Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dwi Martani Workshop PSAK 1.  Overview  Ruang lingkup  Pengakuan  Pengukuran Awal  Pengkuran setelah pengakuan awal  Penghentian pengakuan  Pengungkapan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dwi Martani Workshop PSAK 1.  Overview  Ruang lingkup  Pengakuan  Pengukuran Awal  Pengkuran setelah pengakuan awal  Penghentian pengakuan  Pengungkapan."— Transcript presentasi:

1 Dwi Martani Workshop PSAK 1

2  Overview  Ruang lingkup  Pengakuan  Pengukuran Awal  Pengkuran setelah pengakuan awal  Penghentian pengakuan  Pengungkapan  Transisi dan Tanggal Efektif Workshop PSAK 2

3  Perbedaan dengan IFRS ◦ Ruang lingkup karena ada beberapa PSAK yang belum diadopsi ◦ Tanah karena ada peraturan khusus PSAK 47 Tanah ◦ Penarikan standar akuntansi lain  Perbedaan ◦ Perubahan kebijakan akuntansi dari model biaya ke model revaluasi ◦ Akuntasi untuk aset yagn tersedia untuk dijual ◦ Ketentuan transisi Workshop PSAK 3

4  Penilaian aset tetap  penurunan nilai  Penilaian dengan menggunakan model revaluasi  Biaya pemeliharaan  Pertukaran Aset tetap Workshop PSAK 4

5  Tidak diterapkan untuk hak penambangan dan reservasi tambang, tetapi berlaku untuk aset tetap yang digunakan untuk penambangan.  Persyaratan pengakuan aset dengan pendekatan yang berbeda  PSAK 30 (menambahkan syarat pemindahan risiko dan imbalan)  Untuk properti investasi: ◦ Menggunakan model biaya ◦ Dikonstruksi atau dikembangkan tetapi belum memenuhi kriteria properti investasi ◦ Dikembangkan ulang Workshop PSAK 5

6  Aset tetap adalah aset berwujud yang: ◦ Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan ◦ Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode  Biaya perolehan (cost) adalah ◦ Jumlah kas atau setara kas atau ◦ Nilai wajar dari imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan atau konstruksi, atau ◦ Jika dapat diterapkan, jumlah yang diatribusikan ke aset pada saat pertama kali diakui sesuai dengan persyaratan tertentu dalam PSAK lain  Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset selama umur manfaatnya  Rugi penurunan nilai (impairment loss) selisih dari jumlah tercatat suatu aset dengan jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut. Workshop PSAK 6

7  Biaya perolehan aset tetap diakui jika dan hanya jika : ◦ Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas ◦ Biaya perolehan aset dapat diukur dengan andal Workshop PSAK 7

8  Suku cadang dan peralatan pemeliharaan biasanya dicatat sebagai persediaan dibebankan pada laba rugi pada saat dikonsumsi.  Dianggap sebagai aset tetap jika: ◦ Suku cadang utama dan peralatan siap pakai memenuhi kriteria aset tetap ketika entitas memperkirakan mengguanakan aset tersebut selama lebih dari satu periode. ◦ Suku cadang dan peralatan pemeliharaan yang hanya bisa digunakan untuk suatu aset teta tertentu. Workshop PSAK 8

9  Standar tidak menentukan unit ukuran dalam pengakuan aset tetap  Diperlukan pertimbangan dalam penerapan kriteria pengakuan yang sesuai dengan kondisi tertentu entitas.  Pertimbangan tersebut tepat terhadap agretasi unit-unit yang secara individual tidak signifikan, kemudian menerapkan kriteria atas nilai agregat Workshop PSAK 9

10  Entitas harus mengevaluasi berdasarkan prinsip pengakuan ini terhadap semua biaya perolehan saat terjadinya: ◦ Biaya awal untuk memperoleh atau mengkonstruksi aset tetap ◦ Biaya-biaya selanjutnya yang timbul untuk menabah, mengganti dan memperbaikinya Workshop PSAK 10

