Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi Bab 10 Implikasi Etis Dari Teknologi Informasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Presentasi Bab 10 Implikasi Etis Dari Teknologi Informasi."— Transcript presentasi:

1 Presentasi Bab 10 Implikasi Etis Dari Teknologi Informasi

2 Dwini Andraiani Hendra Muda N Riza Yanuar

3  Memahami perbedaan antara moral, etika dan hukum.  Mengelan undang-undang mengenai komputer yang telah dikeluarkan di Amerika Serikat dan memahami bagaimana undang-undang di satu negara dapat memengaruhi penggunaan komputer di nagara lain.  Memahami bagaimana perusahaan menciptakan budaya etika dengan cara menetapakan dahulu kredo perusahaan, kemudiaan menetapkan program- program etika, dan terakhir mmenetapkan kode etik perusahaan.  Memahami mengapa masyarakat menuntut agar komputer digunakan secara etis.  Memahami empat hak dasar yang dimiliki masyarakat yang berkenaan dengan komputer.  Memahami bagaimana auditor internal perusahaan dapat memainkan peranan yang positif dalam menciptakan sisitem informasi yang didesain untuk memenuhi kriteria kinerja yang etis.  Menyadari tentang kode etik industri komputer, dan berbagai jenis program edukasi yang dapat membantu perusahaan dan karyawan menggunakan komputer secara etis.  Mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh direktur informasi (chief information officer-CIO) sebagai pusat kekuatan ketika perusahaan menjalankan praktik-praktik yang etis.  Mengenali jenis un dang-undang yang paling penting yang diterapkan di dunia bisnis akhir-akhir ini-Undang-Undang Sarbanes-Oxley.

4 Prilaku kita diarahkan oleh moral, etika, dan hukum undang- undang mengeniai komputer telah diterapkan di banyak negara untuk mengatasi kekhawatiran seperti hak mendapatkan akses data, hak akan privasi, kejahatan komputer, dan paten peranti lunak. Beberapa negara lebih maju dibandingkan yang lain dalam hal mengeluarkan undang-undang semacam ini, dan hikum di satu negara dapat mempengaruhi penggunaan komputer di tempat lain di dunia. Perusahaan memiliki kewajiban untuk menetapkan budaya etika yang harus diikuti oleh karyawannya. Budaya ini didukung oleh kredo perusahaan dari program- program etika. Etika berkomputer amat penting karena masyarakat memiliki presepsi dan ketakutan tertentu yang terkait dengan penggunaan komputer. Fitur-fitur penggunaan komputer yang menghawatirkan masyarakat adalah kemampuan untuk memprogram komputer untuk melakukan nyaris apa saja, fakta bahwa komputer dapat mengubah kehidupan sehari-hari, dan fakta bahwa apa yang dilakukan komputer bisa jadi tidak terlihat oleh orang yang menjadi koban.

5 Cakupan preskriptif (pescritive coverage) untuk MIS disajikikan dalam bahasan ini. Dengan kata lain, menentukan bagaimana MIS sebaiknya dikembangkan dan digunakan di dalam suatu perusahaan. Jelas ini merupakan pendekatan yang lebih baik untuk menampilkan materi kepada mahasiswa perguruan tinggi yang memasuki dunia bisnis dibandingkan denga memberikan cakupan deskriptif (descriptive coverage) yang menjelaskan bagaimana hal-hal sedang dilaksanakan.

6 Dalam kehidupan sehari-hari, kita diarahkan oleh banyak pengaruh. Sebagai warga negara yang memiliki tanggung jawab sosial, kita ingin melakukan hal yang secara moral benar, etis, dan mematuhi hukum. MORAL ETIKAHUKUM

7 Moral Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku yang benar dan yang salah. Moral adalah institusi sosial dengan sejarah dan seperangkat aturan. Kita mulai belajar mengenai perilaku moral semenjak kecil. “perlakukan orang lain sebagaimana layaknya kita ingi diperlakukan.” “Selalu ucapkan,’terima kasih.” saat kita tumbuh dewasa secara fisik dan mental, kita belajar mengenai peraturan-peraturan yang diharapkan masyarakat untuk kita ikuti. Aturan perilaku ini adalah moral kita.

