Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Amalan-Amalan Haji dan Umrah Ihram Jika seseorang yang ingin melakukan haji atau umrah sampai di miqat, maka dia harus berihram dan sebelumnya melakukan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Amalan-Amalan Haji dan Umrah Ihram Jika seseorang yang ingin melakukan haji atau umrah sampai di miqat, maka dia harus berihram dan sebelumnya melakukan."— Transcript presentasi:

1

2 Amalan-Amalan Haji dan Umrah

3 Ihram Jika seseorang yang ingin melakukan haji atau umrah sampai di miqat, maka dia harus berihram dan sebelumnya melakukan hal-hal berikut: 1.Dianjurkan memotong kuku, menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan 2.Dianjurkan mandi yang mengangkat hadats besar 3.Dianjurkan memakai minyak wangi di kepala, janggut 4.Untuk laki-laki berihram dengan memakai 2 dua kain ihram, dan diutamakan berwarna putih, sedangkan untuk wanita diperbolehkan memakai pakaian apa saja yang diperbolehkan oleh syari’at ketika keluar rumah.2 dua kain ihram 5.Ketika sudah di atas kendaraan menghadap kiblat dan berniat di dalam hati untuk melakukan manasik. Bagi yang berhaji tamattu’ berniat melaksanakan ibadah umrah, dan mengucapkan: “ Allahumma labbaika ‘umratan ". 6.Apabila khawatir tidak bisa menyempurnakan umrah maupun hajinya, disyari’atkan mengucapkan: فَإِنْ حَبَسَنِيْ حَابِسٌ فَمَحِلّيِ حَيْثُ حَبَسْتَنِيْ Mulai di sini dia merupakan orang yang berihram atau disebut muhrim. Dan semenjak itu disunnahkan baginya membaca talbiyah : لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ, لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ “ Disunnahkan untuk mengeraskan talbiyah bagi laki-laki, sedang bagi wanita sekedar didengar orang didekatnya. Talbiyah ini terus dibaca sampai memasuki Masjidil Haram dan melihat Ka'bah. sudah diberlakukan baginya larangan-larangan ihramlarangan-larangan ihram Bagi yang Ifrad dan Qiran

4 Bagi yang berhaji ifrad berniat ihram dalam hati untuk masuk dalam amalan ibadah haji, seraya mengucapkan: “ Allahumma Labbaika Hajjan ”. Bagi yang qiran berniat ihram dalam hati untuk masuk dalam amalan haji bersamaan dengan umrah seraya mengucapkan “ Allahumma labbaika Hajjan wa ‘Umratan ”.

5 Rida’ (selendang) Izar (sarung)

6 Thawaf Syarat-syarat sahnya thawaf : 1.Suci dari hadats kecil dan besar 2.Suci dari najis 3.Menutup aurat 4.Thawaf sebanyak tujuh putaran 5.Tertib, dengan dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir disitu setiap putaran 6.Berurutan 7.Niat Tata Cara Thawaf : 1.Memutuskan talbiyah sebelum thawaf 2.Masuk ke dalam masjid dengan kaki kanan, seraya berdoa: " بِسْمِ اللهِ, وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ, أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, اللَّهُمَ افْتَحْ لِي أَبوَابَ رَحْمَتِكَ “ 3.Bagi laki-laki melakukan idhtiba‘ ketika thawaf qudum atau thawaf umrah idhtiba‘ 4.Menuju Hajar Aswad dan menghadapnya lalu mengusapnya dengan tangan kanan lalu menciumnya jika memungkinkan, seraya mengucapkan: “ Allahu Akbar ". Atau mengusap dengan tangan kanan dan mencium tangannya atau mengusap dengan tongkat dan mencium tongkat atau memberikan isyarat tanpa mencium terus

