Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TEKNIK BERMAIN PERAN (DRAMA) Disusun oleh : AKHMAD FAUZI, S.Pd Guru bahasa Indonesia SMP NEGERI 3 JENGGAWAH Jenggawah, Agustus 2010

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TEKNIK BERMAIN PERAN (DRAMA) Disusun oleh : AKHMAD FAUZI, S.Pd Guru bahasa Indonesia SMP NEGERI 3 JENGGAWAH Jenggawah, Agustus 2010"— Transcript presentasi:

1

2 TEKNIK BERMAIN PERAN (DRAMA) Disusun oleh : AKHMAD FAUZI, S.Pd Guru bahasa Indonesia SMP NEGERI 3 JENGGAWAH Jenggawah, Agustus 2010

3 STANDAR KOMPETENSI • Memahami teks drama dan novel remaja • Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis kreatif naskah drama • Mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran • Mengapresiasi pementasan drama

4 KOMPETENSI DASAR • Mengidentifikasi unsur intrinsik teks drama • Menulis kreatif naskah drama dengan memperhatikan keaslian ide dan kaidah penulisan • Bermain peran sesuai dengan naskah yang ditulis siswa Bermain peran dengan cara improvisasi sesuai dengan kerangka naskah yang ditulis siswa • Menanggapi unsur pementasan drama • Mengevaluasi pemeran tokoh dalam pementasan drama 1

5 Indikator • satu babak dengan memperhatikan kaiMengidentifikasi unsur intrinsik teks drama • Menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan keaslian ide Menulis kreatif naskah drama dah penulisan naskah drama • Bermain peran sesuai dengan naskah yang ditulis siswa • Bermain peran dengan cara improvisasi sesuai dengan kerangka naskah yang ditulis siswa • Menanggapi unsur pementasan drama • Mengevaluasi pementasan drama tentang hubungan watak tokoh dan dialognya dan watak tokoh dengan perilakunya

6 BANDINGKAN !!!!!!!!!

7 RENUNGKAN…………..

8 Bagi bagi dong

9 Hasil Renungan : • Busyet, masa kita kalah • Alah…… itu kan akal-akalan presenter • Benarnya, kemana itu potensi • Saya harus bisa • Tapi butuh bantuan • Emang gue pikiran • Bla…bla…bla….

10 Bagaimana dengan ini

11 LANGKAH AWAL : YO, KITA KULITI PENGERTIAN DRAMA : Drama adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media percakapan(dialog), gerak dan tingkah laku.

12 LANGKAH AWAL : YO, KITA KULITI PENGERTIAN NASKAH DRAMA : Naskah di sini diartikan sebagai bentuk tertulis dari suatu drama. Sebuah naskah walaupun telah dimainkan berkali-kali, dalam bentuk yang berbeda-beda, naskah tersebut tidak akan berubah mutunya. Sebaliknya sebuah atau beberapa drama yang dipentaskan berdasarkan naskah yang sama dapat berbeda mutunya. Hal ini tergantung pada penggarapan dan situasi, kondisi, serta tempat dimana dimainkan naskah tersebut. Selain dialog, sebuah naskah yang baik harus memiliki tema, tokoh dan plot atau rangka cerita.

13 LANGKAH AWAL : YO, KITA KULITI PENGERTIAN PEMAIN DRAMA : Orang yang memainkan naskah drama di atas pentas dengan maksud untuk memberikan kepuasan kepada penonton.

14 LANGKAH AWAL : YO, KITA KULITI Tema Tema adalah rumusan inti sari cerita yang dipergunakan dalam menentukan arah dan tujuan cerita. Dari tema inilah kemudian ditentukan tokoh-tokohnya. Dialog Dialog berisikan kata-kata. Dalam drama para tokoh harus berbicara dan apa yang diutarakan mesti sesuai dengan perannya, dengan tingkat kecerdasannya, pendidikannya, dsb. Dialog berfungsi untuk mengemukakan persoalan, menjelaskan perihal tokoh, menggerakkan plot maju, dan membukakan fakta.

15 LANGKAH AWAL : YO, KITA KULITI Plot Plot adalah alur atau kerangka cerita. Plot merupakan suatu keseluruhan peristiwa didalam naskah. Secara garis besar, plot drama dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:

16 Plot Pemaparan (eksposisi) Bagian pertama dari suatu pementasan drama adalah pemaparan atau eksposisi. Pada bagian ini diceritakan mengenai tempat, waktu dan segala situasi dari para pelakunya. Kepada penonton disajikan sketsa cerita sehingga penonton dapat meraba dari mana cerita ini dimulai. Jadi eksposisi berfungsi sebagai pengantar cerita. Pada umumnya bagian ini disajikan dalam bentuk sinopsis.

17 Plot Komplikasi awal atau konflik awal Kalau pada bagian pertama tadi situasi cerita masih dalam keadaan seimbang maka pada bagian ini mulai timbul suatu perselisihan atau komplikasi. Konflik merupakan kekuatan penggerak drama.

18 Plot Klimaks dan krisis Klimaks dibangun melewati krisis demi krisis. Krisis adalah puncak plot dalam adegan. Konflik adalah satu komplikasi yang bergerak dalam suatu klimaks.

19 Plot Penyelesaian (denouement) Drama terdiri dari sekian adegan yang di dalamnya terdapat krisis-krisis yang memunculkan beberapa klimaks. Satu klimaks terbesar dibagian akhir selanjutnya diikuti adegan penyelesaian.

20 Unsur lain, ….yoooo! •B•Bloking. panggung •S•Setting. Make up •G•Gestur. kostum •E•Ekspresi •I•Intonasi •P•Perwatakan •i•improvisasi

21 Terima kasih Belajal yang baik ya…????????? Bial jadi anak pintal kayak saya. NILAI DLAMA SAYA DAPAT SELATUS…… SUUUUEEEEL…..DECH !!! Belajal yang baik ya…????????? Bial jadi anak pintal kayak saya. NILAI DLAMA SAYA DAPAT SELATUS…… SUUUUEEEEL…..DECH !!!


Download ppt "TEKNIK BERMAIN PERAN (DRAMA) Disusun oleh : AKHMAD FAUZI, S.Pd Guru bahasa Indonesia SMP NEGERI 3 JENGGAWAH Jenggawah, Agustus 2010"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google