Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh Ignas. L..  Peserta kursus dapat mengerti katekese inisiasi dengan segala permasalahannya.  Peserta kursus dapat menyusun kurikulum katekese inisiasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh Ignas. L..  Peserta kursus dapat mengerti katekese inisiasi dengan segala permasalahannya.  Peserta kursus dapat menyusun kurikulum katekese inisiasi."— Transcript presentasi:

1 Oleh Ignas. L.

2  Peserta kursus dapat mengerti katekese inisiasi dengan segala permasalahannya.  Peserta kursus dapat menyusun kurikulum katekese inisiasi dan menyusun sebuah contoh mata pelajaran/materi katekese inisiasi.

3  Kita sudah memahami bahwa Katekese adalah Pendidikan iman, baik untuk anak-anak, remaja, kaum muda dan orangtua, supaya iman umat akan Tritunggal Maha Kudus semakin dewasa dan matang, sehingga ia hidup oleh imannya itu dalam kehidupannya sehari-hari.  Karena itu Katekese menjadi “ujung tombak” dalam Gereja kita. Artinya dengan katekese itu, orang menjadi tahu dan lebih beriman akan Tritunggal, tahu akan liturgi Gereja, tahu akan KS, tahu akan sakramen, tahu akan kebiasaan-kebiasaan hidup sebagai umat Katolik, dsbnya.  Demikian juga untuk Inisiasi Kristiani Katolik.

4  Inisiasi,”Lat. “Initiatio” /”inere” : Memasuki.  Tahap-tahap masuk ke dalam misteri-misteri suatu agama (dalam agama Katolik).  Proses memasukan seseorang atau sekelompok orang ke dalam Gereja Katolik.

5  Pendidikan Iman bagi seseorang atau sekelompok orang yang mau masuk ke dalam Gereja Katolik.

6  Sudah dimulai sejak abad pertama.  Dan lazim dilakukan oleh Gereja untuk menerima seorang dewasa sebagai anggota Baru Umat Allah.

7  Beriman akan Tritunggal  Mau Ikut Yesus  Kerinduan besar untuk diselamatkan oleh Yesus dalam GerejaNya  Bebas (tanpa paksaan/permintaan dari siapapun)  Tidak boleh bohong, karena suatu alasan  Mengikuti bimbingan (termasuk didata secara jelas, termasuk statusnya) dan mulai mengikuti kebiasaan hidup sebagai orang Katolik.

8  Pra Katekumen → Pelantikan Tahan I (Katekumen)  Katekumen → Pelantikan Tahan II(Katekumenat)  Katekumenat  Inisiasi Kristiani : →Tahap III (Baptis, Penguatan dan Ekaristi/Komuni Pertama). Praktek inisiasi kristiani, biasanya pada Malam Paskah. Sekarang sudah ada pembaharuan, tidak hanya malam Paskah, tetapi bisa pada kesempatan-kesempatan lain.  Mistagogi.(Yun.”Mistagogy”: menuntun masuk ke dalam rahasia)  Sekarang istilah ini dipakai untuk menyebut katekese/teologi yang dilandaskan dan diarahkan untuk memperdalam pengalaman akan Allah, selama masa Paskah.

9  Idealnya sampai katekumen benar-benar dewasa dan matang  Kurang lebih 1 tahun lamanya  Tentu ada toleransi/ kebijaksanaan, untuk mengambil keputusan seseorang boleh inisiasi kristiani (baptis) atau belum.

10  Tidak bisa disamakan dengan pendaftaran untuk masuk sekolah/kursus tertentu.  Gereja Paroki harus selalu siap mau menerima seseorang yang ingin menjadi anggota baru dalam gereja Katolik.  Sebab Gereja wajib melaksanakan amanat Yesus Kristus (lihat Mat. 28:19-20)  Dan amanat UU Gereja. Kan. 842; 843.

11  Kan. 851  Kan. 855  Kan. 857  Kan. 859  Kan. 860  Kan. 861 § 2  Kan. 862  Kan. 863  Kan. 864  Kan. 865  Kan. 866  Kan. 869 § 2

12  Kan. 872  Kan. 873  Kan. 874

13  Model Katekismus  Model sistematis dan contoh  Model Penugasan  Model Praktek/latihan

14  Menanamkan pokok-pokok ajaran iman Kristiani  Menanamkan kedisiplinan misteri iman  Menanamkan doa-doa pokok  Memberitahu tentang hak dan kewajiban sebagai anggota Gereja  Menanamkan kebiasaan hidup sebagai umat Katolik  Menanamkan ketaatan/kesetiaan pada hukum Gereja  Menanamkan kesaksian hidup sebagai orang katolik yang “menyelamatkan”

15  Katekese inisiasi kelompok anak  Katekese inisiasi kelompok remaja  Katekese inisiasi kelompok orang muda  Katekese inisiasi kelompok orangtua Cat : Idealnya demikian, tetapi dalam kenyataan pastoral bisa campur. Karena itu, dalam reksa pastoral, katekis hendaknya memiliki kecakapan dalam pelayanan itu.

