Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DEFINISI KEMISKINAN (menurut BPS)  Ketidakmampuan untuk memenuhi standar tertentu dari kebutuhan dasar, baik makan maupun bukan makan. Standar ini disebut.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DEFINISI KEMISKINAN (menurut BPS)  Ketidakmampuan untuk memenuhi standar tertentu dari kebutuhan dasar, baik makan maupun bukan makan. Standar ini disebut."— Transcript presentasi:

1

2 DEFINISI KEMISKINAN (menurut BPS)  Ketidakmampuan untuk memenuhi standar tertentu dari kebutuhan dasar, baik makan maupun bukan makan. Standar ini disebut garis kemiskinan.  Garis kemiskinan yaitu pengeluaran konsumsi kebutuhan dasar makanan setara dengan 2100 kalori energi per kapita per hari, ditambah nilai pengeluaran untuk kebutuhan dasar bukan makanan yang paling pokok MASYARAKAT MISKIN DITANDAI DENGAN  ketidakmampuan  ketidakberdayaan  kerentanan  keterisolasian

3 PENYEBAB KEMISKINAN •kultural : sikap seseorang/kelompok masyarakat yang dipengaruhi oleh gaya hidup, kebiasaan hidup dan sikap budayanya (apatis, pasrah, tidak mempunyai motivasi) •struktural : Struktur sumberdaya tidak merata,kemampuan masyarakat tidak seimbang, ketidaksamaan kesempatan dalam berusaha dan memperoleh pendapatan penyebab kemiskinan di d.i.y. bukan karena sebab-sebab kultural tetapi lebih pada sebab-sebab struktural adanya istilah “nrimo ing pandum, alon-alon waton kelakon, ana dina ana upa” bukan merupakan penjabaran dari terminologi pasrah, karena sebetulnya mengandung unsur dinamis, yaitu spirit untuk pantang menyerah, terus bersemangat dan berupaya selalu menyelaraskan diri dengan lingkungan

4 DIMENSI POKOK KEMISKINAN 1. kurangnya kesempatan; 2. rendahnya kemampuan; 3. kurangnya jaminan; 4. ketidakberdayaan. KETIDAKBERDAYAAN/KETIDAKMAMPUAN 1.Memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar seperti pangan dan gizi, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan; 2.Melakukan kegiatan usaha produktif; 3.Menjangkau akses sumberdaya sosial dan ekonomi; 4.Menentukan nasibnya sendiri serta senantiasa mendapat perlakuan diskriminatif, mempunyai perasaan ketakutan dam kecurigaan, serta sikap apatis dan fatalistik; dan 5.Membebaskan diri dari mental dan budaya miskin serta senantiasa merasa mempunyai martabat dan harga diri yang rendah

5 AKIBAT KEMISKINAN  tingginya beban sosial masyarakat;  rendahnya kualitas dan produktivitas sumber daya manusia;  rendahnya partisipasi aktif masyarakat;  menurunnya ketertiban dan ketentraman masyarakat;  menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat;  merosotnya mutu generasi yang akan datang.

6 PENGERTIAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE)  Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin ( KUBE–FM ) Himpunan dari keluarga yang tergolong fakir miskin yang dibentuk, tumbuh dan berkembang atas dasar prakarsanya sendiri, saling berinteraksi antara satu dengan lain, dan tinggal dalam satuan wilayah tertentu dengan tujuan untuk meningkatkan produktifitas anggotanya, meningkatkan relasi sosial yang harmonis, memenuhi kebutuhan anggota, memecahkan masalah sosial yang dialaminya dan menjadi wadah pengembangan uasaha bersama

7 TUJUAN KUBE : 1. Meningkatkan kemampuan anggota kelompok KUBE di dalam memenuhi kebutuhan – kebutuhan hidup sehari-hari, ditandai dengan meningkatnya pendapatan keluarga, meningkatnya kualitas pangan, sandang, papan, kesehatan, tingkat pendidikan, dapat melaksanakan kegiatan keagamaan dan meningkatnya penumbuhan kebutuhan- kebutuhan sosial lainnya.

8  LANJUTAN TUJUAN KUBE 2. Meningkatnya kemampuan anggota kelompok KUBE dalam mengatasi masalah-masalah yang mungkin terjadi dalam keluarganya maupun dengan lingkungan sosialnya, ditandai dengan adanya kebersamaan dari kesepakatan dalam pengambilan keputusan di dalam keluarga, dalam lingkungan sosial, adanya penerimaan terhadap perbedaan pendapat yang mungkin timbul di antara keluarga dan lingkungannya, semakin minimnya perselisihan yang mungkin timbul antara suami dan istri atau antara orang tua dan anak, dll.

