Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP KULIAH RUMINOLOGI PENGUKURAN DEGRADABILITAS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP KULIAH RUMINOLOGI PENGUKURAN DEGRADABILITAS."— Transcript presentasi:

1 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP KULIAH RUMINOLOGI PENGUKURAN DEGRADABILITAS

2 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Pengukuran degradabilitas nutrien pada ruminansia : 1.In vitro 2.In sacco/ in situ 3.In vivo

3 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Kegunaan percobaan in vitro, untuk meneliti : 1.Pencernaan bahan kering/organik, serat, dan faktor-faktor yang memengaruhinya dari hijauan maupun ransum 2.Evaluasi protein pakan dan penggunaan NPN 3.Kualitas bahan pakan/ hijauan berdasar pada produksi VFA total/parsial, N-NH3, gas, dll 4.Evaluasi TDN/ energi 5.Kemampuan mikrobia rumen dalam memfermentasi metabolit sekunder

4 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP KEUNTUNGAN PERCOBAAN IN VITRO 1.Mengurangi pengaruh dari hospes 2.Resiko kematian ternak nihil 3.Lebih hemat biaya 4.Waktu lebih singkat

5 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Faktor faktor yang perlu diperhatikan dalam percobaan in vitro : 1.Preparasi sampelPreparasi sampel 2.Larutan penyangga dan media nutrienLarutan penyangga dan media nutrien 3.Sumber inokulum: a. hospes b. cara pengambilan 4. pH optimal. pH optimal 5. Suhu fermentasi/inkubasi 6. Periode fermentasi 7. Aerasi dan agitas 8. Mengakhiri fermentasi 9. Prosedur analisis : a. batch culture b. continous culture

6 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP 1.Preparasi sampel : a.Kolekting b.Fraksi morfologi c.Pengeringan d.Grinding e.Penimbangan Macam hijauanFreeze driedAir dried (20-30 o C) Oven dried (100 o C) Alfalfa, leaves Alfalfa, stems Alfalfa aerial Bromes, leaves Bromes, stems Bromes, aerial 72,3 55,3 67,9 67,4 63,0 68,8 70,3 52,5 63,8 66,7 61,5 68,0 67,5 52,2 62,0 64,0 60,6 65,4 Pengaruh pengeringan pada KcBO in vitro

7 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Larutan penyangga dan beberapa modifikasinya Komponen buffer NH 4 HCO 3 NaHCO 3 Na 2 HPO 4.12H 2 O KH 2 PO 4.H 2 O MgSO 4.7H 2 O CaCl 2.2H 2 O MnCl 2.4H 2 O CoCl 2.6H 2 O FeCl 3.6H 2 O KCl Mg 2 H 2 O NaCl Urea Glukosa -VV--V---VV----VV--V---VV--- -VV-VV---V-----VV-VV---V---- VVVVVVVVV-----VVVVVVVVV VV--V---VVV---VV--V---VVV-- -VV-VV---V-V---VV-VV---V-V-- -VV-VV---V-V---VV-VV---V-V-- -VV-VV---V-VVV-VV-VV---V-VVV Keterangan : 1 = Egan (1980); 2= Johnson (1966); 3= Banerjee (1979); 4= Tilley and Terry; 5= Troelsen procedure; 6= Barnes modification; 7= Moore modification

8 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Pengaruh pH rumen pada pertumbuhan bakteri dan produksi asam Kurangnya buffer rumen pH turun Penggunaan KH (serat, pektin) ATP dari KH (gula, pati) Produksi ATP turun Protein mikrobia (bakteri) Hilangnya energi, asam laktat dan VFA

9 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Prosedur Standar Percobaan In Situ (Nylon Bag) 1.Ransum basal 2.Karakteristik kantong 3.Karakteristik sampel 4.Karakteristik hewan percobaan 5.Ulangan 6.Kondisi inkubasi 7.Cara pencucian kantong 8.Koreksi terhadap mikrobia 9.Analisis data

