Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Nama Kelompok : 1. M. Guntur 2. Indra Ibrahim 3. Intan utami 4. Puji lestari 5. Ricky Andika 6. Dika Tiansyah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Nama Kelompok : 1. M. Guntur 2. Indra Ibrahim 3. Intan utami 4. Puji lestari 5. Ricky Andika 6. Dika Tiansyah."— Transcript presentasi:

1 Nama Kelompok : 1. M. Guntur 2. Indra Ibrahim 3. Intan utami 4. Puji lestari 5. Ricky Andika 6. Dika Tiansyah

2 Jiwa kepemimpinan atau juga disebut dengan Leadership adalah suatu sifat yang dianugrahkan TUHAN kepada manusia, yang tidak semua manusia memiliki sifat ini, yaitu sifat seseorang yang dapat mengendalikan atau mengatur seseorang atau sekelompok manusia dalam sebuah organisasi, seperti sekolah,tempat kerja, keluarga,dll. Leadership adalah bagian dari softskill.Arti dari softskill itu sendiri adalah suatu kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill) dan kemampuan dalam mengatur / mengendalikan dirinya sendiri.Softskill adalah pasangan dari Hardskill, jika seseorang mempunyai Hardskill yang tinggi, namun tidak di dukung oleh softskill yang bagus, maka orang tersebut tidak sukses dalam menjalani kehidupannya, begitu pula sebaliknya.Hardskill itu sendiri mempunyai arti sendiri, yaitu kemampuan menguasai ilmu pengetahuan teknologi dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya.

3  Indetifikasi softskills, identifikasi softskills apa saja yang dibutuhkan oleh lulusan jurusan anda. untuk memperoleh ini, dapat dilakukan dengan meminta masukan dari alunmi ataupun industri pengguna lulusan.  Definisi softskills, setelah softskills yang dibutuhkan diidentifikasi, maka "pilihlah" softskills yang memang "paling" penting diadopsi dalam kurikulum jurusan anda.  Evaluasi softskills, tentukan alat ukur yang sesuai untuk menilai softskills yang talah anda masukan ke dalam kurikulum jurusan anda.

4  Program pengembangan, (1) written curriculum, ini dilakukan dengan memasukan softskills yang telah ditentukan ke dalam rancangan pembelajaran. dengan demikian penguasaan mahasiswa terhadap softskills tertentu harus dimasukkan dalam aspek penilaian mata kuliah tersebut. (2) hidden curriculum, ini dilakukan secara informal yaitu melalui interaksi dosen- mahasiswa. dosen sebagai panutan (role model). dapat juga dilakukan dengan menciptakan atmosfir akademik di lingkungan jurusan anda. (3) Co- curriculum, manfaatkan kegiatan seperti magang (internship), kerja praktik (KP), ataupun KKN (kuliah kerja nyata). (4) Extra-curriculum, libatkan unit kegiatan mahasiswa sebagai wadah untuk melatih softskills mahasiswa tersebut.

5 Adapun tipe-tipe kepemimpinan dalam pendidikan yaitu Otokratis, Laises Faire, dan Demokratis. 1.Kepemimpinan yang Otokratis Dalam kepemimpinan yang otokratis,pemimpin bertindak sebagai dictator terhadap anggota kelompoknya,baginya memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok.Penafsiran sebagai pemimpin tidak lain adalah menunjukkan dan memberi perintah,kewajiban bawahan adalah mengikuti dan menjalankan tidak boleh membantah. 2.Kepemimpinan yang Laises Faire Dalam tipe ini,sebenarnya pemimoin tidak memberikan pimpinan,tipe ini diartikan sebagai membiarkan orang – orang yang dipimpinnya berbuat sekehendaknya,pemimpin tidak memberikan kontrol dan koreksi terhadap pekerjaan yang dilakukan bawahannya.Dalam tipe kepemimpinan ini biasanya tidak ada organisasi,segala kegiatan dilakukan tanpa rencana dan tanpa pengawasan dan pimpinan.

