Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Analisis Potensi dan Karakterisasi Molekuler Gen 16S rRNA Bakteri Selulolitik yang Diisolasi dari Makroalga Eucheuma sp dan Sargassum sp Sebagai Penghasil.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Analisis Potensi dan Karakterisasi Molekuler Gen 16S rRNA Bakteri Selulolitik yang Diisolasi dari Makroalga Eucheuma sp dan Sargassum sp Sebagai Penghasil."— Transcript presentasi:

1 Analisis Potensi dan Karakterisasi Molekuler Gen 16S rRNA Bakteri Selulolitik yang Diisolasi dari Makroalga Eucheuma sp dan Sargassum sp Sebagai Penghasil Enzim Selulase Muhammad Luthfi Ramadhan NPM Dibawah Bimbingan: Ir. Ibnu Dwi Buwono, M.Si Yuniar Mulyani, SP., M.Si KOMPREHENSIF

2 PENDAHULUAN

3 • Potensi Makroalga di Indonesia Potensi Makroalga • Kandungan Makroalga Kandungan • Pemanfaatan bakteri selulolitik

4 • Bakteri selulolitik yang diisolasi dari makroalga dapat berperan sebagai penghasil enzim selulase. • Karakterisasi molekuler 16S rRNA untuk mengetahui jenis bakteri selulolitik tersebut • Bakteri selulolitik yang diisolasi dari makroalga dapat berperan sebagai penghasil enzim selulase. • Karakterisasi molekuler 16S rRNA untuk mengetahui jenis bakteri selulolitik tersebut

5 • Mendapatkan isolat murni bakteri dari makroalga Eucheuma sp dan Sargassum sp dan menguji potensi bakteri tersebut dalam menghasilkan enzim selulase. • Melakukan karakterisasi molekuler 16S rRNA pada dua Isolat terbaik.

6 Bakteri selulolitik yang didapat dari substrat aslinya diharapkan mampu menguraikan selulosa lebih baik.

7 METODE PENELITIAN

8 Penelitian Utama yaitu uji aktivitas selulolitik dan karakterisasi molekular 16S rRNA telah dilaksanakan pada bulan April-Juni 2012 Tahap persiapan berupa persiapan sampel dan isolasi bakteri telah dilakukan pada bulan Februari - Maret 2012 Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap, yaitu:

9 Lokasi sampling makroalga dilakukan disekitar Pantai Palabuhan RatuPantai Palabuhan Ratu Pelaksanaan penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

10 Alat Tulis GPS Cool box Termometer Botol Sampel Kamera ALAT Cawan petri. Mikro pipet Inkubator Autoklaf Oven Hot plate Erlenmeyer Tabung reaksi Rak tabung reaksi Gelas ukur Bunsen L Glass Jarum ose Mortar Pinset Kamera Isolasi bakteri Objek glass Mikroskop Pipet Bunsen Jarum ose Identifikasi bakteri Uji/ Screening Aktivitas Bakteri Cawan petri Jarum ose Inkubator Hot Plate Bunsen Gelas ukur Timbangan digital Analisis Molekuler Isolsi DNA Rak microtube Mikro pipet Centrifuge Microtube Timbangan Waterbath Vortex Polymerase Chain Reaction (PCR) Thermal cycler Microtube Gel Elektroforesis Gelas ukur Timbangan analitik Cetakan gel agarose (sisir) Hot Plate dan Magnetic Stirrer Sendok pipih Alat elektroforesis Power supply Ultraviolet Transilluminator Kamera Sampling

11 Bahan Sampling & Isolasi Bakteri Sampling Makroalga: NaCl fisiologis Es batu Kertas label Plastik Isolasi Bakteri: Medium marine agar Akuades Alkohol 70% NaCl fisiologis Kapas Kain kasa Plastik Plastik wrap Alumunium foil Makroalga Kertas label Identifikasi & Uji Screening Pengamatan dan Pewarnaan Bakteri:Alkohol Akuades Pewarna I (gentian violet) Lugol Pewarna II (air fuchsin) Uji Aktivitas Selulolitik:Medium marine agar Red congo 0,1% Akuades NaCl 1M Plastik wrap Kertas label Kapas Kain kasa Plastik

