Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : Dyah Pradnya Paramita Duarsa Yustin Indah Murni Farida Indriani Ni Made Ruastiti Ni Putu Listiawati Trisakti Handayani Oleh : Dyah Pradnya Paramita.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : Dyah Pradnya Paramita Duarsa Yustin Indah Murni Farida Indriani Ni Made Ruastiti Ni Putu Listiawati Trisakti Handayani Oleh : Dyah Pradnya Paramita."— Transcript presentasi:

1 Oleh : Dyah Pradnya Paramita Duarsa Yustin Indah Murni Farida Indriani Ni Made Ruastiti Ni Putu Listiawati Trisakti Handayani Oleh : Dyah Pradnya Paramita Duarsa Yustin Indah Murni Farida Indriani Ni Made Ruastiti Ni Putu Listiawati Trisakti Handayani 34 TEORI FEMINISME : SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA TEORI FEMINISME : SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA

2 SEJARAH TEORI FEMINISME TIDAK DAPAT DILEPASKAN DARI FILSAFAT, YANG MERUPAKAN CIKAL BAKAL PENGETAHUAN, REALITAS, KEADILAN, DAN KEBIJAKSANAAN FILSATAT 1.MENAWARKAN ALAT UNTUK DAPAT BERFIKIR SECARA JERNIH, KRITIS DAN KONSEPTUAL 2.MEMBUAT SEGALA SESUATU MENJADI MASUK AKAL DENGAN PERHITUNGAN RASIONAL DAN KEBIJAKSANAAN FILSATAT 1.MENAWARKAN ALAT UNTUK DAPAT BERFIKIR SECARA JERNIH, KRITIS DAN KONSEPTUAL 2.MEMBUAT SEGALA SESUATU MENJADI MASUK AKAL DENGAN PERHITUNGAN RASIONAL DAN KEBIJAKSANAAN APAKAH BENAR FILSAFAT TELAH MEMENUHI JANJINYA APAKAH BENAR FILSAFAT TELAH MEMENUHI JANJINYA 2 ?

3 PEMUNCULAN FILSAFAT BARAT (tidak bijaksana) Waithe :  Sejak SM, karya-karya filsafat perempuan Yunani telah muncul, seperti :Themistoclea, Theano I dan II, Arignote,Aesara, Phintys, Perictione I dan II, Aspasia, Makrina, Hipathia, Arete, Cleobulina, Axiothea, Julia Domma, Mary Wollstonecraft  Pada abad 17, Anna Maria van Schurman buku tentang pendidikan  Mengapa nama-nama filsuf perempuan tersebut sangat jarang muncul ke permukaan ? Waithe :  Sejak SM, karya-karya filsafat perempuan Yunani telah muncul, seperti :Themistoclea, Theano I dan II, Arignote,Aesara, Phintys, Perictione I dan II, Aspasia, Makrina, Hipathia, Arete, Cleobulina, Axiothea, Julia Domma, Mary Wollstonecraft  Pada abad 17, Anna Maria van Schurman buku tentang pendidikan  Mengapa nama-nama filsuf perempuan tersebut sangat jarang muncul ke permukaan ? Apa yg dipersoalkan?  Filsafat barat tidak bijaksana dalam memperhitungkan suara feminisme  Pandangan tentang perempuan seringkali bias, seksis, atau sama sekali tidak diabaikan  Sejak abad 17 telah ditemukan karya-karya filsuf perempuan, spt : metafisika, epistimologi, teori moral, dll Apa yg dipersoalkan?  Filsafat barat tidak bijaksana dalam memperhitungkan suara feminisme  Pandangan tentang perempuan seringkali bias, seksis, atau sama sekali tidak diabaikan  Sejak abad 17 telah ditemukan karya-karya filsuf perempuan, spt : metafisika, epistimologi, teori moral, dll 34 PEMINGGIRAN TERHADAP FILSUF-FILSUF PEREMPUAN

