Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pelatihan Menulis Kreatif Paroki Santo Michael Kranji, 9 Juni 2013.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pelatihan Menulis Kreatif Paroki Santo Michael Kranji, 9 Juni 2013."— Transcript presentasi:

1 Pelatihan Menulis Kreatif Paroki Santo Michael Kranji, 9 Juni 2013

2 2 MASYARAKAT - GEREJA DAN ORANG BERIMAN ORANG BERIMAN G E R E J A M A S Y A R A K A T

3 3 HIDUP MENGGEREJA ORANG BERIMAN BERHAK DAN BERTANGGUNGJAWAB UNTUK MENGUPAYAKAN AGAR GEREJA SETIA KEPADA JESUS DI DALAM SITUASI-KONDISI NYATA. “Kamu adalah sahabatKu, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” (Yoh.15:14 )

4 Evangelisasi:  Secara agak harafiah, evangelisasi berartti ‘komunikasi Injil’, penyebaran kabar baik Yesus Kristus. Kata ini berasal dari kata Yunani euaggelion yang berarti ‘kabar baik’.  Dalam arti yang lebih luas, evangelisasi berarti pergi ke tengah orang-orang yang belum mengenal dan mengasihi Yesus Kristus, atau belum menyadari betapa Dia mengenal dan mengasihi mereka  Kegairahan dan semangat kerasulan mewartakan Injil guna menolong orang-orang lain agar jatuh cinta kepada Yesus dan kemudian mengabdikan diri kepada-Nya

5  Dalam Evangelii Nuntiandi Paus Paulus VI juga mengutip Deklarasi Para Bapa Sinode 1974 yang mengikrarkan bahwa “tugas untuk mewartakan Injil kepada segala bangsa merupakan perutusan hakiki dari Gereja.” Dilanjutkan olehnya bahwa “Mewartakan Injil sesungguhnya merupakan rahmat dan panggilan yang khas bagi Gereja, merupakan identitasnya yang terdalam; Gereja ada untuk mewartakan Injil, yakni untuk berkhotbah dan mengajar, menjadi saluran kurnia rahmat, untuk mendamaikan para pendosa dengan Allah dan untuk mengabadikan kurban Kristus di dalam mis, yang merupakan kenangan akan kematian dan kebangkitan-Nya yang mulia” (EN, 14).

6  Tradisi gereja memerikan kegiatan evangelisasi Yesus ke dalam tiga perutusan-Nya, yaitu sebagai imam, nabi, dan raja. Lebih dari satu dekade kemudian, dikaitkan dengan karya kerasulan para awam, Paus Yohanes Paulus II menulis,“Suatu aspek baru pada rahmat serta martabat yang berasal dari Permandian diperkenalkan di sini: kaum awam beriman berpartisipasi, demi bagian mereka, di dalam perutusan rangkap tiga Kristus selaku imam, nabi dan raja”(Imbauan Apostolik Christifideles Laici [CFL] tentang Para Anggota Awam Umat Beriman Kristus, Maret 1989, 14)

7  “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu” (Yoh 20:21),  Kita semua diutus untuk mewartakan Injil sebagai Gereja dan tidak hanya sebagai individu-individu karena evangelisasi adalah sebuah “visi total” (total vision). Di akhir Injil Matius, jelas kelihatan bahwa Yesus memberdayakan Gereja, sebagai komunitas para murid, untuk membawa pengaruh Injil kepada setiap bangsa sepanjang masa (Mat 28:18-20). Paus Paulus VI mengungkapkan visi total ini ketika beliau menulis, “Bagi Gereja, penginjilan (evangelisasi) berarti membawa Kabar Baik kepada segala tingkat kemanusiaan, dan melalui pengaruh Injil mengubah umat manusia dari dalam dan membuatnya menjadi baru” (EN, 18).