16 Secara garis besar :  Pemahaman tentang Wahyu dan iman  Pemahaman tentang Makna ber- Agama Katolik  Pemahaman tentang Tritunggal Maha Kudus (Allah Bapa, Yesus Kristus, Roh Kudus)  Pemahaman tentang sejarah keselamatan  Pemahaman tentang Gereja  Pemahaman tentang Sakramen (Liturgi) dan sakramentalia  Pemahaman tentang doa/devosi  Pemahaman tentang KS  Pemahaman tentang hukum dalam Gereja Katolik  Pemahaman tentang kebiasaan-kebiasaan dan cara hidup sebagai umat katolik

17 NoTema BesarTema/ Judul Pokok- Pokok Bahasa n Minggu ke..../ alokasi waktu Buku Sumber Media/ alat Ket.

18 1. Liturgi inisiasi dengan 3 tahap : a. Tahap I Pelantikan Katekumen : (Pembuka : Lagu pembuka, Tanda Salib, kata pembuka, Memanggil/pembacaan para calon, pertanyaan kepada para calon, pertanyaan kepada penjamin dan umat yang hadir, doa pembebasan, penandaan dengan salib, penerimaan dalam umat. Upacara Sabda: pengantar, bacaan KS, lagu antar bacaan, bacaan Injil, homili, penyerahan KS/Katekismus, doa untuk para katekumen (Kalau dalam misa kudus dapat menyesuaiakan). Penutup : Doa penutup,katapenutup, lagu penutup. b. Tahap II Pelantikan Katekumenat c. Tahap III Inisiasi Kristiani (Baptis, Ekaristi(Komuni Pertama),Penguatan) 2. Liturgi Inisiasi Dalam Satu Upacara.

19 b. Tahap II Pelantikan Katekumenat ( Upacara Sabda : Lagu pembukaan, bacaan KS, nyanyian antar bacaan, bacaan Injil, homili. Upacara Pemilihan : Memanggil calon didampingi wali baptisnya, pernyataan permohonan,kesaksian tentang para calon (pertanyaan kepada calon),pencatatan nama para calon, kata peneguhan, pengukuhan pemilihan, menyapa wali baptis, pengurapan dengan minyak katekumen, doa untuk para pilihan (Bila dalam Misa disesuaikan). Penutup : Doa penutup, kata penutup, nyanyian penutup c. Tahap III Inisiasi Kristiani (Baptis, Ekaristi(Komuni Pertama),Penguatan) 2. Liturgi Inisiasi Dalam Satu Upacara.

20 c. Tahap III Inisiasi Kristiani (Baptis, Ekaristi(Komuni Pertama),Penguatan) Cat. Sama dalam Misa, setelah Homili masuk up.Pembaptisan, seperti pada malam Paskah. Cat. Penguatan biasa ditunda sampai pada acara tersendiri/khusus. 2. Liturgi Inisiasi Dalam Satu Upacara.( Pembuka :Lagu pemb.,Tanda salib, kata pemb., membaca/memanggil para calon, tanya kepada calon, tanya kepada wali baptis, doa pemb. Up.Sabda : (sama dalam Misa /dapat disesuaikan),Homili, doa permohonan dan Tobat. Up.Pembaptisan : Doa pemberkatan atas air, penolakan setan dan pengakuan iman,pembaptisan. Up.Ekaristi (sama dalasama dalam Misa), demikian sampai Penutup. (sama dalam Misa) 3. Khusus penerimaan ke dlm Gereja Katolik, (disesuaikan) : Penganatar, para calon doa shadat rumus panjang dengan penambahan pernyataan pengakuan wahyu dlm Gereja Katolik dan meninggalkan kebiasaan lama), peneguhan.

21  Nama lengkap:  Tempat, tanggal lahir :  Tempat, tanggal Baptis :  Nama ayah:  Nama ibu:  Nama Wali Baptis:  Nama petugas yang membaptis:  Status yang bersangkutan: (menikah/belum  Alamat tempat tinggal,Telp/HP :

22  Tema/ judul :  Tujuan :  Proses katekese :  Doa pemb/nyanyi pemb.  Menyapa para calon  Uraian Materi secara sistematis dalam langkah-langkah katekese  Umpan balik dan kesimpulan  Penugasan  Doa/nyanyi penutup.


Download ppt "Oleh Ignas. L..  Peserta kursus dapat mengerti katekese inisiasi dengan segala permasalahannya.  Peserta kursus dapat menyusun kurikulum katekese inisiasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google