7 5. Jadikan Ka'bah di sisi kiri, 6. Melakukan raml yaitu berlari-lari kecil dengan langkah kaki yang berdekatan pada thawaf umrah atau thawaf qudum di tiga putaran pertama saja. 7. Berjalan sampai ke rukun yamani disunnahkan mengusapnya tanpa mencium tangan. Bila tidak mengusap tidak disunnahkan memberi isyarat dan berjalan seperti biasa. 8. Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca doa: " رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ” 9. Selama thawaf disunnahkan memperbanyak dzikir dan doa yang disukainya, tak ada doa tertentu yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat thawaf, kecuali yang dibaca diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad tadi. 10. Bila telah selesai tujuh putaran, akhirilah thawaf dengan mengusap atau mencium atau memberi isyarat kepada Hajar Aswad (sesuai perincian di awal thawaf ). Kemudian letakkan kain ihram dalam keadaan biasa (menutupi kedua pundak). Lalu menuju ke Maqam Ibrahim dengan membaca : وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى 11. Lakukan shalat dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim dengan jarak agak dekat, bila tidak memungkinkan, agak ke belakang, bila tidak memungkinkan bisa shalat dimanapun selama di dalam Masjidil Haram. Adapun bacaannya setelah surat Al Fatihah pada raka’at pertama membaca Surat Al Kafirun dan pada raka’at kedua membaca surat Al Ikhlas. Bila memungkinkan selama thawaf dalam keadaan suci dari hadats kecil dan dari najis. Lihat gambar

8

9 Allahu Akbar!! Di rukun Yamani apabila memungkinkan disunnahkan mengusap dengan tangan kanan, bila tidak, cukup berjalan biasa tanpa memberi isyarat.

10 Sa’i Syarat-syarat sahnya sa’i : 1.Niat 2.Memulai dari Shafa dan mengakhiri di Marwah 3.Sa’i harus dilakukan sebanyak tujuh putaran 4.Menyempurnakan perjalanan Shafa dan Marwah 5.Sa’i dilakukan ditempat sa’i Sifat Sa’i : 1.Setelah shalat sunnat thawaf dua raka’at, disunnahkan minum air zam-zam sepuas-puasnya dan menuangkan ke kepalanya. 2.Kemudian menuju ke arah Hajar Aswad lagi untuk mencium, mengusap atau memberi isyarat sesuai dengan perincian di awal thawaf. 3.Lalu berjalan ke bukit Shafa untuk melakukan sa'i. Saat menaiki Shafa, membaca : ” إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ”, أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ 4.Lalu berdiri di Shafa menghadap Ka'bah dengan mengangkat kedua tangan mengucapkan: “ِ Allahu Akbar " 3 kali lalu mengucapkan: " لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ ”. Terus

11 Lalu berdoa sekehendaknya dan hal ini diulangi sebanyak tiga kali. 5. Berjalanlah biasa dari Shafa sampai pada tempat isyarat lampu hijau pertanda disunnahkan lari-lari kecil di tempat itu sampai ke tanda lampu berikutnya. Lalu berjalan biasa lagi sampai ke Marwah. Ini dihitung sekali putaran. 6. Sesampai di atas Marwah menghadap ke arah Ka'bah dan mengangkat kedua tangan seraya membaca dan berdoa seperti ketika di Shafa. 7. lalu berjalan biasa ke arah Shafa. Pada tanda lampu hijau lakukan lari- lari kecil sampai tanda berikutnya. Bila sampai di Shafa berarti telah mendapat dua putaran. Seperti ini dilakukan tujuh kali dan akan berakhir di Marwah. 8. Selama sa'i diperbolehkan membaca Al Qur'an, berdzikir atau berdoa apa yang mudah baginya, atau membaca doa: رَبِّ اْغفِرْ وَاْرحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ اْلأَعَزُّ اْلأَكْرَمُ Lihat gambar

12

13 Tahallul • Setelah sa'i, bagi yang berhaji Ifrad dan Qiran menunggu dalam keadaan ihram sampai nanti masuk ihram haji. • Sedang yang berhaji Tamattu’ melakukan t ahallul dengan mencukur pendek seluruh rambut kepala atau menggundulnya • Kalau waktu haji sudah dekat maka tidak menggundul rambut kepala agar tersisa untuk tahallul saat haji nanti. Usahakan semua bagian rambut tercukur meskipun sedikit. • Bagi wanita cukup mengumpulkan ujung rambut sebesar ujung jari kemudian mengguntingnya. • Dengan ini telah selesai amalan umrah dan tidak diharamkan lagi larangan-larangan ihram. Lalu tinggal di Mekkah sampai tanggal 8 Dzulhijjah untuk kemudian memulai amalan ibadah haji.

