Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TEKNIK BIMBINGAN KONSELING USIA LANJUT Oleh : Veny Hidayat, Mpsi., Psikolog 081230717130

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TEKNIK BIMBINGAN KONSELING USIA LANJUT Oleh : Veny Hidayat, Mpsi., Psikolog 081230717130"— Transcript presentasi:

1 TEKNIK BIMBINGAN KONSELING USIA LANJUT Oleh : Veny Hidayat, Mpsi., Psikolog

2 • Komunikasi yang baik akan sangat membantu dalam keterbatasan kapasitas fungsional, sosial, ekonomi, perilaku emosi yang labil pada pasien lanjut usia. • Komunikasi efektif dapat mengikutsertakan partisipasi pasien dalam pengambilan keputusan sehingga membantu proses mengingat, berpengaruh terhadap ketaatan & kepuasan serta berpengaruh terhadap emosional bahkan fisik pasien lanjut usia Pendahuluan

3 Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi pada Pasien lanjut usia  Komunikasi pada lanjut usia dapat menjadi lebih sulit akibat dari gangguan sensori yang terkait usia dan penurunan memori  Keluarga maupun medis kadang melupakan atau tidak memperhatikan berbagai hambatan yang ada untuk tercapainya komunikasi yang efektif pada pasien lanjut usia sehingga memunculkan interpretasi yang keliru  Pasien lanjut usia sering hadir dengan masalah yang kompleks dan beberapa keluhan utama dan waktu lebih lama

4  Pasien lanjut usia umumnya lebih sedikit bertanya dan menunggu untuk ditanya sesuai kewenangan dokter  Ageism lazim dijumpai pada perawatan kesehatan dan secara tidak sengaja berperan terhadap buruknya komunikasi dengan pasien lanjut usia

5 Teknik Umum untuk Berkomunikasi dengan Pasien lanjut usia  Menunjukkan Hormat dan Keprihatinan  Memastikan bahwa PasienDidengar dan Dipahami  Menghindari Ageism  Mengenal Kultur dan Budaya

6 Menunjukkan Hormat dan Keprihatinan • Didasari pada rasa hormat kepada pasien dan memahami serta mengapresiasi setiap pasien sebagai sosok manusia yang unik • Rasa hormat ditunjukkan dgn sapaan formal, Pandangan mata menunjukkan apresiasi, Sentuhan lembut di tangan, lengan, atau pundak menunjukkan rasa turut prihatin dan perhatian

7 Memastikan bahwa Pasien Didengar dan Dipahami  Mempertahankan langkah yang tidak tergesa-gesa dan mendengarkan adalah kunci komunikasi efektif antara pasien lanjut usia dan dokter.  Membiarkan pasien lanjut usia untuk berbicara beberapa menit tentang masalahnya tanpa interupsi akan memberikan lebih banyak informasi  Berbicara pelan, jelas, dan keras tanpa berteriak, menggunakan bahasa dan kalimat yang singkat dan sederhana. Karena pasien lanjut usia umumnya lebih sedikit bertanya dan menunggu untuk ditanya

8 Untuk menghindarkan ageism  Kenali pasien lanjut usia sebagai satu pribadi dengan riwayat dan penyelesaian yang jelas  Pendekatan ini memungkinkan anda untuk menemui setiap pasien lanjut usia sebagai individu yang unik dengan pengalaman seumur hidup yang berharga bukan orang tua yang tidak produktif dan lemah

9 Mengenal Kultur dan Budaya  Mengenal latar belakang kultur dan budaya pasien akan mempengaruhi persepsi pasien terhadap baik dan berkualitasnya pelayanan kesehatan yang diberikan dokter

10 Strategi umum tambahan untuk memperbaiki komunikasi pada lansia • Pelajari data sebelum perjanjian untuk bertemu, karena pasien lanjut usia khas memiliki berbagai masalah kesehatan yang kompleks • Meminta pasien menceritakan keluhannya hanya sekali (yaitu tidak bercerita dulu kepada perawat atau asisten kemudian baru kepada anda) untuk meminimalkan frustasi & kelelahan • Menghindarkan jargon medis. • Menyederhanakan dan menuliskan instruksi.