11  Aset tetap dapat diperoleh untuk alasan keamaan dan lingkungan.  Walaupun tidak secara langsung meningkatkan manfaat ekonomis masa depan dari suatu aset tetap yang ada, mungkin diperlukan bagi entitas untuk memperoleh manfaat ekonomis masa dengan dari aset lain  diakui sebagai aset  Nilai tercatatnya harus direview untuk menguji apakah terjadi penurunan nilai Workshop PSAK 11

12  Biaya perawatan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya  biaya pemeliharaan dan perbaikan aset tetap  Entitas mengakui biaya penggantian komponen suatu aset dalam jumlah tercata aset saat biaya itu terjadi jika pengeluaran tersebut memenuhi kriteria untuk diakui sebagai bagian dari aset.  Jumlah tercatat komponen yang diganti tersebut tidak lagi diakui apabila memenuhi ketentuan penghentian pengakuan.  Setiap inspeksi yang signifikan diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan.  Jika diperlukan, estimasi biaya inspeksi sejenis yang akan dilakukan di masa depan dapat digunakan sebagai indikasi biaya inspeksi saat aset tersebut diperoleh atau dibangun. Workshop PSAK 12

13  Satu asat tetap yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aset tetap pada awalnya harus diukur sebesar biaya perolehan.  Biaya perolehan meliputi : ◦ Harga perolehannya termasuk bea impor, pajak yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon penjualan dan potongan lainnya. ◦ Biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan. ◦ Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset.  Pengakuan biaya perolehan awal dihentikan ketika aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan.  Tidak termasuk nilai perolehan: ◦ Biaya yang terjadi saat aset beroperasi namun masih dibawah kapasitas ◦ Kerugian awal operasi ◦ Biaya relokasi atau reorganisasi sebagai bagian atau seluruh operasi entitas. Workshop PSAK 13

14  Kegiatan insidentil yang tidak dimaksudkan untuk mebawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diinginkan tidak boleh dimasukkan dalam komponen penambah / pengurang nilai aset.  Perolehan karena pembangungan sendiri: ◦ Menggunakan prinsip yang sama sebagaimana perolehan aset dengan pembelian atau cara lain. ◦ Jika membuat aset serupa untuk usaha normal maka laba internal dieliminasi, pemborosan tidak termasuk biaya perolehan. ◦ Bunga dikapitalisasi mengikuti ketentuan PSAK 26 Workshop PSAK 14

15  Biaya perolehan aset tetap setara dengan nilai tunainya dan diakui saat terjadinya.  Jika pembayaran ditangguhkan maka selisihnya dengan nilai tunai  beban bunga kecuali diperkenankan dikapitalisasi menurut PSAK 26 Workshop PSAK 15

16  Pertukaran aset non moneter dengan non moneter lainnya tetap diukur pada nilai wajar kecuali : ◦ Transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersia atau ◦ Nilai wajar aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal Biaya perolehannya diukur dengan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan.  Entitas mempertimbangkan suatu transaksi pertukaran memiliki substansi komersial atau tidak dengan mempertimbangkan sejauh mana arus kas masa depan (setelah pajak) diharapkan dapat berubah.  Substansi komersial : a.Konfigurasi arus kas / aset yang diterima berbeda dengan yang diserahkan. b.Nilai khusus entitas dari kegiatan operasional berubah akibat pertukaran c.Selisih a dan b relatif signifikan terhadap nilai wajar dari aset yang dipertukarkan. Workshop PSAK 16

17  Nilai wajar aset tidak memiliki transaksi pasar yang serupa dapat diukur dengan andal jika: ◦ Variabilitas estimasi rentang nilai wajar yang masuk akal untuk aset tersebut tidak signifikan ◦ Probabilitas dari beragam estimasi dalam rentah tersebut dapat dinilai secara memadai dan digunakan dalam mengestimasi nilai wajar. Jika entitas dapat menentukan nilai yang wajar dari aset yang diterima dan diserahkan maka nilai wajar dari aset yang diserahkan digunakan untuk mengukur nilai perolehan dari aset yang diterima kecuali nilai wajar aset yang diterima lebih jelas.  Perolehan aset tetap yang dicatat lesse dalam sewa pembiayaan diatur sesuai dengan PSAK 30 Workshop PSAK 17