14 Amalan-amalan Tanggal 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah) 1.Bagi yang berhaji tamattu’ berihram di tempat tinggal 2.Dianjurkan mandi, membersihkan badan dan memakai minyak wangi di kepala dan janggut, sebagaimana ketika berihram. 3.Berniat haji dan mengucapkan: “ Allahumma labbaika hajjan ”. 4.Dianjurkan berangkat ke Mina sebelum Zhuhur 5.Kemudian tinggal di Mina, di sana melakukan shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan Shubuh dengan diqashar tanpa dijama’. 6.Dianjurkan bermalan di Mina. Amalan pada hari tarwiyah ini hukumnya sunnah.

15 Amalan-amalan Tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) 1.Apabila matahari telah terbit pada tanggal sembilan Dzulhijjah, berangkat ke Arafah untuk melakukan Wukuf. 2.Selama dalam perjalanan disunnahkan untuk sambil mengulang-ulang talbiyah. 3.Jika sudah masuk waktu zhuhur, maka imam berkhuthbah dan setelah melakukan shalat Zhuhur dan Ashar dengan jama’ taqdim dan qashar (masing-masing dua rekaat), sekali adzan dan dua kali iqamah tanpa diiringi shalat sunnah rawatib. 4.Setelah itu hendaknya berdo’a dengan khusyu’ mengangkat tangan dan menghadap kiblat. Kalau memungkinkan dia berada di belakang Jabal (gunung) Rahmah dengan menjadikannya di antara dia dengan kiblat, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lakukan hal ini sampai matahari tenggelam. Perbanyak juga mengucapkan dzikir. Perhatian  Jama’ah haji harus yakin bahwa dia benar-benar berada di dalam area padang Arafah. Pada setiap perbatasan Arafah ada tugu besar yang menunjukkan batas akhir Arafah.padang Arafah  Perlu diketahui bahwa bagian depan masjid Namirah bukan termasuk Arafah, jadi apabila memulai wukuf jangan berada di bagian depan masjid.  Tidak disyariatkan harus mendaki, mendatangi atau melihat Jabal Rahmah sebagaimana keyakinan sebagian jamaah haji. Mabit di Muzdalifah

16 " لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ Doa yang paling utama pada hari Arafah:

17 5. Melakukan wukuf di Arafah sampai matahari benar-benar tenggelam. 6. Menuju Muzdalifah dengan tenang sambil mengulang-ulang bacaan talbiyah. 7. Melakukan shalat Maghrib dan Isya’ secara jama’ ta’khir qashar, sesampainya di Muzdalifah. 8. Kemudian tidur dan menginap di Muzdalifah sampai terbit fajar (tanggal 10 Dzulhijjah). Diperbolehkan bagi wanita, anak kecil dan semisalnya serta yang mendampinginya untuk keluar Muzdalifah menuju Mina setelah pertengahan malam. 9. Melakukan shalat Shubuh ketika sudah masuk waktunya kemudian berdoa sebanyak-banyaknya dengan mengangkat tangan sampai menjelang matahari terbit.

