Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Iwan Triyuwono Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Brawijaya

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Iwan Triyuwono Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Brawijaya"— Transcript presentasi:

1 Iwan Triyuwono Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Brawijaya

2 PENGANTAR  Akuntansi adalah simbol (tanda) yang diberikan pada sebuah realitas  Simbol mengandung makna  Makna(-makna) dari simbol hadir lebih cepat dan dinamis bila dibanding dengan simbol itu sendiri

3  Kehadiran makna tergantung pada kesadaran individu ketika berhadapan dengan simbol  Kesadaran individu terbentuk melalui interaksi sosial yang kemudian kita sebut sebagai  kesadaran bentukan (bersifat lokal dan sementara)

4  Di samping kesadaran bentukan, seorang individu juga memiliki kesadaran murni yang bersifat universal dan baka  Kedua bentuk kesadaran tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan makna dari sebuah simbol

5  Kesadaran (bentukan dan murni) dapat digunakan untuk menciptakan simbol baru dan makna baru

6  Misalnya,  Akuntansi Syari’ah (simbol baru) adalah seni dan ilmu meracik informasi yang berfungsi sebagai doa dan dzikir untuk memenuhi kebutuhan materi, mental, dan spiritual manusia dalam rangka beribadah dan kembali pada Tuhan dengan jiwa yang suci dan tenang (makna baru)

7  Dalam konteks ARTS4 ini, kesadaran bentukan lebih ditekankan dalam proses penelitian dengan menggunakan hermenetika

8 HERMENETIKA DALAM PENELITIAN AKUNTANSI  Hermenetika, dalam konteks penelitian akuntansi, dapat berfungsi sebagai rancangan penelitian (research design) dan sekaligus sebagai alat analisis

9  Hermenetika sebagai rancangan penelitian sepadan dengan misalnya penelitian eksperimen, penelitian uji hipotesa, dan penelitian eksploratori di penelitian paradigma positivis  Hermenetika sebagai alat analisis sepadan dengan regresi berganda, uji beda, dan analisa faktor di penelitian paradigma positivis

10  Research design is research plan of the empirical part of the study which consists of multilayered decisions and issues  It covers all issues from theoretical reading, the methodological choice, to the empirical data gathering, analysis, and writing processes

11 HERMENETIKA  Hermenetika berasal dari kata kerja Yunani hermeneuien yang berarti menafsirkan atau menerjemahkan  Hermeneuien (juga) merupakan derivasi kata Hermes, yaitu nama seorang dewa dalam mitologi Yunani yang bertugas menyampaikan dan menjelaskan pesan dari Sang Dewa kepada manusia

12  Atau, Hermes adalah seorang utusan yang memiliki tugas menyampaikan pesan Yupiter kepada manusia  Atau, Hermes adalah Nabi Idries a.s. yang bertugas menerjemahkan bahasa Tuhan (langit ) menjadi bahasa bumi yang mudah dipahami manusia  Atau, Hermes dalam tradisi Yahudi dipahami sebagai Nabi Musa yang juga bertugas menyampaikan pesan- pesan Tuhan pada manusia

13  Secara sederhana, hermenetika dapat diartikan sebagai seni atau ilmu menafsirkan teks

14 PERKEMBANGAN DAN TOKOH HERMENETIKA  Periode awal, abad ke-19, hermeneutical theory dengan tokoh utama Friedrich Schleiermacher ( ) (termasuk juga di dalamnya Emilio Betti)  Periode abad ke-20, philosophical hermeneutics dengan tokoh utama Martin Heidegger ( ) (termasuk di dalamnya Hans-Georg Gadamer)  Periode akhir, critical hermeneutics dengan tokoh utama Jurgen Habermas

15  Tokoh-tokoh hermenetika lainnya adalah:  Rudolf Bultmann  Karl-Otto Apel  Paul Ricoeur  dll

16 HERMENETIKA GADAMER  Hermenetika filosofis Gadamer menyatakan bahwa teks didatangi dengan subyektivitas penafsir dalam realitas historis kekinian untuk memproduksi makna

