Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah Prodi DIII Kebidanan ABI Surabaya Oleh Dr. Mamiek, SKM, M.Kes.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah Prodi DIII Kebidanan ABI Surabaya Oleh Dr. Mamiek, SKM, M.Kes."— Transcript presentasi:

1 Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah Prodi DIII Kebidanan ABI Surabaya Oleh Dr. Mamiek, SKM, M.Kes

2 Bahasa  Bahasa Indonesia yang baik dan benar  Bila diperlukan atau belum ada istilah yang tepat dalam Bahasa Indonesia boleh menggunakan bahasa aslinya dengan memperhatikan tatacara penulisan bahasa asing

3 Kertas dan Sampul  Kertas sampul  Buffalo atau Linen  Kertas sampul berwarna Ungu  Kertas untuk materi  ukuran A4  HVS 70 gram untuk ujian  HVS 70 gram untuk ujian  HVS 80 gram untuk Perpus  HVS 80 gram untuk Perpus  Tabel dan gambar disajikan di kertas untuk materi, kecuali dalam keadaan tertentu dapat menggunakan kertas dan ukuran yang berbeda

4 Pengetikan Naskah  Naskah diketik dengan menggunakan komputer  Huruf  Times New Roman ukuran 12, kecuali kata asing dicetak miring (italic), cetak tebal atau diberi garis bawah  Jarak  2 spasi, kecuali abstrak, kecuali pada grafik dan tabel sesuai kebutuhan, sedangkan jarak antar sub bab sebanyak 3 spasi  Awal paragraf dimulai pada ketikan ke-5 atau ke-6 dari tepi kiri  Setiap bab diberi nomor urut dengan angka arab

5 Jarak Tepi  3 cm atau 1,18 inchi dari tepi atas  3 cm atau 1,18 inchi dari tepi bawah  4 cm atau 1,58 inchi dari tepi kiri  3 cm atau 1,18 inchi dari tepi atas

6 Nomor Halaman  Nomor halaman untuk bagian awal naskah (sebelum bab pendahuluan) menggunakan huruf Romawi kecil (i, ii, iii, iv, dst), ditulis di bagian bawah tengah, empat spasi di bawah teks  Lembar halaman judul tetap dihitung tetapi tidak diberi nomor  Mulai dengan Bab Pendahuluan diberi nomor dengan angka Arab (1, 2, 3 dst)  Pada halaman dengan judul bab, nomor halaman ditulis di bawah tengah (empat spasi dari teks)  Pada halaman lain, nomor halaman ditulis menggunakan nomor angka Arab yang ditulis di kanan atas (1,5 cm dari teks)

7 Tabel dan Gambar  Tabel diberi nomor dengan angka Romawi (menunjukkan Bab tempat Tabel) diikuti dengan Angka Arab (menunjukkan nomor urut Tabel). Contoh : Tabel IV.2  berada di Bab IV dan merupakan tabel kedua  Tabel diberi judul di atas tabel, berjarak 1 spasi  Sedapat mungkin Tabel disajikan dalam satu halaman yang sama. Apabila Tabel lebih dari 1 halaman dan terpaksa harus diputus, maka dapat dilanjutkan dengan halaman berikutnya namun diberi keterangan lanjutan dan diberi judul tabel dan judul kolom (kepala tabel)  Sumber data ditulis melekat di bawah tabel dengan font 10.  Gambar diberi nomor dengan angka Romawi (menunjukkan Bab tempat Gambar) diikuti dengan Angka Arab (menunjukkan nomor urut Gambar).  Gambar diberi judul di bawah gambar, berjarak 1 spasi  Tabel dan Gambar yang dikutip dari buku lain harus dicantumkan sumbernya

8 Kutipan  Kutipan atau cuplikan ditulis sesuai dengan naskah aslinya, berupa Bahasa Indonesia atau bahasa asing  Kutipan ditulis dengan jarak tepi kiri dan tepi kanan yang berbeda dengan teks yang lain  Ditulis dengan jarak 1 spasi, diawali dengan tanda petik (“) dan juga diakhiri dengan tanda (“)  Mengutip acuan dan internet  Aturan umum serupa dengan pengutipan acuan buku, hanya tempat, nama dan tanggal terbitan yang berbeda. Artinya, unsur yang terakhir itu mengikuti tata cara penulisan di internet.