18 Terus Amalan-amalan tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Nahr) 1.Setelah melakukan shalat shubuh di Muzdalifah, memperbanyak doa dan dzikir. 2.Jika cahaya matahari sudah menguning sekali sebelum terbit, berangkat menuju Mina sambil membaca talbiyah. 3.Memungut 7 buah kerikil ukuran sedang kira-kira sebesar ujung jari di perjalanan dari Muzdalifah menuju Mina.7 buah kerikil ukuran sedang kira-kira sebesar ujung jari 4.Menghentikan talbiyah ketika melempar Jumrah ‘Aqabah, yaitu jumrah yang ketiga yang letaknya paling dekat dengan Makkah. melempar tujuh kali, setiap lemparan disertai dengan ucapan takbir: “ Allahu Akbar”. 5.Menyembelih hadyu jika anda melakukan haji tamattu’ maupun qiran, kalau tidak mampu diganti dengan puasa tiga hari di bulan haji dan tujuh hari setelah sampai di rumah. Lebih utama puasa 3 hari ini dilakukan sebelum tanggal sepuluh, kalau tidak, bisa dilakukan pada hari tasyriq (11,12,13 Dzulhijjah). Dianjurkan memakan dari daging hadyu, dan sisanya dibagikan kepada fakir miskin. Apabila tidak memungkinkan menyembelih kurban di hari tersebut, diperbolehkan menyembelih pada hari-hari tasyriq. 6.Bercukur pendek maupun gundul, dan gundul lebih utama. Bagi wanita cukup mengumpulkan ujung rambut sebesar ujung jari kemudian mengguntingnya.

19 Kembali

20 Ifadhah. 7. Kemudian berangkat ke Makkah untuk melakukan thawaf Ifadhah. Dalam thawaf Ifadhah tidak ada perbedaan dalam tata caranya dengan thawaf qudum (thawaf saat pertama kali datang). Hanya saja tidak diharuskan memakai pakaian ihram karena telah tahallul. Perhatian:  Lebih utama empat hal ini dilakukan secara berturut-turut, namun diperbolehkan juga tidak berurutan. lagi  Setelah melakukan dua dari tiga amalan (melempar jamrah, menggundul atau memendekkan rambut, thawaf ifadhah dan sa’i bagi yang wajib atasnya sa’i) tersebut berarti telah tahallul kecil, tidak ada larangan ihram lagi kecuali bersetubuh.  Bagi yang berhaji Tamattu’ diharuskan melakukan sa’i, sedang yang Ifrad dan Qiran, apabila telah melakukan sa’i pada thawaf Qudum tidak melakukan sa’i. Namun bila belum melakukan sa’i pada thawaf Qudum diharuskan melakukannya setelah thawaf Ifadhah ini. 8. Kemudian bergegas kembali menuju ke Mina untuk menginap (mabit) pada malam-malam hari tasyriq.

21 Amalan-amalan Tanggal 11 Dzulhijjah (Hari Tasyriq ke 1)  Ketika matahari tergelincir masuk waktu Dhuhur, baru diperbolehkan melempar tiga jumrah, yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wustha dan Jumrah ‘Aqabah.  Tata cara melempar Jumrah : 1.Memulai melempar pada Jumrah Ula, 2.Disunnahkan bergeser ke arah kanan kemudian mengangkat tangan seraya menghadap kiblat berdo’a sesuai yang dikehendaki. 3.Kemudian maju ke lubang selanjutnya, melempar Jumrah Wustha 4.Setelah itu disunnahkan bergeser ke sebelah kiri berdiri menghadap kiblat dengan mengangkat tangan dan berdo’a. 5.Lalu maju ke lubang selanjutnya untuk melempar Jumrah ‘Aqabah. Dalam Jumrah ini tidak disunnahkan berdo’a.  Perhatian: Setiap jumrah dilempar dengan kerikil tujuh kali dan setiap lemparan disertai dengan takbir.  Harus yakin bahwa kerikil masuk ke dalam lubang. Lihat gambar

22 kembali

23 Amalan-amalan Tanggal 12 Dzulhijjah (Hari Tasyriq Ke 2) 1.Melempar tiga jumrah setelah tergelincir matahari pertanda masuk waktu Zhuhur dengan perincian yang sama dengan hari sebelumnya.  Setelah selesai melempar diperbolehkan keluar Mina. Ini dinamakan dengan nafar awal. Namun lebih utama dia menginap lagi di Mina sampai esok harinya tanggal 13.  Jika terbenam matahari dan belum keluar Mina maka diwajibkan atasnya bermalam di Mina sampai esok hari

24 Amalan-amalan Tanggal 13 Dzulhijjah (Hari Tasyriq Ke 3)  Melempar jumrah ketika matahari tergelincir pertanda masuk waktu Zhuhur dengan perincian sama dengan melempar jumrah pada dua hari tasyriq sebelumnya.  Setelah selesai melempar pada hari ini berarti telah selesai amalan haji di Mina. Jama’ah haji bertolak ke Makkah untuk melakukan Thawaf Wada ’ sebelum meninggalkan Makkah.

