Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Nicholson bab 17: 501–519. Definisi Efisiensi Ekonomi – Alokasi Efisien Pareto  Sebuah alokasi dari sumberdaya-sumberdaya dikatakan efisien Pareto jika.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Nicholson bab 17: 501–519. Definisi Efisiensi Ekonomi – Alokasi Efisien Pareto  Sebuah alokasi dari sumberdaya-sumberdaya dikatakan efisien Pareto jika."— Transcript presentasi:

1 Nicholson bab 17: 501–519

2 Definisi Efisiensi Ekonomi – Alokasi Efisien Pareto  Sebuah alokasi dari sumberdaya-sumberdaya dikatakan efisien Pareto jika tidak memungkinkan lagi untuk membuat seseorang lebih baik tanpa membuat orang lain menjadi lebih buruk.

3 Efisiensi dalam Produksi  Efisiensi Produksi: Sebuah alokasi dari sumberdaya- sumberdaya yang efisien dalam produksi (atau secara teknis efisien) jika tidak ada lagi relokasi yang akan diperbolehkan untuk memproduksi satu barang tanpa mengurangi output dari beberapa barang lain. X Y B AC A = tdk efisien secara teknis B & C = efisien secara teknis Batas Kemungkinan Produksi

4 Efisiensi Produksi: Ada tiga aspek: 1) alokasi sumberdaya-sumberdaya dalam sebuah perusahaan 2) alokasi dari sumberdaya-sumberdaya untuk produksi diantara perusahaan-perusahaan 3) koordinasi dari keputusan-keputusan perusahaan- perusahaan tentang output.

5 1) Alokasi yang efisien dari penggunaan input- input oleh sebuah perusahaan. Diperlihatkan oleh Diagram Kotak Edgeworth. Dalam Aljabar, anggap: a) perusahaan memproduksi dua output X, Y. b) jumlah input-input yang tetap. c) fungsi produksi untuk X = f (K X, L X ). d) anggap full employment untuk kedua input, sehingga, K Y = K – K X and L Y = L – L X e) fungsi produksi untuk Y Y = g (K Y, L Y ) = g ( K – K X, L – L X )

6

7 2. Alokasi yang efisien dari sumberdaya-sumberdaya antara beberapa perusahaan  Penting untuk efisiensi keseluruhan. Sumberdaya- sumberdaya harusnya dialokasikan oleh beberapa perusahaan pada tingkat yang paling efisien bagi mereka. Anggap: a)Dua perusahaan memproduksi X b)Fungsi-fungsi produksi, f 1 (K 1, L 1 ) and f 2 (K 2, L 2 ) c)Penawaran total dari modal dan tenaga kerja tertentu sebesar, K dan L

8 Masalah alokasi dimaksimalkan, X = f 1 (K 1, L 1 ) + f 2 (K 2, L 2 ) Dengan kendala-kendala, K 1 + K 2 = K L 1 + L 2 = L Masalah maksimisasi, X = f 1 (K 1, L 1 ) + f 2 ( K – K 1, L – L 1 )

9 Aturan: Marginal physical product dari setiap sumberdaya dalam produksi dari sebuah barang tertentu harus sama, tanpa melihat perusahaan mana yang memproduksinya. Syarat-syarat orde pertama,

10 Contoh 17.1 (N, hal: ) 1)2 perusahaan beras 2)Fungsi-fungsi produksi yang identik, q = K 1/4 L 3/4 3)endowment yang berbeda untuk modal, K 1 = 16,K 2 = 625 Karena itu untuk perusahaan 1, kita peroleh, q 1 = 16 1/4 L 1 3/4 q 1 = 2 L 1 3/4 q 2 = 625 1/4 L 3/4 q 2 = 5 L 2 3/4 Jika penawaran total tenaga kerja adalah 100. Jika tenaga kerja dibagi sama 50/50 antara kedua perusahaan. Q = q 1 + q 2 = 2 (50) 3/4 + 5 (50) 3/4 = 131.6

11

12 3. Pilihan Efisien dari Tingkat Output oleh Beberapa Perusahaan  Meskipun sumberdaya-sumberdaya dialokasikan secara efisien dalam sebuah perusahaan atau antara perusahaan, harusnya ada juga kasus dimana beberapa perusahaan harus juga memproduksi kombinasi-kombinasi ouput- output yang efisien.

13  Awalnya RPT A >RPT B = 1/1  Karena itu, perusahaan A harusnya memproduksi lebih banyak lagi mobil dan perusahaan B harusnya memproduksi lebih banyak lagi truk.  Dalam kasus ini RPT A 0 akan turun dan RPT B 0 akan meningkat.  Sehingga diperoleh RPT A 1 = RPT B 1

14 Teori Keunggulan Komparatif (Aplikasi contoh di atas dengan kasus Negara-negara)  Dikemukakan pertama kali oleh David Ricardo: Negara-negara seharusnya spesialisasi memproduksi barang-barang yang menjadikan mereka efisien sebagai produsen.  Anggap ada dua negara A & B, YRPT 1 A =? RPT 0 A =2/1 X Y0AY0A Y1AY1A X0AX0A X1AX1A RPT 0 B =1/1 Y1BY1B Y0BY0B X1BX1B X0BX0B X RPT 1 B =? Y Negara ANegara B

15  Kedua negara tersebut akan beruntung jika mereka memproduksi barang-barang dimana mereka mempunyai keunggulan komparatif. Negara A seharusnya memproduksi lebih Y dan negara B seharusnya memproduksi lebih X.  Negara A akan mampu menjual beberapa bagian Y yang diproduksi negara A yang diperdagangkan dengan membeli X. Both countries can be made better off.  Awalnya, negara A dapat mengorbankan satu unit lagi X dan produksi 2 unit Y. Negara B pada posisi awal dapat memproduksi satu unit lagi X dengan pengorbanan satu unit Y. Karena itu, jika A mengurangi produksi satu unit X dan memproduksi dua unit Y, A dapat berdagang dengan B untuk satu unit Y ditukar satu unit X dan masih mempunyai satu unit Y. Pada saat yang sama negara B tidak akan menjadi lebih buruk. Kesejahteraan dunia meningkat.