4 PERGERAKAN FEMINIS  ABAD KE-20 (1949): Lahir karya Simone de Beauvoir “Le Deuxieme Sexe”, ditemukan istilah kesetaraan.  TAHUN 1960an : mulai menggunakan istilah penindasan dan pembebasan.  TAHUN an : Membawa perubahan sosial yang luar biasa di dunia Barat (lahirnya undang- undang yang menguntungkan perempuan), konsep patriarki mulai mengemuka.  TAHUN an: Wacana feminisme bermunculan di Amerika Latin, Asia, dan di negara-negara Dunia ketiga pada umumnya.  ABAD KE-20 (1949): Lahir karya Simone de Beauvoir “Le Deuxieme Sexe”, ditemukan istilah kesetaraan.  TAHUN 1960an : mulai menggunakan istilah penindasan dan pembebasan.  TAHUN an : Membawa perubahan sosial yang luar biasa di dunia Barat (lahirnya undang- undang yang menguntungkan perempuan), konsep patriarki mulai mengemuka.  TAHUN an: Wacana feminisme bermunculan di Amerika Latin, Asia, dan di negara-negara Dunia ketiga pada umumnya.  PERGERAKAN PALING AWAL DITEMUI SEJAK ABAD KE-15 (Christine de Pizan menulis ketidakadilan yang dialami perempuan)  TAHUN 1800-an : MRPK PERGERAKAN YANG CUKUP SIGNIFIKAN (Susan dan Elizabeth telah memperjuangkan hak-hak politik, yaitu hak unt. memilih)  TAHUN : MENGGUNAKAN KATA-KATA “HAK” ( Mary wollstonecraft, feminis pertama yang mengatakan adanya pembodohan thd perempuan yang disebabkan tradisi masyarakat yang menjadikan perempuan sebagai makhluk yang tersubordinasi  PERGERAKAN PALING AWAL DITEMUI SEJAK ABAD KE-15 (Christine de Pizan menulis ketidakadilan yang dialami perempuan)  TAHUN 1800-an : MRPK PERGERAKAN YANG CUKUP SIGNIFIKAN (Susan dan Elizabeth telah memperjuangkan hak-hak politik, yaitu hak unt. memilih)  TAHUN : MENGGUNAKAN KATA-KATA “HAK” ( Mary wollstonecraft, feminis pertama yang mengatakan adanya pembodohan thd perempuan yang disebabkan tradisi masyarakat yang menjadikan perempuan sebagai makhluk yang tersubordinasi 34

5 TEORI FEMINISME GOW Gel.awal Gel. kedua Gel.ketiga FEMINISME  FEMINISME LIBERAL  FEMINISME RADIKAL  FEMINISME MARXIS/ SOSIALIS  FEMINISME LIBERAL  FEMINISME RADIKAL  FEMINISME MARXIS/ SOSIALIS  FEMINISME EKSISTENSIAL  FEMINISME GYNOSENTRIS  FEMINISME EKSISTENSIAL  FEMINISME GYNOSENTRIS 11  FEMINISME POSTMODEREN  FEMINISME MULTIKULTURAL  FEMINISME GLOBAL  EKOFEMINISME  FEMINISME POSTMODEREN  FEMINISME MULTIKULTURAL  FEMINISME GLOBAL  EKOFEMINISME

6 GELOMBANG AWAL FEMINISME FEMINISME LIBERAL : menekankan pada hak individu (hak bagi kaum liberal harus diprioritaskan lebih tinggi dari “kebaikan” FEMINISME RADIKAL : memfokuskan pada permasalahan ketertindasan perempuan (hak untuk memilih adalah slogan mereka). FEMINISME MARXIS/SOSIALIS: perbedaannya bila sosialis menekankan pada penindasan gender dan kelas, marxis menekankan pada masalah kelas sbg penyebab perbedaan fungsi dan status perempuan

