Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MEKANISME DAN PERMASALAHAN PEMBAYARAN GAJI PTT KEMENTERIAN KESEHATAN

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MEKANISME DAN PERMASALAHAN PEMBAYARAN GAJI PTT KEMENTERIAN KESEHATAN"— Transcript presentasi:

1 MEKANISME DAN PERMASALAHAN PEMBAYARAN GAJI PTT KEMENTERIAN KESEHATAN
TAHUN 2012 BIRO UMUM, SETJEN KEMENTERIAN KESEHATAN

2 DASAR HUKUM KEPPRES No. 37 Tahun 1991 tentang Pengangkatan Dokter sebagai Pegawai Tidak Tetap. KEPPRES No. 32 Tahun 1994 tentang Pengangkatan Bidan sebagai Pegawai Tidak Tetap. Surat persetujuan Menteri Keuangan RI nomor : S-399/MK.02/2009 tanggal 1 Juli tentang Persetujuan Penghasilan bagi Dokter dan Bidan PTT Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1307/MENKES/SK/IX/2010 tentang Penghasilan Pokok dan Insentif Khusus Dokter Pegawai Tidak Tetap dan Bidan Pegawai Tidak Tetap Peraturan Direktur Jenderal (PERDIRJEN) Perbendaharaaan Nomor PER- 29/PB/2007 tentang Tata Cara Pembayaran Gaji dan Insentif Pegawai Tidak Tetap.

3 POKOK-POKOK DALAM PEMBAYARAN GAJI DAN INSENTIF PEGAWAI TIDAK TETAP (PTT)
Pembayaran gaji dan insentif PTT dikelola (diproses, dicairkan dan dibayarkan) oleh Biro Umum Diproses maksudnya Biro Umum melakukan penerimaan, pemilahan, perekapan, dan pemeriksaan/verifikasi daftar gaji dan insentif yang diterima dari Dinas Kesehatan Kabupaten/kota seluruh Indonesia, Dicairkan maksudnya Biro Umum menyusun dan mengajukan pencairan gaji dan insentif PTT ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta V untuk memperoleh Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), Dibayarkan maksudnya Biro Umum melakukan pembayaran gaji dan insentif PTT melalui Bank Rakyat Indonesia.

4 Dasar utama dalam pengelolaan gaji dan insentif PTT di Biro Umum adalah daftar gaji dan insentif yang dibuat dan diusulkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab/kota. Pembuatan daftar gaji dan insentif PTT mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal (Perdirjen) Perbendaharaan No. PER-29/PB/2007 tentang Tata Cara Pembayaran Gaji dan Insentif Pegawai Tidak Tetap yang selanjutnya format-formatnya diubah dengan Perdirjen Perbendaharaan No. PER-13/PB/2010 dan PER-56/PB/2010. Daftar gaji dan insentif PTT dibuat per bulan dan diusulkan ke Biro Umum dalam 3 (tiga) bulan kedepan. Ketepatan waktu diterima usulan merupakan kunci kelancaran pembayaran gaji dan insentif. Adapun jadwal sebagai berikut : Gaji bln Jan, Peb dan Mar sudah diterima Biro Umum tgl 2 Jan, Gaji bln Apr, Mei dan Jun sudah diterima Biro Umum tgl 2 Apr, Gaji bln Jul, Agt dan Sep sudah diterima Biro Umum tgl 2 Jul, Gaji bln Okt, Nop dan Des sudah diterima Biro Umum tgl 2 Okt.

5 Pengiriman daftar gaji dan insentif PTT menggunakan alamat PO BOX 4086 JKTM (merupakan sarana khusus pelayanan gaji di Biro Umum). Peran PTT yang diharapkan dapat membatu kelancaran dalam pembayaran gaji dan insentif PTT adalah dengan melengkapi berkas persyaratan yang diminta oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/kota dan turut mendorong agar Dinas Kesehatan Kabupaten/kota menyampaikan usulan gaji dan insentifnya tepat waktu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mempunyai kewenangan untuk menunda/menghentikan pembayaran gaji dan insentif PTT yang melanggar disiplin dengan cara menyampaikan nota dinas kepada Kepala Biro Umum.

6 pengelolaan gaji ptt GAJI INDUK GAJI SUSULAN
PROSES GAJI YANG USULANNYA DITERIMA TEPAT WAKTU (SEBELUM PENCAIRAN) : GAJI SUSULAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP MAR JAN FEB DAFTAR GAJI YANG DITERIMA TERLAMBAT ( TW 1 diterima FEB) : Yang berproses adalah gaji Maret (karena gaji Jan dan Feb sdh lewat) Gaji Jan dan Feb diproses di GAJI SUSULAN (kolektif)

7 Permasalahan dalam pengelolaan ptt
Adanya Perbedaan data yang dimiliki oleh Biro Kepegawaian dan yang dimiliki oleh Biro Umum. Biro Kepegawaian memiliki data SIMPEG yang online dengan Dinkes Kab/Kota (pengelola Adm PTT). Biro Umum memiliki data penggajian yang bersumber dan dibuat oleh Dinkes Kab/Kota (pengelola gaji PTT). Dampak sangat tidak baik. Data SIMPEG dipergunakan sebagai dasar perhitungan kebutuhan/formasi PTT. Data Penggajian dapat diartikan sebagai data aktif PTT.

