Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

GAMBARAN KEGIATAN PENYEDIAAN DATA HORTIKULTURA. STATISTIK HORTIKULTURA  Kebijakan dan sasaran program hortikultura akan dapat terlaksana dengan baik.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "GAMBARAN KEGIATAN PENYEDIAAN DATA HORTIKULTURA. STATISTIK HORTIKULTURA  Kebijakan dan sasaran program hortikultura akan dapat terlaksana dengan baik."— Transcript presentasi:

1 GAMBARAN KEGIATAN PENYEDIAAN DATA HORTIKULTURA

2 STATISTIK HORTIKULTURA  Kebijakan dan sasaran program hortikultura akan dapat terlaksana dengan baik bila didukung oleh data produksi, produktivitas, potensi wilayah dan struktur ongkos usaha hortikultura yang lengkap, akurat dan up-to-date  Sesuai dengan tuntutan kebutuhan data hortikultura, beberapa pengembangan statistik hortikultura telah dilaksanakan selama lima tahun terakhir ini, yaitu: 1. Memperluas cakupan komoditas dalam pengumpulan data statistik pertanian hortikultura dari 72 jenis menjadi 90 jenis. 2. Penyajian angka sementara (ASEM) pada bulan April, dan angka tetap (ATAP) pada bulan Agustus. 3. Studi produktivitas (ubinan) hortikultura untuk komoditas strategis. 4. Implementasi pengukuran produktivitas (ubinan) cabe dan bawang merah.

3 KEGUNAAN 1. Evaluasi 2. Perencanaan Pembangunan 3. Penentuan kebijakan

4 SYARAT DATA STATISTIK YANG BAIK 1. OBJEKTIF yaitu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan bukan apa yang diharapkan. 2. REPRESENTATIF yaitu harus mewakili keadaan sebenarnya (berkaitan dengan sampel). 3. TELITI yaitu tingkat kesalahannya kecil.

5 LANDASAN HUKUM 1.UU no. 16 Tahun 1997 tentang statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 no. 39, Tambahan Lembaran negara Nomor 3683) 2.PP No. 51 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan statistik 3.KEPMENTAN NO. 511/Kpts/PD.310/9/2006, tentang jenis komoditi tanaman binaan Ditjen Perkebunan, Ditjen Tanaman Pangan dan Ditjen Hortikultura.

6 Data yang dihasilkan dari subdit Statistik Hortikultura  1. Data Survei Pertanian Hortikultura (SPH)  2. Direktori Perusahaan Hortikultura  3. Studi/Implementasi pengukuran produksi bawang merah Dn cabai  4.Indikator Pertanian

7 SURVEI PERTANIAN HORTIKULTURA (SPH) • Cakupan wilayah: Seluruh Indonesia • Petugas pengumpul data: Mantri Tani • Cakupan komoditas: 90 komoditas • Sarana pengumpul data : daftar isian SPH dan register kecamatan

8 DAFTAR ISIAN HORTIKULTURA NODAFTAR ISIAN SPHDAFTAR ISIAN REKAPITULASI SPH TINGKAT KAB/KOTATINGKAT PROP 1.SPH-SBSRKSPH-SBSRPSPH-SBS 2.SPH-BSTRKSPH-BSTRPSPH-BST 3.SPH-TBFRKSPH-TBFRPSPH-TBF 4.SPH-THRKSPH-THRPSPH-TH 5.SPH-ALSINRKSPH-ALSINRPSPH-ALSIN 6.SPH-BNRKSPH-BNRPSPH-BN

9 DAFTAR ISIAN HORTIKULTURA NoDaftar Isian /Cakupan KomoditasUraian 1.SPH-SBS (26 Komdts)Lap. Tan. Sayuran dan Buah2an Semusim (Bulanan) 2.SPH-BST (25 Komdts)Lap. Tan Buah2an dan Sayuran Tahunan (Triwulan) 3.SPH-TBF (15 Komdts)Lap. Tan. Biofarmaka (Triwulan) 4.SPH-TH (24 Komdts)Lap. Tan. Hias (Triwulan) 5.SPH-ALSINLap. Alat dan Mesin Pertanian Hortikultura (Tahunan) 6.SPH-BNLap. Perbenihan Hortikultuta (Tahunan)