25 Thawaf Wada’  Sebelum meninggalkan Makkah diharuskan melakukan Thawaf Wada ’, maka menjadikan yang terakhir adalah thawaf di Baitullah.  Bagi wanita yang haid maupun nifas yang tidak bisa menunggu sampai suci diperbolehkan untuk tidak melakukan thawaf wada’. Disunnahkan bagi Jama’ah haji untuk mengunjungi Masjid Nabawi untuk mendapatkan fadhilah shalat di sana yang dilipatkan gandakan seribu kali lipat daripada shalat di selainnya. Namun ini bukan termasuk rangkaian manasik haji dan bukan dari syarat sahnya haji. Semoga Allah menerima amalan kita dan menjadikan haji yang kita lakukan haji mabrur yang dibalas dengan surga. Amin…

26 Larangan-larangan Ihram 1. Bersetubuh sebelum tahallul awal. >>lihat penjelasan>> >>lihat penjelasan>> 2. Memakai pakaian berjahit bagi laki-laki. >>lihat penjelasan>> >>lihat penjelasan>> 3. Menutup kepala bagi laki-laki. >>lihat penjelasan>> >>lihat penjelasan>> 4. Memakai cadar atau kaos tangan bagi wanita. >>lihat penjelasan>> >>lihat penjelasan>> 5. Memakai wewangian. >>lihat penjelasan>> >>lihat penjelasan>> 6. Mengambil rambut baik dengan mencukur atau mencabut. >>lihat penjelasan>> >>lihat penjelasan>> 7. Memotong kuku. >>lihat penjelasan>> >>lihat penjelasan>> 8. Bercumbu. >>lihat penjelasan>> >>lihat penjelasan>> 9. Meminang dan melakukan akad nikah. >>lihat penjelasan>> >>lihat penjelasan>> 10. Berbuat Kefasikan seperti bertengkar, berkelahi dan semisalnya. >>lihat penjelasan>> >>lihat penjelasan>> 11.Berburu binatang darat. >>lihat penjelasan>> >>lihat penjelasan>>

27   Dalilnya: • الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ Artinya: "( Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji ". QS. Al Baqarah: 197, Rafats artinya bersetubuh  Barangsiapa bersetubuh sebelum tahalul awal, maka: 1.Dia berdosa, 2. Hajinya telah batal, 3. Harus melanjutkan sisa manasik haji 4.Wajib melaksanakan haji pada tahun selanjutnya 5.Wajib membayar fidyah dengan menyembelih sapi atau onta lalu dibagikan kepada para fakir di tanah suci dan tidak memakan darinya.  Namun bila bersetubuh setelah tahallul awal dan belum melakukan thawaf ifadhah: 1.Dia berdosa, 2. Hajinya sah 3.Dia harus memperbarui ihram dia yaitu dengan pergi keluar tanah haram dengan pakaian ihram memulai ihram di sana kemudian ke Makkah untuk thawaf Ifadhah. 4.Dia juga diwajibkan membayar fidyah, yaitu menyembelih kambing dan dibagikan kepada fakir miskin di tanah suci dan tidak memakan darinya  Apabila seorang istri dipaksa maka dia tidak terkena hukuman apabila telah menolak semampu mungkin.  Apabila seseorang ihram bersetubuh karena lupa maka tidak terkena hukuman.

