Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Communication and Culture: The Voice and Echo 2 nd Encounter

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Communication and Culture: The Voice and Echo 2 nd Encounter"— Transcript presentasi:

1 Communication and Culture: The Voice and Echo 2 nd Encounter

2 CommunicationCulture Whenever people interact they communicate. To live in societies and to maintain their culture, they have to communicate. Budaya dipelajari, dilakukan, ditransmisikan, dan dilestarikan melalui komunikasi. KLIK

3  Adalah dasar bagi semua kontak manusia.  Walaupun cara dan metodenya berbeda, prosesnya sama. – Berbagi ide dan perasaan  Human Communication  Proses yang dilalui dimana individu – dalam hubungan, kelompok, organisasi, dan masyarakat – merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan dan yang lainnya. Importance of Communication KLIK

4  Comm is A Dynamic Process Comm is Ongoing Like motion picture, not snapshot There is nothing permanent, except change Comm is Transitory (sekilas) In the life of one person, never the same time returns Once an arrow has been shot it cannot be recalled  Comm is Symbolic Manusia = symbol maker, kemampuan yang mengijinkan terjadinya interaksi setiap hari Simbol = untuk mewakili yang lainnya = subjektif Symbol adalah inti komunikasi = memberikan kesempatan untuk berbagi realitas sosial Characteristics of Communication KLIK

5  Comm is Systemic Setting Comm always occur in context = give prescription Place (menyesuaikan perilaku dan kecocokan) Event (pernikahan di Jepang VS Yahudi)  Comm Involves Making Inferences  Tidak adanya kontak dengan pikiran orang lain = tidak ada akses ke perasaan dan pikiran orang lain = hanya dapat membuat makna (silence, anggukan,cara memandang).  Ketidakmampuan = universal, tp metode untuk menyesuaikan diri tergantung BUDAYA. (tanya, basa basi) Characteristics of Communication KLIK

6  Comm is Self Reflective Wherever you go, whatever you do, SELF is the sole subject we study and learn.  Manusia selalu memiliki kemampuan untuk berpikir mengenai diri mereka, melihat bagaimna mereka mendefinisikan dunia, dan merefleksikan masa lalu, sekarang dan masa depannya.  Dapat mengubah “performance”nya sbg komunikator dengan cepat  karena dapat melihat, mengevaluasi diri sendiri.  Comm have Consequences Ketika kamu menerima pesan, sesuatu terjadi padamu  respon. Overt ----Covert Unconscious -----Biological  Overt: mudah dimengerti. Ketika seseorang bertanya ttg arah perpustakaan. Kamu bisa berkata “Di sebelah kana” dengan tangan mennujuk ke tempat yang dimaksud. Responnya dapat dilihat. Characteristics of Communication KLIK

7  Covert: pesan yang memproduksi hanya respon mental.  Bila ada yang mengatakan bahwa Indonesia kurang menghargai budaya yang dimilikinya, dan kamu hanya berpikir mengenai pernytaan ini, kamu tetap merespon. Respon seperti ini tidak dapat dilihat.  Unconscious: respon yang lebih sulit dideteksi. Respon yang berupa imitasi, meneliti, dan berinteraksi dengan yang lain. Biasanya kamu bahkan tidak sadar bahwa kamu menerima pesan.  Ketika orang tuamu melalukan perannya sesuai dengan gendernya, kamu menerima pesan mengenai peran gender. Ketika kamu diajak bersalaman dan bukannya pelukan, tanpa sadar kamu menerima pesan mengenai bentuk sapaan.  Biological: pesan yang kamu terima dapat menimbulkan peningkatan detak jantung, perubahan suhu tubuh, perubahan pupil mata, mengeluarkan keringat. Walaupun sulit diklasifikasi, tapi bukti biologis ini menunjukkan kalau pesan memiliki konsekuensi. Penting dicatat pesan memiliki kekuatan  respon & pertimbangkan konsekuensi etis dari perilaku komunikasimu. Kamu merubah orang lain ketika kamu bertukar pesan. KLIK