12 Isolasi DNA: Kit EDTA ddH2O atau Nuclease free water Larutan Alkaline Lysis Isopropanol dan ethanol 70% Nutrien Brot (NB) Amplifikasi: DNA template Deionized water PCR Master Mix (KAPA2G Fast Ready Mix PCR Kit) Primer Forward F 16S rRNA Primer Reverse R 16S rRNA Nuclease Free Water Elektroforesis: Gel agarose Larutan pemberat dan pewarna (Loading dye) Larutan Tris glacial borat acid EDTA (TBE) Ethidium Bromide (EtBr) PCR marker (Ikb Biolabs) Akuades Bahan Analisis Molekuler

13 Sampling makroalga ↓ isolasi Kultivasi bakteri (medium marine agar) ↓ subkultur s/d isolat tunggal Uji/ skrining (aktivitas selulolitik) ↓ Pengambilan 2 isolat terbaik ↓ Analisis Molekuler 16S rRNA ↓ Sequencing Analisis bioinformatik

14 HASIL DAN PEMBAHASAN

15 Sampel Eucheuma sp pada stasiun 1Sampel Eucheuma sp pada stasiun 2 Sampel Sargassum sp pada stasiun 3Sampel Sargassum sp pada stasiun 4

16 Data Hasil Isolasi dan Identifikasi Pewarnaan Bakteri Sampel Sargassum sp Perbedaan warna pada koloni bakteri terjadi karena perbedaan pigmen intraseluler yang dihasilkan oleh bakteri. Sedangkan pada pewarnaan gram bakteri dipengaruhi oleh dinding sel, Struktur dinding sel bakteri gram positif berbeda dengan struktur bakteri gram negatif Hasil Isolasi dan Identifikasi Pewarnaan Bakteri Sampel Eucheuma sp.

17 Pengujian aktivitas selulolitik pada isolat bakteri yang didapat, dilakukan dengan menambahkan CMC (Carboxy Methyl Celullose)1% pada medium marine agar. Hal ini berfungsi untuk melihat respon dari isolat bakteri yang didapat terhadap selulosa Uji Aktivitas Selulolitik pada Isolat Bakteri Sampel Eucheuma sp. Uji Aktivitas Selulolitik pada Isolat Bakteri Sampel Sargassum sp.

18 Uji Aktivitas Selulolitik Hasil Pewarnaan Red congo (Isolat C.2) Pada pengujian aktivitas selulolitik dengan penambahan CMC 1%, adanya zona bening tidak tampak secara visual, sehingga dilakukan pewarnaan menggunakan red congo untuk melihat zona bening yang dihasilkan.

19 Isolasi DNA Genom Bakteri Hasil Elektroforesis Isolasi DNA Genom Keterangan: B.1.2= Isolat Bakteri Kode B.1.2 C.2= Isolat Bakteri Kode C.2 M= Marker DNA Ladder 1 kb Nilai OD B.1.2 = 1,279 ; Konsentrasi= 2,750µg/ml C.2 = 1,364; Konsentrasi= 3,000µg/ml

20 Elektroforesis Hasil Amplifikasi Gen 16S rRNA Keterangan: B.1.2 = Hasil Amplifikasi 16S rRNA Isolat Bakteri Kode B.1.2 C.2 = Hasil Amplifikasi 16S rRNA Isolat Bakteri Kode C.2 M = Marker DNA Ladder 1 kb - = Kontrol Negatif Amplifikasi Gen 16S rRNA menunjukan bahwa pita dari produk amplifikasi (Amplikon) berada pada ukuran bp sesuai dengan target amplifikasi dari primer 16S rRNA yang digunakan. Sehingga sampel hasil amplifikasi tersebut dapat dilanjutkan ketahap selanjutnya yaitu sekuensing

21 Hasil Purifikasi produk Amplifikasi oleh 1 st BASE Keterangan: •: Kode Bakteri B.1.2 •: Kode Bakteri C.2 1kb DNA Ladder (bp): 250, 500, 750, 1000, 1500, 2000, 2500, 3000, 3500, 4000, 5000, 6000, 8000, Hasil purifikasi produk amplifikasi menunjukan bahwa pita produk amplifikasi yang akan disekuensing berada pada ukuran bp.