17  Teks dalam pengertian awalnya adalah segala sesuatu yang ter(di)tulis. Pengertian yang lebih luas juga mencakup segala sesuatu yang ada dalam kehidupan manusia, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis

18  Subyektifitas manusia adalah kesadaran yang terbentuk melalui interaksi sosial. Kesadaran ini terus bertumbuh tanpa henti sesuai dengan lingkungan sosial di mana manusia tersebut hidup dan menjalani kehidupan. Pertumbuhan kesadaran antara manusia yang satu dengan manusia yang lain tidak pernah ada yang sama  Kesadaran kemanusiaan inilah yang menyebabkan subyektivitas penafsiran, sehingga makna dari sebuah teks sangat beragam

19  Realitas historis adalah realitas sosial yang diciptakan manusia melalui interaksi sosial. Realitas historis tidak pernah mengenal kata selesai (final), tetapi selalu berada dalam pengertian berproses terus sesuai dengan perkembangan sosial (sejarah) masyarakat di mana realitas tersebut tercipta dan berkembang

20  Produksi menunjukkan bahwa teks tidak memiliki makna tunggal. Teks selalu menghasilkan makna- makna baru sesuai dengan subyektivitas yang dimiliki manusia penafsir

21 MULTIMAKNA TEKS  Subyektivitas manusia yang beragam menyebabkan makna dari sebuah teks menjadi beragam. Dengan demikian, tidak ada makna tunggal atas sebuah teks  Masalahnya adalah jika makna sebuah teks itu banyak, lalu makna yang benar

22  Jawabnya adalah bahwa semua makna tersebut adalah benar. Bahkan kedudukan kebenaran makna tersebut sama. Makna yang satu tidak lebih benar dari makna yang lain

23 TEKNIK ANALISA HERMENETIKA  Contoh:  Apa makna laba bagi karyawan dan pemegang saham perusahaan x?

24  Data:  Karyawan 1: “asyiiik,… dapat bonus tiga kali gaji”  Karyawan 2: “alhamdulillah tahun ini saya dapat bonus. Tadi saya baca pengumuman manajer pusat di internet.”  Karyawan 3: “yah, lumayan tahun ini dapat bonus! Tapi tiap tahun saya pusing, harus kerja keras, ngejar tarjet…” (karyawan pemasaran)  Karyawan 4: “tadi pagi manajer pusat ngasih info, laba tahun ini sudah sedikit melebihi tarjet.”

25  Pemegang saham 1: “tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya, laba perusahaan sudah memenuhi tarjetnya. Yah, lumayan, berarti ada dividen…”  Pemegang saham 2: “saya bukan tipe risk taker yang bisa berspekulatif di bursa efek untuk mendapatkan keuntungan besar. Saya lebih suka mendapatkan dividen daripada mendapatkan gain dari bursa. Bagi saya mendapatkan dividen sebagai bagian dari laba perusahaan lebih menjaga moral saya ketimbang bermain di bursa…”

26  Data pengamatan 1:  Di akhir tahun, biasanya karyawan perusahaan x cabang Malang memasang telinga lebar-lebar untuk mendapatkan info tentang seberapa besar laba perusahaan sudah dicapai. Biasanya di akhir tahun itu mereka sudah mendengar bocoran informasi. Semua karyawan di cabang Malang ini berharap perusahaan dapat mencapai tarjet laba. Pencapaian tarjet bagi mereka sangat penting, karena jika tarjet laba sudah dipenuhi, maka mereka akan mendapatkan bonus

27  Tetapi bila sebaliknya, artinya tarjet laba tidak tercapai, mereka akan mendapatkan banyak “amarah” dari pimpinan cabangnya  Selama beberapa tahun perusahaan selalu dapat mencapai tarjet, sehingga mereka tidak terlalu khawatir bahwa perusahaan merugi  Dalam kenyataannya mereka sehari-hari selalu bekerja keras sesuai dengan arahan dan kehendak pimpinan cabang. Pimpinan cabang juga berkepentingan agar cabagn Malang ini juga mencapai tarjet laba. Sebab

