Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FREE SEX DAN PERANAN PENDIDIKAN TRISAKTI HANDAYANI 18 MEI 2002 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FREE SEX DAN PERANAN PENDIDIKAN TRISAKTI HANDAYANI 18 MEI 2002 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG."— Transcript presentasi:

1

2 FREE SEX DAN PERANAN PENDIDIKAN TRISAKTI HANDAYANI 18 MEI 2002 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

3 HASIL PENELITIAN MENGUNGKAP FAKTA BAHWA: DALAM 4 TAHUN TERAKHIR JUMLAH ANAK DAN REMAJA DI INDONESIA YANG TERJEBAK DI DUNIA PROSTITUSI MENINGKAT. SETIAP TAHUN ANAK DIBAWAH USIA 18 TAHUN MENJADI PEKERJA SEKS UTAMADI G. (KOMPAS 8 PEBRUARI 2002 : 1/2 DARI PEKERJA SEKS BERUSIA DIBAWAH 18 TAHUN, DIANTARANYA BELUM MENCAPAI USIA 16 TAHUN JAWAPOS 12 MEI 2002 : - HASIL SURVEY PKBI DI SAMARINDA DENGAN SAMPEL 75 WANITA MALAM, 68% BERASAL DARI KELUARGA HARMONIS, SELEBIHNYA BERASAL DARI KELUARGA KURANG HARMONIS (CERAI, KONFLIK DAN MENINGGAL DUNIA) - DARI SISI PENDIDIKAN 44% PUTUS SEKOLAH, 13% LULUSAN PERGURUAN TINGGI, 16%LULUS SMU DAN SELEBIHNYA DIBAWAH SLTP

4 JAWAPOS 31 JANUARI DAN 3 MARET 2001 : - OPERASI PSK YANG DILAKUKAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA MENJARING 28 ABG - TERDAPAT PSK LAKI-LAKI (GIGOLO) - DIDAPATI SISWA SMU DAN SMTP MELAKUKAN PERBUATAN ASUSILA DI HOTEL Dr. NYOMAN MANGKU KARMAYA (21 NOVEMBER 1998) : REMAJA MENGGUGURKAN KANDUNGAN PER TAHUN DI BALI, BELUM TERMASUK PENGGUGURAN LEWAT BIDAN, DUKUN DAN CARA TRADISIONAL - DIPERKIRAKAN JUMLAH JANIN YANG DIGUGURKAN SECARA ILEGAL MENCAPAI SETIAP TAHUN

5 MASIH BANYAK KASUS PELANGGARAN SEKSUAL ATAU YANG BERBENTUK ABNORMALITAS SEKS SELAIN YANG TELAH DISEBUTKAN, YANG JELAS DARI WAKTU KE WAKTU KASUS TERSEBUT SEMAKIN MENINGKAT BAIK SECARA KUALITAS MAUPUN KUANTITAS bAbAbAbAPAKAH PENYEBAB MARAKNYA PROSTITUSI, MENINGKATNYA JUMLAH PSK, DAN SEMAKIN BERTAMBAHNYA KASUS HUBUNGAN SEKSUAL PRA NIKAH ? bSbSbSbSELAIN FAKTOR EKONOMI DAN FAKTOR PENDIDIKAN ADA FAKTOR LAIN YANG DOMINAN DALAM MEMICU TERJADINYA PELANGGARAN SEKSUAL YAITU FREE SEX MAMPUKAN PENDIDIKAN BERPERAN DALAM PENANGGULANGAN FREE SEX ?

6 FREE SEX : AWALNYA DIKEMBANGKAN DARI DOKTRIN FREE LOVE, YANG BERHARAP BISA MENIKMATI KEPUASAN SEKSUAL DENGAN PERMAINAN “KEBEBASAN SEKS” (SEX FREEDOM) IDE KEBEBASAN SEKS : - DICETUSKAN KARENA ORANG BERANGGAPAN BAHWA MASALAH SEKS SEPENUHNYA ADALAH MASALAH PRIVE DAN MASYARAKAT TIDAK BERHAK MENCAMPURI URUSAN TERSEBUT - PARA PENGANJUR FREE SEX MENOLAK PRINSIP KONTROL SOSIAL ATAS AKIVITAS SEKSUAL - MENUNTUT ADANYA TINGKAH LAKU SEKSUAL SECARA MURNI INDIVIDUAL BERDASARKAN DOKTRIN KEBEBASAN SEKS, KARENA HANYA KEBEBASAN SEKS YANG MAMPU MENJAMIN TERCAPAINYA KEPUASAN SEKS - KELOMPOK INI MENGANJURKAN AGAR SETIAP ORANG MENDAPATKAN PENGALAMAN SEKS SEBEUM MASA PERKAWINAN

