Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Usep Zainul Arif Nur Rohmah Gita Seruni Teori inflasi dalam perspektif ekonomi islam.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Usep Zainul Arif Nur Rohmah Gita Seruni Teori inflasi dalam perspektif ekonomi islam."— Transcript presentasi:

1 Usep Zainul Arif Nur Rohmah Gita Seruni Teori inflasi dalam perspektif ekonomi islam

2 Sejarah Inflasi  1. Kerajaan Byzantium berusaha keras untuk mengumpulkan emas dengan melakukan ekspor komoditasnya sebanyak mungkin ke negara-negara lain dan mencegah impor agar dapat mengumpulkan emas sebanyak-banyaknya. Kemudian yang terjadi adalah kenaikaan tingkat harga komoditasnya sendiri.  2. Awal inflasi mata uang Dinar dimulai bahkan ketika Irak sedang berada dalam puncak kejayaannya

3 Lanjutan......(sejarah inflasi)  3. Revolusi Harga di Eropa terjadi sepanjang abad, pola kenaikan tingkat harga pertama kali tampak di Italia dan Jerman sekitar tahun Inflasi kemudian menyerang ke negara-negara Eropa lainnya dalam beberapa tahapan  4. Pada tahun 1870, Perancis juga mengalami inflasi. Diduga ada hubungan besar antara kenaikan tingkat inflasi dengan kenaikan produksi emas. Menurut Michael Chevalier (seorang ekonom Perancis pada abad ke-19), pada tahun 1859 mengatakan bahwa pertambahan penawaran emas akibat ditemukannya tambang-tambang emas baru sehingga mengakibatkan turunnya harga emas relatif yang akan membawa pada turunnya nilai riil emas (inflasi) atau naiknya tingkat harga seluruh barang kecuali emas.

4 Inflasidalam PerspektifEkonomi Konvensional

5 Definisi Inflansi menurut ahli Ekonomi 1. Raharja dan Manurung (2004:155) : Inflasi adalah gejala kenaikkan harga barang-barang yang bersifat umum dan terus menerus. 2. Sukirno(2004:333) : Inflasi adalah kenaikkan dalam harga barang dan jasa yang terjadi karena permintaan bertambah lebih besar dibandingkan dengan penawaran barang di pasar

6 Teori inflasi menurut para ekonom  a. Teori kuantitas atau persamaan pertukaran dari Irving Fisher MV=PQ. Teori ini sejatinya merupakan pandangan dari teori klasik. Menurut persamaan ini sebab naiknya harga barang secara umum yang cenderung akan mengarah pada inflasi ada tiga: sirkulasi uang atau kecepatan perpindahan uang dari satu tangan ke tangan yang lain begitu cepat (masyarakat terlalu konsumtif), terlalu banyaknya uang yang dicetak-edarkan ke masyarakat, dan turunnya jumlah produksi secara nasional.

7 Lanjutan.....  b. Teori Keynes yang menyatakan bahwa inflasi terjadi disebabkan masyarakat hidup di luar batas kemampuan ekonominya. Dengan kata lain, inflasi terjadi karena pengeluaran agregat terlalu besar. Oleh karena itu, solusi yang harus diambil adalah dengan jalan mengurangi jumlah pengeluaran agregat itu sendiri (mengurangi pengeluaran pemerintah atau dengan meningkatkan pajak, dan kebijakan uang ketat).

8 Lanjutan....  c. Teori strukturalis atau teori inflasi jangka panjang. Teori ini menyoroti sebab-sebab inflasi yang berasal dari kekakuan struktur ekonomi, khususnya kekuatan suplai bahan makanan dan barang-barang ekspor. Karena sebab-sebab struktural pertambahan barang-barang produksi ini terlalu lambat dibanding dengan pertumbuhan ekonominya, sehingga menaikkan harga bahan makanan dan kelangkaan devisa. Akibat selanjutnya adalah kenaikan harga-harga barang lain, sehingga terjadi inflasi yang relatif berkepanjangan bila pembangunan sektor penghasil bahan pangan dan industri barang ekspor tidak dibenahi atau ditambah.

9 Jenis Inflasi 1) Policy induced, disebakan oleh kebijakan ekspansi moneter yang juga merefleksikan defisit anggaran yang berlebihan dan cara pembiayaannya. 2) Cost push inflation, disebabkan oleh kenaikan biaya- biaya yang bisa terjadi walaupun pada saat tingkat pengangguran tinggi dan tingkat penggunaan kapasitas produksi rendah. 3) Demand pull inflation, disebabkan oleh permintaan agregat yang berlebihan yang mendorong kenaikkan tingkat harga umum. 4) Inertial Inflation, cenderung untuk berlanjut pada tingkat yang sama sampai kejadian ekonomi yang menyebabkan berubah. Jika inflasi terus bertahan dan tingkat ini diantisipasi dalam bentuk kontrak finansial dan upah, kenaikkan inflasi akan terus berlanjut.