9  LANJUTAN TUJUAN KUBE 3. Meningkatnya kemampuan anggota kelompok KUBE dalam menampilkan peranan-peranan sosialnya, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya, ditandai dengan semakin meningkatnya kepedulian dan rasa tanggungjawab dan keikutsertaan anggota dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial di lingkungannya, semakin terbukanya pilihan bagi para anggota kelompok dalam pengembangan usaha yang lebih menguntungkan, terbukanya kesempatan dalam memanfaatkan sumber dan potensi kesekjahteraan sosial yang tersedia dalam lingkungannya,

10 MENGAPA HARUS KUBE ?  KUBE merupakan media untuk meningkatkan motivasi warga untuk lebih maju.  Meningkatkan interaksi dan kerjasama  Dapat saling berbagi pengalaman, berkomunikasi & dapat menyelesaikan masalah dan berbagai kebutuhan  Meningkatkan pengetahuan wawasan & berpikir  Menumbuh kembangkan sikap-sikap berorganisasi & pengendalian emosi serta menumbuhkan rasa kebersamaan, kekeluargaan & kepedulian

11 TAHAP PEMBENTUKAN KUBE  Tahap Pesiapan  Tahap Pelaksanaan  Tahap Pengembangan Usaha  Tahap Kemitraan Usaha  Tahap monitoring dan Evaluasi

12  TAHAP PERSIAPAN Kegiatan pd tahap persiapan terdiri dari orientasi dan observasi, registrasi dan identifikasi, perencanaan program pelaksanaan, penyuluhan sosial umum, bimbingan pengenalan masalah, bimbingan mitivasi, dan evaluasi pesiapan (oleh aparat desa, petugas pendamping, pembina fungsional)  TAHAP PELAKSANAAN Kegiatan pada tahap pelaksanaan meliputi : seleksi calon Keluarga Binaan Sosial (KBS); pembentukan pra-kelompok dan kelompok; pemilihan/penentuan jenis usaha pelatihan pendamping, pelatihan ketrampilan anggota KUBE, pemberian bantuan makanan atau santunan/jaminan hidup, bantuan stimulan permodalan, pendampingan dan evaluasi (oleh aparat desa, petugas pendamping, pembina dan instansi terkait.

13  TAHAP PENGEMBANGAN USAHA : Kegiatan pd tahap pengembangan usaha meliputi : - Bimbingan pengembangan usaha - Pemberian bantuan pengembangan usaha - Pendampingan dan evaluasi (oleh petugas pendamping petugas pembina fungsional).  TAHAP KEMITRAAN USAHA : Kegiatan pada tahap ini meliputi : - Inventarisasi sumber-sumber yang ada ( SDA, SDE, SDS dan SDM) - Membuat kesepakatan-kesepakatan - Pelaksanaan kemitraan usaha - Bimbingan kemitraan usaha - Perluasan jaringan kemitraan usaha - Evaluasi ( oleh : pendamping dan pembina funsional)

14  TAHAP MONITORING DAN EVALUASI Kegiatan pada tahap ini meliputi : - Pengendalian dan monitoring proses pelaksanaan yang sedang berjalan - Evaluasi terhadap keberhasilan yng sudah dicapai ( oleh : petugas pendamping dan pembina fungsional )

15 Pengelolaan KUBE  Pengelolaan Kelompok  Pendekatan kelompok  Dibentuk kepengurusan  Kegiatan KUBE sehari-harinya dipimpin ketua kelompok dibantu pengurus-pengurus  Pengambilan keputusan diserahkan kpd ketua & pengurus  Pengeluaran dana diserahkan kpd muskel  Pendamping berperan sbg fasilitator, pemberi saran & pertimbangan-pertimbangan demi kemajuan kelompok

16  Kelompok KUBE hrs menetapkan ketentuan-keten tuan yg mengatur kegiatan kelompok  Pengelolaan jenis usaha  Dikembangkan beberapa jenis UEP yg sesuai dng minat, potensi & kemampuan para anggota serta potensi lingkungan  Jenis usaha yang dikembangkan sepenuhnya dise rahkan kpd anggota KUBE  Anggota KUBE dpt bekerjasama dng pengusaha atau instansi terkait  Bila jenis usaha sudah beragam, pengelolaan jenis usaha dpt diserahkan pd satu atau bbrp orang yg dianggap mampu, namun pembinaan anggota tetap berada pada kelompok KUBE