8 Etika Perilaku kita juga diarahkan oleh etika. Kata etika bersal dari Bahasa Yunani ethos, yang berarti “karakter”. Etika (ethics) adalah sekumpulan kepercayaan, standar, atau teladan yang mengarahkan, yang merasuk kedalam seseorang atau masyarakat. Semua individu bertanggung jawab terhadap komunitas mereka atas perilaku mereka. Komunitas dapat berarti rukun tetangga, kota, negara, atau profesi.

9 Hukum Hukum (law) adalah peraturan perilaku formal yang ditetapkan oleh otoritas yang berwenang, seperti pemerintah, terhadap subjek atau warga negaranya. Selama sekitar 10 tahun pertama penggunaan komputer di bidang bisnis dan pemerintahan, tidak terdapat hukum yang berkaitan dengan penggunaan komputer. Hal ini dikarenakan pada saat itu komputer merupakan inovasi baru, dan sistem hukum membutuhkan waktu untuk mengerjainya.

10 Undang-Undang Komputer di Amerika Serikat Setelah undang-undang komputer di Amerika Serikat mulai diterapkan, undang- undang ini berfokus pada berbagai hak dan batasan yang berkaitan dengan akses data, khususnya data kredit dan data yang dipegang oleh pemerintah. Privasi, kejahatan komputer, dan paten peranti lunak merupakan fokus utama.

11 Hak Dan Batasan Akses Data Undang-Undang Kebebasan Informasi (freedom of Information Act) tahun 1966 memberi warga negara dan organisasi-organisasi Amerika Serikat hak terdapat akses data yang dipegang oleh pemerintah federal, dengan beberapaperkecualian. Pada tahun 1970-an dikenal beberapa hukum tambahan dalam bentuk Undang-Undang pelaporan kredit yang wajar (Fair Credit Reporting Act) tahun 1970, yang berkaitan dengan penenganan data kredit, dan Undang-Undang Hak Privasi Federal (Right to Federal Frivacy Act) tahun 1978, yang membatasi tindakan pemerintah federal untuk melaksanakan penyelidikan pada catatan-catatn bank. Kemudian, hukum lain yang ditujukan untuk memebatasi pemerintahan federal, Undang-Undang privasi dan pencocokan komputer (Computer Matching and Privacy Act) tahun 1988, membatasi hak pemerintah federal untuk mencocokkan file komputer yang bertujuan untuk menentukan kelayakan program pemerintahan atau mengidentifikasi para debitor.

12 Privasi Tidak lama setelah Undang-Undang Kebebasan Informasi (Freedom Of Information Act) diterapkan, pemerintah federal mencanangkan Undang-Undang privasi komunikasi Elektronik (Electronic Communications Privacy Act) tahun Namun, undang-undang ini hanya mencakup komunikasi suara. Undang-Undang ini ditulis ulang tahun 1986 agar mencakup data digital, komunikasi video, dan surat elektronik.

13 Kejahatan Komputer Pada tahun 1984, Kongres Amerika Serikat memperkuat undang-undang mengenai pe3nggunaan komputer dengan mengeluarkan peraturan- peraturan yang secara khusus diterapkan pada kejahatan komputer :  Undang-Undang Keamanan Komputer Usaha Kecil dan Pendidikan (The Small Business Computer Security and Education Act) diterapkan oleh Dewan Penasihat Keamanan Komputer Usaha Kecil dan Pendidikan. Dewan ini bertanggung jawab untuk memberi nasihat kepada Kongres mengenai masalah yang berhubungan dengan kejahatan komputer terhadap usaha-usaha kecil dan untuk mengevaluasi efektivitas dari hukum pidana negara dan federal dalam mencegah dan menghukum kejahatan komputer.  Undang-Undang Perangkat Akses Palsu dan Kejahatan serta Penipuan Melalui Komputer (Counterfeit Access Device Fraud and Abuse Act) menetapkan bahwa merupakan suatu kejahatan federal jika seseorang mendapatkan akses tanpa otoritas atau informasi yang berhubungan dengan pertahanan negara atau hubungan laur negeri. Undang-undang ini juga mengenakan tindak pidana ringan pada usaha mendapatkan akses tanpa otoritas ke suatu komputer yang yang dilindungi oleh Undang-Undang Hak Privasi keuangan atau Undang-Undang Pelaporan Kredit yang Wajar aerta menyalahgunakan informasi pada komputer yang dimiliki pemerintah federal.

