Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Aksiologi berasal dari kata axios yakni dari bahasa Yunani yang berarti nilai dan logos yang berarti teori. Dengan demikian maka aksiologi adalah “teori.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Aksiologi berasal dari kata axios yakni dari bahasa Yunani yang berarti nilai dan logos yang berarti teori. Dengan demikian maka aksiologi adalah “teori."— Transcript presentasi:

1

2 Aksiologi berasal dari kata axios yakni dari bahasa Yunani yang berarti nilai dan logos yang berarti teori. Dengan demikian maka aksiologi adalah “teori tentang nilai” (Amsal Bakhtiar, 2004: 162). Aksiologi diartikan sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh (Jujun S. Suriasumantri, 2000: 105). Menurut Bramel dalam Amsal Bakhtiar (2004: 163) aksiologi terbagi dalam tiga bagian: Pertama, moral conduct, yaitu tindakan moral yang melahirkan etika; Kedua,- esthetic expression, yaitu ekspresi keindahan, Ketiga, sosio-political life, yaitu kehidupan sosial politik, yang akan melahirkan filsafat sosio-politik.

3 Menurut Amsal Bachtiar (Bahtiar, 2004 : 163) sbb Berdasarkan bahasa Yunani, aksiologi berasal dari kata : Axios berarti : nilai Logos berarti : ilmu Maka Aksiologi berarti : ” Ilmu tentang nilai ” Mengutip dari Bramei, aksiologi terdiri dari 3 bagian penting : a) Tindakan moral yang melahirkan etika b) Ekspresi keindahan yang melahirkan estetika c) Kehidupan sosial politik yang melahirkan filsafat sosial politik

4 encylopedia of philosophy, dijelaskan bahwa aksiologi disamakan dengan value dan valuation dalam hal ini dianggap sbg nilai dalam memberi nilai. Richard Lanigan, seperti yang dikutip oleh Efendi mengatakan bhw aksiologi yang merupakan kategori keempat dalam filsafat merupakan studi etika dan estetika. Ha ini berarti bahwa aksiologi berfokus pada kajian terhadap nilai nilai manusiawi serta bagaimana cara mengekspresikannya

5 Aksiologi, yaitu berada dalam wilayah nilai. Kata Aksiologi berasal dari Yunani, yaitu axion yang artinya nilai dan logos yang artinya ilmu. aksiologi dapat diartikan sebagai ilmu tentang nilai-nilai etika seorang ilmuwan. Pertanyaan yang menyangkut wilayah ini antara lain: untuk apa pengetahuan ilmu itu digunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaannya dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan metode ilmiah yang digunakan dengan norma-norma moral dan profesional? kita akan mengarah ke cabang fisafat Etika.

6 Axiology is the branch of philosophy studying value. Sebuah pertanyaan subtantif dari ranah ini adalah apakah ilmu komunikasi bebas nilai?. Pandangan klasik dalam ranah ini menyatakan bahwa “nilai- nilai” tertentu tidak boleh mencemari proses kajian ilmu pengetahuan – dalam hal ini ilmu komunikasi. Namun, beberapa ilmuwan lain membantahnya dengan mengatakan bahwa nilai dari suatu konteks pengkajian ilmu tidak dapat dieliminasi namun di dalam konteks verifikasi ilmu memang ilmuwan harus memiliki mekanisme untuk mengeliminir nilai yang akan menodai aktivitas keilmuan itu (Karl Popper, 1976)

7 Encyclopedia of Philosophy dijelaskan bahwa aksiologi disamakan dengan value dan valuation. Ada tiga bentuk value dan valuation, yaitu: 1)Nilai, sebagai suatu kata benda abstrak; 2)Nilai sebagai kata benda konkret; 3)Nilai juga digunakan sebagai kata kerja dalam ekspresi menilai.