17 KELEMBAGAAN KUBE  KEANGGOTAAN KUBE a. Kriteria Anggota 1) Keluarga fakir miskin yang mempunyai pendapatan di bawah garis kemiskinan (tingkat pengeluaran sama dengan 480 kg untuk perkotaan dan 320 kg untuk pedesaan) - RTM 2) Warga masyarakat yang berdomisili tetap 3) Berusia 17 tahun dan maksimal 50 tahun 4) Menyatakan kesediaan bergabung dalam kelompok 5) Memiliki potensi dan ketrampilan di bidang usaha ekonomi tertentu

18 LANJUTAN KELEMBAGAAN KUBE b. Jumlah Anggota KUBE 1) Jumlah anggota KUBE 10 KK 2) Satu kelompok KUBE yang anggotanya dikategorikan fakir miskin dapat memilih anggotanya yang bukan kategori fakir miskin, namun mempunyai kemampuan dan potensi serta semangat kewirausahaan. Dalam satu keklompok KUBE jumlahnya hanya maksimal 20 % dari jumlah anggota yang ada.

19 LANJUTAN KELEMBAGAAN KUBE  HAL-HAL YG PERLU DIPERHATIKAN DLM PEMBENTUKAN KELOMPOK 1) Kedekatan tempat tinggal 2) Jenis usaha atau ketrampilan anggota 3) Ketersediaan sumber/keadaan geografis 4) Latar belakang kehidupan budaya 5) memiliki motifasi yang sama 6) Keberdaan kelompok-kelompok masyarakat yang sudah tumbuh berkembang lama.

20 BIDANG KEGIATAN KUBE  Bidang Kelembagaan  Bidang Sosial  Bidang Ekonomi

21 • BIDANG KELEMBAGAAN 1. Membuat program kegiatan secara jelas dan rinci 2. Membuat struktur organisasi dan pembagian tugas bagi semua anggota KUBE 3. Membuat fungsi masing-masing anggota KUBE sesuai dg struktur organisasi ya ada 4. Melakukan pencatatan & administrasi pembukuan yg meliputi : a. Buku Daftar Anggota Kelompok b. Buku Tamu c. Buku Kegiatan/Agenda Kelompok d. Buku Kas/Keuangan e. Buku Inventaris f. Buku SImpan Pinjam

22 • BIDANG SOSIAL 1.Melaksanakan pertemuan rutin bulanan anggota (atau sesuai kebutuhan) yg dihadiri oleh pendamping dan aparat desa 2.Melaksanakan pertemuan rutin anggota sesuai dg kesepakatan yang sdh ditentukan 3.Menumbuhkan kesadaran & kemauan anggota klp untuk merubah kondisi/keadaan ke arah kondisi kehidupan yg lebih baik 4.Merintis melaksanakan Iuran Kesetiakawanan Sosial (IKS) dan usaha simpan pinjam untuk kesejahteraan anggota keluarga KUBE 5.Mendorong anggota KUBE untuk aktif dlm kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan 6.Ikut aktif dlama kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, spt : kerja bakti lingkungan, gotong royong, siskamling dll. 7.Mengaktifkan/menggerakkan para istri anggota KUBE untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan, spt. Kegiatan posyandu, PKK dll

23 LANJUTAN BIDANG SOSIAL 8.Menumbuhkan kesadaran pada anggota tentang pentingnya pendidikan bagi anggota keluarga dan masyarakat 9.Menumbiuhkan rasa kesetiakawanan di antara sesama anggota maupun dengan lingkungannya, melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan 10.Menggagasi dan membentuk embrio koperasi tingkat desa/keluarahan 11.Meningkatkan ketrampilan kerja anggota KUBE 12.Meningkatkan kesadaran dan kepedulian para anggota KUBE untuk terlibat dalam penanganan permasalahan sosial yang ada di daerah masing-masing

24 • BIDANG EKONOMI 1.Pengeloalaan usaha ekonomis produktif (UEP) yg sudah ada shg dapat berhasil & meningkatkan kesejahteraan para anggota KUBE 2.Pengembangan jenis usaha ekonomi produktif (UEP) yg sebelum- nya hanya satu menjadi bbrp jenis usaha 3.Penggalian sumber-sumber & potensi yg dapat dimanfaatkan untuk pengembangan & kesejahteraan anggota KUBE 4.Melakukan pembaharuan atau inovasi thd teknik pengelolaan UEP untuk tercapainya kebeerhasilan KUBE yg optimal 5.Mewujudkan usaha koperasi yg dapat mendukung pengelolaan usaha ekonomi produktif (UEP) dan peningkatan kesejahteraan keluarga para anggota KUBE 6.Pengembalian dana pengguliran secara utuh kpd lain yg membutuhkan 7.Membangun kerejasama & jaringan kemitraan dg berbagai pihak yg dapat mempercepat keberhasilan KUBE.