10 Penyebab Inflasi Menurut sukirno(2004:333) penyebab inflasi dapat dibedakan menjad tiga bentuk, yaitu : 1.Inflasi tarikan permintaan, inflasi ini biasanya terjadi ketika perekonomian sedang berkembang pesat. 2.Inflasi desakan biaya, inflasi ini juga terjadi ketika perekonomian sedang berkenbang pesat dan tingkat pengangguran sangat rendah 3.Inflasi diimpor, inflasi ini terjadi apabila barang-barang yang diimpor mengalami kenaikkan harga yang mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan pengeluaran di perusahaan-perusahaan.

11 Dampak Inflasi terhadap individu dan masyarakat menurut Raharja dan Manurung 2004 :  Menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat  Memperburuk distribusi pendapatan

12 Dampak Inflasi bagi perekonomian nasional diantaranya :  Investasi berkurang  Mendorong tingkat bunga  Mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif  Menimbulkan kegagalan pelakasanaan pembangunan  Menimbulkan ketidak pastian keadaan ekonomi dimasa yang akan datang  Menyebabkan daya saing produk nasional berkurang  Menimbulkan defisit neraca pembayaran

13 Kebijakan-kebijakan yang digunakan untuk mengatasi masalah inflasi, yaitu :  Kebijakan fiskal. Kebijakan ini dilaksanakan dalam bentuk mengurangi pengeluaran pemerintah, langkah ini menimbulkan efek yang cepat dalam mengurangi pengeluaran dalam perekonomian  Kebijakan moneter. Yaitu peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh otoritas moneter untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar. Dalam inflasi, bank sentral dapat melakukan operasi pasar terbuka, menarik uang dari system perbankan, menaikan persyaratan minimum, atau menaikan tingkat diskonto sehingga akan memperlambat pertumbuhan ekonomi

14 Kebijakan Fiskal 1. Surplus Budget : pemerintah menjalankan kebijaksanaan agar penerimaan (T) melebihi pengeluaran (G), sehinggapemerintah yang bersangkutan dapat melakukan saving. 2. Balance Budget : kebijakasaan dalam menjalankan anggaran penerimaan dan pengeluaran, senantiasa diupayakan seimbang. 3. Defisit Budget : pemerintah negara yang bersangkutan dapat menajalankan Anggaran Pendaptan dan Belanja yang memperlihatkan dimana pengeluaran melampaui apa yang seharusnya diterima (T)

15 Kebijakan Moneter  Langkah-langkah kebijakan Moneter : 1. Open Market Operation 2. Discount Rate Policy 3. Flexible Reserve Requirement 4. Selective Credit 5. Maximum and Minimum Interest Rate 6. Moral Suasion

16 Money Supply  Persediaan uang total dalam ekonomi, terdiri dari : 1. mata uang dalam peredaran, dan 2. Deposito dalam perkiraan tabungan dan giro

17 Tabel Penawaran Uang KlasifikasiKomponen M1Uang kertas dan uang logam, simpanan dalam bentuk rekening koran atau rekening giro pada bank-bank umum, rekening giro bank simpanan bersama,cek perjalanan bukan bank M2M1 + Tabungan, ditrambah deposito berjangka pada bank-bank umum M3M2 + Tabungan, ditambah deposito berjangka pada lembaga keuangan bukan bank LM3 + aktiva lainnya yang likuid seperti treasury bills, obligasi tabungan, surat berharga komersial, aksep bank, simpanan Eurodollar

18 Tujuan kebijakan pemerintah A. Tujuan besifat ekonomi Ada 3 faktor yang menjadi pertimbangan utama dari tujuan ini : 1. Menyediakan lowongan pekerjaan 2. Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat 3. Memperbaiki pembagian pendapatan

19 Lanjutan,,, B. Tujuan bersifat sosial dan pollitik 1. Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga 2. Menghindari masalah kejahatan 3. Mewujudkan kestabilan politik

20 Inflasidalam PerspektifEkonomi Islam

21 Inflation : in islamic perspective  Dalam Islam tidak dikenal inflasi karena mata uang yang dipakai adalah dinar dan dirham yang mempunyai nilai stabil dan dibenarkan dalam Islam. Penurunan nilai masih mungkin terjadi, yaitu ketika nilai emas yang menopang nilai nominal dinar itu mengalami penurunan, diantaranya akibat ditemukannya emas dalam jumlah yang besar, tapi keadaan ini kecil sekali kemungkinannya.