18  Aset tetap yang diperoleh dari hibah pemerintah tidak boleh diakui sampai diperoleh keyakinan bahwa: ◦ Entitas akan memenuhi kondisi atau prasyarat hibah tersebut dan ◦ Hibah akan diperoleh Workshop PSAK 18

19  Suatu entitas harus memilih model biaya (cost model) sebagai kebijakan akuntansinya dan menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama  Metode biaya (cost model)  harga perolehan dikurangi akumulai penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset  Metode revaluasi (revaluation model)  aset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur dengan andal harus dicatat pada jumlah revaluasian yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulai penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi terjadi setelah tanggal revaluasi.  Revaluasi harus dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tersebut tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tangal neraca Workshop PSAK 19

20  Nilai wajar : ◦ Tanah dan bangunan ditentukan melalui penilaian oleh penilai profesional berdasarkan bukti pasar. ◦ Pabrik dan peralatan  nilai pasar yang ditentukan penilai ◦ Tidak ada pasar  pendekatan penghasilan atau biaya pengganti yang telah disusutkan (depreciated replacement cost)  Revaluasi dilakukan secara periodik dengan melihat meterialitas perbedaan nilai buku dan nilai wajar  Jika aset tetap direvaluasi maka akumulasi pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan salah satu cara berikut: ◦ Disajikan kembali secara proporsional dengan perubahan dalam jumlah tercatat bruto dari aset sehingga jumlah tercatat aset setelah revaluasi sama dengan nilai revaluasian. Dilakukan apabila aset direvaluasi dengan memberi indeks untuk mebentukan biaya pengganti yang telah disusutkan. ◦ Dieliminasi terhadap jumlah tercatat bruto dari aset dan jumlah tercatat neto setelah eliminasi disajikan kembali sebesar jumlah revaluasian dari aset tersebut. Metode ini sering dipakai untuk bangunan. Workshop PSAK 20

21  Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama harus direvaluasi. ◦ Suatu kelompok aset tetap adalah pengelompokan aset yang memiliki sifat dan kegunaan yang serupa dalam operasi normal entitas. ◦ Aset tetap direvaluasi secara bersamaan untuk menghindari revaluasi secara selektif dan bercampurnya biaya perolehan dan nilai lainnya pada saat yang berbeda-beda.  Perubahan model biaya ke model revaluasi berlaku prospektif dan berlaku untuk ketentuan transisi Workshop PSAK 21

22  Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, kenaikan tersebut langsung dikredit pada bagian surplus revaluasi. Namun kenaikan tersebut harus diakui dalam laporan laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam laporan laba rugi.  Jika jumlah aset tercatat menurun akibat revaluasi, penurunan tersebut diakui dalam laporan laba rugi. Namun penurunan nilai akibat revaluasi tersebut langsung didebit ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi selama penurunan tersebut tidak melebihi saldo kredit surplus revaluasi untuk aset tersebut. Workshop PSAK 22

23  Surplus revaluasi dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat aset tersebut dihentukan pengakuannya dan sebagian dapat dipindahkan sejalan dengan penggunaan oleh entitas.  Surplus revaluasi dipindahkan ke saldo laba sebesar perbedaan jumlah penyusutasn berdasarkan nilai revaluasi aset dengan jumlah penyusutan berdasarkan biaya perolehan aset tersebut.  Pemindahan surplus revaluasi ke saldo laba tidak dilakukan melalui laporan laba rugi. Workshop PSAK 23

24  Dampak pajak penghasilan atas revluasi, jika ada diakui dan diungkapkan sesuai dengan PSAK 46. ◦ Intepretasinya perbedaan tersebut dianggap sebagai beda temporer sehingga perusahaan dapat melakukan revaluasi untuk tujuan akuntansi dan tidak perlu membayar pajak. ◦ Apalagi menurut ketentuan akuntansi, selisih tidak mempengaruhi laba tetapi dicatat sebagai penambah ekuitas  Menurut perpajakan revaluasi dapat dilakukan dengan ijin Menteri Keuangan. ◦ Pajak ditentukan final sebesar 10% atas keuntungan revaluasi setelah memperhitungkan kompensasi kerugian yang dimiliki oleh perusahaan. 24 Workshop PSAK