8

9 NILAI Nilai menjadi fokus utama dalam aksiologi. Nilai dipandang sebagai pandangan, cita cita, adat, kebiasaan, dan lain lain sehingga menimbulkan tanggapan emosional pada seseorang atau masyarakat tertentu. Dalam Filsafat, nilai berkaitan dengan logika, etika dan estetika Logika akan menjawab persoalan tentang nilai kebenaran sehingga dengan logika akan diperoleh sebuah keruntutan. Etika akan membicarakan tentang nilai kebenaran, yaitu : antara pantas dan tidak pantas, antara yang baik dan tidak baik. Sedangkan estetika akan membahas tentang nilai keindahan. Dengan adanya estetika maka akan muncul perasaan tentang keindahan yang juga erat kaitannya dengan karya seni.

10 Menurut Wiliardjo, seprti dikutip Djubaedi bahwa : kebenaran sebuah ilmu pengetahuan tidak pernah absolut tetapi relatif tentatif dan sementara (Djubaedi,2001:234), dengan demikian kebenaran ilmu pengetahuan hanya berlaku untuk masyarakat ilmiah seiring dengan perkembangan teori yang untuk masa sekarang ilmiah seiring dengan perkembangan teori yang untuk masa sekarang diakui kebenarannya tidak selalu berlaku untuk masa yang akan datang Sebuah nilai juga bersifat subjektif dan objektif akan sangat tergantung pada perasaan dan intelektualitas yang hasilnya akan mengarah pada perasaan suka dan tidak suka, senang atau tidak senang. Nilai akan subjektif bila subjek sangat berperan dalam segala hal. Sedangkan nilai objektif, jika ia tidak tergantung pada subjek atau kesadaran yang menilai (Bachtiar 2004:166)

11 Satu hal dapat dinilai sebagai sesuatu yang baik atau sebagai sesuatu yang buruk tergantung apakah dilihat sebagai esensinya atau sebagai alat ( Muthahhari 1996 : 276). Sesuatu dipandang sebagai kebaikan bisa terjadi apabila ia memang secara esensi baik, tetapi bisa juga terjadi karena ia dijadikan alat untuk suatu kebaikan. Demikian juga sebaliknya, ketika suatu hal dipandang sebagai keburukan maka kemungkinan secara esensi ia memang buruk atau ia dijadikan alat untuk keburukan. Contoh awal mulanya nuklir ditemukan sebagai temuan ilmu pengetahuan untuk tujuan yang baik, maka ia bernilai baik, namun saat ini nulkir dapat bernilai buruk jika digunakan untuk tujuan yang buruk.

12 Aksiologi Ilmu Komunikasi Ilmu komunikasi tidak akan lepas dari proses penyampaian pesan yang melibatkan peran komunkator, media, pesan dan komunikan. Dalam mengemas pikirannya dengan pesan atau lambang maka seorang komunikator terlebih dahulu akan melakukan value judgement (pertimbangan nilai) antara lain : menanyakan kepada dirinya apakah pesan sudah disampaikan sudah benar atau belum, etis atau tidak. Oleh karenanya aksiologi dalam ilmu komunikasi akan tercakup dalam logika, etika, dan estetika.

13 1) Logika Logika pada dasarnya merupakan suatu teknik atau metode yang diciptakan untuk meneliti ketepatan dalam penalaran (Soekardjo, 1983 ). Penalaran akan berkaitan dengan berfikir asas asas,patokan patokan, hukum hukum dalam logika akan membantu manusia dalam menempuh jalan yang paling efisien dan menjaga kemampuan yang salah dalam berfikir.

14 Menurut Ramdall dan Bucher (yang dikutip oleh Mundiri) mengatakan bahwa ada 2 patokan dalam hal benar yaitu : a. Persesuaian antara pikiran dengan kenyataan Contoh jika kita tidak setuju akan pendapat lawan bicara kita maka kita tidak boleh mengangguk tanda setuju, bahasa verbal non verbal yang dikomunikasikan oleh kita harus sesuai dan tidak saling bertentangan b. Tidak ada pertentangan dari awal hingga akhir Jika anda mengatakan bahwa peserta diperkuliahan sejumlah 30 orang maka itu adalah salah karena kenyataanya pesertanya hanya berjumlah 12 orang.