14 Paten Peranti Lunak Pada bulan juli 1988, Pengadilan Banding Federal Amerika Serikat (U.S. Court of Appeals for the Federal Circuit) memutuskan bahwa proses bisnis harus dipatenkan. Kasus ini kemudian dikenal dengan State Street Decision. Yang bermasalah pada saat itu adalah sebuah paket peranti lunak untuk mengelola reksa dana. Hingga saat itu, pengadilan selalu menetapkan bahwa peranti lunak tidak dapat dipatenkan karena dua alasan : 1) Algoritma tidak dapat dipatebkan 2) Metode bisnis tidak dapat dipatenkan

15 Undang-Undang Paten Peranti Lunak di Uni Eropa Pada awal 2002, sebagai jawaban atas State Street Decision, yang telah mendorong banjirnya pendaftaran paten peranti lunak di Amerika Serikat dan akhirnya memengaruhi perusahaan- perusahaan Eropa, parlemen Uni Eropa (UE) mengusulkan agar standar paten paranti lunak yang lebih ketat dibandingkan standar di Amerika Serikat diterapkan. Proposal ini mencetuskan berbagai diskusi dan ketidaksetujuan, dan peraturan untuk Patentabilitas Penemuan yang Diterapkan pada Komputer (Directive on the Patentability of Computer Implemented Inventions) akhirnya ditolak oleh Parlemen EU pada bulan Juli 2005.

16 Undang-Undang Privasi Pribadi di Republik Rakyat Cina Baik pemerintah dan warga negara Republik Rakyat Cina (RRC) semakin sadar akan kebutuhan untuk menentukan privasi pribadi. Salah satu masalah adalah istilah privasi sering kali memiliki konotasi yang negatif, karena diasosiasikan dengan seseorang yang menyembunyikan sesuatu. Para aktivis privasi pribadi di Cina menuntut diadakannya peraturan yang akan melindungi data pribadi seperti tingkat pendapatan, pekerjaan, status pernikahan, sifat fisik, dan bahkan alamat dan nomor telepon.

17 Meletakkan Moral, Etika, dan Hukum Pada Tempatnya Penggunaan komputer di bisnis diarahkan oleh nilai moral dan etis manajer, spesialis informasi, dan pengguna, serta hukum yang berlaku. Hukum adalah yang termudah untuk diinterpretasikan karena bersifat tertulis. Tetapi etika tidak terdefinisi demikian tepat, dan mungkin bahkan tidak disetujui oleh semua anggotra masyarakat. Wilayah etika komputer yang kompleks inilah yang saat ini sangat banyak diperhatikan.

18 Kebutuhan Akan Budaya Etik Opini yang dipegang secara luas di dunia bisnis adalah bahwa bisnis merefleksikan kepribadian dari pemimpinnya. Sebagai contoh, pengaruh James Cah Penney pada JCPenney Jhon Patterson di National Cash Register (NCR), atau Thomas J.Watson, Sr. di IBM menentukan kepribadian dari perusahaan-perusahaan terebut. Di masa kini, CEO perusahaan seperti FedEx, Southwest Airlines, dan Microsoft memiliki pengaruh yang amat penting pada organisasinya sehingga masyarakat cenderung memandang perusahaan tersebut seperti CEO-nya.

19 Bagaimana Budaya Etika Diterapkan Tugas dari manajemen tingkat atas adalah untuk menyakinkan bahwa konsep etikanya merasuk ke seluruh organisasi, dan turun ke jajaran bahwa sehingga menyentuh setiap karyawan. Para eksekutif dapat mencapai implementasi ini melalui tiga tingkat, dalam banyak kredo perusahaan, program etika, dan kode perusahaan yang telah disesuaikan. Figur 10.1 menunjukkan berbagai tingkat ini serta hubungan di antaranya.