22 Sekuensing Hasil Amplifikasi Gen 16S rRNA Hasil Sequencing Sampel B.1.2 Hasil Sequencing 16S rRNA Forward Hasil Sequencing 16S rRNA Reverse Data Konsensus Sampel B.1.2 Hasil Sequencing Sampel C.2 Data Konsensus Sampel C. 2 Pengolahan Data Bioedit

23 Analisis Hasil BLAST-N Hasil BLAST –N pada website http//www.ncbi.nlm.nih.gov Data hasil yang diperoleh menunjukan semua sampel memiliki tingkat kesesuaian/ homologi yang tinggi yaitu 97% (Query Coverage) dan 99% (Max Ident) dengan data di GeneBank Analisis ini dilakukan untuk mengetahui spesies bakteri dengan mencocokan data yang ada di gene bank.

24 Hasil BLAST Sampel B.2.1

25

26 Hasil Blast Sampel C.2

27

28 •Enzim dari strain Bacillus thuringiensis dapat diterapkan dalam biokonversi biomassa lignoselulosa menjadi gula melalui fermentasi (Lin et al 2012). Bacillus subtilis •Strain Bacillus subtilis dapat digunakan untuk mendegradasi substrat selulosa seperti sekam padi, tebu ampas tebu, dan rumput liar (Deka et al 2011). Bacillus thuringiensis

29 •Dari kelima Isolat bakteri penghasil zona bening, isolat bakteri dengan kode B.1.2 dan C.2 merupakan isolat yang memiliki indeks selulolitik terbesar pada pengujian aktivitas selulolitik menggunakan penambahan CMC 1% pada medium marine agar yaitu 2,477 mm dan 6,102 mm. •Hasil karakterisasi molekuler dengan gen penyandi 16S rRNA pada kedua isolate bakteri penghasil indeks selulolitik terbesar, mendapatkan hasil sequen yang memiliki kesamaan atau homologi yang tinggi yaitu 97% pada hasil BLAST di website http//www.ncbi.nlm.nih.gov. •Kode Isolat B.1.2 dari sampel Eucheuma sp memiliki kesamaan dengan Bacillus subtilis, sedangkan kode isolat C.2 dari Sargassum sp memiliki kesamaan dengan Bacillus thuringiensis. Hasil analisis berdasarkan data sekunder dari jurnal-jurnal penelitian sebelumnya, menyatakan bahwa kedua bakteri tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bakteri penghasil enzim selulase. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui/ mengeksplorasi enzim yang dihasilkan dari bakteri Bacillus subtilis dan Bacillus thuringiensis. Serta perlu dilakukan isolasi enzim selulase yang dihasilkan dari kedua bakteri tersebut, sehingga enzim yang dihasilkan dapat diaplikasikan kearah bioproses untuk pengolahan bioetanol

30 TERIMA KASIH

31 Produksi Makroalga di Indonesia TahunProduksi (Ton)

32 Komposisi Kimia Makroalga KomposisiJumlah (%) Air16-20 Protein2,3-5,9 Lemak0,3-0,55 Karbohidrat67,85-76,15 Serat0,8-2,1 Abu3,4-3,6

33

34 Potensi Makroalga • Dalam ekspedisi Laut Sibolga oleh Van Bosse ditemukan kurang lebih 555 jenis makroalga di perairan Indonesia (Anggadiredja, 2008). • Tingginya total produksi makroalga.

35 Keterangan Lokasi Sampling KodeJenis MakroalgaLokasiSuhu (ºC) AEucheuma sp Kampung Pamipiran 31 S: 07º04'55,6" E: 106º30'55,9" BEucheuma sp Kampung Sagarayang 30 S: 07º05'17,8" E: 106º30'33,2" CSargassum sp Kampung Cipeundeuy 31 S: 07º05'40,2" E: 106º30'20,1" DSargassum sp Kampung Sagarayang 31 S: 07º05'18,4" E: 106º30'33,1"

