Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ANALISIS VARIANSI (ANAVA).  bahwa sampel harus berasal dari populasi yang terdistribusikan atau terbesar secara normal, hal ini lebih dikenal dengan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ANALISIS VARIANSI (ANAVA).  bahwa sampel harus berasal dari populasi yang terdistribusikan atau terbesar secara normal, hal ini lebih dikenal dengan."— Transcript presentasi:

1 ANALISIS VARIANSI (ANAVA)

2  bahwa sampel harus berasal dari populasi yang terdistribusikan atau terbesar secara normal, hal ini lebih dikenal dengan konsep asumsi normalitas,  nilai-nilai varian dalam kelompok-kelompok sampel harus menunjukkan adanya homogenitas, atau lebih dikenal asumsi homogenitas  bahwa sampel harus berasal dari populasi yang terdistribusikan atau terbesar secara normal, hal ini lebih dikenal dengan konsep asumsi normalitas,  nilai-nilai varian dalam kelompok-kelompok sampel harus menunjukkan adanya homogenitas, atau lebih dikenal asumsi homogenitas

3  Sebagai mana ditunjukkan oleh namanya, Anava selalu berkaitan dengan angka-angka variasi yang disebut dengan varian  Prosedur penghitungannya menggunakan dasar- dasar seperti yang diterapkan pada analisis varian 1 jalur, akan tetapi pada anava 2 jalur terdapat variasi interaksi antar variabel.  Sebagai mana ditunjukkan oleh namanya, Anava selalu berkaitan dengan angka-angka variasi yang disebut dengan varian  Prosedur penghitungannya menggunakan dasar- dasar seperti yang diterapkan pada analisis varian 1 jalur, akan tetapi pada anava 2 jalur terdapat variasi interaksi antar variabel.  Dasar pemikiran umum Anava adalah bahwa nilai varian total (total variance) pada populasi dalam suatu pengamatan (eksperimen) dapat dianalisis menjadi 2 sumber, yaitu varian antar kelompok (between group variance) dan varian dalam kelompok (within group variance)

4  Skor varian antar kelompok akan dijadikan pembilang atau nominator sedangkan skor varian dalam kelompok dimasukkan dalam penyebut atau denominator.  Disamping memiliki fungsi sebagai alat untuk melakukan uji beda, Anava juga dapat digunakan untuk mengadakan estimasi dan juga untuk menguji homogenitas data

5 ANAVA 2 JALUR

6 (JK)

7 Rumus: JK A = Di mana: A = Kelompok A ke … n = Jumlah subjek dalam kelompok N = Jumlah subjek total

8 Rumus: JK B = Di mana: B = Kelompok B ke … n = Jumlah subjek dalam kelompok N = Jumlah subjek total

9 Rumus: JK AB = Di mana: AB = Kelompok AB ke … n = Jumlah subjek dalam kelompok N= Jumlah subjek total

10 Rumus: JK Tot = Di mana: N = Jumlah subjek total

11 Rumus: JK Dal = JK Tot – JK A - JK B - JK AB

12 (db)

13 Rumus: db A = a – 1 db B = b – 1 db AB = (db a )(db b ) db Tot = N – 1 db Dal = N - ab Di mana: a = Jumlah Kelompok A b = Jumlah Kelompok B N = Jumlah Subjek total

14 (MK)

15 Rumus: MK A = MK B = MK AB = MK Dal =

16 Rumus: F o A = F o B = F o AB =

17 Sumber VariasidbJKMKFo Ft 5%1% Antar A (A)a-1 …… Antar B (B)b-1 …… Inter AB (AB) (db A )(db B ) …… Dalam (Dal)N-ab --- Total (Tot)N

18 Dari data di bawah ini, lakukan uji F untuk mengetahui perbedaan penurunan tingkat depresi berdasarkan dosis obat yang diberikan dan jenis kelamin pasien. Tabel penurunan tingkat depresi Dari data di bawah ini, lakukan uji F untuk mengetahui perbedaan penurunan tingkat depresi berdasarkan dosis obat yang diberikan dan jenis kelamin pasien. Tabel penurunan tingkat depresi A1A2A3 B B Di mana: A = Dosis obat yang diberikan A1 = 0,1 mg/kg A2 = 0,3 mg/kg A3 = 0,5 mg/kg B = Jenis Kelamin B1 = Laki=laki B2 - Perempuan