16 4. Efisiensi dalam Campuran Produk  Efisiensi teknis bukan syarat yang mencukupi untuk efisiensi Pareto. Campuran dari produk-produk harus bisa juga diproduksi.  Untuk itu, dibutuhkan pilihan-pilihan individu-individu dan kemungkinan-kemungkinan produksi secara bersamaan.  Tingkat produksi campuran yang dibutuhkan adalah jika kita peroleh MRS XY = RPT XY Y P P X F G E U3U3 U2U2 U1U1 Anggapan: (1)Masyarakat dengan 2 produk, (2)Seluruh individu mempunyai pilihan-pilihan yang identik. Sepanjang PP utilitas maksimum yang efisien secara teknis adalah pada titik E. Sementara kalau di F, U(E) > U(F), G tidak efisien secara teknis.

17 Bukti secara Matematis 1.Dua produk X dan Y 2.Fungsi Utilitas U(X, Y) 3.Batas kemungkinan produksi ditulis secara implisit T(X, Y) = 0 L = U (X, Y) +  [T(X, Y)]

18

19 HARGA-HARGA KOMPETITIF dan EFISIENSI  Alokasi yang efisien menurut Pareto dari sumberdaya- sumberdaya menghendaki tingkat pertukaran antara kedua barang X dan Y harus sama untuk seluruh agen ekonomi (baik para produsen dan para konsumen).  Karena itu, kita butuhkan, MRS XY =Px/Py = RPT XY Efisiensi dalam Produksi  Harga kompetitif dari input-input, K dan L, dengan tingkat upah “w” dan biaya modal “v”. Perusahaan akan meminimumkan biaya-biaya yang akan membutuhkan tingkat substitusi teknis dari input-input, RTS KL = w/v  Juga perusahaan memproduksi dua produk, X dan Y, RTS X K,L = RTS Y K,L = w/v

20  Kita ketahui bahwa maksimisasi keuntungan, perusahaan akan menempatkan nilai Marjinal Produk (value of the marginal product) dari tenaga kerja, P X f L = W. Ini berlaku bagi seluruh perusahaan, jadi kita peroleh, P X f 1 L = P X f 2 L = W  sepanjang P x adalah sama bagi seluruh perusahaan,  Karena itu, f 1 L = f 2 L  Pada tingkat upah tertentu, setiap perusahaan mempunyai marjinal produk yang sama untuk faktor produksi tertentu.  Juga,RPT XY = MCx/MCydan P X = MC X and P Y = MC Y  Karena itu, MCx/MCy = Px/Py harga-harga pasar memberikan tanda- tanda produksi yang efisien.

21 Y P PX F X* E Slope = U0U0 Y*

22  Hanya kombinasi (X*, Y*) yang menjadi Optimal Pareto. Rasio harga kompetitif P* X /P* Y akan mendorong ekonomi pada solusi efisiensi Pareto ini.  Hanya pada rasio harga ini akan menyebabkan penawaran = permintaan untuk kedua komoditas. Keseimbangan akan terjadi pada sebuah campuran produk yang efisien dan dengan sebuah campuran output yang efisien Pareto.  Hal ini adalah teorema fundamental ekonomika kesejahteraan. Adam Smith menganggap bahwa kebijakan-kebijakan laissez fare akan menuju pada kesimpulan ini. Namun distorsi-distorsi pasar akan menuju pada kesimpulan-kesimpulan yang berdeda. Tipe-tipe dari distorsi-distorsi pasar: 1.kompetisi tak sempurna 2.ekstenalitas-eksternalitas 3.barang-barang publik

23 Karena itu pada produksi B, X diproduksi lebih sedikit dan Y diproduksi lebih banyak. Meskipun produksi tetap efisien dan penawaran dan permintaan berada pada keseimbangan, tetapi sistem harga tidak lagi menuju pada sebuah hasil dari Efisiensi Pareto. Utilitas menurun dari U 2 – U 1. Kompetisi Tak Sempurna: Situasi dimana agen-agen ekonomi menggunakan kekuatan pasar dalam penentuan harga.  Anggap X diproduksi di bawah kompetisi yang tidak sempurna dimana MR X < P X * tetapi Y diproduksi dibawah kompetisi sempurna, dimana MR Y = P Y *

24

25 Eksternalitas  Polusi: tidak dimasukkan dalam harga-harga pasar dimana para agen ekonomi bereaksi. Kita perlu memasukkan konsep ini menjadi biaya-biya sosial ekstra dan menyamakan Social Rate of Transformation dalam produksi dengan Social Marginal Rate of Substitution dalam konsumsi. Barang-barang Publik  Non-rival atau non-exclusive dalam konsumsi dapat menyebabkan terjadinya “free rider”, yaitu individu yang menolak untuk membayar dan berharap orang lain membelinya sehingga akan menyediakan manfaat bagi seluruh orang.


Download ppt "Nicholson bab 17: 501–519. Definisi Efisiensi Ekonomi – Alokasi Efisien Pareto  Sebuah alokasi dari sumberdaya-sumberdaya dikatakan efisien Pareto jika."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google