36

37 Pewarnaan Gram Bakteri

38 Proses Isolasi Bakteri

39 NNNNNNNNGNCNNNNTNCNGCGGGCTGGCTCCTAAAAGGTTACCTCACCGACTTCGGGTGTTACAAACTCTCGTGGTGTGACGGGCGGTGTGTACAAGGCCCG GGAACGTATTCACCGCGGCATGCTGATCCGCGATTACTAGCGATTCCAGCTTCACGCAGTCGAGTTGCAGACTGCGATCCGAACTGAGAACAGATTTGTGGGATTG GCTTAACCTCGCGGTTTCGCTGCCCTTTGTTCTGTCCATTGTAGCACGTGTGTAGCCCAGGTCATAAGGGGCATGATGATTTGACGTCATCCCCACCTTCCTCCGGTTT GTCACCGGCAGTCACCTTAGAGTGCCCAACTGAATGCTGGCAACTAAGATCAAGGGTTGCGCTCGTTGCGGGACTTAACCCAACATCTCACGACACGAGCTGACG ACAACCATGCACCACCTGTCACTCTGCCCCCGAAGGGGACGTCCTATCTCTAGGATTGTCAGAGGATGTCAAGACCTGGTAAGGTTCTTCGCGTTGCTTCGAATTAA ACCACATGCTCCACCGCTTGTGCGGGCCCCCGTCAATTCCTTTGAGTTTCAGTCTTGCGACCGTACTCCCCAGGCGGAGTGCTTAATGCGTTAGCTGCAGCACTAAG GGGCGGAAACCCCCTAACACTTAGCACTCATCGTTTACGGCGTGGACTACCAGGGTATCTAATCCTGTTCGCTCCCCACGCTTTCGCTCCTCAGCGTCAGTTACAGAC CAGAGAGTCGCCTTCGCCACTGGTGTTCCTCCACATCTCTACGCATTTCACCGCTACACGTGGAATTCCACTCTCCTCNTCTGCACTCAAGTTCCCCAGTTTCCAATGA CCCTCCCCGGTTGAGCCGGGGGCTTTCACATCAGACTTAAGAAACCGCCTGCGAGCCCTTTACGCCCATAATTCCGGACNACGCTTGCCACCTACGTATTACCGCGG CTGCTGGCACGTAGTTAGCCGTGGCTTTCTGGTTAGNACCGTCAAGGNACCGCCCTATCGAACGGNACTGTCTNCCTACAACGANNTTACGATCCGGAAAANNNN TCACTTCNNCGCNTNNTNCGTCGACTTNGTCATGCGANATCNNNNNCTGCNTCCGANGANCNGGNCCNNNNNNNNNCCANNGNGNCCGANCACCCTNNTCC AG Hasil Sequencing 16S rRNA Forward Hasil Sequencing Sampel B.1.2 NNNNNNNNNNNGGNNNNNTATAATGCAGTCGAGCGGACAGATGGGAGCTTGCTCCCTGATGTTAGCGGCGGACGGGTGAGTAACACGTGNGTAACCTGCCTG TAAGACTGGGATAACTCCGGGAAACCGGGGCTAATACCGGATGGTTGTTTGAACCGCATGGTTCAAACATAAAAGGTGGCTTCGGCTACCACTTACAGATGGACCC GCGGCGCATTAGCTAGTTGGTGAGGTAACGGCTCACCAAGGCGACGATGCGTAGCCGACCTGAGAGGGTGATCGGCCACACTGGGACTGAGACACGGCCCAGAC TCCTACGGGAGGCAGCAGTAGGGAATCTTCCGCAATGGACGAAAGTCTGACGGAGCAACGCCGCGTGAGTGATGAAGGTTTTCGGATCGTAAAGCTCTGTTGTTA GGGAAGAACAAGTACCGTTCGAATAGGGCGGTACCTTGACGGTACCTAACCAGAAAGCCACGGCTAACTACGTGCCAGCAGCCGCGGTAATACGTAGGTGGCAA GCGTTGTCCGGAATTATTGGGCGTAAAGGGCTCGCAGGCGGTTTCTTAAGTCTGATGTGAAAGCCCCCGGCTCAACCGGGGAGGGTCATTGGAAACTGGGGAAC TTGAGTGCAGAAGAGGAGAGTGGAATTCCACGTGTAGCGGTGAAATGCGTAGAGATGTGGAGGAACACCAGTGGCGAAGGCGACTCTCTGGTCTGTAACTGACG CTGAGGAGCGAAAGCGTGGGGAGCGAACAGGATTAGATACCCTGGTAGTCCACGCCGTAAACGATGAGTGCTAAGTGTTAGGGGGTTTCCGCCCCTTAGTGCTGC AGCTAACGCATTAAGCACTCCGCCTGGGGAGTACGGTCGCAAGACTGAAACTCAAGGAATTGACGGGGGCCCGCACAAGCGGTGGAGCATGTGGTTTAATTCGA AGCAACGCGAAGAACCTTACCAGGTCTTGACATCCNCTGACAATCCTAGAGATAGGACGTCCCCTTTCGGGGCAGANNGACNGGNGTTGCANGNTGTCCGN Hasil Sequencing 16S rRNA Reverse

