Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PP & PERKA TENTANG KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF. PP 33 TAHUN 2007 TENTANG KESELAMATAN RADIASI DAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PP & PERKA TENTANG KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF. PP 33 TAHUN 2007 TENTANG KESELAMATAN RADIASI DAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF."— Transcript presentasi:

1 PP & PERKA TENTANG KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF

2 PP 33 TAHUN 2007 TENTANG KESELAMATAN RADIASI DAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF

3 REFERENSI IAEA

4 KESELAMATAN RADIASI. TINDAKAN YANG DILAKUKAN UNTUK MELINDUNGI PEKERJA, ANGGOTA MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP DARI BAHAYA RADIASI ( CARANYA HINDARI KECELAKAAN) KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF. TINDAKAN YANG DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH AKSES TIDAK SAH ATAU PERUSAKAN, DAN KEHILANGAN, PENCURIAN, DAN/ATAU PEMINDAHAN TIDAK SAH SUMBER RADIOAKTIF

5 PEMANFAATAN RADIOGRAFI; GAUGING; LOGGING KESELAMATAN KEAMANAN KESELAMATAN CODE OF CONDUCT – TECDOC PERATURAN PERUNDANGAN

6 ● PEMEGANG IZIN YANG MENGIMPOR, MENGEKSPOR, MENGGUNAKAN, MENYIMPAN, DAN/ATAU MENGANGKUT SUMBER RADIOAKTIF WAJIB MENERAPKAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF. ● BAPETEN MENERAPKAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF TERHADAP SUMBER RADIOAKTIF YANG TIDAK DIKETAHUI PEMILIKNYA. ● SUMBER RADIOAKTIF DIKATEGORISASIKAN DALAM KATEGORI 1, 2, 3, 4, DAN 5 BAB V. KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF

7 1.IMPORTIR WAJIB MEMILIKI IZIN PEMANFAATAN DARI BAPETEN. 2. SEBELUM PENGIRIMAN SR KATEGORI 1 DAN 2, IMPORTIR WAJIB MENJAMIN : ◙ PIHAK PENGGUNA TELAH MENDAPAT IZIN PEMANFAATAN SEBELUM PELAKSANAAN IMPOR; DAN ◙ EKPORTIR DI NEGARA ASAL TELAH MEMILIKI IZIN DARI BADAN PENGAWAS NEGARA ASAL. KEAMANAN DALAM IMPOR

8  PELAKSANAAN IMPOR DAN EKSPOR KE DAN DARI NEGARA RI HANYA DAPAT DILAKUKAN SETELAH MENDAPAT PERSETUJUAN DARI BAPETEN.  BAPETEN MENYAMPAIKAN PERSETUJUAN TERTULIS SR KATEGORI 1 KEPADA BADAN PENGAWAS NEGARA PENGEKSPOR, MELALUI IMPORTIR  DALAM HAL TIDAK LANGSUNG DAPAT DIKIRIM KE TEMPAT TUJUAN, IMPORTIR DAN EKSPORTIR WAJIB MENYEDIAKAN TEMPAT PENYIMPANAN KHUSUS  SR HANYA DAPAT DIKELUARKAN DARI KAWASAN PABEAN SETELAH MENDAPAT PERSETUJUAN DARI BAPETEN PERSETUJUAN

9  DALAM PENGANGKUTAN, PENGIRIM WAJIB MENDAPAT PERSETUJUAN PENGIRIMAN DARI BAPETEN  PENGANGKUT MENJAMIN KEAMANAN SR, BAIK SELAMA PENGANGKUTAN MAUPUN PENYIMPANAN PADA SAAT TRANSIT SESUAI PERATURAN PUU PENGANGKUTAN