20 Fifur 10.1 Manajemen Tingkat Atas Menerapakan Budaya Etika dengan Cara dari Atas ke Bawah Menetapkan Kredo perusahaan Menetapkan Program etika Menetapkan Kode etik perusahaan

21 Kredo perusahaan (corporate credo) adalahh pernyataan singkat mengenai nilai-nilai yang ingin dijunjung perusahaan. Tujuan kredo tersebut adalah untuk memberitahu individu dan organisasi, baik di dalam dan di luar perusahaan, akan nilai-nilai etis yang dianut perusahaan tersebut. Figur 10.2 menunjukkan contoh kredo perusahaan dari Security Pascific Corporation, bank yang berbasis di Los Angeles. Manajemen Security Pacific menyadari bahwa usaha mereka disusun berdasarkan komitmen, baik secara internal maupun eksternal.

22 Program etika (ethics program) adalah upaya yang terdiri atas berbagai aktivitas yang didesain untuk memberikan petunjuk kepada para karyawan untuk menjalankan kredo perusahaan. Aktivitas yang biasa dilakukan adalah sesi orientasi yang diadakan untuk para karyawan baru. Selama sesi ini perhatian yang cukup besar ditujukan untuk masalah etika.

23 Kode Perusahaan Yang Disesuaikan Banyak perusahaan merancang sendiri kode etik perusahaan mereka. Terkadang kode-kode etik ini merupakan adaptasi dari kode untuk industri atau profesi tertentu.

24 Figur 10.2 Contoh Kredo Perusahaan Komitmen terhadap pelanggan Komitmen yang pertama adalah menyediakan para pelanggan kami barang dan jasa berkualitas yang inovatif dan secara teknologis merespons kebutuhan mereka saat ini, pada harga yang sesuai. Untuk melakukan tugas- tugas ini dengan integritas mengharuskan kami untuk menjaga kerahasiaan dan melindungi privasi pelanggan. Kami berusaha untuk melayani para pelanggan dan industri yang berkualitas serta memiliki tanggung jawab sosial menurut standar-standar perusahaan dan komunitas yang diterima secara luas. Komitmen terhadap karyawan Komitmen yang kedua adalah menciptakan lingkungan untuk karyawan kami yang mendorong pertumbuhan profesional, mendorong masing-masing individu untuk meraih potensinya yang tertinggi, serta mendorong tanggung jawab dan kreativitas individu. Security Pacific menyadari tanggung jawab kami terhadap karyawan, termasuk memberikan komunikasi yang terbuka dan jujur, mengungkapkan ekspektasi, menilai kinerja dengan adil dan tepat waktu, serta memberikan kompensasi yang adil yang menghargai kontribusi karyawan terhadap tujuan perusahaan dalam kerangka kesempatan yang setara dan tindakan afirmatif. Komitmen karyawan terhadap Security Pacific Komitmen yang ketiga adalah komitmen karyawan terhadap Security Pacific. Sebagai karyawan, kami berusaha memahami dan mematuhi kebijakan dan tujuan perusahaan, berlaku profesional, dan memberikan upaya terbaik kami untuk meningkatkan Security Pacific. Kami menyadari bahwa kepercayaan dan keyakinan yang diberikan kepada kami oleh para pelanggan dan masyarakat dan bertindak dengan integritas dan kejujuran dalam semua situasi untuk menjaga kepercayaan dan keyakinan tersebut. Kami bertindak dengan penuh tanggung jawab untuk menghindari konflik kepentingan dan situasi-situasi lain yang dapat membahayakan perusahaan. Komitmen dari karyawan ke karyawan Komitmen yang keempat adalah komitmen dari karyawan untuk karyawan lain. Kami harus berkomitmen untuk meningkatkan iklim saling menghormati, integritas, dan hubungan profesional, yang dicirikan oleh komunikasi yang terbuka dan jujur di dalam dan di semua tingkat organisasi. Iklim seperti ini akan meningkatkan pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan, serta memberikan ruang untuk inisiatif individu dalam lingkungan yang kompetitif. Komitmen terhadap masyarakat Komitmen kelima dari Security Pacific adalah terhadap masyarakat yang kami layani. Kami harus terus berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup melalui dukungan kami terhadap berbagai organisasi dan proyek masyarakat, dengan cara mendukung para karyawan yang melakukan pelayanan terhadap masyarakat. Dengan menggunakan sumber daya kami secara layak guna, kami berusaha untuk mendukung atau meningkatkan kepentingan-kepentingan masyarakat, terutama dalam masa krisis atau saat dibutuhkan. Perusahaan dan para karyawannya berkomitmen untuk mematuhi hukum dan peraturan masyarakat. Komitmen terhadap pemegang saham Komitmen yang keenam South Pacific adalah terhadap pemegang saham. Kami akan berusaha untuk memberikan pertumbuhan yang konsisten dan tingkat keuntungan terhadap investasi yang superior, untuk menjaga posisi dan reputasi perusahaan sebagai salah satu institusi finansial ternama, untuk melindungi investasi para pemegang saham, dan memberikan informasi yang komplit dan tepat waktu. Pencapaian dari tujuan-tujuan ini untuk Security Pacific bergantung pada kesuksesan lima hubungan yang sebelumnya.