6 3.Kepemimpinan Yang Demokrasi Pemimpin yang demokratis,menafsirkan kepemimpinannya bukan sebagai dictator,melainkan sebagai pemimpin di tengah – tengah anggota kelompoknya,ia selalu berusaha menstimulis anggota-anggotanya untuk bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama,dalam melaksanakan tugasnya,ia mau menerima saran dan kritik dari bawahannya,pemimpin yang demokratis senantiasa berusaha memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan dengan bawahannya.

7 Menunnjukkan Sikap Pantang Menyerah Dan Ulet A. Mengembankan Sikap Pantang Menyerah 1. Tujuan Peserta dapat Memahami tentang bagaimana menumbuhkan Sikap Pantang Menyerah dan Ulet sebagai wirausaha. II. Uraian Materi Dalam kamus orang sukses, tidak ada istilah pemalas dan mudah menyerah. Tidak ada orang yang meraih kesuksesan tanpa bekerja keras dan mengatasi seluruh hambatan yang merintangi jalannya. Jika dia gagal, bukan berarti dia akan berhenti dan menyerah begitu saja, lalu dia malas bekerja dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Pada dasarnya sikap pantang menyerah dan ulet wajib dimiliki seorang wirausaha dan dengan sikap pantang menyerah harus didasari dengan motivasi atau dorongan agar usaha yang dijalankan dapat berhasi atau sukses.

8 beberapa sikapyang harus dilakukan jika kita ingin menjadi sukses: - Orang yang sukses akan terus bekerja pantang menyerah dan sangatulet. - Orang yang sukses selalu bisa memperbaiki segala kesalahannya dan menyempurnakan pekerjaannya. - Orang yang sukses sangat fokus pada terget yang ingin diraihnya dan mempunyai ambisi yang kuat untuk mewujudkannya, biarpun melalui segala halangan dan rintangan. - Orang yang sukses sangat bersemangat melakukan apa yang sedang dikerjakannya - Orang yang sukses mempunyai disiplin yang kuat dan sangat konsisten - Orang yang sukses selalu opitimis biarpun mengalami kegagalan dan masa-masasulit.

9 Mengelola Konflik Dalam berwirausaha dengan memotivasi sikap pantang menyerah dan ulet maka mengetahui bagaimana konflik yang terjadi pada diri seorang wirausaha. Berikut ini akan dijabarkan pengertian dari Konflik dan bagaimana mengelola konflik tersebut. Menurut luthans(1981) konflik adalah yamg ditimbulkan oleh adanya kekuatan yang saling bertentangan. Kekuatan- kekuatan ini bersumber pada keinginan manusia. Istilah konflik sendiri diterjemahkan dalam beberapa istilah yaitu perbedaan pendapat, persaingan dan permusuhan. Dengan adanya suatu perbedaan tidak selalu berarti perbedaan keinginan. Sumberdari konflik merupakan suatu adanya perbedaan keinginan, maka perbedaan pendapat tidak selalu berati konflik. Dalam dunia usaha, persaingan sangat erat hubungannya dengan konflik karena dalam persaingan usaha terdapat banyak pihak yang menginginkan hal yang sama namun pada akhirnya, tidak semuanya dapat tercapai.

10 Konflik tidak selalu harus dihindari, karena tidak selalu konflik itu membawa efek negatif. Berbagai konflik yang ringan dan dapat dikendalikan (dikenal dan ditanggulangi) dapat berakibat positif bagi mereka yang terlibat. Sebab-sebab terjadinya konflik dalam berwirausaha sangatlah beragam, diantaranya organisasi dalam berwirausaha, praktek hubungan manusia yang kurang seimbang, konflik batin perorangan. Menurut James A.F.Stoner dan Charles Wankel menjelaskan bahwa konflik dapat digolongkan sebagai berikut: 1. Konflik Intrapersonal Adalah konflik yang terdapat dalam diri seseorang, konflik ini terjadi ketika jika pada suatu waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus. Ada tiga macam bentuk konflik Intrapersonal yaitu: - Konflik Pendekatan-Pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menarik. - Konflik Pendekatan-Penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama menyulitkan. - Konflik Penghindaran-Penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada suatu hal yang mempunyai nilai positif dan negatif.