10  MEMELIHARA FASILITAS SESUAI DENGAN PERSYARATAN KEAMANAN ;  MEMPUNYAI TENAGA YANG CAKAP DAN TERLATIH ;  MEMPUNYAI PERALATAN KEAMANAN ;  ADA PROGRAM KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF  ADA ORGANISASI KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF;  MELAPORKAN JIKA TERJADI PENYIMPANGAN KEAMANAN TERMASUK KEHILANGAN KE BAPETEN;  MENETAPKAN PERSONIL YANG DAPAT DIPERCAYA ; DAN  MENJAMIN KERAHASIAAN INFORMASI YANG BERHU- BUNGAN DENGAN SUMBER RADIOAKTIF TANGGUNG JAWAB PEMEGANG IZIN

11 ● DALAM HAL TERJADI KEADAAN DARURAT SUMBER RADIOAKTIF DALAM PENGGUNAAN MAUPUN PENGANGKUTAN, PEMEGANG IZIN WAJIB SEGERA MELAPORKAN KEPADA BAPETEN. ● PEMEGANG IZIN WAJIB MELAKUKAN TINDAKAN PENGAMANAN TERHADAP SUMBER RADIOAKTIF JIKA TERJADI KEADAAN DARURAT. KEADAAN DARURAT

12 ● BAPETEN MELAKUKAN PENGAMANAN TERHADAP SR RADIOAKTIF YANG TIDAK DIKETAHUI PEMILIKNYA. ● BAPETEN MELAKUKAN PENCARIAN KETERANGAN MENGENAI KEPEMILIKAN SUMBER RADIOAKTIF ● PENCARIAN KETERANGAN DAPAT DILAKUKAN DENGAN INSTANSI BERWENANG LAINNYA o JIKA DITEMUKAN PEMILIK NYA, MAKA SEGALA AKIBAT YANG DITIMBULKANNYA MENJADI TANGGUNG JAWAB PEMILIK; ATAU o JIKA TIDAK DITEMUKAN PEMILIKNYA, MAKA DINYATAKAN SEBAGAI LIMBAH RADIOAKTIF OLEH BAPETEN o LIMBAH DI SIMPAN DI BATAN ORPHAN SOURCE/ SUMBER TIDAK BERTUAN

13 KETENTUAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF WAJIB DIPENUHI PALING LAMBAT 3 (TIGA) TAHUN TERHITUNG SEJAK TANGGAL BERLAKUNYA PERATURAN PEMERINTAH INI (8 JUNI 2007 – 8 JUNI 2010). KETENTUAN PERALIHAN

14 PERATURAN KEPALA BAPETEN NO 7 TAHUN 2007 TENTANG KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF

15 Referensi Utama Referensi Tambahan: 1.Code of Practice dari Australia 2.Model of Regulation dari USA

16 1. Ketentuan Umum 2. Kategori dan Kelompok Keamanan Sumber Radioaktif 3. Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif untuk Impor dan Ekspor 4. Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif selama Penggunaan, Pengangkutan, dan Penyimpanan 5. Penutup Lampiran I. Kategorisasi Sumber Radioaktif Lampiran II. Kelompok Keamanan Sumber Radioaktif Berdasarkan Kategorisasi Lampiran III. Program Keamanan Sumber Radioaktif SISTEMATIKAPERKA BAPETEN

17 Persyaratan Dasar Aspek Keamanan sama dengan Aspek Keselamatan NoPersyaratan KeselamatanPersyaratan Keamanan 1FasilitasFasilitas Tertutup atau Terbuka 2Peralatan Keselamatan RadiasiPeralatan Keamanan Sumber Radioaktif 3Petugas Proteksi RadiasiPetugas Keamanan Sumber Radioaktif 4Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi Program Keamanan Sumber Radioaktif

18 PERSYARATAN UMUM ASPEK KEAMANAN SEBAGIAN UNSURNYA SAMA DENGAN ASPEK KESELAMATAN NOPERSYARATAN KESELAMATANPERSYARATAN KEAMANAN 1Persyaratan Administratif (Izin)Persyaratan Administratif 2Persyaratan Manajemen 3Persyaratan Proteksi Radiasi 4Persyaratan Teknis 5Verifikasi KeselamatanVerifikasi Keamanan

