Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LANDASAN POKOK MELAKUKAN DIALOG DENGAN UMAT LAIN Oleh P. Matheus Yatnoyuwono, MSC.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LANDASAN POKOK MELAKUKAN DIALOG DENGAN UMAT LAIN Oleh P. Matheus Yatnoyuwono, MSC."— Transcript presentasi:

1 LANDASAN POKOK MELAKUKAN DIALOG DENGAN UMAT LAIN Oleh P. Matheus Yatnoyuwono, MSC

2 1. PENDAHULUAN / REALITA 1.Peralihan : ORBA – REFORMASI – ANARKI 2.Kerusuhan : - menyebar ke mana-mana – seperti orang menunggu giliran – seperti ada yang mengatur. 3.Bangsa yg RAMAH, - menjadi rajin menjamah : barang dan orangnya, misalnya dengan perkosaan. 4.Apa artinya KETUHANAN YANG MAHAESA? Katanya Ber-Tuhan, tetapi nyata ber-Hantu. 5.Yang mewarnai Bangsa kita ialah Budaya : kekerasan, kematian, kleptomania, budaya tidak mau mengalah, budaya tidak tahu malu, budaya demo, agama seperti diadu, dan sebagainya. 6.Ancamam bom terjadi di mana-mana, siapa yang menjadi dalang di belakangnya? Suatu misteri yang tak terjawabkan????

3 7.Manusia tidak punya arti : bayi dijual dan ditukar dengan becak. Pacar gelap dibunuh dan dikubur di depan teras rumah. 8.Oh Sangat menyedihkan, sangat memprihatinkan Indonesiaku ? 9.Garuda Pancasila, aku lelah mendukungmu Pribadi bangsaku, tidak maju-maju, tidak maju-maju. 11.Kekerasan dan kematian mewarnai hidup bangsa kita. 12.Bdk. Film/sinetron juga yang banyak digemari yang berbau kekerasan : Wiro Sableng, Kabut Cinta, Cewek Jutek, Meteor GArden, Santie dan sebagainya.

4 2. PANDANGAN POKOK MENURUKKONSILI VATIKAN II 1.PRINSIP EKUMENIS Dasarnya : Allah menciptakan semua manusia. Allah menyatukan dan menebus-Nya, Ia rela mempersembahkan diri. Harapan bersatu : “Semoga mereka semua bersatu, seperti Engkau ya Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, supaya mereka bersatu dalam Kita : supaya dunia percaya bahwa Engkau telah mengutus Aku”, (Yoh ) Kita dipanggl dalam “Satu Tubuh dan satu Roh, satu Tuhan, satu iman dan satu Baptis,” Ef. 4 : 4; Gal 3 : 27 – 28. Hakekat Gereja ialah satu dan dan tunggal. Sikap Gereja ialah bersaudara, penuh hormat dan cinta kasih. Ada Upaya Bersama : * Doa bersama : kantor, Natal * Membangun kepedulian bersama * Membangun suatu dialog * Forum bersama yang diselenggarakan pemerintahan, eg. FKKUB Kodya JKT Barat

5 2. DIALOG DENGAN AGAMA BUKA KRISTEN •Harus dengan sikap bijaksana dan penuh cinta kasih •Sambil memberi kesaksian tentang perihidup Kristiani : Cinta kasih, solider dan ramah •Dengan Islam : menyembah satu Allah, menjunjung tinggi kesusilaan – menjadi sarana dialog yang terbuka dari hari ke hati. •Hilangkan apriori negatif, lepaskan atribut- atribut agama/iman •Biar secara praktek : adanya diskriminasi perlahan, misalnya, ijin buat greja, kepangkatan, WNA-WNI, ABRI dsb. Ini merupakan perjuangan yang panjang.

6 3. MAKNA DIALOG 1. ARTI DIALOG : 1)Dialog manusia sehari-hari : tukar informasi, untuk meraih kesepakataan. Menjalin persekutuan 2)Dialog penuh persaudaraan, persahabatan, terbuka untuk saling mendengarkan. 3)Komunikasi antaragama secara positif dan konstruktif 2. PERKEMBANGAN DIALOG 1)SEMULA POSITIF 2)Dengan pengejaran dan penganiayaan – terlambat/ ada gangguan. 3)Semula ada pandangan yang sempit : extra nulla Eklesiam, yang kemudian dikoreksi “ : extra salis eccelsiam

7 4. BEBERAPA SYARAT / PRINSIP DIALOG  Butuh pembekalan, jangan ASBUN = asal bunyi  Harus jujur, terbuka, mau mendengarkan orang lain, tidak egois, tidak berprasangka buruk, harus dipupuk persahabatan dan persaudaraan  Menolak indiferentisme, tidak melemahkan iman, tetapi justru saling menguatkan.  Kesatuan umat tidak poleh dikorbankan demi alasan kepentingan agama

8 4. BEBERAPA KESULITAN DIALOG  Tidak cukup memiliki pengetahuan dan pemahaman agama lain secara benar dan seimbang  Kurangnya penghargaan atas agama lain dan mudah meunculkan sikap curiga yang berlebihan  Pemahaman yang salah mengenai beberapa istilah, misalnya, pertobatan, permandian, puasa dan sembah patung.  Anggap diri agamanya yang paling benar  Kurang dihindari polemik keagamaan  Akibat modernisasi  Agama di Mall. Mall, yang menimbulkan orang yang sudah beragama.  Sikap tidak toleran, diskriminasi, adanya aneka kesenjangan dan ketidakadilan  Ragu-ragu, tidak berani mengambil inisiatif untuk berdialog dan saling menunggu.  Kurang solider  Yang mayoritas “mau menangnya sendiri”.

9 6. PENUTUP  DIALOG SANGAT DIBUTUHKAN  Bukan hanya demi aman, tetapi visi ke depan : yaitu kehidupan yang penuh damai dan persaudaraan, yang didambakan bagi semua manusia.  Kita yang harus memulai pro-aktif  Budaya cinta harus menjadi gerak bersama  Mulai dari akar rumput dan melepaskan atribut.

10


Download ppt "LANDASAN POKOK MELAKUKAN DIALOG DENGAN UMAT LAIN Oleh P. Matheus Yatnoyuwono, MSC."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google