10 DATA YANG DIKUMPULKAN N0Daftar IsianJenis Data yang Dikumpulkan (Variabel) 1SPH-SBS1.Luas tan.akhir bulan yg lalu (ha) 2.Luas panen habis/dibongkar (ha) 3.Luas panen belum habis (ha) 4.Luas rusak/tidak berhasil/puso (ha) 5.Luas penanaman baru/tambah tanam (ha) 6.Luas tan. akhir bln laporan (ha) 7.Prod. Dipanen habis/dibongkar (kw) 8.Prod. Belum habis (kw) 9.Harga jual petani per kg (Rp) 2.SPH-BST1.Jumlah tan. akhir triw.yang lalu (phn/rumpun) 2.Tan. yg dibongkar/ditebang (phn/rumpun) 3.Tan.blm menghasilkan (phn/rumpun) 4.Tan. Produktif yang menghasilkan (phn/rumpun) 5.Tan.produktif yg sedang tdk menghasilkan (ph/rm) 6.Tan.tua/rusak (pohon/rumpun) 7.Jumlah tan.akhirtriw laporan (phn/rumpun) 8.Produksi (kw) 9.Harga jual petani per kg (Rp)

11 DATA YANG DIKUMPULKAN N0Daftar IsianJenis Data yang Dikumpulkan (Variabel) 3SPH-TBF1.Luas tan.akhir triw yg lalu (m2/pohon) 2.Luas panen habis/dibongkar (m2/pohon) 3.Luas panen belum habis (m2/pohon) 4.Luas rusak/tidak berhasil/puso (m2/pohon) 5.Luas penanaman baru/tambah tanam (m2/pohon) 6.Luas tan. Akhir triw laporan (m2/pohon) 7.Prod. Dipanen habis/dibongkar (kg) 8.Prod. Belum habis (kg) 9.Harga jual petani per kg (Rp) 4.SPH-TH1.Jumlah tan. akhir triw.yang lalu (m2) 2.Luas panen habis/dibongkar (m2) 3.Luas panen belum habis (m2) 4.Luas rusak/tidak berhasil/puso (m2) 5.Luas penanaman baru/tambah tanam (m2) 6.Luas tan. Akhir triw laporan (m2) 7.Prod.Dipanen habis/dibongkar (tangk, phn,kg, rmp) 8.Prod. Belum habis (tangk, phn,kg, rmp) 9.Harga jual petani per satuan produksi (Rp)

12 DATA YANG DIKUMPULKAN N0Daftar IsianJenis Data yang Dikumpulkan (Variabel) 5.SPH-ALSIN1.Jumlah alsin kondisi baik 2.Jumlah alsin kondisi rusak 3.Jumlah alsin keseluruhan 6.SPH-BN1.Jumlah produsen benbih (unit) 2.Luas penangkaran benih (m2) 3.Produksi benih (kg/pohon) 4.Jumlah pedagang benih (orang) 5.Jumlah benih yang diperdagangkan (kg/pohon) 6.Jumlah penggunaan benih berlabel/bersertifikat (kg/pohon) 7.Jumlah penggunaan benih tidak berlabel/bersertifikat (kg/pohon)

13 Register Kecamatan Buku Register kecamatan : Hasil penaksiran luas, produksi, harga tanaman hortikultura per desa dicatat pada buku register kecamatan secara periodik sesuai dengan periode pelaporan.