7 FREE SEX : - DILIHAT DARI JENIS ABNORMALITAS DALAM PEMUASAN DORONGAN SEKSUAL TERMASUK JENIS PROMISCUITY (PROMISKUITAS) - PROMISKUITAS ADALAH HUBUNGAN SEKS SECARA BEBAS DAN AWUT- AWUTAN DENGAN SIAPAPUN JUGA, DENGAN BANYAK ORANG, MERUPAKAN TINDAKAN SEKSUAL IMMORIL, TERANG-TERANGAN DAN TANPA MALU-MALU YANG DIDORONG OLEH NAFSU SEKS YANG TIDAK TERINTEGRASI, TIDAK MATANG/DEWASA, DAN TIDAK WAJAR FREE SEX : ADALAH SUATU TINGKAH LAKU SEKSUAL ANTAR MANUSIA YANG TIDAK MENGGUNAKAN ATURAN, NORMA, HUKUM, ETIKA DAN AGAMA YANG CENDERUNG MENYIMPANG DAN MEMBEBASKAN DARI ATURAN DAN NORMA MAUPUN AGAMA YANG ADA

8 FREE SEX DAN REMAJA KITA b IDEOLOGI b IDEOLOGI FREE SEX SUDAH MELANDA KALANGAN REMAJA DUNIA BAHKAN INDONESIA b NEW b NEW YORK TIME (1992) MELAPORKAN : DI AMERIKA 47% REMAJA USIA TAHUN LAHIR DARI IBU TANPA AYAH, 2 DARI 3 REMAJA MENGAKU PERNAH BERHUBUNGAN INTIM. DI EROPA 64% REMAJA PERNAH MELAKUKAN HUBUNGAN SEKS KETIKA DUDUK DI BANGKU SEKOLAH BAHKAN 28% DARI MEREKA PERNAH BERGANTI PASANGAN DIATAS 4 KALI b DI b DI INDONESIA (1998) SURVEY TERHADAP 12 SEKOLAH DI 5 KOTA BESAR (JAKARTA, BANDUNG, MEDAN, SURABAYA, MENADO) DIDAPAT HASIL BAHWA 76% PERNAH MENCOBA HAL-HAL YANG BERSIFAT SEKSUAL TERHADAP PASANGANNYA, 38% PERNAH BERHUBUNGAN BADAN, DAN 6% PERNAH MENGALAMI KEHAMILAN

9 KEBEBASAN PERGAULAN ANTAR JENIS KELAMIN PADA REMAJA KIRANYA DENGAN MUDAH DISAKSIKAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI KHUSUSNYA DIKOTA-KOTA BESAR HASIL-HASIL PENELITIAN : - PENELITIAN PADA SISWA KELAS 2 SLTA DI JAKARTA DAN BANJARMASIN TERUNGKAP BAHWA DIANTARA REMAJA YANG SUDAH BERPACARAN 93% PERNAH BERPEGANGAN TANGAN, BERCIUMAN, 61,6% UNTUK PRIA DAN 39.4% UNTUK WANITA, MERABA PAYUDARA 2,32%, MEMEGANG ALAT KELAMIN 7,1% PRIA DAN 1% WANITA,, PERNAH BERHUBUNGAN KELAMIN 2% UNTUK PRIA (DATA TERSEBUT KHUSUS DARI RESPONDEN JAKARTA) - PENELITIAN UNIKA ATMAJAYA MENUNJUKKAN BAHWA 99% REMAJA MELAKUKAN HUBUNGAN SEKS DENGAN TEMAN SEBAYA SETELAH MENONTON FILM PORNO - PENELITIAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNPAD MENUNJUKKAN BAHWA REMAJA YANG MELAKUKAN HUBUNGAN SEKS PRA NIKAH DI BANDUNG MENCAPAI 21,8%, DI CIREBON 31,6%, DI BOGOR 30,69%, DI SUKABUMI 26,5%