28  Bagi orang laki-laki yang sedang ihram tidak diperbolehkan memakai pakaian yang berjahit.  Maksud dari pakaian berjahit adalah pakaian yang dibuat sesuai dengan bentuk badan. Maka tidak diperbolehkan memakai kemeja, celana luar maupun dalam, sorban, topi, peci, jubah, ghamis, burnus (baju yang mempunyai penutup kepala) sepatu yang menutupi mata kaki, kaos tangan maupun kaki dan yang sejenisnya.  Dalilnya, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam ketika ditanya tentang pakaian muhrim: لا تلبسوا القميص، ولا السراويلات،ولا العمائم،ولا البرانس،ولا الخفاف إلا أن يكون أحد ليست له نعلان فليلبس الخفين وليقطع أسفل من الكعبين  Dan jika ia mengerjakan larangan ini dengan sengaja tanpa ada udzur maka: 1.Dia berdosa 2.Wajib baginya menebus fidyah baik dengan berpuasa tiga hari di tanah suci atau memberi makan enam fakir miskin setiap orang setengah sha’ atau menyembelih kambing.  Dan kalau ia mempunyai udzur keperluan maka ia wajib membayar fidyah yang disebutkan di atas tapi ia tidak berdosa.

29  Yang dimaksud penutup kepala seperti; peci, topi, sorban atau lainnya yang menutup dan menempel di kepala. Dalilnya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang pakaian muhrim : ولا العمائم، ولا البرانس. متفق عليه  Apabila penutup itu berjauhan dengan kepala maka diperbolehkan, seperti atap mobil atap rumah, tenda, payung dan yang lainnya. Dalilnya: أم الحصين قالت : (( حججت مع رسول الله - صلى الله عليه وسلم - حجة الوداع فرأيته حين رمى جمرةالعقبة، وانصرف وهو على راحلته، ومعه بلالٌ وأُسامة، أحدهما يقود به راحلته، والآخر رافعٌ ثوبه على رأس رسول الله - صلى الله عليه وسلم - من الشمس. رواه مسلم  Dan jika ia mengerjakan larangan ini dengan sengaja tanpa ada udzur maka: 1.Dia berdosa 2.Wajib baginya menebus fidyah baik dengan berpuasa tiga hari di tanah suci atau memberi makan enam fakir miskin setiap orang setengah sha’ atau menyembelih kambing.  Dan kalau ia mempunyai udzur keperluan maka ia wajib membayar fidyah yang disebutkan di atas tapi ia tidak berdosa.

30  Bagi wanita muhrim tidak diperbolehkan menutup mukanya dan tidak boleh mengenakan sarung tangan. Dalilnya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditanya tentang pakaian muhrim: لا تنتقب المحرمة ولا تلبس القفازين. متفق عليه  Kecuali apabila di depan para laki-laki yang bukan mahram, maka tetap menutup mukanya. Dalilnya: قالت عائشة رضي الله عنها : (( كان الركبان يمرون بنا ونحن مع رسول الله - صلى الله عليه وسلم - محرمات فإذا حاذوا بنا سدلت إحدانا جلبابها من رأسها على وجهها فإذا جاوزونا كشفناه. رواه أبو داود  Dan jika ia mengerjakan larangan ini dengan sengaja tanpa ada udzur maka: 1.Dia berdosa 2.Wajib baginya menebus fidyah baik dengan berpuasa tiga hari di tanah suci atau memberi makan enam fakir miskin setiap orangnya setengah sha’ atau menyembelih kambing.  Dan kalau ia mempunyai udzur keperluan maka ia wajib membayar fidyah yang disebutkan di atas tapi ia tidak berdosa.

31 Bagi yang berihram dilarang memakai wangi- wangian, kecuali aroma yang tersisa yang dipakai sebelum ihram. Dalilnya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : لا تلبسوا من الثياب شيئاً مسه الزعفران ولا الورس  Dan jika ia mengerjakan larangan ini dengan sengaja tanpa ada udzur maka: 1.Dia berdosa 2.Wajib baginya menebus fidyah baik dengan berpuasa tiga hari di tanah suci, atau memberi makan enam fakir miskin setiap orang setengah sha’, atau menyembelih kambing.  Dan kalau ia mempunyai udzur maka ia wajib membayar fidyah yang disebutkan di atas tapi ia tidak berdosa.

