Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASKEP KLIEN DENGAN MASALAH MARAH ( RESIKO TINGGI KEKERASAN TERHADAP ORANG LAIN) Hikmah Lia Basuni.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASKEP KLIEN DENGAN MASALAH MARAH ( RESIKO TINGGI KEKERASAN TERHADAP ORANG LAIN) Hikmah Lia Basuni."— Transcript presentasi:

1 ASKEP KLIEN DENGAN MASALAH MARAH ( RESIKO TINGGI KEKERASAN TERHADAP ORANG LAIN) Hikmah Lia Basuni

2 Pengertian Amuk  merupakan respon kemarahan yg paling maladaptif yg ditandai dengan perasaan marah dan bermusuhan yg kuat disertai hilangnya kontrol,dimana individu dapat merusak diri sendiri, orang lain maupun lingkungan (Keliat,1991).

3 Marah adalah : Suatu perasaan jengkel yang timbul sebagai respon terhadap perasaan cemas yang dirasakan sebagai ancaman.

4 MARAH Langsung Kontruktif LEGA DITEKAN ATAU PURA-PURA MARAH Mempersulit diri dan mengganggu Hubungan interpesonal

5  Kebutuhan tdk terpenuhi  Menyinggung harga diri  Harapan tdk sesuai dg kenyataan

6 ADAPTIF MALADAPTIF ASERTIF FRUSTASI PASIF AGRESIF AMUK / MARAH

7  ASERTIF : marah yg terus terang dan dapat mengemukakan alasan dengan komunikasi yg baik, tanpa menyakiti orang lain.  FRUSTASI : Suatu proses yang menyebabkan terhambatnya pencapaian tujuan. Bentuk marah yg dipendam / tidak diekspresikan. Kemauan marah ada tetapi tdk diungkapkan krn. pertimbangan2 tertentu.

8  PASIF : keadaan marah tetapi individu tdk mampu mengungkapkan karena sifat individu tsb introvet / tdk mampu mengungkapkan ide-ide. Individu menjadi depresi / menarik diri ; Biasanya pd orang pemalu, pendiam / sulit diajak bicara.  AGRESIF: perilaku menyertai marah tetapi dgn pertimbangan / kontrol tertentu. Mis., Menantang, bicara kasar, menuntut, ekspresi wajah marah ttp tdk melakukan perbuatan fisik merusak. Lanjutan

9  AMUK: yaitu rasa marah yg kehilangan kontrol, mis. Memukul, memecah barang dll

10  Fungsi energi:  Yaitu marah dpt mengeluarkan / mengungkapkan energi. Mis. Pasien dikatakan malas jalan, maka dia akan marah dan berusaha jalan walaupun masih terasa sakit.  Fungsi Ekspresi:  Marah dapat dipergunakan untuk mengungkapkan / mengekspresikan perasaan individu.

11  Self Promotion Function:  Marah untuk mengekpresikan harga diri yang positif. Mis. Marah karu kpd staf. Karu memiliki harga diri untuk dihormati.  Fungsi defensif:  Kemarahan dapat dipertahankan diri / ego dalam menghadapi kecemasan yg meningkat krn. konflik eksternal. Setelah marah org akan lega. Istri marah pd suami krn sering telat pulang. Mencari waktu tepat scr asertif.

12  Potentiating function:  Kemarahan dapt meningkatkan potensi yg ada dengan munculnya ide-de baru.  Fungsi diskriminasi:  Kemarahan untuk membedakan ekspresi seseorang antara yg satu dengan yang lainnya.mis. Suami marah pd istri dg pertimbangan tertentu tdk diekpresikan krn bisa berakibat fatal.

13 1. Model Teori Importation : Faktor-faktor penyebab/mempengaruhi tingkah laku amuk adalah sebagai berikut :  Faktor sosial dan kultural Status emosi yg rendah, Adanya riwayat penganiayaan pd masa anak- anak, Pengalaman hidup dari sub kultur yg mengatasi konflik dng kekerasan, riwayat perilaku kekerasan.  Penyakit gangguan mental seperti schizofrenia, gangguan kepribadian, gejala/ sindroma psikotik organik.

14  Mental retardasi  Akibat menderita penyakit yg berat atau terminal  Demografi:Usia dan jenis kelamin, lelaki muda cenderung meningkat tingkah laku amuk.  Seseorang yg putus asa dan tidak berdaya.

15 2. Model Situasionism Amuk adalah respon terhadap keunikan, kekuatan dan lingkungan rumah sakit yg terbatas yg membuat klien merasa tak berharga dan tdk diperlakukan secara manusiawi.

16 3. Model Interaksi Bagaimana proses interaksi yg terjadi antara klien dan perawat. Ada 3 elemen tjdnya cetusan amuk yaitu : Provokasi, Expectasi (harapan) dan Konflik.