10 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Rekomendasi Standard Percobaan In Situ (Broderick and Cochran, 2000) ItemRekomendasi Ransum basal : - Tipe - Aras Pemberian Rasio Hay/Konsentrat= 60:40 Untuk maintenance Kantong : - Bahan - Porositas - Sampel : surface area Polyester µm mg/cm Sample grind size : - konsentrat - hijauan 2 mm Animal spesiesSapi atau domba Replication : animal time sac Kondisi inkubasi : posisi di rumen waktu Ventral sac Sesuai kurva & pakan dievaluasi PencucianMesin Standart ransumDilakukan jika ada Koreksi mikrobiaDilakukan jika terdeteksi

11 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP persamaan eksponensial : P = a + b (1 – e –ct ), dimana P = degradasi pakan pada waktu t (%) a = intersep dengan sumbu Y, bahan yang hilang dalam waktu 0 jam b = fraksi bahan yang lambat di degradasi c = laju degradasi fraksi b t = waktu inkubasi Untuk menghitung degradasi efektif ruminal (DEF) pakan digunakan rumus : DEF = a + { (b x c)/(c + k)} dimana k merupakan laju aliran partikel keluar rumen, pada persamaan Orskov dan McDonald diasumsikan k = 0,05 per jam.

12 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Tabel. Nilai a, b, c dan DEF Bahan Pakan Limbah Agroindustri Bahan Pakana (%)b (%) (%)a + bDEF (%) Degradasi BK Dedak 25,73 cd 33,31 de 0,014 a 59,0449,95 de Onggok39,70 b 41,10 cd 0,09 ab 80,8065,24 b Polard57,23 a 27,02 e 0,15 a 84,2577,20 a Bk kedelai 19,81 cde 73,69 a 0,06 b 93,5060,94 bc Bk kelapa 29,15 bc 54,06 b 0,04 b 83,2153,86 cd Bk sawit 16,55 de 57,83 b 0,06 b 74,3848,33 de R gajah11,32 e 48,75 bc 0,09 ab 60,07 42,76 e

13 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP In Vivo (intake and nutrient digestibility measure) Hari KeJenis Kegiatan 1Menimbang domba, meletakkan dalam kandang individual, mengawali ransum percobaan Menghitung konsumsi pakan (ad libitum), pemberian dan sisa diukur setiap hari 15Koleksi ransum, air minum Koleksi sisa pakan Koleksi fesesTimbang ternak periksa darah 16® 17®® 18®®®.®®®.®®®.®®®.®®®.®®® 25®®® 26®® 27® 28®

14 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Efisiensi penggunaan energi heksosa: E = 0,622pa + 1,092pp + 1,56pb x 100 pa + pp + 2 pb Produksi metan (CH4) : M (mM) = 0,5a – 0,25p + 0,5b

15 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Tabel. 1. Susunan dan Kandungan nutrien ransum No.Bahan PakanR-0R-1R-2R-3R Rmp raja Pc tebu Onggok Dd padi Wheat bran Ampas tahu Bulu ayam Protein,% TDN Karbohidrat NDF Serat kasar KH non serat Zn, ppm

16 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Tabel 2. Hasil Fermentabilitas Ransum isonutrien ParameterR-0R-1R-2R-3R-4 KcBK, % KcBO, % N-NH3, mM VFA total, mM C2 C3 C4 Iso (C4 + C5) Rasio C2/C ab a ab a a 9.26 a a ab ab a b b 8.62 ab b a ab b 70.0 c b 7.86 b b a b ab bc b 7.93 b b b ab ab bc 21.3 b 8.39 b b

17 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP KARBOHIDRAT PROTEIN NPN Monomer Asam amino deaminase NH 3 Micr.Growth  NH 3 + ATP (32 g Ni/kg Omf) d NH 3 + ATP  microb growth (16 g Ni/kg Omf) d VFA : 6,9 a A : 0,60 b P : 0,25 B : 0,15 CO H 2  CH 4 : 1,7 VFA : 6,1 ac A : 0,40 b P+iB: 0,28 B : 0,12 iV : 0,13 V : 0,07 CO H 2  CH 4 : 1,0 a Reaksi dalam rumen dan kemungkinan modifikasinya

18 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP TUJUAN MANIPULASI RUMINAL Tujuan akhir : meningkatkan produktivitas ternak Tujuan khusus : 1.Melindungi protein, pati, gula, asam lemak esensial dari degradasi mikrobia rumen  nutrien dapat dicerna oleh enzim hospes 2.Komponen nutrien yang tidak tercerna oleh enzim ternak di abomasum dan intestinum dapat dicerna oleh mikrobia rumen (KH struktural, pektin, NPN)

