Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMANTAUAN LINGKUNGAN oleh Ambo Upe. Tahap Operasional: Tahap dimana usaha mulai beroperasi Misalnya: • Pabrik mulai dioperasikan • Hotel mulai dioperasikan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMANTAUAN LINGKUNGAN oleh Ambo Upe. Tahap Operasional: Tahap dimana usaha mulai beroperasi Misalnya: • Pabrik mulai dioperasikan • Hotel mulai dioperasikan."— Transcript presentasi:

1 PEMANTAUAN LINGKUNGAN oleh Ambo Upe

2 Tahap Operasional: Tahap dimana usaha mulai beroperasi Misalnya: • Pabrik mulai dioperasikan • Hotel mulai dioperasikan • Pembangkit mulai dioperasikan • dll KEGIATAN PEMBANGUNAN (Terdiri dari 3 tahap): Tahap Pra-Konstruksi : Tahap persiapan Misalnya: • Penetapan lokasi • Pembebasan lahan Tahap Konstruksi : Tahap pembangunan sarana/prasarana Misalnya: •Pembangunan jalan •Pematangan lahan • dll

3 • Prakonstruksi • Konstruksi • Operasional Kegiatan • Dampak Positif • Dampak Negatif Pengelolaan • Meningkatkan Dampak (+) • Mengurangi Dampak (-) Pemantauan

4 TUJUAN PEMANTAUAN: = Memahami fenomena yang terjadi pada setiap tahap kegiatan: - Pra-konstruksi - Konstruksi - Operasional = Mengetahui Efektivitas Pengelolaan = Dasar Perbaikan/Penyempurnaan Teknologi Pengelolaan

5 FAKTOR PENTING PADA RPL : 1. Dampak Besar dan Penting yang Dipantau 2. Sumber Dampak 3. Parameter Lingkungan yg Dipantau 4. Metoda Pemantauan 5. Lokasi Pemantauan 6. Waktu Pemantauan 7. Siapa yang Memantau 8. Siapa yang Mengawasi 9. Pelaporan Pemantauan 10. Biaya Pemantauan

6 1. Dampak Besar dan Penting yang Dipantau : Komponen yang Mengalami Perubahan Mendasar Misalnya : Pematangan lahan Biota perairan Gangguan kehidupan biota perairan 2. Sumber Dampak - Langsung - Tidak Langsung Misalnya : Peningkatan muatan sedimen

7 3. Parameter Lingkungan Hidup yang Dipantau - Aspek Fisik-Kimia : Frekuensi kejadian longsor Volume tanah longsor - Perubahan kualitas air - Perubahan kualitas udara - Aspek Biologi : Populasi dan Keragaman Biota - Aspek Sosial Ekonomi dan Budaya : * Jumlah masyarakat yang resah * Frekuensi dan jumlah pengaduan masyarakat - Kesehatan masyarakat : * Jenis Penyakit * Jumlah manusia yang sakit

8 4. Metoda Pemantauan - Alat Ukur yang Digunakan - Cara Pengambilan Sampel - Analisis Data Misalnya : Biota perairan` Pemantauan plankton dilakukan dengan pengambilan sampel plankton di lapangan dengan menggunakan plankton net No. 25. Hasil saringan dimasukkan ke dalam botol sampel volume 50 ml dan diawetkan dengan formalin 4 %, selanjutnya dianalisis di Laboratorium dengn menggunakan mikroskop binokuler. Pemantauan benthos dilakukan dengan pengambilan sampel dengan menggunakan Egman Dradge. Contoh benthos diawetkan dengan formalin 10 %. Selanjutnya dianalisis di Laboratorium. Pemantauan nekton dilakukan dengan pengamatan lapangan, pengambilan sample dengan menggunakan jala dan jaring dan wawancara dengan nelayan/masyarakat setempat. Data komposisi jenis dan populasi plankton, benthos dan nekton dianalisis secara deskriptif dengan bantuan tabel, sedang keanekaragaman jenis dianalisis dengan menggunakan metoda Shannon Wiener, keseragaman dan dominansi dianalisis dengan metoda Shimpson.

