Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tiga Karakteristik Kehidupan. The Buddha discovered that all beings possess Tiga Karakteristik Kehidupan : Anicca – Impermanence Dukkha – Unsatisfactoriness.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tiga Karakteristik Kehidupan. The Buddha discovered that all beings possess Tiga Karakteristik Kehidupan : Anicca – Impermanence Dukkha – Unsatisfactoriness."— Transcript presentasi:

1 Tiga Karakteristik Kehidupan

2 The Buddha discovered that all beings possess Tiga Karakteristik Kehidupan : Anicca – Impermanence Dukkha – Unsatisfactoriness / Suffering Anatta – Insubstantiality / Non-self

3 Tiga Karakteristik Kehidupan Buddha menemukan bahwa semua makhluk memiliki Tiga Karakteristik Kehidupan : Anicca – Impermanence Dukkha – Unsatisfactoriness / Suffering Anatta – Insubstantiality / Non-self

4 Tiga Karakteristik Kehidupan Buddha menemukan bahwa semua makhluk memiliki Tiga Karakteristik Kehidupan : Anicca – Ketidak-kekalan Dukkha – Unsatisfactoriness / Suffering Anatta – Insubstantiality / Non-self

5 Tiga Karakteristik Kehidupan Buddha menemukan bahwa semua makhluk memiliki Tiga Karakteristik Kehidupan : Anicca – Ketidak-kekalan Dukkha – Ketidak-puasan / penderitaan Anatta – Insubstantiality / Non-self

6 Tiga Karakteristik Kehidupan Buddha menemukan bahwa semua makhluk memiliki Tiga Karakteristik Kehidupan : Anicca – Ketidak-kekalan Dukkha – Ketidak-puasan / Penderitaan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri

7 Tiga Karakteristik Kehidupan Anicca – Ketidak-kekalan All things are impermanent, and everything is in the process of changing into something else. For example, we are all in the process of aging. Even the stars and galaxies are in the process of change.

8 Tiga Karakteristik Kehidupan Anicca – Ketidak-kekalan Segala sesuatu tidak kekal dan segala sesuatu dalam proses perubahan menjadi sesuatu yang lainnya. For example, we are all in the process of aging. Even the stars and galaxies are in the process of change.

9 Tiga Karakteristik Kehidupan Anicca – Ketidak-kekalan Segala sesuatu tidak kekal dan segala sesuatu dalam proses perubahan menjadi sesuatu yang lainnya. Sebagai contohnya, kita semua dalam proses penuaan. Bahkan bintang dan galaxi juga dalam proses perubahan.

10 Tiga Karakteristik Kehidupan Dukkha – Ketidak-puasan / Penderitaan Because all things are impermanent, existence is subject to dukkha. There will always be the craving for the pleasant, and the aversion to the unpleasant, resulting from the ever- changing nature of existence.

11 Tiga Karakteristik Kehidupan Dukkha – Ketidak-puasan / Penderitaan Karena segala sesuatu tidak kekal, kehidupan adalah sasaran dari dukkha. There will always be the craving for the pleasant, and the aversion to the unpleasant, resulting from the ever- changing nature of existence.

12 Tiga Karakteristik Kehidupan Dukkha – Ketidak-puasan / Penderitaan Karena segala sesuatu tidak kekal, kehidupan adalah sasaran dari dukkha. Selalu saja ada hasrat dengan hal yang menyenangkan, dan keengganan dengan hal yang tidak menyenangkan, yang berasal dari sifat alami kehidupan yang senantiasa berubah.

13 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri There is no permanent or unchanging self. The 'self' which we are conditioned to believe exists, is comprised of nothing more than different mental and physical constituents, which are in a state of constant change because of Cause and Effect.

14 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Tidak ada diri yang kekal atau diri yang tidak berubah. The 'self' which we are conditioned to believe exists, is comprised of nothing more than different mental and physical constituents, which are in a state of constant change because of Cause and Effect.

15 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Tidak ada diri yang kekal atau diri yang tidak berubah. ‘Diri’ yang keberadaannya kita percayai, tak lain hanya terdiri dari berbagai unsur mental dan jasmani, yang dalam keadaan yang terus berubah oleh proses Sebab dan Akibat.

16 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta Tanpa inti / Tanpa diri ‘Atta’ atau ‘Atman’ berarti ‘diri’ atau ‘jiwa yang kekal’. Oleh sebab itu ‘anatta’ berarti ‘tanpa-diri’ atau ‘tanpa jiwa yang kekal’. We are composed of mind (nama) and body (rupa), which can be broken down into separate elements called the Five Aggregates which are constantly changing.