40 NNNNNNNNGNCNNNNTNCNGCGGGCTGGCTCCTAAAAGGTTACCTCACCGACTTCGGGTGTTACAAACTCTCGTGGTGTGACGGGCGG TGTGTACAAGGCCCGGGAACGTATTCACCGCGGCATGCTGATCCGCGATTACTAGCGATTCCAGCTTCACGCAGTCGAGTTGCAGACTGCG ATCCGAACTGAGAACAGATTTGTGGGATTGGCTTAACCTCGCGGTTTCGCTGCCCTTTGTTCTGTCCATTGTAGCACGTGTGTAGCCCAGGT CATAAGGGGCATGATGATTTGACGTCATCCCCACCTTCCTCCGGTTTGTCACCGGCAGTCACCTTAGAGTGCCCAACTGAATGCTGGCAACT AAGATCAAGGGTTGCGCTCGTTGCGGGACTTAACCCAACATCTCACGACACGAGCTGACGRMMACCATGCAMCACCTGTCACTCTGCCC CSRAAGGGGACGTCCTATCTCTAGGATTGTCAGAGGATGTCAAGACCTGGTAAGGTTCTTCGCGTTGCTTCGAATTAAACCACATGCTCCAC CGCTTGTGCGGGCCCCCGTCAATTCCTTTGAGTTTCAGTCTTGCGACCGTACTCCCCAGGCGGAGTGCTTAATGCGTTAGCTGCAGCACTA AGGGGCGGAAACCCCCTAACACTTAGCACTCATCGTTTACGGCGTGGACTACCAGGGTATCTAATCCTGTTCGCTCCCCACGCTTTCGCTCC TCAGCGTCAGTTACAGACCAGAGAGTCGCCTTCGCCACTGGTGTTCCTCCACATCTCTACGCATTTCACCGCTACACGTGGAATTCCACTCTC CTCTTCTGCACTCAAGTTCCCCAGTTTCCAATGACCCTCCCCGGTTGAGCCGGGGGCTTTCACATCAGACTTAAGAAACCGCCTGCGAGCC CTTTACGCCCAATAATTCCGGACAACGCTTGCCACCTACGTATTACCGCGGCTGCTGGCACGTAGTTAGCCGTGGCTTTCTGGTTAGGTACC GTCAAGGTACCGCCCTATTCGAACGGTACTTGTTCTTCCCTAACAACAGAGCTTTACGATCCGRAAAMCTTCATCACTYMCGCGGCGTTGC TCCGTCAGACTTTCGTCCATTGCGGAAGATTCCCTACTGCTGCCTCCCGTAGGAGTCTGGGCCGTGTCTCAGTCCCAGTGTGGCCGATCACC CTCNTCMRGTCGGCTACGCATCGTCGCCTTGGTGAGCCGTTACCTCACCAACTAGCTAATGCGCCGCGGGTCCATCTGTAAGTGGTAGCCG AAGCCACCTTTTATGTTTGAACCATGCGGTTCAAACAACCATCCGGTATTAGCCCCGGTTTCCCGGAGTTATCCCAGTCTTACAGGCAGGTT ACNCACGTGTTACTCACCCGTCCGCCGCTAACATCAGGGAGCAAGCTCCCATCTGTCCGCTCGACTGCATTATANNNNNCCNNNNNNNNN NN Data Konsensus Sampel B.1.2