14 CARA MENDAPATKAN DATA Sumber Informasi : pedagang, perangkai bunga (florist), asosiasi, koperasi, PKK, Posyandu,UPGK, Balai Benih Hortikultura, UPT Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB TPH) Cara Penaksiran Luas tanaman/ panen Jumlah PohonProduksiHarga Petani Informasi Petani/Kelompok tanixxxX Laporan Petani/Kelompok tani ke Kadesxxx Banyaknya benih yang digunakanXX X (luas panen dan rata-rata hasil) Eye estimate (perkiraan pengamatan lapang)X (luas baku) X (luas baku dan jarak tanam) X(luas baku, jarak tanam dan jumlah tanaman) Sumber Informasi Lainx Pedagang pengumpul, asosiasi, koperasi Pedagang pengumpul/ di desa, asosiasi, koperasi

15 Pelaporan Data SPH Jadwal Pelaporan SPH :  Daftar Isian frekuensi Jawa *) Luar Jawa *) SPH-SBS bulanan Tgl 5 setelah tgl 10 stlh bln berakhir bln berakhir SPH-BST tgl 5 setelah tgl 10 stlh SPH-TBF triwulanan trw berakhir trw berakhir SPH-TH SPH-ALSIN tahunantgl 5 setelah tgl 10 stlh SPH-BN thn berakhir thn berakhir

16 Pelaporan Rekapitulasi SPH Daftar IsianFrekuensiJawaLuar Jawa Kab/KotaPropinsiKab/KotaPropinsi Rekap SPH-SBSBulananTgl 10 setelah bln bersangkutan berakhir Tgl 20 setelah bln bersangkutan berakhir Tgl 15 setelah bln bersangkutan berakhir Tgl 25 setelah bln bersangkutan berakhir Rekap SPH-BSTTriwulananTgl 10 setelah triwulan bersangkutan berakhir Tgl 20 setelah triwulan bersangkutan berakhir Tgl 15 setelah triwulan bersangkutan berakhir Tgl 25 setelah triwulan bersangkutan berakhir Rekap SPH-TBFTriwulananSda Rekap SPH-THTriwulananSda Rekap SPH-AlsinTahunanTgl 10 Januari tahun berikutnya Tgl 20 Januari tahun berikutnya Tgl 15 Januari tahun berikutnya Tgl 25 Januari tahun berikutnya Rekap SPH-BNTahunansda

17 ORGANISASI LAPANG

18 Lanjutan Organisasi lapang Tugas dan Tanggung Jawab 1. Petugas kecamatan mengumpulkan data di lapang dan menyampaikan ke Diperta Kab/Kota 2. Diperta Kab/Kota memeriksa kelengkapan data dan kebenaran isian laporan kemudian membuat RKSPH. Dokumen RKSPH dikoordinasikan dengan BPS Kab/Kota kemudian dikirim ke Diperta Propinsi 3. BPS Kabupaten/Kota memeriksa kelengkapan data dan melakukan validasi isian daftar SPH, melakukan entry data dan mengirimkan hasil ke BPS Propinsi

19 Lanjutan Organisasi lapang 4. Diperta Propinsi memeriksa kelengkapan data dan melakukan validasi isian laporan RKSPH dan membuat RPSPH. Hasil RPSPH dikoordinasikan/disinkronkan dengan BPS Propinsi untuk menyusun ASEM dan ATAP daerah 5. BPS, Ditjen Hortikultura serta Pusdatin Pertanian berkoordinasi untuk melakukan kompilasi dan validasi untuk menghasilkan data nasional.

20 Arus Pelaporan Daftar Isian Statistik Pertanian Hortikultura

21 Arus Pelaporan Rekapitulasi Statistik Pertanian Hortikultura

22 PEMBULATAN ANGKA Semua isian Daftar Isian SP Adalah dalam bilangan bulat. Cara pembulatan: 1. Semua bilangan di belakang koma yang nilainya kurang dari 0,5 dibulatkan ke bawah. 2. Semua bilangan di belakang koma yang nilainya lebih dari 0,5 dibulatkan ke atas. 3. Semua bilangan di belakang koma yang nilainya sama dengan 0,5 dan bilangan didepannya bilangan bulat, maka dibulatkan ke bawah. 4. Semua bilangan di belakang koma yang nilainya sama dengan 0,5 dan bilangan didepannya bilangan ganjil, maka dibulatkan ke atas.