15 b) Etika Etika berkaitan dengan sesuatu yang etis atau tidak etis, pantas atau tidak pantas, maka etika erat kaitannya dengan norma. Etika bersifat relatif atau tidak mutlak, yang berarti bahwa norma suatu etika dengan subjek yang sama tidak berlaku sama jika tempat dan waktunya berbeda. Contoh pemakaian baju renang dianggap tidak etis jika dikenakan bukan ditempat untuk berenang, seperti mall, panggung kontes kecantikan (sampai saat ini pemakaian swim suit untuk peserta Miss Universe menjadi kontroversi di Indonesia).

16 Andersen sebagaimana dikutip oleh Effendi mengatakan bahwa etika adalah sebuah situasi yang mempelajari nilai dan landasan bagi penerapnya. Hal ini menyangkut pertanyaan apakah sesuatu hal itu pantas atau tidak pantas. Baik atau buruk (Effendi, 2000: 384). Sebuah etika tidak akan lagi mempersoalkan kondisi manusia tetapi sudah pada bagaimana seharusnya manusia bertindak namun kemudian kita tidak dapat mengatakan bahwa sebuah etika akan menyelesaikan persoalan praktis. Teori etika akan membantu manusia untuk memutuskan apa yang harus ia lakukan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi praktis etika adalah memberikan pertimbangan dalam berperilaku. Etika lebih memandang pertimbangan yang relevan untuk suatu alasan berkaitan dengan tindakan yang akan diambil oleh sesorang, bukan berarti bila seseorang berperilaku tidak pantas itu adalah salah dan berperilaku pantas itu benar, tetapi sejauh mana berperilaku tersebut relevan.

17 etika komunikasi menurut Condon (Johanesen, 1996 : 148) : * Komunikasi antar personal harus jujur dan terus terang dalam keyakinan dan perasaan pribadi yang sama sama dimiliki. * Kebergantungan akan lebih baik dari pada sebuah individualisme artinya bahwa menjunjung tinggi kerjasama kelompok akan lebih dihargai dari pada bekerja sendiri. * Informasi harus disampaikan secara tepat waktu dan tepat tema * Kecurangan yang disengaja adalah tidak etis kita tidak boleh melebihkan kebaikan yang ada pada kita dan menjelekkan lawan bicara kita. * Petunjuk verbal dan non verbal harus sesuai dengan makna yang disampaikan. Kita dituntut untuk selalu sesuai dalam menggunakan petunjuk verbal dan non verbal. * Tidak etis dalam menghalangi proses komunikasi artinya ketika kita sedang terlibat dalam proses komunikasi maka kita tidak pantas memotong pembicaraan orang lain

18 c) Estetika Estetika berkaitan dengan seni, karena estetika lahir dari penilaian manusia tentang keindahan. Kattsof sebagaimana dikutip oleh Effendi mengatakan bahwa : Estetika menyangkut perasaan dan perasaan ini adalah perasaan indah. Nilai keindahan tidak semata mata pada bentuknya tetapi juga isinya atau makna yang dikandungnya. Daripadanya akan menimbulkan kesenangan (Effendi, 2000: 387). Retorika merupakan sebuah seni. Seni retorika akan berkisar pada masalah gaya, ekspresi wajah, pengucapan, bahasa dan sebagainya Semakin tinggi nilai yang terkandung pada retorika maka akan menjadi semakin menarik dan efektif. Retorika jelas tidak sama dengan berbicara biasa karena sejumlah audiens yang besar dan beragam. Retorika merupakan dasar doktrin dari suatu tujuan yang akan dicapai.

19 Aksiologi komunikasi berbicara tentang sejauh mana partisipan komunikasi menerapkan logika, etika dan estetika dalam proses komunikasinya. Logika akan menuntut partisipan komunikasi dalam berfikir logis dalam penyusunan pesan agar ia tidak tersesat pada kekeliruan berfikir. Etika menuntun perilaku komunikasi agar dipandang pantas dan baik sedangkan estetika menuntut adanya keindahan dalam penyampaian pesan. Jika hal ini berjalan baik maka keefektifan komunikasi dapat tercapai.


Download ppt "Aksiologi berasal dari kata axios yakni dari bahasa Yunani yang berarti nilai dan logos yang berarti teori. Dengan demikian maka aksiologi adalah “teori."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google