Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Metode Prakiraan Dampak Soeryo Adiwibowo Kepala PPLH IPB Materi Pelatihan AMDAL Penilai, Kementerian Lingkungan Hidup, 30 Agustus – 15 September 2004,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Metode Prakiraan Dampak Soeryo Adiwibowo Kepala PPLH IPB Materi Pelatihan AMDAL Penilai, Kementerian Lingkungan Hidup, 30 Agustus – 15 September 2004,"— Transcript presentasi:

1 Metode Prakiraan Dampak Soeryo Adiwibowo Kepala PPLH IPB Materi Pelatihan AMDAL Penilai, Kementerian Lingkungan Hidup, 30 Agustus – 15 September 2004, Serpong, 3 September 2004

2 Menu 1.Definisi “dampak proyek” 2.Besar dampak (magnitude of impact) & dampak besar (big magnitude of impact) 3.Dampak penting (significance impact) & landasan hukumnya 4.Macam metode prakiraan dampak

3 Prinsip Dasar Prakiraan Dampak 1.Pendekatan “Dengan & Tanpa Proyek” Besar dampak lingkungan (magnitude of impact) dan arah dampak lingkungan yang akan terjadi di ruang dan waktu tertentu, diprakirakan dengan pendekatan sebagai berikut: Dampak proyek= Kondisi lingkungan Kondisi lingkungan dengan proyek tanpa proyek

4 Prakiraan (Besar) Dampak Umur Proyek) Kondisi dengan proyek Area Besar Dampak 350 Proyek A Dimulai O4O4 A Kondisi tanpa proyek 250 O5O5 O6O6 B C 0 T1T3 Pendapatan setara beras (kg/jiwa/thn) 320 O1O1 O2O2 O3O3 T2

5 Besar Dampak vs Dampak Besar Umur Proyek Pendapatan setara beras (kg/jiwa/thn) Kondisi dengan proyek Area Besar Dampak Proyek B Dimulai O4O4 A Kondisi tanpa proyek O5O5 B C 0 T1T3 350 T2 O3O3 Dampak pd tahun T3 berukuran besar Dampak pd tahun T2 berukuran kecil O1O1 O2O2

6 Prinsip Dasar Prakiraan Dampak 2.Prinsip Keterkaitan antar Dampak dari Proyek Prakiraan dampak suatu komponen harus mempertimbangkan prakiraan komponen lingkungan lain yang terkait. ● Contoh, prakiraan terhadap perubahan pendapatan nelayan harus mempertimbangkan hasil prakiraan dampak populasi ikan

7 Prakiraan Dampak Sosial ● Harus dapat memprakirakan siapa yang terkena dampak. “Berapa banyak” yang akan terkena dampak dan siapa kelompok/ golongan masyarakat yang terkena dampak. ● Dalam bentuk apa (in what way) terkena dampak  media transportasi limbah/emisi, media biologi ● Berapa lama dampak berlangsung dan seberapa dalam intensitas dampak yang ditimbulkan → Bila pelingkupan terfokus baik (isu pokok, potensi dam- ting & batas studi) serta pengumpulan dan analisis data terarah; maka prakiraan dampak akan tajam dan analitis.

8 Prakiraan Dampak Sosial - Analogi P : Proyek yang akan dibangun di sekitar masyarakat X Selisih “dengan” & “tanpa proyek” Proyek P Masyarakat X pada kondisi tanpa proyek P Masyarakat X pada kondisi dengan proyek P Masyarakat Y pada kondisi tanpa proyek P Saat lalu Saat penyusunan ANDAL Masyarakat X dengan proyek P Prakiraan Dampak Masa mendatang

9 Metode Prakiraan (Besar) Dampak  Metode Formal  Model Fisik (physical model)  Eksperimen (experimental method)  Model matematik  Metode InFormal  Penilaian ahli (professional judgement)  Teknik Analog

10 Metode Formal Teknik memprakirakan dampak dengan menggunakan formula, model atau rumus tertentu, baik yg sudah dikembangkan oleh pakar lain maupun yg dibuat sendiri.  Hasil prakiraan bersifat kuantitatif dengan dukungan tabel, grafik atau referensi spasial/geografis.