17 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri ‘Atta’ atau ‘Atman’ berarti ‘diri’ atau ‘jiwa yang kekal’. Oleh sebab itu ‘anatta’ berarti ‘tanpa-diri’ atau ‘tanpa jiwa yang kekal’. Kita terdiri dari mental (nama) dan jasmani (rupa), yang dapat dipisahkan menjadi elemen- elemen yang berbeda yang disebut Lima Kelompok Kehidupan yang senantiasa berubah.

18 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Lima kelompok kehidupan : 1. Matter – Rupa 2. Kesadaran – Vinnana 3. Perasaan – Vedana 4. Bentuk-bentuk pikiran – Sankhara 5. Persepsi – Sanna

19 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Lima kelompok kehidupan : 1. Materi – Rupa 2. Kesadaran – Vinnana 3. Perasaan – Vedana 4. Bentuk-bentuk pikiran – Sankhara 5. Persepsi – Sanna

20 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Lima kelompok kehidupan : 1. Materi – Rupa 2. Kesadaran – Vinnana 3. Perasaan – Vedana 4. Bentuk-bentuk pikiran – Sankhara 5. Persepsi – Sanna

21 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Lima kelompok kehidupan : 1. Materi – Rupa 2. Kesadaran – Vinnana 3. Perasaan – Vedana 4. Bentuk-bentuk pikiran – Sankhara 5. Persepsi – Sanna

22 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Lima kelompok kehidupan : 1. Materi – Rupa 2. Kesadaran – Vinnana 3. Perasaan – Vedana 4. Bentuk-bentuk pikiran – Sankhara 5. Persepsi – Sanna

23 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Lima kelompok kehidupan : 1. Materi – Rupa 2. Kesadaran – Vinnana 3. Perasaan – Vedana 4. Bentuk-bentuk pikiran – Sankhara 5. Persepsi – Sanna

24 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Realitas konvensional dan pokok : • In conventional reality, we are distinct and identifiable entities. • In ultimate reality, we are no more than concepts or fabrications.

25 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Realitas konvensional dan pokok : • Dalam realitas konvensional, kita bersifat nyata dan merupakan identitas yang sungguh-sungguh ada. • In ultimate reality, we are no more than concepts or fabrications.

26 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Realitas konvensional dan pokok : • Dalam realitas konvensional, kita bersifat nyata dan merupakan identitas yang sungguh-sungguh ada. • Dalam realitas pokok, kita tidak lebih dari konsep-konsep atau sesuatu yang bersifat tidak nyata.

27 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Realitas konvensional dan pokok : Sebagai contohnya, secara konvensional kita hadir sebagai seorang individu dengan sebuah nama. But ultimately, we are composed of different physical parts which make up our body, and the various aspects of our mind such as our Perasaan and memories.

28 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Realitas konvensional dan pokok : Sebagai contohnya, secara konvensional kita hadir sebagai seorang individu dengan sebuah nama. Tetapi secara pokok, kita terdiri dari berbagai bagian jasmani yang membentuk tubuh kita, dan berbagai aspek dari pikiran kita seperti perasaan dan ingatan kita.

29 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Realitas konvensional dan pokok : Namun, tubuh dan pikiran kita dalam keadaan yang senantiasa berubah. Jutaan sel dalam tubuh kita mati dan digantikan setiap detiknya. We have different Perasaan all the time and we acquire new memories and lose old ones.

30 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Realitas konvensional dan pokok : Namun, tubuh dan pikiran kita dalam keadaan yang senantiasa berubah. Jutaan sel dalam tubuh kita mati dan digantikan setiap detiknya. Kita memiliki perasaan yang berbeda setiap saat dan kita memperoleh ingatan baru dan melupakan yang lama.

31 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Realitas konvensional dan pokok : Orang yang masuk ke dalam kelas ini berbeda dengan orang yang sedang duduk di sini saat ini, dan orang yang meninggalkan kelas ini akan menjadi orang yang berbeda lagi. Ultimately therefore, we do not have any permanent substance as we are changing all the time.

32 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Realitas konvensional dan pokok : Orang yang masuk ke dalam kelas ini berbeda dengan orang yang sedang duduk di sini saat ini, dan orang yang meninggalkan kelas ini akan menjadi orang yang berbeda lagi. Pada pokoknya, kita tidak memiliki kandungan yang kekal karena kita berubah sepanjang masa.

33 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Realitas konvensional dan pokok : Diri yang kita lihat sebagai nyata dan kekal, hanyalah konsep belaka atau tidak nyata. However, in order to function in conventional reality, we will still need to see ourselves as enduring and distinct entities.

34 Tiga Karakteristik Kehidupan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Realitas konvensional dan pokok : Diri yang kita lihat sebagai nyata dan kekal, hanyalah konsep belaka atau tidak nyata. Namun, untuk berfungsi dalam realitas konvensional, kita masih perlu melihat diri kita sebagai unsur nyata yang sungguh- sungguh ada dan yang bertahan.