11 2. Konflik Interpersonal Adalah suatu pertentangan yang terjadi antara seseorang dengan orang lain karena adanya perbedaan kepentingan atau keinginan, konflik ini biasa terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Dalam bidang usaha, hal ini dapat terjadi ketika suatu usaha yang telah berkembang dan melibatkan beberapa karyawan yang terlibat di dalamnya konflik interpersonal.Membangun Pribadi Pantang Menyerah (Dikutip dari tulisan Arif Perdana 18 Juni 2007) Pribadinya menganggap sesuatu yang terjadi itu dari segi positifnya. Ia yakin betul bahwa sekenario Allah itu tidak akan meleset sedikit pun. Pribadi pantang menyerah dan tangguh ini, tidak lain adalah pribadi yang memiliki kemampuan untuk bersyukur apabila ia mendapat sesuatu yang berkaitan dengan kebahagiaan, kesuksesan, medapat rezeki, dll. Sebaliknya, jika ia mendapati sesuatu yang tidak diharapkannya, entah itu berupa kesedihan, kegagalan, mendapat bala bencana, dll., maka ia memiliki ketahanan untuk selalu bersabar. Dan pribadi seperti ini memposisikan setiap kejadian yang menimpanya adalah atas ijin dan kehendak Allah. Ia pasrah dan selalu berusaha untuk bangkit dengan cara mengambil pelajaran dari setiap kejadian tersebut.Pribadi pantang menyerah ini bukan saja semata-mata dilihat secara fisik.

12 Tetapi lebih-lebih dan yang lebih penting justru adanya sifat positif dalamjiwanya yang begitu tangguh dan kuat. Seseorang menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Seseorang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, seseorang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan seseorang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada hadist Nabi yang menyebutkan bahwa: Setelah kita mampu bersikap optimis, lalu pola pikir kita juga harusdibiasakan berpikir secara positif dan percaya diri. Berpikir positif kepada siapa?Pertama, berpikir positif kepada Allah. Setiap kejadian, peristiwa dan fenomena kehidupan ini pasti ada sebab musababnya. Tugas kita, hanya berpikir dan membaca. Ada apa dibalik semua itu? Lalu, kita mengambil pelajaran dari kejadian itu dan selanjutnya mengamalkan yang baiknya dalam perilaku keseharian. Kedua, berpikir positif terhadap diri sendiri. Setiap manusia, dilahirkan sebagai pribadi yang unik. Karena bagaimanapun wajah dan sifat kita miripdengan orang lain. Tapi, yang jelas ada saja perbedaan antara keduanya.Sifat dan pribadi unik itu, harus kita jaga. Itu adalah potensi positif, modaldasar untuk mencapai keleluasaan langkah kita menuju ridho-Nya.Bagaimana orang lain akan menjunjung kita, kalau diri kita sendirimeremehkan dan tidak ‘mengangkatnya’.

13 Ketiga, berpikir positif pada orang lain. Orang lain itu, manusia biasa sama dengan kita. Dia mempunyai kesalahan dan kekhilafan. Yang tentu hati nuraninya tidak menghendakinya. Pikirkanlah, orang lain itu dari sisi positifnya saja dan menerima sisi negatifnya sebagai pelajaran bagi kita. Belajarlah dari seekor burung Garuda. Ia mengajarkan anaknya untuk terbang dari tempat yang tinggi dan menjatuhkannya. Lalu jatuh, diangkat lagi dan seterusnya sampai ia bisa terbang sendiri. Hati Garuda juga bersih, tidak mendendam. Ia kalau waktunya bermain ‘cakar-cakaran’. Tapi, kalau diluar itu ia akur, damai kembali.Keempat, berpikir positif pada waktu. Setiap manusia diberi waktu yangsama, dimana pun dia berada. Sebanyak 24 jam sehari atau detiksehari. Waktu itu, ingin kita apakan? Kita gunakan untuk tidur seharian, kerjakeras, mengeluh, berdemontrasi, bergunjing, santai, menuntut ilmu, menolong orang lain, melamun, ibadah, dan lainnya. Waktu itu tidak akanprotes. Untuk memaksimalkan sikap positif pada diri seseorang, lebih-lebih sebagai pembentuk pribadi yang pantang menyerah, tangguh, ‘tahan banting’, sabar dan istiqomah pada jalan-Nya. Tentu perlu dibangun pula dengan kebiasaanpositif.