25 INDIKATOR KEBERHASILAN KUBE  Bidang Kegiatan Kelembagaan  Bidang Kegiatan Sosial  Bidang Kegiatan ekonomi

26 LANJUTAN INDIKATOR KEBERHASILAN kube  Bidang Kegiatan Kelembagaan a. Kepengurusan & pembagian tugas sdh ada dan sdh dijalankan sebagaimana mestinya b.Administrasi kelompok, yg meliputi : - buku daftar anggota kelompok - buku tamu - buku kegiatan/agenda kelompok - buku kas/keuangan - buku inventaris - buku simpan pinjam sudah ada dan sudah diterapkan dengan baik c. Kerja sama di antara anggota KUBE sudah berjalan dg baik d.Proses pengambilan keputusan sudah didasarkan atas musyawarah e.Pertemuan anggota sdh berlangsung secara rutin & dilakukan pencatatan serta ditindklanjuti.

27 LANJUTAN INDIKATOR KEBERHASILAN KUBE  Bidang Kegiatan Sosial a.Motivasi kelompok (potensi sosial) sdh baik yg ditunjukkan dg minimal 2/3 kehadiran anggota pada setiap pertemuan yg diadakan b.Kerja sama kelompok sudah baik yg dari koordinasi & kekompakan kelompok c.Tanggung jawab sosial (antara anggota kelompok) sdh baik yg ditunjukkan dg kesediaan semua anggota untuk membantu anggota & tetangganya yg mengalami kesulitan d.Kepedulian sosial (dg luar anggota kelompok), sdh baik yg ditunjukkan dg adanya kepedulian semua angota untuk membantu anggota 7 tetangga yg mengalami kesulitan e.Usaha simpan pinjam KUBE sdh dapat dimanfaatkan klg untuk keperluan klg anggota KUBE f.Makan mengarah pada kriteria 4 sehat 5 sempurna g.Anak dpt mengikuti pendidikan sesuai dg tingkat usia & perlatan dpt dipenuhi h.Bila anggota keluarga jatuh sakit berobat ke mantri kesehatan atau bidan/dokter/Puskesmas i.Keluarga/istri aktif dlm mengikuti kegiatan-kegiatan kemasy.

28 LANJUTAN INDIKATOR KEBERHASILAN KUBE  Bidang Kegiatan ekonomi a. Sumber modal berasal dari kredit bersubsidi b. Meningkatnya pendapatan keluarga c.Perkembangan usaha dimana KUBE dijadikan sebagai usaha pokok d.Kinerja usaha mempunyai lebih dari dua jenis usaha e.Kemampuan merencanakan usaha f.Tabungan, dari waktu ke waktu terus bertambah bahkan erlipat ganda g.Peluang pasar cukup luas h.Kemampuan pemupukan modal, sudah dapat memanfaatkan sumber dana yg ada untuk pengembangan usaha i.Simpan pinjam, sdh berkembang dengan baik j.Kemitraan, sdh terjalin dg baik berbagai kelompok masy bisnis

29 LANJUTAN INDIKATOR KEBERHASILAN KUBE Aspek sosial mempunyai bobot yang lebih besar dibandingkan dengan aspek yang lainnya, karena KUBE lebih mengedepankan aspek sosial dari pada aspek lainnya. Aspek kelembagaan dan ekonomi hanya merupakan media dalam mewujudkan kesejahteraan sosial anggota KUBE.