35 Tiga Karakteristik Kehidupan Terkecuali kita mempraktekkan Jalan Ariya Berunsur Delapan, maka tidak mudah untuk melihat Tiga Karakteristik Kehidupan. This is due to the natural human instincts of : • Self-protection • Self-preservation

36 Tiga Karakteristik Kehidupan Terkecuali kita mempraktekkan Jalan Ariya Berunsur Delapan, maka tidak mudah untuk melihat Tiga Karakteristik Kehidupan. Hal ini sehubungan dengan sifat alami manusia akan : • Self-protection • Self-preservation

37 Tiga Karakteristik Kehidupan Terkecuali kita mempraktekkan Jalan Ariya Berunsur Delapan, maka tidak mudah untuk melihat Tiga Karakteristik Kehidupan. Hal ini sehubungan dengan sifat alami manusia akan : • Perlindungan diri • Self-preservation

38 Tiga Karakteristik Kehidupan Terkecuali kita mempraktekkan Jalan Ariya Berunsur Delapan, maka tidak mudah untuk melihat Tiga Karakteristik Kehidupan. Hal ini sehubungan dengan sifat alami manusia akan : • Perlindungan diri • Pertahanan diri

39 Tiga Karakteristik Kehidupan Anicca – Ketidak-kekalan Dukkha – Unsatisfactoriness / Suffering Anatta – Insubstantiality / Non-self Beginning to understand the Three Characteristics is to begin to see the true nature of our existence and the way to enduring peace and happiness.

40 Tiga Karakteristik Kehidupan Anicca – Kebodohan batin dan khayalan Dukkha – Unsatisfactoriness / Suffering Anatta – Insubstantiality / Non-self Beginning to understand the Three Characteristics is to begin to see the true nature of our existence and the way to enduring peace and happiness.

41 Tiga Karakteristik Kehidupan Anicca – Kebodohan batin dan khayalan Dukkha – Ketidak-puasan / Penderitaan Anatta – Insubstantiality / Non-self Beginning to understand the Three Characteristics is to begin to see the true nature of our existence and the way to enduring peace and happiness.

42 Tiga Karakteristik Kehidupan Anicca – Kebodohan batin dan khayalan Dukkha – Nafsu keinginan dan keengganan Anatta – Insubstantiality / Non-self Beginning to understand the Three Characteristics is to begin to see the true nature of our existence and the way to enduring peace and happiness.

43 Tiga Karakteristik Kehidupan Anicca – Kebodohan batin dan khayalan Dukkha – Nafsu keinginan dan keengganan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Beginning to understand the Three Characteristics is to begin to see the true nature of our existence and the way to enduring peace and happiness.

44 Tiga Karakteristik Kehidupan Anicca – Kebodohan batin dan khayalan Dukkha – Nafsu keinginan dan keengganan Anatta – Kemelekatan pada ego atau diri Beginning to understand the Three Characteristics is to begin to see the true nature of our existence and the way to enduring peace and happiness.

45 Tiga Karakteristik Kehidupan Anicca – Ketidak-kekalan Dukkha – Unsatisfactoriness / Suffering Anatta – Insubstantiality / Non-self Beginning to understand the Three Characteristics is to begin to see the true nature of our existence and the way to enduring peace and happiness.

46 Tiga Karakteristik Kehidupan Anicca – Ketidak-kekalan Dukkha – Ketidak-puasan / Penderitaan Anatta – Insubstantiality / Non-self Beginning to understand the Three Characteristics is to begin to see the true nature of our existence and the way to enduring peace and happiness.

47 Tiga Karakteristik Kehidupan Anicca – Ketidak-kekalan Dukkha – Ketidak-puasan / Penderitaan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Beginning to understand the Three Characteristics is to begin to see the true nature of our existence and the way to enduring peace and happiness.

48 Tiga Karakteristik Kehidupan Anicca – Ketidak-kekalan Dukkha – Ketidak-puasan / Penderitaan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Permulaan untuk memahami tiga karakteristik adalah awal untuk melihat sifat sejati dari kehidupan kita dan jalan menuju perdamaian dan kebahagiaan abadi.

49 Tiga Karakteristik Kehidupan Anicca – Ketidak-kekalan Dukkha – Ketidak-puasan / Penderitaan Anatta – Tanpa inti / Tanpa diri Dan jalan untuk sungguh-sungguh memahami Tiga karakteristik adalah dengan mempraktekkan Jalan Ariya Berunsur Delapan.

50 Dipersiapkan oleh T Y Lee


Download ppt "Tiga Karakteristik Kehidupan. The Buddha discovered that all beings possess Tiga Karakteristik Kehidupan : Anicca – Impermanence Dukkha – Unsatisfactoriness."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google