25 Alasan Di Balik Etika Komputer James H.Moor mendefinisikan etika komputer (computer ethics) sebagai analisis sifat dan dampak sosial teknologi komputer serta perumusan dan justifikasi dari kebijakan-kebijakan yang terkait untuk penggunaan teknologi tersebut secara etis. Dengan demikian, etika komputer terdiri atas dua aktivitas utama. Orang di perusahaan yang merupakan pilihan yang logis untuk menerapakan program etika ini adalah CIO. Seorang CIO harus (1) menyadari dampak penggunaan komputer terhadap masyarakat dan (2) merumuskan kebijakan yang menjaga agar teknologi tersebut digunakan di seluruh perusahaan secara etis.

26 Alasan Pentingnya Etika Komputer James Moor menngidentifikasi tiga alasan utama di balik minat masyarakat yang tinggi akan etika komputer, yaitu : Kelenturan Secara Logis Faktor Transformasi Faktor Ketidaktampakan

27 Kelenturan Secara Logis Moor mengartikan kelenturan secara logis (logical malleability) sebagai kemampuan untuk memprogram komputer untuk melakukan hampir apa saja yang ingin kita lakukan. Komputer akan melakukan tepat seperti apa yang diinstruksikan oleh si pemrogram, dan hal ini bisa jadi pikiran yang menakutkan. Tetapi, jika komputer digunakan untuk melakukan kegiatan yang tidak etis bahayanya bukan terletak pada komputer tersebut, melainkan orang-orang yang berada di balik komputer tersebutlah yang bersalah. Jadi, daripada merasa khawatir bahwa komputer akan digunakan secara tidak etis, masyarakat harus khawatir pada orang-orang yang mengatur komputer tersebut.

28 Faktor Transformasi Alasan atas etika komputer yang ini didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah cara kita mengerjakan sesuatu dengan drastis. Salah satu contoh yang baik adalah . tidak menggantikan surat biasa atau sambungan telepon; melainkan menyediakan cara berkomunikasi yang benar-benar baru. Transformasi yang sama juga dapat dilihat pada cara manajer melaksanakan pertemuan. Jika dulu para manajer harus berkumpul secara fisik di lokaasi yang sama, kini mereka dapat mengadakan pertemuan dalam bentuk konferensi video.

29 Faktor Ketidaktampakan Alasan ketiga untuk minat masyarakat atas etika komputer adalah karena masyarakat memandang komputer sebagai kotak hitam. Seluruh operasi internal komputer tersebut tersembunyi dari penglihatan. Ketidaktampakan operasi internal ini memeberikan kesempatan terjadinya nilai-nilai pemrograman yang tidak tampak, perhitungan yang rumit tidak tampak, dan penyalahgunaan yang tidak tampak.  Nilai pemrograman yang tidak tampak adalah perintah rutin yang dikodekan ke dalam program yang menghasilkan proses yang diinginkan si pengguna. Selama proses penulisan program, programer tersebut harus melakukan serangkaian penilaian mengenai bagaimana program tersebut harus mencapai tugasnya. Hal ini bukan tindakan jahat yang dilakukan pemrogram, tapi lebih pada kurangnya pemahaman.  Perhitungan rumit yang tidak tampak berbentuk pemrogram yang sangat rumit sehingga pengguna tidak dapat memahaminya. Seorang manajer dapat menggunakan program semacam ini tanpa mengetahui bagaimana komputer melakukan semua perhitungan tersebut.  Penyalahgunaan yang tampak mencakup tindakan yang disengaja yang melintasi batasan hukum maupun etis. Semua tindakan kejahatan komputer berada pada kategori ini, misalnya tindakan tak etis seperti pelanggaran hak individu akan privasi dan memata-matai orang lain.