30 Tahapan Penanggulangan Kemiskinan melalui Program Pemberdayaan Fakir Miskin oleh Kementrian Sosial RI melalui Dinas Sosial Provinsi DIY. Prakondisi melalui dana DEKON sasaran : Masyarakat umum dan fakir miskin Pembentukan KUBE (tumbuh) melalui dana DEKON Sasaran : fakir miskin Sesuai kriteria Pengembangan KUBE Melalui dana pusat dan APBD Sasaran : KUBE Produktif/ Maju sesuai kriteria LKM melalui dana Pusat Dan APBD Sasaran : KUBE Mandiri sesuai kriteria Peminjaman Melalui BANK KEGIATAN 1.Pengajuan proposal 2.Pengecekan pihak BANK 3.Pemanfaatan pinjaman 4.Didampingi Maskot Mandiri 5. Evaluasi KEGIATAN 1. Pembentukan LKM 2. Pelaksanaan jenis usaha dalam LKM 3. Pendampingan maskot Pendamping Mandiri 4. Evaluasi KEGIATAN 1. Sosialisasi 2. Seleksi dan rekruit Maskot 3. Pelat. Pendamping Maskot 4. Veri & pene KUBE produktif 5. Usulan kegiatan UEP 6. Pencairan Dana BLPS 7. Pendampingan maskot mandiri KEGIATAN 1..Seleksi calon anggota KUBE 2. Pembentukan pra Kelompok 3. Penentuan jasa usaha 4. Pelatihan pendamping 5. pel. Keteram anggota KUBE 6. Pemberian bantuan sti permodalan 7. Pendampingan oleh maskot KT, PSM, Orsos 8 Evaluasi KEGIATAN 1. Orientasi dan Observasi2 2. Registrasi dan identi 3. Perencanaan program 4. Penyuluhan sosial umum 5. Bimb. Pengenalan masalah 6. Bimb. Motivasi 7. Evaluasi persiapan HASIL KEGIATAN Teridentifikasi calon lokasi dan KK anggota KUBE HASIL KEGIATAN Terbentuknya KUBE dan terlaksananya ` kegiatan sosial dan UEP serta terseleksi KUBE Produktif dan non produktif HASIL KEGIATAN Tersalurnya dana pengembangan UEP dan teridentifikasi KUBE LKM Serta revitalisasi KUBE HASIL KEGIATAN Terbentuknya LKM berserta dana penyertaan dan keanggotaan KUBE dalam LKM HASIL KEGIATAN Meningkatnya aktivitas UEP KUBE ( anggota KUBE terlepas dari Kemiskinan) Tahun 0Tahun ITahun IITahun IIITahun IV

31 CALON LOKASI PROGRAM PEMBERDAYAAN FAKIR MISKIN TAHUN 2011 JUMLAH SASARAN 510 Klpk /5100 KK  1. KOTA YOGYAKARTA: 65 KLPK/650 KK  2. KAB. BANTUL: 90 KLPK/900 KK  3. KAB. KULONPROGO: 130 KLP/1300 KK  4. KAB. GUNUNGKIDUL: 135 KLP/1350 KK  5. KAB. SLEMAN: 90 KLP/ 900 KK

32 LOKASI KONSENTRASI DAN JUMLAH SASARAN KUBE PENUMBUHAN TAHUN 2011 NO.LOKASIJUMLAH KK MISKIN JUMLAH SASARAN 1.Kel. Bumijo, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta 188 KK100 KK (10 Klp) 2.Desa SriHardono, Kec. Pundong, Kab. Bantul 658 KK150 KK (15 Klp) 3.Desa Giripurwo, Kec. Girimulyo, Kab. Kulonprogo 487 KK200 KK (20 Klp) 4.Desa Hargosari, Kec. Tanjungsari, Kab. Gunungkidul 422 KK300 KK (30 Klp) 5.Desa Tirtomartani, Kec. Kalasan, Kab. Sleman 348 KK150 KK (15 Klp)

33 MENGAPA LOKASI KONSENTRASI

34 LOKASI DAN JUMLAH SASARAN KUBE PENUMBUHAN 2011 KOTA YOGYAKARTA 65 KLP/650 KK NOLOKASI JML SASARAN 1.PRAWIRODIRJAN,GONDOMANAN 10 klp/100 KK 2.NGUPASAN,GONDOMANAN 3. BUMIJO, JETIS 10 klp/100 KK LOKASI KONSENTRASI 10 klp/100 KK

35 NOLOKASI JML SASARAN 4. PANEMBAHAN, KRATON 10 klp/100 KK 5. KADIPATEN, KRATON 5 klp/50 KK 6.PATANGPULUAHAN,WIROBRAJAN 10 klp/100 KK 7.DEMANGAN,GONDOMANAN

36 LOKASI DAN JUMLAH SASARAN KUBE PENUMBUHAN TAHUN 2011 KABUPATEN BANTUL 90 KLP / 900 KK NOLOKASI JML SASARAN 1. KEC. PUNDONG a. Seloharjo 10 klp/100 kk b.Panjangrejo 5 klp/50 kk c.srihadono 15 klp/150 kk Lokasi Konsentrasi JUMLAH 30 KLP//300 KK