11 • Menggunakan diagram, model, dan gambar. • Menjadwalkan pasien lanjut usia terlebih dahulu, karena mereka umumnya lebih siap dari segi waktu

12 Hambatan Komunikasi pada Lansia  Pasien denganDefisit Sensorik  Pasien denganDemensia  Pasien yangDitemani oleh orang ketiga

13 Pasien dengan Defisit Sensorik Pendengaran • 16% - 24% individu berusia lebih dari 65 tahun mengalami penguranga pendengaran yang mempengaruhi komunikasi(Crews & Campbell) • Sedangkan pasien yang berusia diatas 80 tahun, jumlah gangguan sensorik akan meningkat menjadi lebih dari 60%(Chia et al., 2006)  Penurunan fungsi pendengaran yang dikenal sebagai presbyacussis

14  Berhubungan dengan suara berfrekuensi tinggi. Suara berfrekuensi tinggi adalah suara konsonan yang berdampak pada pemahaman pasien diawal dan akhir kata Contohnya : “Mbah, obat ini diminum sehari tiga kali, pagi satu, siang satu dan malam satu saja ya”… yang terdengar “Mbah, obat ini diminum malam satu saja ya..”

15 • Kebanyakan pasien lanjut usia mengalami penyakit mata yang menurunkan ketajaman penglihatan (mis. katarak, degenerasi macular, glaucoma, komplikasi ocular pada diabetes) • Lebih dari 15% orang tua berusia lebih dari 70 tahun melaporkan penglihatannya yang buruk, dan 22% lagi melaporkan penglihatannya hanya cukup untuk jarak tertentu(Crews & Campbell, 2004)

16 Pendekatan berkomunikasi pada gangguan Sensorik Pendengaran • Tataplah pasien sehingga pasien dapat membaca bibir dan anda dapat menggunakan isyarat mata • Meminimalkan kebisingan • Berbicara perlahan, jelas, dan dalam nada yang normal. Berteriak akan menghambat komunikasi, mengubah nada berfrekuensi tinggi, dan mempersulit pasien untuk memahami kata-kata anda • Ketika memberikan instruksi untuk medikasi, tes, atau pengobatan, hindarkan untuk bertanya kepada pasien apakah dia mengerti.Orang dengan gangguan pendengaran mungkin akan Menjawab’ya’ tanpa menyadari bahwa mereka belum mendengar apapun atau salah memahami beberapa informasi

17 • Pendekatan yang lebih baik untuk mengecek pemahaman pasien adalah dengan meminta pasien untuk mengulang instruksi • Perjanjian yang lebih awal umumnya lebih baik • Jika tersedia, pengeras suara khusus diketahui sangat memudahkan komunikasi dengan pasien yang mengalami gangguan pendengaran • Lingkungan klinik dapat diperbaiki dengan memperbanyak pencahayaan, menggunakan warna- warna kontras untuk membuat objek lebih jelas (mis. kerangka pintu, kursi)

18 • Setiap bahan dengan tulisan harus dicetak paling tidak dengan huruf berukuran 14 diatas kertas berwarna • Pasien lanjut usia biasanya meletakkan obatnya dalam satu wadah dan tergantung pada satu warna untuk mengenalinya • Banyak obat yang berwarna putih, biru muda, hijau muda, yang akan terlihat berwarna abu-abu oleh mata yang telah menua • Warna merah, oranye, dan kuning paling baik dilihat dan dapat dipilih sebagai warna pembeda

19 • Pasien yang mengalami kesulitan memastikan dosis insulin dapat diinstruksikan untuk menera dosis pada dasar warna merah diatas meja • Kertas kontak berwarna merah dapat dibalutkan pada pegangan untuk berjalan, tongkat atau tabung oksigen untuk membantu pasien lanjut usia untuk mengambilnya

20 Pasien dengan Demensia • Demensia memiliki efek yang merugikan pada penerimaan dan ekspresi komunikasi pasien • Pasien mengalami kehilangan memori, Kesulitan mengingat kejadian yang baru terjadi, Memiliki rentang konsentrasi yang sangat singkat, Sulit untuk tetap berada dalam satu topik tertentu • Ada banyak tingkatan demensia, yang memiliki berbagai kesulitan komunikasi • Pada stadium awal sering mengalami masalah untuk menemukan kata yang ingin disampaikan • Pada demensia parah, pasien dapat menggunakan jargon yang tidak dapat dipahami atau bisa hanya berdiam diri