30 Audit Informasi Saat menyusun etika penggunaan komputer, satu kelompok dapat memegang peranan yang amat penting. Mereka adalah para auditorial internal. Perusahaan dengan semua ukuran mengandalkan auditor eksternal (external auditor) dari luar organisasi untuk memverifikasi keakuratan catatan akuntansi. Perusahaan- perusahaan yang lebih besar memiliki staf tersendiri yang berfungsi sebagai auditor internal (internal auditor), yang melaksanakan analisis yang sama sepeerti auditor eksternal namun memiliki tanggung jawab yang lebih luas. Beberapa auditor eksternal juga melaksanakan beberapa jenis audit internal dan mengawasi pekerjaan para auditor internal.

31 Dewan Direktur Direktur Eksekutif Atau Direktur Keuangan Komite Audit Direktur Audit Internal Departement Audit Internal Figur 10.3 Posisi Audit Internal Dalam Organisasi

32 Figur 10.3 menunjukkan salah satu cara yang populer untuk menempatkan audit internal di dalam organisasi. Dewan direktur mencakup komite audit (audit committee), yang mendefinisikan tanggung jawab dari departemen audit internal dan menerima sebagian besar laporan audit. Direktur audit internal (director of internal auditing) mengelola departemen audit internal dan biasanya melapor ke CEO atau direktur keuangan (chief financial officer –CFO). Posisi tingkat tinggi audit internal di dalam organisasi menjaga agar posisi ini dihormati sebagai aktivitas yang penting dan mendapatkan kerja sama dari para manajer di semua tingkat.

33 Jenis Aktivitas Audit Terdapat empat jenis dasar aktivitas audit audit internal : 1. Audit finansial (financial audit) memverifikasi catatan-catatan perusahaan dan merupakan jenis aktivitas yang dilaksanakan auditor eksternal. Pada beberapa tugas auditor internal bekerja sama dengan auditor esternal. Pada tugas lain, auditor internal melakukan seluruh pekerjaan audit sendiri. 2. Audit operasional (operational audit) tidak dilaksanakan untuk memverifikasi untuk keakuratan catatan, melainkan untuk memvalidasi efektivitas prosedur. Audit jenis ini merupakan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh analisis sistem pada tahap analisis dari masa sikslus perancangan sistem. Sistem yang dipelajari hampir selalu berbentuk virtual dan bukan fisik, namun tidak selalu melibatkan komputer. 3. Audit berkelanjutan (concurrent audit) sama dengan audit operasional tetapi audit berkelanjutan berlangsung terus-menerus. Sebagai contoh, audit internal dapat secara acak memilih karyawan dan memberikan slip gaji kepada mereka tanpa menggunakan sistem surat-menyurat perusahaan. Prosedur ini menjaga agar nama di catatan pembayaran gaji mewakili karyawan sungguhan dan bukanlah entri fiktif yang dibuat oleh seseorang penyelia (supervaisor) curang yang ingin mendapatkan gaji lebih. 4. Desain sistem pengendalian internal. Dalam audit operasional dan beriringan, auditor internal mempelajari sistem yang sudah ada. Namun, auditor tidak harus menunggu hingga sistem diimplementasikan untuk memengaruhi sistem tersebut. Auditor internal selayaknya berpartisipasi secara aktif dalam perancangan sistem karena dua alasan. Pertama-tama, biaya untuk memperbaiki kelemahan sisitem meningkat secara dramatis seiring dengan siklus masa hidup sistem. Alasan yang kedua untuk melibatkan para auditor internal dalam perancangan sistem adalah mereka menawarkan keahlian yang dapat meningkatkan kualitas sistem tersebut.