8  Comm is Complex Human communication is a subtle and ingenious set of processes. Its always thick with a thousand ingredients – sinyal, kode, makna – tak peduli seberapa simpelnya pesan atau pertukaran pesan. Semakin rumit, ketika budaya masuk. Contoh: memberi hormat  tersenyum, membungkuk, memeluk. Komunikasi semakin kompleks karena: People are alike  Yang serupa: cara kamu berkomunikasi. Kesamaan sebagai spesies.  Orang2 identik dalam banyak hal psikologis dan kimiawi. Gen dan budayamu mengarahkanmu untuk mencari kesenangan dan menghindari rasa sakit.  Orang mencari kesenangan emosional dan tidak menyukai melukai perasaan mereka. KLIK

9  Orang secara umum berhadapn dgn kebenaran: Hidup itu fana, dipaksa membuat pilihan, dunia harus diberi arti sendiri oleh kita.  Budaya juga berkonstribusi dalam memberikan kesamaan. Setiap budaya punya bahasa, norma dan peraturan ttg umur dan gender, agama, system ekonomi.  Yang berkaitan dengan persepsi: ketika ada bayi yang baru lahir, mereka merasakan perasaan yang luar biasa. Setiap orang menikmati bermain dan tertawa, menginginkan pasangan, dan seseorang yang mencintai dan perhatian dengan mereka. People are different  Tidak pernah ada dua orang yang sama persis. Pengalaman seseorang dengan dunia adalah intern dan unik. Kamu berpikir mengenai apa yang terjadi dengan mengambil symbol dari masa lalu. Symbol berbeda di setiap orang.  “Pikiranlah yang menciptakan dunia kita, walaupun kita sama2 melihat dari jendela yang sama, mataku tidak akan sama persis melihat apa yang kamu lihat, hatiku tidak akan merasakan emosi yang sama persis dengan yang kamu rasakan”. Succesfull intercultural coomunicator appreciates similarities and accepts differences. KLIK

10  Orang Cina dan Korea memanggang anjing mereka, orang Amerika tidur dengan anjing mereka.  Orang di Teheran duduk dan beribadah 5 kali sehari, orang di Vegas berdiri semalam suntuk di meja judi.  Orang ada yang percaya tuhan, dan yang lainnya tak percaya. Orang berpikir, merasakan, percaya dan berperilaku seperti yang mereka lakukan karena pesan yang telah dikomunikasikan kepada mereka, dengan dasar budaya. There is not one aspect of human life that is not touched and altered by culture. Kamu datang ke dunia tanpa makna. Budaya lah yang mengajarimu semuanya. Walaupun budaya telah memberikan seperangkat kebudayaan mengenai apa yang bagaimana melakukan sesuatu, setiap individu memiliki tingkat yang berbeda ketika mereka ingin mengadaptasinya. Understanding Culture KLIK

11 Culture makes all things easy. 1.Budaya membantu memfasilitasi transisi dari bayi yang tak tahu apa2 ke kehidupan baru dengan menyediakan makna pada event, object, dan orang2. Sehingga dunia menjadi tidak menakutkan dan misterius. 2.Budaya membuat kehidupan tidak begitu membingungkan. Karena kebanyakn budaya adalah otomatis dan tidk sadar. Semuanya menjadi kebiasaan. Budaya menawarkan blue print semua aktivitas hidupmu. Bayangkan hidup sehari tanpa panduan mengenai budayamu. Function of Culture KLIK

12 “Cultural is shared learned behavior which is transmitted from one generation to another for purposes of promoting individual and social survival, adaptation, and growth and development. Culture has both external (artifact, art) and internal representation (nilai, perilaku, kepercayaan, rasa kesadaran, dan epistemology).” (Marsella) Definition of Culture KLIK