9 Cara Penulisan Daftar Pustaka  Setiap kepustakaan ditulis dengan jarak 1 spasi, dan jarak antara setiap kepustakaan adalah 2 spasi  Urutan kepustakaan disusun menurut abjad  Huruf pertama dari baris pertama kepustakaan ditulis tepat pada garis kiri, tanpa idensi. Baris berikutnya, huruf pertama ditulis pada ketukan ke-5 atau ke-6, yang penting konsisten dalam penggunaannya  Penulisan nama pengarang atau penulis, dilakukan dengan cara : untuk penulis pertama, nama keluarga ditulis lebih dahulu secara lengkap sedangkan nama diri disingkat (ditulis huruf petamanya saja), bila nama keluarga tak diketahui maka kata terakhir dari nama tersebut dianggap nama keluarga. Nama penulis kedua dan seterusny ditulis nama lebih dahulu. Tidak perlu mencantumkan gelar akademisdari penulis, seperti : Prof. Dr. dr.,MPH., dan sebagainya

10 Buku dan Monografi Urutan penulisan kepustakaan sebagai berikut : Nama penulis, tahun penulisan, judul buku, data publikasi (volume atau edisi, tempat penerbitan, badan penerbitan dan halaman). Data penerbit dimulai dengan tempat penerbitan dengan diikuti tanda titik ganda. Judul buku atau makalah / karya ilmiah dicetak miring. Antara nama penulis, tahun, judul, penerbit, kota dipisahkan dengan tanda titik. Contoh : Dyck. E. V., Meheus, A.Z., dan Piot, P Human Immuno Deficiency Virus, Laboratory Diagnosis of Sexually Transmittes Disease. WHO. Geneva : 85-98

11 Majalah, Jurnal, dan penerbitan berkala yang lain Urutan penulisan kepustakaan sebagai berikut : Nama penulis, tahun penulisan, judul tulisan, data pulikasi (volume, nomor, halaman). Nama penerbitan berkala icetak miring. Contoh : Gostin, L.O., Lazzarini, Z., Jones, T.S., dan Faherty, K., Prevention of HIV/AIDS and Other Blood-Borne Disease Among Injection Drug User. A National survey on the regulation of Syrings and Needles, JAMA, 227: Kutipan dalam naskah : Gostin et al., 1997 menemukan prevalensi………………..

12 Penerbitan Lembaga Urutan penulisan kepustakaan sebagai berikut : Nama lembaga, tahun penulisan, judul tulisan, data pulikasi (volume, edisi) tempat penerbitan, badan penerbitan, halaman. Judul buku atau tulisan dicetak miring Contoh : Depkes. R.I., Klasifikasi dan Regionalisasi Rumah Sakit, Jakarta: Ditjen Yankes, : Kutipan dalam naskah : Menurut depkes 1989 ………………………………

13 Karya Tulis Ilmiah, Skripsi, Tesis atau Disertasi Urutan penulisan kepustakaan sebagai berikut : Nama penulis, tahun penulisan, judul tulisan, kata “KTI, Skripsi, Tesis atau Disertasi”, tempat penerbitan universitas, halaman. “KTI, Skripsi, Tesis atau Disertasi” dicetak miring Contoh : Wigiati, Titis, Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Keaktifan Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Gedangan Kecamatan Gedangan KAbupaten Sidoarjo. Skripsi. Surabaya : Universitas Airlangga, :

14 Rujukan dari internet Mencantumkan nama penulis, judul artikel, alamat website dan tanggal sitasi Contoh : DeBiase, C. Case/ Problem Solving Steps. car/faculty-development/teaching-methods/cbl/cb problem.html (Situasi 15 September 2001)

15 Cara Menulis Kutipan  Kutipan dalam naskah bisa diletakkan di awal atau di akhir kalimat Menurut Santoso 1992 ……………… Atau ……………………(Santoso, 1992)  Bila penulis 2 orang ditulis seluruhnya Menurut Parascandola dan Weed 2001 …………..  Bila penulis 3 orang atau lebih ……………………(Dyck et al., 1999)


Download ppt "Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah Prodi DIII Kebidanan ABI Surabaya Oleh Dr. Mamiek, SKM, M.Kes."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google