28  jika tidak mencapai laba yang telah ditetapkan, maka ia juga akan menjadi sasaran “amarah” dari pimpinan pusat  Kerja keras juga tampak terlihat di sebagian besar karyawan pemasaran. Sebagian karyawan pemasaran bahkan bekerja di luar hari kerja, sekedar untuk mencari pelanggan

29  Dengan menggunakan teknik analisa Hermenetika Gadamer (lihat Lampiran 1), maka makna laba adalah: 1. Bonus (bagi karyawan) 2. Kerja keras (bagi karyawan) 3. Dividen (bagi pemegang saham) 4. Moral (bagi pemegang saham)

30  Gadamer menerima keempat makna tersebut. Bagi gadamer, tidak ada makna tunggal dari teks laba. Semua makna adalah benar.

31 HERMENETIKA OBYEKTIVIS  Berbeda dengan Gadamer yang mengatakan bahwa penafsiran obyektif atas sebuah teks adalah perbuatan yang sia-sia, sosok Betti, Schleiermarcher, dan Dilthey malah menggagas hermenetika obyektif  Dalam konteks ini mereka berpendapat bahwa hermenetika merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari alam positivisme yang mensyaratklan obyektivitas

32  Bagi mereka, seorang penafsir harus melepaskan diri dari prakonsepsi, kepentingan ekonomi, politik, dan lain-lainnya  Dengan cara ini makna dapat ditemukan secara obyektif (dan tunggal)

33 TEKNIK ANALISA  Contoh:  Apa makna UB dalam kalimat ”kalo di UB rolling karyawan itu jarang dilakukan, soalnya unitnya sedikit…”?

34  Data:  Sudah menjadi rahasia umum bahwa masyarakat memiliki kecenderungan untuk menyingkat, misalnya nama universitas. Sebagai contoh, Universitas Brawijaya disingkat menjadi UB. Universitas Indonesia disingkat UI, dst

35 Kalimat tersebut hadir dalam konteks organisasi. Organisasi yang dimaksud adalah Bank BNI Budaya karyawan: 1. Biasanya para karyawan jika menyebutkan nama cabang BNI di mana mereka bekerja, cukup menyebutkan nama belakang cabang saja. Misalnya BNI Cabang UM, maka mereka biasanya cukup menyebut di UM 2. Suka berbagi cerita

36 Konteks sejarah: Dalam acara halal bi halal BNI seluruh cabang di Malang, Bu Nina dari BNI Cabang Malang sedang bertukar informasi dengan Bu Ani dari BNI Cabang UB tentang rolling karyawan  Bu Nina:”…di Malang cukup sibuk dan unit-unit yang ada cukup banyak. Biasanya rolling karyawan berjalan lancar karena memang unitnya memungkinkan…”  Bu Ani:”kalo di UB rolling karyawan itu jarang dilakukan, soalnya unitnya sedikit…”

37  Apa makna “UB” dari konteks tersebut di atas?  Silahkan lakukan analisa dengan menggunakan hermenetika obyektivis atas data yang disajikan di atas!

38 SISTEMATIKA PENYAJIAN  Sistematika penyajian dapat mengikuti temuan penelitian. Sebagai contoh tentang makna laba (dalam konteks penulisan tesis atau disertasi) dapat menggunakan sistematika sebagai berikut:

39  Bab 1: Pendahuluan  Bab 2: Metodologi dan Metode Penelitian  Bab 3: Konsep Hermenetika Gadamer  Bab 4: Sketsa Temuan Penelitian  Bab 5: Laba sebagai Bonus  Bab 6: Laba sebagai Kerja Keras  Bab 7: Laba sebagai Dividen  Bab 8: Laba sebagai Moral  Bab 9: Penutup

40 Selamat mencoba! Terima kasih…!


Download ppt "Iwan Triyuwono Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Brawijaya"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google