19 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Modifikasi ruminal dapat dilakukan melalui cara: 1 - Perlakuan pada karbohidrat (struktural & nonstruktural) ransum agar laju dan tingkat fermentasi optimal (perlakuan fisik/ kimiawi) 2 dan 3- mencegah proteolisis dan deaminasi secara kimiawi (aldehid, tanin, inhibitor protease/ deaminase) atau fisik (pemanasan, kapsulasi) 4 – menghambat produksi CH 4 dan mengubah proporsi molar VFA 5 – meningkatkan produksi protein mikrobia melalui efisiensi proses (meningkatkan jumlah BO terfermentasi) 6 – sinkronisasi pelepasan N protein dengan fermentasi karbohidrat dan mencegah toksisitas urea

20 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Modifikasi Fermentasi Ruminal melalui aditif pakan pada aspek metabolisme aditif Ionophore : Monensin Lasalocid Tetronacin Antibiotika : Erythromycin Bacitracin Kanamycin Penicillin : degradasi serat 2 : proteolisis 3 : deaminase 4 :produksi VFA dan proporsinya 5 : produksi metan 6 : produksi laktat 7 : jumlah protozoa 8 : pertumbuhan dan efisiensi mikrobia 9 : kinetika digesti 10 : level NH3 rumen 11 : konversi Tryp  3-metilindol

21 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Modifikasi Fermentasi Ruminal melalui aditif pakan pada aspek metabolisme (Lanjutan) aditif Inhibitor CH 4 Cl & Br-CH4 analog As. Lmk rantai panjang & derivat Inhibitor protease / deaminase: Dairyiodonium EDTA Cr 2+, Sn 2+, Zn 2+, Cu 2+, Ag 2+ 1 : degradasi serat 2 : proteolisis 3 : deaminase 4 :produksi VFA dan proporsinya 5 : produksi metan 6 : produksi laktat 7 : jumlah protozoa 8 : pertumbuhan dan efisiensi mikrobia 9 : kinetika digesti 10 : level NH3 rumen 11 : konversi Tryp  3-metilindol

22 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Modifikasi Fermentasi Ruminal melalui aditif pakan pada aspek metabolisme aditif Growth factor: IsoC4-C5 Niasin Tiamin Buffer : NaHCO 3, CaCO 3, MgO, Na 2 CO : degradasi serat 2 : proteolisis 3 : deaminase 4 :produksi VFA dan proporsinya 5 : produksi metan 6 : produksi laktat 7 : jumlah protozoa 8 : pertumbuhan dan efisiensi mikrobia 9 : kinetika digesti 10 : level NH3 rumen 11 : konversi Tryp  3-metilindol

23 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Ujian midterm ruminologi, Rabu, 14 Juni 2006 Parameter 21%FNDF + corn 16%FNDF + corn 16%FNDF+ corn+wheat 11%FNDF +WCS nutrien ransum NDF ADF ADL CP NFC NSC 27,5 13,9 1,68 17,2 46,7 32,8 30,0 18,0 2,47 17,9 41,7 38,3 31,3 18,4 1,87 18,4 40,4 29,9 33,3 20,1 3,0 17,6 38,7 30,3 Variabel Ruminal Total VFA, mM Asetat Propionat Butirat Isobutirat Valerat Isovalerat Rasio A/P 73,4 58,9 25,5 11,2 1,17 1,36 1,85 2,42 81,8 61,6 21,8 12,7 1,05 1,22 1,64 2,90 85,7 62,4 22,0 11,8 1,0 1,22 1,57 2,94 82,4 59,4 25,5 11,0 1,10 1,25 1,74 2,37

24 BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP Hitung : 1. Produksi gas metan masing2 ransum 2. Efisiensi penggunaan energi heksosa 3. Terangkan hasil penelitian tersebut berdasar fenomena ruminal Sumber Data : Slater et al Effects of starch source and level of forage NDF on performance by dairy cows. J. Dairy Sci. 83 (2) :


Download ppt "BAHAN KULIAH Dr.Ir. Eko Pangestu, MP KULIAH RUMINOLOGI PENGUKURAN DEGRADABILITAS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google