25  Jika terdapat aset tetap yang tersedia untuk dijual, maka perlakuan akuntansinya: ◦ Diakui pada saat dilakukan penghentian operasi ◦ Diukur sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat dibandingkan dengan nilai wajar setelah dikurangi dengan biaya penjualan aset. ◦ Disajikan sebagai aset tersedia untuk dijual jumlah jumlah tercatatnya akan dipulihkan melalui transaksi penjualan dari penggunaan lebih lanjut ◦ Diungkapkan dalam laporan keuangan dalam rangka evaluasi dampak penghentian operasi dan pelepasan aset (aset tidak lancar) Workshop PSAK 25

26  Aset tetap yang memiliki biaya perolehan cukup signifikan terhadap total seluruh aset harus disusutkan secara terpisah.  Beban penyusutan untuk setiap periode harus diakui dalam laporan laba rugi kecuali jika beban tersebut dimasukkan dalam jumlah tercatat aset lainnya.  Jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset dialokasikan secara sistematis sepanjang umur manfaatnya.  Nilai residu dan masa manfaat direview minimal setiap akhir tahun.  Penyusutan dimulai saat aset tersebut siap digunakan. Workshop PSAK 26

27  Metode penyusutan yang digunakan harus mencerminkan ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomi masa dengap dari aset oleh entitas.  Metode penyusutan direview setiap akhir tahun buku, jika terdapat perubahan diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi.  Berdasarkan waktu ◦ Metode garis lurus (straight light) ◦ Metode saldo menurun ◦ Metode jumlah unit Workshop PSAK 27

28  Metode yang dipilih harus konsisten dari periode ke periode kecuali perubahan keadaan yang memberi alasan atau dasar suatu perubahan metode. Pengungkapan: ◦ Kuantifikasi perubahan ◦ Alasan perubahan  Faktor dalam mempertimbangkan masa manfaat berikut : ◦ Taksiran aus dan kerusakan fisik ◦ Keusangan ◦ Pembatasan hukum atau lainnya atas penggunaan aktiva  Masa manfaat harus ditinjau secara periodik. Prosentase penyusutan disesuaikan untuk periode sekarang dan yang akan datang Workshop PSAK 28

29  Penurunan nilai diatur dalam PSAK 48  Kompensasi pihak ketiga untuk aset tetap yang mengalami penurunan nilai, hilang, dihentikan dimasukkan dalam laba rugi pada saat kompensasi diakui sebagai piutang. Workshop PSAK 29

30  Aset tetap dihentikan pengakuan pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari pelepasan atau penggunaannya  Laba rugi dari penghentian pengakuan aset harus dimasukkan dalam laporan laba rugi pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya. Laba tidak boleh diklasifikasikan sebagai pendapatan.  Laba rugi dari penghentian dimasukkan dalam laba rugi sebesar perbedaan nilai neto hasil pelepasan dengan nilai tercatat dari aset Workshop PSAK 30

31  Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto  Metode penyusutan yang digunakan  Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan  Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan awal dan akhir periode.  Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode  Keberadaan dan jumlah restriksi atas hak milik karena penjaminan utang  Jumlah pengeluaran yang diakui dalam pembangunan  Jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan  Jumlah kompensasi pihak ketiga untuk aset yang mengalami penurunan nilai, hilang / dihentikan.  Pemilihan metode akuntansi  Perubahan estimasi Workshop PSAK 31

32  Dasar yang digunakan untuk menilai kembali aktiva  Tanggal efektif penilaian  Nama penilai independen, bila ada  Hakekat setiap petunjuk yang digunakan untuk menentukan biaya pengganti  Jumlah tercatat setiap jenis aktiva tetap  Surplus penilaian kembali neraca 32 Workshop PSAK

33  Transisi: ◦ Entitas yang sebelum PSAK ini melakukan revaluasi dan kemudian menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya, maka nilai revaluasi aset tetap tersebut dianggap sebagai biaya perolehan (deemed cost). Biaya perolehan tersebut adalah nilai pada saat PSAK ini diterbitkan. ◦ Entitas yang sebelum penerapan PSAK ini pernah melakukan revaluasi aset tetap dan masih memiliki selisih saldo revaluasi aset tetap, maka pada saat penerapan pertama kali harus mereklasifikasi seluruh saldo selisih revaluasi aset tetap tersebut ke saldo laba dan hal tersebut harus diungkapkan  Efektif 1 Januari Workshop PSAK