14 - Kalau Anda mempunyai kecendrungan mudah menyerah, maka langkah pertama pertama yg paling penting adalah mengakui kelemahannya itu.Dengan menyadarinya, Anda akan lebih siap untuk memperbaikinya.motivasikanlah diri Anda untuk mengembangkan sikap pantang menyerah.Sikap ini diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam hidup. Perhatikanlah artis, atlit,karyawan dapat menajak karirnya karena berprestasi, merekaumumnya memperjuangkan apa yg ingin diraihnya dengan daya dan upaya yg optimal. Sebaliknya, orang2 yg mudah menyerah, frustasi dan mudah putus asa adalah orang2 yg gagal.Berpikirlah bahwa Anda bisa dan akan berhasil meraih apa yg Anda inginkan.Keyakinan ini akan membuat Anda lebih efektif dibandingkan bila Anda terlalumengantisipasi kemungkinan buruk. Menurut para ahli, orang yg optimismempunyai kemungkinan yg lebih besar untuk berhasil dibanding orang yg pesimis. Mengapa ? Karena keyakinan yg positif akan mempengaruhi mentaldan fisik secar signifikan untuk mendapatkan apa yg di yakininya. Arahkan mata Anda pada tujuan, bukan pada hambatan. Bila Anda memandang pada tujuan, maka hambatan tidak akan menakutkan. Tapisebaliknya, bila Anda terfokus pada hambatan, Anda akan mudah kehabisandaya juang.

15 - Beranilah mengambil risiko namun dengan perhitungan yg mantap, Hadapi dan alamilah pengalaman dan petualangan baru. Keberanian yg benar bukan berarti seperti orang yg terjun bebas ke jurang, tapi seperti orang yg menuruninya setahap demi setahap dengan persiapan yg matang.Kalau Anda tidak berani mengambil resiko, tentu saja Anda berada pada tempat yg aman namun Anda tidak akan berkembang. - Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian.Anggaplah tantangan sebagai "Sparring Pathner" yg akan membuat Anda semakin kuat, bukan sebagai raksasa yg menelan Anda. Semakin banyak tantangan, semakin berani menghadapinya, maka semakin terbentuk karakter yg kuat. - Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa Anda tidak akan berhasil bila pada usaha Anda mengalami kegagalan. Belajarlah daridari kegagal itu agar didapat gambaran yg lebih baik lagi. - Teruslah berusaha, terkamlah segala kesempatan yg ada, karena kesempatan itu tak datang untuk kedua kalinya !, tidak ada pendobrak kegagalan yg sekuat nilai "kegigihan". Ingatlah filsofi air yg bisa melubangi batu dengan tetesan yg terus terus-menerus.

16 - Imbangi kegigihan Anda dengan pemikiran yg kreatif. Bila perjalanan Anda terhalang oleh batu cadas, Anda tidak perlu membenturkan kepala Anda untuk membuktikan bahwa Anda pantang Menyerah. Berhentilah sejenak dan pikirkanlah bagaiman cara mengatasinya. carilah jalur alternatif ! - Jangan terpengaruh oleh kegagalan orang lain, tapi biarlah keberhasilan orang lain memotivasi kita. Belajarlah dari kegagalan dan kesalahan orang lain tanpa hrus mengalaminya sendiri. Dengan cara itru Anda menghemat banyak sekali waktu dan energi Anda yg sangat berharga.