19 Ada 2 (dua) persyaratan yang ditetapkan, meliputi: 1. Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif untuk: Impor dan Ekspor; dan 2. Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif selama: Penggunaan, Pengangkutan, dan Penyimpanan. PERSYARATAN KEAMANAN

20 •Seluruh dokumen persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif untuk Penggunaan, Pengangkutan, dan Penyimpanan berlaku untuk kelompok keamanan A dan B •Untuk kelompok keamanan C hanya berlaku program Keamanan Sumber Radioaktif 1. PERSYARATAN ADMINISTRATIF

21 2. PERSYARATAN MANAJEMEN 1. Organisasi Keamanan Sumber Radioaktif 2. Program Keamanan Sumber Radioaktif dan/atau laporan verifikasi Keamanan Sumber Radioaktif 3. Pemeriksaan Latar Belakang 4. sistem keamanan informasi 5. Inventarisasi dan rekaman hasil Inventarisasi.

22 1. ORGANISASI KEAMANAN SR  Terdiri dari Pemegang Izin dan Petugas Keamanan Sumber Radioaktif (PKSR)  Besarnya Organisasi: – Disesuaikan dengan kelompok keamanan – Jumlah Sumber Radioaktif; dan – Potensi ancaman terhadap Sumber Radioaktif . Petugas Keamanan Sumber Radioaktif (PKSR) – Dapat dirangkap oleh petugas proteksi radiasi (PPR) atau Kepala satuan pengamanan fasilitas; dan – Telah mengikuti pelatihan Keamanan Sumber Radioaktif.

23 a. memberikan saran kepada PI ttg aspek administratif dan teknik Keamanan Sumber Radioaktif; b. membantu PI mengembangkan program dan/atau laporan verifikasi Keamanan ; c. meningkatkan keamanan jika terjadi peningkatan ancaman terhadap keamanan; d. memberi pelatihan tentang Keamanan SR di internal fasilitas kepada personil lain yang bukan PKSR dan orang lain yang memiliki akses terhadap Sumber Radioaktif ; e. melaksanakan Inventarisasi berkala setiap:  hari untuk kelompok keamanan A;  minggu untuk kelompok keamanan B;  6 (enam) bulan sekali untuk kelompok keamanan C; dan f. melaporkan kepada PI a. setiap terjadi kerusakan fasilitas dan peralatan keamanan b. setiap peristiwa yang terkait dengan potensi gangguan atau ancaman terhadap keamanan c. dan situasi darurat. TANGGUNG JAWAB PKSR

24 1. ORGANISASI KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF; 2. DESKRIPSI SUMBER RADIOAKTIF, FASILITAS, DAN LINGKUNGAN SEKITARNYA; 3. PROSEDUR OPERASIONAL SELAMA PENGGUNAAN, PENGANGKUTAN, DAN PENYIMPANAN; 4. PELATIHAN; 5. INVENTARISASI DAN REKAMAN HASIL INVENTARISASI; 6. RENCANA TANGGAP DARURAT; 7. LAPORAN VERIFIKASI KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF; DAN/ATAU 8. PELAPORAN. 2. PROGRAM KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF

25 PROGRAM KEAMANAN Program Keamanan Sumber Radioaktif dan laporan verifikasi Keamanan Sumber Radioaktif disusun, dikembangkan, dan dimutakhirkan oleh Pemegang Izin, dan disesuaikan dengan kelompok keamanan sumber radioaktif.

26 •Apabila terjadi situasi ancaman yang meningkat, PI harus meninjau ulang Program Keamanan SR dan melaksanakan tindakan pengamanan, yang meliputi: a. pengembalian Sumber Radioaktif ke tempat penyimpanan yang aman jika Sumber Radioaktif tidak dioperasikan; b. penugasan petugas Keamanan Sumber Radioaktif untuk mengaktifkan kamera dan alarm; dan c. memutakhirkan prosedur keamanan. PROGRAM KEAMANAN (LANJ..)