8 EVANGELISASI LEWAT TULISAN!

9 MENULIS ADALAH....  EKSPRESI PIKIRAN DAN PERASAAN  MEMBANGUN TUBUH  REINKARNASI DIRI  MEWARTAKAN EVANGELISASI

10 PELBAGAI KENDALA  TABERNAKEL BARU: AUDIO VISUAL SELULARISASI GLOBALISASI NILAI

11 APA MENU KHUSUS KITA?  PEMANASAN  MENSYUKURI INDERA  DETOKSINASI RASA “GALAU”  MENYIAPKAN BUMBU KESUNYIAN  MEMASAK ANEKA MENU TENTERAM  SIAP MEWARTA

12 Kata Bernyawa  Dikala kamu bertemu dengan kata-kata  Janganlah kauremehkan  Karna dia bernyawa  Dikala kamu bertemu dengan kata-kata  Jadikanlah kalimat  Dengan hati yang lega  Jangan kau buat ia galau  Tapi bahagia  Reff:  Kata-kata, bernyawa  Ingatlah bahagia  Berita  Pewartaan  Untuk perdamaian dunia  Untuk kemuliaan Tuhan

13 MENU UTAMA  Kemampuan mengoptimalkan panca indera yang dimiliki sebagai Rahmat dari Yang Maha Pengasih.  Kemampuan untuk menghindari “Tuan Kebiasaan”.  Sedikit bakat.  Senam Otak  Penguasaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).  Penguasaan editing.  Penguasaan komputer meski hanya program WS atau Word.

14 MENU DESERT:  * Mampu mengembangkan ide-ide yang sedang menjadi persoalan aktual di tengah masyarakat.   Mampu menganalisis sebuah artikel yang bisa dimuat di media massa satu dengan yang lain.   Banyak membaca dan mencari referensi untuk artikel yang sedang ditulisnya.   Mengadakan penelitian baik penelitian singkat maupun secara detail terhadap masalah yang sedang ditulisnya.

15 Menulis, Reinkarnasi Diri  Menulis, Reinkarnasi Diri  Menulis  ekspresi pikiran (kepala) dan perasaan (hati).  Menulis  membangun tubuh.

16 SIAP SEDIA BERLATIH  "Tak ada sesuatu yang berarti datang dengan mudah. Separo usaha tidak berarti memberikan separo hasil, atau bahkan tidak memberikan hasil sama sekali. Bekerja, bekerja terus, dan bekerja keras merupakan satu-satunya untuk memperoleh hasil pada akhirnya." -Hamilton Holt 

17 Kategorisasi Karangan  Fiksi (cerpen, dongeng, komik, skenario, novel, puisi)  Non Fiksi (reportase, feature, editorial, artikel, resensi, esai)

18 Editorial dan Artikel . Editorial itu merupakan kata pengantar dari redaksi.  Artikel: adalah sebuah karangan prosa yang dimuat dalam media massa, yang membahas isu tertentu, persoalan, atau kasus yang berkembang dalam masyarakat secara lugas.

19 Artikel adalah...  karya tulis atau karangan;  karangan nonfiksi;  karangan yang tak tentu panjangnya;  karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur;  sarana penyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya;  wujud karangan berupa berita atau "karkhas”

20 Feature (Ficer)  Feature adalah: adalah salah satu teknik penulisan berita jurnalistik, untuk mengungkapkan secara panjang lebar dan mendalam, suatu realitas sosial yang dijumpai di tengah masyarakat. Berdasarkan batasan itu, di kalangan jurnalis Indonesia, feature disebut juga berita kisah atau berita bertutur.

21 Jenis-Jenis Feature  Feature Sosok (Profile) Mengetengahkan tokoh kesohor (bisa juga sekelompok orang atau suatu lembaga), baik yang berperan dalam suatu peristiwa yang diberitakan maupun tidak. Tujuannya supaya pembaca bisa lebih paham sepak terjang sang tokoh.  Feature Sejarah (Historical) Mengungkap apa yang pernah terjadi pada masa silam. Feature ini juga menggali aspek-aspek terbaru dari kejadian masa lalu itu.

22  Feature Petualangan (Adventures) Menyajikan kejadian unik dan menarik yang dialami seseorang atau serombongan orang, boleh jadi dalam suatu ekspedisi, riset, kecelakaan, perjalanan dan banyak lagi.  Feature Peristiwa Teragenda (Seasonal) Mengangkat aspek baru dari suatu peristiwa teragenda. Misalnya, Lebaran, Natal, Hari Kemerdekaan, peringatan lahirnya tokoh nasional, dll.).

