Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Perkembangan Data Pengangguran di Jawa Timur dan Proyeksinya disampaikan oleh Gantjang Amannullah, MA Kepala Bidang Statistik Sosial, BPS Prop. Jawa Timur.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Perkembangan Data Pengangguran di Jawa Timur dan Proyeksinya disampaikan oleh Gantjang Amannullah, MA Kepala Bidang Statistik Sosial, BPS Prop. Jawa Timur."— Transcript presentasi:

1 Perkembangan Data Pengangguran di Jawa Timur dan Proyeksinya disampaikan oleh Gantjang Amannullah, MA Kepala Bidang Statistik Sosial, BPS Prop. Jawa Timur RAKOR PENANGANAN TKIB DARI MALAYSIA TAHUN 2014 Royal Orchids Garden Hotel – Kota Batu, 30 April 2014

2 Pendahuluan  Data yang digunakan mengacu pada data ketenagakerjaan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak dua kali setiap tahun, yaitu pada bulan Februari (Angka Nasional dan Provinsi) dan Agustus (Angka Nasional, Provinsi, dan Kab/Kota)  Untuk dapat memahami istilah setengah pengangguran atau istilah-istilah lainnya yang berkaitan dengan indikator ketenagakerjaan maka perlu dipahami apa makna dari pada indikator tersebut, bagaimana cara menghitungnya, dan apa kegunaan dari pada indikator-indikator tersebut, serta akan diterangkan konsep- konsep yang digunakan di dalam masalah ketenagakerjaan

3 Konsep Ketenagakerjaan  Kegiatan Penduduk berumur 15 tahun ke atas: dibagi menjadi penduduk yang termasuk angkatan kerja dan penduduk bukan angkatan kerja  Angkatan kerja adalah mereka yang selama seminggu yang lalu mempunyai pekerjaan, baik yang bekerja maupun sementara tidak bekerja karena cuti atau menunggu panen. Termasuk mereka yang tidak mempunyai pekerjaan tetapi sedang mencari pekerjaan atau mengharap mendapatkan pekerjaan.  Bukan angkatan kerja adalah mereka yang selama seminggu yang lalu hanya bersekolah, mengurus rumah tangga, dan tidak melakukan kegiatan yang dapat dimasukkan dalam kategori bekerja, sementara tidak bekerja, atau mencari pekerjaan.  Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada framework berikut

4 Labour Force Framework PENDUDUK Umur 15 th + Bekerja Umur < 15 th Tidak mencari kerja Mencari kerja Secara aktif Masih mencari kerja secara aktif atau bersedia menerima kerja Bukan Angkatan KerjaAngkatan Kerja Bekerja < 35 jam/minggu Bekerja 35 jam/minggu Bekerja 35 jam/minggu Bekerja <35 jam/minggu

5 Konsep Bekerja  Bekerja adalah bermaksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu yang lalu dan tidak boleh terputus.  Termasuk bekerja adalah mereka yang selama seminggu sebelum pencacahan tidak melakukan pekerjaan atau bekerja kurang dari satu jam, tetapi mereka adalah : pekerja tetap yang sedang cuti, sakit, mogok, atau mangkir, atau perusahaan menghentikan kegiatannya sementara; atau petani yang mengusahakan tanah pertanian yang tidak bekerja karena panenan atau menunggu hujan untuk menggarap sawah, atau orang2 yang bekerja di bidang keahlian tertentu (dokter, dalang, tukang cukur, tukang pijat, dsb)