11 Metode Formal  Terlepas dari persoalan akurat tidaknya prakiraan dampak, akuntabilitas metode formal lebih dapat ditelusuri ketimbang yg bersifat non formal  Metode ini harus hati-hati digunakan karena sering terdapat asumsi atau koefisien teknis yg tidak relevan dgn kondisi Indonesia

12 Model Fisik  Model Illustrasi Illustrasi (sketsa, foto, film) tentang kondisi lingkungan “Tanpa Proyek” vs “Dengan Proyek”  Model Miniatur Simulasi kondisi dengan proyek melalui model miniatur (sering digunakan utk aspek fisik kimia) Asumsi: Antara model miniatur & yang diamati terdapat kesamaan proses/dinamika Metode Formal

13 Model Eksperimen Banyak digunakan oleh aspek biologi  Eksperimen Laboratorium Kondisi lingkungan yang akan terjadi karena proyek diuji coba di laboratorium  Eksperimen di Calon Lokasi Proyek Eksperimen dengan pengujian langsung di (calon) lokasi kegiatan proyek

14 Metode Formal Model Matematik  Model Proyeksi Prakiraan dampak dibangun berdasarkan model matematik yang dikonstruksikan dari teori dan asumsi bekerjanya suatu kondisi sosial tertentu. Misal, model proyeksi pertambahan penduduk  Model Empirik (black box) Model dibangun berdasarkan hasil pengamatan secara empiris terhadap perilaku input-ouput obyek yang diteliti, tanpa melihat perilaku proses Contoh: Model Efek Pengganda (Multiplier Effect)

15 Metode Informal  Teknik memprakirakan dampak yang mengandalkan pada kemampuan profesional pakar (ilmu-ilmu sosial). Ketajaman metode ini banyak ditentukan oleh:  Pengalaman empiris yang terhimpun pada pakar bersangkutan  Kemampuan analisis-sintesis secara logis dari pakar bersangkutan  Hasil prakiraan dapat bersifat kuantitatif

16 Metode Informal  Metode ini sebaiknya digunakan manakala tidak ada metode formal yang representatif dan atau tidak tersedia data yang dipersyaratkan oleh metode formal yang akan digunakan.  Kesahihan metode informal sangat tergantung pada kemampuan pakar yang menggunakannya. Sehingga hasilnya tidak selalu lebih rendah dari metode formal.

17 Penilaian Ahli  Meminta kepada seorang ahli  Meminta pendapat kepada lebih dari 1 (satu) orang ahli  Meminta pendapat kepada group para ahli/asosiasi pakar  Meminta kepada group para ahli untuk menyepakati dan melembagakan konsensus yang dicapai Metode Informal

18 Teknik Analog Fenomena dampak lingkungan tertentu (akibat proyek tertentu) digunakan untuk memperkirakan dampak kegiatan/proyek sejenis di lokasi lain misal: Sebab-sebab timbulnya keresahan warga masyarakat sekitar tambang batubara di Barito Utara (Kaltim) digunakan sebagai analogi untuk kasus tambang batubara di Kalsel Metode Informal

19 Sejauh mana Dampak Lingkungan yang timbul Bersifat Penting?: Evaluasi Sifat Penting Dampak  Sejauh mana perubahan lingkungan (dampak) akibat rencana kegiatan/usaha yang timbul bersifat mendasar terhadap: u stabilitas dan keberlanjutan kehidupan ekologi (ecological importance), dan/atau u kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat (social importance)  Setiap kelompok masyarakat memberi nilai penting yang berbeda-beda (ruang, waktu) terhadap dua segi kehidupan tersebut