17 3. Rangkuman Pada dasarnya sikap pantang menyerah dan ulet wajib dimiliki seorang wirausaha dan dengan sikap pantang menyerah harus didasari dengan motivasi atau dorongan agar usaha yang dijalankan dapat berhasil atau sukses. Sikap pantang menyerah akan menghadapi adanya berbagai konflik, baik konflik Intrapersonal maupun konflik Interpersonal. Oleh karena itu sikap pantang menyerah perlu dibangun. Kalau kita cermati, sebenarnya pembentukan sifat pribadi pantang menyerah dan tangguh ini adalah berawaldari sifat optimisme yang menyelimuti pola pikir orang tersebut. Setelah kita mampu bersikap optimis, lalu pola pikir kita juga harus dibiasakan berpikir secara positif dan percaya diri. - Pertama, berpikir positif kepada Allah. - Kedua, berpikir positif terhadap diri sendiri. - Ketiga, berpikir positif pada orang lain. - Keempat, berpikir positif pada waktu.

18 MENGELOLA KONFLIK 1. Pengertian Konflik Konflik adalah salah satu bentuk interaksi sosial yang bersifat negatif. Dalam situasi konflik, peranan emosi, dan temperamen lebih dominan daripada pertimbangan akal sehat. Faktor-faktor penyebab timbulnya konflik adalah sebagai berikut : a. Adanya benturan kepentingan dari berbagai pihak b. Terjadinya perubahan sosial yang terlalu cepat, warganya belum siap. c. Timbulnya rasa benci dan dendam terhadap rivalnya d. Adanya pemaksaan dari yang kuat terhadap pihak yang lemah e. Timbulnya keberingasan yang sulit dikendalikan f. Meletusnya revolusi politik yang menjurus pada perebutan kekuasaan

19 Ciri-ciri konflik adalah sebagai berikut : a. Terjadinya perebutan sesuatu dengan kekerasan b. Terjadinya interaksi sosial yang tidak harmonis dan saling curiga c. Timbul rasa benci, antipai, dan dendam satu sama lain d. Timbul usaha-usaha saling menjatuhkan (perang urat saraf) e. Usaha melerai lewat cara-cara damai telah gagal f. Akhirnya terjadi benturan fisik, kerusuhan sosial dan perang Konflik bisa diawali oleh adanya persaingan yang sangat kejam, tetapi ciri-ciri persaingan berbeda dengan konflik. Persaingan adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya. Ciri-ciri persaingan adalah sebagai berikut : a. Ada sejumlah orang/kelompok yang sama –sama menginginkan sesuatu yang jumlahnya terbatas. b. Masing-masing orang/kelompok berusaha keras untuk memperoleh sesuatu yang diinginginkan tadi secara sportif c. Dalam bersaing tidak terjadi benturan fisik dan usaha saling menjatuhkan

20 Persaingan memiliki berbagai fungsi sebagai berikut : a. Untuk menyalurkan keinginan yang kompetitif b. Sebagai alat untuk menyeleksi prestasi yang tinggi c. Dapat membantu usaha-usaha pemilihan sesuatu yang sesuai dengan keinginan publik (misalnya pemimpin) d. Dapat mendorong seseorang untuk belajar, bekerja dan berjuang lebih keras lagi Ruang lingkup persaingan: a. Bidang sosial ekomoni b. Bidang sosial budaya c. Bidang sosial politik d. Bidang keagamaan Hasil akhir dari suatu persaingan berhasil bila : a. Terjadinya perubahan sikap dan kepribadian yang makin mantap b. Timbulnya daya juang yang dinamis dan progresif c. Timbulnya rasa percaya diri d. Makin kokohnya solidaritas dan kebanggaan kelompok.