6 Konsep Pengangguran dan Setengah Pengangguran  Mencari pekerjaan atau pengangguran terbuka: adalah kegiatan seseorang yang tidak bekerja dan pada saat survei orang tersebut sedang mencari pekerjaan, seperti : (1) mereka yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha mendapatkan pekerjaan, (2) mereka yang sudah pernah bekerja karena sesuatu hal berhenti atau diberhentikan, dan sedang berusaha untuk mendapatkan pekerjaan, (3) mereka yang belum bekerja, tetapi sedang mempersiapkan usaha, (4) mereka yang sudah diterima bekerja, tetapi belum mulai bekerja pada saat pencacahan, dan (5) mereka yang ingin bekerja, tetapi merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan  Setengah pengangguran (under-employment), ada dua yaitu visible dan invisible under-employment.  Visible under-employment dapat terjadi ketika seseorang yang bekerja di bawah jam kerja normal dan mencari atau mau menerima pekerjaan tambahan  Invisible under-employment dapat terjadi jika jam kerja seseorang adalah tidak di bawah jam kerja normal, tetapi pekerjaannya tidak cukup, ditinjau dari : (1) ketika pekerjaannya tidak mengijinkan untuk menggunakan seluruh kapasitas atau keahliannya; (2) ketika pendapatan yang diperoleh dari bekerja relatif rendah/kecil; dan (3) ketika Ia bekerja di suatu tempat pekerjaan yang produktifitasnya rendah

7 Indikator Ketenagakerjaan 1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK): adalah perbandingan antara penduduk yang bekerja dan mencari pekerjaan terhadap penduduk usia kerja (15 tahun ke atas). TPAK dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial-demografis, antara lain umur, jenis kelamin, tipe daerah tempat tinggal, dan tingkat pendidikan Misalnya dari hasil Sakernas Agustus 2013 menunjukkan bahwa jumlah angkatan kerja di Jatim tercatat sebanyak jiwa, sementara jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas tercatat sebanyak jiwa, maka diperoleh Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja sebesar 69,92 persen. Jadi, dari 100 penduduk usia 15 tahun ke atas terdapat orang diantaranya yang termasuk ke dalam angkatan kerja, atau diartikan hanya sekitar persen penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomis

8 Indikator Ketenagakerjaan (lanjutan) 2. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Dihitung dengan membuat perbandingan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah angkatan kerja. Tingkat pengangguran terbuka biasanya lebih tinggi di daerah perkotaan dibandingkan di daerah pedesaan, lebih tinggi untuk mereka yang berpendidikan tinggi dibandingkan yang berpendidikan rendah. Misalnya data Sakernas menunjukkan jumlah pencari kerja pada bulan Agustus 2013 tercatat sebanyak jiwa, sementara jumlah angkatan kerja tercatat sebanyak jiwa, maka besarnya tingkat pengangguran terbuka adalah 4,33 persen. Jadi, dari 100 orang penduduk yang termasuk angkatan kerja, secara rata-rata 4 orang diantaranya adalah pencari kerja (penggangguran)

9 Indikator Ketenagakerjaan (lanjutan) 3. Tingkat Setengah Pengangguran : Merupakan rasio jumlah penduduk yang termasuk dalam kelompok setengah pengangguran terhadap banyaknya angkatan kerja. Tingkat setengah pengangguran lebih tinggi di daerah pedesaan dibandingkan di daerah perkotaan, lebih tinggi untuk mereka yang berpendidikan rendah dibandingkan untuk yang berpendidikan tinggi Misalnya : data sakernas Agustus 2013 menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang termasuk dalam kelompok setengah penganggur sebanyak orang, sementara jumlah angkatan kerja tercatat sebanyak jiwa, maka besarnya tingkat setengah pengangguran terpaksa 10,88 persen. Jadi dari 100 penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja, secara rata-rata terdapat 10– 11 orang yang termasuk dalam setengah penganggur (bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 35 jam dan masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan).

10 Indikator Ketenagakerjaan (lanjutan) 4.Tingkat Kesempatan Kerja (TKK). Kesempatan kerja adalah banyaknya penduduk usia kerja yang terserap dalam pasar kerja, atau penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja. Komplemen dari Tingkat Pengangguran Terbuka adalah Tingkat Kesempatan Kerja, atau TKK = 1 – TPT Diketahui bahwa tingkat pengangguran terbuka tercatat 9,11 persen. Ini berarti TKK = (100 – 4,33) persen = 95,67 persen Menunjukkan bahwa tingkat kesempatan kerja yang tersedia sebesar 95,67 persen atau dari 100 orang angkatan kerja, sekitar 96 orang diantaranya sudah bekerja.