23 SPH-SBS, SPH-BST, SPH-TBF, SPH-TH, SPH-ALSIN, SPH-BN a) CAKUPAN WILAYAH :  Seluruh kecamatan di Indonesia. b) PETUGAS PENGUMPUL DATA :  KCD/Mantri Tani d) JUMLAH RANGKAP :  4 rangkap (BPS Propinsi,BPS Kabupaten/Kota, Diperta Kabupaten/Kota, Arsip KCD)

24 SPH-SBS (Laporan Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim) TANAMAN SAYURAN SEMUSIM): adalah tanaman sumber vitamin,mineral dan lain- lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa daun, bunga,buah dan umbinya, yang berumur kurang dari satu tahun. Tidak dibedakan tanaman yang ditanam di daerah dataran tinggi dan dataran rendah, begitu juga yang ditanam di lahan sawah dan lahan bukan sawah

25 SPH-SBS (Laporan Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim) a) TANAMAN SAYURAN SEMUSIM (< 1 tahun): - Dipanen sekaligus : adalah tanaman sehabis panen langsung dibongkar. Contoh :bw. merah, bw. putih, bw. daun, kentang, kol/kubis, kembang kol, petsai/sawi, wortel,lobak dan kacang merah. - Dipanen berulang kali/lebih dari satu kali : adalah tanaman yang dipanen lebih dari satu kali. Contoh : kacang panjang, cabe besar, cabe rawit, paprika, jamur, tomat, terung, ketimun,buncis, labu siam, kangkung dan bayam.

26 SPH-SBS (Lanjutan) b) TANAMAN BUAH-BUAHAN SEMUSIM : Adalah tanaman sumber vitamin, mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa buah, berumur kurang dari 1 tahun, dapat berbentuk rumpun, menjalar dan berbatang lunak. Contoh :semangka, melon, blewah dan stroberi c) HARGA JUAL PETANI: adalah rata-rata harga jual petani per satuan yang telah ditentukan pada masing-masing komoditas yang dihitung dalam rupiah di tingkat petani yang berlaku umum di kecamatan pada periode laporan. Formuir DAFTAR ISIAN SPH-SBS

27 PEMERIKSAAN DAFTAR SPH-SBS ( LAPORAN TANAMAN SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN SEMUSIM ) Pemeriksaan daftar pada bulan laporan :  Kolom (8) = kol (3) – kol (4) – kol (6) + kol (7)  Kolom (9) harus terisi bila kol (4) ada isian  Kolom (10) harus terisi bila kol (5) ada isian  Kolom (11) harus terisi bila kol (9) dan atau kol (10) ada isian Pemeriksaan daftar antar bulan laporan :  Kolom (3) bulan laporan = kolom (8) bulan lalu

28 SPH-BST ( LAPORAN TANAMAN BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN TAHUNAN ) a. TANAMAN BUAH-BUAHAN TAHUNAN :

29 Lanjutan SPH-BST b. TANAMAN SAYURAN TAHUNAN Contoh : melinjo, petai, jengkol c. TANAMAN PRODUKTIF : Adalah tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan yang sudah pernah/memberikan hasil pada triwulanan laporan, walaupun pada periode laporan sedang tidak menghasilkan, akan tetapi masih dapat diharapkan hasilnya pada periode berikutnya. d. TANAMAN PRODUKTIF yang MENGHASILKAN Adalah tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan yang pada triwulanan bersangkutan dipetik hasilnya (dipanen). Dengan demikian tanaman produktif menghasilkan tidak termasuk tanaman yang belum dipetik hasilnya karena masih muda atau sedang berbunga.

