Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA www.ipb.ac.id STRATEGI KELUAR DARI KRISIS: Mewujudkan Model Pembangunan Berbasis pada.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA www.ipb.ac.id STRATEGI KELUAR DARI KRISIS: Mewujudkan Model Pembangunan Berbasis pada."— Transcript presentasi:

1 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA STRATEGI KELUAR DARI KRISIS: Mewujudkan Model Pembangunan Berbasis pada Sumberdaya Alam Institut Pertanian Bogor

2 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA Resesi negara maju Penurunan permintaan global dan Penurunan harga Penurunan volume perdagangan Kebangkrutan perusahaan di sektor riil maupun finansial PHK yang semakin masive

3 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA • Penurunan harga yang diterima petani: – Penurunan harga di tingkat petani lebih tajam  elastisitas transmisi 1,3 persen – Eksportir dan perusahaan inti menekan kerugian dengan cara membebankannya pada petani yang tidak memiliki daya tawar – Memburuknya income, NTP • Penurunan permintaan ekspor: – Perusahaan inti lebih mendahulukan menyelamatkan usaha sendiri  mengurangi atau menghentikan pembelian dari petani • Petani memutuskan untuk tidak memelihara kebun: – Buruh tani kehilangan pekerjaan  PHK secara informal – Tanaman perkebunan kehilangan produktivitas dalam jangka panjang  petani kehilangan potensi pendapatan jangka panjang

4 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA Desa selama ini lebih sengsara dibanding kota

5 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA KodeDeskripsiOrientasi Produksi (%)Laju Pertumbuhan (%) DomestikEkspor Tanaman Bahan Makanan Perkebunan Peternakan Kehutanan Perikanan Pertambangan migas Pertambangan bukan migas Penggalian Industri Bukan Migas Industri migas Listrik gas dan air minum Bangunan Perdagangan Restoran dan hotel Pengangkutan Komunikasi Keuangan Pemerintahan Umum Jasa Lainnya Kegiatan yang tak jelas batasannya PDB Sumber : diolah dari BPS IO 2005

6 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA • Walaupun desa menjadi penyelamat, sektor pertanian tumbuh dengan baik  tetapi karena ada beban tambahan dari kota  produktifitas pertanian turun  kesejahteraan turun • Relevansi sekarang: keadaan bertambah berat manakala desa harus menanggung dua beban: – Terimbas secara langsung oleh krisis – Limpahan beban pengangguran dari kota • Desa sudah lebih dahulu terkena krisis sejak Juni 2008, sektor finansial kota baru terimbas sejak Oktober 2008, sektor manufaktur kota baru terkena dampak sejak Januari 2009

7 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA Petani dan Produk Pertanian tidak dikenai pajak

8 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA 1. Semakin memperdalam fenomena “decoupling” dimana sektor riil macet termasuk di sektor pertanian dalam arti luas 2. Dominasi pertumbuhan ekonomi oleh sektor konsumsi dan terutama sektor spekulasi finansial 3. Global private sovereignity  penguasaan aset publik oleh asing dan ketergantugan impor dari banyak kebutuhan pokok

9 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA KRISIS GLOBAL PERSPEKTIF BARU MASYARAKAT SEJAHTERA: BERKEADILAN BERKEDAULATAN BERKELANJUTAN

10 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA 1) Pemikiran pembangunan yang lebih mencerminkan kedaulatan rakyat 2) Peraturan perundangan yang mencerminkan kedaulatan dan pemihakan terhadap kepentingan rakyat banyak 3)Kebijakan ekonomi-politik yang berorientasi kepada sebesar- besarnya kemakmuran rakyat 4)Berdaulat dalam alokasi sumber-sumber keuangan untuk kesejahteraan rakyat 4)Rezim devisa yang lebih berdaya guna untuk pengembangan ekonomi yang mensejahterakan rakyat 6) Kedaulatan atas pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat 7) Perlindungan dan penguatan munculnya kelompok-kelompok tani, nelayan, peternak, perkebunan yang berdaulat dalam mengatur dan mengembangkan sumberdaya Prinsip Berkedaulatan