7 GELOMBANG KEDUA FEMINISME  FEMINISME EKSISTENSIAL Melihat ketertindasan perempuan dari beban reproduksi yang ditanggung perempuan, sehingga tidak mempunyai posisi tawar dengan laki-laki  FEMINISME GYNOSENTRIS Melihat ketertindasan perempuan dari perbedaan phisik antara laki-laki dan perempuan, yang menyebabkan perempuan lebih inferior dibanding laki-laki.  FEMINISME EKSISTENSIAL Melihat ketertindasan perempuan dari beban reproduksi yang ditanggung perempuan, sehingga tidak mempunyai posisi tawar dengan laki-laki  FEMINISME GYNOSENTRIS Melihat ketertindasan perempuan dari perbedaan phisik antara laki-laki dan perempuan, yang menyebabkan perempuan lebih inferior dibanding laki-laki. 34

8 GELOMBANG KETIGA FEMINISME 1. FEMINISME POSTMODEREN Postmoderen menggali persoalan alienasi perempuan seksual, psikologis, dan sastra dengan bertumpu pada bahasa sebagai sebuah sistem 2. FEMINISME MULTIKULTURAL Melihat ketertindasan perempuan sebagai “satu definisi”, dan tidak melihat ketertindasan terjadi dari kelas dan ras, preferensi sosial, umur, agama, pendidikan, kesehatan, dsb 3. FEMINISME GLOBAL Menekankan ketertindasannya dalam konteks perdebatan antara feminisme di dunia yang sudah maju dan feminisme di dunia sedang berkembang 4. EKOFEMINISME Berbicara tentang ketidakadilan perempuan dalam lingkungan, berangkat dari adanya ketidakadilan yang dilakukan manusia terhadap non-manusia atau alam.

9 IMPLEMENTASI TEORI FEMINISME Aplikasi teori feminisme dalam pembangunan adalah dengan dikembangkannya alat analisis berperspektif feminisme yang dikenal dengan “ TEKNIK ANALISIS GENDER” (TAG) Bertujuan untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender dalam berbagai aspek kehidupan 3

10 TEKNIK ANALISIS GENDER  TEKNIK ANALISIS HARVARD (profil gender pada suatu kelompok sosial)  TEKNIK ANALISIS MOSER (Kebutuhan praktis-strategis gender dlm pembangunan)  TEKNIK ANALISIS LONGWE (Pemberdayaan perempuan)  TEKNIK ANALISIS MUNRO (partisipasi dan pelibatan gender dalam pembangunan)  TEKNIK CVA (Capabilities and Vulnerabilities Analysis) (menilai sejauh mana suatu proyek memperkuat atau justru memperlemah pembangunan)  MATRIK ANALISIS GENDER (GAM) (menilai berbagai akibat suatu proyek pembangunan terhadap laki-laki dan perempuan)  TEKNIK ANALISIS HARVARD (profil gender pada suatu kelompok sosial)  TEKNIK ANALISIS MOSER (Kebutuhan praktis-strategis gender dlm pembangunan)  TEKNIK ANALISIS LONGWE (Pemberdayaan perempuan)  TEKNIK ANALISIS MUNRO (partisipasi dan pelibatan gender dalam pembangunan)  TEKNIK CVA (Capabilities and Vulnerabilities Analysis) (menilai sejauh mana suatu proyek memperkuat atau justru memperlemah pembangunan)  MATRIK ANALISIS GENDER (GAM) (menilai berbagai akibat suatu proyek pembangunan terhadap laki-laki dan perempuan) 34

11  BIDANG POLITIK  AGAMA  HUKUM  MEDI MASSA  POLITIK  EKONOMI  KESEHATAN  PENDIDIKAN  PENGEMBANGAN KARIER  BIDANG POLITIK  AGAMA  HUKUM  MEDI MASSA  POLITIK  EKONOMI  KESEHATAN  PENDIDIKAN  PENGEMBANGAN KARIER ISU-ISU ETIDAKADILAN GENDER ISU-ISU ETIDAKADILAN GENDER 34 SUMBER : BUDAYA SUMBER : BUDAYA

12

13

14


Download ppt "Oleh : Dyah Pradnya Paramita Duarsa Yustin Indah Murni Farida Indriani Ni Made Ruastiti Ni Putu Listiawati Trisakti Handayani Oleh : Dyah Pradnya Paramita."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google