41 Hasil Sequencing Sampel C.2 Hasil Sequencing 16S rRNA Forward NNNNNNNNNNCNNCTTNNGCGGCTGGCTCCAAAAGGTTACCCCACCGACTTCGGGTGTTACAAACTCTCGTGGTGTGACGGGCGGTGTGTACAAGGCCCGGG AACGTATTCACCGCGGCATGCTGATCCGCGATTACTAGCGATTCCAGCTTCATGTAGGCGAGTTGCAGCCTACAATCCGAACTGAGAACGGTTTTATGAGATT AGCTCCACCTCGCGGTCTTGCAGCTCTTTGTACCGTCCATTGTAGCACGTGTGTAGCCCAGGTCATAAGGGGCATGATGATTTGACGTCATCCCCACCTTCCTC CGGTTTGTCACCGGCAGTCACCTTAGAGTGCCCAACTTAATGATGGCAACTAAGATCAAGGGTTGCGCTCGTTGCGGGACTTAACCCAACATCTCACGACACG AGCTGACGACAACCATGCACCACCTGTCACTCTGCTCCCGAAGGAGAAGCCCTATCTCTAGGGTTTTCAGAGGATGTCAAGACCTGGTAAGGTTCTTCGCGTT GCTTCGAATTAAACCACATGCTCCACCGCTTGTGCGGGCCCCCGTCAATTCCTTTGAGTTTCAGCCTTGCGGCCGTACTCCCCAGGCGGAGTGCTTAATGCGTT AACTTCAGCACTAAAGGGCGGAAACCCTCTAACACTTAGCACTCATCGTTTACGGCGTGGACTACCAGGGTATCTAATCCTGTTTGCTCCCCACGCTTTCGCGC CTCAGTGTCAGTTACAGACCAGAAAGTCGCCTTCGCCACTGGTGTTCCTCCATATCTCTACGCATTTCACCGCTACACATGGAATTCCACTTTCCTCTTCTGCAC TCAAGTCTCCCAGTTTCCAATGACCCTCCACGGTTGAGCCGTGGGCTTTCACATCAGACTTAAGAAACCACCTGCGCGCGCTTTACGCCCAATAATTCCGGATA ACGNTTGNCACCTACGTATTACCGCGGCTGCTGGCACGTANTTANCCGTGGCTTTCTGGTTAGGTACCGTCNAAGTGCCAGCTTATTCAACTAGCACTGTCTTC CCTACCACANATTTACGACCCGAAAGCTTCATCACTCANGCGCGTTGCTNCGNNNACTTCGTCCATGCGGANATCCCTACTGCTGCCTCCGTAGAGTCTGGGC CGNGNNTNNNTCCCAGGNGNGCCNNATNNCCNNNNNNNTCCGGCNN Hasil Sequencing 16S rRNA Reverse NNNNNNNGNNNGCNNNNNTANAATGCAAGTCGAGCGAATGGATTAAGAGCTTGCTCTTATGAAGTTAGCGGCGGACGGGTGAGTAACACGTGGGTAACCTGC CCATAAGACTGGGATAACTCCGGGAAACCGGGGCTAATACCGGATAACATTTTGAACCGCATGGTTCGAAATTGAAAGGCGGCTTCGGCTGTCACTTATGGATGGA CCCGCGTCGCATTAGCTAGTTGGTGAGGTAACGGCTCACCAAGGCAACGATGCGTAGCCGACCTGAGAGGGTGATCGGCCACACTGGGACTGAGACACGGCCCA GACTCCTACGGGAGGCAGCAGTAGGGAATCTTCCGCAATGGACGAAAGTCTGACGGAGCAACGCCGCGTGAGTGATGAAGGCTTTCGGGTCGTAAAACTCTGTT GTTAGGGAAGAACAAGTGCTAGTTGAATAAGCTGGCACCTTGACGGTACCTAACCAGAAAGCCACGGCTAACTACGTGCCAGCAGCCGCGGTAATACGTAGGTGG CAAGCGTTATCCGGAATTATTGGGCGTAAAGCGCGCGCAGGTGGTTTCTTAAGTCTGATGTGAAAGCCCACGGCTCAACCGTGGAGGGTCATTGGAAACTGGGAG ACTTGAGTGCAGAAGAGGAAAGTGGAATTCCATGTGTAGCGGTGAAATGCGTAGAGATATGGAGGAACACCAGTGGCGAAGGCGACTTTCTGGTCTGTAACTGA CACTGAGGCGCGAAAGCGTGGGGAGCAAACAGGATTAGATACCCTGGTAGTCCACGCCGTAAACGATGAGTGCTAAGTGTTAGAGGGTTTCCGCCCTTTAGTGCT GAAGTTAACGCATTAAGCACTCCGCCTGGGGGAGTACGGCCGCAAGGCTGAAACTCAAAGGAATTGACGGGGGCCCGCACAAGCGGTGGAGCATGTGGTTTAAT TCGAAGCAACGCGAAGAACCTTACCANGTCTTGACATCCTCTGAAAACCCTAGAGATAGGGGCTTCTCCTTCGGGANCAGAGTGACAGGTGGTGCATGGTTGTCG TCAGCTCGTGTCGTGGAGATGNTGGGTTAAGTNCCCGCAACGAGCGCAACCCTTGATCTTAGTTGCATCATTAAGTTGGGCACTCTAANGTNACTGCCGGNGACA AACCGNNGNAAGGTGGGNATGACNNCAANNCNNCNNNNNNCCNNNNNNN