10 KEJAHATAN DAN PELANGGARAN SEKSUAL FREE SEX TELAH MENYEBABKAN TERJADINYA KASUS PELANGGARAN DAN KEJAHATAN SEKSUAL YANG MENGERIKAN YAITU PERKOSAAN - DI INDONESIA RATA-RATA SETIAP HARI TERJADI SEKITAR PEMERKOSAAN TERHADAP WANITA, DAN TERNYATA SERING MENIMPA ANAK-ANAK DIBAWAH UMUR - HASIL PENELITIAN PSW UNDIP DAN YAYASAN SETARA TAHUN 1999 MEMPERLIHATKAN BAHWA SETIAP TAHUNNYA TERJADI PERKOSAAN TERHADAP ANAK, SEKITAR 60% MENIMPA ANAK DIBAWAH 15 TAHUN WALAUPUN BELUM ADA PENELITIAN YANG MENDUKUNG TENTANG ADA TIDAKNYA PENGARUH FREE SEX TERHADAP KEJAHATAN SEKSUAL, NAMUN KEDUANNYA SANGAT BERHUBUNGAN SATU SAMA LAINNYA

11 ABNORMALITAS SEKSUAL ABNORMALITAS SEXUAL ITU MENCAKUP PERILAKU-PERILAKU SEXUAL ATAU KAYALAN-KAYALAN SEXUAL YANG DIARAHKAN PADA PENCAPAIAN ORGASME MELALUI KEGIATAN DILUAR HUBUNGAN KELAMIN HETEROSEXUAL, DENGAN JENIS KELAMIN YANG SAMA, ATAU DENGAN PATNER YANG BELUM DEWASA DAN BERTENTANGAN DENGAN NORMA-NORMA TINGKAH LAKU SEXUAL DALAM MASYARAKAT YANG BISA DITERIMA SECARA UMUM. ADA TIGA PENYEBAB TERJADINYA ABNORMALITAS SEXUAL (KARTINI KARTONO, 1989). 1. OLEH DORONGAN SEXUAL YANG MENYIMPANG, MISALNYA : PROSTITUSI, PERKOSAAN, PROMISCUITY, DSB. 2. DISEBABKAN ADANYA PARTNER SEX YANG ABNORMAL, MISALNYA : HOMOSEXUAL, LESBIANISME, GERONTO- SEXUALITAS, DSB. 3. DISEBABKAN OLEH CARA-CARA ABNORMAL DALAM PEMUASAN DORONGAN SEXUALNYA, MISALNYA : ONANI/ MASTURBASI, VOYEURISME, EKHSHIBISIONISME-SEXUAL, SADISME DAN SEBAGAINYA.

12 TINDAKAN PREVENTIF APAKAH YANG BISA KITA LAKUKAN ? b b SALAH SATU ALTERNATIF YANG DIUSULKAN OLEH SARLITO W.S. (1996) ADALAH DENGAN PENDIDIKAN SEX DI SEKOLAH, SEHINGGA MEREKA DAPAT MEMASUKI MASA REPRODUKSINYA DENGAN PERSIAPAN YANG BAIK DAN DAPAT MENEKAN MELONJAKNYA ANGKA KEJAHATAN SEKSUAL SERTA KEHAMILAN REMAJA.

13 MASALAH UTAMA PERLUNYA PENDIDIKAN SEX DI SEKOLAH b BANYAK SISWA BAIK SMP MAUPUN SMTA YANG TIDAK MEMAHAMI MASALAH-MASALAH SEXUAL SECARA BENAR DAN ALAMIAH. b MEREKA MENDAPATKAN BANYAK INFORMASI TENTANG SEX DARI LUAR SEKOLAH YANG BERSIFAT TIDAK MENDIDIK, SEPERTI TULISAN-TULISAN ATAU GAMBAR-GAMBAR PORNO YANG HANYA MENINGKATKAN LIBIDO SEXUALNYA, LEBIH-LEBIH INFORMASI SEX SEPERTI INI SUDAH DIPEROLEH KETIKA MASIH DIBAWAH UMUR b KEADAAN INI MENYEBABKAN KEMUNGKINAN PARA PELAJAR MELAKUKAN PENYIMPANGAN DAN PELANGGARAN SEX.