27 •Pemeriksaan latar belakang berlaku untuk kelompok keamanan A, B, dan C. •Pemeriksaan ini bertujuan untuk : a. menilai kejujuran; dan b. menetapkan kewenangan memasuki fasilitas Penggunaan dan penyimpanan Sumber Radioaktif atau akses ke Sumber Radioaktif pada saat pengangkutan. 3. PEMERIKSAAN LATAR BELAKANG

28 PEMERIKSAAN LATAR BELAKANG (LANJ..) Pemeriksaan latar belakang oleh Pemegang Izin thd: a. personil yang bekerja dengan Sumber Radioaktif •saat pengunaan dan penyimpanan (meliputi petugas Keamanan Sumber Radioaktif dan personil lain sesuai dengan Penggunaan dan penyimpanan Sumber Radioaktif) •saat pengangkutan (hanya petugas Keamanan Sumber Radioaktif) b. orang lain yang memiliki akses ke Sumber Radioaktif •saat Penggunaan dan penyimpanan (meliputi petugas kebersihan dan petugas keamanan fasilitas yang bukan petugas Keamanan Sumber Radioaktif ) •saat pengangkutan (meliputi pengemudi dan petugas pemuatan dan pembongkaran Sumber Radioaktif).

29 Pemegang Izin meminta dokumen identitas pribadi, meliputi: 1. kartu tanda penduduk; 2. kartu keluarga; 3. akta kelahiran atau sejenisnya; 4. surat keterangan catatan kepolisian; dan 5. surat keterangan dari tempat bekerja terdahulu, jika sebelumnya pernah bekerja. PEMERIKSAAN LATARBELAKANG (LANJ...)

30 •Untuk Petugas Keamanan SR dimintakan seluruh identitas seperti di atas, sedang personil lain dimintakan kartu tanda penduduk, kartu keluarga dan akte kelahiran atau sejenisnya. •Orang lain yang memiliki akses ke Sumber Radioaktif, pada saat penggunaan, pengangkutan, dan penyimpanan. PEMERIKSAAN LATAR BELAKANG (LANJ..)

31 4. SISTEM KEAMANAN INFORMASI •Sistem keamanan informasi Sumber Radioaktif ditetapkan oleh Pemegang Izin. Sistem ini berlaku untuk kelompok keamanan A, kelompok keamanan B, dan kelompok keamanan C. •Penetapan sistem keamanan informasi Sumber Radioaktif disesuaikan dengan: • jumlah Sumber Radioaktif; dan • potensi ancaman terhadap Sumber Radioaktif.

32 Sistem keamanan informasi harus menjamin: a. informasi yang dapat membahayakan Keamanan tetap dijaga dan dikendalikan. b. informasi yang bersifat rahasia yang diterima dari pihak pertama tidak diserahkan kepada pihak lain tanpa persetujuan dari pihak pertama tersebut. Pihak pertama meliputi pihak yang menggunakan, mengangkut, menyimpan, bertanggung jawab, memiliki dan/atau menguasai Sumber Radioaktif. Informasi yang dapat membahayakan Keamanan Sumber Radioaktif dan bersifat rahasia meliputi: 1. lokasi Sumber Radioaktif pada saat tidak dioperasikan; dan 2. program Keamanan Sumber Radioaktif dan/atau laporan verifikasi Keamanan Sumber Radioaktif. SISTEM KEAMANAN INFORMASI (LANJ..)

33 5. INVENTARISASI DAN REKAMAN •PI harus membuat Inventarisasi dan rekaman hasil Inventarisasi sebagaimana secara berkala setiap tahun baik untuk kelompok keamanan A, B dan C. •Meliputi : a. lokasi fasilitas Penggunaan atau penyimpanan SR; b. nama Sumber Radioaktif; c. aktivitas Sumber Radioaktif dan tanggalnya; d. nomor seri Sumber Radioaktif; e. bentuk fisik Sumber Radioaktif; f. tujuan Penggunaan dan penyimpanan Sumber Radioaktif; g. tanda terima, pemindahan atau pembuangan Sumber Radioaktif; dan h. riwayat Penggunaan dan perpindahan Sumber Radioaktif dari atau ke tempat penyimpanan

34 III. PERSYARATAN TEKNIS 1. Fasilitas Sumber Radioaktif; 2. Peralatan Keamanan Sumber Radioaktif; 3. Kendali Kunci; dan 4. Prosedur Operasi.