21 • Harus diingat bahwa pasien demensia kehilangan kemampuannya untuk berkomunikasi, bukan kehilangan kepandaiannya.Mereka adalah orang dewasa yang hidup produktif dan layak mendapatkan penghormatan. • Pasien demensia juga sangat sensitif terhadap emosi orang lain. Pada umumnya pasien tersebut, lebih merespon kepada bagaimana cara seseorang berbicara kepada mereka daripada apa yang sebetulnya dikatakan

22 Tehnik tambahan berkomunikasi pada Demensia • Perkenalkan diri anda • Mengobrol sejenak, ini akan membangkitkan memori& kilas balik, serta mengurangi ketegangan • Isyarat tubuh yang sederhana dapat membantu • Repetisi akan menyebabkan frustasi • Ketika melakukan pemeriksaan fisik, lebih disukai untuk memberikan instruksi satu persatu

23 Pasien dengan orang ketiga (Caregiver) • Karakteristik utama kunjungan poliklinik geriatri adalah adanya orang ketiga, berupa anggota keluarga ataucaregiver informal lainnya yang hadir sedikitnya pada sepertiga kunjungan geriatrik • Caregiver memudahkan komunikasi antaradokter & pasien serta mempertinggi keterlibatan pasien dalam perawatan mereka sendiri • Penting untuk memperlakukan pasien lanjut usia dalam konteks atau sudut pandang caregiver-nya agar didapatkan hasil terbaik bagi keduanya

24 Pendekatan berkomunikasi • Pada kunjungan I, untuk privacy pasien, paling baik untuk menemui pasien sendirian dan kemudian meminta ijin kepada pasien untuk berbicara dengan caregiver sendirian • Pada kunjungan berikutnya, jika disetujui pasien, caregiver dapat bergabung dengan pasien selama perjanjian • Ketikacaregiver hadir, komunikasi menjadi interaksi 3 arah.Maka duduklah dalam satu posisi berbentuk segitiga

25 • Lalu berikan pertanyaan kepada pasien dan kemudian meminta masukan dari caregiver • Penting bagi anda untuk selalu mencoba melibatkan pasien sepenuhnya dalam semua keputusan • Caregiverterlibat sepenuhnya padakeadaan pasien, sehingga: Penting untuk mewaspadai tanda fisik verbal dan nonverbal atau stress emosionalcaregiver • Pujian akan memberikan dorongan kepada pasien dan caregiver untuk hasil yang lebih baik bagi keduanya

26 Keuntungan membangun Komunikasi Terapeutik • Diagnosis lebih akurat • Instruksi dan saran dokter akan lebih mungkin untuk ditaati • Meminimalisir kemungkinan melewatkan dosis atau menghentikan obat • Lebih memungkinkan untuk edukasi dalam manajemen mandiri • Penurunan biaya tes diagnostik juga dihubungkan dengan komunikasi yang baik

27 Tahapan dalam Proses Konseling  Tahap awal  Tahap tengah  Tahap akhir

28 Tahap Awal Konseling USILA : Membangun Kepercayaan, Menjalin hubungan kerjasama dan Mengenali Karakter Pasien

29 Tahap tengah : Ketrampilan Kombinasi ketrampilan awal atau memakai secara bergantian Tujuan  Melihat kembali ke masalah dan keluhan  Mempertahankan hubungan kerjasama  Membuat kontrak Strategi :  Mengkomunikasikan core value  Mencairkan pandangan klien, menstimulasi untuk mengatur kembali posisi

30 Tahap Akhir : Tujuan  Menentukan aktivitas selanjutnya  Memindahkan proses belajar  Menerapkan perubahan  Mengakhiri hubungan konseling Strategi • Goal setting • Rencana tindakan • Evaluasi • menutup

31 KESIMPULAN  Teknik komunikasi dan Konseling yang baik akan memperbaiki Outcome pasien lanjut  Outcome perawatan kesehatan pada lansia tidak hanya tergantung pada perawatan kebutuhan biomedis tetapi juga tergantung pada hubungan perawatan yang diciptakan melalui komunikasi yang efektif

32 TERIMA KASIH …… • Perhatian ANDA sungguh amat luar biasa •Terima kasih & salam hangat selalu dari…


Download ppt "TEKNIK BIMBINGAN KONSELING USIA LANJUT Oleh : Veny Hidayat, Mpsi., Psikolog 081230717130"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google