30 PEMERIKSAAN SPH-BST ( LAPORAN TANAMAN BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN TAHUNAN ) Pemeriksaan daftar pada bulan laporan :  Kolom (10) = kol (3) - kol (4) + kol (5) = kol (6) + kol (7) + kol (8) + kol (9)  Jika Kolom (7) ada isian maka kolom (11) harus ada isian  Jika Kolom (11) ada isian maka kolom (12) harus ada isian Pemeriksaan daftar antar bulan laporan :  Kolom (3) triwulan laporan = kolom (10) triwulan yang lalu

31 SPH-TBF LAPORAN TANAMAN BIOFARMAKA a) Cakupan pengumpulan data tanaman biofarmaka melalui SPH-TBF adalah pada usaha budidaya yang mempunyai tujuan komersial (jika sebagian/seluruh hasilnya untuk dijual) b) Tanaman Biofarmaka Tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan, kosmetik dan kesehatan yang dikonsumsi atau digunakan dari bagian-bagian tanaman seperti daun, batang, bunga, buah, umbi (rimpang) ataupun akar. Tanaman biofarmaka dibedakan 2 Kelompok yaItu : 1. Rimpang : terdiri dari jahe, laos/lengkua, kencur, kunyit, lempuyang, temulawak, temukunci, temuireng dan dlingo/dringo 2. Non Rimpang : terdiri dari kapulaga, mengkudu/pace, mahkota dewa, keji beling, sambiloto dan lidah buaya. DAFTAR ISIAN SPH-TBF DAFTAR ISIAN SPH-TBF

32 PEMERIKSAAN SPH-TBF LAPORAN TANAMAN BIOFARMAKA Pemeriksaan daftar pada bulan laporan :  Kolom (8) = kol (3) - kol (4) – kol (6) + kol (7)  Kolom (4) ada isian maka kol (9) harus ada isian  Kolom (5) ada isian maka kol (10) harus ada isian  Kolom (11) harus ada isian jika kol (9) dan atau kol (10) ada isian Pemeriksaan daftar antar bulan laporan :  Kolom (3) Triwulan laporan = kolom (8) triwulan lalu

33 SPH-TH LAPORAN TANAMAN HIAS a) Cakupan pengumpulan data tanaman hias melalui SPH-TH adalah pada usaha budidaya yang mempunyai tujuan komersial (jika sebagian/seluruh hasilnya untuk dijual) b) Tanaman Hias Adalah tanaman yang mempunyai nilai keindahan dan estetika baik karena bentuk tanaman, warna dan bentuk daun, tajuk maupun bentuk pohon/batang, warna dan keharuman bunganya, sering digunakan sebagai penghias pekarangan, taman atau ruangan di rumah, gedung perkantoran, hotel, restauran maupun untuk kelengkapan upacara adat dan keagamaan. DAFTAR ISIAN SPH-TH

34 PEMERIKSAAN SPH-TH LAPORAN TANAMAN HIAS Pemeriksaan daftar pada bulan laporan :  Kolom (8) = kol (3) - kol (4) – kol (6) + kol (7)  Kolom (4) ada isian maka kol (9) harus ada isian  Kolom (11) harus ada isian jika kol (9) dan atau kol (10) ada isian Pemeriksaan daftar antar bulan laporan :  Kolom (3) triwulan laporan = kolom (8) triwulan lalu

35 SPH-ALSIN ( ALAT & MESIN PERTANIAN HORTIKULTURA) a) ALSIN Pertanian Hortikultura meliputi : 1. Alsintan Budidaya 2. Alsintan Panen/Pasca Panen 3. Alsintan Pengolahan b) Kolom (5) merupakan penjumlahan kol. (3) & kol. (4)

36 SPH-BN ( LAPORAN PERBENIHAN HORTIKULTURA) a) Produsen/Penangkar Benih : orang, perusahaan, badan hukum atau instansi yang memproduksi benih untuk diedarkan atau diperdagangkan. Antara lain :penangkar benih,Balai benih hortikultura dan instalasinya, Balai penelitian yang memproduksi benih horti, BUMN dan BUMD yang bergerak dibidang produksi benih, dan perusahaan swasta. b) Jika penangkarkan lebih dari satu jenis tanaman, maka dihitung untuk setiap jenis tanaman. c) Pedagang/Penyalur Benih: orang (perorangan), badan hukum atau instansi pemerintah yang melakukan kegiatan atau serangkaian kegiatan dalam rangka menyalurkan benih kepada masyarakat, baik untuk diperdagangkan maupun tidak. d) Jika menjual lebih dari satu jenis tanaman, maka dihitung pada masing-masing jenis tanaman DAFTAR ISIAN SPH-BN