34 Kode Etik Association for Computing Machinery (ACM) yang didirikan pada tahun 1947 adalah sebuah organisasi komputer profesional tertua di dunia. ACM telah menyusun Kode Etik dan Perilaku Profesional (Code of Ethics and Profesional pratice) yang diharapkan diikuti oleh anggotanya. Selain itu, Kode Etik dan Praktik Profesional Rekayasa Peranti Lunak (Software Engineering Code of Ethics and Proffesional Practice) dibuat dengan tujuan agar bertindak sebagai panduan untuk mengajarkan dan mempraktikkan rekayasa peranti lunak, yang penggunaan prinsip-prinsip perancangan dalam pengembangan peranti lunak.

35 Figur 10.5 Garis Besar Kode Etik dan Perilaku Profesional ACM Keharusan Moral Umum 1.1 Berkonstribusi kepada masyarakat dan kesejahteraan manusia. 1.2 Tidak mencelakai orang lain. 1.3 Bersikap jujur dan dapat dipercaya. 1.4 Brlaku adil dan bertindak tanpa diskriminasi. 1.5 Menghargai hak milik termasuk hak cipta dan paten. 1.6 Memberi penghargaan yang sesuai untuk kepemilikan intelektual. 1.7 Menghargai privasi orang lain. 1.8 Menghormati kerahasiaan. 2. Tanggung Jawab Profesional Yang Lebih Spesifik 2.1 Beusaha untuk mencapai kualitas, efektivitas, dan kehormatan yang tertinggi baik dalam proses dan hasil dari kerja profesionl. 2.2 Mendapatkan dan menjaga kompetensi profesional. 2.3 Mengetahui dan menghormati hukum-hukum yang ada, yang berkaitan dengan kerja profesional. 2.4 Menerima dan memberikan ulasan profesional yang pantas. 2.5 Memberikan evaluasi yang menyeluruh dan lengkap akan sisitem komputer dan dampaknya, termasuk analisis risiko yang mungkin terjadi. 2.6 Menghargai kontrak, perjanjian, dan tanggung jawab yang diberikan. 2.7 Meningkatkan pemahaman umum akan penggunaan komputer dan konsekuensinya. 2.8 Mengakses sumber daya komputer dan komunikasi hanya jika mendapatkan otorisasi untuk melakukan hal tersebut. 3. Keharusan Kepemimpinan Organisasi 3.1 Menyampaikan tanggung jawab sosial para anggota unit organisasi dan mendorong penerimaan tanggung jawab tersebut secara penuh. 3.2 Mengelola para personel dan sumber daya untuk mendesain dan menyusun sistem informasi yang meningkatkan kualitas pekerjaan. 3.3 Menyadari dan mendukung penggunaan yang layak dan terotorisasi akan sumber daya komunikasi dan komputer. 3.4 Memastikan bahwa kebutuhan penggunaan dan semua orang yang terpengaruh oleh suatu sistem diungkapkan dengan jelas selama pemeriksaan dan desain kebutuhan, kemudian sistem tersebut harus divalidasi agar memenuhi kebutuhan. 3.5 Menyampaikan dan mendukung kebijakan-kebijakan yang melindungi kehormatan para pengguna dan pihak-pihak lain yang dipengaruhi oleh sistem komputer. 3.6 Menciptakan kesempatan untuk para anggota organisasi untuk mempelajari berbagai prinsip dan keterbatasan sistem komputer. 4. Kepatuhan Terhadap Kode 4.1 Menjaga dan mendukung prinsip-psinsip kode ini. 4.2 Menganggap pelanggaran kode ini sebagai inkonsistensi atas keanggotaan ACM.

36 Tabel 10.1 Topik yang tercakup dalam kode etik dan perilaku profesional ACM Perilaku Moral Tanggung Jawab Hukum Kinerja Profesional Tanggung Jawab Sosial Dukungan Internal Keharusan Moral Umum XX Tangung Jawab Profesional Yang Lebih Spesifik XXXX Keharusan Kepemimpina n Organisasi X

37 Tanggung Jawab Trehadap Masing-Masing Pihak Kinerja ProfesionalPerbaikan Diri Sendiri Masyarakat Klien dan Atasan Produk Penilaian Manajemen Profesi Kolega Diri Sendiri XXXxXXXx XXXX x 10.2 Topik Yang Dicakup Oleh Kode Etik Dan Praktik Rekayasa Peranti Lunak ACM

38 TERIMA KASIH


Download ppt "Presentasi Bab 10 Implikasi Etis Dari Teknologi Informasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google