42 Data Consensus Sampel C.2 NNNNNNNNNNCNNCTTNNGCGGCTGGCTCCAAAAGGTTACCCCACCGACTTCGGGTGTTACAAACTCTCGTGG TGTGACGGGCGGTGTGTACAAGGCCCGGGAACGTATTCACCGCGGCATGCTGATCCGCGATTACTAGCGATTCC AGCTTCATGTAGGCGAGTTGCAGCCTACAATCCGAACTGAGAACGGTTTTATGAGATTAGCTCCACCTCGCGGTC TTGCAGCTCTTTGTACCGTCCATTGTAGCACGTGTGTAGCCCAGGTCATAAGGGGCATNGATGATTTGACGTCAT CCCCACCTTCCTCCGGTTTGTCACCGGCAGTCACCTTAGAGTGCCCAACTTAATGATGGCAACTAAGATCAAGG GTTGCGCTCGTTGCGGGNACTTAACCCAACATCTCCACGACACGAGCTGACGACAACCATGCACCACCTGTCAC TCTGCTCCCGAAGGAGAAGCCCCTATCTCTAGGGTTTTCAGAGGATGTCAAGACCTGGTAAGGTTCTTCGCGTTG CTTCGAATTAAACCACATGCTCCACCGCTTGTGCGGGCCCCCGTCAATTCCTTTGAGTTTCAGCCTTGCGGCCGT ACTCCCCCAGGCGGAGTGCTTAATGCGTTAACTTCAGCACTAAAGGGCGGAAACCCTCTAACACTTAGCACTCA TCGTTTACGGCGTGGACTACCAGGGTATCTAATCCTGTTTGCTCCCCACGCTTTCGCGCCTCAGTGTCAGTTACA GACCAGAAAGTCGCCTTCGCCACTGGTGTTCCTCCATATCTCTACGCATTTCACCGCTACACATGGAATTCCACTT TCCTCTTCTGCACTCAAGTCTCCCAGTTTCCAATGACCCTCCACGGTTGAGCCGTGGGCTTTCACATCAGACTTA AGAAACCACCTGCGCGCGCTTTACGCCCAATAATTCCGGATAACGCTTGCCACCTACGTATTACCGCGGCTGCTG GCACGTAGTTAGCCGTGGCTTTCTGGTTAGGTACCGTCAARGTGCCAGCTTATTCAACTAGCACTTGTTCTTCCCT AMCAACAGAGTTTTACGACCCGAAAGCCTTCATCACTCACGCGGCGTTGCTCCGTCAGACTTTCGTCCATTGCG GAAGATTCCCTACTGCTGCCTCCCGTAGGAGTCTGGGCCGTGTCTCAGTCCCAGKGKGGCCGNATCACCCTCTC AGKYCGGCTACGCATCGTTGCCTTGGTGAGCCGTTACCTCACCAACTAGCTAATGCGACGCGGGTCCATCCATAA GTGACAGCCGAAGCCGCCTTTCAATTTCGAACCATGCGGTTCAAAATGTTATCCGGTATTAGCCCCGGTTTCCCG GAGTTATCCCAGTCTTATGGGCAGGTTACCCACGTGTTACTCACCCGTCCGCCGCTAACTTCATAAGAGCAAGCT CTTAATCCATTCGCTCGACTTGCATTNTANNNNNGCNNNCNNNNNNN

43 Isolat Murni Bakteri

44 Isolasi DNA Genom

45 Uji Aktivitas Selulolitik

46 Amplifikasi Gen 16S rRNA


Download ppt "Analisis Potensi dan Karakterisasi Molekuler Gen 16S rRNA Bakteri Selulolitik yang Diisolasi dari Makroalga Eucheuma sp dan Sargassum sp Sebagai Penghasil."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google