11 Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas di Jatim Menurut Kegiatan Agustus 2011 – Agustus 2013 (Orang) Kegiatan Utama Agustus 2011 Agustus 2012 Agustus 2013 Penduduk Angkatan Kerja  Bekerja  Pengangguran Terbuka Bukan Angkatan Kerja TPAK (%) TPT (%)

12 Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama di Jawa Timur Agustus 2011 – Agustus 2013 (Orang) Lapangan Pekerjaan Utama Agustus 2011 Agustus 2012 Agustus 2013 Pertanian Industri Konstruksi Perdagangan Tranportasi, Gudang & Komunikasi Keuangan Jasa Kemasyarakatan Lainnya *) TOTAL

13 Perkembangan Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia,

14 Banyaknya Pengangguran di Indonesia, 1986 – 2013 (Jutaan Orang)

15 Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Provinsi, Februari 2013 (Sumber : Sakernas, Februari 2013)

16 Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Jenis Kelamin, Agustus 2010 – Agustus 2013, di Jawa Timur (Sumber : Sakernas, Agustus 2010 – Agustus 2013) TahunLaki-LakiPerempuanLaki-Laki + Perempuan (1)(2)(3)(4) Agustus Agustus Agustus Agustus

17 Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Jenis Kelamin, Agustus 2010 – Agustus 2013, di Jawa Timur (Sumber : Sakernas, Agustus 2010 – Agustus 2013) TahunLaki-LakiPerempuanLaki-Laki + Perempuan (1)(2)(3)(4) Agustus Agustus Agustus Agustus

18 Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Daerah Tempat Tinggal, Agustus 2010 – Agustus 2013, di Jawa Timur (Sumber : Sakernas, Agustus 2010 – Agustus 2013) TahunPerkotaanPerdesaanPerkotaan + Perdesaan (1)(2)(3)(4) Agustus Agustus Agustus Agustus

19 Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan, Agustus 2012 – Agustus 2013, di Jawa Timur Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Agustus 2012Agustus 2013 (1)(2)(3) Tdk/Belum Pernah Sekolah Tdk/Belum Tamat SD Sekolah Dasar S L T P S L T A Umum S L T A Kejuruan D1/D2/D3/Akademi Universitas TOTAL

20 Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Kelompok Umur, Agustus 2012 – Agustus 2013, di Jawa Timur Kelompok UmurAgustus 2012Agustus 2013 (1)(2)(3) 15 – – – – – – – – – TOTAL

21 Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Kab/Kota di Jawa Timur, Agustus 2013

22 Tingkat Setengah Pengangguran di Jawa Timur, Agustus 2011 – Agustus 2013 (Sumber : Sakernas) Jenis KelaminAgustus 2011Agustus 2012Agustus 2013 (1)(2)(3)(4) Laki-Laki12,0510,7511,95 Perempuan15,5113,199,32 Total13,4511,7410,88

23 PROYEKSI PENGANGGURAN  BPS Prop. Jawa Timur tidak (belum) menghitung proyeksi pengangguran  Untuk menghitung perlu dilakukan koordinasi antar SKPD, seperti Bappeda, Dinas Kependudukan, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Kesehatan dan BKKBN, serta BPS  Tahun , Tim BPS RI bersama Balitfo Kemenakertrans RI membuat “Perencanaan Tenaga Kerja Nasional ” yang dilaunching oleh Presiden RI (Ibu Megawati Soekarno Putri) di Istana Negara. Pekerjaan ini lebih bersifat teknis akademis, yang menjadi tanggung jawab Kemenakertrans RI

24 PERLUNYA MEMBUAT PTKD JATIM Langkah teknis yang harus dilakukan : 1. Membuat Proyeksi Penduduk Jatim 2014 – Membuat Proyeksi Angkatan Kerja Jatim 2014 – Membuat Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2014 – 2019 Keterangan : Langkah 1 dan 2 : supply side Langkah 3 : demand side Dengan memadukan supply dan demand side, maka sebagai hasilnya akan diketahui berapa besarnya kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan, dan sekaligus diketahui berapa pengangguran yang masih ada

25 TERIMA KASIH


Download ppt "Perkembangan Data Pengangguran di Jawa Timur dan Proyeksinya disampaikan oleh Gantjang Amannullah, MA Kepala Bidang Statistik Sosial, BPS Prop. Jawa Timur."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google