11 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA 1) Pemikiran pembangunan yang lebih menjamin keadilan bagi rakyat 2) Kesetaraan akses, pemanfaatan, dan kontrol bagi rakyat atas sumber- sumber ekonomi 3) Kebijakan ekonomi-politik yang lebih berkeadilan bagi rakyat banyak 4) Keadilan dalam alokasi sumber-sumber keuangan untuk mengoreksi ketimpangan sosial ekonomi a)Pengaturan moneter yang menunjang suksesnya otonomi daerah dan desentralisasi sehingga menjamin keadilan bagi rakyat banyak b)Sistem fiskal yang menjamin kesetaraan dalam pemanfaatan sumber anggaran pembangunan pusat maupun daerah c)Sistem perbankan yang mendorong berkembangnya unit banking system d)Sistem perbankan alternatif yang otonom dan langsung berorientasi pada kebutuhan rakyat ( micro-finance) 5) Penegakan hukum untuk menjamin keadilan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber-sumber ekonomi bagi rakyat banyak Prinsip Berkeadilan

12 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA Prinsip Berkelanjutan 1) Integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan dalam formulasi kebijakan, rencana, dan program pembangunan, antara lain melalui: a) Valuasi ekonomi deplesi sumberdaya alam ( green GDP) b) Instrumen fiskal dan moneter c) Kajian lingkungan hidup strategis pada proses legislasi, perumusan regulasi, dan tata ruang 2) Pemulihan kualitas lingkungan dan stok sumberdaya alam untuk mencegah ancaman terhadap ketidakberlanjutan pembangunan

13 Pertanian dan Perdesaan Untuk Kesejahteraan Rakyat

14 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA Gambar 1. Persentasi Perbandingan Jumlah Penduduk Perkotaan dan Perdesaaan di Indonesia tahun 1950 – Sumber: Podes 2006

15 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA 1. Kebijakan Fiskal 2. Kebijakan Perbankan/Keuangan 3. Reforma Agraria 4. Kebijakan Tata Ruang 5. Kebijakan SDM dan teknologi 6. Kebijakan Sektoral

16 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA  Belanja Pemerintah diarahkan untuk pembangunan berbagai sektor pendukung seperti infrastruktur  Pengenaan tarif pajak digunakan sebagai insentif bagi pengembangan SDA  Perlakuan pajak atas pertanian berbeda  Harmonisasi kebijakan antar wilayah (terkait desentralisasi) sehingga mengurangi konflik antar wilayah sekaligus mengurangi hambatan perdagangan antar wilayah  Lembaga keuangan lainnya seperti asuransi menjadi kebutuhan

17 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA  Perbankan didorong untuk memberikan suku bunga yang tidak saja kompetitif bagi sektor pertanian dan SDA tetapi juga disesuaikan dengan karakter proses produksi yang berbasis SDA  Lembaga Perbankan dan produk-produknya yang mengkhususkan untuk mendukung sektor pertanian dalam arti luas (Bank Pertanian)  Kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan seiringan dan tidak kontraproduktif  Amandemen terhadap UU Perbankan yang hanya mengakui Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat

18 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA ● Tanah sebagai komoditi ● Sentralisasi sumber agraria ● Tanah dgn fungsi sosial ● Devolusi sumber agraria 1. Mempertahankan aset pertanian dan SDA lain untuk kepentingan masyarakat lokal: ◦ Mencegah lebih lanjut konversi lahan pertanian ◦ Mempertahankan tanah dan SDA lokal untuk dimanfaatkan masyarakat lokal ◦ Melakukan administrasi pertanahan yang tertib dan benar ◦ Kelembagaan keuangan yang pro-poor

19 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA 2. Memberikan dan memperbesar akses petani miskin pada tanah pertanian: ◦ Penyewaan tanah petani kaya untuk dikelola oleh petani miskin ◦ Pengembangan lembaga keuangan pro-poor ◦ Membuka akses penduduk pada tanah perkebunan 3. Akuisisi dan akumulasi tanah pertanian oleh petani kaya harus dibatasi 4. Mengembalikan hak-hak terhadap SDA lokal kepada masyarakat lokal dan masyarakat adat 3. REFORMA AGRARIA

20 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA  Penataan ruang yang menciptakan keberimbangan inter-regional melaui percepatan pusat pertumbuhan perdesaan dan kota menengah/kecil  Prasarana dasar untuk pembangunan perdesaan : irigasi dan jalan  Meningkatkan daya dukung lingkungan menciptakan kapasitas fungsi kawasan lindung dan budidaya  Mencegah konversi lahan pertanian pangan dan hutan