21 Kontra versi adalah bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang terhadap perorangan, kelompok atau unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian, tetapai tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik. Proses kontravensi mencakup lima subproses : a. Proses yang umum dari kontravensi seperti penolakan, keengganan, gangguan terhadap politik lain, dan sebagainya b. Kontravensi sederhana seperti memaki-maki, mencerca, memfitnah dan lain-lain c. Kontravensi yang insentif seperti penghasutan, penyebaran desas-desus, mengecewakan pihak lain dan sebagainya d. Kontravensi yang bersifat rahasia seperti berkhianat dan sebagainya e. Kontravensi yang bersifat taktis atau membingungkan lawan dan sebagainya Tipe-tipe kontravensi : a. Kontravensi yang menyangkut generasi b. Kontravensi yang menyangkut perbedaan jenis kelamin c. Kontravensi parlementer

22 2. Macam-macam konflik a. Konflik pribadi (indivisual), skalanya kecil dan insidental (tidak lama) b. Konflik antar suku/ras, antar kampung, antargolongan. Skalanya lebih besar, melibatkan banyak orang, waktunya lama dan kerugiannya besar. c. Konflik antar kelas sosial, yaitu antara kaum buruh dengan pengusaha, antara kelompok bawah (miskin) dengan kelompok atas. d. Konflik politik, yaitu konflik antar partai politik karena terjadi benturan ideologi, asas dan cita-cita politik yang tidak bisa dikompromi. e. Konflik internasional, yaitu konflik yang melibatkan beberapa kelompok negara (blok) karena benturan kepentingan atau ekspansi ke wilayah negara lain. 3. Akibat konflik a. Bertambah kuatnya solidaritas in group, jika konfliknya dengan kelompok lain b. Terjadinya disintegrasi (perpecahan) c. Berubahnya kepribadian seseorang/kelompok tertentu (bagi yang kalah perang) d. Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia e. Terjadinya akomodasi, dominasi atau takluknya pihak tertentu

23 4. Upaya mengatasi konflik dan mewujudkan keteraturan sosial Konflik dapat diredam/dikurangi/diatasi dengan cara-cara sebagai berikut: a. Kompromi, yaitu kedua belah pihak yang bertikai saling mengalah, menerima kebijakan tertentu atas dasar suka sama suka b. Toleransi, yaitu sikap saling menghargai dan menghormati pendirian masing-masing pihak c. Konversi, yaitu salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain d. Coercion, yaitu penyelesaian suatu konflik melalui suatu proses secara dipaksakan e. Mediasi, yaitu penyelesaian suatu konflik dengan mengundang pihak ketiga yang netral yang berfungsi sebagai fasilitator/mediator f. Arbitrasi, yaitu penyelesaian suatu konflik melalui pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak yang bertikai, yang secara aktif mengupayakan perdamaian g. Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang bertikai dalam suatu perundingan agar diperoleh suatu persetujuan bersama h. Ajudikasi, yaitu penyelesaian perkara atau pangkal pertentanga di pengadilan.

24 5. Upaya mewujudkan keteraturan sosial Untuk keteraturan masyarakat bisa ditempuh dengan berbagai cara (persuasif, prevesif, coercive, represif) a. Membuat sistem norma, perundang-undangan, hukum yang baik disertai sanksi yang tegas b. Mensosialisasikan norma/perundang-undangan/hukum keseluruh warga masyarakat c. Mengadakan ceramah-ceramah keagamaan dengan tema sosial, kesehatan. Sasaran utamanya adalah generasi muda d. Memberian contoh sikap, perilaku yang baik, sopan sesuai dengan norma dan peraturan yang berlaku e. Melakukan pengawasan dan pengendalian sosial secara terus menerus. f. Melakukan tindakan pemaksaan (coercive) dan hukuman kepada orang yang melakukan pelanggaran hukum dan terbukti bersalah g. Jika di masyarakat terjadi ketidakteraturan atau pertikaian, maka pejabat setempat, aparat keamanan dan tokoh masyarakat harus cepat betindak menyelesaikan secara adil dan tuntas h. Para pemimpin dan pemuka masyarakat harus mengajak dan membiasakan warganya untuk hidup rukun dan toleransi serta menaati peraturan yang berlaku (persuasif)

25 Selesai Abis...


Download ppt "Nama Kelompok : 1. M. Guntur 2. Indra Ibrahim 3. Intan utami 4. Puji lestari 5. Ricky Andika 6. Dika Tiansyah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google