23  Feature Pengalaman Manusiawi (Human Interest) Mengisahkan pengalaman manusiawi yang menyentuh perasaan. Melalui penuturan ini pembaca diharapkan bercermin dan melihat dirinya sebagai anak manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya, yang bergelut dalam tragedi atau komedi kehidupan.  Feature Gaya Hidup (Trend) Menuturkan kisah sekelompok anak manusia yang berubah gaya hidupnya dalam suatu proses transformasi sosial-budaya.

24 Resep Masakan TULISAN  1 SIUNG GAGASAN  1 KG DATA  1 PIRING KERANGKA  1 ONS SENANG  1 ONS INTRO  1 BUTIR JUDUL  1 MANGKUK MULAI  1 BUNGKUS EYD

25 CARA MEMBUAT: 1. REBUS 1 SIUNG GAGASAN DENGAN SENAM OTAK. 2. BUBUHKAN 1 MANGKUK KESENANGAN 3. ADUK KEDUANYA, LALU IRIS TIPIS2 MENJADI KERANGKA KARANGAN. 4. INGAT! MULAI DARI DEPAN (PINTU, KEPALA) 5. LIHAT KERANGKA KARANGAN: REBUS SEBAGIAN MENJADI INTRO. 6. ULEG INTRO AGAR MENARIK.

26 CARA MEMASAK TULISAN:  ADUK DENGAN BLENDER DATA YANG ADA. PILIH YANG PALING PENTING. TARUH DI DEPAN.  PETIK HUMOR2, INFO AKTUAL, LALU CELUPKAN KE DALAM TULISAN. PISAHKAN: DEPAN, TENGAH, BELAKANG.  MASUKKAN KE DALAM OVEN TULISAN. SETELAH MATANG,BUBUHKAN KEJUTAN, ATAU HUMOR, DI BAGIAN PENUTUP.

27 RESEP MASAKAN ENAK!  Singkat, artinya bahasa jurnalistik harus menghindari penjelasan yang panjang dan bertele-tele.  Padat, artinya bahasa jurnalistik yang singkat itu sudah mampu menyampaikan informasi yang lengkap. Semua yang diperlukan pembaca sudah tertampung didalamnya. Menerapkan prinsip 5 wh, membuang kata- kata mubazir dan menerapkan ekonomi kata.  Sederhana, artinya bahasa pers sedapat-dapatnya memilih kalimat tunggal dan sederhana, bukan kalimat majemuk yang panjang, rumit, dan kompleks. Kalimat yang efektif, praktis, sederhana pemakaian kalimatnya, tidak berlebihan pengungkapannya (bombastis)  Lugas, artinya bahasa jurnalistik mampu menyampaikan pengertian atau makna informasi secara langsung dengan menghindari bahasa yang berbunga- bunga.  Menarik, artinya dengan menggunakan pilihan kata yang masih hidup, tumbuh, dan berkembang. Menghindari kata-kata yang sudah mati.  Jelas, artinya informasi yang disampaikan jurnalis dengan mudah dapat dipahami oleh khalayak umum (pembaca).

28  Pangdam VIII/Trikora Mayjen TNI Amir Sembiring mengeluarkan perintah tembak di tempat, bila masyarakat yang membawa senjata tajam, melawan serta tidak menuruti permintaan untuk menyerahkannya. Jadi petugas akan meminta dengan baik. Namun jika bersikeras dan melawan, terpaksa akan ditembak di tempat sesuai dengan prosedur (Kompas, 24/1/99)  Ketua Umum PB NU KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) mengadakan kunjungan kemanusiaan kepada Ketua Gerakan Perlawanan Timor (CNRT) Xanana Gusmao di LP Cipinang, Selasa (2/2) pukul WIB. Gus Dur didampingi pengurus PBNU Rosi Munir dan staf Gus Dur, Sastro. Turut juga Aristides Kattopo dan Maria Pakpahan (Suara Pembaruan, 2/2/99)

