Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO1 OCEAN RIDGES PUNGGUNG SAMUDRA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO1 OCEAN RIDGES PUNGGUNG SAMUDRA."— Transcript presentasi:

1 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO1 OCEAN RIDGES PUNGGUNG SAMUDRA

2 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO2 PUNGGUNG SAMUDRA  Ocean ridges merupakan batas lapisan litosfer samudra yang baru terbentuk dan membuat Permukaan bumi lebih tinggi.

3 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO3 1. Topografi punggung samudra  Punggung samudra yang semakin bergerak melebar atau terbentuk sebagai batas piringan merupakan asal lapisan baru samudra.  Tinggi puncak punggung samudra sekitar 2-3 km lebih tinggi dari dasar samudera disekitarnya dan topografi lokalnya tidak datar dan pararel terhadap puncaknya.

4 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO4 2. Struktur zona aksial  Morfologi punggungan Samudra ditentukan oleh laju pemisahan •Laju rendah (10-50 mm/a), Median rift utama terbentuk di sumbu punggungan. Lebar km, kedalaman m, dengan topografi kasar. •Laju menengah (50-90 mm/a), Median rift, kedalaman m, topografi halus. •Laju tercepat (>90 mm/a), tidak terdapat median rift, topografi halus

5 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO5 gambar 6.1 Dengan resolusi tinggi dari profil bathymetric (alat pengukur kedalaman laut) dari punggungan samudra yang bergerak cepat, menengah dan lambat penyebaran rata-ratanya.EPR (East Pasific Rise), MAR (Mid Atlantic Ridge), daerah neovulkanik dikurung oleh Vs, daerah celah dengan Fs, dan luas persesaran aktif dengan Ps.

6 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO6  Median rift pada daerah FAMOUS (Franco American Mid-ocean Undersea study). Dimana dibeberapa area terdapat beberapa lembah rift dan di kelilingi serangkaian teras patahan.

7 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO7  Perubahan morfologi, aktivitas vulkanik dan vulkanisme pada lembah median pada Atlantik Ridges merupakan proses siklus antara fase- fase ekstensi tektonik dan konstruksi vulkanik.

8 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO8 Gambar 1. Batas piringan yang menyebar terjadi saat dua piringan bergerak saling berpisah. Ketika beberapa piringan terpecah menjauh, lithosphere yang tipis dan terputus untuk membentuk batas piringan yang menyebar. Pada kulit samudra proses ini dinamakan penyebaran lantai lautan karena piringan yang terpisah menyebar satu sama lain. Di daratan, penyebaran batas piringan membentuk beberapa lembah sesar.

9 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO9 •Hasil survei bathymetric di samudera Atlantik

10 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO10 3. Struktur umum (broad) dari listosfer dibawah punggungan  Kondisinya dalam kesetimbangan isostatik  Pengukuran gravitasi menunjukan bahwa anomali udara bebas pada umumnya nol disekitar punggungan. (gambar 6.4 dan 6.5)(gambar 6.4 dan 6.5)

11 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO11

12 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO12

13 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO13 Gambar 6.6 Model yang mungkin dari struktur dibawah punggungan Mid-Atlantik dari gravity Model dengan control seismic refraksi. Densitas dalam Mg per meter kubik.

14 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO14 4. Asal mula mantel atas anomali dibawah punggungan  Terdapat tiga sumber pada daerah yang kerapataannya rendah yang terletak pada dasar punggungan dan mendukung isotatiknya yaitu: 1)Ekspansi termal pada material penyusun mantel bagian bawah punggungan, yang diikuti gerakan dasar laut yang menyebar secara lateral menjauhi sumber panas.

15 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO15 2)Terdapatnya material cair di dalam mantel Anomali. 3)Perubahan fase bergantung pada temperatur. Temperatur yang tinggi di bagian ujung palung dapat menyebabkan suatu perpindahan mineral- mineral pada densitas rendah.

16 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO16 5. Stuktur dangkal daerah sumbu  Model pembentukan litosfer samudra membutuhkan ruang magma. Bukti adanya ruang magma dengan survei seismik, antara lain: a)Survei seismik refraksi di East pacific rise yaitu mendeteksi zona densitas sekitar 2 km di bawah sumbu punggungan (Orcutt.dkk,1976)

17 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO17 b)Heron dkk (1978,1980), dengan memakai teknik seismik multi channel, mendeteksi refleksi dari puncak ruang magma dibawah East pacific rise. (gambar 6.8)

18 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO18 c)Puncak mid-atlantic ridges disurvei oleh Francis dan porter (1973) dari catatan gempa bumi lokal dengan detektor dasar samudra, mendapati lokasi daerah kecepatan rendah sekitar 3 km di bawah lembah median yang diinterpretasikan sebagai ruang magma.

19 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO19  Pengamatan East pacific rise dan mid- Atlantic ridge menunjukkan adanya ruang magma aksial dengan lebar beberapa km pada kedalaman rendah.