14 PENDIDIKAN SEKS b b ADA BEBERAPA CARA DALAM MEMANDANG SEX. DIANTARANYA ADALAH DARI SUDUT PANDANG SOSIOLOGIS, BIOLOGIS, PSIKOLOGIS DAN PEDAGOGIS (WAHYONO P., 1994). b b DI INDONESIA ADA SEKITAR JUTA ANAK DUDUK DI BANGKU SMTP DAN SMU DAN MEREKA MERUPAKAN KELOMPOK YANG RENTAN TERHADAP PENYALAH GUNAAN SEKS. KARENA ITU PENDIDIKAN SEKS BAIK FORMAL MAUPUN NON FORMAL SANGAT DIPERLUKAN

15 b b SEORANG PEDAGOGIS ATAU AHLI PENDIDIKAN AKAN MEMANDANG BAHWA SEX MERUPAKAN SUATU ALAT UNTUK MEMBIMBING ANAK MENJADI DEWASA ATAU MEMPERSIAPKAN DAN MEMBERI BEKAL PADA ANAK- ANAK AGAR MENJADI MANUSIA YANG DEWASA, PERCAYA PADA DIRI SENDIRI, SEHINGGA DAPAT HIDUP DENGAN BAIK SELAMA HIDUPNYA. DENGAN DEMIKIAN, PENDIDIKAN SEX ADALAH USAHA UNTUK MEMBIMBING SEORANG ANAK UNTUK DAPAT MENGERTI BENAR-BENAR TENTANG ARTI DAN FUNGSI KEHIDUPAN SEXNYA, SEHINGGA DAPAT MEMPERGUNAKAN DENGAN CARA BAIK SELAMA HIDUPNYA. SEKS DARI PANDANGAN PEDAGOGIS

16 PATOKAN PENDIDIKAN SEX ADA TIGA PATOKAN PENDIDIKAN SEX YANG COCOK BAGI ANAK-ANAK DAN REMAJA DI INDONESIA (DADANG HAWARI,1993). 1. MEMBERIKAN PENGETAHUAN TENTANG PERUBAHAN-PERUBAHAN BIOLOGIS, PSIKOLOGIS DAN PSIKOSEKSUAL SEBAGAI AKIBAT DARI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA. 2. MEMBERIKAN PENGETAHUAN TENTANG FUNGSI ORGAN REPRODUKSI. 3. MEMBERIKAN PENGETAHUAN DAN PENANAMAN MORAL. ETIK DAN KOMITMEN AGAMA AGAR TIDAK TERJADI PENYALAHGUNAAN TERHADAP ORGAN REPRODUKSI.

17 TUJUAN PENDIDIKAN SEX (ABDULLAH SYARWANI, 1981) b MEMBENTUK PENGERTIAN TENTANG PERBEDAAN SEX ANTARA PRIA DAN WANITA DALAM KELUARGA, PEKERJAAN DAN SELURUH KEHIDUPAN YANG SELALU BEROBAH DAN BERBEDA DALAM TIAP MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN. b PENGERTIAN TENTANG SEX DI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA DAN KELUARGA; HUBUNGAN ANTARA SEX DENGAN CINTA, PERNAN SEX DALAM PERKAWINAN, DAN SEBAGAINYA. b MENGEMBANGKAN PENGERTIAN DIRI SENDIRI SEHUBUNGAN DENGAN FUNGSI DAN KEBUTUHAN SEX. DISINI PENDIDIKAN SEX HENDAKNYA MENJADI PENDIDIKAN SEXUALITAS MANUSIA. b MEMBANTU PESERTA DIDIK ATAU KLIEN UNTUK MENGEMBANGKAN KEPRIBADIANNYA SEHINGGA MAMPU UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG BERTANGGUNG JAWAB, MISALNYA MEMILIH JODOH, HIDUP BERKELUARGA ATAU TIDAK, PERCERAIAN, KESUSILAAN DALAM SEX DAN LAIN LAIN.

