasar (market failure): suatu keadaan (hipotetis) dimana pasar tidak memberikan respon apapun atas suatu produk atau saat terjadi over supply atau over demand. Harga tidak mampu berperan membatasi demand juga tidak bisa memicu peningkatan supply sehingga sumberdaya tidak teralokasikan secara optimal.  A situation, usually discussed in a model not in the real world, in which the behavior of optimizing agents in a market would not produce a Pareto optimal allocation.Pareto optimal  Contoh: pada saat menghadapi eksternalitas negatif, common resources, public goods, dan property rights, monopoli

5 1. Akibat adanya monopoli dalam pasar 2. Barang-Barang publik 3. Akibat eksternalitas yang merugikan 4. Kegagalan membuat penyesuaian dengan efisiensi 5. Distribusi pendapatan tidak merata

6  Terbentuknya monopoli dimana di pasar hanya dikuasai oleh seorang penjual saja, dimana tidak ada barang substitusi yang mirip terhadap barang yang dijual.  Dengan adanya sistem pasar monopoli akan berakibat terjadinya peningkatan surplus produsen yang nilainya jauh lebih kecil dari kehilangan surplus konsumen, sehingga secara keseluruhan, praktek monopoli ini merugikan masyarakat (worse-off).

7  Barang-barang publik adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut. Dan barang publik ini adalah barang yang tidak masuk sistem pasar pada sebenarnya.  Barang-barang tersebut dinikmati bersama oleh masyarakat akan tetapi timbul kerumitan untuk melakukan pemungutan pembayaran bagi orang- orang yang menikmati jasa tersebut, sehingga orang-orang menikmati secara gratis (free rider).

8  Ekternalitas negatif yang ditimbulkan dari suatu aktivitas, dapat mengganggu aktivitas ekonomi.  Ekternalitas belum diperhitungkan dalam transaksi ekonomi saat ini.  Salah satu contoh polusi udara sebagai ekternalitas negatif pabrik berdampak terhadap kesehatan manusia.

9  Didalam sistem pasar sering terjadi perubahan- perubahan dan itu berarti pelaku pasar harus dapat menyesuaikan agar perekonomian mencapai keseimbangan kembali.  Perubahan-perubahan yang berlaku dalam pasar jika tidak diikuti oleh peyelarasan-penyelarasan yang sesuai untuk terjadinya efisiensi akan berdampak terhadap kegagalan sistem pasar.  Kekurangan informasi yang diperlukan, kekurangan modal, faktor-faktor produksi yang berbeda kualitasnya adalah beberapa faktor yang dapat merugikan dalam membuat penyesuaian menuju efisiensi.

10  Tujuan dari kegiatan setiap perekonomian adalah mewujudkan keadilan ekonomi yaitu setiap golongan dan individu dalam masyarakat dapat menikmati hasil-hasil kegiatan ekonomi secara merata.  Salah satu kelemahan penting dari pasar persaingan sempurna adalah kecendrungannya untuk mewujudkan distribusi pendapatan yang semakin tidak setara apabila perekonomian semakin berkembang.  Perekonomian cenderung memberikan ganjaran yang lebih besar kepada pihak-pihak yang mempunyai keterampilan dan kepandaian yang lebih baik dan memiliki pemikiran-pemikiran yang lebih kreatif.  Kondisi tersebut maka akan terdapat golongan masyarakat yang memperoleh pendapatan sangat tinggi dan ada pula yang mendapatkan pendapatan yang sangat rendah.

11  Eksternalitas (externality) adalah pengaruh dari seorang pelaku ekonomi terhadap pelaku lainnya yang tidak dipertimbangkan dalam perilaku pasar yang normal.  Eksternalitas dapat juga disebut pula efek limpahan (spill-over) atau efek pihak ketiga (third-party effect) yang menggambarkan adanya pengaruh suatu transaksi kepada pihak lain yang tidak terlibat dalam suatu transaksi.  Efek samping dari suatu kegiatan transaksi ekonomi bisa positif (positive external effects, external economic) maupun negatif (negative external effects, external diseconomic).

12  Eksternalitas positif (positive external effects, external economic) yakni eksternalitas yang menguntungkan orang lain contoh pembangunan pabrik di suatu tempat dapat mengakibatkan menaikkan perekonomian penduduk sekitarnya.  Eksternalitas negatif (negative external effects, external diseconomic) yakni eksternalitas yang dapat merugikan orang lain. Contohnya dengan adanya pabrik yang mengakibatkan polusi udara (asap) berakibat merugikan terhadap penduduk sekitarnya.