22 Lanjut... Adiwarman Karim mengatakan bahwa Syekh An Nabhani 2001 : 47 memberikan beberapa alasan mengapa dinar dan dirham merupakan mata uang yang sesuai. Beberapa diantaranya adalah  Islam telah mengaitkan emas dan perak dengan hukum yang baku dan tidak berubah-ubah  Rasulullah menetapkan emas dan perak sebagai mata uang, dan beliau menjadikan hanya emas dan perak sebagai standar mata uang.  Ketika Allah SWT mewajiibkan zakat uang, Allah telah mewajibkan zakat tersebut dengan emas dan perak  Hukum-hukum tentang pertukaran mata uang yang terjadi dalam transaksi uang hanya dilakukan dengan emas dan perak begitupun dengan transaksi lainnya hanya dinyatakan dengan emas dan perak

23 Inflasi Menurut Taqiuddin Ahmad ibn al-Maqrizi ( M)  NATURAL INFLATION Sesuai dengan namanya natural inflation, Inflasi ini disebabkan oleh sebab alamiah yang diakibatkan oleh turunnya Penawaran agregat (AS) atau naiknya Permintaan agregat (AD), orang tidak mempunyai kendali atasnya (dalam hal mencegahnya).

24 Keseimbangan permintaan dan penawaran juga pernah terjadi dizaman Rasulullah SAW. Dalam hal ini Rasulullah SAW tidak mau menghentikan atau mempengaruhi pergerakan harga ini sesuai Hadist: Anas meriwayatkan, ia berkata: Orang-orang berkata kepada Rasulullah SAW, ” Wahai Rasululluah, harga- harga barang naik (mahal), tetapkanlah harga untuk kami”. Rasulullah SAW lalu menjawab,”Allah-lah Penentu harga, Penahan, Pembentang, dan Pemberi riszki. Aku berharap tatkala bertemu Allah, tidak ada seorangpun yang meminta padaku tentang adanya kedhaliman dalam urusan darah dan harta.”

25  Human error inflation adalah inflasi yang terjadi karena kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh manusia sendiri (QS Ar-Rum ayat 41). “ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). penyebab di antaranya :  Korupsi dan administrasi yang buruk (corruption and bad administration)  Pajak yang berlebihan (excessive tax)  Pencetakan uang yang berlebihan (Escessive Seignorage)

26 KEBIJAKAN FISKAL  Dalam pemikiran Islam menurut An-Nabahan, pemerintah adalh lembaga formal yang sangat berperan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyatnya,salah satunya adalah tanggung jawab terhadap perekonomian diantaranya mengawasi faktor utama penggerak perekonomian, misalnya mengawasi praktek produksi dan jual beli, melarang praktek yang tidak benar (diharamkan), & mematok harga kalau memang dibutuhkan.

27 Lanjut...  Penggunaan kebijakan fiskal dalam menekan laju inflasi, islam melarang sifat berlebih2an serta pemborosan dalam konsumsi,melarang segala bentuk penimbunan untuk mencari keuntungan, serta tidak dibolehkannya transaksi yang bersifat penindasan terhadap salah satu pihak. Dalam hal ini langkah yang dapat diambil adalah memaksimalkan fungsi penerimaan zakat yang dapat digunakan dalam rangka menjamin stabilitas ekonomi. Dalam sekala makro penerimaan zakat yang optimal dapat menciptakan built in stability,yang akan menstabilkan harga dan menekan inflasi ketika permintaan agregat >penawaran agregat

28 KEBIJAKAN MONETER  Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus kestabilan, islam tidak menggunakan instrumen bunga atau ekspansi moneter melalui pencetakan uang baru atau defisit anggaran. Yang dilakukan adalah mempercepat perputaran uang dan pembangunan infrastuktur sektor riil. Kebijakan moneter rasulullah selalu terkait dengan sektor riil.

29 Beberapa hal yang dilarang : a. Permintaan yang tidak riil b. Penimbunan mata uang c. Transaksi Talaqqi Rukban d. Transaksi Kali bi Kali e. Segala bentuk Riba


Download ppt "Usep Zainul Arif Nur Rohmah Gita Seruni Teori inflasi dalam perspektif ekonomi islam."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google