37 PEMERIKSAAN SPH-BN (LAPORAN PERBENIHAN HORTIKULTURA)  Kolom (3) terisi maka kolom (4) dan kolom (5) harus ada isian kecuali bila penangkar tersebut baru mulai tanam dan belum pernah menghasilkan benih maka kolom (5) kosong/tidak ada isian  Kolom (6) terisi maka kolom (7) harus ada isian

38 PENGOLAHAN DATA A.Tahapan Pengolahan daftar isian SPH dilakukan di daerah. 1. Penerimaan Dokumen 2. Penyuntingan,Penyandian & Pemeriksaan 3. Entry data dan Imputasi B. Pengolahan menggunakan Sistem Informasi Pengolahan Hortikultura (SIMSPH)

39 PELAPORAN 1. Pelaporan Kab.( RKSP), rangkap 3: BPS propinsi, diperta,arsip dinas kab. 2. Pelaporan Prop.(RPSP), rangkap 3: Dirjen Horti, BPS prop, arsip diperta RKSP DAN RPSP DAPAT DIPEROLEH DARI Program Pengolahan yang Disediakan

40 1. Publikasi, Statistik tanaman sayuran dan buah semusim. 2. Publikasi, Statistik tanaman buah dan sayuran tahunan. 3. Publikasi tanaman hias 4. Publikasi tanaman biofarmaka PENYAJIAN DATA HORTIKULTURA

41 PERMASALAHAN 1. Pengisian kuesioner belum lengkap terutama kolom produksi. 2. Untuk tanaman semusim, pengisian luas panen belum habis tidak konsisten pada bulan,triwulan selanjutnya. 3. Untuk tanaman buah, terjadi perubahan tanaman produktif yang terlalu tinggi antar triwulan.

42 PEMECAHAN MASALAH  Menggunakan Buku Register yang telah disediakan dengan memperhatikan : 1. Konsistensi antar periode laporan 2. Memperhitungkan umur tanaman pada pengisian luas panen 3. jumlah tanaman produktif setiap triwulan  Melakukan pengamatan lapang.

43 DIREKTORI PERUSAHAAN HORTIKULTURA  Tujuan : Untuk memperoleh data perusahaan hortikultura  Kuesioner:  VP-HORTI, Memperoleh data statistik hortikultura yang akurat untuk perencanaan pembangunan (Maret-Juli)  CL - HORTI, Penyusunan Direktori Perusahaan Hortikultura (Januari-Maret)  CPH-BPS RI, : Perusahaan berbadan hukum yang melakukan budidaya tanaman Hortikultura dan menguasai lahan untuk budidaya tanaman hortikultura (April-Mei)

44 STUDI/IMPLEMENTASI PENGUKURAN PRODUKSI CABAI DAN BAWANG MERAH  Tujuan : meningkatkan akurasi pengukuran produksi pada komoditi strategis  Cakupan: 5 propinsi (Jabar,Jateng,Jatim, Yogya,Sumut)  Periode pelaksanaan: Triwulan III ( Juli-September)  Metode: pengukuran produksi dengan ubinan 5 tanaman x 5 tanaman untuk cabai dan 5 rumpun x 5 rumpun untuk bawang merah.

45 Indikator Pertanian Indikator Pertanian merupakan publikasi tahunan BPS Tujuan : 1. Memberikan gambaran mengenai perkembangan sektor pertanian secara umum di Indonesia melalui indeks produksi 2. Memberikan informasi penunjang untuk perencanaan, memonitor dan evaluasi perkembangan sektor pertanian. Sumber: Data sekunder dari semua subsektor


Download ppt "GAMBARAN KEGIATAN PENYEDIAAN DATA HORTIKULTURA. STATISTIK HORTIKULTURA  Kebijakan dan sasaran program hortikultura akan dapat terlaksana dengan baik."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google