35 1. Fasilitas Sumber Radioaktif A. Fasilitas Tertutup Kel keamanan A,B,C : a. dinding, plafon dan atap mempunyai kekuatan dan ketebalan yang cukup sesuai dengan standar yang berlaku; b. ruangan dibuat tanpa jendela, jika sebelumnya menggunakan ruangan yang memiliki jendela, jendela tersebut ditutup atau dilengkapi dengan teralis; c. pagar yang kuat; dan d. pintu dibuat dari bahan yang kuat dan tidak mudah diterobos, dan dilengkapi dengan : 1. kunci ganda untuk kelompok keamanan A; atau 2. gembok untuk kelompok keamanan B dan C.

36 1. Fasilitas Sumber Radioaktif (Lanj..) B. Fasilitas Terbuka (kel. keamanan B dan C). 1. tersimpan di dalam kontener Sumber Radioaktif yang terkunci; 2. kontener Sumber Radioaktif diletakkan dengan aman di dalam kendaraan atau diletakkan di dalam bunker; 3. kendaraan diawasi secara terus-menerus oleh petugas operator atau dikunci; dan 4. dilengkapi dengan alarm di lapangan atau di home base.

37 2. PERALATAN KEAMANAN (Kel.A) a. DETEKTOR GERAK; b. SENSOR INFRAMERAH; c. HANDY TALKY; d. TELEPON TERPASANG TETAP DAN/ATAU TELEPON SELULAR; e. ALARM DILENGKAPI DENGAN SIRENE; f. BALANCE MAGNETIC SWITCH; g. KUNCI ELEKTRONIK; h. 2 (DUA) KOTAK KUNCI; i. 2 (DUA) KUNCI; DAN j. SENTER BESAR.

38 PERALATAN KEAMANAN NOKELOMPOK KEAMANAN BKELOMPOK KEAMANAN C 1Alarm dilengkapi dengan Sirene Handy Talky 2 Tele[pon terpasang tetap dan/ atau telepon selulerHandy talky; 3 Gembok; dan Telepon terpasang tetap 4 Senter besar 5 -

39 •Peralatan keamanan Sumber Radioaktif selama pengangkutan untuk kelompok keamanan A, B dan C paling sedikit meliputi: a. telepon selular; b. balok untuk fiksasi; c. rantai dan gembok; dan d. senter besar. PERALATAN KEAMANAN (LANJUTAN)

40 3. KENDALI KUNCI •Pemegang Izin harus melaksanakan kendali kunci untuk Sumber Radioaktif kelompok keamanan A dan kelompok keamanan B.

41 1.membuat dan memelihara rekaman setiap orang yang memiliki kewenangan menggunakan, memeriksa, menyimpan, dan/atau merawat kunci 2.memeriksa keberadaan kunci secara berkala, untuk menghindari usaha penggandaan 3.menetapkan sistem 2 (dua) kunci yang dioperasikan oleh 2 (dua) orang yang berbeda pada waktu bersamaan ketika membuka dan menutup; 4.mengubah kombinasi kunci secara berkala; dan 5.mengubah kombinasi kunci jika terdapat petugas yang kewenangannya dihentikan untuk mengakses fasilitas. KENDALI KUNCI (KEL A)

42 1.membuat dan memelihara rekaman setiap orang yang memiliki kewenangan menggunakan, memeriksa, menyimpan, dan/atau merawat kunci 2. memeriksa keberadaan kunci secara berkala, untuk menghindari usaha penggandaan KENDALI KUNCI (KEL B)

43 4. PROSEDUR OPERASI Pemegang Izin kelompok keamanan A, B dan C harus membuat dan mengesahkan prosedur operasi untuk 1.Penggunaan, 2.pengangkutan, dan 3.penyimpanan Sumber Radioaktif