34  An entity is constructing a new production facility. The cost of the materials used was CU20,000, consultancy fees were CU1,000 and site preparation costs were CU2,000. All of these are direct costs which should be included as part of the cost of the asset.  The production facility will require dismantling in 5 years time at a cost of CU800. This cost should be included as part of the cost. If the effect of the time value of money is significant, the cost of dismantling the facility should be recognised at its present value.  Operating losses of CU350 were incurred in the start up period between the asset becoming ready for use and full production commencing. The start up losses cannot be capitalised. Workshop PSAK 34

35  An entity has acquired a new freehold building with a useful life of 50 years for CU7,000,000. The entity has identified the following components and calculated the depreciation charge per annum using a straight-line method as follows. Component Useful life(years) Cost Depreciation (per annum) Land Infinite CU2,000,000 Nil Roof 25 CU1,000,000 CU40,000 Lifts 20 CU500,000 CU25,000 Fixtures 10 CU500,000 CU50,000 Remainder of building 50 CU3,000,000 CU60,000 CU7,000,000 CU175,000  When the roof requires replacement at the end of its useful life the carrying Workshop PSAK 35

36  An entity acquires a specialised piece of machinery for CU200,000. Due to the specialised nature of the machinery, there is no active resale market for it. The entity revalues its plant and machinery.  The machine is currently a quarter of its way through its life and therefore its carrying amount would have been CU150,000 using a cost model and assuming a straight-line method of depreciation with no residual value.  To replace the asset new would cost CU300,000. The estimated depreciated replacement cost would, therefore, be 75% of the CU300,000, i.e. CU225,000. Workshop PSAK 36

37  An entity owns a building which originally cost CU200,000. The property is depreciated over 50 years on a straight-line basis with no residual value. The entity adopts a policy of revaluation for property. The property has so far had three valuations as follows. At the start of year 2 – valuation CU230,000. At the start of year 4 – valuation CU260,000. At the start of year 6 – valuation CU300,000. In year 1 depreciation, based on the cost of the property, is CU4,000 (i.e. CU200,000 / 50 years). In following years the depreciation charge is based on the valuation at the start of the year. Annual depreciation: Year 1 - CU200,000 / 50 years = CU4,000. Year 2 - CU230,000 / 49 years = CU4,694. Year 3 - CU230,000 / 49 years = CU4,694. Year 4 - CU260,000 / 47 years = CU5,532. Year 5 - CU260,000 / 47 years = CU5,532. Year 6 - CU300,000 / 45 years = CU6,667. Workshop PSAK 37

38  Revaluation surpluses:  Start Year 2: Carrying amount of the property is CU200,000 – CU4,000 = CU196,000. Revalued amount is CU230,000. Balance transferred to revaluation surplus is CU34,000. Start Year 4: Carrying amount of the property is CU230,000 – (CU4,694 x 2) = CU220,612. Revalued amount is CU260,000. Balance transferred to revaluation surplus is CU39,388. Start Year 6: Carrying amount of the property is CU260,000 – (CU5,532 x 2) = CU248,936. Revalued amount is CU300,000. Balance transferred to revaluation surplus is CU51,064. The amounts transferred from the revaluation surplus to retained earnings as the revaluation surplus is realised through depreciation are: Year 1 – nil. Year 2 – CU4,694 - CU4,000 = CU694. Year 3 – CU4,694 - CU4,000 = CU694. Year 4 – CU5,532 - CU4,000 = CU1,532. Year 5 – CU5,532 - CU4,000 = CU1,532. Year 6 – CU6,667 - CU4,000 = CU2,667. Workshop PSAK 38


Download ppt "Dwi Martani Workshop PSAK 1.  Overview  Ruang lingkup  Pengakuan  Pengukuran Awal  Pengkuran setelah pengakuan awal  Penghentian pengakuan  Pengungkapan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google