19 DALAM ANAVA 2 JALUR

20 A1A2A3 B B A = Dosis obat yang diberikan A1 = 0,1 mg/kg A2 = 0,3 mg/kg A3 = 0,5 mg/kg

21 A1A2A3 B B B = Jenis Kelamin B1 = Laki=laki B2 - Perempuan

22 A1A2A3 B B A1B1 = 0,1 mg/kg, laki-laki A1B1 = 0,1 mg/kg, perempuan A2B2 = 0,3 mg/kg, laki-laki A2B2 = 0,3 mg/kg, perempuan A3B3= 0,5 mg/kg, laki-laki A3B3= 0,5 mg/kg, perempuan

23 1. Cari Jumlah Kuadrat a. JK Antar Kelompok A JK A

24 ..JK Antar Kelompok A JK A

25 1. Cari Jumlah Kuadrat b. JK Antar Kelompok B JK B

26 ..JK Antar Kelompok B JK B

27 1. Cari Jumlah Kuadrat c. JK Interaksi AB JK AB

28 ..JK Interaksi AB JK AB

29 d. JK Total JK Tot

30 e. JK Dalam JK Dal = JK Tot – JK A – JK B – JK AB = 167,2 – 68,6 – 16,133 – 5,267 = 77,2

31 2. Cari Derajat Kebebasan db A = a – 1 = 3 – 1 = 2 db B = b – 1 = 2 – 1 = 1 db AB = (db a )(db b )= (2)(1) = 2 db Tot = N – 1= 30 – 1 = 29 db Dal = N – ab= 30 – (3.2) = 30 – 6 = 24

32 3. Cari Mean Kuadrat MK A = MK B = MK AB = MK Dal =

33 4. Cari F rasio Rumus: F o A = F o B = F o AB =

34

35

36

37

38 Untuk F 5% (tabel alpha = 0,05) F A = Lihat baris pada angka 24 (sesuai db dal ) dan kolom pada angka 2 (sesuai db A ) diperoleh F5% = 3,403 F B = Lihat baris pada angka 24 (sesuai db dal ) dan kolom pada angka 1 (sesuai db B ) diperoleh F5% = 4,260 F AB = Lihat baris pada angka 2 (sesuai db AB ) dan kolom pada angka 24 (sesuai db dal ) diperoleh F5% = 19,45

39 Untuk F 1% (tabel alpha = 0,01) F A = Lihat baris pada angka 24 (sesuai db dal ) dan kolom pada angka 2 (sesuai db A ) diperoleh F1% = 5,614 F B = Lihat baris pada angka 24 (sesuai db dal ) dan kolom pada angka 1 (sesuai db B ) diperoleh F1% = 7,823 F AB = Lihat baris pada angka 2 (sesuai db AB ) dan kolom pada angka 24 (sesuai db dal ) diperoleh F1% = 99,466

40 Masukkan nilai-nilai yang telah diperoleh ke dalam tabel ringkasan anava seperti berikut ini: Tabel ringkasan anava Sumber Variasi dbJKMKFoFtabel F 5% F 1% Antar A(A)268,634,3 10,6333,4035,614 Antar B (B)16,133 5,0164,2607,823 Inter AB (AB)25,2672,633 0,81919,4599,466 Dalam (Dal)2477,23, Total (Tot)29167,2----

41 Kaidah :F o > F 5%  signifikan F o > F 1%  sangat signifikan F o < F 5%  tidak signifikan

42 Untuk membuat kesimpulan, bandingkan F dari hasil perhitungan (F o ) dengan F dari tabel (F tabel )untuk taraf signifikansi 0,05 atau 5% terlebih dahulu untuk mengetahui ada perbedaan yang signifikan atau tidak. Untuk mendapatkan taraf kepercayaan yang lebih tinggi (sangat signifikan), bandingkan lagi F dari hasil perhitungan (F o ) dengan F dari tabel (F tabel )untuk taraf signifikansi 0,01 atau 1%. Namun apabila ternyata F o < F 1% pembuatan kesimpulan didasarkan pada F 5% saja.

43 1. Ada Perbedaan yang sangat signifikan (Fo=10,663 > Ft1%=5,614) antara penurunan tingkat depresi berdasarkan dosis obat yang diberikan. Subjek- subjek dalam kelompok yang menerima dosis obat 0,5 mg/kg mengalami penurunan tingkat depresi yg lebih tinggi daripada subjek subjek yang menerima dosis obat 0,1 mg/kg dan 0,3 mg/kgdetik. 2. Ada perbedaan yang signifikan (Fo=5,016>Ft1%=4,2) antara penurunan tingkat depresi berdasarkan jenis kelamin. Pasien Perempuan mengalami penurunan tingkat depresi yang lebih tinggi daripada pasien laki-laki.

44 3. Tidak ada interaksi (Fo= 0,819


Download ppt "ANALISIS VARIANSI (ANAVA).  bahwa sampel harus berasal dari populasi yang terdistribusikan atau terbesar secara normal, hal ini lebih dikenal dengan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google