20 Evaluasi Sifat Penting Dampak Penting-tidaknya dampak sangat ditentukan oleh kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat yang terkena dampak. Sehingga sifat penting dampak sangat kontekstual:  Emic, tergantung pada nilai-nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat yg berkepentingan dengan dampak yang timbul  Relatif, apa yang dipandang penting saat ini dapat berubah di masa mendatang

21 Evaluasi Sifat Penting Dampak  Faktor penentu dampak penting: PP No. 27 Tahun Jumlah manusia yang terkena dampak 2.Luas wilayah persebaran dampak 3.Intensitas dan lamanya dampak berlangsung 4.Banyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak 5.Sifat kumulatif dampak 6.Berbalik atau tidak berbaliknya dampak  Tolok ukur penting tidaknya dampak Keputusan Kepala BAPEDAL No. KEP-056 Tahun 1994, Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting

22 Dampak Besar & Penting  Besar dampak (magnitude of impact): merujuk pada derajat perubahan lingkungan (besar/kecil)  Dampak besar (big magnitude of impact): merujuk pada perubahan lingkungan yang tergolong besar  Makna penting perubahan (dampak) lingkungan terhadap kehidupan sosial dan ekologi akibat adanya rencana kegiatan/usaha l Dampak besar dalam UU No. 23/1993 & PP No. 27/1997: magnitude of impact atau big magnitude of impact ? l Dampak yang besar (big magnitude of impact ) tidak senantiasa berdampak penting (mis, dampak pd 500 ha alang2) l Dampak yang kecil (small magnitude of impact) dapat bersifat penting (mis, perubahan c pada suhu air laut akibat buangan limbah cair berakibat penting pada populasi benur udang)

23 Besar Dampak & Penting Dampak Umur Proyek) Kondisi dengan proyek Besar Dampak 350 Proyek A Dimulai O4O4 A Kondisi tanpa proyek 250 O5O5 O6O6 B C 0 T1T3 Garis kemiskinan Pendapatan setara beras (kg/jiwa/thn) 320 O1O1 O2O2 O3O3 T2 Area Dampak Penting T2n

24 Besar Dampak & Penting Dampak Umur Proyek Pendapatan setara beras (kg/jiwa/thn) Kondisi tanpa proyek Area Besar Dampak Proyek B Dimulai O1O1 A Kondisi dengan proyek O2O2 O3O3 B C 0 T1T3 Garis Kemiskinan 350 O4O4 O5O5 T2T2n Area Dampak Penting

25 Muatan Pokok Dokumen ANDAL Deskripsi Proyek Rona LH Alternatif 1 ANDAL Rona LH Alternatif 2 Evaluasi Dampak utk Pengambilan Keputusan: Alternatif 1 vs Alternatif 2 ? Prakiraan Dampak Alternatif 1 Prakiraan Dampak Alternatif 2 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bab 7 Dampak lingkungan yg dikaji hrs sesuai dgn KA Dampak lingkungan yg dikaji hrs sesuai dgn KA & Prakiraan Dampak

26 Mutu Dokumen AMDAL yang telah Disetujui (Kasus 20 dokumen AMDAL, 1995) Uraian  Dok. AMDAL Analisis Tahap 1: besar & penting dampak Analisis Tahap 1: besar & penting dampak Hanya mengkaji besar dampak 9 Mengkaji besar dan penting dampak 11 Jumlah Dokumen 20 Analisis Tahap 2: kriteria penting dampak Memakai kriteria yang dibuat sendiri 4 Tidak jelas kriteria yang digunakan 3 Memakai Kepka Bapedal 056/ Jumlah Dokumen 11


Download ppt "Metode Prakiraan Dampak Soeryo Adiwibowo Kepala PPLH IPB Materi Pelatihan AMDAL Penilai, Kementerian Lingkungan Hidup, 30 Agustus – 15 September 2004,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google