8 Permasalahan ( lanjutan )
Pada Pertemuan Koordinasi dengan para pengelola Gaji PTT tahun yang lalu, ditempat ini juga, tampil panel bertiga yaitu Kepala Biro Kepegawaian, Kepala Biro Umum, Kepala Biro Keuangan dan BMN. Roum & Ropeg sepakat menggunakan 1 data (didukung penuh oleh Kepala Biro Keuangan dan BMN)

9 Diinformasikan ke Dinkes Kab/Kota
Terkait dengan derasnya arus akan efisiensi APBN Biro Umum melakukan penjajakan dengan BRI. Koordinasi terus berlanjut hingga Biro Umum ber-ketetapan akan mem-pergunakan data SIMPEG. Mempersiapkan NOREK yang sumber datanya diambil dari SIMPEG Diinformasikan ke Dinkes Kab/Kota

10 Muncul reaksi dari Dinkes kabupaten/kota :
PTT yang masih aktif (versi Dinkes) tidak tercantum/ memperoleh rekening. PTT yang sudah non aktif (CPNS, SMB) masih tercantum/ memperoleh rekening. PTT pindahan masih tercantum dan memperoleh rekening di kabupaten/kota lama. KOMPLAIN KE ROUM DAN ROPEG

11 SAMPAI SAAT INI BIRO UMUM MASIH MENYISIR DAN MENAMPUNG KOMPLAIN THD PTT YG BELUM MEMPEROLEH REKENING
Terdapat NRPTT ganda (akibat dari masih manual) shg tidak tervalidasi. Terdapat PTT yg diusulkan oleh 2 kab/kota (lama dan baru). Acuan SIMPEG

12 TUJUAN UTAMA penggunaan SIMPEG dalam pembayaran gaji :
Menghindari/memperkecil salah sasaran “bermain dg APBN”. Ada mekanisme/alat kontrol dari institusi yang mengangkat dan memberhentikan PTT (Biro Kepegawaian). Selalu ter updatenya data SIMPEG sehingga akurat untuk penyusunan formasi dan tentu saja dalam penyusunan alokasi.

13 TERIMA KASIH www.gajiroum.net 021-5223013 021-52921532 021-52960477
Telp : SMS ( ) atau ( ).

14 PESAN KHUSUS UNTUK PTT ANGKATAN APRIL 2012
SETIBA DILOKASI TEMPAT TUGAS SEGERA SELESAIKAN ADMINISTRASI YANG TERKAIT DENGAN PENGGAJIAN GUNA PERCEPATAN PROSES GAJI DAFTAR GAJI DAN INSENTIF BULAN APRIL 2012 DAPAT DI FAX TERLEBIH DAHULU SEBELUM TANGGAL 15 APRIL KE AGAR PADA BULAN MEI TELAH MENERIMA GAJI PERTAMA PENGADUAN KE BIRO UMUM AKAN LEBIH TEPAT APABILA DIDAHULUI DENGAN PENELUSURAN GAJI KE DINKES KABUPATEN/KOTA YAKINKAN TANGGAL PENGIRIMAN DAFTAR GAJI DAN INSENTIF

15 Daftar Penghasilan Pegawai Tidak Tetap (PTT)
Unsur Penghasilan Dokter/Dokter Gigi Dokter/Dokter Gigi Spesialis Bidan Biasa Terpencil S,Terpencil Penghasilan Kotor : - Gaji Pokok 1,510,500 1,295,600 - Tunjangan Istri/Tunjangan PTT 271,430 181,985 - Tunjangan PPh 267,290 221,638 - Pembulatan 780 777 Jumlah Gaji (A) 2,050,000 1,700,000 Potongan – potongan : - IWP/ Iuran 2% Kes. PTT 30,210 25,912 - Potongan PPh Jumlah Potongan Gaji (B) 297,500 247,550 JUMLAH Gaji Bersih (D) = (A) - (B) 1,752,500 1,452,450 Insentif - Insentif (X) 3,350,000 5,800,000 7,850,000 8,300,000 2,700,000 - Potongan PPh (Y) 251,250 435,000 588,750 622,500 127,500 202,500 JUMLAH Insentif Bersih ( Z ) = (X) – (Y) 3,098,750 5,365,000 7,261,250 7,677,500 1,572,500 2,497,500 JUMLAH PENGHASILAN BERSIH (D) +( Z ) 4,851,250 7,117,500 9,013,750 9,430,000 3,024,950 3,949,950 JUMLAH PENGHASILAN KOTOR (A + X)

16 ALUR PROSES (secara sederhana)
KPPN JAKARTA V 3 4 DINKES KAB/KOTA 2 BIRO UMUM 5 BRI DAFTAR GAJI DATA PEMBAYARAN 6 1 PTT


Download ppt "MEKANISME DAN PERMASALAHAN PEMBAYARAN GAJI PTT KEMENTERIAN KESEHATAN"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google