13  Budaya dipelajari  Setiap orang lahir di dunia tanpa makna. Dari lahir, kamu berusaha mendefinisikan dunia yang menyeruak di inderamu. Bayangkan seorang bayi yang lahir. Tanpa belajar dari seseorang yang hidup sebelumnya, kamu tidak akan memiliki budaya.  Enculturasi  kondisi sadar dan tidak sadar dimana individu mencapai kompetensi dalam budaya tertentu, melalui interaksi, observasi, dan imitasi.  Kehadiran budaya sangat sekilas dan sering tak disadari. Kebanyakan orang sulit untuk menunjukkan peristiwa atau pengalaman apa yang mengajari mereka mengenai sesuatu hal: direct eye contact, pengunaan silence dan space,kemampuan berbahasamu. Characteristics of Culture KLIK

14 1.Belajar melalui peribahasa Peribahasa mudah dipelajari dan diulang2 sehingga menjadi bagian dari system kepercayaan seseorang. Belajar peribahasa dapat menawarkan pandangan mengenai cara pandang budaya ttg dunia.  God helps them who help themselves. Pull yourself up by your boot straps. (US  initiave)  One doesn’t make the wind, but is blown by it. (Asian  people guided by fate, rather than their own devices)  Order is half of life. (Jerman  value to organization, structure)  Even if the bridge be made of stone, make sure its safe. (Korea, wisdom of going slowly, being cautious) 2.Belajar melalui cerita rakyat, legenda, dan mitos Ditujukan untuk mentransmisikan budaya dari orang ke orang. Berbagi gagasan mengenai hidup, mati, hubungan, alam, dll. KLIK

15 3.Belajar melalui seni Art is a symbolic way of communicating. One of the most important functions of art is to communicate, display, and reinforce important cultural themes and values. The arts thus have an integrative function in society. Seni di Asia lebih menggambarkan objek hewan, landscape, dan jarang manusia. Sedang di Amerikan dan Eropa mlh lebih menekankan pada manusia. Hal ini menunjukkan bahwa Asia percaya bahwa alam lebih kuat dan penting daripada individu, sedang Amerika dan eropa melihat orang sebagai pusat alam semesta. 4.Belajar melalui media massa Belajar mengenai orang dari budaya berbeda, gender, sex, violence dari program dan film yang disajikan oleh media. KLIK

16  Budaya berdasar pada simbol “A symbol is anything that carries a particular meaning recognized by people who share culture.”  Through language – be it verbal, nonverbal, iconic – its possible to learn from cumulative, shared experience.  Simbol dapat disimpan di pikiran, buku, gambar, video yang memungkinkan dilestarikan dalam waktu lama.  Budaya itu Adaptif  Cultural change is the indicator that cultural is quite adaptive. Sejarah menunjukkan kalau budaya dapat berubah karena pergantian hukum, nilai2, bencana alam, perang.  Contoh: transgender, MBA, pakaian, status, peran gender Characteristics of Culture KLIK

17  Komunikasi antar orang yang memiliki budaya dan simbol yang berveda yang bisa merubah sebuah pertemuan.  Interracial Comm – Terjadi ke S dan C mempertukarkan pesan yang berasal dari ras yang berbeda. RAS = perbedaan fisik  warna kulit, tekstur rambut,bentuk wajah.   Stereotip, prejudice, diskriminasi  Interethnic Comm Kelompok yang biasanya membentuk komunitasnya dari sebuah negara/ budaya. Mereka berasal dari nenek moyang yang sama, heritage  nama kelauarga, bahasa, agama, nilai. Ethnic group berada di “same social environment.” Budaya ditransmisikan antar generasi  melestarikan identitas mereka pd tingkatan tertentu.  Etnisitas  metode menentukan stratefikasi sosial. Intercultural Communication KLIK

18 SELESAI KLIK

19 Tugas ICC 2 • Essay: 1. Jelaskan mengenai kaitan antara komunikasi dan budaya dalam Komunikasi Antar Budaya! 2. Carilah dua buah folklore, legend, atau myth dari budaya lain dan berilah analisisnya! • Min 2 halaman HVS, cambria, 12 KLIK


Download ppt "Communication and Culture: The Voice and Echo 2 nd Encounter"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google