17 Tanda Marah Meliputi : Emosi: Tidak aman Rasa terganggu Dendam Jengkel Fisik : Muka merah Pandangan tajam Nafas pendek Keringat Sakit fisik Penyalahgunaan obat Tekanan darah naik Spiritual : Kemahakuasaan Kebenaran diri Keraguan Tidak bermoral Kebejatan Kreativitas terhambat Intelektual : Mendominasi Bawel Kasar Berdebat Meremehkan Sosial : Menarik diri Pengasingan Penolakan Kekerasan Ejekan Humor Marah

18 Menantang Masalah tak selesai Marah berkepanjangan Marah pada diri sendiri Depresi psikomatik Menjaga keutuhan org lain Lega Ketegangan menurun RASA MARAH TERATASI Muncul rasa bermusuhan Rasa bermusuhan menahun Menekan Mengingkari marah Marah tdk terungkap Marah pd org lain/lingkungan Agresif mengamuk

19 Proses Terjadinya Amuk Bagan 1. Konsep Marah (Beck,Rawlins,Williams,1986,hal 447 dikutif oleh Keliat, 1991). Ancaman atau kebutuhan stress Cemas Marah Merasa kuat Mengungkapkan scr verbal Merasa tdk adekuat

20 1. Cara Umum  Melakukan kegiatan fisik ( Olahraga)  Mengurangi sumber marah ( Sikap keluarga yang lembut)  Mendorong klien mengungkapkan marah  Mememotivasi klien mengungkapkan marah yang kontruktif  Menganjurkan melakukan ibadah menurut kepercayaan masing-masing

21 2. Cara Khusus  Berteriak, menjerit, memukul ( Terima marah klien, arahkan klien memukul barang yang tidak rusak)  Bantu klien latihan relaksasi  Melakukan humor tanpa menyakiti orang lain  Observasi ekspresi humor yang menjadi sasaran

22 1. Identitas klien 2. Alasan masuk biasanya berperilaku aneh berupa marah-marah tanpa sebab, menyakiti diri sendiri dan org lain serta merusak lingkungan. 3. Faktor predisposisi  Riwayat kelahiran dan tumbuh kembang  Riwayat pendidikan  Riwayat pekerjaan  Penggunaan waktu luang  Hubungan antar manusia  Tindakan anti sosial  Penyakit yg pernah diderita  Riwayat gangguan jiwa dimasa lalu  Pengobatan sebelumnya  Kekerasan dalam keluarga  Trauma krn aniaya fisik/tindakan kriminal

23 4. Apakah ada anggota keluarga yg mengalami gangguan jiwa 5. Apakah ada pengalaman masa lalu yg tdk menyenangkan 6. Bagaimana keadaan fisik klien scr umum (S,N,Tensi,RR,TB,BB Serta keluhan fisik lainnya). 7. Bagaimana Kondisi Psikosoial klien : Genogram keluarga,Konsep diri klien,Hubungan sosial klien,spiritual klien. 8. Bagaimana status mental klien: Penampilan,pembicaraan,aktivitas motorik,alam perasaan, afek,interaksi selama wawancara,persepsi klien,proses pikir,isi pikir, tingkat kesadaran, memori,Tingkat konsentrasi dan berhitung,kemampuan penilaian daya tilik diri.

24 9. Kemampuan klien memenuhi kebutuhan 10. Kemampuan klien dalam kegiatan kehidupan sehari-hari 11. Kebersihan diri klien 12. Nutrisi klien 13. Tidur/istirahat klien

25 14. Apakah klien memiliki sistem pendukung 15. Apakah klien menikmati saat bekerja,yg menghasilkan atau hobbi 16. Mekanisme koping adaptif atau tdk 17. Apakah klien memiliki masalah psikososial atau lingkungan 18. Bagaimana pengetahuan klien & klg ttg penyakit jiwa.

26 1. Kekerasan resiko tinggi b.d adanya gangguan proses pikir 2. Kerusakan interaksi sosial b.d hambatan komunikasi verbal 3. Resiko Tinggi melukai orang lain b.d Ketidak mampuan mengontrol diri 4. Koping keluarga inefektif b.d kurangnya kemampuan merawat amuk

27 1. Kekerasan resiko tinggi b.d adanya gangguan proses pikir TUM: Klien tdk membahayakan diri sendiri,org lain dan lingkungan saat dirumah sakit maupun dirumah TUK: Klien mempertahankan agitasi pada tingkat yg dpt dikendalikan shg tdk menjadi kekerasan pd waktu lain.

28 1). Bangun kepercayaan dengan klien  Jangan mengemukakan alasan,berdebat atau menentang waham  Yakinkan klien bahwa dia berada dlm keadaan aman & tdk berbahaya  Jangan tinggalkan klien sendiri  Sarankan klien u/ mengungkapkan perasaannya  Tunjukan penerimaan thd kebutuhannya spt membicarakan pengalaman yg memicu timbulnya waham  Tetap tenang

29 2. Kaji Tingkat ansietas klien 3. Kaji sensori yg menimbulkan keinginan u/ melakukan kekerasan 4. Jangan menerima /mengkritik isi pikir klien yg salah 5. Pertahankan tingkat rangsang yg rendah pd lingkungan klien 6. Singkirkan objek yg berpotensi membahayakan

30 TUM:  Klien dng sukarela mau melakukan aktivitas kelompok bersama klien yg lain & staf  Klien dpt menahan diri u/ tdk melakukan perilaku egosentris yg menyinggung org lain & tdk mendukung suatu hubungan saat pulang TUK: Klien mengembangkan hubungan saling percaya dng staf,mengajak interaksi dng staf

31 1. Luangkan waktu u/ berinteraksi dng klien 2. Kembangkan hubungan terapeutik melalui kontak yg sering,singkat & menerima 3. Ajak klien u/ melakukan aktivitas kelompok,berikan klien kesempatan mengambil keputusan sendiri untuk meninggalkan kelompok. 4. Berikan umpan balik langsung dari interaksi yg telah dilakukan klien dng org lain 5. Ajarkan tehnik asertif & cara berespon serta ketrampilan dlm melakukan hubungan dengan org lain

32


Download ppt "ASKEP KLIEN DENGAN MASALAH MARAH ( RESIKO TINGGI KEKERASAN TERHADAP ORANG LAIN) Hikmah Lia Basuni."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google