44 a. personil yang memasuki fasilitas Penggunaan atau penyimpanan diusahakan seminimal mungkin; b. hanya personil yang berwenang yang dapat memasuki fasilitas radiasi Penggunaan atau penyimpanan Sumber Radioaktif; c. orang yang tidak berwenang hanya dapat memasuki fasilitas, dengan pengawalan Petugas Keamanan Sumber Radioaktif; d. identitas semua personil dan orang yang memasuki fasilitas diverifikasi, diberikan tanda pengenal izin masuk, dan dicatat dalam buku tamu; dan e. respon secepat mungkin terhadap terjadinya akses dan akuisisi tidak sah Sumber Radioaktif. PROSEDUR OPERASI PENGGUNAAN DAN PENYIMPANAN KELOMPOK A

45 a. personil yang memasuki fasilitas Penggunaan atau penyimpanan diusahakan seminimal mungkin; b. hanya personil yang berwenang yang dapat memasuki fasilitas radiasi Penggunaan atau penyimpanan Sumber Radioaktif; c. identitas semua personil dan orang yang memasuki fasilitas diverifikasi, diberikan tanda pengenal izin masuk, dan dicatat dalam buku tamu; dan d. respon secepat mungkin terhadap terjadinya akses dan akuisisi tidak sah Sumber Radioaktif. PROSEDUR OPERASI PENGGUNAAN DAN PENYIMPANAN KELOMPOK B DAN C

46 1.selama pengangkutan darat, sungai, danau, dan penyeberangan didampingi oleh Petugas Keamanan Sumber Radioaktif; 2.setiap kendaraan pengangkut melalui darat harus dilengkapi dengan peralatan keamanan paling sedikit meliputi: •kunci bagasi untuk menyimpan Sumber Radioaktif; •kunci kemudi; 3.bungkusan Sumber Radioaktif harus diikat dan dikunci dengan kuat agar bungkusan tidak terlepas dari kendaraan; 4.melapor pada BAPETEN dan Kepolisian terdekat secepat mungkin jika terjadi keadaan darurat atau peristiwa yang menimbulkan akibat yang signifikan terhadap Keamanan Sumber Radioaktif; 5.menyampaikan rute perjalanan dan rute perjalanan alternatif jika terjadi kedaruratan kepada BAPETEN; dan 6.menyerahkan dan mendapatkan persetujuan atas rencana keamanan dan tanggap darurat selama pengangkutan Sumber Radioaktif. PROSEDUR OPERASI PENGANGKUTAN KEL. A,B DAN C

47 •Dalam hal pengangkutan Sumber Radioaktif kelompok keamanan A melalui darat, sungai, dan danau, selain memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud di atas, Pemegang Izin harus menyediakan kawalan polisi. •Pemegang Izin harus menjaga kendaraan tetap tertutup, aman, dan diparkir di area yang aman atau di garasi yang terkunci, selama transit Sumber Radioaktif kelompok keamanan A, kelompok keamanan B, dan kelompok keamanan C. PROSEDUR OPERASI PENGANGKUTAN(LANJUTAN)

48 LAPORAN VERIFIKASI KEAMANAN a. identifikasi Sumber Radioaktif dan karakteristiknya, yang meliputi tipe, sifat, Penggunaan, pengangkutan, dan penyimpanan; b. penentuan tingkat ancaman yang ada di dalam dan di sekitar fasilitas c. analisis terhadap akibat penguasaan secara tidak sah; d. penentuan ancaman dasar desain untuk SR tertentu; e. analisis terhadap kelemahan; f. kajian terhadap dampak dan kelemahan berbasis risiko; dan g. tindakan pengamanan yang diperlukan untuk mengurangi risiko.

49 PELAPORAN •Pemegang Izin harus membuat laporan untuk Sumber Radioaktif kelompok keamanan A, kelompok keamanan B, dan kelompok keamanan C. •Laporan dibuat meliputi laporan mengenai situasi: a. normal; dan b. darurat.