29  Ketika mengendarai mobil dari rumah menuju kantornya di kawasan Sudirman, seorang pegawai bank, Deysi Dasuki, sempat tertegun mendengar berita radio. Radio swasta itu mengumumkan bahwa kawasan Semanggi sudah penuh dengan mahasiswa dan suasananya sangat mencekam (Republika, 24/11/98)  Ketua DPP PPP Drs. Zarkasih Noer menyatakan, segala bentuk dan usaha untuk menghindari disintegrasi bangsa dari mana pun atau siapa pun perlu disambut baik (Suara Pembaruan, 21/12/98

30 TULISAN UTUH  Pemakaian kata-kata yang bernas  Penggunaan kalimat efektif. Kalimat dikatakan efektif bila mampu membuat proses penyampaian dan penerimaan itu berlangsung sempurna. Kalimat efektif mampu membuat isi atau maksud yang disampaikan itu tergambar lengkap dalam pikiran si pembaca, persis apa yang ditulis. Keefektifan kalimat ditunjang antara lain oleh keteraturan struktur atau pola kalimat. Selain polanya harus benar, kalimat itu harus pula mempunyai tenaga yang menarik.  Penggunaan alinea/paragraf yang kompak. Alinea merupakan suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Setidaknya dalam satu alinea terdapat satu gagasan pokok dan beberapa gagasan penjelas. Pembuatan alinea bertujuan memudahkan pengertian dan pemahaman dengan memisahkan suatu tema dari tema yang lain.

31 TIPS-TIPS  Tulislah berita yang menarik dengan menerapkan gaya bahasa percakapan sederhana. Tulislah berita dengan lead yang bicara. Untuk menguji lead anda “berbicara” atau “bisu” cobalah dengan membaca tulisan yang dihasilkan. Jika anda kehabisan nafas dan tersengal- sengal ketika membaca maka led anda terlalu panjang.  Gunakan kata/Kalimat Sederhana. Kalimat sederhana terdiri dari satu pokok dan satu sebutan. Hindari menulis dengan kata keterangan dan anak kalimat. Ganti kata-kata yang sulit atau asing dengan kata-kata yang mudah. Bila perlu ubah susunan kalimat atau alinea agar didapat tulisan yang “mengalir”. Ingat KISS (Keep It Simple and Short)

32 TIPS-TIPS  Hindari kata-kata berkabut. Kata-kata berkabut adalah tulisan yang berbunga-bunga, menggunakan istilah teknis, ungkapan asing yang tidak perlu dan ungkapan umum yang kabur. Yang diperlukan BI ragam jurnalistik adalah kejernihan tulisan (clarity).  Libatkan pembaca. Melibatkan pembaca berarti menulis berita yang sesuai dengan kepentingan, rasa ingin tahu, kesulitan, cita-cita, mimpi dan angan-angan. Tapi ingat: jangan sampai terjebak menulis dengan gaya menggurui atau menganggap enteng pembaca. Melibatkan pembaca berarti mengubah soal-soal yang sulit menjadi tulisan yang mudah dimengerti pembaca. Melibatkan pembaca juga didapat dengan menulis sesuai rasa keadilan yang hidup di masyarakat.

33 Tips-tips  Gantilah kata sifat dengan kata kerja. Baca kalimat ini: “Seorang perempuan tua yang kelelahan bekerja di sawahnya!” Bandingkan dengan: “Seorang perempuan tua membajak, kepalanya merunduk, nafasnya tersengal-sengal!”  Gunakan kosakata yang tidak memihak  Baca kalimat ini: Seorang ayah memperkosa anak gadisnya sendiri yang masih berusia 12 tahun  Bandingkan dengan: Perkosaan menimpa anak gadis yang berusia 12 tahun.

34 Tips-Tips  Hindari pemakaian eufemisme bahasa.  Baca kalimat: Selama musim kemarau terjadi rawan pangan di Gunung Kidul  Bandingkan dengan: Selama musim kemarau terjadi kelaparan di Gunung Kidul

35 Selamat Menghilangkan Galau Selamat Menyegarkan Jiwa


Download ppt "Pelatihan Menulis Kreatif Paroki Santo Michael Kranji, 9 Juni 2013."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google