32 Dilarang mengambil rambut kepala dengan cara dicukur, dicabut, dibakar atau cara yang lain. Larangan ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan. Dalilnya Firman Alah Ta’ala: وَلاَ تَحْلِقُواْ رُؤُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ. } البقرة : 196{  Dan jika ia mengerjakan larangan ini dengan sengaja tanpa ada udzur maka: 1.Dia berdosa 2.Wajib baginya menebus fidyah baik dengan berpuasa tiga hari di tanah suci, atau memberi makan enam fakir miskin setiap orang setengah sha ’, atau menyembelih kambing.  Dan kalau ia mempunyai udzur keperluan maka ia wajib membayar fidyah yang disebutkan di atas tapi ia tidak berdosa.

33  Dilarang juga memotong atau mencabut kuku. Dalilnya diqiyaskan dengan mencukur rambut.  Dan jika ia mengerjakan larangan ini dengan sengaja tanpa ada udzur maka: 1.Dia berdosa 2.Wajib baginya menebus fidyah baik dengan berpuasa tiga hari di tanah suci, atau memberi makan enam fakir miskin setiap orang setengah sha’, atau menyembelih kambing.  Dan kalau ia mempunyai udzur keperluan maka ia wajib membayar fidyah yang disebutkan di atas tapi ia tidak berdosa.  Tetapi jika kukunya pecah maka diperbolehkan baginya mengambil yang menyakitinya dan tidak ada fidyah baginya

34  Saat ihram tidak diperbolehkan bercumbu atau melakukan perbuatan yang mengawali persetubuhan seperti bercengkrama yang menimbulkan syahwat, berpelukan, berciuman, berpegangan yang disertai dengan syahwat. Dalilnya Firman Allah Ta’ala: الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلاَ رَفَثَ وَلاَ فُسُوقَ وَلاَ جِدَالَ فِي الْحَجِّ. البقرة : 197  Dan jika larangan ini dilanggar maka tidak ada ada fidyah baginya cuma ia harus bertaubat karena telah melakukan salah satu larangan ihram

35 Selama ihram tidak diperbolehkan meminang atau melakukan akad nikah. Dalilnya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : لا يَنْكِحُ المحرِمُ، ولا يُنْكِح، ولا يخطب [ ولا يُخطب عليه ]. رواه مسلم Dan jika larangan ini dilanggar maka tidak ada ada fidyah baginya akan tetapi dia harus bertaubat karena telah melakukan salah satu larangan ihram

36 Dilarang dalam ibadah haji melakukan kefasikan, dalilnya Firman Allah Ta’ala: الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ [البقرة : 197]

37 Apabila seseorang yang berihram berburu binatang darat, maka dia dihukum dengan; 1. menyembelih binatang ternak yang setara dan mirip dengan binatang buruannya, seperti apabila membunuh kijang dia harus menyembelih kambing yang bukan domba dan seterusnya. Yang menentukan kemiripan ini adalah dua orang yang adil (shalih).  Apabila tidak mendapatkan binatang ternak yang setara maka memilih salah satu diantara dua hal: 2.Buruan itu dihargai dengan uang dan uang itu dipakai untuk membeli makanan yang disedekahkan bagi fakir miskin untuk setiap miskin setengah sha’ (sekitar dua setengah liter). 3.Atau memperkirakan harganya kalau dipakai membeli makanan mendapatkan berapa sha’, lalu untuk setiap sha’ berpuasa satu hari.  Dalil: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَقْتُلُواْ الصَّيْدَ وَأَنتُمْ حُرُمٌ وَمَن قَتَلَهُ مِنكُم مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاء مِّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسَاكِينَ أَو عَدْلُ ذَلِكَ صِيَامًا لِّيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ عَفَا الله عَمَّا سَلَف وَمَنْ عَادَ فَيَنتَقِمُ الله مِنْهُ والله عَزِيزٌ ذُو انْتِقَام. البقرة : 95

38 Islamic Cultural Center (ICC) Dammam 1428 H و الله أعلم Semoga semoga mendapat haji mabrur dan kembali ke kampung halaman dalam keadaan seperti keluar dari rahim ibu. Amin Ya Rabbal ‘alain


Download ppt "Amalan-Amalan Haji dan Umrah Ihram Jika seseorang yang ingin melakukan haji atau umrah sampai di miqat, maka dia harus berihram dan sebelumnya melakukan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google