50 meliputi hal sebagai berikut: a. terjadinya perubahan Inventarisasi Sumber Radioaktif; b. masuknya orang yang tidak berwenang ke fasilitas Penggunaan atau penyimpanan Sumber Radioaktif; atau c. adanya kegagalan fungsi sistem keamanan, dan tindakan perbaikan yang dilakukan. PELAPORAN SITUASI NORMAL

51 a. hilangnya Sumber Radioaktif; b. pencurian atau sabotase terhadap Sumber Radioaktif yang sedang terjadi atau adanya indikasi kuat akan terjadi pencurian atau sabotase; atau c. adanya indikasi peningkatan ancaman yang mempunyai dampak signifikan terhadap Keamanan Sumber Radioaktif atau fasilitas. PELAPORAN SITUASI DARURAT

52 Pemegang Izin melaporkan kepada BAPETEN •melalui telepon paling lambat 1 (satu) jam terhitung sejak diketahuinya situasi darurat. •laporan secara tertulis paling lambat 3 (tiga) hari terhitung sejak terjadinya situasi darurat •Laporan paling sedikit berisi tentang: a. penyebab situasi darurat; b. kronologi; dan c. dampak yang ditimbulkan. PELAPORAN SITUASI DARURAT (LANJ..

53 Kelompok Keamanan Kategorisasi Sumber Jenis Pemanfaatan A A/D ≥  Generator Termoelektrik Radioisotop;  Iradiator;  Teleterapi; dan  Teleterapi Multi Berkas Terpasang Tetap ( Gamma Knife ). B 1000> A/D ≥ 10 2  Radiografi Gamma Industri; dan  Brakiterapi Laju Dosis Tinggi/Sedang. 3  Gauging Industri Terpasang Tetap dengan Sumber Radioaktif Aktivitas Tinggi sbb : Gauging untuk Ketinggian; Gauging untuk Konveyor; Gauging untuk Pipa; dan Gauging untuk Well logging. C 10> A/D ≥ 1 4  Brakiterapi laju dosis rendah (kecuali sumber yang diimplantasi secara permanen dan sumber untuk terapi mata);  Gauging Ketebalan/Ketinggian Isi;  Gaunging Portabel (misalnya Gauging Kerapatan);  Densitometer Tulang; dan  Eliminator Statik. D 1> A/D ≥  Sumber Brakiterapi Laju Dosis Rendah untuk terapi mata dan yang diimplantasi secara permanen;  Peralatan Fluorescence Sinar-X ;  Peralatan Penyerap Elektron ;  Spektrometri Mossbauer; dan  Tomografi Emisi Positron. KELOMPOK KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF BERDASARKAN KATEGORISASI

54 KELOMPOK KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF A • Teleterapi • Fasilitas Pengelolaan Limbah Radioaktif • Generator Termoelektrik Radioisotop • Iradiator • Teleterapi gamma knife B • Radiografi gamma • Brakiterapi LD tinggi/sedang • Gauging terpasang tetap aktivitas tinggi : - Gauging untuk ketinggian - Gauging untuk konveyer - Gauging untuk pipa - Gauging untuk well logging C • Brakiterapi LDR • Gauging ketebalan/ ketinggian isi • Gauging portabel • Densitometer tulang • Eliminator statik

55 Fungsi sistem proteksi fisik : Deteksi : Tunda (delay) : Tanggap (response) : Kamera CCTV Sensor gerak BMS alarm Pagar Kunci ganda Penjaga komunikasi dan datang ke lokasi

56 KEAMANAN PENGANGKUTAN SUMBER RADIOAKTIF (LN) RADOME mounted on a transport vehicle Satellite Tracking System STOP box in Sprinter Van STOP Box High Security Shielded Padlock Double Door Hasp (across both doors)

57 CONTOH TRUK PENGANGKUT SUMBER RADIAKTIF (LN)

58 58

59 “ Together we can improve nuclear safety & security in Indonesia”

60


Download ppt "PP & PERKA TENTANG KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF. PP 33 TAHUN 2007 TENTANG KESELAMATAN RADIASI DAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google