21 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA 5. KEBIJAKAN SEKTORAL

22 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA REDEFINISI PERTANIAN Sistem Pengelolaan Sumberdaya Alam Hayati dan Lingkungannya Untuk kehidupan berkualitas dan semesta alam secara berkelanjutan Bukan hanya on farm, tetapi meliputi seluruh proses dari hulu sampai hilir dalam kegiatan agribisnis, agroindustri, dan agroservices

23 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA 1. Memperkuat kapasitas daerah dan kelembagaan lokal untuk menjamin kedaulatan pangan (kedaulatan atas benih, teknologi & akses atas sumber daya) 2. Mengintegrasikan upaya peningkatan pendapatan dan pengentasan kemiskinan dengan perbaikan gizi, kesehatan dan pendidikan. 3. Peningkatan produksi bahan pangan dengan mengembangkan komoditas pangan lokal dan berbasis pada sumberdaya lokal Ketergantungan Pertanian Pangan terhadap Kekuatan Eksternal Kemandirian Pertanian Pangan dengan Kekuatan Lokal

24 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA 5. Membangun jejaring dan pengelolaan pengetahuan untuk ketahanan dan kedaulatan pangan 6. Diversifikasi pangan dengan pengembangan teknologi yang dapat dijangkau masyarakat luas 7. Membangun potensi dan keunggulan lokal serta teknologi dengan pendekatan klaster. 8. Mengembangkan teknologi pertanian yang berkarakter sederhana, tepat guna dan tepat sasaran, berbasis pengetahuan lokal, meningkatkan nilai tambah, keterkaitan hulu hilir 9. Pembukaan lahan baru untuk mencukupi kebutuhan pangan di luar Jawa

25 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA SEKTOR PERIKANAN 1.Perikanan dan Kelautan Sebagai Sebuah Sistem 2.Pembangunan Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan 3.Memperkuat Kerangka Pengelolaan Perikanan dan Kelautan •Penataan Sistem Pengelolaan Wilayah Pesisir, Pulau-Pulau Kecil dan Laut •Perubahan Rejim Perikanan dari Quasi Open Access ke Limited Entry •Kebijakan Total Allowable Effort : Jumlah Nelayan •Kebijakan Local Fisheries Management Organization •Optimalisasi Distant Waters Fishing STRATEGI

26 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA 1.Meningkatkan peran serta masyarakat dan pemerintah daerah 2.Mendorong program reboisasi dan penghijauan 3.Perbaikan lingkungan 4.Penyediaan bahan baku industri dalam negeri 5.Peningkatan kualitas industri kehutanan Indonesia 6.Mendorong program pembangunan HTI 5.3. SEKTOR KEHUTANAN ARAH 1.Mendorong penggunaan sistem Agroforestry ( Kegiatan pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan dapat dilaksanakan pada lahan yang sama dalam waktu yang bersamaan maupun secara bergantian) 2.Penggunaan sistim silvikultur yang implementatif 3.Melaksanakan program hutan tanaman berbasis industri kehutanan 4.Pemanfaatan lahan-lahan hutan produksi yang tidak produktif 5.Pemberian Kredit 6.Memperkuat kebijakan memerangi illegal logging 7.Dapat mencontoh kisah sukses program sengonisasi tahun 1988 PROGRAM

27 Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA SEKTOR PETERNAKAN • Konversi Hutan Rusak Menjadi Lahan Untuk Tanaman Pakan • Kemandirian pengembangan pakan lokal • Integrasi peternakan dengan kegiatan lain • Pembentukan Pusat Pembibitan dan Bakalan Berbasis Pastura dan Perkebunan • Revitalisasi Kelembagaan dan SDM Fungsional di Lapangan • Perbaikan dan Pengadaan Infrastruktur Penunjang • Meningkatkan jumlah dan kualitas dokter hewan untuk pencegahan zoonosa • Fokus pada sapi perah, sapi pedaging dan ayam 1.Peningkatan ketrampilan peternak 2.Pengembangan usaha pengolahan produk ternak berbasis rumah tangga 3.Pendirian milk processing plant mini di KUD-KUD sapi perah 4.Pembentukan kelembagaan industri pengolahan produk ternak. 5.Pembentukan lembaga mutu produk ternak Penciptaan Nilai Tambah STRATEGI

28


Download ppt "Bogor Agricultural University Institut Pertanian Bogor INDONESIA www.ipb.ac.id STRATEGI KELUAR DARI KRISIS: Mewujudkan Model Pembangunan Berbasis pada."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google