18 PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN b SEJUMLAH 82,5 % DARI 80 GURU SMTP DAN SMU DI KOTA BATU, MENGANGGAP BAHWA PENDIDIKAN SEX PERLU DIBERIKAN KEPADA SISWA SMTP MAUPUN SMU, BAHKAN SEHARUSNYA SUDAH MASUK KEDALAM KURIKULUM NASIONAL. TETAPI SAYANGNYA HANYA 63,75 % DARI MEREKA ITU YANG PENGETAHUANNYA DIKATEGORIKAN CUKUP (WAHYONO P, 2000). b INFORMASI TENTANG PENDIDIKAN SEKS TIDAK HANYA PENTING BAGI BAGI GURU DAN MASYARAKAT PADA UMUMNYA, TETAPI SECARA KHUSUS BAGI REMAJA DAN SISWA DISEKOLAH, HARUS DIUPAYAKAN JALAN KELUARNYA

19 MATERI PENDIDIKAN SEKS DI SEKOLAH bMbMbMbMASUKNYA MATERI PENDIDIKAN SEKS KEDALAM KURIKULUM PENDIDIKAN TIDAK MENJAMIN AKAN LANGSUNG DAPAT MERUBAH SIKAP DAN PERILAKU SISWA KHUSUSNYA YANG BERKAITAN DENGAN PERILAKU SEXUAL. SEBAB, WALUPUN SECARA KONSEPTUAL MATERI PENDIDIKAN SEX SUDAH TERENCANA DENGAN BAIK, DAN PROGRAM- PROGRAMNYA SUDAH MATANG, TETAPI KALAU TIDAK DIDUKUNG OLEH GURU, SEBAGAI UJUNG TOMBAK PELAKSANA KURIKULUM PENDIDIKAN TERSEBUT, MAKA TUJUAN DARI MATERI PENDIDIKAN SEX INI TIDAK AKAN MUDAH TERCAPAI BEGITU SAJA. OLEH SEBAB ITU PERAN GURU SEBAGAI PEMBAHARU KURIKULUM BARU AMAT SANGAT DIBUTUHKAN

20 TUGAS GURU DALAM PENDIDIKAN SEKS b b GURU ADALAH BAGIAN DARI MASYARAKAT YANG MEMPUNYAI TUGAS SPESIFIK. SEDANGKAN MASYARAKAT ITU BERKEMBANG, BERUBAH MENGALAMI KEMAJUAN DAN PEMBAHARUAN. b b UNTUK MENCAPAI PEMBAHARUAN YANG DIINGINKAN MUSTAHIL DILAKUKAN TANPA PERUBAHAN, DAN UNTUK MENCAPAI PERUBAHAN PERLU ADA PENDIDIKAN.   PROSES PENDIDIKAN TIDAK AKAN DAPAT BERJALAN DENGAN SENDIRINYA AKAN TETAPI PERLU DIARAHKAN. DISINILAH PERANAN DAN FUNGSI GURU SEBAGAI AGEN PEMBAHARUAN.

21 KESIAPAN GURU DALAM PENDIDIKAN SEKS b GURU-GURU b GURU-GURU YANG AKAN MENGAJAR PENDIDIKAN SEX SEBAIKNYA DIBERIKAN PENDALAMAN DAN PENGAYAAN TENTANG MATERI PENDIDIKAN SEKS DAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK, SEHINGGA DAPAT DENGAN MUDAH MEMBERIKAN PENGEANALAN SEX PADA MEREKA. b PENDIDIKAN b PENDIDIKAN SEX SEBAIKNYA MELIBATKAN PENDIDIKAN AGAMA, KARENA PENDIDIKAN SEX TANPA IMAN, MENURUT BERBAGAI PENELITIAN INTERNASIONAL TIDAK AKAN ADA ARTINYA. OLEH SEBAB ITU PENDIDIKAN SEX INI HARUS DIINTEGRASIKAN DENGAN PENDIDIKAN AGAMA. SEX SEBAIKNYA DISIAPKAN SECARA MATANG MATERI SUBSTANSINYA, CARA MEMBERIKAN ATAU CARA MENGAJARKANNYA, DISAMPING MEMPERHATIKAN PERTIMBANGAN DARI BERBAGAI KOMPONEN, SEPERTI ULAMA’, GURU, DOKTER- PSIKATER, PSIKOLOG DAN AHLI PERENCANAAN PENDIDIKAN.


Download ppt "FREE SEX DAN PERANAN PENDIDIKAN TRISAKTI HANDAYANI 18 MEI 2002 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google