20 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO20  Sinton & Derrick (1992) menunjukan modelnya dimana ruang magma terdiri dari zona-zona bubur kristal leleh panas dan sempit. Lelehan murni berkembang dipunggungan yang menyebar cepat untuk membentuk suatu lensa lelehan tipis diatas zona bubur.

21 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO21

22 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO22  Survei di East pasific rise mengindikasikan bahwa punggungan terbagi-bagi disepanjang strikenya oleh timbulnya diskontuitas pada penyebaran yang saling overlap (OSCs).

23 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO23 •Geometri OSCs

24 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO24

25 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO25  Punggungan terbagi beberapa skala yang berbeda yaitu: 1.Digambarkan dengan zona patahan, yang membagi palung pada interval km, ini disebabkan adanya kegagalan transformasi nonregiol (yang mempengaruhi tingkat kekerasan dan panas di mantel) dan luasan di daerah offset (3-5 km) OSCs yang menimbulkan perbedaan kedalaman daerah pusat hingga ratusan meter.

26 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO26 2.Terletak pada interval km, disebabkan adanya kegagalan transformasi nonregiol (yang mempengaruhi tingkat kekerasan dan panas di mantel) dan luasan di daerah offset (3-5 km) OSCs yang menimbulkan perbedaan kedalaman daerah pusat hingga ratusan meter.

27 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO27 3.Terletak pada interval km yang digambarkan oleh offset kecil (0.5-3 km) OSCs dimana kedalaman kurang dari sepuluh meter.

28 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO28 4.Terletak pada interval km yang disebabkan oleh offset sangat kecil (< 0.5 km) dari palung. Hal ini jarang dihubungkan dengan adanya anomaly kedalaman dan dapat dijelaskan dengan adanya gap didalam aktivitas vulkanik yang berada pada pusat retakan atau dengan adanya variasi geokimia.

29 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO29

30 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO30  OSCs bertanggungjawab terhadap migrasi segmentasi disepanjang punggungan dengan kecepatan sampai beberapa ratus millimeter per tahun yaitu evolusi diskontinuitas sumbu punggungan dalam hal pergerakan pulsa magma.

31 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO31

32 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO32

33 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO33 6. Aliran panas dan siklus hidrotermal •Secara umum ditemukan adanya hubungan antara aliran panas dari lapisan lithosfer lautan dan akar kuadrat dari umurnya. Dalam skala normal terdapat perbedaan antara hasil pengamatan dan aliran panas yang diharapkan pada lithosfer muda.

34 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO34 •Untuk skala tertentu penyebarannya di dalam magnitudo aliran panas disekitar ujung punggungan. Pada suhu rendah cenderung membentuk lembah flat- floored. (Lister, 1980)

35 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO35  Sirkulasi hidrotermal berasal dari adanya deposit metalliferous di daerah puncak. Logam-logam ini dikenal mobile secara hidrotermal dan terlepas dari kerak samudra oleh air laut yang memungkinkan ekstrasinya dalam larutan kaya sulfida, bersifat asam dan panas (Roma, 1984).

36 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO36 7. Petrologi punggung samudera  Dalam kondisi normal, peridotite mantel atas tidak meleleh. Tetapi, punggung samudra dengan aliran panas tinggi memberi implikasi bahwa gradien geotermal melintasi peridotite solid pada kedalaman sekitar 50 km (Wylee, 1981, 1988).

37 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO37 8. Perbedaan antara punggungan yang menyebar dengan cepat dan lambat.  Kenaikan astenosfer di bawah punggungan dapat mengakibatkan tarikan viskos pada listorsfer yang baru terbentuk di kedua sisi. Tarikan ini mencegah kenaikan litosfer pada daerah kerak sementara litosfer yang mengapitnya naik oleh pergerakan disepanjang bidang patahan normal.

38 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO38 9. Hubungan antara umur dan kedalaman pada litospere lautan •Litosfer yang baru terbentuk bergerak menjauhi Heat Source dingin berkontraksi (mengkerut), densitas meningkat dan meningkatkan ketebalan mid ocean ridges •Untuk litosfer yang lebih tua, kedalaman berangsur-angsur meningkat seiring dengan umur.

39 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO Lapisan dasar kerak laut Gambar 6.15 Diagram cros-section dari struktur kulit dan diatas mantel wilayah kulit dari tengah punggungan samudra. Bentuk ruang magma yang berdasar dari model seismik refleksi

40 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO Penyebaran Sesar Gambar 6.16 (a) Model rotasi pusat penyebaran yang disesuaikan (b) evolusi punggungan luas yang mengikuti rotasi.

41 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO41

42 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO42 Gambar 6.18 (a) Prediksi pola magnetik yang dihasilkan dari perambatan punggungan (b) Anomali magnetik yang diamati pada 960W sebelah timur pulau Galapagos.

43 6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO43 SEKIAN & TERIMA KASIH WASSALAMU’ALAIKUM Wr. Wb.


Download ppt "6/21/2014UNIVERSITAS DIPONEGORO1 OCEAN RIDGES PUNGGUNG SAMUDRA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google