Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

VISKA ARMALINA, S.T., M.Eng. KECERDASAN BUATAN. KRITERIA PENILAIAN  Kehadiran : 10%  Keaktifan : 20%  Presentasi : 10%  Tugas : 10%  Quiz : 10% 

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "VISKA ARMALINA, S.T., M.Eng. KECERDASAN BUATAN. KRITERIA PENILAIAN  Kehadiran : 10%  Keaktifan : 20%  Presentasi : 10%  Tugas : 10%  Quiz : 10% "— Transcript presentasi:

1 VISKA ARMALINA, S.T., M.Eng. KECERDASAN BUATAN

2 KRITERIA PENILAIAN  Kehadiran : 10%  Keaktifan : 20%  Presentasi : 10%  Tugas : 10%  Quiz : 10%  UTS : 20%  UAS : 20%

3 KESEPAKATAN  Datang tepat waktu (terlambat > 15 menit dianggap tidak hadir).  Menghadiri kuliah sampai berakhir  Tidak ada dering HP  Jika ingin mengikuti kuliah susulan di kelas lain, harus ada konfirmasi ketidakhadiran sebelumnya disertai dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan. (Berlaku mulai pertemuan kedua dan seterusnya).

4 MATERI  Definisi Kecerdasan Buatan  Perbandingan Kecerdasan Buatan dengan Kecerdasan Alami  Perbedaan komputasi kecerdasan buatan dengan komputasi konvensional  Sejarah Kecerdasan Buatan  Ruang lingkup/Area Kecerdasan Buatan  Konsep dasar Soft Computing

5 PENDAHULUAN  Kecerdasan buatan  salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia.

6 DEFINISI KECERDASAN BUATAN (AI) (1) Definisi AI dibagi menjadi 4 kategori : 1. Sistem yang dapat berpikir seperti manusia  Thinking Humanly 2. Sistem yang dapat bertingkah laku seperti manusia  Acting Humanly 3. Sistem yang dapat berpikir secara rasional  Thinking Rationally 4. Sistem yang dapat bertingkah laku secara rasional  Acting Rationally

7 PERBANDINGAN KECERDASAN BUATAN DENGAN KECERDASAN ALAMI 1. Kecerdasan buatan lebih bersifat PERMANEN. 2. Kecerdasan buatan lebih MUDAHdiduplikasi dan disebarkan. 3. Kecerdasan buatan relatif lebih MURAH dibanding dengan kecerdasan alami. 4. Kecerdasan buatan bersifat KONSISTEN dan TELITI. 5. Kecerdasan buatan dapat didokumentasi. 6. Kecerdasan buatan dapat mengerjakan beberapa pekerjaan dengan lebih CEPAT dan lebih BAIK dibanding kecerdasan alami.

8 PERBEDAAN KOMPUTASI AI dengan KOMPUTASI KONVENSIONAL DimensiAIPemrograman Konvensional PemrosesanMengandung konsep simbolik Algortimik Sifat InputTidak harus lengkapHarus lengkap PencarianKebanyakan bersifat Heuristik Biasanya didasarkan pada algoritma KeteranganDisediakanTidak disediakan FokusPengetahuanData dan Informasi StrukturKontrol dipisahkan dari pengetahuan Kontrol terintegrasi dengan infomasi (data) Sifat OutputKuantitatifKualitatif Pemeliharaan dan Update MudahSulit Kemampuan MenalarYaTidak

9 SEJARAH KECERDASAN BUATAN (1)  Pada tahun 1950-an para peneliti mulai memikirkan bagaimana caranya agar mesin dapat melakukan pekerjaan seperti yang dikerjakan manusia.  Alan Turing (matematikawan Inggris) membuat Turing Tes  mesin menyamar seolah-olah sebagai sesorang dalam suatu permainan yang mampu memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diberikan.

10 SEJARAH KECERDASAN BUATAN (2)  Turing beranggapan jika mesin dapat membuat sesorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi dengan orang lain, maka dapat dikatakan mesin tersebut CERDAS (seperti layaknya manusia).  AI dimunculkan oleh John McCarthy (profesor dari Massachusetts Institute of Technology) tahun 1956 pada Darmouth Conference yang dihadiri oleh para peneliti AI.

11 SEJARAH KECERDASAN BUATAN (3)  Konferensi tersebut mendefinisikan tujuan utama AI, yaitu : mengetahui dan memodelkan proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan kelakuan manusia tersebut.  Beberapa program AI yang dibuat tahun : 1. Logic Theorist, diperkenalkan di Darmouth Conference  dapat membuktikan teorema matematika.

12 SEJARAH KECERDASAN BUATAN (4) 2. Sad Sam  diprogram oleh Robert K. Lindsay (1960)  dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang didengar dalam percakapan. 3. ELIZA  diprogram oleh Joseph Weizenbaum (1967)  mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan.

13 RUANG LINGKUP/AREA AI 1. Sistem Pakar 2. Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language processing) 3. Pengenalan Ucapan (Speech recognition) 4. Robotika dan Sistem Sensor 5. Computer Vision 6. Intelligent Computer-aided Instruction 7. Game Playing

14 SOFT COMPUTING  Definisi menurut Prof.Lotfi A. Zadeh (1992) “Soft computing : koleksi dari beberapa metodologi yang bertujuan untuk mengeksploitasi adanya toleransi terhadap ketidaktepatan, ketidakpastian, dan kebenaran parsial untuk dapat diselesaikan dengan mudah, robustness, dan biaya penyelesaiannya murah.”

15 UNSUR-UNSUR POKOK SOFT COMPUTING  1. Sistem Fuzzy  2. Jaringan Syaraf Tiruan  3. Probabilistic Reasoning  4. Evolutionary Computing

16 HUBUNGAN ANTARA FUZZY/PROBABILISTIC REASONING, JARINGAN SYARAF TIRUAN, SISTEM EVOLUSIONER, dan AI KONVENSIONAL

17 KARAKTERISTIK SOFT COMPUTING a. Soft computing memerlukan keahlian manusia, representasi dalam bentuk aturan  (IF – THEN). b. Model komputasinya diilhami oleh proses biologis. c. Soft computing merupakan teknik optimasi baru. d. Soft computing menggunakan komputasi numeris. e. Soft computing memiliki toleransi kegagalan (meskipun kualitasnya semakin memburuk).


Download ppt "VISKA ARMALINA, S.T., M.Eng. KECERDASAN BUATAN. KRITERIA PENILAIAN  Kehadiran : 10%  Keaktifan : 20%  Presentasi : 10%  Tugas : 10%  Quiz : 10% "

Presentasi serupa


Iklan oleh Google