9 Misal lainnya : Kualitas air •Indikator dampak penting yang dipantau : pH, BOD, suhu, warna, bau, kekeruhan, kandungan padatan tersuspensi, kandungan minyak, anion, dan logam berat •Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan botol sampling, dan disimpan dalam botol steril, diberi pengawet atau disimpan pada suhu 4 o C •Sampel dianalisis dilaboratorium menggunakan alat titrasi, spektrofotometer, gas kromatografi, dsb. •Hasil analisis kemudian dibandingkan dengan baku mutu lingkungan

10 5. Lokasi Pemantauan : - Pada Sumber Dampak - Jauh dari Sumber Dampak Misalnya : Kualitas air Lokasi pemantauan adalah di danau buatan dan Sungai Bone pada sekmen di sekitar proyek sampai ke muara 6. Frekuensi dan Jangka Waktu Pemantauan - Interval Waktu Pemantauan - Berapa lama Misalnya : Kualitas air Pemantauan dilakukan setiap 6 (enam) bulan selama pekerjaan konstruksi dan 5 tahun pertama tahap pasca konstruksi.

11 7. Pelaksana Pemantau 8. Pengawas Pemantau - Instansi terkait - Pemda setempat - Masyarakat setempat Misalnya: * Biota Perairan : Dinas Perikanan setempat * Biota Darat : Dinas Kehutanan setempat * Kesmas : Dinas Kesehatan PemrakarsaKonsultan

12 9. Penerima Laporan Instansi Terkait

13 Lampiran IV Keputusan BAPEDAL 09 Tahun 2000 Pedoman Penyusunan RPL A. Penjelasan Umum 1.Lingkup rencana pemantauan lingkungan hidup digunakan untuk memahami fenomena yang terjadi pada berbagai tingkatan, mulai dari tingkat proyek (memahami prilaku dampak yang timbul akibat usaha dan/atau kegiatan) sampai ke tingkat kawasan atau regional tergantung pada skala keacuhan masalah-masalah yang dihadapi. Disamping skala keacuhan, ada dua kata kunci yang membedakan pemantauan dengan pengamatan secara acak atau sesaat, yakni kegiatan yang berorientasi pada data sistematik, berulang dan terencana.

14 2. Kedalaman rencana pemantauan lingkungan hidup Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan : a.Komponen/parameter lingkungan hidup yang dipantau hanya yang mengalami perubahan mendasar atau terkena dampak besar dan penting. b.Keterkaitan yang akan dijalin antara dokumen ANDAL, RKL dan RPL. Aspek yang dipantau perlu memperhatikan dampak besar dan penting yang dinyatakan dalam ANDAL, dan sifat pengelolaan dampak LH yang dirumuskan dalam RKL. c.Pemantauan dilakukan pada sumber penyebab dampak dan/atau terhadap komponen/parameter LH yang terkena dampak d.Pemantauan LH harus layak secara ekonomi. Perlu diperhatikan mengingat pemantauan LH berlangsung sepanjang usia usaha dan/atau kegiatan e.Rancangan pengumpulan dan analisis data aspek2 yang dipantau mencakup : 1) Jenis data yang dikumpulkan; 2) Lokasi pemantauan; 3) Frekuensi dan jangka waktu pemantauan; 4) Metode pengumpulan data (termasuk instrumen/peralatan yang digunakan untuk pengumpulan data); 5) Metode analisis data f. Dokumen RPL memuat tentang kelembagaan pemantauan LH : seperti institusi yang bertanggungjawab sebagai penyandang dana pemantauan, pelaksana pemantauan, pengguna hasil pemantauan, dan pengawas kegiatan pemantauan

15 SISTEMATIKA DOKUMEN RPL : BAB I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Tujuan dan Kegunaan RPL BAB II. RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP 1. Dampak Besar dan Penting yang Dipantau 2. Sumber Dampak 3. Parameter Lingkungan Hidup yang Dipantau 4. Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup 5. Metoda Pemantauan 6. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup 7. Biaya Pemantauan Lingkungan Hidup BAB III. PUSTAKA BAB IV. LAMPIRAN