37 NOLOKASI JML SASARAN KEC. KRETEK a.Tirtosari 10klp/100 kk b. Tirtomulyo 10klp/100 kk c.tirtohargo 3. KEC. PAJANGAN a.Triwidadi 10 klp/100 KK b.Sendangsari 10 klp/100 kk c.Guwosari JUMLAH 30 KLP/300 KK

38 LOKASI DAN JUMLAH SASARAN KUBE PENUMBUHAN TAHUN 2011 KAB. KULONPROGO 130KLP/1300 KK NOLOKASI JML SASARAN 1. KEC. GIRIMULYO a.Pendoworejo 10 klp/100 kk b.Purwosari c.Jatimulyo d.Giripurwo 20 klp/200 kk Lokasi Konsentrasi Jumlah 50 klp/ 500 kk

39 NOLOKASI JML SASARAN 1. KEC. PANJATAN a.Bugel 15 klp/150 kk b.Pleret 10 klp/100 kk c.Depok 15 klp/150 kk JUMLAH 40 KLP/ 400 KK

40 NOLOKASI JML SASARAN 1. KEC.KOKAP a.Hargorejo 10klp/100 kk b.Hargomulyo 15 klp/150 kk c.Hargotirto JUMLAH 40 KLP/ 400 KK

41 LOKASI DAN JUMLAH SASARAN KUBE PENUMBUHAN TAHUN 2011 KAB. GUNUNGKIDUL 135 KLP/1.350 KK NOLOKASI JML SASARAN 1. KEC. PANGGANG a.Girisekar 10 klp/100 kk b.Girisuko 15 klp/150 kk d.Giriharjo 10 klp/100 kk JUMLAH 35 KLP / 350 KK

42 NOLOKASI JML SASARAN KEC. TANJUNGSARI a.Hargosari 30 klp/300 kk Lokasi Konsentrasi b.Kemiri 10 klp/100 kk c.Banjarejo JUMLAH 50 KLP /500 KK

43 NOLOKASI JML SASARAN KEC. PLAYEN a.Bandung 10 klp/100 kk b.Gading c.Bleberan 15 klp/150 kk d.Plembutan 5 klp/50 kk JUMLAH 40 klp/400 KK KEC. KARANGMOJO a.Bejiharjo 10 klp/100 KK

44 LOKASI DAN JUMLAH SASARAN KUBE PENUMBUHAN 2011KABUPATEN SLEMAN 90 KLP/900 KK NOLOKASI JML SASARAN 1. KEC. BERBAH a.Sendangtirto 5 klp/50 kk b.Tegaltirto 10 klp/100 kk c.Kalitirto 5 klp/50 kk Jumlah 20 klp/ 200 kk

45 NOLOKASI JML SASARAN 2. KEC. TURI a. Bangunkerto 10 klp/100 kk b.Wonokerto c.Girikerto 5 klp/ 50 kk d.Donokerto Jumlah 30 klp / 300 kk

46 NOLOKASI JML SASARAN 3. KEC. KALASAN a.Tirtomartani 15 klp/150 kk Lokasi Konsentrasi b.Tamanmartani 10 klp/100 kk c.Selomartani d.Purwomartani 5 klp/50 kk Jumlah 40 klp / 400 kk

47 KEGIATAN APBD TAHUN 2011  1.PENGEMBANGAN KUBE(6 Lokasi)  A. Kabupaten Bantul:  Kecamatan Imogiri Desa:  1. Selopamioro  2. Kebonagung  3.Karangtengah  B. Kabupaten GUNUNGKIDUL:  Kecamatan Ponjong Desa:  1. Umbulrejo  2. Genjahan  3. Sumbergiri

48  II. PEMBENTUKAN FORUM KUBE:  (1 Forum Kecamatan dan 3 Forum Desa)  KABUPATEN BANTUL  Kecamatan Kasihan Desa:  1. Tamantirto  2. Tirtonirmolo  3. Bangunjiwo

49  III. LEMBAGA KEUANGAN MIKRO  (3 lkm ) 1. Kabupaten gunungkidul, kecamatan Playen 2. Kabupaten Bantul, Kecamatan Bambanglipuro 3. Kota Yogyakarta, Kecamatan Umbulharjo

50


Download ppt "DEFINISI KEMISKINAN (menurut BPS)  Ketidakmampuan untuk memenuhi standar tertentu dari kebutuhan dasar, baik makan maupun bukan makan. Standar ini disebut."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google