13 1. Efek atau dampak satu produsen terhadap produsen lain (effects of producers on other producers) Dampak atau efek yang termasuk dalam kategori ini meliputi biaya permurnian atau pembersian air yang dipakai (eater intake clen-up costs) oleh produsen hilir (downstream producers) yang menghadapi pencemaran air (water pollution) yang diakibatkan oleh produsen hulu (upstream producers). Hal semacam ini sangat merugikan bagi produsen yang ada di hilir lainnya seperti nelayan. 2. Efek atau dampak samping kegiatan produksi terhadap konsumen (effects of producers on consumers) Contoh efek produsen terhadap konsumen adalah dengan adanya polusi asap dan polusi suara dari pabrik. Asap memaksakan rumah tangga di sekitar pabrik untuk dapat menyediakan biaya pengobatan dan pembersihan dari asap pabrik.

14 3. Efek atau dampak dari suatu konsumen terhadap konsumen lain (effect of consumers on consumers) Dampak konsumen terhadap konsumen yang lain terjadi jika seseorang atau kelompok tertentu mempengaruhi atau mengganggu fungsi utilitas konsumen yang lain. Contoh dari efek ini adalah asap rokok seseorang terhadap orang disekitarnya, suara bising knalpot sepeda motor, kebut- kebutan dijalan raya yang mengganggu kenyamanan pengendara lain. 4. Efek akan dampak dari suatu konsumen terhadap produsen (effects of consumers on producers) Dampak konsumen terhadap produsen terjadi jika aktivitas konsumen mengganggu fungsi produksi suatu produsen atau kelompok predusen tertentu. Contoh dari dampak ini adalah pembuangan limbah rumah tangga ke aliran sungai yang mengganggu dari pada kegiatan penangkapan ikan (nelayan) dan aktivitas pembenihan ikan yang memanfaatkan air yang baik.

15 1. Eksternalitas yang bisa habis (a deplatable externality) yaitu suatu dampak eksternal yang mempuyai ciri barang individu (private good or bad) yang mana jika barang itu dikonsumsi oleh seseorang individu, barang itu tidak bisa dikonsumsi orang lain. 2. Ekternalitas yang tidak habis (an undeplatable externality) adalah suatu efek eksternal yang mempunyai ciri barang publik (public good) yang mana barang tersebut bisa dikonsumsi oleh seseorang, dan juga bagi orang lain. Dengan kata lain, besarnya konsumsi seseorang akan barang tersebut tidak akan mengurangi konsumsi bagi yang lainnya.

16  Terbentuknya kelembagaan yang baik akan memberikan jaminan terjadinya sistem pasar yang sempurna.  Langkah penangganan ekternalitas : 1) Melalui proses internalisasi, 2) Pembebanan pajak, dan 3) Pemberian hak kepemilikan.

17  internalisasi merupakan upaya memasukan biaya eksternal yang diakibatkan oleh suatu kegiatan produksi maupun konsumsi menjadi sebuah keputusan yang utuh dan menyatu dengan kegiatan produksi maupun konsumsi tersebut.  Penghasil eksternalitas negatif memperhitungkan kerugian sosial akibat dari eksternalitas negatif sebagai bagian dari biaya produksi.  Contoh : industri mengolah air limbah atau mengurangi emisi udara melalui pemasangan instalasi pengolah limbah atau melalui perbaikan teknologi bersih sehingga jumlah limbah yang dihasilkan menjadi berkurang.  Kalau hal ini tidak dapat dilakukan, bisa juga dengan jalan memberikan kompensasi kepada pihak yang dirugikan.

18  Penghasil eksternalitas negatif yang merugikan pihak lain harus membayar pajak atau retribusi kepada pemerintah untuk setiap unit ekternalitas negatif yang dihasilkannya.  Pemerintah menggunakan uang yang terkumpul dari pajak/retribusi tersebut untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Misalnya, melalui pembangunan instalasi pengelohan air limbah (IPAL) terpadu, proyek kali bersih, penghijauan kota, dan lain-lain.

19  Jika pihak yang dirugikan diberikan hak, katakanlah, hak untuk mendapatkan lingkungan bersih, dimana hak tersebut dapat diklaim atau ditegakan, maka ia dapat menjual hak tersebut kepada pihak penghasil eksternalitas negatif.  Pendekatan ini sesuai dengan temuan Ronald Coase yang meyakini bahwa eksternalitas dapat diselesaikan melalui mekanisme pasar asalkan property right telah didefinisikan secara tegas (Coase, 1960).

20


Download ppt "Pokok Bahasan : 1. Definisi Pasar 2. Kegagalan Pasar 3. Eksternalitas 4. Urgensi kelembagaan untuk internalisasi eksternalitas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google