16 BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang pemantauan LH a. Pernyataan tentang latar belakang perlunya dilaksanakan pemantauan LH baik ditinjau dari kepentingan pemrakarsa, pihak2 yang berkepentingan, maupun untuk kepentingan umum dalam rangka menunjang program pembangunan b. Uraikan secara sistematis, singkat dan jelas tentang tujuan pemantauan LH c. Uraikan tentang kegunaan dilaksanakannya pemantauan LH, baik bagi pemrakarsa usaha atau kegiatan, pihak2 yang berkepentingan maupun masyarakat.

17 BAB II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP Uraikan secara singkat dan jelas jenis masing-masing dampak dengan urutan pembahasan sebagai berikut : 1. Dampak besar dan penting yang dipantau a. Jenis komponen LH yang dipantau b. Indikator dari komponen dampak besar dan penting yang dipantau 2. Sumber dampak a. Apakah dampak besar dan penting timbul sebagai akibat langsung dari rencana usaha dan/atau kegiatan b. Apabila dampak besar dan penting timbul sebagai akibat perubahnya komponen LH yang lain, maka uraikan secara singkat komponen atau parameter LH yang merupakan penyebab timbulnya dampak besar dan penting tersebut.

18 3. Parameter lingkungan yang dipantau •Uraikan secara jelas parameter LH yang dipantau : Aspek : - Fisik-Kimia - Biologi - Sosial Ekonomi Budaya Kesmas

19 4. Tujuan RPLH •Uraikan secara spesifik tujuan dipantaunya suatu dampak besar dan penting LH, dengan memperhatikan dampak besar dan penting yang dikelola. •Misal : Limbah cair industri pulp : parameter yang dipantau BOD5, COD, TSS, dan pH

20 5. Metode Pemantauan LH a)Metode pengumpulan dan analisis data. metode, peralatan, rumus dan tolok ukur yang digunakan b) Lokasi pemantauan LH menggunakan peta berskala yang memadai, sebaiknya konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan AMDAL c)Jangka waktu dan frekuensi pemantauan dipertimbangkan berdasarkan sifat dampak (intensitas, lama dampak dan sifat kumulatif dampak)

21 6. Institusi pemantauan LH •Pada setiap pemantauan LH cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan, berkepentingan, dan berkaitan dengan kegiatan pemantauan LH, sesuai dengan perundang- undangan yang berlaku : - dari MENKLH - dari sektor terkait - KepGub, Bupati/Walikota - Keputusan2 yang lain yang berkaitan dengan pembentukan institusi pemantauan LH. Institusi pemantau LH umumnya meliputi : (a)Pelaksana pemantauan LH (b)Pengawas pemantauan LH (c)Pelaporan hasil pemantauan LH

22 BAB III. PUSTAKA •Pustaka bisa berupa buku, majalah, makalah, tulisan, maupun laporan hasil- hasil penelitian. •Bahan-bahan pustaka ditulis dengan berpedoman pada tatacara penulisan pustaka

23 BAB IV. LAMPIRAN Pada bagian ini lapirkan tentang : 1.Lampirkan ringkasan dokumen RPL dalam bentuk tabel dengan urutan kolom sebagai berikut : dampak besar dan penting yang dipantau, sumber dampak, tujuan pemantauan LH (meliputi metode pengumpulan data, lokasi pemantauan LH, jangka waktu dan frekuensi pemantauan LH, serta metode analisis), dan institusi pemantau LH. 2.Data dan informasi yang dipandang penting untuk dilampirkan karena menunjang isi dokumen RPL

24


Download ppt "PEMANTAUAN LINGKUNGAN oleh Ambo Upe. Tahap Operasional: Tahap dimana usaha mulai beroperasi Misalnya: • Pabrik mulai dioperasikan • Hotel mulai dioperasikan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google